Berita Terkini

Akibat Covid-19, AS Catat Nyaris 4500 Kematian dalam Sehari

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — John Hopkins University and Medicine mencatat kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat (AS) mencapai 32.917, Kamis (16/4) pukul 20.00 waktu setempat.

Angka itu menandai peningkatan 4.491 kematian dalam 24 jam terakhir yang tertinggi selama pandemi.

Namun demikian, angka tersebut termasuk kematian yang dimungkinkan terkait Covid-19 yang sebelumnya tidak dimasukkan. Pekan ini, negara bagian New York City mengumumkan 3.778 kematian karena virus corona.

Pada Kamis malam, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mencatat 31.071 kematian akibat virus corona, termasuk 4.141 kematian akibat virus. AS memiliki angka kematian tertinggi di dunia, diikuti Italia dengan 22.170 kematian, meski populasinya seperlima dari AS.

Spanyol mencatat 19.133 kematian, dan Prancis mencatat 17.920 kematian. Lebih dari 671.425 kasus corona tercatat di seluruh AS.

New York, pusat dari epidemi Covid-19 di AS telah menderita lebih dari 12 ribu kematian di seluruh negara bagian saja. Sementara itu, Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk membuka kembali ekonomi AS, yang memungkinkan gubernur masing-masing negara bagian untuk mengambil pendekatan bertahap untuk membuka kembali negara masing-masing.

sumber: republika.co.id

 

Ramadhan Tahun Ini Jadi Momentum Saling Berbagi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengajak umat Islam meningkatkan rasa persaudaraan dan tolong menolong terhadap sesama di tengah pandemi Covid-19.

Ma’ruf mengatakan, apalagi sebentar lagi umat Islam akan menyambut bulan suci Ramadhan. Ia berharap, Ramadhan kali ini dijadikan momentum untuk saling berbagi.

“Marilah kita menjadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk saling tolong menolng membantu sadaura-saudara kita yang terdampak musibah,” ujar Ma’ruf dalam keterangan yang diterima wartawan, Jumat (17/4).

Dalam menyambut Ramadhan, Wapres mengajak seluruh umat untuk menjalankan ibadah puasa dengan hati yang damai dan saling menghormati.

Ia juga berpesan agar umat Islam untuk senantiasa menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh selama berpuasa. Ini karena, Ramadhan kali ini Indonesia dan banyak negara lain di dunia tengah berusaha mengatasi pandemi Covid-19.

“Saat berpuasa, kita terus melakukan hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi serta menjaga kewaspadaan dengan tidak berpergian dan menghindari keramaian agar dapat mengurangi potensi penyebaran virus,” ungkap Ketua Umum Majelis Ulama indonesia (MUI) nonaktif tersebut.

Ia juga mengajak umat meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT pada Ramadhan tahun ini. “Semoga di bulan suci ini kita dapat meningkatkan amal ibadah rasa persaudaraan serta rasa persatuan kita, sekali lagi saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan 1441 Hijriah,” ujarnya

sumber: republika.co.id

 

Haedar Nasir Apresiasi Kiprah Elemen Muhammadiyah Lawan Covid-19

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengapresiasi kiprah MCCC (Muhammadiyah Command Center Covid-19_ sejak dibentuk dengan semua elemennya dari pusat sampai wilayah dan daerah luar biasa geraknya.

 

“Kiprahnya didukung kinerja, data, dan sistem teknologi informasi yang bagus dengan dukungan Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) yang menyangga. Kami sampaikan apresiasi tinggi untuk para pengurus, penggerak, dan petugas di lapangan termasuk para pimpinan Rumah Sakit, tenaga kesehatan, dan para relawan Muhammadiyah dari berbagai komponen yang berkhidmat tinggi mengemban tugas mulia Persyarikatan,” jelas Haedar pada Kamis (16/4).

 

Hingga 14 April 2020, total ada 65 RSMA yang dijadikan tempat rujukan corona. Jumlah tersebut tersebar di 9 provinsi. Dan sudah terbentuk MCCC di 23 provinsi di Indonesia dari Aceh hingga Papua Barat.

 

Muhammadiyah juga tengah mempersiapkan RS Darurat Covid-19 yang bertempat di rusunawa RS PKU Muhammadiyah Gombong. Sebelum dialihkan fungsi sebagai rumah sakit darurat Covid-19, rusunawa tersebBaruut dulunya merupakan ruang istirahat para dokter dan tenaga kesehatan yang bekerja di RS Muhammadiyah Gombong.

 

“Inshaallah 1 bulan lagi sudah dapat difungsikan, rumah sakit darurat ini nantinya mampu menampung dan merawat 100 pasien Covid-19. Dengan didesain bersama para ahli di bidang standar fasilitas rumah sakit Covid-19, rumah sakit darurat ini menyediakan beberapa ruangan. Mulai dari ruang Intensive Care Unit (ICU), ruang perawatan, laboratorium, hingga ruang lainnya yang berkaitan dengan perawatan maupun diagnosa,” jelas Haedar.

 

Haedar berharap semua elemen untuk tetap jaga kadar kemampuan dan proyeksi program kesehatan dan langkah MPKU ke depan agar semuanya berkeseimbangan.

 

IKADI: Ramadhan Sekarang Istimewa, Berbeda dengan Sebelumnya

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum IKADI KH Ahmad Satori Ismail mengatakan Ramadhan tahun ini istimewa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Karena Allah SWT telah mempermudah kita dengan menutup sebagian kemaksiatan dengan adanya virus corona,”jelas dia, Jumat (17/4).

Artinya, umat Islam akan mudah untuk imsak, menahan diri dari kemaksiatan karena dibantu oleh Allah SWT. Sehingga selama Ramadhan ini umat hanya fokus dengan melaksanakan ibadah puasa dan amalan ibadah lain dengan maksimal.

Adanya pandemi perlu disadari umat Islam bahwa ini adalah kehendak Allah SWT agar dapat melakukan intropeksi. Sebelumnya ketika Ramadhan sering merasa beribadah ingin dilihat dan sedekah yang ingin mendapatkan pujian.

Mudah-mudahan dengan adanya wabah ini, setiap orang yang beribadah dapat lebih khusyuk. Selain itu umat Islam juga dapat menguatkan ibadah dengan rahasia tanpa kelihatan orang banyak.

“Puasa Ramadhan di tahun ini juga bukan sekadar puasa ammah, puasa yang hanya menahan dari yang membatalkan puasa tetapi juga yang mengurangi pahala puasa,”jelas dia.

Selain itu dengan kebijakan untuk tetap berada di rumah, puasa yang harus tetap bekerja di kantor atau aktifitas di luar rumah kini dapat lebih fokus beribadah di rumah, selain dapat menghemat biaya transportasi.

Tak hanya berpuasa, dengan berada di rumah, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini mengatakan dapat memaksimalkan ibadah selama Ramadhan seperti tilawah Al Quran. Biasanya hanya khatam satu kali dengan berada di rumah bisa mengkhatamkan beberapa kali.

Begitu juga dalam mengejar malam lailatul qadr, orang yang berpuasa bisa mengejarnya tidak hanya ke masjid. Bisa saja ke masjid asal masyarakat di lingkungan masjid tersebut benar-benar dikarantina dengan baik.

sumber: republika.co.d

ICMI Bagikan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

BANTEN (Jurnalislam.com)– Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil Banten, membagikan ratusan paket sembako untuk warga yang terdampak pandemi Covid-19 di Serang, Jumat.

Ketua ICMI Orwil Banten, Lili Romli, mengatakan  kegiatan tersebut merupakan program kemanusiaan yang dilakukan ICMI dalam rangka mengurangi beban ekonomi bagi warga Banten yang terdampak Covid-19.

“Program yang dilaksanakan hari ini, adalah pembagian ratusan paket sembako yang ditujukan kepada para pekerja informal seperti tukang ojekbaik pangkalan maupun online, tukang becak, tukang parkir, pemulung, dan lain sebagainya di delapan kabupaten dan kota se-Provinsi Banten,” katanya.

Lili mengungkapkan, selain pembagian sembako, pihaknya juga membagikan masker dan hand sanitizer bagi kelompok-kelompok yang rentan terdampak. “Kami juga telah membagikan masker dan hand sanitizer,” ucapnya.

Lili menambahkan, ICMI Banten telah membuat program etalase yang menyediakan makanan gratis bagi kaum dhuafa. Dimana nantinya bagi masyarakat yang hendak menyumbangkan makanan atau minuman bisa langsung menyimpannya. “Etalase ini menyediakan makanan dan minuman gratis yang diperuntukkan bagi dhuafa,” kata lili.

Sementara itu Sekjen ICMI Orwil Banten, Rohman, mengajak seluruh elemen masyarakat Banten agar peduli sesama untuk bahu membahu dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Kita dapat melakukan apa saja yang bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak ini, di antaranya dengan memperhatikan lingkungan sekitar kita. Dan mereka wajib kita bantu,” kata Rohman, seraya mengajak para donatur agar dapat berpartisipasi dalam membantu para korban yang terdampak Covid-19.

“Saya berharap juga untuk para donatur tetap berpartisipasi dalam membantu masyarakat yang terdampak,” kata Rohman.

Sumber: republika.co.id

Muhammadiyah Kottabarat Salurkan Paket Sembako untuk Dhuafa

 

KOTTABARAT(Jurnalislam.com)–Wabah Covid-19 memberikan dampak langsung terhadap kerentanan ekonomi warga masyarakat. Hal ini mengakibatkan daya beli masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok tersendat.

 

Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat yang berpusat di Masjid Kottabarat bergerak mengumpulkan donasi dan berbagi paket sembako untuk dhuafa. Harapannya masjid bisa menjadi pusat gerakan untuk memberikan manfaat kepada warga sekitar.

 

Selama dua hari, Rabu hingga Kamis, (15-16/4) Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat Surakarta membagikan 250 paket sembako kepada masyarakat terdampak wabah Corona atau Covid-19 di sejumlah titik di area Kottabarat, Joho, Sumber, dan Banyuanyar.

 

“Alhamdulillah selama dua hari ini, Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat menyalurkan 250 paket sembako untuk masyarakat dhuafa di sekitar masjid Kottabarat di area Kottabarat dan Masjid Mu’tasimbillah di area Sumber serta Banyuanyar. Per paket seharga 75 ribu yang berisi beras 2,5 kg, minyak goreng 1 liter, gula 1 kg, mie kering 4 bungkus, dan kecap,” terang Muhamad Arifin selaku Humas Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat Surakarta.

 

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat dengan takmir Masjid Kottabarat. Proses penggalangan donasi efektif berjalan selama satu minggu. Alhamdulillah donasi dari warga masyarakat,

 

Wali Siswa dari KB-TK Aisiyah, SD, SMP, SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, dan guru serta karyawan sudah terkumpul 20 juta lebih. Pada tahap pertama dibelanjakan Rp18.750.000,00 sedangkan saldo untuk tahap berikutnya.

 

Arifin mengharapkan kepada masyarakat untuk saling membantu sesama dengan berdonasi di Baitul Maal Muhammadiyah Kottabarat yang beralamatkan di Jalan Dr. Moewardi No 24 Purwosari, Laweyan, Surakarta. Rekening Bank Jateng Syariah 5022090157 a.n. Baitul Maal Muh. Kottabarat.

 

“Paling tidak kita bisa meringankan beban masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Para dhuafa yang terdampak langsung,” tandasnya.

 

Gandeng Sinergi Foundation, Jaksa KPK Salurkan APD untuk RS Haji Pondok Gede

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Jaksa KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Peduli Nakes berkolaborasi dengan Sinergi Foundation menyalurkan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) dan minuman nutrisi penguat imun tubuh ke RS Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2020).

Bantuan APD tersebut meliputi 100 coverall (Hazmat), 100 face shield (pelindung wajah), 1.000 botol minuman nutrisi lemon penguat imun tubuh, dan 5.000 Nurse Cap.

Saat ini, Asrama Haji Pondok Gede sendiri tengah digunakan sebagai RS Darurat dan menampung perawatan Pasien Dengan Pengawasan (PDP). Mereka yang positif terinfeksi, harus dikirim ke RS Rujukan. Seiring dengan bertambahnya Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan PDP setiap harinya, beban kerja tenaga medis bertambah pula.

Muhammad Asri Irwan, SH. MH, perwakilan Jaksa KPK Peduli Nakes (Tenaga Kesehatan) mengatakan bahwa gerakan ini adalah sebentuk empati dari para Jaksa di KPK, terhadap para insan medis yang tengah berada di garis depan dalam perjuangan melawan pandemi.

“Kami prihatin, dan ingin turut serta berbagi kepedulian di tengah ujian wabah virus corona ini,” kata Muhammad Asri.

Sementara itu, CEO Sinergi Foundation Asep Irawan menyampaikan apresiasinya kepada para Jaksa KPK yang turut serta berbagi empati, melalui kolaborasi bersama program #SinergiLawanCovid19.

Selain bersama para Jaksa KPK, tambah Asep, SF juga bersama Kejari Kabupaten Cirebon dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kab. Cirebon mendistribusikan APD berupa 1.000 masker despoo, 2.500 mob cap, 110 coverall, 500 minuman penambah imun,100 face shield, 7 box Masker medis dan 500 buah masker 1 Layer untuk tenaga medis RS Arjawinangun Cirebon, Rabu 15 April 2020 lalu.

Tommy Kristanto, SH, M. Hum, Kepala Kejari Cirebon menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya pada para tenaga medis. “Mereka bekerja siang malam guna memutus penyebaran COVID-19. Semoga bantuan ala kadarnya ini bisa membersamai perjuangan mereka,” katanya.

“Para tenaga medis rentan sekali tertular, mereka tak boleh lengah. Sehingga bantuan perlengkapan penunjang medis ini diharapkan bisa membantu mereka melindungi diri dalam perjuangan merawat para pasien. Insya Allah,” katanya.

Hingga saat ini, Sinergi Foundation melalui gerakan #SinergiLawanCovid19  sendiri telah menyalurkan sebanyak 81.900 masker, 54.500 mob cab, dan 3.450 minuman nutrisi penguat imun tubuh yang telah disalurkan kepada tenaga medis di beberapa tempat pelayanan kesehatan dan masyarakat umum di wilayah Jabar dan DKI Jakarta. Selain itu, ada 19 fasilitas sosial seperti masjid, sekolah, dan klinik yang turut diberikan penyemprotan disinfektan gratis.

Asep Irawan menjelaskan, angka penyaluran ini akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya Sinergi Kebaikan masyarakat yang masuk.

“Semoga ikhtiar ini semakin menguatkan perjuangan mereka di baris terdepan melawan virus Corona. Bagi masyarakat yang ingin bersinergi membantu melawan COVID-19, bisa kunjungi www.sinergifoundation.org,” pungkas Asep.

ACT Akan Libatkan Ojol Salurkan Pangan Gratis

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Bencana Pandemi Covid-19 berdampak multidimensi khususnya pada masyarakat menengah ke bawah.

 

Dampak paling terasa adalah dampak sosial ekonomi dan pemenuhan kebutuhan pangan pada masyarakat bawah dengan pekerjaan informal dan harian.

 

Hingga saat ini, pendapatan mereka berkurang atau hilang hingga tak dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

 

Potensi terbukanya kembali angka kemiskinan, terutama di kota besar, juga berpeluang kembali membesar. Masyarakat yang saat sebelum pandemi relatif berada dalam kondisi stabil, kini keadaannya kian sulit hingga kurang mampu memenuhi kebutuhan pangan.

 

Di tengah krisis yang ada, ACT terus menghadirkan beragam program pemenuhan kebutuhan pangan warga prasejahtera.

 

Salah satunya adalah program Humanity Careline, yakni program berbasis digital untuk memberikan layanan pengadaan pangan bagi warga terdampak wabah Covid-19.

 

Program ini bekerja sama dengan pengemudi ojek daring dalam proses pengantarannya. Layanan Antar Pangan Gratis ini dilaksanakan sejak 17 April 2020 hingga penetapan masa darurat bencana wabah dicabut atau akan diperpanjang waktunya untuk melihat kondisi pasca pandemi.

 

Secara terperinci, Humanity Careline merupakan sebuah pusat layanan program yang terintegrasi dalam Program Operasi Pangan Gratis (OPG) untuk penanganan Covid-19.

 

Program Humanity Careline ini berbasis komunikasi telepon bebas pulsa. Layanan penyediaan pangan pokok tersebut akan dibagikan kepada warga dan korban terdampak wabah dan karantina wilayah yang kesulitan memperoleh kebutuhan pangan pokok terutama beras.

 

Selain itu, para pekerjaan harian yang juga paling terdampak adalah para pengemudi ojek daring. Hal ini karena pendapatan mereka bergantung kepada order harian.

 

Sementara, berdasarkan data yang ada jumlah pengemudi ojek daring di Jabodetabek berjumlah sekitar 1,25 juta orang.

Partisipasi masyarakat

Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap Ahyudin menerangkan, spirit besar Layanan Antar Pangan Gratis adalah mengajak setiap elemen bangsa berpartisipasi menyelamatkan bangsa dari dampak virus corona. Covid-19 yang bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga merambah sektor sosial ekonomi telah menjadi analisis awal ACT.

 

Hal itulah yang membuat ACT memasifkan Operasi Pangan Gratis menjadi sejumlah program turunan. Misalnya saja Operasi Beras Gratis dan Operasi Makan Gratis bersama ribuan rumah makan, Humanity Food Truck, serta Humanity Food Van.

 

“Humanity Careline, sebuah layanan pangan kepada masyarakat. Masyarakat dipersilakan aktif mengadukan, menyampaikan, menelepon layanan bebas pulsa kami. Lalu teman-teman ojek daring datang untuk mengantarkan kebutuhan besar Anda,” kata Ahyudin.

 

Di satu sisi, Ahyudin menjelaskan, Layanan Antar Pangan Gratis menjadi kesempatan para pengemudi ojek daring berbuat baik untuk bangsa.

 

Ia berharap, semangat ACT membangun bangsa menular ke masyarakat.

PSBB, Polisi dan MUI Masih Temukan Masjid Ngeyel Gelar Jumatan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Pusat akan melakukan patroli ke tempat ibadah untuk memastikan tidak adanya aktivitas shalat Jumat berjamaah di masjid selama berlangsungnya pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) sepekan terakhir.

Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo Condro menjelaskan bahwa patroli akan dilakukan ke semua masjid yang berada di Jakarta Pusat. “Semua di delapan kecamatan Jakarta Pusat,” ujarnya, Jumat (17/4/2020).

Menurut dia, patroli akan dilakukan bersama pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk sekaligus memberikan imbauan langsung kepada para pengurus masjid.

“Jadi MUI tidak hanya memberikan fatwa. Tetapi kami khususnya di Jakarta Pusat kami dorong untuk turun ke lapangan langsung memberikan imbauan kepada masjid-masjid dan tempat ibadah,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Susatyo, akan dilakukan juga pembagian bantuan kebutuhan sehari-hari kepada para marbut.

Hal tersebut karena mereka masih tetap mengurus dan menjaga tempat ibadah, meskipun tidak ada jamaah yang melakukan aktivitas keagamaan.

“Karena kan (walaupun) enggak ada ibadah otomatis kan mereka juga butuh bantuan untuk kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Susatyo tidak menyebutkan berapa jumlah masjid di Jakarta Pusat yang masih kedapatan melakukan aktivitas peribadatan.

Namun, dia berharap agar semua masjid dapat mengindahkan imbauan yang sudah diberikan untuk tidak mengadakan kegiatan selama pemberlakuan PSBB di Jakarta.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kita lakukan selama seminggu ini, imbauan-imbauan bersama aparat kelurahan, satpol PP, semua bisa diindahkan oleh semua masjid,” pungkasnya.

Diketahui PSBB di Jakarta sudah berlaku sejak Jumat pekan lalu sampai Kamis (23/4/2020) dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan. Penerapan PSBB itu dimaksudkan untuk memutus rantai penularan Covid-19 yang jumlah kasusnya masih terus bertambah.

 

Masyarakat Diminta Tak Gelar Buka Puasa Bersama Selama Ramadhan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengimbau agar seluruh umat Islam melaksanakan ibadah di rumah selama Bulan Suci Ramadan, sekaligus mengurangi risiko penularan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam-Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin juga menganjurkan agar umat Islam tidak melaksanakan buka puasa bersama, seperti yang sering dilaksanakan di kantor-kantor maupun di perjamuan keluarga.

Kemudian, ibadah Salat Tawarih juga dianjurkan agar dilakukan di rumah saja bersama keluarga.

“Kita tidak melaksanakan tarawih bersama, kita melaksanakan di rumah saja, karena sangat berpotensi untuk kita menularkan atau ditularkan ketika kita berkumpul bersama di masjid,” kata Amin dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (17/4).

 

Dengan menjalankan perintah agama dan mengikuti anjuran pemerintah, maka Amin juga mengajak agar semua umat Muslim bersatu untuk berdoa, bermunajat dan bertafakur agar pandemi COVID-19 segera berlalu.

 

“Sebagai umat beragama di samping kita mengikuti anjuran pemerintah dengan pendekatan saintifik, akademik, dan empiris. Kita harus terus juga melakukan berdoa, bermunajat, bertafakur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semoga coronavirus ini segera berlalu, bulan Ramadan tiba dan coronavirus berlalu, Insya Allah,” pungkas Amin.

 

Sebelumnya, pada 6 April 2020, Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan surat edaran mengenai Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi COVID-19.

 

Dalam surat edaran tersebut diatur sejumlah ketentuan yang memusatkan pada kegiatan ibadah tidak dilakukan secara berjamaah di masjid seperti biasa, melainkan di rumah bersama keluarga inti.

 

“Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau di lapangan, ditiadakan. Untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya,” mengutip salah satu poin panduan dalam surat edaran.