Drama Sidang Ahok dan Konsistensi Penuntut Keadilan

29 Maret 2017
Drama Sidang Ahok dan Konsistensi Penuntut Keadilan
Karikatur Ahok

JURNALISLAM.COM – Pagelaran sidang kasus penistaan agama oleh pejabat publik, Ahok berangsur lama. Majelis Hakim menyebut sidang akan berakhir pada bulan Mei nanti. Meski begitu, prosedur memang sudah sesuai, tidak ada yang salah.

Kasus yang menjerat petahana gubernur non-aktif DKI Jakarta ini sudah digelar sejak Desember lalu. Mulai dari ruang sidang sederhana di daerah Jakarta Pusat sampai ruangan yang lebih besar dan nyaman di kawasan Jakarta Selatan disuguhkan untuk pembuat buku Merubah Indonesia ini.

Para pendukung setia kedua belah pihak turut meramaikan sidang ini. Ya, dipisahkan menjadi dua, kubu Ahok dan umat Islam. Mereka setia menemani jalannya persidangan. Setiap Selasa dicatat mereka sebagai hari spesial untuk mendatangi sidang.

Fatal! Saksi yang Dihadirkan Ahok Dinilai Justru Memberatkan bukan Meringankan

Tak ayal, massa Ahok dan umat Islam kerap terjadi kerusuhan disebabkan keyakinan yang berbeda. Massa Ahok berbusana kotak-kotak khas kerap memicu kerusuhan tersebut. Alih-alih unjuk rasa, mereka memilih berjoget dan bergoyang dengan mobil komando khusus bersuarakan nyanyian yang menggelitik. Jadi saja umat Islam marah.

Berbicara tentang waktu, salah seorang pegiat pergerakan Islam Indonesia mengimbau umat Islam untuk tetap bersabar dan konsisten menuntut keadilan terhadap sang penista agama. Guru sepuh asal Jawa Timur ini menyebut tidak hanya umat Islam saja yang dibuat lelah dan capek, kubu mereka juga sama.

“Gak ada perjuangan yang tidak melelahkan. Sabar istiqomah. Tidak boleh dilemahkan hanya karena waktu,” jelas pimpinan Jama’ah Ansharusy Syariah, Muhammad Achwan di kawasan Serang, Selasa (28/3/2017).

Masih adanya beberapa agenda sidang kedepan memang membuat warga penuntut keadilan tak sabar dan membuat jiwa memberontak. Terlebih, Sidang yang disebut Majelis Hakim akan berakhir bulan Mei ini juga belum tentu akan berakhir bahagia layaknya novel percintaan anak SMA.

“Kalau dinyatakan bebas bulan Mei nanti padahal bukti-bukti sudah menyatakan kesalahan fatal Ahok seperti itu jelas membuat umat Islam kecewa. Kita harus bersabar, dan tetap berjuang,” tutur teman seperjuangan Abu Bakar Ba’asyir ini.

Muslim Jadi Saksi Kubu Ahok, JAS: Itu Sarat Kepentingan

Kendati demikian, drama persidangan akan terus berlanjut hingga akhir nanti. Berbagai kontroversi sudah dan akan mewarnai sesosok yang tengah ingin menjabat kembali di bangkunya untuk lima tahun kedepan.

Memimpin dengan gaya khas; arogan, kasar dan ‘bersih’ kata pendukung fanatiknya.