Berita Terkini

Zionis Bangun 770 Unit Bangunan Ilegal untuk Penduduk Yahudi di Al Quds

-72593856PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pendudukan Israel di Al-Quds menyebutkan, pihaknya berjanji untuk membuat maket pembangunan permukiman baru bagi penduduk Yahudi dengan membangun 770 unit di wilayah antara Jello, utara Al-Quds dan distrik Bet Jala barat daya Betlehem, sebelah selatan Al-Quds, Infopalestina melaporkan Ahad (24/07/2016).

Dalam terbitanya situs intelijen zionis, Ahad, menyebutkan, rencana pembangunan ini merupakan bagian dari pembangunan 1.200 unit lainya di tempat itu juga. Pemerintah daerah Israel telah menyetujui pembangunan 15.000 unit permukiman baru di kawasan baru tersebut.

Situs Walla yang melansir pernyataan Meir Turjuman, pejabat komite perencanaan pembangunan yahudi mengatakan, sangat urgen menempatkan para pemuda di wilayah tersebut dan mendorong semua rencana agar para pemuda Yahudi tetap tinggal di Al-Quds, tanpa memperdulikan situasi politik saat ini.

Rencana pembangunan permukiman baru sudah mendapat persetujuan sejak Desember 2015 dan sudah dipaparkan pada pertemuan pekan kemarin. Organisasi Eir Amim (kelompok Israel non pemerintah penentang permukiman) mengatakan, rencana permukiman ini mengungkapkan kebohongan pemerintah zionis selama ini yang akan menghentikan perluasan permukiman. Ternyata secara sepihak mereka terus membangun wilayah permukiman yang akan menjauhkan rakyat Israel dari keamanan dan kedamaian.

Sebelumnya pemerintah zionis pimpinan Benyamin Netanyahu telah menyetujui pembangunan 800 unit permukiman baru di wilayah Maale Adumem, permukiman terbesar Israel di Al-Quds, sebagai bentuk reaksi atas perlaawanan Palestina selama ini.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Dzalimi Karyawan Muslim, Pengusaha Sarang Walet di Cirebon Digruduk ALMANAR

Demo ALMANAR di depan Rumah Pengusaha Sarang Walet, Jalan Pemuda Samping Kampus Unswagati, Cirebon, Jum'at (22/7/2016).
Demo ALMANAR di depan Rumah Pengusaha Sarang Walet, Jalan Pemuda Samping Kampus Unswagati, Cirebon, Jum’at (22/7/2016).

CIREBON (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Amar Ma’ruf Nahi Munkar (ALMANAR) Cirebon mendatangi rumah Heru, pemilik usaha sarang burung walet di Jalan Pemuda Samping Kampus Unswagati, Cirebon, Jum’at (22/7/2016).

Pasalnya, Heru telah mempekerjakan anak di bawah umur serta kerap mendzalimi karyawannya dengan tidak memberi waktu untuk shalat. Tidak hanya itu, menurut penuturan salah seorang mantan karyawan Heru kepada ALMANAR, Heru juga hanya memberi jatah makan sehari sekali dan tidak mengizinkan karyawannya keluar gudang selama 12 jam kerja.

“Tiap pagi hari sebelum jam kerja, mereka harus melakukan tugas tambahan seolah sebagai pembantu bersih- bersih rumah si Cina. Lalu dimasukkan ke gudang kerja tertutup mulai jam 8 pagi hingga jam 8 malam, tanpa sarapan. Gudang kerja dikunci dari luar, di dalamnya tak ada tempat MCK,” kata Koordidator umum ALMANAR, Ustadz Al Marwi kepada Jurnalislam, Sabtu (23/7/2016).

Meskipun sebelumnya dikabarkan telah ada kesepakatan damai antara korban dan pelaku. ALMANAR menuntut agar aparat kepolisian segara mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami meminta pihak kepolisian agar bertindak tegas dalam menyikapi kasus ini, kalau pihak yang berwajib tidak bisa memberikan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku, kami akan bertindak sesuai syariat Islam,” tutur koordinator lapangan, Andi Mulya.

Terpisah, Kapolresta Cirebon AKBP Indra Jafar berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut. Indra juga menjamin tidak ada anggotanya yang disuap Heru untuk menyelesaikan perkara tersebut. Sebab tersiar kabar bahwa para korban didatangi oknum polisi dan dijanjikan gaji mereka yang 8 bulan ditahan akan segera diberikan serta dijanjikan biaya pendidikan sebesar Rp 100 juta.

Saat ini Heru ditahan di Polresta Cirebon untuk penyelidikan lebih lanjut.

Reporter: Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh

G 20: Brexit Menambah Resiko bagi Pertumbuhan Global

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Pemilihan suara yang dilaksanakan di Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa mempertinggi risiko bagi perekonomian dunia, kepala keuangan kelompok G20 dari negara-negara terkemuka mengatakan, lansir World Bulletin, Ahad (24/7/2016)

Hasil referendum bulan Juni “menambah ketidakpastian dalam ekonomi global,” mereka mengatakan dalam sebuah komunike setelah pertemuan gubernur bank sentral dan pejabat pemerintah di kota Chengdu, Cina.

Tapi mereka bersikeras bahwa negara-negara G20 berada dalam “posisi yang baik untuk secara proaktif mengatasi konsekuensi ekonomi dan keuangan potensial yang timbul akibat pemilhan suara,” seraya menambahkan: “Di masa depan, kami berharap melihat Inggris sebagai mitra dekat Uni Eropa.”

Tapi peserta mengatakan Brexit berada di garis depan keprihatinan pada pertemuan di Chengdu, yang merupakan pertemuan terakhir sebelum KTT G20 pada bulan September.

Philip Hammond, menteri keuangan Inggris, mengatakan kepada wartawan bahwa itu adalah masalah besar.

“Kenyataannya adalah akan ada ketidakpastian hingga kesimpulan negosiasi kami dengan Uni Eropa tercapai,” katanya.

Sebelum pertemuan itu, Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan global tahun ini dan berikutnya sebesar masing-masing 0,1 poin, menjadi 3,1 persen dan 3,4 persen.

“Brexit menandai risiko penting untuk pertumbuhan global,” kata staf IMF dalam sebuah laporan.

Para pejabat di Chengdu mengatakan pembicaraan yang berlarut-larut atau sengit antara Uni Eropa dan Inggris atas mundurnya Inggris bisa meningkatkan bahaya.

Menteri Keuangan AS Jacob Lew menekankan kepada rekan-rekannya di Eropa dan Inggris tentang perlunya negosiasi berlangsung secara halus, pragmatis dan transparan.

“Hubungan yang sangat terintegrasi antara Inggris dan Uni Eropa adalah demi kepentingan terbaik bagi Eropa, Amerika Serikat dan ekonomi global,” katanya kepada wartawan setelah pertemuan itu.

Militer Jerman Latih Warga Sipil Suriah

german-army-AP-640x480JERMAN (Jurnalislam.com) – Militer Jerman melatih lebih dari 100 pengungsi Suriah agar sipil dapat berperan membantu rekonstruksi negara mereka, Menteri Pertahanan Ursula von der Leyen mengatakan dalam pernyataan yang dirilis menjelang publikasi pada hari Ahad (24/07/2016).

Al Arabiya News Channel, Ahad, mengutip perkataan Von der Leyen kepada harian Frankfurter Allgemeine bahwa program percontohan difokuskan pada pelatihan bagi para pengungsi dalam berbagai bidang seperti teknologi, kedokteran dan logistik.

Tidak jelas apakah von der Leyen berencana memperluas program untuk mengikutsertakan lebih banyak warag Suriah lagi dari satu juta migran yang tiba di Jerman tahun lalu.

“Idenya adalah bahwa mereka akan kembali ke Suriah suatu hari dan membantu rekonstruksi negara mereka yang hancur akibat perang,” von der Leyen mengatakan kepada surat kabar.

Dia mengatakan Jerman juga bisa memainkan peran dalam melatih pasukan keamanan Suriah setelah memiliki pemerintah yang bertanggung jawab.

Pengungsi Suriah dapat melaksanakan tugas-tugas sipil untuk militer Jerman, tetapi tidak memenuhi syarat untuk bekerja sebagai tentara, katanya.

Von der Leyen baru-baru ini memicu kontroversi dalam partainya sendiri, Kristen Demokrat, ketika dia menyarankan bahwa warga negara Uni Eropa dalam kasus tertentu bisa mengambil alih peran bersenjata di militer Jerman. Menteri Pertahanan juga melakukan advokasi keragaman yang lebih besar di militer Jerman dan bergerak untuk merekrut lebih banyak imigran.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

Serangan Bom Hantam Pos Pemeriksaan di Baghdad, 12 Tewas

A destroyed vehicle is seen at the site of a suicide bomb attack at a checkpoint in Rashidiya, a district north of Baghdad, Iraq July 13, 2016. REUTERS/Khalid al Mousily

IRAK (Jurnalislam.com) – Seorang pembom menyerang dekat sebuah pos pemeriksaan di daerah Syiah di Baghdad utara, Ahad (24/07/2016), menewaskan sedikitnya 12 orang, militer dan pejabat medis Irak mengatakan, lansir Al Arabiya News Channel, Ahad (24/07/2016).

Ledakan itu juga melukai sedikitnya 22 orang, kata para pejabat.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Seorang pembom menargetkan pasar di pusat distrik Karrada di Baghdad awal bulan ini, menewaskan 292 orang, sedangkan serangan terhadap situs Syiah di Balad, utara ibukota, menewaskan 40 orang beberapa hari kemudian.

Islamic State (IS) menyerbu sejumlah daerah di utara dan barat Baghdad pada 2014, namun pasukan Irak kini telah merebut kembali sejumlah wilayah dan masih melakukan operasi untuk merebut Mosul, kota terakhir yang dikuasai IS di Irak.

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Menteri Turki: AS Tahu Gulen Berada di Balik Kudeta yang Gagal

thumbs_b_c_fe20149e01c2e5d1053b0329d327a87aANKARA (Jurnalislam.com) – AS tahu upaya kudeta 15 Juli di Turki dibuat oleh tokoh Turki yang berbasis di Pennsylvania, Fetullah Gulen, Menteri Kehakiman Bekir Bozdag mengatakan pada hari Ahad (24/07/2015).

Seperti yang dilansir Anadolu Agency, Ahad, mengutip pernyataan yang dirilis untuk saluran televisi Turki Kanal 7, Bozdag mengatakan:. “Saya yakin Presiden AS (Barack) Obama, intelijen AS dan sekretaris negara mengetahui (upaya) kudeta ini dibuat oleh Fetullah Gulen. Saya sangat yakin mereka tidak ragu-ragu tentang ini.”

Menteri Turki menambahkan akan ada kesulitan dalam hubungan antara kedua negara jika Gulen dipertahankan hidupnya di AS setelah upaya kudeta.

“Mereka (AS) juga akan menghadapi kesulitan besar dalam hubungan antara Turki dan AS, jika pemerintah AS terus menjaga Fetullah Gulen di AS setelah usaha kudeta,” kata Bozdag.

“Pemerintah AS tidak memiliki pembenaran dalam membela dan menjaga Fetullah Gulen di AS,” tambahnya.

Dia mengatakan tidak ada kendala dalam hukum internasional untuk ekstradisi Gulen ke Turki.

Secara terpisah, Bozdag mengatakan ia akan berada di AS dengan Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala untuk membahas masalah ekstradisi.

Dia ingat fakta bahwa Turki telah mengirimkan empat file ke otoritas AS pada hari Selasa mengenai ekstradisi Gullen.

Pemerintah Turki telah berulang kali mengatakan plot mematikan pada 15 Juli, yang menewaskan sediknya 246 orang dan melukai lebih dari 2.100 orang lain, diselenggarakan oleh pengikut Gulen.

Gulen juga dituduh telah lama menyebarkan kampanye untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi dan peradilan, dan membentuk negara paralel.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

4 Rumah Sakit di Aleppo Digempur Jet Tempur Rezim Assad

FILE - In this Tuesday, May 3, 2016 file photo, released by the Syrian official news agency SANA, Syrian citizens and firefighters gather at the scene where one of rockets hit the Dubeet hospital in the central neighborhood of Muhafaza in Aleppo, Syria. As one of the few pediatricians remaining in the Syrian city Aleppo, Dr. Mohammed Wassim Maaz was the last ray of hope for tens of thousands of children and their parents trapped in the horror and misery of the five-year civil war. (SANA via AP, File)

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Empat rumah sakit darurat dan bank darah lokal di kota Aleppo Suriah dihantam serangan udara rezim Assad dalam 24 jam terakhir, sekelompok dokter mengatakan pada hari Ahad, World Bulletin melaporkan Ahad (24/07/2016).

Pemboman itu menewaskan seorang bayi berusia dua hari di rumah sakit anak-anak di lingkungan timur Aleppo yang dikepung, kata the Independent Doctor’s Association-IDA, sekelompok dokter Suriah yang mendukung klinik di kota.

Suplai oksigen bagi bayi tersebut terputus setelah serangan pukul 1:00 am (2300 GMT), yang merupakan serangan kedua di rumah sakit yang berlangsung sekitar sembilan jam, menurut IDA.

IDA mengatakan empat rumah sakit yang terkena – rumah sakit anak-anak, Al-Bayan, Al-Zahraa, dan Al-Daqaq – seluruhnya tidak akan beroperasi “sebagai akibat meningkatnya serangan udara yang terjadi terhadap fasilitas kesehatan di Aleppo oleh pesawat-pesawat tempur rezum Suriah dan sekutunya, Rusia.”

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan Suriah adalah tempat yang paling berbahaya bagi petugas kesehatan untuk beroperasi tahun lalu, dengan 135 serangan terhadap fasilitas dan pekerja kesehatan pada tahun 2015.

Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa rumah sakit telah rusak dan staf medis tewas dalam lingkungan timur kota Aleppo yang padat penduduk.

Sebuah rumah sakit di kawasan Maadi timur dihantam hanya delapan hari lalu, melukai beberapa staf dan pasien.

Lebih dari 470.000 orang tewas sejak perang Suriah meletus pada tahun 2011, dan jutaan orang lainnya telah mengungsi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Pengamat: Misi Politik Ulama adalah Benar Salah, Bukan Menang Kalah

Silaturahim dan Halal Bi Halal Akbar Umat Islam Tasikmalaya di Pendopo Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/7/2016).
Silaturahim dan Halal Bi Halal Akbar Umat Islam Tasikmalaya di Pendopo Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/7/2016).

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Akademisi sekaligus pemerhati politik Tasikmalaya, Asep M Tamam mengatakan, misi politik ulama bukanlah menang atau kalah, akan tetapi benar dan salah. Pernyataan tersebut ia tegaskan di hadapan puluhan ulama serta sejumlah elemen umat Islam Tasikmalaya dalam acara Silaturahim dan Halal Bi Halal Akbar di Pendopo Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/7/2016).

Asep menyinggung pencalonan salah seorang ulama Tasikmalaya, KH Aminuddin Bustomi yang akan maju pada pemilihan Walikota Tasikmalaya tahun depan.

Dosen UIN Bandung itu menjelaskan, dalam konteks Tasik yang nyantri, kemunculan ulama dalam kontestasi politik sangat menarik. Menurutnya, ia bisa menjadi simbol mempertahankan kesantrian Tasikmalaya.

“Hanya saja, konsep berpolitiknya harus jelas. Pertaruhannya besar, marwah dunia keulamaan diemban. Ulama yang identik dengan ilmu, dengan kesalehan, dengan keteladanan, harus menjadi bagian inheren dan integral. Jika dibutuhkan maju, ketiga nilai tadi harus masuk dalam proses berpilitiknya,” jelasnya kepada Jurnalislam usai acara.

“Konsep sebagai misi berpolitik ulama harus mengacu pada prinsip benar-salah, bukan menang-kalah,” sambungnya.

Asep menambahkan, ulama harus yakin dengan proses yang benar dia bisa mendapatkan dukungan umat. Jika menang, lanjut dia, kemenangannya dihasilkan dengan dasar kebenaran.

“Jika pun kalah, ia telah menyebarkan inspirasi dan mengajarkan politik yang sehat,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Asep mengimbau para ulama agar tidak terjebak pada politik instan yang menghalalkan segala cara. Ulama harus mengusung politik adiluhung.

“Politik adalah media dakwah para ulama. Berpolitik adalah berdakwah. Karena dakwah, jalannya harus benar,” pungkasnya.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally Muhammad Abduh

Muslim Brazil Dukung Penyelidikan Terbuka bagi 10 Terduga Teroris

327_848

BRAZIL (Jurnalislam.com) – Kaum Muslim Brazil pada hari Jumat menyuarakan dukungan untuk penyelidikan terbuka bagi terduga teroris yang dikatakan para pejabat sedang merencanakan serangan pada Olimpiade mendatang, World Bulletin melaporkan, Sabtu (23/07/2016).

Syeikh Jihad Hassan Hammadeh yang mengepalai komite etika Uni Nasional Entitas Islam, menyatakan keprihatinannya tentang tindakan polisi terhadap kelompok 10 terduga yang dituduh bersumpah setia kepada Islamic State (IS) pada aplikasi media sosial dan direncanakan memperoleh senjata untuk melancarkan serangan di Brazil dan luar negeri .

Harus ada bukti nyata dan transparansi dalam penyelidikan untuk memastikan bahwa warga dan kelompok-kelompok tersebut tidak dianiaya, diperlakukan secara tidak adil, kata Hammadeh.

“Penangkapan 10 orang tersebut seharusnya diumumkan secara lebih hati-hati dan dilengkapi dengan bukti,” katanya saat konferensi pers, menurut The Associated Press.

Penangkapan itu diumumkan dengan cara yang membuat takut warga negara dan bisa menimbulkan diskriminasi anti-Muslim, katanya.

Kelompok ini ditangkap Kamis dan dipindahkan ke sebuah penjara keamanan maksimum di negara bagian Mato Grosso do Sul, dekat perbatasan dengan Paraguay, kata Polisi Federal.

thumbs_m_c_8301c990ad05985f4098560eb75f936610 warga Brasil, berusia antara 20 dan 40, adalah bagian dari kelompok yang tidak teratur dan amatir dan ditangkap setelah mereka mengirim pesan yang menunjukkan bahwa mereka akan memulai pelatihan seni bela diri dan menembak, yang ditafsirkan sebagai ancaman nyata persiapan untuk kemungkinan melakukan serangan teroris,” menurut Menteri Kehakiman Brasil Alexandre Moraes.

Sedikitnya satu tersangka melakukan kontak dengan IS untuk tujuan inisiasi, sementara yang lain berencana meninggalkan negara itu untuk melakukan kontak pribadi dengan anggota IS.

Otoritas Brasil akan mengerahkan 85.000 polisi dan tentara untuk Olimpiade, yang dijadwalkan berkangsung 05-21 Agustus. Jumlah personel keamanan dua kali lebih banyak dibandingkan jumlah yang dikerahkan di Olimpiade London 2012.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

USA Today: Pemerintah Turki Sama dengan Era Nazi Jerman

thumbs_b_c_3512bead9b79fd568aa0a4d4c9df3405

ANKARA (Jurnalislam.com) – Komentar USA Today mengenai upaya kudeta Turki baru-baru ini sangat dikritik oleh seorang sejarawan Amerika.

Pada tanggal 20 Juli, harian besar USA Today merilis komentar Prof. Glenn Reynolds, berjudul “Sultan Baru Turki,” membandingkan tindakan pasca-kudeta yang diambil oleh pemerintah Turki baru-baru ini sama dengan Nazi Jerman era tahun 1930.

Artikel, yang salah menyatakan tahun berdirinya Republik Turki, mengklaim pemecatan massal PNS yang diduga memiliki hubungan dengan Organisasi teroris Fetullah (Feto) tersebut menyerupai era Nazi di Jerman.

“Pertanyaan langsung yang harus ditanyakan adalah apa yang mungkin memenuhi syarat bagi seorang profesor hukum untuk menulis mengenai peristiwa Turki,” Adam McConnel, profesor sejarah di Sabanci University, Istanbul, mengatakan pada Anadolu Agency, Sabtu (23/07/2016).

“Dia bahkan tidak bisa mengeja nama pemimpin yang dia kutuk dengan benar, dan menyatakan tahun berdirinya Republik Turki yang salah,” tambahnya.

McConnel mengatakan Reynolds tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan yang relevan untuk memenuhi syarat dalam menulis tentang isu-isu Turki.

“Sebaliknya, ia dipanggil untuk pekerjaan kapak,” katanya. “The USA Today bukan media dari kelas politik AS, sehingga mereka tidak tertarik mempresentasikan diri mereka di hadapan pembacanya dengan sopan santun. Sebaliknya, focus mereka adalah rasa takut dan merasa terancam oleh Islam.”

1403537216000-AP-Travel-Trip-Hitlers-MunichMcConnel menambahkan bahwa, “Komentar itu merupakan sebuah artikel bodoh dan amoral yang mengejutkan yang membandingkan kepemimpinan Turki saat ini dengan Nazi Jerman.”

Sejarawan Amerika itu mengatakan seluruh artikel sama sekali tidak menyebutkan nama Fetullah Gulen – tokoh Turki yang berdiam di AS yang mengatakan pemerintah Turki adalah dalang upaya kudeta yang gagal – “bahkan tidak menyebutkannya satu kali pun.”

“Seluruh artikel memperlakukan peristiwa pekan lalu seolah-olah mereka terjadi dalam ruang hampa sejarah dan politik, dan hanya membuat beberapa pernyataan lemah tentang pendirian Republik Turki,” tambahnya.

“Struktur artikel itu sendiri bertentangan secara internal karena memuji militer Turki di separuh pertama teks untuk melindungi sekularisme (sikap fundamental anti-demokrasi), dan kemudian mengoceh tentang bagaimana Presiden Erdogan diduga memberantas negara sekuler Turki.”

McConnel mengatakan, “Artikel tersebut adalah hasil dari ketidaktahuannya dan percakapan politik yang sangat dangkal yang berlangsung di dalam masyarakat AS.”

“Penekanannya adalah pada rasa takut dan sikap, bukan pada fakta-fakta. Mengacu Nazi adalah alat dasar yang digunakan dalam referensi untuk harfiah setiap topik yang muncul untuk diskusi. Hal ini mencerminkan ketidakmampuan untuk menganalisis atau berpikir,” katanya.

McConnel juga menambahkan bahwa, “Setiap kali Republik Turki muncul di berita, media AS seperti USA Today tidak merasa perlu untuk menghadirkan seseorang yang memiliki kualifikasi yang diperlukan untuk mengomentari topic tersebut.”

“Sebaliknya, mereka menyerukan kepada para kader penulis untuk menemukan seseorang yang dapat menulis seperti yang mereka inginkan, dan kemudian memberikannya pada para pembaca,” katanya.

Upaya kudeta yang mematikan dimulai pada 15 Juli tengah malam ketika oknum-oknum militer Turki mencoba menggulingkan pemerintah yang terpilih secara sah di negara itu.

Pemecatan, penahanan dan penangkapan telah dilakukan terhadap mereka yang terkait dengan Feto.

Dewan Keamanan Nasional Turki, setelah pertemuan pada hari Rabu, sekali lagi menegaskan kembali komitmennya terhadap demokrasi, hak-hak dasar dan kebebasan, dan supremasi hokum.”

Pemerintah Turki telah berulang kali mengatakan upaya kudeta yang mematikan pada 15 Juli, yang menewaskan sedikitnya 246 orang dan melukai lebih dari 2.100 orang lainnya, dilakukan oleh para pengikut Gulen.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam