Berita Terkini

MUI Serukan Umat Islam Indonesia Bantu Rakyat Yaman yang Kelaparan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof. Sudarnoto Abdul Hakim menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya bencana kelaparan di Yaman, akibat peperangan yang masih berlanjut di negeri tersebut

Menurutnya, MUI sebagai wakil umat Islam Indonesia menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PBB atas komitmennya untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman sejak perang terjadi pada tahun 2015

“MUI menyerukan kepada umat Islam Indonesia umumnya, dan Ormas Islam dan Lembaga Kemanusiaan di Indonesia khususnya untuk menggalang dana guna membantu saudara kita di Yaman yang sedang mengalami kelaparan akibat peperangan tersebut,” kata Prof. Sudarnoto dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (7/3/2021).

MUI juga mendesak semua pihak yang terlibat dalam peperangan di Yaman untuk segera melakukan gencatan senjata, dan melakukan perundingan untuk menyelesaikan pertikaian mereka secara damai sesuai dengan spirit Islam yang berarti kedamaian

“MUI menghimbau Pemerintah Republik Indonesia untuk meningkatkan koordinasi dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan PBB untuk membantu penyelesaian konflik di Yaman secara damai, dan membantu mengatasi bencana kelaparan di negeri itu ,” pungkasnya.

 

 

Perpres Miras Dicabut, Kenapa DPRD DKI Ngotot Pertahankan Saham Miras?

Oleh: Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Perpres No 10 Tahun 2021 tentang miras sudah dicabut. Hanya berumur sebulan. Pemerintah, dengan segala dinamikanya, telah mendengar keluhan dan protes rakyat.

Kini giliran DPRD DKI yang masih belum berkeinginan mengakomodir usulan Gubernur Anies Baswedan untuk menjual saham bir di PT. Delta Djakarta.

Pemprov DKI punya 26,25 persen saham di PT. Delta Djakarta. Angka rupiahnya sekitar 1,2 triliun. Sudah diusulkan ke DPRD untuk dilepas sejak bulan mei 2018. Tapi, belum juga dapat tanggapan.

Kenapa harus dijual? Karena “bisnis Minol” menurut Anies tak relevan dengan orientasi pembangunan Pemprov DKI.

BUMD DKI berorientasi pada public Service. Dharma Jaya melayani kebutuhan dan mengendalikan harga daging untuk masyarakat. Food Station untuk mengurus kebutuhan pokok. Pasar Jaya beroperasi di pasar rakyat agar ketersediaan pangan dan harganya stabil. PD. Pembangunan Sarana Jaya untuk membangun infrastruktur di DKI. Dll.

Kalau saham di perusahaan bir untuk apa? Gak ada relevansinya dengan orientasi pembangunan DKI, kata Gubernur DKI. Cari duit? APBD DKI 87,9 Triliun di tahun 2019. Karena pandemi, APBD DKI 2021 masih sebesar 84,1 triliun. Sangat besar. Sementara deviden dari saham bir hanya 38 hingga 100,4. miliar. Tak signifikan bila dibanding kerusakan mental dan moral warga Jakarta akibat miras.

Untuk mengontrol dan mengendalikan peredaran miras? Ah, ada-ada aja. Itu ada aturan dan mekanisme pengawasannya sendiri.

Karena itu, saham bir di PT. Delta Djakarta tak memiliki alasan untuk dipertahankan. Mesti dieksekusi “jual” karena tak memberikan kontribusi pembangunan yang signifikan.

Jika saham Pemprov DKI di PT. Delta Djakarta itu dijual, Pemprov DKI akan dapat dana segar 1,2 T. Dana sebesar ini bisa untuk membangun instalasi air bersih di satu juta warga. Atau untuk membeli 240 bus Trans Jakarta. Juga bisa digunakan untuk membangun empat rumah sakit Tipe A.

Tekat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjual saham bir ini sudah 35 bulan terganjal di DPRD. Rencana jual saham di PT. Delta Djakarta diajukan Anies sejak bulan mei 2018. Lalu Januari 2019 diajukan lagi, disusul mei 2020. Terakhir bulan maret 2021 ini. Tapi, belum juga dibahas di DPRD.

Tentu tidak semua anggota DPRD yang menolak. Faktanya, banyak anggota DPRD yang sepakat dan setuju saham bir tersebut dijual. Terutama Fraksi PKS dan PAN. Tapi, mentok di Ketua DPRD-nya.

Yang paling Ngotot untuk menghalangi penjualan saham bir ini adalah Prasetyo. Ketua DPRD DKI asal dari PDIP uji bilang: “selama saya masih ketua DPRD, tak akan saya jual saham milik DKI di PT. Delta Djakarta”

Kenapa Prasetyo sengotot itu? Inilah yang menjadi pertanyaan publik selama ini.

Apakah gagalnya Anies memenuhi janji politiknya untuk menjual saham bir di PT. Delta Djakarta akan membuat cacat track recordnya? Sepertinya tidak. Rakyat paham bahwa problemnya bukan di Anies. Tapi di DPRD. Terutama di Ketua DPRD. Anies sudah empat kali mengusulkan, tapi kewenangan ijin ada di DPRD. Dan DPRD tidak memberi ijin. Selanjutnya, yang dihadapi rakyat Jakarta terkait penjualan saham bir ini bukan lagi Anies, tapi ketua DPRD.

Saat ini momen yang tepat untuk mendesak DPRD DKI mengabulkan usulan Gubernur DKI melepas saham bir. Mumpung presiden mencabut Perpres Miras, dan rakyat sedang antusias memerangi Miras.

Masjid Pangeran UEA Sheikh Zayed di Solo Resmi Dibangun di Solo

SOLO (Jurnalislam.com)- Mulai Sabtu (6/3/2021), proyek pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo, Jawa Tengah, resmi dimulai. Pembangunan masjid yang merupakan pemberian Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo tersebut ditandai dengan acara peletakan batu pertama (groundbreaking) di lokasi proyek Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Peresmian pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama. Hadir Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei, Kepala Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf UEA, Dubes UEA untuk Indonesia Mohammed Abdullah Al Ghfeli, Dubes Indonesia untuk UEA Husin Bagis, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Selain menjadi penanda dimulainya pembangunan, groundbreaking Masjid Agung Sheikh Zayed ini menjadi momentum penting adanya kedekatan dan penguatan hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan UEA.

“Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo ini menunjukkan kedekatan dan hubungan harmonis antara Indonesia dan Uni Emirat Arab, khususnya antara Presiden Jokowi dan Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan yang semakin intensif dalam dua tahun terakhir,” ujar Menag Yaqut saat peresmian groundbreaking, di Solo, Sabtu (6/3/2021).

Menurut Menag, pendirian masjid ini juga memberi arti khusus bagi kedua negara. Apalagi hak intelektual desain masjid ini juga milik Pangeran Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Desain masjid ini juga persis menyerupai Sheikh Zayed Grand Mosque, di Abu Dhabi, yang dikenal sebagai masjid terindah di dunia.

Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo yang luasnya 3 hektare direncanakan mampu menampung hingga sekitar 10.000 jamaah. Waktu pembangunan memakan waktu selama 1,5 tahun sehingga ditargetkan masjid megah ini siap digunakan pada akhir 2022 mendatang.

“Replika Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo ini memang tidak akan sebesar masjid asli, Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi yang mampu menampung 40.000 jamaah. Namun desainnya sama persis dan semua biaya pembangunan masjid ini diberikan oleh pemerintah UEA,” ujar Menag Yaqut.

Menag mengungkapkan, Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi yang luasnya 22.412 meter persegi membutuhkan waktu pembangunan hingga 12 tahun dan menelan biaya mencapai sekitar USD545 juta atau setara Rp8 triliun. Sedangkan anggaran pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo mencapai USD20 juta atau hampir Rp300 miliar yang seluruhnya ditanggung pemerintah UEA. Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo juga akan dilengkapi dengan Islamic Center.

Menag Yaqut menambahkan, acara Groundbreaking Replika Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo juga menjadi puncak dari rangkaian kegiatan bertajuk Indonesia-Emirates Amazing Week (IEAW) 2021 yang berlangsung 1-8 Maret 2021 di empat Kota, yakni Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya.

IEAW 2021 didukung Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pariwisata, BKPM dan BUMN, serta seluruh kementerian/lembaga terkait. Selain pembangunan masjid, beberapa kesepakatan kerja sama antar kedua negara, baik yang melibatkan pemerintah dan swasta juga terlaksana dengan baik. Kerjasama tersebut meliputi bidang lingkungan hidup, ekonomi kreatif, pelabuhan laut, kedirgantaraan, dan agrobisnis.

Di Rutan, Habib Rizieq Bimbing Napi hingga Jadi Mualaf

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menyebutkan, ada dua orang yang merupakan ayah dan anak telah masuk Islam di Rutan Narkoba Bareskrim Polri. Mereka berdua menjadi mualaf atas bimbingan dari Habib Rizieq Shihab, Habib Hanif, dan Ustadz Shobri yang sama-sama menghuni di rutan yang sama.

“Hari Jum’at, 26 Februari 2021, dua orang tahanan narkoba yang merupakan ayah dan anak menjadi mualaf di Rutan Mabes Polri atas bimbingan Habib Rizieq, Ustadz Shobri dan Habib Hanif. Mereka kemudian diberi nama Muhammad Mika dan Ahmad Ridho,” ujar Aziz Yanuar, Jumat (5/3).

Aziz mengatakan, acara pengucapan dua kalimat syahadat dibuka Ketum Front Persaudaraan Islam (FPI) KH Ahmad Shobri Lubis, lalu Habib Rizieq Shihab memandu pengucapan Syahadatnya, kemudian ditutup dengan Doa oleh menantu Habib Rizieq yaitu Habib Hanif Alattas.

Pihak Keluarga mengungkapkan sebelum mengislamkan keduanya, Habib Rizieq menanyakan dan memastikan bahwa keduanya masuk Islam murni atas keinginan dari hatinya sendiri, tanpa paksaan dari siapapun.

“Sesaat sebelum masuk Islam, Habib Rizieq melakukan Verifikasi untuk memastikan bahwa kedua mualaf tersebut masuk Islam dengan kemauan sendiri tanpa paksaan / ancaman /  bujuk rayu dari pihak mana pun,” kata Aziz.

Sumber: republika.co.id

Malaysia Segera Rilis Pedoman Vaksinasi selama Ramadhan

MALAYSIA(Jurnalislam.com) Pemerintah Malaysia akan mengeluarkan pedoman vaksin Covid-19 selama Ramadhan. Pedoman ini diharapkan terbit pada akhir Maret ini.

Menteri Agama Datuk Seri Zulkifli Mohamad Al-Bakri mengatakan pedoman itu untuk memberi pemahaman yang lebih baik di antara umat Islam tentang mendapat vaksin saat berpuasa. Masyarakat diharapkan menerima suntikan pada April ini yang merupakan awal Ramadhan di negara itu.

“Pedoman vaksinasi selama Ramadhan, seperti yang sudah kita lihat di fatwa diperbolehkan dalam hal pengambilan vaksin. Namun, pedoman resmi kami akan dikeluarkan sebelum Ramadhan,” ujarnya dilansir dari Malay Mail, Jumat (5/3).

Pemerintah Malaysia juga akan mengeluarkan sertifikat vaksinasi sebagai dokumen pengesahan bagi mereka yang telah menerima suntikan vaksinasi Covid-19. Tahap kedua program imunisasi Covid-19 nasional yang sedang berlangsung melibatkan lansia berusia 65 tahun ke atas yang masuk kelompok berisiko tinggi.

Kemudian kelompok penyandang disabilitas yang semuanya melibatkan sekitar 9,4 juta orang, dan diharapkan berlangsung dari April hingga Agustus. Saat ini, fase pertama program vaksinasi sedang berlangsung di seluruh negeri.

Kegiatan ini melibatkan 500 ribu petugas di garis depan. Vaksinasi dimulai sejak 24 Februari dengan Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin menjadi orang pertama di negara itu yang menerima vaksin.

Sumber: republika.co.id

Qatar Serukan Dunia Internasional Hentikan Ujaran Kebencian terhadap Muslim

DOHA(Jurnalislam.com) – Qatar menyerukan pada komunitas dunia untuk mengambil tanggung jawab dalam meredam ujaran kebencian terhadap Islam dan umat Muslim.

Qatar menegaskan bahwa tanggung jawab itu adalah tanggung jawab yang perlu diemban bagi komunitas internasional dan semua pemerintah. Terutama di negara-negara yang mengalami peningkatan dan kebangkitan kelompok sayap kanan ekstrim, untuk menghadapi pidato kebencian yang memicu perasaan permusuhan dan kekerasan terhadap Muslim.

Dilansir di Gulf Times, Jumat (5/3), hal ini diserukan dalam pernyataan yang disampaikan oleh HE Perwakilan Tetap Qatar kepada Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Duta Besar Ali Khalfan al-Mansouri, saat berdialog secara interaktif dengan Pelapor Khusus tentang Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan pada Sidang Biasa ke-46 Hak Asasi Manusia.

HE Al-Mansouri mengatakan, Qatar sependapat dengan Pelapor Khusus tentang perlunya mengambil langkah-langkah efektif untuk mencegah diskriminasi langsung dan tidak langsung terhadap Muslim. Yakni untuk menghapus semua pembatasan yang diberlakukan pada individu untuk mewujudkan agama mereka, memerangi stereotip negatif dan diskriminatif yang dipraktikkan oleh lembaga penegak hukum, membangun dan memperkuat mekanisme untuk memantau dan melaporkan pelanggaran dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.

Dia menambahkan bahwa laporan Pelapor Khusus mengklarifikasi konteks berbeda di mana Muslim di sejumlah belahan dunia dihadapkan pada praktik-praktik yang melanggar hak dan kebebasan mereka dalam kerangka yang disebut Islamofobia.

“Meskipun kami mengutuk keras praktik-praktik ini, kami prihatin bahwa manifestasi kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan Muslim diwujudkan dalam stereotip negatif yang mengarah pada prasangka dan diskriminasi terhadap Muslim, yang mengarah pada pengucilan mereka dari kehidupan sosial, politik dan sipil,” ungkap dia.

Sebab menurutnya, perilaku itu kerap mengakibatkan adopsi tindakan legislatif dan eksekutif yang berkontribusi pada pelanggaran lebih lanjut terhadap hak-hak umat Muslim dunia.

Dia menyebut bahwa mengizinkan praktik-praktik ujaran kebencian kepada Muslim tidak dapat mengekspresikan nilai-nilai dunia yang beradab. Dan hal itu juga tidak dapat dibenarkan dengan dalih menyebarkan kebebasan karena kebebasan tidak berarti melanggar hak-hak orang lain.

Sumber: republika.co.id

Polri Klaim Kantongi Bukti Pembunuhan di Luar Hukum terhadap Laskar FPI

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengaku pihaknya sudah mengantongi bukti permulaan terkait dengan unlawful killing di kasus tewasnya enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Namun, dalam kasus ini pihak Bareskrim Polri juga menetapkan enam almarhum laskar FPI sebagai tersangka.

“Kita sudah dapat bukti permulaan, tinggal menyusun, melengkapi, minggu depan kami gelar naik sidik,” ujar Andi Rian saat dikonfirmasi, Jumat (5/3).

Lebih lanjut, kata Andi Rian, saat ini pihaknya masih dalam konteks penyelidikan untuk mengumpulkan bukti permulaan.

Kemudian setelah pemberkasan selesai, akan dilanjutkan dengan melakukan gelar perkara. Hal itu untuk menentukan apakah status perkara tersebut naik ke penyidikan atau tidak.

Sumber: republika.co.id

 

Alat Pendeteksi Covid-19 GeNose Akan Diproduksi Massal

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Permintaan GeNose semakin meningkat dari berbagai pihak termasuk pabrik. Ketua Tim Pengembang GeNose UGM, Kuwat Triyana mengatakan dalam waktu dekat sedang diusahakan untuk program percepatan produksi GeNose.

“Sebentar lagi akan masuk investor dan industri swasta nasional yang akan ikut terlibat. Saya baru pulang dari Jakarta tadi pagi dalam urusan itu,” kata Kuwat, Jumat (5/3).

Ia menjelaskan, percepatan ini juga termasuk bentuk upaya intervensi dari pemerintah dalam peningkatan produksi GeNose. Menurutnya, pemerintah melakukan intervensi karena permintaan GeNose semakin tinggi.

“Pemerintah turun tangan karena potensi pasarnya sangat tinggi. Bukan hanya untuk Covid-19,” kata dia lagi.

Sebelumnya, pada Senin (1/3) UGM melepas 2.021 unit GeNose untuk didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Alat yang digunakan untuk skrining covid-19 ini akan ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan, instansi pemerintahan, institusi pendidikan, perusahaan, serta beberapa fasilitas umum lainnya.

Sejak mengantongi izin edar, UGM telah berupaya agar GeNose dapat segera diproduksi dan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan skrining Covid-19. “Harapan kami, GeNose betul-betul dapat membantu pemerintah dalam usaha pemulihan ekonomi melalui pemulihan kesehatan,” kata Panut, dalam keterangannya.

Selain 2.201 unit yang sudah didistribusikan, ratusan unit GeNose juga ditargetkan akan didistribusikan selama satu pekan ini. Sebagian besar, untuk saat ini penerima GeNose terkonsentrasi di Jawa, serta sebagian di Kalimantan dan Sulawesi.

Sumber: republika.co.id

Agar Digemari Masyarakat, Metode Pengajaran Bahasa Arab Harus Menyenangkan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Muhammad Zain mengingatkan guru Bahasa Arab untuk mencari metode pembelajaran Bahasa Arab yang menyenangkan. Hal ini diungkapkan Zain saat menutup Workshop Pengembangan Kompetenai Guru Bahasa Arab Madrasah Aliyah (MA)/Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK), di Bogor, Jawa Barat.

“Persoalan kita kali ini adalah bagaimana mencari metode pembelajaran Bahasa Arab yang menarik dan cepat. Pembelajaran Bahasa Arab harus menyenangkan,” kata Zain, Rabu (3/3/2021).

Ia menyampaikan, inovasi dan kreasi dalam pembelajaran Bahasa Arab ini diperlukan, mengingat ini merupakan salah satu bahasa internasional yang perlu dikuasai para alumni pendidikan Islam.

“Setidaknya, orang yang memiliki keterampilan berbahasa Arab memiliki kesempatan lebih luas, baik dalam pergaualan dunia, bisnis maupun sosial keagamaan,” tutur Zain.

Karenanya, Zain menambahkan, ke depan perlu juga dilakukan revisi kurikulum Bahasa Arab sehingga dapat membentuk pembelajaran yang menyenangkan.

“Kita perlu melakukan review kurikulum, karena selama ini Bahasa Arab menjadi “momok” bagi siswa dan mahasiswa, terutama bagi mereka yang tidak berlatar belakang pendidikan pondok pesantren,” ujar Zain.

“Ini diharapkan dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas alumni kita,” sambungnya.

Workshop Pengembangan Kompetenai Guru Bahasa Arab Madrasah Aliyah (MA)/Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) ini digelar secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan selama tiga hari, 1-3 Maret 2021.

90 Hafiz Qur’an Ikuti Seleksi Calon Imam Masjid di Luar Negeri

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Seleksi Tahap II untuk memilih Calon Imam Luar Negeri. Proses seleksi berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat di Hotel Golden Boutique, Jakarta, 3-5 Maret 2021. Acara ini diikuti 90 peserta terbaik hasil seleksi tahap I.

“Tidak mudah mencari imam masjid yang hafal 30 juz Al-Qur’an, qari, menguasai Bahasa Arab dan bisa membaca kitab turats. Kita berharap semuanya lulus karena ini menjadi preseden yang sangat baik,” ungkap Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Kamaruddin mengatakan, para imam yang terpilih dalam seleksi tahap kedua ini akan ditugaskan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Mereka akan menjadi duta-duta bangsa yang diharapakn dapat ikut menaikkan reputasi Indonesia di mata internasional.

“Bapak-bapak akan menjadi duta Indonesia yang sangat penting untuk menciptakan reputasi Indonesia dalam pandangan Uni Emirat Arab. Ini negara kecil, tapi kaya dan sangat berorientasi internasional. Jika bapak terpilih menjadi imam, khatib, mubaligh, artinya bapak sedang berceramah ke seluruh dunia karena jamaah di Uni Emirat Arab berasal dari banyak negara,” tuturnya.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Juraidi menjelaskan, sedianya seleksi tahap II ini diikuti 100 peserta yang sudah lulus pada seleksi tahap pertama. Namun, ada tiga peserta yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan swab antigen. Sementara tujuh peserta lainnya berdomisili di luar negeri sehingga proses seleksinya akan dilakukan secara virtual.

Para penguji pada tahap pertama, kata Juraidi, adalah pakar Al-Qur’an dari unsur Kemenag. Adapaun untuk seleksi tahap II ini, para penguji langsung didatangkan dari Uni Emirat Arab.

“Penguji langsung dari Uni Emirat Arab sebanyak 4 orang,” jelasnya. Mereka adalah Abdulrahman Saeed Ali Sultan Al-Samsi, Saif Rashed Fadel Mohammed Al-Mazrouei, Taleb Mohamed Yousef Al-Mahrooq Al-Shehhi, dan El-Messomy.

Seleksi Calon Imam Luar Negeri ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota UEA Syeikh Zayed pada Januari 2020 lalu. Secara khusus, Syeikh Zayed meminta 200 imam masjid dari Indonesa dalam kurun waktu 3 tahun.