Responsive image

Divonis 2 Tahun, Ahok Ditahan Di Cipinang

Divonis 2 Tahun, Ahok Ditahan Di Cipinang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sidang final perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Sidang ke-22 tersebut mengagendakan putusan vonis Majelis Hakim yang diketuai oleh Dwirso Budi Santiarto SH. M.hum, dan selaku anggota Jupriyadi SH. M.hum, Abdul Rosyad SH, Joseph V Rahantokman SH, dan I Wayan Wirjana SH.

Pantauan Islamic News Agency, Ahok yang mengenakan batik berwarna biru putih, memasuki ruang sidang dengan bergegas sekitarf pukul 09.00 WIB.

Diawal sidang, Hakim Dwirso sempat memohon izin kepada tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ahok, dan Kuasa Hukum Ahok untuk tidak membaca keseluruhan materi putusan vonis hakim, lantaran terdiri atas 630 halaman lebih.

Dalam amar putusannya, hakim memvonis Ahok ditahan selama dua tahun, dan membayar biaya perkara sebesar lima ribu rupiah.

“Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pidana penodaan agama. Menjatuhkan pidana kepada saudara selama dua tahun. Memerintahkan kepada terdakwa ditahan,” demikian ucap Dwiarso.

Sebelum memvonis, hakim mengatakan bahwa Ahok telah terbukti merendahkan dan melecehkan Surah Al Maidah 51, dan sengaja menyampaikan kalimat penodaan agama itu di hadapan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Siapapun yang menyampaikan ayat Al Quran, sepanjang penyampaian itu benar, maka tidak boleh dikatakan membohongi masyarakat,” kata salah satu hakim.

Hakim juga mengatakan keputusan tersebut telah sejalan dengan pendapat para saksi ahli yang dihadirkan, diantaranya KH. Yunahar Ilyas, Habib Rizieq Shihab, dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 981 tanggal 11 Oktober 2016.

Majelis hakim juga mengatakan sebagai pejabat publik yakni Gubernur DKI, maka Ahok seharusnya tidak menyinggung hal terkait agama yang tergolong sensitif.

Setelah berunding dengan Kuasa Hukum, Ahok memutuskan untuk tetap mengajukan pembelaan.

“Kami akan melakukan banding,” ucapnya.

Majelis Hakim lalu memberi waktu selama tujuh hari ke depan kepada Ahok untuk mengajukan pembelaan.

Pasca vonis, pihak kepolisian yang sejak menjelang ketuk palu hakim telah menunggu di ruang persidangan, langsung menggiring Ahok yang telah berstatus narapidana ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Reporter: Yusuf/INA

Bagikan
Close X