Berita Terkini

Bawaslu Catat Ratusan Pelanggaran Protokol Kesehatan saat Kampanye

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kampanya Pilkada Serentak 2020 telah berlangung selama 20 hari. Data terbaru Bawaslu, pelanggaran terhadap protokol kesehatan (prokes) Covid-19, meningkat dua kali lipat. Hal itu terjadi seiring bertambahnya jumlah pelaksanaan kegiatan kampanye dengan metode tatap muka dan/atau pertemuan terbatas.

 

“Temuan Bawaslu menunjukkan, pelanggaran prokes pada 10 hari kedua kampanye, yaitu 6 hingga 15 Oktober sebanyak 375 kasus,” kata Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10/2020).

Afif menyampaikan bahwa, angka tersebut bertambah 138 dibandingkan pada 10 hari pertama kampanye, yakni pada 26 hingga 5 Oktober. Saat itu ditemukan pelanggaran prokes sebanyak 237 kasus.

Dia menambahkan, peningkatan jumlah pelanggaran protokol kesehatan dibandingkan pada 10 hari kampanye pertama, berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kampanye dengan metode pertemuan terbatas dan/atau tatap muka.

Bawaslu mencatat, ada 16.468 kegiatan kampanye pertemuan terbatas di 270 daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

“Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan pada periode 10 hari pertama kampanye yaitu sebanyak 9.189 kegiatan kampanye,” pungkasnya.

sumber: sindonews.com

India Darurat Kasus Bunuh Diri

NEW DELHI(Jurnalislam.com) – Saat ini India menjadi salah satu negara yang dilanda krisis bunuh diri. Tercatat 17 persen kasus bunuh diri di dunia terjadi di India. Dilaporkan ratusan ribu orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Karenanya, para ahli mendesak pemerintah untuk menerapkan rencana pencegahan bunuh diri multi-sektor.

“Kami membutuhkan strategi pencegahan bunuh diri multi-sektor dan pemerintah kemudian perlu menerapkan strategi ini,” kata Soumitra Pathare, Direktur Pusat Hukum dan Kebijakan Kesehatan Mental India, seperti dilansir Anadolu Agency.

“Strategi pencegahan bunuh diri perlu melibatkan semua sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan. Untuk itu, pemerintah perlu fokus pada semua bidang terkait,” sambungnya.
Dia memperingatkan bahwa jika tidak ada strategi seperti itu, India akan berakhir dengan solusi spontan sebagai tanggapan atas krisis bunuh diri. Menurut Biro Laporan Kejahatan Nasional, pada 2019, total 139.123 orang India bunuh diri. Angka ini tinggi di kalangan anak muda, karena 48.774 dari total kasus bunuh diri dilakukan oleh mereka yang berusia 18 hingga 30 tahun.

Menurut data pemerintah, tahun lalu lebih dari 40 ribu petani dan pengangguran meninggal dunia karena bunuh diri. Kemudian, setidaknya 28 pelajar India meninggal karena bunuh diri setiap hari pada 2019, dengan total 10.335 kasus.

Pathare mengungkapkan, setidaknya 75 ribu siswa meninggal karena bunuh diri selama 10 tahun antara 2007 dan 2016. Menurutnya, tingkat bunuh diri meningkat 52% dalam dekade ini.

Sumber: sindonews.com

Covid Belum Terkendali, Epidemiolog: Indonesia Berpotensi Episentrum Wabah Asia

JAKARTA(JUrnalislam.com) – Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman meminta agar masyarakat dan juga pemerintah waspada terhadap lonjakan kasus corona (covid-19). Sebab, menurut Dicky, Indonesia berpotensi jadi episenter kasus corona  di Asia.

“Saat ini, dengan posisi Indonesia di puncak Asian, ini akan semakin memberi penjelasan pada kita bahwa Indonesia berpotensi untuk juga mengalami situasi semakin serius dan bisa berpotensi jadi episenter di Asian, jika ini terjadi maka bisa jadi menggangu ekonomi dan sosial,” kata Dicky, Ahad (18/10/2020).

Indonesia sempat menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara terkait penularan virus corona, pada Kamis, 15 Oktober 2020. Indonesia menyalip Filipina setelah adanya penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 4.411.

Menurut Dicky, kasus Covid-19 di Indonesia masih jauh dari kata terkendali. Hal itu terlihat dari tren peningkatan angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia.

“Secara nasional kita masih jauh dari kata terkendali dan trennya masih sangat meningkat, baik tren kasus positif maupun kasus kematian,” ucapnya.

sumber: sindonews.com

Penuhi Hak Pasien, RSUD Pakuhaji Berkerjasama Dengan  Dompet Dhuafa

TANGERANG (Jurnalislamcom)– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pakuhaji, Tangerang menjalin kerjasama dengan Dompet Dhuafa, dalam program Layanan Bimbingan Rohani Pasien (BRP).

Nota kesepakatan tersebut ditandatangani oleh dr. Hj. Corah Usman, MARS , selaku Direktur RSUD Pakuhaji Kab. Tangerang, dan Ahmad Shonhaji, MM  selaku Direktur Budaya,  Dakwah dan Pemerdayaan Masyarakat (BDPM) Dompet Dhuafa dan dilanjutkan dengan kegiatan training Urgensitas Bimbingan Spiritual dan Fiqh Sakit Praktis bagi 25 tenaga kesehatan pada Kamis (15/10), di ruang Rapat Gedung Utama Lt.3 Ruang Aulaserbaguna RSUD. Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

Ahmad Shonhaji selaku Direktur Budaya, Dakwah dan Pelayanan Masyarakat (BDPM) menuturkan, pelayanan bimbingan rohani sebagai terapi nonmedis dalam proses pemulihan pasien melalui pendekatan aspek spiritual. Bertujuan memberikan ketenangan dan kesejukan hati melalui dorongan dan motivasi untuk tetap bersabar, bertawakal atas ujian yang dialami dan senantiasa menjalankan kewajiban ibadahnya.

“Bimbingan tersebut merupakan bagian integral dari bentuk pelayanan kesehatan dalam upaya pemenuhan kebutuhan bio–psycho–socio–spiritual.  Sinergitas  layanan bimbingan rohani yang terjalin antara RSUD Pakuhaji dan Dompet Dhuafa merupakan wujud siniergitas mutualisme yang berorientasi kepada pelayanan bagi pasien dalam pemenuhan kebutuhan spiritual. Semoga sinergi ini bisa memberikan manfaat dan mashalahat untuk kita semua,” ujar  Ahmad Shonhaji.

Pada kesempatan ini, Dompet Dhuafa bekerja sama dengan RSUD Pakuhaji dalam hal pelayanan Bimbingan Rohani Pasien (BRP), Training  dan Kajian Islam Tematik   bagi Tenaga Medis.

Sementara itu, dr.  Hj. Corah Usman, MARS., selaku Direktur RSUD. Pakuhaji menyampaikan,  bahwa pelayanan bimbingan saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi pasien dalam proses penyembuhan dan menuntun kepada mereka untuk tetap menjalankan ibadah . Apalagi sekarang layanan bimbroh menjadi aspek penilaian akreditas rumah sakit dan hak pasien yang wajib dipenuhi oleh pihak rumah sakit.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya  kepada Dompet Dhuafa yang berkenan menjalin sinergitas. Semoga banyak memberikan manfaat,” lanjut dr. Hj. Corah Usman, MARS.

Bimbingan Rohani Pasien Dompet Dhuafa sendiri telah terlaksana sejak 2005 dengan bermitra bersama sejumlah Rumah Sakit, di antaranya RSUP Fatmawati, RS PMI Bogor, RSU Kabupaten Tangerang, RSU Balaraja Tangerang, RSUD Kota Bekasi, RS Jiwa Soeharto Heerdjan, RSUD Pasar Minggu, RSUD. Kota Depok  dan beberapa Yayasan Rehabilitasi Ganguan Kejiwaan dan Mental di Bekasi.

Sakit Jantung, KH Didin Hafidhuddin Jalani Perawatan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Cendikiawan Muslim KH Didin Hafidhuddin menjalani perawatan karena sakit jantung di salah satu rumah sakit di Jakarta. Umat diajak untuk mendoakan kesembuhan beliau.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik, yang merupakan anak beliau membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan, saat ini kondisi KH Didin baru selesai menjalani pemasangan ring 3 di jantungnya dan besok dijadwalkan akan menjalani pengecekan kembali di bagian-bagian tubuh yang vital.

“Saat ini Bapak (KH Didin) baru selesai dipasang ring 3, besok akan dicek kembali kondisi bagian-bagian tubuh yang vital,” kata Irfan Syauqi Beik saat dihubungi Republika, Sabtu (17/10).

Dia pun mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat dan umat yang telah menghaturkan doa untuk kesembuhan KH Didin. Dia berharap agar Allah SWT mengangkat penyakit KH Didin.

Wakil Pemimpin Redaksi Republika Nur Hasan Murtiaji menghaturkan doa untuk kesembuhan KH Didin. Menurutnya, KH Didin merupakan sosok kiai yang berilmu dalam sekaligus memiliki kesahajaan yang luar biasa. Peran dan kiprahnya, kata dia, dalam beragam agenda keumatan senantiasa dinanti.

Dia membeberkan, pemikiran dan gagasan KH Didin yang rutin dituangkan dalam tulisan di rubrik Refleksi di Republika selalu mencerahkan. Tulisan-tulisan beliau, menurutnya, selalu memberikan sisi lain dari suatu peristiwa dengan makna keulamaannya.

“Mari kita doakan bersama, semoga Allah mengangkat penyakit beliau. Semoga beliau lekas pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala,” kata Hasan.

Sumber: republika.co.id

Tampilkan Karikatur Menghina Rasulullah, Guru Prancis Ditikam Mati

PARIS(Jurnalislam.com) — Seorang guru sejarah sekolah menengah di Prancis ditikam sampai mati di dekat sekolah di mana awal bulan ini. Peristiwa ini, kata pejabat Prancis pada Jumat lalu, terjadi setelah dia menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad, yang dianggap menghujat umat Islam.

Penyerang ditembak mati oleh patroli polisi tidak jauh dari lokasi serangan pada Jumat sore, di pinggiran pemukiman barat laut Paris.

“Salah satu warga kami dibunuh hari ini karena dia mengajar, dia mengajar murid-muridnya tentang kebebasan berekspresi,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada wartawan di tempat serangan itu.

“Rekan kami diserang secara mencolok, menjadi korban serangan teroris Islam,” kata Macron. “Mereka tidak akan menang …Kami akan bertindak. Dengan tegas, dan cepat. Anda dapat mengandalkan tekad saya,” ujarnya lagi seperti dikutip laman Jerusalem Post.

Insiden itu menggemakan serangan lima tahun lalu di kantor majalah satir Charlie Hebdo. Itu menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, melepaskan perpecahan yang masih menimbulkan masalah di masyarakat Prancis.

Pembunuhan hari Jumat, dengan menargetkan seorang guru, ditafsirkan oleh banyak tokoh masyarakat sebagai serangan terhadap esensi kenegaraan Prancis, dengan nilai-nilai yang dianutnya adalah sekularisme, kebebasan beribadah, dan kebebasan berekspresi.

“Malam ini, Republik yang diserang,” Menteri Pendidikan Prancis, Jean-Michel Blanquer menulis dalam tweet.

Korban serangan hari Jumat menderita beberapa luka pisau di leher, menurut seorang perwakilan polisi. Salah satu sumber penegak hukum mengatakan bahwa guru tersebut telah dipenggal dalam serangan itu.

Penyiar Prancis BFMTV melaporkan bahwa tersangka penyerang berusia 18 tahun dan lahir di Moskow. Petugas penegak hukum tidak menyebutkan nama penyerang, atau korbannya.

Sumber polisi mengatakan bahwa para saksi telah mendengar penyerang berteriak “Allahu Akbar,” atau “Tuhan Yang Maha Besar.”

Serangan terjadi di jalan di depan sekolah menengah tempat korban bekerja, di pinggiran kota Conflans Sainte-Honorine. Daerah tersebut merupakan lingkungan kelas menengah dengan banyak penduduk yang pulang pergi bekerja di Paris.

Sumber: republika.co.id

Kader Ditangkap hingga Kantornya Dirusak, GPII Tuntut Polisi Ganti Rugi dan Minta Maaf

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kantor Sekretariat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang berlokasi di Jalan Menteng Raya Nomor 58, Jakarta Pusat dirusak. Melalui video yang tersebar di media sosial berdurasi 30 detik, terlihat kantor GPII mengalami kerusakan berupa kaca pecah, pintu jebol hingga meja-meja berserakan. Tak hanya itu, bercak darah juga terlihat berceceran di lantai.

Dalam keterangan persnya, Ketua Umum GPII, Masri Ikoni membenarkan adanya insiden perusakan itu. Menurut Masri kejadian represif itu diduga dilakukan oleh aparat kepolisian terjadi pada pukul 21.30 WIB.

“Kami dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam menyayangkan dan mengecam tindakan represif aparat kepolisian yang merusak kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPII) yang beralamat di Jl. Menteng Raya Nomor. 58 Jakarta Pusat pada tanggal 13 Oktober 2020 pukul 21.30 malam hari,” kata Masri, Rabu (14/10/2020).

Masri menambahkan, ada sejumlah kader GPII yang turut diciduk oleh aparat kepolisian. Penangkapan itu terjadi bersamaan dengan insiden perusakan di kantor GPII.

“Kami dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) meminta segera bebaskan kader-kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia yang ditangkap dalam peristiwa penyerangan aparat kepolisian ke kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII),” ujarnya.

Selanjutnya, Masri meneruskan, para kader GPII yang diciduk bukanlah pelaku kerusuhan. Saat kejadian, mereka sedang berada di kantor GPII, tak lama berselang aparat kepolisian melakukan penangkapan.

“Kader-kader GPII yang berada di Kantor bukanlah pelaku kerusuhan, kemudian diserang dan ditangkap di dalam kantor PP GPII. Di kantor Pimpinan Pusat Gerakan PP GPII mereka lagi mempersiapkan agenda-agenda kerja GPII,” terangnya.

Lebih jauh, pihak GPII akan mengambil upaya hukum atas perusakan serta penangkapan terhadap anggota GPII. Selain itu GPII meminta kepada pihak polisi untuk meminta maaf secara terbuka.

Sumber: hidayatullah.com

 

Armenia Serang Pemukiman, 12 Warga Sipil Azerbaijan Tewas

GANJA(Jurnalislam.com)– Azerbaijan menyatakan 12 warga sipil tewas dan lebih dari 40 orang terluka di kota Ganja akibat tembakan artileri Armenia.

“Dua artileri mengenai gedung apartemen di kota Ganja,” papar pernyataan kantor Kejaksaan Umum Azerbaijan, dilansir Reuters.

Ganja merupakan kota terbesar kedua di Azerbaijan. Belum ada pernyataan resmi dari Armenia terkait serangan di wilayah sipil tersebut.

Para pemimpin agama di Azerbaijan mengutuk serangan Armenia terhadap pemukiman sipil negara yang dilakukan baru-baru ini.

Mufti Besar Muslim Kaukasus Allahsukur Pashazadeh, Uskup Gereja Ortodoks Rusia Alexandr, pemimpin Komunitas Yahudi Pegunungan Milikh Yevdayev, Presiden Komunitas Yahudi Eropa Baku Aleksandr Sharovsky dan pemimpin Christian Alban Udi, Robert Mobili, berkumpul bersama untuk mengutuk serangan Armenia.

“Kami, para pemimpin agama di Azerbaijan, menyatakan bahwa kami bersama dengan rakyat, negara dan presiden kami di jalan yang benar ini. Kami menuntut implementasi resolusi DK PBB (Dewan Keamanan PBB), yang menetapkan keluarnya tentara Armenia tanpa syarat dari wilayah Azerbaijan yang diduduki,” bunyi pernyataan bersama para pemimpin itu seperti dilansir dari Anadolu.

Peran Strategis Ulama di Nusantara

Oleh : Budi Eko Prasetiya, SS

Peran ulama di Indonesia hampir tidak dapat dipisahkan dari perkembangan bangsa Indonesia. Sejarah membuktikan bahwa pengaruh ulama sangat besar terhadap perkembangan sosial-politik, budaya hingga pertahanan dan keamanan di Indonesia.

 

Hal ini bisa kita cermati dari masa eksisnya kerajaan Islam, Pergerakan Nasional dan pasca proklamasi kemerdekaan, bahkan hingga saat ini. Ulama lah sandaran tangguh umat dan bahkan bangsa dalam menghadapi krisis multi dimensi yang memporak-porandakan tatanan kehidupan di keluarga, masyarakat dan negara.

 

Peran di bidang Sosial-Politik

 

Pada masa kerajaan-kerajaan Islam, peran ulama juga memperkokoh kedudukan pemimpin di suatu wilayah.

Di Nusantara, hubungan erat penguasa (Sultan/ Raja) dan ulama adalah suatu keniscayaan.

 

Contohnya di Kerajaan Samudera Pasai, menunjuk ulama yang berkompeten dan berintegritas sebagai mufti resmi. Berdasarkan keterangan Ibnu Batutah yang pernah tinggal selama 15 hari di Samudera Pasai pada 1345. Dalam catatannya, al-Rihlat, Batutah menyebut fungsi Mufti sangat penting dalam kesultanan. Sang mufti biasanya duduk dalam ruang pertemuan bersama dengan sekretaris, para pemimpin tentara, komandan, dan pembesar kerajaan. Para ulama senantiasa di samping raja untuk memberi nasihat spiritual sekaligus memberi legitimasi politik di tengah wilayah muslim tersebut.

 

Peran di Bidang Hukum

 

Ulama memegang peran vital dalam membuat kebijakan dan menentukan kehidupan keagamaan umat Islam. Mereka sebagai Qadhi (Kadi, sebutan di Melayu) atau penghulu di Jawa. Tak hanya memberi legitimasi hukum dan nasihat kepada raja seperti di Kerajaan Malaka, para Kadi juga menjalankan hukum Islam di kerajaan. Kadi di Aceh mulai berdiri pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636).

 

Aceh merupakan satu-satunya kerajaan di Nusantara yang memiliki lembaga resmi ulama. Para Rajanya memberi ulama kesempatan untuk terlibat dalam wilayah yang melampaui urusan keagamaan.

 

Di Jawa, lembaga tersebut bisa ditemui di Kerajaan Demak. Dalam menjalankan pemerintahannya, para sultan Demak dibantu para ulama yang tergabung dalam Wali Songo. Mereka bertindak sebagai Ahlul Halli Wal aqdi. Lembaga itu menjadi wadah permusyawaratan kerajaan yang punya hak ikut memutuskan masalah agama, kenegaraan, dan segala urusan kaum muslimin.

 

Sunan Giri pernah menduduki Ahlul Halli Wal Aqdi, yang berwenang mengesahkan dan memberi gelar sultan pada penguasa kerajaan Islam di Jawa. Dia juga menentukan garis besar politik pemerintahan dan bertanggung jawab di bidang keamanan muslim dan kerajaan Islam. Dia juga berhak mencabut kedudukan sultan bila menyimpang dari kebijakan para wali.

 

Peran di Bidang Pertahanan dan Keamanan

 

Ulama berperan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, terlebih lagi setelah keluarnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 dimotori oleh KH Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri Ormas terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU).

 

Melalui pesantren yang didirikannya dan juga jamiyah NU, KH Hasyim Asyari menanamkan dakwah dan jihad yang kelak mengobarkan api perlawanan rakyat terhadap kolonialisme yang telah mengakar berabad-abad lamanya. Melalui pengajaran dan fatwa-fatwanya, KH Hasyim Asyari menyemai kesadaran untuk bangkit dan melawan, membebaskan diri dari penjajahan, dan pada akhirnya berhasil menggelorakan revolusi fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kembali kepada Ulama

 

Demikian pentingnya kedudukan ulama dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dan peran mereka memiliki maslahat besar agar bangsa ini tetap dalam lindungan Allah dan dijauhkan dari mara bahaya.

 

Para ulama sepakat bahwa seorang pemimpin wajib mengatur seluruh aspek kehidupan manusia berdasarkan syariat Allah, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun militer. Semuanya harus sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena seluruh aturan manusia telah Allah tetapkan di dalamnya.

 

Syariat Islam merupakan hukum yang berlaku setiap kondisi dan tidak pernah lekang dengan bergantinya zaman. Sebagai solusi terbaik atas permasalahan bangsa Indonesia, sudah saatnya menempatkan ulama dalam peran terbaiknya dan mengedukasi ummat untuk kembali taat dalam komando dan kepemimpinan Ulama menuju negeri yang diberkahi Allah. Wallahu alam bish shawwab.

UU Ciptaker Jalan Terus, Pemerintah Siapkan 35 PP dan 5 Perpres

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengungkap saat ini pemerintah sedang menyiapkan 35 Peraturan Pemerintah (PP) dan lima Peraturan Presiden (Perpres) untuk menindaklanjuti Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.

 

Sebanyak 35 PP dan lima Perpres itu merupakan aturan turunan dari UU Ciptaker. Di sana, kata Moeldoko, kelompok yang belum terakomodir aspirasinya bisa menyampaikannya di situ.

“Masih terbuka. Setidaknya akan ada 35 Peraturan Pemerintah dan lima Peraturan Presiden yang disiapkan sebagai tindak lanjut dari UU Cipta Kerja,” ujar Moeldoko melalui siaran pers tertulisnya, Sabtu (17/10/2020).

Mantan Panglima TNI itu berujar pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah masih memberikan kesempatan dan akses pada kaum pekerja dan buruh untuk ikut memikirkan bagaimana mereka menanggapi ini nantinya.

“Bagaimana instrumen ini bisa diandalkan sebagai penyeimbang,” jelas Moeldoko.

Sebagaimana diketahui, naskah final UU Cipta Kerja membetot perhatian publik lantaran jumlah halaman pada draf yang beredar berbeda-beda. Mulai dari 905, 1.052, 1.035, dan terakhir setebal 812 halaman. Naskah terakhir inilah yang diserahkan ke pemerintah.

Jokowi memiliki waktu 30 hari untuk menandatangani beleid itu. Namun bila Kepala Negara tak menandatanganinya maka UU Cipta Kerja akan berlaku secara otomatis sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011.

Keputusan pengesahan UU Cipta Kerja ini memantik aksi demonstrasi dari sejumlah elemen masyarakat. Mulai dari buruh, mahasiswa, pelajar, hingga ormas Islam.

Sumber: sindonews.com