Berita Terkini

Kecam Pembantaian di Aleppo, Ansharusyariah Jakarta Demo Depan Kedubes Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan massa Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta menggelar aksi solidaritas bertajuk #SaveAleppo di depan Kedubes Suriah, Karang Asem, Kuningan, Jakarta, siang ini, Senin (9/5/2016).

Ansharusyariah mengutuk pembantaian yang dilakukan rezim Bashar Assad terhadap umat Islam di Aleppo, Suriah yang mengakibatkan ratusan warga sipil terbunuh termasuk wanita dan anak-anak.

"Kami menyerukan agar Assad dan sekutunya menghentikan aksi militernya kepada rakyat Suriah," tegas korlap aksi, Muntaha.

Ansharusyariah juga mendesak rezim Assad untuk mundur dari kekuasaannya dan menyerahkan kekuasaan kepada umat Islam. Muntaha menilai, kekuasaan Assad hanya merugikan rakyat Suriah.

"Assad harus menghentikan segala propaganda perang terhadap kelompok yang mereka stigma sebagai teroris. Namun, kenyataannya target serangan adalah wanita dan anak-anak," ungkap Muntaha.

Selain itu, Muntaha mengajak seluruh elemen umat Islam di Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menyuarakan kondisi umat Islam di Suriah yang sedang dibantai oleh koalisi Syiah dan Komunis.

"Mengingatkan kepada umat Islam Indonesia akan bahaya koalisi komunis dan Syiah yang berbahaya bagi ahlus sunnah baik di luar atau di Nusantara," tegas Muntaha.

Dalam aksinya, massa Ansharusyariah membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan solidaritas kepada umat Islam Suriah dan kecaman terhadap rezim Assad. Di antaranya tertulis " Darahmu Darah Kami, Lukamu Luka Kami, Nyawamu Nyawa Kami," #SaveAleppo, #AleppoIsBurning, Bashar Assad The Real Terrorist, Hassan Rouhani The Real Terrorist,  Putin The Real Terrorist.

Sebelumnya massa Ansharusyariah melakukan long march di Segitiga Kuningan dan sempat berdemonstrasi di depan Kedubes Republik Rakyat China (RRC), salah satu sekutu Bashar Assad.

Sampai berita ini diturunkan, aksi #SaveAleppo masih berlangsung di depan Kedubes Suriah. Massa aksi dari sejumlah elemen Mahasiwa juga terus berdatangan.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

KH Aceng Zakaria: “Jangan Kamu Cenderung Kepada Orang Kafir Nanti Akan Disentuh Oleh Api Neraka

SERANG (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Persis KH. Aceng Zakaria angkat bicara terkait slogan ‘pemimpin kafir yang jujur lebih baik daripada pemimpin muslim yang dzalim’. Ia menilai, umat Islam harus berpihak kepada Islam karena Islam mempunyai akidah al walla (loyalitas) dan al barro (berlepas diri).

Baca juga: ‘Pemimpin Kafir Tapi Jujur Lebih Baik dari Muslim Tapi Dzalim’ adalah Slogan Syiah

“Tentunya Islam itu punya akidah mulia yakni wala’ dan baro’ untuk menentukan keberpihakan seorang muslim, kemana musti berpihak. Pasti setiap muslim ada keberpihakan, berpihak kepada muslim atau kafir,” ungkapnya saat ditemui Jurnalislam di Masjid Al Manar Kebaharan, Serang, Sabtu (7/5/2016).

“Masa seorang muslim memberikan kesempatan dan peluang kepada orang kafir yang jelas-jelas memusuhi Islam dan merugikan Islam,” sambungnya.

Menanggapi kampanye pimpinan partai Perindo, Hary Tanoe di sejumlah pondok pesantren, Kiayi Aceng terenyuh, menurutnya tidak pantas pondok pesantren dimanfaatkan untuk hal seperti itu.

“Saya sangat prihatin kok bisa pesantren bisa diperdayakan seperti itu,” kata ulama asal Garut itu.

Kiayi Aceng menegaskan, seorang muslim apalagi ulama harus memiliki tegas dalam bersikap, terlebih masalah kepemimpinan.

“Harus jelas sikap seorang muslim itu seperti apa, apalagi seorang ulama, ini ulamanya sendiri yang merekomendasikan, saya prihatin melihatnya,” tuturnya.

Ia mengutip salah ayat dalam Al Qur’an, “Jangan kamu cenderung kepada orang kafir nanti akan disentuh oleh api neraka,” serta mengutip ungkapan pepatah arab “Jika kau melihat gigi singa terbuka, itu bukan mengajak senyum suatu saat akan menerkam,” pungkasnya.

Reporter : Muhammad Fajar  | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Formassalam Malang Gelar Aksi Peduli Aleppo di CFD

MALANG (Jurnalislam.com) – Forum Mahasiswa Islam (FORMASALAM) Malang menggelar aksi solidaritas dengan tema “#SaveSyiria dan #SaveAllepo” di Car Free Day Jalan Ijen Kota Malang, Minggu (8/5/2016) pagi. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sesama muslim terkait peristiwa pembantaian Kaum Muslimin di Allepo oleh rezim Bashar Asaad.

“Meskipun tempatnya jauh itu bukanlah alasan, karena sesama muslim adalah saudara bagaikan satu tubuh. Jika mereka terluka maka kita juga terluka, jika mereka menangis kita juga ikut menangis,” kata Sekretaris FORMASALAM Malang, Masyhadi.

Selanjutnya, Masyhadi menjelaskan, masyarakat kebanyakan mengetahui peristiwa pembantaian di Allepo tidak melalui pemberitaan media mainstream akan tetapi dari media sosial.

“Sebagian banyak masyarakat umum masih belum tahu tentang kejadian di Allepo, namun sebagian orang juga telah ada yang tahu dari media sosial,” lanjut Mahasiswa Universitas Negeri Malang itu.

Aksi solidaritas ini merupakan gabungan kerjasama antara FORMASALAM dan tim Medis Dan Kemanusiaan (Me-DAN) sebagai pihak yang akan menyalurkan langsung donasi yang dikumpulkan dari aksi solidaritas tersebut. Selain penggalangan dana, FORMASALAM juga membagikan selembaran atau buletin terkait kondisi sebenarnya yang terjadi di Allepo.

Kontributor: Fahmi Faisal Malik | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Pesan Audio Terbaru Syeikh Ayman al Zawahiri “Maju Menuju Syam”

opini-pesan-audio-syeikh-ayman-al-zawahiri-go-forth-to-the-levant-120-lJURNALISLAM.COM – Al Qaeda telah merilis pesan audio baru dari Syeikh Ayman al Zawahiri berjudul, “Go Forth to The Levant (Maju Menuju Syam).” Rilisan audio berdurasi pendek hanya lebih dari sepuluh menit. Pesan audio baru tersebut disebarkan melalui media sosial kemarin, Ahad (08/05/2016).

Amir Al Qaeda sekali lagi menegaskan upayanya untuk membangun sebuah Imarah Islam di Suriah. Dan beliau melontarkan pujian pada Jabhah Nusrah, yang secara terbuka menyatakan setia kepadanya.

Syeikh Zawahiri memulai dengan mengatakan bahwa “Syam hari ini adalah harapan umat Muslim [kaum muslim di seluruh dunia],” karena merupakan satu-satunya “revolusi rakyat” sejak “Arab Spring yang mengikuti jalan yang benar,” yang membutuhkan dakwa (proselitisasi) dan jihad untuk mendirikan “khilafah dengan petunjuk kenabian.”

Sepanjang pembicaraannya, Syeikh Zawahiri memperlihatkan perbedaan Imarah Islam yang mereka harapkan akan tegak di Suriah dengan Imarah yang ditegakan oleh “Khawarij,”. Al Qaeda dan faksi-faksi jihadis lainnya menolak proyek Baghdadi, dengan alasan bahwa itu bukan khalifah yang sesuai petunjuk kenabian.

Amir Al Qaeda mengatakan bahwa merupakan “kewajiban” semua Muslim hari ini untuk “membela jihad di Syam melawan” berbagai “konspirasi” yang dipimpin oleh Amerika, Inggris dan Arab Saudi. Kelompok lain berusaha “mendirikan sebuah rezim” berdasarkan Islam, tetapi hanya Islam versi “palsu” karena menyetujui “sekularisme” dan “nasionalisme,” Syeikh Ayman Zawahiri memperingatkan.

Dan pesan terbaru Zawahiri menunjukkan, sekali lagi, bahwa tujuan utama Al Qaeda di Suriah adalah untuk melancarkan perang gerilya sampai rezim Syiah Nushairiyah Bashar al Assad digulingkan. Setelah itu al Qaeda dan cabang-cabang serta afiliasinya dapat membangun imarah Islam di atas jasad Assad.

Syeikh Zawahiri mengatakan bahwa “tugas kita hari ini” adalah berjuang untuk “kesatuan mujahidin” hingga Syam “dibebaskan” dari rezim “Nusayri” dan mitra Syiah mereka lainnya (Syiah Hizbullah Iran dan Libanon), serta “Tentara Salib” Western dan Rusia. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah “entitas” Islam yang dipandu dengan benar.

Pemimpin al Qaeda mendesak para mujahidin untuk bersatu di Suriah, mengatakan bahwa itu adalah masalah “hidup dan mati” bagi mereka.

Mengacu pada laporan bahwa Jabhah Nusrah akan mematahkan bay’ah (kesetiaan) nya dengan Al-Qaeda, Zawahiri bertanya secara retoris apakah ini akan memuaskan para musuh-musuh.

Syeikh Ayman Zawahiri membantah laporan tersebut dan menjelaskan lebih lanjut jika pembatalan bay’ah tersebut terjadi, akan menyebabkan Jabhah Nusrah dipaksa untuk tunduk dengan perjanjian memalukan sebagai bagian dari sikap menyerah kepada pemerintah korup di wilayah tersebut.

Syeikh Zawahiri memperingatkan bahwa ini adalah jalan busuk demokrasi, yang merupakan awal kejatuhan faksi-faksi Islam lainnya, seperti Front Keselamatan Islam di Aljazair dan Ikhwanul Muslimin di Mesir, dan menyebabkan anggota mereka dijebloskan ke penjara.

Syeikh Zawahiri mengatakan dirinya dan al Qaeda menghargai hubungan mereka dengan Jabhah Nusrah yang berharga dan ia memohon kepada Allah untuk meningkatkan ketabahan dalam menghadapi makar musuh-musuhnya.

Beliau kemudian sampai ke inti permasalahan, mengulangi apa yang telah dia dan pasukannya buat di masa lalu: Al Qaeda sedang berjuang untuk menegakkan sebuah imarah Islam berdasarkan versi syariah. Hanya dengan itu misi al Qaeda tercapai.

“Kami telah berulang kali mengatakan kepada rakyat Syam dan terutama kepada mujahidin pemberani dan diberkati, yaitu jika mereka membangun pemerintahan Muslim dan memilih seorang imam, maka apa yang mereka pilih adalah apa yang kita pilih,” Syeikh Zawahiri mengatakan, menurut terjemahan yang diperoleh oleh The Long War Journal. Dia berpendapat bahwa pasukan al Qaeda bukanlah “pejuang kekuasaan” yang ingin menguasai orang lain, tetapi “pejuang hukum syariah” yang ingin “memerintah Muslim” di bawah Dien Islam.

Syeikh Zawahiri menyerukan kepada mujahidin untuk bersatu di Syam, sehingga mereka dapat “membangun pemerintahan mujahid Islam yang mendapat petunjuk.” Keadaan seperti itu pada akhirnya akan mengarah ke “kembalinya kekhalifahan” menurut “manhaj kenabian.”

Organisasi “afiliasi” tidak akan “menjadi hambatan” untuk mencapai tujuan ini, Syeikh Zawahiri menegaskan, karena al Qaeda merupakan bagian dari “umat” dan “bukan bagian dari penguasa.” Dia mengambil contoh lain di Negara Islam, mengatakan al Qaeda tidak memerlukan bay’ah kepada “orang tak dikenal” atau “Khalifah dadakan,” yang berarti Baghdadi.

“Kami di al Qaeda tidak menerima janji kesetiaan kecuali yang diberikan dengan senang hati (kerelaan), dan juga tidak memaksa pada siapa pun,” kata Zawahiri, menurut terjemahan yang diperoleh oleh The Long War Journal. Dia menunjukkan perbedaan langsung ke “neo-Khawarij” di Islamic State, yang mengancam untuk membunuh orang jika mereka tidak menyatakan janji setia mereka.

Penjelasan Syeikh Zawahiri mengenai tujuan al Qaeda dan hubungannya dengan Jabhah Nusrah sepenuhnya konsisten dengan yang dikatakan para pemimpin al Qaeda di masa lalu.

Dalam sebuah wawancara televisi pada bulan Desember, misalnya, amir Jabhah Nusrah Syeikh Abu Muhammad al Jaulani menjelaskan bahwa kelompoknya akan berhenti menjadi al Qaeda hanya ketika mereka meraih kemenangan mutlak. Jika para jihadis menang dan membentuk pemerintahan Islam yang diharapkan, maka tidak akan ada kebutuhan akan adanya al Qaeda. Syeikh Jaulani mengutip perkataan Zawahiri dalam penjelasannya.

“Jika Syam dibebaskan, dan jika umat Islam bersatu dalam pemerintahan Islam yang dipandu, negara Muslim yang dipandu yang memberlakukan syariah Allah Swt, saya akan menjadi prajurit pertama pemerintahan seperti itu, dan saya akan tunduk di bawah yurisdiksinya, “kata Syeikh Zawahiri sebelumnya, menurut Syeikh Jaulani.

“Bahkan Dr Ayman al Zawahiri akan menjadi prajurit yang melayani di bawah komando pemerintah seperti itu yang memaksa semua petunjuknya berasal dari Islam,” kata Syeikh Jaulani. Dan jihadis Jabhah Nusrah ini akan menjadi prajurit pertama yang bekerja di bawah komando pemerintahan seperti itu juga.

Beberapa pendapat yang mengklaim bahwa kata-kata Syeikh Zawahiri menyiratkan perpecahan antara Jabhah Nusrah dan kepemimpinan senior al Qaeda. Tapi pesan terbarunya, dan penjelasan Syeikh Jaulani diatas ternyata tidak mendukung interpretasi seperti itu.

Buka link audio disini: https://m.youtube.com/watch?v=dHJ_PvUAgMk

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

2 Tentara NATO Tewas dalam Serangan Insider di Kandahar

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya dua tentara NATO Rumania tewas dan seorang lainnya terluka hari Ahad (08/05/2016) dalam sebuah serangan insider atau "green-on-blue attack", di mana tentara Afghanistan mengaktifkan senjata mereka ke arah pasukan koalisi. Pasukan Rumania disergap di sebuah pangkalan di Kandahar tempat mereka melatih pasukan Afghanistan. Serangan itu adalah yang pertama dari jenisnya yang tercatat di Afghanistan dalam lebih dari satu tahun, lansir The Long War Journal, Ahad.

Resolute Support, misi NATO di Afghanistan, menegaskan bahwa dua tentara tewas hari ini "ketika dua orang yang mengenakan seragam Pasukan Pertahanan dan Pasukan Nasional Afghanistan (Afghan National Defense and Security Forces-ANDSF) melepaskan tembakan ke arah bangunan ANDSF di Afghanistan Selatan," menurut siaran pers.

Pasukan koalisi "balas menembak dan menewaskan penembak," kata Resolute Support. Misi NATO tersebut tidak mengungkapkan jumlah penyerang yang tewas, afiliasi atau motivasi mereka, lokasi "insiden," atau negara asal tentara yang dibunuh.

"Kami terus melatih, memberikan saran dan membantu ANDSF, dan tidak menganggap kejadian ini mewakili hubungan positif diantara pasukan kami," Resolute Support menyatakan.

Kementerian Luar Negeri Rumania menegaskan dua tentara mereka tewas dan seorang lainnya terluka "menyusul insiden yang terjadi hari ini di dekat kota Kandahar, ketika menjalankan misi untuk melatih pasukan Afghanistan."

Sementara juru bicara Imarah Islam Afghanistan (Taliban) telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang menewaskan empat tentara NATO, menurut juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, Anadolu Agency melansir pernyatan tersebut,Ahad.

Rumania menyediakan 588 dari 12.486 tentara yang beroperasi di bawah Resolute Support, sesuai perintah NATO.

Serangan insider hari ini adalah yang pertama yang tercatat di Afghanistan oleh The Long War Journal dalam lebih dari satu tahun. Serangan terakhir adalah pada tanggal 8 April 2015, ketika seorang tentara Afghanistan menewaskan seorang tentara AS dan melukai dua lainnya dalam serangan di kompleks gubernur di Jalalabad, Nangarhar. Penyerang tewas setelah tentara AS membalas tembakan.

The Long War Journal mencatat 92 serangan insider di Afghanistan sejak 1 Januari 2008; 150 tentara dan personil Koalisi NATO telah tewas dan 187 lainnya terluka dalam serangan tersebut.

 

Deddy | TLWJ | AA | Jurnalislam

Serangan Udara Turki Gempur Bunker dan Gudang Senjata PKK di Irak

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur Turki menghancurkan bunker, meriam, dan gudang amunisi milik teroris komunis PKK di Irak utara Ahad (08/05/2016) pagi.

Seperti yang dilansir World Bulletin, Ahad, dengan kondisi anonimitas karena pembatasan berbicara dengan media, sumber militer mengatakan bahwa pesawat tempur Turki melakukan serangan udara terhadap posisi PKK antara pukul 02:00 dan 04:30 waktu setempat, Ahad, di wilayah Irak utara Qandil, Medina, Zap, dan Gara.

Jet tempur Turki F-16 dan F-4 2020 kembali ke pangkalan setelah membom posisi PKK di wilayah tersebut dan menghancurkan bunker dan gudang senjata.

PKK – terdaftar sebagai organisasi teroris oleh internasional – dilanjutkan kembali perlawanan bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki sejak bulan Juli 2015.

Sejak itu, lebih dari 430 anggota pasukan keamanan, termasuk tentara, polisi, dan penjaga desa, terbunuh, dan lebih dari 3.800 pasukan PKK juga tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Syeikh Raed Shaleh, Pemimpin Gerakan Islam Palestina Kembali Dijebloskan ke Penjara Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Syeikh Raed Shaleh, pemimpin Gerakan Islam di Israel dan ikon perlawanan Palestina, mulai menjalani hukuman penjara sembilan bulan hari Ahad (08/05/2016) setelah sebelumnya dihukum oleh pengadilan Zionis atas tuduhan "penghasutan."

World Bulletin melaporkan, Ahad, Shaleh, bersama puluhan pendukungnya, tiba di Penjara Beersheba Israel selatan pada hari Ahad pagi, tempat ia akan menjalani hukuman.

"Hukuman penjara ini tidak akan menghalangi kita menjaga pertahanan Masjid Al-Aqsha [Yerusalem]," pernyataan Shaleh kepada wartawan sebelum memasuki fasilitas penahanan.

"Kami tidak akan meninggalkan Al-Aqsha dan akan terus berjuang melawan skema pendudukan untuk menghancurkannya (Israel)," tambahnya.

Oktober lalu, sebuah pengadilan distrik Israel menjatuhkan hukuman sebelas bulan di penjara bagi Shaleh dengan tuduhan "mengeluarkan hasutan".

Pada bulan April, Mahkamah Agung Zionis menolak banding yang diajukan oleh pengacara Shaleh tapi meringankan hukumannya menjadi sembilan bulan di balik jeruji besi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

3 Tentara Turki Tewas Dihantam Bom Milisi Kurdi

MARDIN (Jurnalislam.com) – Tiga tentara Turki tewas dalam ledakan bom hari Ahad di tenggara Turki, lokasi serangan militer terhadap milisi Kurdi, kata seorang pejabat militer, lansir Anadolu Agency, Ahad (08/05/2016).

Dua tentara tewas seketika saat perangkat – yang kata pejabat ditanam oleh milisi Komunis  Kurdistan (PKK) – meledak di kota Nusaybin saat tentara mencoba untuk menjinakkannya.

Seorang tentara lain yang juga terluka parah kemudian meninggal karena lukanya di rumah sakit, kata sumber itu kepada AFP.

Militer Turki telah berperang selama berbulan-bulan melawan milisi komunis Kurdi di Nusaybin, dan delapan milisi PKK tewas di sana pada hari Sabtu, menurut pernyataan militer.

Pesawat-pesawat tempur Turki juga memukul pangkalan PKK di Irak utara semalam, menghancurkan bunker dan depot senjata, kata kantor berita Anatolia.

Pertempuran antara pasukan keamanan Turki dan PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Ankara, meletus lagi musim panas lalu setelah runtuhnya gencatan senjata dua tahun.

Sejak itu, ratusan anggota pasukan Turki dan ribuan pemberontak Kurdi tewas.

Puluhan ribu orang telah tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984 menuntut tanah air bagi minoritas terbesar Turki tersebut. Sejak itu, kelompok ini telah memfokuskan kembali tuntutan mereka menuntut hak-hak budaya dan ukuran otonomi.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Mujahidin Pakistan Eksekusi Dalang Penyerangan Masjid Merah Islamabad

KARACHI (Jurnalislam.com) – Taliban telah mengaku bertanggung jawab atas eksekusi tokoh blogger, aktivis hak asasi, yang dikenal sebagai penentang ulama Masjid Merah, Khurram Zaki ditembak mati di kota pelabuhan Pakistan, Karachi Sabtu larut malam, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (08/05/2016).

Qari Saifullah, juru bicara faksi Hakimullah dari koalisi Taliban Pakistan (Tehrik-e-Taliban Pakistan), mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Ahad bahwa Zaki ditargetkan karena mengkritik seorang ulama terkemuka yang terkait dengan Masjid Merah di Islamabad.

Zaki, yang diberondong peluru saat duduk di sebuah kafe pinggir jalan di distrik utara Karachi, baru-baru ini telah memimpin kampanye melawan ulama Masjid Merah Syeikh Maluna Abdul Aziz karena diduga memberi dukungan untuk mujahidin.

Pada tahun 2007, adik Abdul Aziz, Ghazi Abdul Rasheed, bersama dengan ratusan siswa, tewas dalam operasi militer Pakistan yang diperintahkan oleh penguasa militer Jenderal Pervez Musharraf – menggempur Masjid Merah

Pembunuhan Zaki pada Sabtu malam – seperti pembunuhan sejenis baru-baru ini di Bangladesh – (tokoh LGBT) – adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan terhadap blogger sekuler dan aktivis sosial di Pakistan, terutama di Karachi.

Tahun 2013 dan 2015, mujahidin mengeksekusi aktivis sosial terkemuka Sabeen Mehmud dan Perween Rehman.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Angkatan Darat Turki Hancurkan 3 Peluncur Roket IS di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Angkatan Bersenjata Turki menghancurkan tiga peluncur roket dan tiga mobil serta "melumpuhkan" sejumlah 55 pasukan IS (Islamic State) di Suriah utara pada Sabtu malam, menurut sumber-sumber militer. Lansir World Bulletin, Ahad (0805/2016).

Berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara dengan media, sumber mengatakan pada hari Ahad bahwa tentara Turki melihat target IS di utara Aleppo dan menghancurkan target dengan sistem peluncuran roket.

Sumber juga mengatakan bahwa serangan terjadi setelah operasi pengintaian di daerah Baragitah.

Kota dan provinsi Turki telah berulang kali diserang tembakan roket dari seberang perbatasan Suriah sejak pertengahan Januari.

Operasi militer Sabtu tersebut terjadi di pekan yang sama dengan artileri Turki yang mengupas target di Suriah sebagai balasan atas serangan roket lintas perbatasan IS di tenggara kota Kilis.

Turki telah berada di bawah serangan roket tanpa pandang bulu dari negara tetangga Suriah sejak pertengahan Januari. Di provinsi Kilis saja, gubernur setempat telah mengkonfirmasi bahwa total 20 orang telah tewas dan hampir 70 lainnya luka-luka oleh roket yang jatuh di dalam wilayah Turki.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam