Berita Terkini

Menutup Aurat Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban

Oleh:Rika Arlianti DM

Menutup aurat hanya untuk mereka yang memilih hijrah karena telah mendapatkan hidayah-Nya. Mereka memilih menutup aurat karena ingin tampil cantik dan ingin dianggap suci. Mereka menutup aurat karena ingin menarik perhatian lawan jenis, atau sekadar mengikuti peraturan sekolah, kampus, dan sebagainya.

Ada banyak tanggapan mengenai menutup aurat, yang kesimpulannya bahwa menutup aurat itu sekadar pilihan, bukan kewajiban. Padahal, Islam mewajibkan wanita untuk menutup aurat sebagai identitas seorang muslimah dan sebagai bentuk ketaatan atas perintah-Nya.

Dari Aisyah Ra, berkata: “Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmati wanita yang

hijrah pertama kali, ketika Allah menurunkan firman-Nya, “Dan hendaklah mereka

menutupkan kain kerudung ke dadanya” (An-Nur ayat 31). Maka kaum wanita itu merobek

kain sarung mereka untuk dijadikan kerudung dan menutup kepala mereka dengannya”. (HR.

Bukhari).

page1image47883264

Dari hadis di atas, bisa kita lihat bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala memahamkan

page1image47883456

bahwa kerudung bukan sekadar penutup kepala, tapi sampai menutupi dada.

page1image47883648

Menutup aurat adalah kewajiban bukan pilihan. Ini bukan semata-mata pendapat

page1image47880192

manusia, atau aturan para ulama semata, tapi perintah langsung dari Allah Subhanahu Wa

page1image47811968

Ta’ala, sebagaimana firman-Nya:

ٰٰۤۤ ٰۗيـاَيَُّهاالنِبُّيقُْلِالَِْزَواِجَكَوَبٰنِتَكَوِنَسآِءاْلُمْؤِمِنْيَنُيدِْنْيَن َعلَْيِهنِمْن َجَلَِبْيِبِهنٰۗذِلَكاَدْٰنىاَْنيُّْعَرْفَنفََلَُيْؤذَْيَن

page1image47894656

َوَكا َن هُاللّٰ َغفُْوًرارِحْيًما

page1image47896768

Terjemahnya: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak

perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke

seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga

mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Ayat ini menjadi penyempurna dari perintah sebelumnya (An-Nur ayat 31), sekaligus

penguat bahwa wanita diperintahkan menutup aurat dengan menutupkan jilbabnya ke seluruh

tubuh mereka. Perintah ini tidak hanya ditujukan kepada istri dan anak perempuan nabi saja,

tapi juga kepada seluruh wanita muslimah sebagai bentuk pelindungan diri dan identitas

kemuslimahannya.

page1image47895040

Islam tidak pernah memberi pilihan perihal mau atau tidak menutup aurat. Sebab menutup aurat adalah kewajiban (bagi wanita muslimah yang telah balig). Sebaik apa pun seorang wanita, jika belum pandai menutup aurat maka ia belum bisadikatakan baik. Dengan menutup aurat, maka akan dijauhkan dari api neraka sebagaimanaRasulullah Shallallahu a’laihi wasallam bersabda:

Artinya: “Ada dua golongan penghuni neraka, yang aku tidak pernah melihat keduanya sebelumnya. Wanita-wanita yang telanjang, berpakaian tipis, dan berlenggak-lenggok, dan kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan masuk surga, dan mencium baunya.” (HR. Imam Ahmad).

Beliau kembali bersabda, ” Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sekilas kita kembali mengingat kisah-kisah khilafah Islam ketika melindungi wanita muslimah dalam melaksanakan kewajiban berhijab (menutup aurat).

1. Di Pasar Bani Qainuqa’

page2image47713472

Diceritakan dalam ar-Rahiq al-Makhtum karya Syaikh Shafiyurrahman Mubarakfury, bahwa ada seorang wanita Arab yang datang ke pasar kaum Yahudi Bani Qainuqa. Dia duduk di dekat perajin perhiasan.

Diam-diam perajin perhiasan ini mengikat ujung jilbabnya. Ketika ia bangkit, auratnya
seketika itu juga tersingkap. Muslimah ini spontan berteriak dan seorang laki-laki muslim yang berada di dekatnya menolongnya dan membunuh Yahudi tersebut.

Hampir saja semua kaum laki-laki Bani Qainuqa ini dihukum mati oleh Rasulullaah

Shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, keputusan itu berubah ketika Abdullah bin Ubay memohon untuk memaafkan mereka. Akhirnya Rasulullaah Shallallahu ‘alaihi wasallam bermurah hati dan memerintahkan Bani Qainuqa untuk pergi sejauh-jauhnya dan tak boleh lagi

tinggal di Madinah.

2. Di Masa Khalifah al-Mu’tashim Billah, Khalifah Bani Abbasiyah.

page2image47715392

Kota Amurriyah yang dikuasai oleh Romawi saat itu berhasil ditaklukkan oleh al-Mu’tashim. Pada penyerangan itu sekitar 3.000 tentara Romawi tewas terbunuh dan sekitar30.000 menjadi tawanan.

Di antara faktor yang mendorong penaklukan kota ini adalah karena adanya seorang wanita dari sebuah kota pesisir yang ditawan di sana. Ia berseru, “Wahai Muhammad, wahai Mu’tashim!”

Setelah informasi itu terdengar oleh khalifah, ia pun segera menunggang kudanya dan membawa bala tentara untuk menyelamatkan wanita tersebut. Akhirnya kota tempat wanita itu ditawan pun ditaklukkan. Setelah berhasil menyelamatkan wanita tersebut al-Mu’tashim mengatakan, “Kupenuhi seruanmu, wahai wanita!”

3. Sultan al-Hajib al-Manshur

Beliau adalah seorang pemimpin Daulah Amiriyah di Andalusia yang menggerakkan pasukan untuk menyelamatkan tiga wanita Muslimah yang menjadi tawanan di kerajaan Navarre. Saat itu kerajaan Navarre terikat perjanjian dengan al-Hajib al-Mansur. Salah satu perjanjiannya adalah pihak kerajaan Navarre tidak dibenarkan menawan seorang kaum muslimin atau menahan mereka.

Al-Manshur mengirimkan pasukan besar untuk menyelamatkan tiga wanita yang ditawan di gereja kerajaan Navarre. Hal ini diketahui oleh seorang utusan sultan ketika berkeliling di kerajaan tersebut. Betapa kagetnya Raja Navarre ketika melihat pasukan yangsiap untuk berperang tersebut. perjanjian untuk tidak saling menyerang. Lagi pula kami sudah membayar jizyah,” ucap Sang Raja.

“Kami tidak tahu untuk apa kalian datang, padahal antara kami dengan kalian terikat

Dengan lantang, pimpinan pasukan muslim mengatakan bahwa kerajaan Navarre telah menawan beberapa wanita Muslimah. Pihak kerajaan menjawab, “Kami sama sekali tidak mengetahui hal tersebut.”

Setelah diperlihatkan ketiga muslimah yang ditawan, Raja Navarre kemudian mengirimkan surat permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada al-Manshur. Ia menyampaikan bahwa akan menghancurkan gereja tersebut. Pasukan Sultan pun kembali ke negerinya dengan membawa ketiga muslimah tersebut.page3image47725952

Lihat, bagaimana Islam memuliakan wanita dan menjaga mereka dalam menunaikan kewajiban menutup auratnya.

Zaman memang telah berubah, terlebih di zaman fitnah ini. Tapi semoga muslimah menutup auratnya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bukan lagi karena pilihan atas kehendaknya sendiri atau beragam alasan klise yang bersifat duniawi. Dan yang masih memilih untuk tidak menutup aurat padahal sudah balig, semoga lekas memakai hijab karena hijab adalah pelindung diri dan tanda pengenal wanita muslimah.

Wallahu ‘alam.

 

Peringati Hari Guru, Laznas BMH Jatim Distribusikan Bantuan untuk Guru di Pedalaman

JATIM(Jurnalislam.com)–Memperingati Hari Guru Nasional 2021, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur mendistribusikan paket berbagi untuk guru-guru yang berada di pedalaman daerah. Kamis, (25/11/202)

Sebanyak 215 paket berbagi yang tersebar di 8 kota di Jawa Timur, antara lain Sidoarjo, Tulungagung, Madiun, Nganjuk, Gresik, Sumenep, Pamekasan, Ponorogo.

Bingkisan berbagi telah diberikan kepada guru tangguh yang selama ini telah berjuang tanpa lelah & mengabdikan diri untuk negeri mengajar di pedalaman negeri.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian & perhatian Laznas BMH kepada para guru yang telah gigih mengajar di pedalaman.”ungkap Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur.

Selain itu, Laznas BMH juga mendorong peningkatan mutu dengan memberikan fasilitas pelatihan dan ketrampilan menulis untuk guru-guru hingga penerbitan buku ber-ISBN.

Selama ini guru-guru tangguh tersebut harus berjuang keras untuk bisa sampai ke lokasi sekolah tempat mereka mengajar.

Seperti guru-guru yang mengajar di SDN Kupang 04, Desa Kalialo, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Mereka harus menempuh sekitar 40KM jalur darat, dan bila menggunakan transportasi air bisa sekitar 1 jam lebih. Karena lokasinya di pesisi laut yang terisolir.

Tokoh Tasikmalaya Tantang Polisi Usut Dalang Kampanye Bubarkan MUI

TASIKMALAYA(Jurnalislam.com)–Tokoh muda Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi menanggapi soal munculnya tagar Bubarkan MUI di media sosial. Tagar ini muncul usai Densus 88 menangkap salah satu pengurus MUI, Zain An Najah atas tudingan terlibat terorisme

 

Kang Amin, sapaan karib beliau, mengatakan bahwa ada semacam global desain yang ingin merusak Islam dengan segala atributnya dibalik tagar bubarkan MUI tersebut.

 

“Saya yakin ini ada semacam global desain untuk merusak dan membombardir Islam dengan segala atributnya,” kata dia kepada Jurnalislam.com, saat Aksi di Taman Kota Tasikmalaya, Jumat (26/11/2021),

 

Dirinya meyakini bahwa  pemerintah tidak sejahat itu untuk melakukan hal-hal seperti ini, karena negara tahu bahwa banyak sekali saham umat Islam pada negara ini seperti memerdekakan Indonesia.

 

“Jadi pasti ada pihak yang mendesain ini,” tambahnya.

 

Kang Amin juga mendesak kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas apa motif dibalik tagar itu dan siapa pelakunya.

 

“Kami mendesak kepada pihak yang berwenang untuk mendeteksi sampai tuntas apa motifnya, siapa dalangnya yang ingin membubarkan MUI”, tambahnya.

Dari Tanam Pohon Hingga Solar Cell, Begini Sinergi Foundation Dukung Penanggulangan Krisis Iklim

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Para petinggi negara termasuk Indonesia berkumpul di Glasgow, Inggris Raya untuk konferensi iklim terbesar, yakni COP26. Dalam pertemuan ini, mereka berjanji menghapus batu bara, memangkas emisi gas rumah kaca, dan mengurangi deforestasi.

Faktanya, saat ini ikhtiar tersebut dinilai masih sangat jauh dari harapan. Cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, seperti gelombang panas, badai dan banjir, gangguan sistem pangan, hingga peningkatan penyebaran penyakit merupakan hal yang disebabkan oleh krisis iklim.

Hal ini pula yang disoroti oleh Sinergi Foundation. “Ada sejumlah program yang kami buat untuk menanggulangi krisis iklim,” kata CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan.

Salah satunya adalah dicanangkannya program Green Kurban & Green Akikah. Karena dari satu hewan yang dikurbankan, turut ditanam satu pohon. Sejak 2013-2021, ada sebanyak 28.866 pohon yang telah ditanam. Di antaranya, 6.887 pohon bambu yang telah ditanam.

“Menurut penelitian, bambu ternyata dapat membantu memitigasi perubahan iklim, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan melindungi hutan,” kata Asep.

Pun ia melanjutkan, memulihkan lahan dan hutan yang rusak dengan bambu, dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon.

Selain Green Kurban, ada pula program wakaf sumur yang menggunakan solar cell (tenaga surya). “Keuntungan utama dari tenaga surya adalah penggunaannya tidak menghasilkan efek gas rumah kaca dan tidak mencemari air atau komponen lain dari alam,” kata Asep.

Untuk program sumur solar cell ini, Sinergi Foundation telah membangun 3 sumur di wilayah Khan Younis, Gaza, Palestina, dan membantu kira-kira 15.000 penerima manfaat.

“Harapannya, program yang kami buat tak hanya bermanfaat untuk sesama, tapi juga bisa menjadi rahmat bagi alam. Dalam hal ini, menanggulangi krisis iklim. Kami sangat sepakat, bahwa krisis ini harus segera ditanggulangi,” tandasnya.

SMP Islam Al Syukro Giat Menanam 1.000 Pohon, Jaga Paru-paru Kota Tangerang

TANGERANG, BANTEN– Bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia, pada hari ini (Jumat, 26/11) belasan siswa-siswi, orang tua hingga para guru dari Perguruan Islam AL Syukro Universal melakukan penanaman berbagai macam pohon di lingkungan sekolah tersebut. Sebanyak 1.000 pohon siap ditanam sebagai upaya mengusung Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Banten dengan mengusung green school serta seiring Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLS).

Menurut Cici Kurniasih selaku Direktur Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa mengatakan, “Hari ini Jumat, kita mendeklarasikan diri dan mengkampayekan menanam 1.000 pohon, dimulai hari ini sampai beberapa bulan kemudian untuk mengumpulkan donasi maupun wakaf pohon. Hingga hari ini sudah 500 pohon yang ditempatkan di beberapa titik di lingkungan Al Syukro. Perguruan Islam Al Syukro ini adalah sekolah wakaf produktif, yang terus kita jaga komitmen dalam menjaga lingkungan, karena memang sekolah ini berbasis lingkungan dan dalam rangka juga sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi, ini merupakan bagian dari komitmen bersama mulai dari orang tua siswa, siswa-siswi, guru hingga manajamen Sekolah dalam upaya menjaga lingkungan dengan menanam pohon di area Al Syukro.

“Diharapkan dengan adanya komitmen ini, area Al Syukro yang seluas 2,75 Hektare ini menjadi paru-paru di wilayah Tangerang Selatan. Sejumlah siswa sebanyak 800 siswa wajib membawa pohon, bahkan guru-guru hingga orang tua diharuskan membawa pohon. Berbagai macam pohon baik pohon buah, holtikultura hingga pohon hias lainnya. Terima kasih para donatur maupun pihak-pihak yang telah bekerjasama dan berkolaboraksi bersama kami pada kegiatan ini”, tambah Cici Kurniasih.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan penanaman 1.000 pohon di wilayah Al Syukro, dapat menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain dalam sekolah berwawasan lingkungan. Apresiasi terhadap kegiatan Al Syukro, sangat baik dan bagus kalau bisa sekolah ini menjadi ikon sekolah yang berkonsep lingkungan. Serta dengan hadirnya Sekolah Adiwiyata ini bisa menjadi paru-paru di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten,” ujar Drs. Gatot  Suhartono perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Tangerang.

Pada  kegiatan ini dilakukan juga dilakukan sejumlah siswa-siswi untuk menanam berbagai jenis pohon di lingkungan Al Syukro. Selain itu di lingkungan Al Syukro Universal terdapat hidroponik, edupark hingga kebun sayur. “Saya senang sekali dengan kegiatan hari ini, mulai menyiapkan pohon dan menanam pohon di lingkungan sendiri,”ujar Raska Xavier salah satu siswa kelas 7 SMP Islam Al Syukro.

Warga Solo Gelar Aksi Protes Densus: Serang Islam Pakai Alasan Terorisme!

SOLO (Jurnalislam.com)– Ratusan masyarakat Soloraya yang tergabung Masyarakat Cinta Agama dan NKRI (MACAN) melakukan aksi unjukrasa di Plaza Manahan Solo menuntut pembebasan Ustadz Farid Ahmad Okbah, Ustadz Ahmad Zain An-Najah dan Ustadz Anung Al-Hamat pada jum’at, (26/11/2021).

MACAN juga mendoakan kepada seluruh keluarga Ustadz Farid Ahmad Okbah, Ustadz Ahmad Zain An-Najah dan Ustadz Anung Al-Hamat, agar diberi kesabaran, ketabahan dan keikhlasan.

 

“Selalu berbaik sangka terhadap Qadla yang ditetapkan Allah, dan terus memohon agar Allah SWT menurunkan pertolongan sehingga Ustadz Farid Ahmad Okbah, Ustadz Ahmad Zain An-Najah dan Ustadz Anung Al-Hamat dapat segera dibebaskan,” kata Korlap Aksi Ajoen.

 

Lebih lanjut, Ajoen mengajak segenap kaum muslimin agar berdiri bersama ulama sekaligus membela ajaran Islam terkait amal sedekah, dakwah dan  jihad.

 

Ajoen menegaskan bahwa saat ini secara masif ada pihak pihak tertentu yang menyerang Islam dan mengadu domba dengan pihak pihak tertentu.

 

“Kami sependapat dengan Jurnalis Senior Australia John Pilger  yang menuturkan bahwa tidak ada perang terhadap terorisme, namun yang ada hanyalah alasan yang dibuat-buat. Ia juga menyatakan bahwa korban terbesar terorisme adalah umat Islam. Hakikatnya tak ada perang terhadap terorisme, yang ada adalah perang menggunakan alasan terorisme,” pungkas Ajoen.

Giliran Ormas Islam Semarang Gelar Aksi Bebaskan Ulama, Stop Kriminalisasi Ulama

SEMARANG(Jurnalislam.com)–Ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Forum Ummat Islam Semarang (FUIS) menggelar aksi protes terkait penangkapan tiga ulama beberapa waktu lalu oleh aparat kepolisian, depan Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang, Jum’at (26/11/2021)

Koordinator Lapangan, Marjuki menyampaikan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai pembelaan kepada para Ulama’ yang dituduh terkait aksi terorisme

“Aksi damai ini merupakan pembelaan kita kepada Ulama’ yang dizalimi,” ucapnya

Salah satu orator, ustazz Amru Huda saat menyampaikan orasinya mengatakan dengan tegas aksinya tersebut sebagai bukti bahwa pihaknya berada dibarisan Al Haq, dan menurutnya pihak yang menangkap Ulama adalah para pembela kebatilan

“Kehadiran kita disini adalah untuk menegaskan posisi kita sebagai para pembela ulama, sebagai pewaris nabi, yang selalu menyerukan al haq, “katanya

“Dan mereka yang menangkapi para ulama, adalah para pembela al bathil, yang tidak akan pernah ridha dengan al haq,” tambahnya

Semangat peserta aksi tetap membara demi membela marwah para ulama walaupun dibawah derasnya guyuran hujan

Aksi sempat di provokasi oleh ormas PGN, ormas binaan Nuril Arifin, yang meminta peserta aksi damai untuk bubar, walaupun begitu acara tetap berjalan lancar

Perlu diketahui beberapa waktu lalu Densus 88 Antiteror menangkap tiga ulama yakni Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustadz Farid Ahmad Okbar, anggota Komisi Fatwa MUI Ustadz  Ahmad Zain An Najah dan Ustadz Anung Al Hamat.

 

Ulama Ditangkap Densus hingga Permendikbud PPKS, Almumtaz: Kezaliman Dipertontonkan

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com)–Ribuan warga Tasikmalaya yang dikomando oleh Almumtaz turun kejalan melakukan aksi di depan taman kota Tasikmalaya,  Jumat (26/11/2021).

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh umat Islam Tasikmlaya yaitu tolak Permendikbud PPKS, bebaskan para Ulama yang Ditangkap Densus, dan lawan kampanye Bubarkan MUI.

Ketua Almumtaz Hilmi Afwan mengatakan bahwa turunnya umat Islam Tasikmalaya karena merespon berbagai persoalan tersebut.

“Ribuan umat Islam hari ini turun kejalan untuk melawan kedzaliman yang dipertontonkan saat ini, kami Almumtaz akan terus mengawal”, kata Hilmi.

Hilmi juga menyampaikan bahwa (aksi) ini bukan satu-satunya jalan yang ditempuh oleh Almumtaz.

“Kami akan mengawal ini terus, dan juga aksi ini bukan satu-satunya jalan, kami juga melakukan audiensi dengan anggota Dewan, audiensi dengan pihak kepolisian dan juga akan terus menyadarkan umat Islam bahwa kezaliman tidak boleh dibiarkan”, tambahnya.

Anggota DPRD Jateng Prihatin Dugaan Kriminalisasi Ulama Farid Okbah dkk

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Forum Umat Islam Semarang (FUIS) mengadakan audiensi bersama DPRD Jawa Tengah terkait penangkapan tiga ulama’ beberapa waktu lalu, Jumat (26/11/2021)

 

Ulama’ tersebut diantaranya Ust. Farid Ahmad Okbah MA, Dr Zein An Najah dan Dr. Anung Al Hamat Pertemuan di DPRD tersebut dilakukan secara daring, karena pada waktu yang bersamaan banyak anggota yang tugas di luar kota

 

Ustadz Danang Setyadi salah satu perwakilan FUIS menyampaikan bahwa yang ditangkap aparat tersebut termasuk Ulama’ yang santun dan baik

 

“Kami melihat beliau merupakan sosok yang santun, ketika menyampaikan ceramah tidak ada indikasi terorisme,” ucapnya

 

Ia juga menyesalkan sikap aparat yang tidak adil dalam menangani kasus terorisme, menurutnya penindakan terhadap pelaku terorisme sama sekali tidak diterapkan pada OPM

 

Abdul Aziz anggota DPRD Jateng, komisi E Fraksi PPP saat mendengar penyampaian dari beberapa anggota FUIS pihaknya merasa prihatin atas peristiwa penangkapan yang dilakukan densus, walaupun begitu ia meminta sebagai warganegara untuk sama -sama menghormati hukum yang berlaku

 

“Kami turut merasa prihatin terhadap yang disampaikan yaitu kriminalisasi Ulama’,

kita melihat proses hukum, sebagai negara hukum kita hormati, kita junjung tinggi, “jelasnya melalui komunikasi virtual

 

Ribuan Warga Tasikmalaya Gelar Aksi Tolak Permendikbud hingga Bebaskan Ulama

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com)--Ribuan warga Tasikmalaya yang dikomando oleh ALMUMTAZ turun kejalan melakukan aksi di depan taman kota Tasikmalaya,  Jumat (26/11/2021).

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh umat Islam Tasikmlaya, yaitu; pertama adalah penolakan permendikbud ristek nomer 30 tahun 2021 karena peraturan ini disinyalir akan melegalkan zina di area civitas akademika.

Tuntutan yang kedua adalah terkait kriminaliasi ulama yang baru-baru ini terjadi, ketika tiga ulama secara terpisah ditangkap oleh tim Densus 88 Polri dengan tuduhan terkait kegiatan terorisme. Kemudian yang ketiga adakah terkait isu tagar (#) bubarkan MUI yang ramai di beberapa ptatform media sosial.

Ketua Almumtaz Hilmi Afwan mengatakan bahwa turunnya umat Islam Tasikmalaya karena merespon berbagai persoalan tersebut.