Responsive image

Chep Hermawan Klarifikasi Hoaks soal Tudingan Ormas Garis Terlibat Kerusuhan

Chep Hermawan Klarifikasi Hoaks soal Tudingan Ormas Garis Terlibat Kerusuhan

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) Chep Hermawan mempertanyakan pemberitaan hoaks yang menyebut organisasinya terlibat kerusuhan 21-22 Mei.

Menurut Chep, Organisasi Garis yang disebut Polisi bukanlah lembaganya, melainkan Garis Bekasi yang memiliki kepanjangan Gerakan Rijalul Islam.

“Garis kami adalah gerakan reformis Islam, lahir tahun 1998, Tiba-tiba peristiwa kemarin tanggal 22 ada lagi Garis -Gerakan Rijalul Islam- logonya kembang, didirikan ikhwan di Bekasi,” ujar Chep saat ditemui di kediamannya di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (28/05/2019) sore.

Chep menjelaskan, Garis miliknya berbeda dengan Garis Bekasi.

Meskipun sama-sama menggunakan nama Garis, namun Garis Bekasi tidak ada sangkut-pautnya dengan Garis kelahiran 1998.

“Beda dengan Garis Bekasi … Saya tidak pernah dikontak juga apa motivasi nya menyamakan diri gerakannya dengan Garis kita, siapa tokohnya dan yang membidaninya,” ujar Chep.

Selain motivasi pendiriannya yang diduga berbeda, Chep menyebut Garis di Bekasi hanya ada di Bekasi, sedangkan Garis miliknya memiliki cabang di beberapa daerah di Indonesia.

“Garis (1998) itu nasional, kantornya ada di Jakarta, jalan Gunung Sahari,” kata Chep.

“Cuma karena saya posisinya di Cianjur, dan perusahaan-perusahaan saya di Cianjur, saya selaku Ketua umum jadi komando dari Cianjur. Tapi sesungguhnya ini Nasional, di Medan, Aceh, Papua, NTB seluruh Indonesia ada,” tambah dia.

Chep juga menjelaskan bahwa Garis 1998 pernah turun ke Aceh untuk membantu korban tsunami bersama FPI.

Dia bersama Habib Rizieq Shihab saat itu membantu mengevakuasi korban tsunami.

Bantah Terkait ISIS

Chep bersama Garis-nya akhir-akhir ini juga dikaitkan dengan Islamic States Of Irak and Sham (ISIS).

Berdasarkan pemberitaan pada 2014, Chep pernah mendeklarasikan diri sebagai pimpinan ISIS di Indonesia.

Namun, saat ini, dia mengakui ISIS sudah tidak ada lagi sejak 3 tahun lalu.

“ISIS itu sudah gak ada dua tiga tahun lalu, ISIS itu ga ada, yang ada adalah daulah, ini sudah gak ada ISIS,” ujar dia.

Menurutnya, upaya menghubungkan Garis dengan ISIS adalah cara memperburuk citra dan nama baik Prabowo, sehingga muncul kesan Prabowo didukung kelompok teroris.

Dia mengakui Prabowo sempat berkunjung ke Cianjur dan menggunakan mobil Alphard miliknya yang berplat B 264 RIS.

 

“Pas Prabowo ke Cianjur. Dia naik mobil saya,” ujar Chep.

Berangkat untuk Misi Kemanusiaan

Terkait mobil ambulance bertulis Garis yang disita polisi karena membawa panah, molotov dan uang, Chep memastikan ambulance itu bukanlah dari Garis Cianjur, melainkan Garis Bekasi.

Sebab, kata Chep, dua ambulance yang diberangkatkan ke Jakarta dari Jawa Barat, semuanya kembali dengan selamat pada tanggal 23 Mei malam.

“Kalau aksi damai waktu itu, kami melihat dan memprediksi ini biasanya ada terjadi korban, karenanya itu dua mobil Ambulance nya dibawa ke Jakarta,” ujar Chep menjelaskan alasan keberangkatan mobil ambulans Garis ke Jakarta.

Dua ambulans itu, kata Chep, hanya membawa peralatan medis, dan tidak ada benda tajam yang bisa digunakan untuk kerusuhan.

Satu ambulance di antaranya disiagakan di jalan Cut Mutia, di bawah pengawasannya.

Satu ambulance lagi, sebut Chep, diamanahkan ke Muhammad Karim, supir Ustadz Umar Burhanuddin, pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa

Di dalam ambulans itu, berisi Ustadz Umar dan dua santri Attaqwa.

Ambulans itu, lanjut Chep, disiagakan di Masjid Sunda Kelapa untuk membantu korban di Petamburan.

“Dari sini kami berangkatkan, saya titipkan ambulans itu ke Karim. Amankan mobil ini jalankan mobil ini sesuai aturan-aturan untuk membantu korban,” titah Chep.

Ketika sampai di Jakarta, tim medis Garis, sebut Chep berkoordinasi dengan lembaga kemanusiaan seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Mer-C.

“Ini gak ada hubungannya Garis dengan kericuhan kemarin, gak ada anak-anak Garis yang terlibat kecuali untuk kemanusiaan,” pungkas dia. [Muhammad Jundii/INA News Agency]

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X