Drone AS Serang Warga Sipil di Yaman, 7 Tewas

Drone AS Serang Warga Sipil di Yaman, 7 Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sejumlah warga Yaman protes turun ke jalan di provinsi Shabwa di selatan setelah serangan pesawat tak berawak (drone) AS membunuh sedikitnya tujuh warga sipil, lansir Aljazeera, Senin (5/2/2018).

Serangan pesawat tak berawak 28 Januari itu menghancurkan sebuah mobil yang membawa sedikitnya enam anggota laki-laki dari keluarga yang sama dan satu orang lainnya saat mereka mencari “anak yang hilang” di distrik Said Shabwa, kata penduduk.

Saleh al-Aishi al-Ateeqi, seorang kerabat salah satu korban yang mengorganisir aksi protes tersebut, mengatakan kepada media setempat bahwa “semua korban adalah warga sipil yang tidak berhubungan dengan organisasi politik atau agama manapun.”

Jet tempur UAE Dukung Serangan Separatis Selatan Rebut Markas Militer Yaman di Aden

Berbicara di sebuah demonstrasi di kota Ateq pada hari Ahad, al-Ateeqi menyalahkan koalisi Arab dalam perang dengan Yaman atas kematian tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas wilayah udara negara tersebut dan melindungi kehidupan warga sipil.

Amerika Serikat adalah satu-satunya kekuatan yang diketahui mengoperasikan pesawat bersenjata di Yaman dan biasanya tidak berkomentar mengenai operasinya.

Washington telah meningkatkan penggunaan serangan drone sejak Presiden Donald Trump berkuasa, dengan Biro Investigasi Jurnalisme melaporkan sedikitnya 125 serangan pesawat tak berawak tahun lalu.

Pemboman yang meningkat terjadi meski serangan Amerika terhadap al-Qaeda di Jazirah Arab (AQAP) gagal, dan menewaskan sejumlah warga sipil pada 29 Januari 2017.

Serangan di Yakla, sebuah kota yang miskin dan sepi, mengakibatkan kematian sedikitnya 16 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

Penyerangan bulan Januari 2017 menarik perhatian media yang meluas karena satu Navy SEAL juga terbunuh dalam operasi yang merupakan operasi pertama dari jenisnya yang disahkan oleh Trump.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 10.000 orang terbunuh dalam pertempuran – hampir setengah dari mereka warga sipil – sejak sebuah koalisi pimpinan-Arab meluncurkan serangan udara ke Yaman pada bulan Maret 2015.

Bagikan