Berita Terkini

Pengadilan Turki akhirnya Penjarakan Dua Orang atas Kematian Aylan Kurdi

TURKI (Jurnalislam.com) – Dua warga Suriah telah dijatuhi hukuman empat tahun penjara atas kecelakaan perahu yang merenggut hidup balita Suriah, Aylan Kurdi, melambangkan penderitaan pengungsi Suriah yang putus asa ke seluruh dunia, lansir World Bulletin, Jumat (04/03/2016).

September lalu, bocah Kurdi 3 tahun tersebut adalah salah satu dari 14 pengungsi Suriah yang berada di atas perahu, termasuk delapan anak-anak, yang tubuh tak bernyawanya terdampar di pantai dekat resor Bodrum Turki, di provinsi Aegean Mugla Turki, setelah perahu mereka tenggelam dalam perjalanan ke pulau-pulau Aegean di Yunani.

Pengadilan Pidana Tinggi Bodrum menghukum dua warga Suriah, Muwafaqah Alabash dan Asem Alfred, penyelundup migran dalam kecelakaan mematikan dengan tuduhan "menyebabkan kematian karena kelalaian yang disengaja."

Provinsi di Aegean Turki – Canakkale, Balikesir, Izmir, Mugla dan Aydin – adalah titik-titik utama untuk pengungsi yang berangkat ke Uni Eropa, dengan banyaknya pulau-pulau Yunani yang terhampar sepanjang pantai Turki.

Tahun lalu, ratusan ribu pengungsi melakukan perjalanan singkat namun berbahaya untuk mencapai wilayah utara dan barat Eropa dalam mencari kehidupan yang lebih baik.

Dari lebih dari 1,1 juta pengungsi yang tiba di Uni Eropa tahun lalu, lebih dari 850.000 tiba melalui laut ke Yunani dari Turki, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (the International Organization for Migration-IOM). Selama tahun ini, 805 orang tewas di Aegean.

Rata-rata dua anak tenggelam setiap hari sejak September 2015 saat keluarga mereka mencoba untuk menyeberangi Laut Tengah bagian timur, dan jumlah kematian anak meningkat, menurut IOM, UNHCR, dan UNICEF.

Sejak September lalu, lebih dari 340 anak-anak, banyak dari mereka bayi dan balita, telah tenggelam di Mediterania timur.

Baca juga:

Erdogan: Dunia Barat Harus Bertanggung Jawab atas Tragedi Aylan Bersaudara

Aylan Kurdi, Balita yang Mengguncang Dunia dalam Kenangan Polisi Turki

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Lagi, Pasukan Israel Hancurkan Puluhan Rumah dan Sekolah Palestina di Tepi Barat

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel menghancurkan puluhan bangunan termasuk sebuah sekolah di utara Tepi Barat pekan ini, menyebabkan 10 keluarga kehilangan tempat tinggal, kata PBB, Jumat (04/03/2016), lansir World Bulletin.

Penghancuran berlangsung pada hari Rabu di Desa Khirbet Tana, selatan Nablus di Tepi Barat utara.

Secara total, 41 bangunan hancur, menggusur 36 warga Palestina termasuk 11 anak-anak, kata badan kemanusiaan PBB dalam sebuah pernyataan.

Zionis secara teratur menghancurkan rumah yang mereka klaim dibangun tanpa izin dari penjajah Israel.

Palestina dan pendukung mengatakan bahwa hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mendapatkan izin di bagian Tepi Barat yang berada di bawah kendali penuh penjajah Israel, yang dikenal sebagai Area C, yaitu sekitar 60 persen dari wilayah itu.

Pekan lalu Uni Eropa mengecam pemerintah zionis setelah mereka menghancurkan sebuah sekolah yang didanai oleh pemerintah Perancis.

Nickolay Mladenov, koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, mengatakan bulan lalu jumlah penghancuran tersebut meningkat tiga kali lipat sejak awal tahun ini.

"Sejak awal 2016, Israel telah membongkar rata-rata 29 bangunan milik Palestina per minggu, tiga kali lipat rata-rata mingguan di tahun 2015," katanya.

Pasukan Israel membuldoser 15 rumah di Khirbet Tana.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Inilah Serangan Udara Pertama di Benteng Oposisi Moderat Suriah Sejak Gencatan Senjata

SURIAH (Jurnalislam.com) – Benteng utama oposisi di timur ibukota Suriah dihantam setidaknya dua serangan udara pada Jumat (04/03/3016), dalam serangan udara pertama di sana sejak dimulainya gencatan senjata, kata sebuah lembaga monitor, World Bulletin melaporkan Jumat.

"Dua serangan udara menghantam tepi kota Douma di Timur Ghouta dan satu orang tewas," kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Dia mengatakan serangan dilakukan oleh salah satu pesawat rezim Suriah atau Rusia, dan tidak bisa diidentifikasi apakah individu yang tewas adalah warga sipil atau pejuang.

Observatorium juga mengatakan pasukan rezim Syiah Nushairiyah Suriah menembakkan roket dekat dengan kota yang dikuasai oposisi di barat laut Suriah pada hari Jumat dalam perluasan operasi yang terus berlangsung di daerah itu meskipun gencatan senjata sudah dimulai.

Penembakan berat dan serangan roket mendarat di sekitar kota Ghasaniya, yaitu antara perbatasan Turki dan kota yang dikuasai mujahidin Jisr al-Shughour di provinsi Idlib, kata Observatorium. Namun tidak ada berita mengenai korban.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Media Zionis: Hamas Sedang Persiapkan Serangan Laut ke Militer Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Koran Israel Jerusalem Post menyatakan, Hamas kini sedang mempersiapkan serangan militer menarget militer laut (marinir) Israel dalam pertempuran mendatang, lansir Infopalestina Sabtu (05/03/2016).

Mengutip sumber angkatan laut Israel, Jerusalem Post berbahasa Inggris menyatakan, Hamas merencanakan serangan dengan board air siluman dan kini sedang mempersiapkan masuk dalam pertempuran dengan Israel di masa yang akan datang. Dalam perang itu Hamas ingin memukul Israel dengan kerugian angkatan laut lebih cepat.

Sumber Israel menegaskan, kini pihak Israel juga sudah melatih board air jenis patroli 916 untuk mengantisipasi sekenario di atas di lepas laut Gaza. Menurut mereka, Hamas akan menggunakan teknis mengelabui board air seperti perahu nelayan.

Israel menambahkan, Hamas sedang memperbaiki unit-unit komandos air dan membentuk pasukan laut khusus yang lebih memiliki kemampuan di banding sebelumnya.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

 

Turki Siap Serang Posisi Milisi komunis PYD di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki belum menyerang kembali  posisi milisi Komunis Partai Uni Demokrat Kurdi Suriah (Syrian Kurdish Democratic Union Party-PYD) dan sayap bersenjatanya, Unit Perlindungan Rakyat (the People's Protection Units-YPG) di Suriah sejak gencatan senjata parsial  dilaksanakan pekan lalu, kata seorang pejabat Turki, Kamis (03/03/2016), lansir World Bulletin.

Sejak pertengahan Februari, artileri howitzer Turki telah ditempatkan di dalam perbatasan berturut-turut pada saat membombardir target PYD dan YPG, di dalam Suriah, yang militer katakan dalam rangka membalas serangan artileri mereka.

Tapi Washington telah mendesak Ankara untuk menghentikan serangan, dengan kekhawatiran meningkatnya pertempuran sampai gencatan senjata.

Sejak itu, tidak ada laporan bahwa Turki menembaki PYD, yang oleh Ankara katakana sebagai cabang milisi komunis Partai Pekerja Kurdistan Suriah (PKK) yang dilarang.

"Kami tidak menargetkan PYD sejak penghentian permusuhan," kata pejabat itu, yang meminta tidak disebutkan namanya.

Gencatan senjata parsial bentukan AS-Rusia, yang mulai berlaku pada Jumat tengah malam (22.00 GMT), tidak berlaku untuk seluruh afiliasi Al-Qaeda di Suriah seperti Jabhah Nusrah dan sekutunya, serta kelompok Islamic State (IS).

Pejabat itu menekankan bahwa Turki "ingin agar gencatan senjata ini berjalan" tapi "cemas" akan adanya pelanggaran oleh rezim Nushairiyah Bashar al-Assad dan sekutu Rusia-nya.

Isu Kurdi Suriah telah menyebabkan keretakan yang jarang terjadi antara Ankara dan Washington, yang menganggap milisi Komunis YPG sebagai kekuatan tempur paling efektif di lapangan dan menolak tekanan Turki untuk mengklasifikasikan kelompok tersebut sebagai organisasi teroris.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Jubir Hamas: Setelah Ini Pemukim Zionis akan Menerima Serangan yang Menakutkan

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Juru bicara Hamas, Husam Badran mengatakan, berulangnya penyerangan yang dilakukan pemuda Palestina terhadap permukiman Israel di Tepi Barat mengisyaratkan tahap berikutnya akan sangat menakutkan bagi mereka, lansir Infopalestina, Kamis (03/03/2016).

Badran memuji sejumlah operasi ganda yang dilakukan dua pemuda Palestina sore kemarin di gerbang permukiman harbarokha dekat bukit Jarzem, sebelah selatan Nablus yang melukai dua serdadu Zionis. Keduanya berhasil melarikan diri pasca serangan tersebut. Badran juga mengucapkan selama atas operasi penembakan yang dialkukan sejumlah pejuang Palestina malam hari kemarin di dekat permukiman Rahalem, selatan Nablus yang melukai seorang tentara Israel.

Pejabat Hamas ini menegaskan, sejumlah operasi penyerangan tersebut, muncul sehari setelah operasi penyerbuan ke permukiman Aliyah Israel yang dilakukan dua syuhada, Labib azam dan Muhammad Zaglun. Aksi tersebut membuat seluruh warga permukiman di Tepi Barat ketar ketir, walau mendapat penjagaan ketat dari keamanan.

Ia menambahkan, para pemuda Palestina sudah sangat paham, permukiman Zionis di Tepi Barat telah melukai dan menghabisi wilayah mereka. Tentu perlawanan ini tidak akan pernah berhenti akan terus berulang.

Pada hari-hari berikutnya, permukiman yahudi Israel akan mendapat kejutan demi kejutan atas serangkaian serangan para pemuda Palestina yang tak diperkirakan sebelumnya.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

PBB: Gencatan Senjata Suriah yang Rapuh tetap Berlangsung di Tengah Pertempuran

SURIAH (Jurnalislam.com) – PBB mengatakan gencatan senjata bersyarat yang dimulai di Suriah pada hari Sabtu lalu (27/02/2016) telah membuat "kemajuan yang signifikan", meskipun berlangsung pertempuran di beberapa kota dan daerah, saat Inggris dan Perancis menyerukan Rusia dan rezim Suriah untuk menghentikan serangan mereka terhadap kelompok oposisi moderat, lansir Aljazeera Kamis (03/03/2016).

Setelah pertemuan puncak Perancis-Inggris, pada hari Kamis, Presiden Prancis Francois Hollande dan Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan keprihatinan mereka bahwa pasukan oposisi moderat terus menjadi sasaran di Suriah.

"Kami meminta semua pihak yang melakukan pelanggaran HAM, termasuk Rusia dan rezim Suriah, untuk segera mengakhiri serangan terhadap kelompok oposisi moderat," kata mereka dalam pernyataan bersama.

Pertemuan itu terjadi satu hari sebelum Hollande dan Cameron, bersama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, dijadwalkan bertemu untuk membahas gencatan senjata dalam sebuah conference call dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Besok adalah kesempatan bagi para pemimpin Inggris, Perancis dan Jerman untuk bersama-sama … dan menegaskan kepada Presiden Putin bahwa kita memerlukan gencatan senjata ini untuk bertahan, menjadi salah satu yang abadi dan membuka jalan bagi transisi politik yang nyata," kata juru bicara Cameron kepada wartawan.

Gencatan senjata parsial antara pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad dan pejuang oposisi moderat mulai berlangsung hampir sepekan. Tapi seluruh afiliasi Al Qaeda, Jabhah Nusrah dan sekutunya  tidak termasuk dalam gencatan senjata.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Menteri Dalam Negeri Negara-negara Arab Kutuk Teroris Syiah Hizbullah

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Menteri Dalam Negeri beberapa negara Arab pada hari Rabu (02/03/2016) mengutuk dan menyesalkan "praktik dan tindakan ekstrim kelompok teroris Hizbullah untuk mengacaukan keamanan dan perdamaian di beberapa negara Arab."

Seperti yang dilansir Al Arabiya News Channel, Kamis (03/03/2016) laporan tersebut mengikuti "Deklarasi Tunis" yang dikeluarkan pada akhir sesi ke-33 Dewan Uni Menteri Dalam Negeri di ibukota Tunisia.

Deklarasi tersebut menegaskan kembali kecaman terhadap "terorisme bentuk atau sumbernya dan semua tindakan terorisme, termasuk yang diarahkan terhadap etnis dan sektarian minoritas." Deklarasi ini juga mengecam tindakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstremis dan milisi sektarian.

Negara-negara Teluk, pada hari Rabu menyatakan Syiah Hizbullah Libanon seorang kelompok "teroris", dalam langkah pertempuran terbaru melawan organisasi Syiah yang mendukung rezim Nushairiyah Assad.

Enam anggota Gulf Cooperation Council mengambil tindakan terhadap anggota Syiah Hizbullah karena "tindakan bermusuhan dari milisi yang merekrut orang-orang muda (dari Teluk) untuk aksi teroris," kata Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif al-Zayani dalam sebuah pernyataan.

Negara-negara Teluk telah mengambil serangkaian tindakan terhadap Syiah Hizbullah sejak Arab Saudi bulan lalu menghentikan program pendanaan perlengkapan militer Prancis ke Beirut senilai $ 3.000.000.000.

Syiah Hizbullah didukung oleh Republik Syiah Iran, yang hubungannya dengan Arab Saudi telah memburuk tahun ini. Keduanya di sisi yang berlawanan dalam perang di Suriah dan Yaman.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Keluarga Akui Jenazah Korban Baku Tembak di Poso Pesisir adalah Anaknya

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Keluarga Fonda Amar Solihin alias Dodo mengakui foto jenazah dengan luka di kepala yang tersebar di dunia maya adalah anaknya. Fonda adalah korban meninggal akibat baku tembak antara aparat gabungan TNI Polri dengan kelompok bersenjata yang diduga Mujahidin Indonesia Timur di di Desa Sanginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan pada Senin (29/2/2016) lalu.

Pengakuan tersebut di sampaikan oleh Eko, juru bicara keluarga Fonda saat mendampingi Ibu kandung Fonda Umi Widayati melihat jenazah anaknya di RS Bhayangkara Palu, Kamis (03/03/2016) sore.

Eko menceritakan kondisi jenazah Fonda yang berkeringat di dahi dan ada darah di hidung serta mengacungkan telunjuk.

“Ada luka yang sudah dijahit di bagian dada sebelah kiri dan sebelah kanan,” kata Eko seperti dikutip dari pers rilis Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono, sore ini.

Endro mengatakan, keluarga Fonda tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 15.00 WITA kemudian menjalani tes DNA, pemeriksaan dokumen dan melihat langsung jenazah.

“Fonda tercatat sebagai warga Brengosan Purwosari Lawiyan Solo lahir 12 Mei 1994,” kata Endro.

Hingga berita ini diturunkan keluarga Fonda masih di RS Bhayangkara didampingi dari TPM Poso Ali Akbar, SH dan Harun, SH.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Jenderal NATO: Rusia dan Rezim Assad Gunakan Pengungsi Sebagai “Senjata”

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jenderal Top NATO Philip Breedlove memperingatkan anggota parlemen AS hari Selasa (01/03/2016) bahwa Rusia membantu rezim Bashar al-Assad mengubah krisis pengungsi menjadi "senjata" melawan Barat, lansir World Bulletin, Rabu (02/03/2016).

Komandan sekutu aliansi militer di Eropa beranggotakan 28 negara tersebut mengatakan arus besar pengungsi dari Suriah yang dilanda perang memiliki efek destabilisasi di negara-negara Eropa yang mereka pilih sebagai tempat perlindungan, sehingga memberi keuntungan bagi Moskow.

"Rusia dan rezim Assad bersama-sama sengaja menciptakan migrasi sebagai senjata untuk mengalahkan struktur Eropa dan menghancurkan tekad Eropa," kata Breedlove di depan Komite Senat Angkatan Bersenjata (the Senate Armed Services Committee).

Berbicara tentang serangan udara Rusia enam bulan dalam mendukung Assad, dan penggunaan bom barel oleh pasukan Syiah Nushairiyah Assad di wilayah sipil, Breedlove mengatakan Moskow dan Damaskus dengan sengaja memicu perpindahan massal rakyat Suriah.

"Senjata sembarangan yang digunakan oleh Bashar al-Assad dan penggunaan senjata non-presisi oleh pasukan Rusia… Saya tidak dapat menemukan alasan lain bagi mereka selain menciptakan perpindahan pengungsi rakyat Suriah dan membuat mereka menjadi masalah bagi orang lain," kata Breedlove.

Yang menambah rumit krisis pengungsi, ia menambahkan, adalah bahwa semakin banyak orang asing yang berjuang di Suriah dan kembali ke negara mereka lagi, membawa keterampilan medan perang dan kadang-kadang ideologi jihad.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam