Responsive image
Responsive image
Responsive image

DKI-Jabar-Jateng Penyumbang Kasus Aktif Covid Tertinggi

DKI-Jabar-Jateng Penyumbang Kasus Aktif Covid Tertinggi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, DKI Jakarta saat ini tercatat menyumbang tertinggi kasus aktif Covid-19, yakni mencapai 11,21 persen dari total kasus positif atau 57.295 orang. Kemudian disusul oleh Jawa Barat dengan kasus aktif sebesar 43.436 orang atau 11,79 persen dari total kasus positif.

Sedangkan di Jawa Tengah, kasus aktif tercatat sebanyak 33.805 orang atau 13,71 persen dari total kasus positif, DI Yogyakarta mencapai 8.917 orang atau 15,41 persen dari total kasus positif, dan Jawa Timur sebanyak 7.488 orang atau 4,41 persen dari total kasus positif.

“Dengan banyaknya kasus aktif saat ini, maka belum terlambat untuk menjaga agar kematian tidak semakin bertambah,” tambah Wiku dalam paparannya.

Wiku mengatakan, angka kasus aktif saat ini dapat dijadikan sebagai patokan untuk mencegah semakin tingginya kasus kematian pada pasien Covid-19. Sehingga dapat menyelamatkan nyawa sebanyak-banyaknya dari kasus aktif yang ada.

Fokus utama dalam menekan angka kematian ini yakni dengan memastikan penanganan pasien Covid-19 sebaik mungkin, khususnya pada pasien gejala sedang-berat. Kendati demikian, menurutnya hal ini sulit dilakukan mengingat angka keterisian tempat tidur isolasi dan ICU atau BOR rumah sakit di kelima daerah tersebut telah mencapai di atas 70 persen.

Berdasarkan data Satgas, angka BOR isolasi di DKI Jakarta tercatat telah mencapai 91,14 persen, sedangkan angka BOR ICU mencapai 91,88 persen. Di Jawa Barat, angka BOR isolasi mencapai 90,5 persen dan angka BOR ICU sebanyak 88,6 persen. Di Jawa Tengah, angka BOR isolasi mencapai 89 persen dan angka BOR ICU mencapai 82,87 persen.

Adapun di Jawa Timur, Satgas mencatat angka BOR isolasi sebanyak 79,69 persen dan angka BOR ICU sebanyak 73,91 persen. Dan di DI Yogyakarta, angka BOR isolasi mencapai 88,76 persen, dan angka BOR ICU mencapai 87,5 persen.

Selain itu, Wiku juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kelompok rentan seperti kelompok lansia dan juga anak-anak. Sebab, kelompok lansia yang terkena Covid-19 tercatat memiliki persentase kematian tertinggi di lima provinsi tersebut, yakni mencapai 5-19 persen.

Sedangkan pada kelompok anak, kasus kematian di hampir kelima provinsi tersebut didominasi oleh balita yaitu sekitar 30-50 persen dari total kematian anak. Karena itu, Wiku meminta agar masyarakat membatasi aktivitas lansia, anak-anak khususnya balita, dan juga kelompok rentan di ruang publik sehingga dapat mengurangi risiko kematian.

sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X