Berita Terkini

Pasca Dirusak Hindu Radikal, Muslim India Kembali Bangun Masjid

NEW DELHI (Jurnalislam.com) – Organisasi sosial keagamaan Muslim terbesar di India bernama Jamiat Ulama-i-Hind akan memperbaiki masjid yang terdampak selama kerusuhan di negara bagian timur laut Tripura pada pekan lalu.

Tim pencari fakta yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Moulana Hakimuddin Qasmi mengunjungi berbagai wilayah negara bagian untuk menilai dampak kerusakan.

Awal pekan ini, Asosiasi Perlindungan Hak-Hak Sipil mengatakan setidaknya ada 27 insiden yang dikonfirmasi dari kelompok sayap kanan yang menyerang masjid, rumah, dan individu di wilayah Muslim di negara bagian tersebut. Hampir semua serangan dilakukan oleh berbagai kelompok sayap kanan, termasuk sayap kanan Vishva Hindu Parishad.

“Di Kabupaten SepahiJala, tempat yang berjarak hanya 30 kilometer dari Agartala, ibu kota Tripura saja banyak pengacau yang menyerang masjid dan menghalangi umat Islam untuk sholat selama beberapa hari terakhir,” kata Jamiat dalam sebuah pernyataan, dilansir Anadolu Agency, Senin (1/11).

Kepala Polisi Distrik Krishnendu Chakravertty mengatakan di seluruh distrik Sepahijala, dua insiden perusakan masjid oleh kelompok tak dikenal dilaporkan pada pekan lalu. “Dua upaya yang gagal dilakukan di dua masjid dan situasinya terkendali sekarang sehingga sholat dapat diadakan secara normal pada hari Jumat,” kata Chakravertty.

Sementara itu, Presiden Maulana Mahmood Madani Jamiat mencatat tidak ada tindakan yang diambil oleh pemerintah terhadap mereka yang melakukan penistaan ​​terhadap Nabi Muhammad dan Muslim. Padahal banyak kelompok yang melaporkan masjid telah diserang dan polisi negara bagian membantah banyak masjid yang dibakar habis.

Pada Sabtu, polisi mengatakan situasinya sekarang sudah terkendali. “Ini benar-benar terkendali dan semuanya normal di lapangan,” kata Wakil Inspektur Jenderal Polisi Lalhminga Darlong. Dia menyebut insiden yang sangat kecil telah dibesarkan. Sementara itu, Pengadilan tinggi negara bagian pada Jumat juga meminta laporan dari pemerintah negara bagian pada 10 November tentang insiden komunal yang dilaporkan.

Sumber: republika.co.id

Pelajar Muslim California Alami Intimidasi Agama

SACRAMENTO(Jurnalislam.com) — Para siswa Muslim yang sekolah di negara bagian California, Amerika Serikat, rata-rata pernah mengalami intimidasi berbasis agama. Berdasarkan dara Dewan Hubungan Amerika-Islam California (CAIR-CA) menyebutkan bahwa sekitar setengah dari siswa Muslim di kelas 5 sampai 12 mengalami intimidasi berbasis agama, yang lebih dari dua kali lipat tingkat statistik nasional, di mana 20 persen anak-anak AS menghadapi intimidasi.

Data tersebut juga menunjukkan tingginya tingkat siswa yang merasa tidak aman, tidak diinginkan, atau tidak nyaman di sekolah karena identitas Muslim mereka.

“Diskriminasi dan intimidasi pelecehan Islamofobia terus menjadi masalah nyata yang dihadapi siswa Muslim setiap hari,” kata CEO CAIR-California, Hussam Ayloush, seperti dilansir The Daily Journal pada Selasa (2/11).

Survei berjudul “CAIR-California’s 2021 Bullying Report: Examining Islamophobia in California Schools,” didasarkan pada temuan dari survei di seluruh negara bagian terhadap 708 siswa Muslim berusia antara 11 dan 18 tahun dari pertengahan 2018 hingga akhir 2020.

Dalam periode satu setengah tahun sebelum pandemi, 47 persen siswa Muslim melaporkan menjadi korban bullying berbasis agama. Itu meningkat 7 persen dari tahun 2016 hingga 2018. Sepertiga siswa yang mengenakan jilbab juga melaporkan bahwa jilbab mereka ditarik atau disentuh secara menyinggung.

Dan hampir satu dari setiap empat siswa Muslim melaporkan bahwa mereka memperoleh komentar yang menyinggung tentang Islam yang dilakukan oleh seorang guru, administrator, atau petugas sekolah lainnya.

“Bentuk kebencian dan pelecehan ini tidak terjadi dalam ruang hampa dan tentu saja tidak terbatas di California,” kata Ayloush.

 

Sumber: republika.co.id

Laznas LMI Raih Penghargaan Lembaga Ziswaf Unggulan di Fesyar

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Laznas LMI berhasil membawa pulang penghargaan sebagai Lembaga Ziswaf Unggulan pada moment Festival Ekonomi Syariah (Fesyar). Fesyar sendiri merupakan acara rangkaian besar dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang menjadi kegiatan tahunan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia.

Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Bambang Himawan mengatakan ISEF 2021 diharapkan mampu menjadi wadah akselerasi implementasi industri halal dengan fokus pada sektor fashion muslim dan food serta membangkitkan optimisme bagi agen kebaikan khususnya pelaku usaha syariah.

“Kami berkomitmen untuk konsisten menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagai salah satu upaya nyata untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya, Sabtu (30/10).

“Untuk membantu memperluas pasar para pelaku UMKM produk halal ini, dalam penyelenggaraan ISEF kali ini, ISEF turut menggandeng Asosiasi E-Commerce Indonesia atau idea,” terang Bambang Himawan.

Presiden Direktur Laznas LMI, Agung Wicaksono berterimakasih kepada panitia ISEF 2021, kepada Bank Indonesia, terkhusus para donatur, mitra dan doa-doa para mustahik, karena merekalah Laznas LMI mendapat apresiasi ini.

“Kerja keras seluruh tim kami di Laznas LMI terbayar tuntas. Kerja-kerja kami sebagai lembaga zakat, menghimpun dana dari masyarakat, mengelolanya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan menjadi nilai tambah semangat. Kami tidak cepat berpuas diri, kami akan bekerja lebih baik lagi, lebih profesional agar ke depan kami bisa bermanfaat membantu lebih banyak lagi masyarakat,” kata Awie, sapaan akrabnya.

“Penghargaan ini juga kami persembahkan kepada seluruh donatur dan mitra Laznas LMI. Karena selama ini banyak mendukung, menyupport kegiatan Laznas LMI sehingga apa yang dicita-citakan bersama bisa terwujud,” tuturnya.

Sumber: republika.co.id

1000 UMKM Ikuti Pelatihan Digitalisasi Produk Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama (Kemenag) mulai menggencarkan pelatihan digitalisasi pemasaran dan manajemen produk halal bagi 1.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bergulirnya program ini ditandai dengan penyerahan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag kepada delapan pelaku UMK di Sumatera Barat (Sumbar). Mereka mewakili peserta program fasilitasi sertifikasi halal pelaku UMK BPJPH tahun 2020.

Penyerahan simbolis sertifikat halal ini dilakukan Kepala BPJPH Kemenag Muhammad Aqil Irham, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Kota Padang, Sumbar, Senin (1/11/2021).

Kepala BPJH Aqil Irham menyatakan, kegiatan di Padang tersebut digelar bersama antara BPJPH Kemenag, Kemenko Perekonomian dan Kemenkop UKM yang merupakan bagian dari inisiator program nasional ini.  Program ini telah diluncurkan oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2020. Pelaksanaan pelatihan didukung empat platform digital, yaitu: LinkAja, Bukalapak, Tokopedia, dan Blibli. “Pelatihan akan diberikan untuk UMKM di sejumlah provinsi. Kita mulai dari UMKM Provinsi Sumatera Barat,” ujar Aqil Irham.

Menurut dia, digitalisasi pemasaran dan manajemen produk halal merupakan sebuah keniscayaan di era perkembangan teknologi informasi seperti sekarang ini, termasuk bagi pelaku UMKM. Digitalisasi pemasaran secara strategis akan membantu UMKM dalam meningkatkan angka pemasaran. Sedangkan sertifikasi halal merupakan standar produk yang selain menjadi pemenuhan kewajiban dalam mewujudkan perlindungan Jaminan Produk Halal juga menjadi nilai tambah secara ekonomi bagi pelaku UMKM dalam memproduksi dan memperdagangkan produknya.

“Program penguatan UMKM juga diharapkan dapat menjadi pemacu bangkitnya pelaku UMKM yang telah dua tahun terdampak pandemi Covid-19. Percepatan digitalisasi dan sertifikasi produk UMKM diharapkan mampu menjadi titik balik kebangkitan UMKM yang merupakan pilar penting perekonomian nasional,” tegasnya.

Sebagai _leading sector_ penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia, BPJPH juga menerapkan digitalisasi, khususnya dalam pelaksanaan layanan sertifikasi halal. Proses pengajuan sertifikasi halal melalui sistem informasi halal atau Sihalal secara online juga terus dikembangkan oleh BPJPH untuk peningkatan kualitas layanan. Sertifikat halal yang dikeluarkan BPJPH juga dalam bentuk sertifikat halal digital.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pelatihan ini sangat relevan dengan kondisi di masa pandemi. Pemerintah dan pelaku usaha dituntut bisa beradaptasi dengan cepat dalam pemulihan perekonomian dan kesehatan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJPH Kemenag atas pelatihan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM Sumatera Barat. Pada tahun 2020, sudah diterbitkan 1956 sertifikat halal. Mudah-mudahan tahun 2021 ini akan lebih banyak terealisir,” tandasnya.

 

Pandemi Covid Dorong Penguatan Ketahanan Bangsa

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Masa pandemic Covid-19 yang masih berlangsung semakin menyadarkan masyarakat untuk membangun bangsa yang kuat. Hal ini menjadikan bangsa yang bisa bekerja sama dengan pihak lain.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan keragaman di Indonesia hendaklah dikelola secara baik. Hal ini agar masyarakat bisa saling melengkapi dan mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai serta menghindari adanya masyarakat yang merasa superior yang lainnya.

“Perbedaan ini harus mendapatkan ruang yang cukup untuk berekspresi dan memunculkan eksistensinya karena yang melalui ruang ini bisa dibangun kesadaran hidup bersama agar masing-masing yang berbeda beda ini tidak tumbuh egoisme yang kemudian menganggap dirinya paling superior dan merasa memiliki privilege, sementara yang lain tidak,” jarnya saat diskusi publik virtual memperingati hari Sumpah Pemuda 2021 bertajuk ‘Semangat Membangun Negeri dalam Harmoni Keberagaman Indonesia’ yang digelar oleh Universitas Indonesia bekerja sama dengan Harmoni Indonesia seperti dikutip Ahad (31/10).

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat Makanan (Badan POM), Penny K Lukito, menambahkan masa pandemi juga menguatkan kebutuhan akan kemandirian tentang kemandirian obat dan vaksin.

“Pandemi Covid-19 juga memberikan hikmah, menyadarkan kepada kita tentang pentingnya penguatan kesehatan nasional dan pentingnya secara individu tumbuh kesadaran pentingnya daya tahan tubuh kita,” ucapnya.

Menurutnya ada empat hal yang menguatkan kemandirian kebutuhan obat dan vaksin antara lain pertama kebijakan dan regulasi tentang sistem pelayanan kesehatan yang antisipatif merespon kebutuhan masyarakat.

Kedua ekosistem riset dan pengembangan obat yang inovatif dan terdepan. Ketiga, kemandirian dalam proses produksi dan distribusi kebutuhan dasar masyarakat.

Keempat, edukasi masyarakat yang menerus, berkelanjutan sehingga terbangun upaya promotif dan preventif masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas.

“Mari kita terus memberikan pemikiran dan kontribusi yang baik bagi bangsa kita untuk menjadi pemenang yang mandiri terutama pengembangan riset, scientificdan bermanfaat bagi kualitas hidup manusia,” ucapnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), M Arsjad Rasjid, menekankan pentingnya kepemimpinan yang memiliki nilai authenticity, spirituality, dan agility(ASA). Menurut Arsjad, seseorang harus autentik atau menjadi dirinya sendiri, bukan berpura-pura menjadi orang lain.

“Temukan tujuan hidup anda (discover your true north). Berikutnya, seseorang harus memiliki nilai-nilai spiritual di dalam dirinya yang menjadi guidance.Seseorang harus selalu adaptive, resilient dan innovative. Nilai-nilai ini yang jadi kunci bagi kesuksesan dalam menghadapi perubahan-perubahan termasuk situasi yang datang tanpa terkira seperti pandemi ini,” ucapnya.

Sumber: republika.co.id

Pakistan Kecam Perusakan Sejumlah Masjid India oleh Hindu Radikal

ISLAMABAD(Jurnalislam.com) – Pakistan mengecam keras perusakan (vandalisme) terhadap sejumlah masjid dan properti Muslim oleh oknum massa Hindu radikal di negara bagian Tripura di timur laut India.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Jumat (29/10) mengatakan bahwa pihak berwenang India gagal melindungi Muslim. Pihaknya juga menuduh New Delhi tidak membantu mereka meskipun ada seruan berulang kali oleh organisasi Muslim setempat.

“Sangat disayangkan bahwa gabungan BJP-RSS yang dipimpin Hindutva memiliki rekam jejak melakukan pembantaian dan pelanggaran hak asasi manusia sistemik terhadap umat Islam di bawah pengawasannya, dari Gujarat pada 2002 hingga New Delhi pada 2020,” kata juru bicara Kemenlu Pakistan, Asim Iftikhar Ahmad, dilansir di Anadolu Agency, Ahad (31/10).

Pernyataan tersebut juga mengecam India karena memberikan sedikit ruang bagi minoritas dan cara hidup mereka. Islamabad mendesak masyarakat dunia untuk menghentikan serangan terhadap umat Islam dan tempat ibadah mereka, dan memainkan perannya untuk mengendalikan tren meningkatnya Islamofobia di India.

“Sama-sama dikecam bahwa pengusiran yang ditargetkan dan brutal terhadap Muslim dari rumah-rumah mereka yang berusia puluhan tahun di Assam terus berlanjut,” tambah pernyataan itu.

Pada Rabu lalu, Asosiasi Perlindungan Hak Sipil, sebuah kelompok hak-hak sipil, mengatakan bahwa setidaknya 16 masjid dirusak dan rumah serta toko milik Muslim dibakar selama sepekan terakhir di Tripura.

Dikatakan, bahwa setidaknya ada 27 insiden massa sayap kanan yang dikonfirmasi menyerang masjid, rumah, dan individu di wilayah Muslim.

“Ini termasuk 16 insiden di mana masjid dirusak dan bendera dari Hindu radikal, Vishwa Hindu Parishad (VHP), dikibarkan secara paksa di atasnya,” kata M Huzaifa dari APCR.

Dia mengatakan, setidaknya tiga masjid yakni masjid Palbazar di distrik Unakoti, Masjid Dogra di distrik Gomati, dan Narola Tila di kota Vishalgarh, dibakar.

APCR mengatakan hampir semua serangan dilakukan berbagai kelompok sayap kanan, termasuk VHP, yang seolah-olah berkumpul untuk memprotes kekerasan anti-Hindu di Bangladesh.

Namun, polisi setempat mengatakan bahwa mereka melindungi semua masjid di wilayah tersebut dan situasi terkendali. Wakil inspektur jenderal polisi, Lalhminga Darlong, mengatakan bahwa pada Selasa (26/10), satu masjid dirusak dan tiga toko serta tiga rumah milik komunitas Muslim dibakar setelah prosesi oleh pekerja Vishwa Hindu Parishad (Dewan Hindu Dunia) dibawa keluar sebagai protes atas insiden baru-baru ini di Bangladesh.

Sumber: republika.co.id

Percepatan Persiapan Haji dan Umrah Dilakukan Secara Terbuka

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama terus mempersiapkan penyelenggaran haji dan umrah 1443 H. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Hilman Latief memastikan bahwa persiapan dilakukan secara profesional, inklusif, terbuka, dan tidak diskriminatif.

“Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendorong percepatan persiapan ibadah haji dan umrah 1443 H secara profesional, terbuka, inklusif, dan tidak diskriminatif,” tegas Hilman di Jakarta, Sabtu (30/10/2021).

“Menag juga minta persiapan dilakukan dengan sigap dan cermat, baik terkait jemaah, PPIU dan PIHK, protokol kesehatan, serta persiapan lainnya,” sambungnya.

Menurut Hilman, keterbukaan dan profesionalitas penting karena ibadah haji dan umrah menjadi ajang silaturahim antar umat Islam dari berbagai latar belakang; baik ormas, golongan, daerah, dan lain sebagainya.

“Arahan Menag jelas dan tegas, pengelolaan dan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah harus lebih inklusif karena ibadah ini milik semua umat Islam Indonesia dari berbagai kalangan, tanpa ada diskriminasi dan perbedaan, baik prioritas jemaah, penyelenggara maupun para pembimbing haji dan umrah,” terangnya.

“Jemaah memiliki latar belakang tradisi keagamaan yang bermacam-macam. Semua harus dilayani dengan baik,” sambung Hilman yang merupakan salah satu kader terbaik Muhammadiyah.

Dirjen PHU menegaskan, penyelenggaraan ibadah haji dan umrah betul-betul disiapkan dan dilaksanakan

Hilman memastikan, pihaknya akan  mempersiapkan penyelenggaraan haji dan umrah secara profesional, termasuk dengan memperhatikan perbedaan karakter, baik pembimbing, petugas, serta jemaah.

 

15 Imam Masjid Asal Indonesia Akan Bertugas di Uni Emirat Arab

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama (Kemenag) memberangkatkan 15 imam masjid asal Indonesia untuk bertugas di masjid-masjid di Uni Emirat Arab (UEA).  15 imam ini diberangkatkan  melalui Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang dengan penerbangan reguler Pesawat Ettihad nomor EY 475, Sabtu (30/10/2021) malam.

“Ini bukti keseriusan Kemenag untuk menjalankan amanah Presiden terkait hubungan dua negara. Meski sempat terkendala pandemi Covid-19, alhamdulillah 15 imam asal Indonesia bisa diberangkatkan,” ungkap Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, Sabtu (30/10/2021) malam.

Dirjen menambahkan, imam masjid asal Indonesia merupakan permintaan khusus Putra Mahkota UEA, Syeikh Zayed kepada Presiden RI Joko Widodo. Hal ini, tambahnya, merupakan bukti baiknya hubungan dua negara.

“Umat Islam Indonesia memiliki karakter moderat. Baik dalam pemahaman maupun sikap keberagamaan. Hal ini menjadi daya tarik selain kemampuan dalam menghafal, bagusnya suara, tepatnya tajwid, dan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris,” tambahnya.

Dikonfirmasi di Bandara Soekarno Hatta, Koordinator Keberangkatan Imam ke UEA, Udin Saefuddin menjelaskan, jumlah imam yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi awal tahun 2021.

“Imam yang diberangkatkan malam ini merupakan hasil seleksi bulan Maret 2021 oleh Otoritas UEA. 28 imam lulus, mengundurkan diri 1 orang, meninggal dunia 1 orang, 3 orang tidak lulus medical check up (MCU),” ujar Udin.

Dari 23 imam tersisa, hanya 15 orang yang bisa diberangkatkan. Sebanyak 8 imam terkendala persoalan administrasi. “Target Kemenag yang 8 imam akan menyusul di pertengahan November, insyaallah,” tambah Udin.

Udin menambahkan, sebanyak 15 imam ini akan langsung dijemput oleh Kedutaan Besar Indonesia di Abu Dhabi. Kelima belas imam ini, katanya, juga akan disambut oleh sejumlah warga Indonesia di Abu Dhabi.

“Kami menerima info, WNI di Abu Dhabi menyambut dengan antusias. Setelah istirahat di Kedubes Indonesia di Abu Dhabi, mereka akan langsung ditugaskan di Rosul Khoimah, Fujairah, dan Dafrah,” pungkas Udin.

Adapun 15 Imam Asal Indonesia yang diberangkatkan ke UEA pada Sabtu (30/10/21) malam adalah:

1. Caniba Rustian Sholeh (Banten)
2. Ahmad Syawqibik Nasrullah Syahroni (Jawa Barat)
3. Sunarto Sukirno Sholeh (Jawa Timur)
4. Muhammad Azwar Azis (Papua Barat)
5. Madgani Sobi Dalab (Kalimantan Utara)
6. Aulia Rachman Albaab (Banten)
7. Arif Muhammad Tono (Daerah Istimewa Yogyakarta)
8. Al-Rizhal Tisma Wahid Maulana (Jawa Timur)
9. Ujang Saepul Akbar (Jawa Barat)
10. Wildan Syukrillah Afif (Banten)
11. Taufik Hidayat Muhamad Yusup (Daerah Istimewa Yogyakarta)
12. Salman Farisi Khamid Hidayat (Kalimantan Selatan)
13. Ahmad Dzaky Mufakkir (Banten)
14. Nisfu Rinaldi Bin Rizal Haris (Riau)
15. Agusri Bin Syamsuddin Ahmad (Aceh)

BJPH Dorong Standar Halal Global

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama kembali menggelar The 3rd International Halal Dialogue (IHD) 2021. Kegiatan tahunan ini, menjadi rangkaian 8th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan Bank Indonesia.

IHD 2021 mengusung tema “Mewujudkan Pentingnya Standar Halal Global”. Giat ini diikuti sejumlah lembaga halal dari berbagai negara, asosiasi, kedutaan, peneliti, pelaku usaha, dan juga pemangku kepentingan halal di Indonesia.

Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan, IHD 2021 menjadi bagian upaya pihaknya memperkuat sinergitas global. Menurutnya, penguatan sinergitas global dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia pada 2024.

“Sinergitas global antara Indonesia dengan seluruh elemen pemangku kepentingan halal dunia harus kita perkuat dan hal itu menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan cita-cita Indonesia untuk menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024,” kata Aqil Irham di Jakarta, Jumat (29/10/2021).

Dikatakan Aqil Irham, halal telah mewujud dalam banyak ekosistem dan menjadi salah satu perhatian dunia karena memiliki pangsa pasar yang besar dan nilai yang menjanjikan. Produk halal yang terdiri atas barang dan jasa seperti makanan, minuman, produk farmasi, kosmetik, berbagai macam barang gunaan, hingga pariwisata dan energi terbarukan, telah menjadi komoditas yang sangat diminati baik oleh produsen maupun konsumen secara global.

Minat dan kebutuhan akan produk halal telah tumbuh secara lintas teritorial, lintas  batas geografis dan demografis, terlepas dari latar belakang agama, pendidikan, suku, budaya, dan bahasa. Keadaan ini telah menjadikan halal sebagai kesadaran global dan bagian dari trend halal yang mondial.

Menurut Aqil, salah satu kontributor terbesar dari meningkatnya permintaan produk halal global saat ini berasal dari generasi Z (atau yang lain menyebutnya i-gen). Di Indonesia, sekitar 75% dari total penduduk (270 juta orang) memiliki akses sosial media, dan hampir 80% dari jumlah tersebut adalah generasi Z. Generasi tersebut merupakan generasi revolusi industri 4.0 terbesar dan paling sering menggunakan media sosial.

“Oleh karena itu, pada perkembangannya saat ini produk halal juga harus dikelola dan terhubung dengan platform digital atau digital halal database,” kata Aqil Irham.

Penggunaan digital signature hingga QR code dan barcode dalam sertifikat halal sebagaimana yang telah diaplikasikan BPJPH, lanjutnya, akan mempermudah konsumen melakukan akses, memberikan informasi terkait status sertifikat halal, bahan baku, lembaga sertifikasi, dan lain sebagainya. Teknologi digital juga akan banyak membantu produsen dan konsumen produk halal terkait akses daftar lengkap produk ritel dan industri yang menyediakan produk halal, dan hal lain terkait produk halal.

“Ini merupakan peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab dengan upaya nyata, salah satunya melalui penguatan sinergi global dalam pengembangan produk halal,” tandas Aqil Irham.

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Perkembangan teknologi dan informasi kian menggila dan dapat menggilas siapapun yang tidak siap menyambutnya. Ditambah kondisi pandemi selama hampir dua tahun semakin membuat efek disrupsi terasa di segala bidang.

Pendidikan menjadi salah satu bidang yang terkena imbas disrupsi tersebut. Karena itu diperlukan inovasi dan kelincahan mengikuti segala perubahan yang seringkali datang tanpa diduga.

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nur Hidayah menangkap sinyal urgensi atas perlunya bergerak dengan lincah dan menemukan inovasi. Hal inilah yang mendorong dilaksanakan pelatihan “Agile and Innovative School” dua hari ini, Selasa-Rabu, 26-27 Oktober 2021.

Sebanyak 72 peserta diajak fokus belajar dan mengembangkan diri di Ruang Nur Hidayah Convention Center (NHCC). Tim InaLead dari Edupro hadir sebagai fasilitator belajar para guru dan pimpinan SIT Nur Hidayah.

Tim InaLead terdiri dari 3 orang mentor yaitu Rio Purboyo, Feri D Sampurno, CHT, CMNLP dan Rizki Tajuddin, S.Si. Sebelumnya, peserta mendapatkan tugas mandiri dan mengikuti sesi online via zoom selama lima hari, 18-23 Oktober 2021.

Keseruan dan suasana yang cair oleh mentor dalam pelatihan ini tidak mengurangi keseriusan peserta. Mereka tetap bisa menyerap informasi sekaligus mencoba memahami secara langsung proses design thinking.

Yayasan Nur Hidayah melalui Ketua Bidang Pendidikan, Anis Tanwir Hadi, S.Ag, M.Pd.I, terus mengupayakan pengembangan baik individu SDM maupun manajemen kelembagaan.

Pada sesi pembukaan juga dilakukan penyerahan Buku Panduan Program Keunggulan SIT Nur Hidayah oleh Ustadz Anis kepada Kepala Sekolah PAUD IT Nur Hidayah, SD IT Nur Hidayah, SMP IT Nur Hidayah, dan SMA IT Nur Hidayah.

Semoga Yayasan Nur Hidayah dapat terus memberikan layanan pendidikan yang terbaik kepada masyarakat.