Diancam di PTUN-kan Kelompok Syiah, Bima Arya : Saya Siap!

BOGOR (Jurnalislam.com) – Walikota Bogor, Bima Arya menyatakan kesiapannya untuk menghadapi gugatan yang akan disampaikan Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait Surat Edaran Walikota Bogor tentang pelarangan perayaan Asyura Syiah di kota Bogor.

"Saya siap. Saya akan bertanggungjawab untuk menjelaskan langkah-langkah yang saya lakukan sebagai kepala daerah dan bertanggungjawab atas keamanan dan ketertiban kota Bogor," tegasnya kepada wartawan usai menggelar shalat istisqha di Lapangan Sempur Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/10/2015) siang.

Atas Surat Edaran tersebut, Bima juga mendapat surat teguran dari Komnas HAM yang meminta Bima Arya untuk menarik kembali Surat Edaran bertanggal 22 Oktober 2015 tentang Himbauan Pelarangan Perayaan Asyura Syiah di Kota Bogor itu.

Bima mengaku telah merespon surat teguran Komnas HAM tersebut dan menjelaskan alasan dikeluarkannya Surat Edaran itu atas dasar pertimbangan keamanan.

"Sebagai kepala daerah wajib hukumnya untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menimbulkan konflik," ujarnya.

Bima menegaskan dirinya akan selalu menjaga keharmonisan antar umat beragama di Bogor. "Sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan tidak mengancam kehidupan sosial di masyarakat," pungkasnya.

Ancaman OASE tersebut disampaikan dalam konferensi pers di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Rabu (28/10/2015). 

Reporter : Wahid | Editor : Ally

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.