Daru Qur’an Kembangkan Program Ekonomi Berbasis Pesantren

Daru Qur’an Kembangkan Program Ekonomi Berbasis Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini menerima pengurus Yayasan Daarul Quran Indonesia.

Hadir, Dewan Pembina, KH Yusuf Mansur, Direktur Utama, Abdul Ghofur, Diretur Operasional Abdul Sidik. Ikut mendampingi Menag, Dirjen Pendidikan Islam, Ali Ramdhani, Sekretaris Dirjen Bimas Islam dan Fuad Nazar.

Pertemuan ini membahas rencana kolaborasi dalam program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. “Tawaran kolaborasi dari Yayasan Daarul Qur’an ini menarik dan komprehensif. Yayasan Daarul Qur’an cukup dikenal, dalam menjaga Quran sangat luar biasa sekali dengan 1.200 an lebih rumah tahfiz. Saya kira dengan 86 lembaga pendidikan yang dimiliki Yayasan Daarul Qur’an bisa dikolaborasikan, sangat menarik,” kata Menag Yaqut, di ruang kerja Lapangan Banteng, Selasa (3/8/2021).

Pertemuan ini antara lain membahas pengembangan pendidikan, pemberdayaan zakat, infak, dan wakaf. Dibahas juga masalah pengembangan bisnis dan ekonomi berbasis pondok pesantren. “Menarik, kita memiliki kesadaran yang sama, bahwa pesantren itu ekosistem. Pesantren itu tidak hanya kyai dan santri saja, tapi ekosistem yang meliputi pesantren,” kata Menag.

Pengembangan ekonomi pesantren, lanjut Menag, sejalan dengan salah satu program prioritas Kemenag, yaitu memandirikan pesantren. Program ini penting sebagai amanah dari Undang-undang Pesantren.

“Ketika kami berdiskusi  dengan Presiden, salah satu mandatori utama dari Kementerian Agama adalah melaksanakan UU Pesantren. Artinya bukan hanya dari sisi dakwah pesantren ini tapi juga dari sisi ekonominya,” jelas Menag.

“Pesantren didorong untuk bisa mandiri,” sambungnya.

Menag berharap pada 2024, ada 5000 pesantren mandiri yang bisa menghidupkan dirinya sendiri dan menghidupkan ekonomi  di lingkungan pesantren.

Ditambahkan Menag, Kementerian Agama sedang menyiapkan usulan sekaligus kajiannya untuk menambah satu Direktorat Jenderal yang khusus menangani Pesantren. Saat ini ada sekitar 52ribu pesantren binaan Kemenag. Sementera anggaran yang disiapkan untuk pesantren setiap tahun hanya sekitar 500 M, sangat sedikit.

“Diharapkan dengan terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren, maka pesantren akan mendapat afirmasi yang layak,” tegas Menag.

Sebelumnya Ust Yusuf Mansur menjelaskan sekilas tentang Yayasan PPPA Daarul Qur’an. Menurutnya, yayasan ini adalah lembaga pengelola sedekah yang berkhidmat  pada pembangunan masyarakat berbasis tahfizhul Qur’an yang dikelola secara profesional dan akuntabel.

PPPA Daarul Qur’an membangun gerakan Rumah Tahfizh di dalam dan luar negeri. Dalam program dakwah dan sosial, PPPA terlibat dalam pembangunan kemandirian dan pengembangan masyarakat berbasis tahfizhul Qur’an, mulai dari bantuan beasiswa, kemanusiaan, kesehatan dan pengembangan masyarakat. Dengan program yang kreatif, membumi, dan tepat sasaran, PPPA terus dipercaya masyarakat sebagai mitra pengelola sedekah dalam pembangunan bangsa berbasis tahfizul Quran.

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X