Berita Terkini

FOKUS : Pemkab Bondowoso Harus Buat Regulasi Larang Kegiatan Aliran Sesat

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Ketua Forum Komunikasi Ulama Sunni (FOKUS) Kabupaten Bondowoso, KH Muhammad Hasan Abdul Muiz mendesak pemerintah daerah untuk membuat kebijakan tentang larangan terhadap aliran sesat yang merusak aqidah Islam.

“Kita minta kepada Bupati Amin Said Husni untuk membuat regulasi larangan masuknya ajaran sesat yang mengaku islam namun menghina Islam. Kita akan mendesak Bupati untuk menutup atau membubarkan aliran sesat yang tumbuh dan berkembang di Bondowoso, tentunya dengan langkah-langkah santun dan sesuai regulasi, dan pastinya tindakan-tindakan kita sesuai dengan Ahlusunnah Waljamaah,” kata KH Muhammad Hasan yang juga  Pengasuh Pondok Pesantren Sayyid MuhammadAlwi Al-Maliki, Koncer, Bondowoso saat ditemui di kediamannya, Senin (9/4/2016).

Sebagimana dilansir rri.co.id, ia mengemukakan, upaya yang dilakukan FOKUS tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 56/2012 tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur yang di dalam pasal 4 menyebutkan, setiap kegiatan keagamaan dilarang berisi hasutan, penodaan, penghinaan dan atau penafsiran yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama yang dianut di Indonesia, sehingga dapat menimbulkan gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

“Di Bondowoso sudah ada kelompok yang mengaku islam tetapi ajarannya menghina Islam, saya tidak mau menyebut nama kelompoknya, yang pasti mereka mencaci sahabat Rasulullah, menghalalkan nikah mut’ah, mengatakan Al Quran banyak yang dikurangi dan menyatakan Indonesia bahkan seluruh negara harus berlandaskan Imamah, itu yang kita tentang, apapun nama ajarannya,” tegasnya.

Selain Peraturan Gubernur, Keputusan Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah menyatakan bahwa aliran Islam yang ajarannya mencaci sahabat Rasulullah adalah sesat. Sebab di Indonesia mengakui Khulafaur Rasyidin, yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib.

Selain berupaya mendesak pemerintah daerah, FOKUS juga menguatkan aqidah kepada masyarakat utamanya yang sudah terjangkit ajaran sesat dengan memberikan pencerahan tentang ajaran Islam yang benar.

FOKUS terdiri dari 35 Pengasuh Pondok Pesantren yang ada di Bondowoso, Himpunan Alumni Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, Ikatan Santri Alumni Sukorejo, Ikatan Alumni Santri Sarang, Ikatan Alumni Santri Sidogiri, Ikatan Alumni dan Santri Zainul Hasan Genggong, dan beberapa Organisasi Masyarakat Islam. “FOKUS ini sebagai pembenteng umat dari aliran sesat,” pungkasnya.

Reporter: Tyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Komunitas Peruqyah Syar’iyah Gelar Pelatihan Ruqyah Mandiri di Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Komunitas Peruqiyah Syar’iyah (KPS) menggelar kegiatan pengobatan dan pelatihan ruqiyah mandiri di masjid Baitul Makmur, Jalan Seroja, Kelurahan Na’e, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima, Ahad (8/5/2016).

Ketua panitia, Abdurrahman mengatakan, tujuan kegiatan itu dalam rangka memperkenalkan tehnik pengobatan ruqyah yang merupakan Sunnah Rasulullah SAW.

“Pengobatan dengan metode ruqiyah ini adalah tekhnik pengobatan yang  merupakan sunnah Rasulullah, maka kami ingin menghidupkan sunnah itu serta menjelaskan kepada ummat bahwa inilah metode pengobatan yang benar,” katanya.

Pengobatan ruqyah, lanjut Abdurrahman, salah satu manfaatnya adalah menjadikan umat Islam yang sedang sakit untuk senantiasai mengingat Allah SWT dan beristigfar.

Abdurrahman berharap, masyarakat bisa selalu istiqomah dan menyadari bahwa penyakit itu datangnya dari Allah dan hanya bisa disembuhkan dengan ayat-ayat Allah.

“Kedepan kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan supaya masyarakat yang mengalami sakit bisa langsung mengenal dan melakukan pengobatan yang syar’i dan juga bisa melakukannya secara mandiri,” pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Penggalangan Dana untuk Aleppo Juga Dilakukan Pelajar dan Mahasiswa Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Puluhan pelajar dan mahasiswa Tasikmalaya menggelar aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk Aleppo, Suriah di gelaran Car Free Day (CFD) Jl. KHZ Musthofa, Kota Tasikmalaya, Ahad (8/5/2016).

Mereka berasal dari berbagai organisasi, diantaranya Forum Mahasiswa Islam (FORMASALAM), Lembaga Dakwah Kampus Unsil (LDK KISI UNSIL), Dompet Peduli Umat Daarut Tauhid (DPU DT), Forum Rohis Tasikmalaya (FRT), Ikatan Pelajar Muslim Tasikmalaya (IPMT) dan Muslim Designer Community (MDC) Chapter Tasikmalaya-Ciamis.

Korlap Aksi Feisal Kartapermana, mengatakan dalam orasinya, “Konflik Aleppo sudah semestinya menjadi pemantik perlawanan kita sebagai umat Islam di Indonesia.”

Pria yang karid disapa Kang Isal itu juga mengungkapkan sejarah kemerdekaan Indonesia yang tak lepas dari dukungan umat Islam di Timu Tengah.

“Secara historis Timur Tengah pada puluhan tahun yang lalu ketika Indonesia mengalami penjajahan melakukan pembelaan mendorong dan membantu serta mengkonsolidasikan Indonesia ke belahan dunia untuk segera mendapatkan kemerdekaannya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengutuk keras tindakan rezim Syiah Bashar Asaad dan sekutunya terhadap kaum Muslimin di Suriah.

“Kami mengecam dan mengutuk prilaku yang dilakukan oleh rezim Bashar Ashad beserta sekutunya yaitu barat dan konmunis. Hal ini pun harus diikuti oleh umat Islam di Indonesia hari ini, sebagai bentuk sumbangsihnya kepedulian kita kepada sesama umat muslim” tegasnya yang juga sebagai juru bicara Formassalam itu.

Aksi juga dihiasi dengan aksi teatrikal dari santri ponpes Tahfidz Qur’an Da’arul Ilmi Cendekia Tasikmalaya. Kemudian dilanjutkan dengan long march dan penggalangan dana. Aksi diakhiri dengan do’a bersama.

Reporter: Habeqi | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Me-DAN Nusa Tenggara Galang Dana untuk Muslimin Aleppo

BIMA (Jurnalislam.com) – Puluhan orang dari tim Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) Wilayah Nusa Tenggara (Nusra) dan Jamaah Ansharusy Syariah Bima beserta santri pondok pesantren Al-Madinah melakukan aksi solidaritas untuk Aleppo dan penggalangan dana, Ahad (8/5/2016).

Mereka melakukan longmarch di Kecamatan Bolo dan Madapangga sembari membentangkan spanduk serta membagikan foto korban pembantaian Aleppo.

“Me-Dan dengan misinya menjalin ukhuwah dan peduli sesama akan terus berupaya untuk peduli terhadap kondisi kemanusiaan yang terjadi saat ini. Maka sebagai bentuk kepedulian itulah kami turun untuk melakukan aksi solidaritas dan penggalangan dana ini,” ujar Suherman, koordinator Me-Dan Nusra.

Selain itu, Herman juga mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk selalu mendoakan saudara-saudara sesama muslim di Aleppo yang saat ini sedang dibantai oleh koalisi Syiah dan komunis.

Herman menuturkan, Me-Dan juga akan tetap berkoordinasi dengan ormas-ormas Islam untuk menyampaikan informasi tentang penderitaan umat Islam di Suriah serta terus berupaya untuk melakukan penggalangan dana untuk membantu mereka.

“Kedepan Me-Dan sebagai forum resmi juga akan terus berbenah dan bekerja professional dan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk umat pada hari ini,” ujarnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Pemukim Ekstrimis Yahudi dan Tentara Israel Gelar Ritual Talmud di Dekat Masjid Al Aqsha

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Puluhan pemukim zionis Yahudi pada hari Senin mengambil alih sebuah gedung di lingkungan Al-Sadia di Kota Tua Yerusalem, kata saksi mata.

"Sekitar 45 pemukim Yahudi, yang didukung oleh pasukan polisi dan tentara Israel, menyerbu gedung pada Senin pagi dan mulai melakukan ritual Talmud," Fakhri Abu Diab, seorang aktivis Palestina lokal, mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin (09/05/2016).

"Bangunan tiga lantai, yang dimiliki oleh warga Palestina tersebut terletak hanya 300 meter dari Masjid Al-Aqsha," katanya.

Pasukan penjajah Israel telah mengepung daerah tersebut dan mencegah warga Arab dari lingkungan sekitar  memasuki gedung.

Israel menduduki Yerusalem Timur pada Perang Timur Tengah 1967. Mereka secara sepihak mencaplok kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Palestina mengutuk Israel melancarkan kampanye agresif untuk "Yahudisasi" Yerusalem (Al-Quds) dengan tujuan menghilangkan identitas Arab dan Islam dan akhirnya mengusir penduduk Palestina.

Dalam perkembangan terkait, sejumlah ekstremis pemukim Yahudi memaksa masuk ke flashpoint kompleks Masjid al-Aqsha Yerusalem Timur pada hari Senin dan Ahad, di mana mereka juga berusaha melakukan ritual Yahudi, menurut seorang pejabat Palestina lokal.

"Selama 24 jam terakhir, sekitar 120 pemukim – di bawah perlindungan polisi Israel – telah memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha melalui gerbang Al-Mugharbah," Sheikh Azzam al-Khatib, direktur jenderal urusan Al-Aqsha, mengatakan kepada Anadolu Agency.

"Mereka melakukan tur halaman Masjid dan mencoba melakukan ritual Talmud dekat Kubah Batu," katanya. "Tapi jamaah Palestina dan penjaga menghentikan mereka melakukan ritual tersebut."

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi merujuk daerah tersebut sebagai "Temple Mount," mengklaim bahwa itu adalah situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Beberapa kelompok Yahudi ekstremis telah menyerukan pembongkaran Masjid Al-Aqsha sehingga kuil Yahudi dapat dibangun di tempatnya.

Unit Studi dan dokumentasi terhadap komite tahanan dan mantan tahanan di Jalur Gaza mengungkapkan bahwa pasukan penjajah yahudi Israel (the Israeli Occupation Forces-IOF) telah  menangkap 5.677 warga Palestina sejak 1 Oktober 2015 hingga akhir April tahun ini, lansir Palestine News Network, Senin.

Abdunnaser Farwana, kepala unit, mengatakan bahwa penangkapan oleh pasukan penjajah Israel termasuk pria dan wanita dari berbagai usia termasuk 3.508 kasus di Tepi Barat, 1.872 di wilayah Pendudukan Yerusalem, 169 di Pendudukan Palestina 1948 dan 128 di Jalur Gaza. Farwana menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberikan perlindungan internasional bagi para tawanan Palestina dan untuk mengakhiri penangkapan harian militer Israel dan praktik agresif terhadap para tahanan, yang bertentangan dengan hukum internasional.

 

Deddy | Anadolu Agency | PNN | Jurnalislam

2 Pos Militer di Taywara Diserang Sniper Taliban, 16 Pasukan Arbaki Tewas

GHOR (Jurnalislam.com) – 2 pos militer musuh yang terletak berdekatan dengan pusat kabupaten Taywara diserbu oleh Mujahidin Imarah Islam dalam serangan bersenjata di tengah operasi tahunan 'Omari' yang sedang berlangsung malam Senin, Al Emarah News melaporkan, Senin (09/05/2016).

Para pejabat mengatakan bahwa 16 pasukan bayaran (Arbaki) ditembak mati oleh penembak jitu (Sniper), dan tembakan mortir yang intens namun jumlah korban yang tepat dalam serangan mortir belum diketahui.

Laporan juga datang dari distrik Herat, pasukan bayaran yang berkumpul di dalam pos sebelum bergerak keluar untuk operasi di daerah Old Bazaar kabupaten Kushki Kohna menjadi sasaran rentetan mortir pada Senin pagi pukul 08.00. Delapan pasukan bayaran tewas dan 5 luka-luka, menurut saksi dan informasi.

Mujahidin sekali lagi menyerang pasukan yang berkumpul di padang pasir pada pukul 10:30, menewaskan 6 orang dan melukai 3 lainnya.

Sementara 3 tentara bayaran lain juga tewas dalam serangan mendadak saat berolahraga sekitar pukul 03:00 sore hari.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Turki: Sejak Januari 2016, 199 Tersangka IS Telah Ditangkap

MALATYA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 199 tersangka IS (Islamic State) telah ditangkap dalam operasi Militer di Turki sejak awal tahun ini, sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin (09/05/2016).

Menurut sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara dengan media, sejumlah besar senjata dan amunisi serta dokumen milik organisasi juga telah disita selama operasi.

Dari 863 tersangka yang dibawa ke tahanan sejak 2016, 199 ditangkap, sumber menambahkan.
Sejauh ini, pasukan IS yang dilumpuhkan berjumlah 1.172, termasuk 807 di Suriah dan 365 di Irak utara.

Di perbatasan Suriah saja, 388 pasukan IS dan 82 milisi komunis PYD/PKK telah ditangkap tahun ini.

Militer Turki juga memukul 2.144 posisi IS antara 1 Mei dan 5 Mei tahun ini sesuai dengan aturan keterlibatan.

Turki juga telah menyerang posisi IS dalam menanggapi serangan roket IS ke wilayah mereka.

Kota dan provinsi Turki telah berulang kali terkena roket dari seberang perbatasan sejak pertengahan Januari tahun ini. Di provinsi Kilis saja, gubernur setempat mengatakan 20 orang tewas dan hampir 70 lainnya luka-luka akibat serangan roket IS dari Suriah.

Pada tanggal 2 Mei, pasukan Turki membalas dan memukul lokasi meriam dan amunisi IS di daerah Suran, Arshak, Ikdakh dan Ihtimalat di sisi perbatasan Suriah, menewaskan 64 milisi IS.

Pada 12 Januari, IS melakukan serangan bom di distrik Sultanahmet Istanbul yang menewaskan 12 turis Jerman dan melukai 13 lainnya.

Pada hari Sabtu, jet Turki mencapai empat posisi IS di Irak utara, menyusul insiden proyektil liar yang menewaskan seorang tentara Turki dan melukai beberapa orang lainnya di sebuah pangkalan militer Turki yang terletak di wilayah tersebut.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Iran Tes Berbagai Jenis Rudal Balistik Baru dengan Jangkauan 2.000 Km

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Republik Syiah Iran telah melakukan uji tembak rudal balistik kelas baru dengan jangkauan 2.000 kilometer, sumber Iran melaporkan pada hari Senin (09/05/2016).

"Kami menguji-menembakkan rudal dua minggu yang lalu," kantor berita Iran mengatakan mengutip Brigadir Jenderal Ali Abdollahi, lansir World Bulletin, Senin.

Rudal jenis baru tersebut, ia menambahkan, "memiliki jangkauan 2.000 kilometer dan margin kesalahan delapan meter."

Abdollahi tidak memberikan informasi apapun ke mana rudal itu diuji atau tentang apa jenis bahan bakar yang diperlukan.

AS menganggap pengujian rudal balistik Iran sebagai pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 (2015), yang menyerukan Iran menahan diri untuk terlibat dalam kegiatan yang terkait dengan rudal yang mampu membawa muatan nuklir.

Teheran mengatakan tes tersebut tidak melanggar resolusi.

Pada bulan Maret, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi keuangan pada dua kelompok yang mengklaim terlibat dalam program rudal balistik Iran.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pentagon Klaim Komandan IS Provinsi Anbar Tewas dalam Serangan Udara

IRAK (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan udara koalisi pimpinan AS membunuh seorang pemimpin IS terkemuka di provinsi Anbar, Irak barat, kata Pentagon, Senin (09/05/2016).

Juru bicara Pentagon Peter Cook mengatakan serangan 6 Mei di dekat kota Rutba – di gurun Anbar – menargetkan Abu Wahib, "amir militer" IS untuk provinsi barat yang luas, AFP melaporkan, Senin.

Wahib adalah "mantan anggota Al-Qaeda di Irak yang pernah muncul dalam video eksekusi IS," kata Cook.

"Kami melihat dia sebagai pemimpin yang signifikan dalam kepemimpinan IS secara keseluruhan, bukan hanya di Provinsi Anbar," tambahnya.

Mereka diserang ketika dalam perjalanan oleh serangan udara. Cook tidak memberikan rincian tambahan dan tidak menentukan apakah serangan dilakukan oleh pesawat perang atau pesawat tanpa awak.

Terbunuhnya Wahib adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan terhadap pemimpin IS senior Irak dan Suriah, oleh serangan udara yang dipimpin AS sejak Agustus 2014.

 

Deddy | AFP | Jurnalislam

 

Jet Tempur Nushairiyah Assad Membom Pemukiman Warga di Idlib, 3 Tewas dan 15 Terluka

IDLIB (Jurnalislam.com) – Tiga orang tewas akibat serangan udara yang dilakukan oleh rezim Nushairiyah Assad di dua kabupaten terpisah di provinsi Idlib di barat laut Suriah, sumber-sumber lokal melaporkan pada hari Senin (09/05/2016), lansir World Bulletin.

Menurut pejabat pertahanan sipil setempat, pesawat-pesawat tempur rezim Suriah menargetkan daerah perumahan di kota Maaret al-Numan dan kota Binnish di pedesaan Idlib, menewaskan sedikitnya tiga orang dan 15 lainnya terluka.

Firas Faham, seorang aktivis berbasis di daerah yang ditargetkan, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serangan udara pada hari Senin tersebut menyebabkan kerusakan yang cukup besar dan juga merusak museum lokal.

Pekan lalu, pesawat-pesawat tempur rezim Syiah Assad juga menyerang sebuah kamp pengungsi dekat kota Sarmada, Idlib, menewaskan sedikitnya 27 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam