DPR Curhat Belum Bahas RUU P-KS, AILA: Kenapa Ingin Buru-buru Disahkan?

DPR Curhat Belum Bahas RUU P-KS, AILA: Kenapa Ingin Buru-buru Disahkan?

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia kembali beraudiensi dengan Komisi VIII DPR RI terkait penolakan pengesahan UU P-KS yang dinilai bertentangan dengan falsafah kebangsaan.

Beberapa anggota DPR seperti Dyah Pitaloka (PDIP), Rahayu Saraswati (Gerindra), dll memberikan pandangannya.

“Saya masih ingat kok tahun 2017 ibu – ibu AILA datang ke kantor saya untuk menyerahkan DIM. Nah bagaimana mau dilihat itu DIM nya bu. Wong pembahasannya saja tidak pernah dilakukan,” kata Rahayu Saraswati dari Fraksi Partai Gerindra.

Rieke Dyah Pitaloka dari PDIP pun menyatakan hal serupa jika ada masyarakat yang menolak, itu berarti RUU ini tidak baik-baik saja.

“Kami akan carry over pada periode berikutnya,” katanya.

Setelah mendengar pendapat dari kedua belah pihak, rapat dengan komisi 8 pun dibubarkan.

AILA Indonesia bersama perwakilan ormas pemuda kembali ke depan gerbang MPR/DPR untuk bicara di hadapan massa.

Dalam orasinya Rita Soebagio menyatakan, “Bagaimana mungkin sebuah RUU akan disahkan jika tidak melalui pembahasan. Padahal sebuah undang – undang haruslah lahir dari sebuah pembahasan yang komprehensif.”

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X