Digitalisasi Dinilai Kunci Bertahan, 89 Persen UMK Jabar Belum Siap

Digitalisasi Dinilai Kunci Bertahan, 89 Persen UMK Jabar Belum Siap

BANDUNG(Jurnalislam.com) – Kendati digitalisasi perdagangan telah gencar dilakukan, namun hingga saat ini sekitar 89% pelaku usaha mikro dan kecil di Jabar belum mengakses internet sebagai media melakukan perdagangan.

Padahal, secara jumlah, sekitar 98,8% usaha di Jawa Barat masuk dalam kategori usaha mikro dan kecil (UMK). Dari jumlah itu, mereka mampu menyerap 74% tenaga kerja. Kontribusi UMKM juga sangat signifikan bagi perekonomian. Sayangnya, pandemi menyebabkan banyak pelaku usaha sulit bertahan.

Head of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan, banyak bisnis yang tidak mampu bertahan dan bersaing di era new normal ini karena belum terdigitalisasi. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang bergantung pada layanan digital menjadi salah satu faktor terbesar.

“Beralih dan mulai memanfaatkan digitalisasi adalah cara terbaik yang bisa dilakukan oleh para pelaku UMKM untuk mempertahankan usaha mereka di era tatanan baru ini,” kata Richard dalam acara peluncuran Program Terus Usaha di Jawa Barat, Kamis (6/8/2020).

Riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara mengungkap fakta, pekerja lepas dan UMKM yang didukung teknologi Grab berkontribusi sebesar Rp10,1 triliun bagi perekonomian Jawa Barat di tahun di 2018.

Sementara riset terbaru yang dilakukan pada 2020 menunjukkan responden melihat peningkatan pendapatan hingga 138% melalui digitalisasi.

Sebesar 31% responden mengaku bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang saat bisnisnya berkembang. Hal ini menandakan pentingnya digitalisasi untuk membantu ketahanan ekonomi, khususnya memasuki era new normal ini.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X