Berita Terkini

Saudi Tembak Jatuh Rudal Balistik Syiah Houthi

scud

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Sistem pertahanan udara Arab Saudi menghancurkan sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman pada hari Sabtu, sumber keamanan mengatakan kepada Al Arabiya News Channel, Sabtu (23/07/2016).

Rudal yang diluncurkan oleh pemberontak Syiah Houthi yang menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sanaa tersebut dicegat di atas wilayah udara provinsi perbatasan Najran.

Sementara itu, sumber yang tidak diketahui menginformasikan kepada pertahanan sipil Arab di Jazan, provinsi lain di selatan, bahwa rudal-rudal yang ditembakkan dari wilayah Yaman, menghantam rumah seorang warga sipil dan melukai seorang anak.

Dalam beberapa hari terakhir, pertempuran antara Perlawanan Rakyat Yaman – yang didukung koalisi Arab – danpemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran berlanjut di beberapa kabupaten di Yaman walaupun pembicaraan damai yang disponsori PBB antara pihak Yaman yang bertikai sedang berlangsung di Kuwait.

Tiga bulan pembicaraan antara pemerintah dan milisi Syiah Houthi gagal membuat kemajuan, memaksa negara tuan rumah, Kuwait, pada hari Rabu mengeluarkan ultimatum kepada pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan dalam waktu 15 hari atau pergi.

Pesawat tempur koalisi pimpinan Saudi menyerang posisi al-Qaeda di Yaman selatan pada hari Sabtu, saat pasukan pemerintah tampaknya bersiap melakukan serangan baru, kata para pejabat militer.

Dua serangan udara menargetkan al-Qaeda di pinggiran kota Jaar di provinsi Abyan, kata para pejabat militer.

Serangan terjadi setelah beberapa pertemuan militer diadakan di Aden untuk membahas rencana operasi baru terhadap al-Qaeda di Abyan, mereka menambahkan.

Pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi Arab telah meluncurkan serangan intensif bulan Maret melawan al-Qaeda di Yaman selatan, dan merebut kota Mukallah.

Tapi pasukan pemerintah mundur dari Zinjibar, ibukota provinsi Abyan, setelah pasukan al-Qaeda menyerang kembali.

Pejuang al-Qaeda terlihat menanam ranjau dan bahan peledak di sepanjang rute yang menghubungkan Abyan dengan kota pelabuhan selatan Aden, dalam persiapan mengantisipasi serangan, kata para saksi mata.

Pemerintah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang didukung PBB telah menggunakan Aden sebagai ibukota sementara sejak direbut kembali dari pemberontak Houthi tahun lalu. Ibukota Sanaa telah berada di bawah kendali Syiah Houthi sejak September 2014.

Sementara itu, anggota dari kelompok IS membunuh seorang ulama Sunni di pusat Aden pada Sabtu, kata seorang pejabat keamanan.

Seorang pria bersenjata melangkah keluar dari mobil setelah fajar dan menembak mati ulama Ali Abdulrahman al-Zahri di distrik Mansura, saat ia muncul dari sebuah masjid, kata pejabat itu.

Anggota IS telah mengancam serangan terhadap ulama yang mereka tuduh pro-pemerintah Yaman, terutama mereka yang mengecam bom martir.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Kontrol Arus Warga Keluar Masuk Kota, Militer Irak Gali Parit di Sekitar Fallujah

d5dfc17e56084e8f99211736ad488f13_18 (1)FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Militer Irak akan menggunakan taktik abad pertengahan untuk tetap mengontrol Fallujah setelah merebutnya kembali dari kelompok Islamic State (IS) bulan lalu, yaitu menggali parit di sekitar kota.

Parit tersebut akan memiliki lebar sekitar 12,5 meter dan kedalaman 1,5 meter.

Parit akan memiliki pintu tunggal bagi warga untuk masuk dan keluar kota, yang hampir kosong sejak serangan mengalahkan IS, Letnan Jenderal Abdul-Wahab al-Saadi, wakil komandan pasukan khusus yang memimpin operasi tersebut mengatakan kepada kantor berita Associated Press, Sabtu (23/07/2016).

“Parit ini akan membentang sekitar 11 kilometer panjangnya dan akan melindungi warga kota, yang telah melalui banyak tragedi, serta pasukan Irak yang dikerahkan di sana,” al-Saadi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press di markas Baghdad.

Menutup semua jalan kecuali satu yang dibuka akan memungkinkan pihak militer untuk memantau pergerakan warga lebih dekat.

Deddy | AP | Jurnalislam

Ledakan Kembar di Kabul Bunuh 80 Orang Demonstran dan Lukai 230 Lainnya

Afghan volunteers move the bodies of victims at the scene of a suicide attack that targeted crowds of minority Shiite Hazaras during a demonstration at the Deh Mazang Circle of Kabul on July 23,2016. Islamic State jihadists claimed responsibility for twin explosions July 23 that ripped through crowds of Shiite Hazaras in Kabul, killing at least 61 people and wounding 207 others in apparently their deadliest attack in the Afghan capital. The bombings during a huge protest over a power transmission line could deepen sectarian divisions in a country well known for communal harmony despite decades of war. / AFP PHOTO / WAKIL KOHSAR

KABUL (Jurnalislam.com) – Ledakan kembar menghantam pawai unjuk rasa sekte Syiah Hazara Afghanistan di Kabul yang telah menewaskan sedikitnya 80 orang dan melukai lebih dari 230, kata para pejabat, Aljazeera melaporkan Sabtu (23/07/2016).

Serangan pada hari Sabtu, di daerah yang paling dijaga ketat di ibukota Afghanistan, langsung diklaim oleh kelompok Islamic State (IS), yang sebelumnya telah menargetkan orang-orang Hazara.

“Dua anggota dari IS meledakkan sabuk peledak di sebuah pertemuan Syiah di … kota Kabul di Afghanistan,” kata media Amaq, sebuah situs IS.

Namun, seorang pejabat Afghanistan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tiga orang yang berjanji setia kepada kelompok bersenjata telah melakukan serangan.

Rekaman video dari lokasi ledakan menunjukkan tubuh hangus dan terpotong-potong berlumuran darah, berserakan di jalan, di lingkaran Deh Mazang, dekat dimana ribuan pengunjuk rasa Syiah Hazara melintas di rute tersebut pada aksi protes rencana pembangunan instalasi listrik bernilai jutaan dolar yang akan dilaksanakan pemerintah Kabul.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

IPM Jawa Barat Deklarasikan Gerakan Pelajar Melek Politik

Ikatan Pelajar Muhammadiuah (IPM) Jawa Barat Mendeklarasikan Gerakan Pelajar Melek Politik di Gedung Islamic Centre Sumedang, Jumat (22/7/2016)
Ikatan Pelajar Muhammadiuah (IPM) Jawa Barat Mendeklarasikan Gerakan Pelajar Melek Politik di Gedung Islamic Centre Sumedang, Jumat (22/7/2016)

SUMEDANG (Jurnalislam.com) – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Barat mendeklarasikan Gerakan Pelajar Melek Politik bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia. Kegiatan yang digagas oleh Pimpinan Wilayah (PW) IPM Jawa Barat ini diselenggarakan di sela-sela acara Sekolah Advokasi yang dilaksanakan sejak dua hari lalu di Gedung Islamic Centre Sumedang.

Selain dihadiri langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Sumedang, deklarasi juga diikuti oleh perwakilan pelajar Muhammadiyah se-Jawa Barat, peserta Sekolah Advokasi serta pelajar Muhammadiyah se-Kabupaten Sumedang.

Kegiatan deklarasi Gerakan Pelajar Melek Politik ini dilakukan dengan cara membubuhkan cap tangan menggunakan cat kepada selembar kain putih sepanjang 2 m. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengecapkan tangannya satu kali saja. Tapi bukan hanya peserta yang membubuhkan cap tangan, Asep Kurnia pun ikut membubuhkan cap tangannya sebagai tanda apresiasi serta dukungan bagi PW IPM Jawa Barat selaku pengusung gerakan tersebut.

“Deklarasi ini adalah bagian dari suara pelajar Muhammadiyah Jawa Barat memandang bahwa pelajar hari ini memiliki tingkat antipati yang cukup besar terhadap politik. Selain itu, kegiatan ini merupakan langkah pencerdasan terhadap pemilih pemula agar tidak menjadi sasaran empuk dari para politisi yang hanya mengedepankan kepentingan pribadinya saja,” kata Ketua Advokasi PW IPM Jawa Barat, Ihsan Abdussami. Jum’at (22/7/2016).

Ihsan menyampaikan rasa bangganya terhadap pelajar Muhammadiyah di Jawa Barat yang dengan senang hati ikut andil bagian dalam gerakan pelajar melek politik ini. Menurutnya, hal tersebut membuktikan betapa besarnya kepedulian pelajar terhadap demokrasi di negeri ini.

“Selain sebagai salah satu pembuktian ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi, lewat kegiatan ini diharapkan kedepannya pelajar Muhammadiyah Jawa Barat bisa ikut mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan problematika pelajar,” tandas Ihsan.

Sementara itu, Imawan (21), seorang peserta deklarasi yang berasal dari Depok menyatakan bahwa pendidikan politik untuk pelajar itu penting. Apalagi untuk kalangan pelajar yang notabene merupakan calon pemilih pemula yang nantinya akan mengalami masa-masa galau di balik bilik TPS.

“Dengan adanya kegiatan ini mungkin bisa menjadi solusi mengurangi jumlah pemilih pemula yang enggan datang ke TPS di hari pemilihan nanti,” kata Imawan.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua KPU Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia mengatakan bahwa kegiatan tersebut perlu diapresiasi oleh semua pihak. Terlebih deklarasi ini digalakan dan dideklarasikan oleh pelajar yang merupakan calon pemilih pemula dan akan segera bersentuhan dengan praktik politik praktis.

“Saya ppkir kegiatan ini perlu diapresiasi oleh semua pihak. Bagaimana sekarang kita berada ditengah-tengah masyarakat yang memiliki tingkat animo cukup rendah terhadap politik, Ikatan Pelajar Muhammadiyah masih mau bekerja dan bergerak untuk membuat gerakan semacam ini,” kata Asep.

Asep menambahkan, dirinya sangat bangga dengan semangat dan kerja keras PW IPM Jawa Barat yang terus berupaya membuat masyarakat menjadi melek politik.

Meskipun peserta deklarasinya pelajar, lanjut dia, Asep berharap deklarasi tersebut bisa menjadi pemantik bagi kalangan masyarakat lain untuk ikut menyemarakan gerakan melek politik.

Menurut Asep, apa yang dilakukan oleh PW IPM Jawa Barat ini bisa sedikit menurunkan tingkat kecenderungan masyarakat yang apatis terhadap politik dan menunjukkan kepada khalayak banyak bahwa pelajar Muhammadiyah Jawa Barat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan politik di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.

“Terakhir saya berharap setelah ini PW IPM Jawa Barat bisa menjadi pelopor gerakan pelajar melek politik terkhusus untuk seluruh anggota IPM, dan umumnya bagi pelajar-pelajar se-Indonesia. Agar tingkat antipati terhadap politik bisa berkurang,” pungkasnya.

Kontributor: Wanda Aprilia | Editor: Ally Muhammad Abduh

ISAC Serahkan 12 Catatan untuk Densus 88 kepada Pansus DPR

isacSOLO (Jurnalislam.com) – The Islamic Study and Action Center (ISAC) membuat 12 Catatan terkait Revisi Undang-Undang Terorisme kepada Pansus DPR RI. Catatan tersebut disampaikan ISAC kepada anggota Pansus Nasir Djamil di sela-sela studi lapangan beberapa anggota DPR ke Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Kamis (21/7/2016).

Anggota Pansus yang hadir adalah Syaiful Bahri Ansyori dari PKB, Nasir Djamil (PKS), Arsul Sani (PPP) dan Zaky Siradj (Golkar).

Dari Pondok Ngruki hadir Direktur KH Ibnu Chanifah, M.Ag dan Wakil Direktur Sholeh Ibrahim, Yahya Abfurrahman dan Hamim Sofyan.

Masukan yang diberikan kepada Pansus adalah 12 Catatan Penindakan oleh Densus 88.

Berikut 12 Catatan ISAC untuk Pansus DPR RI terkait Revisi Undang-Undang Terorisme

  1. Utamakan pendekatan persuasif dengan mengetahui latar belakangan atau akar persoalan.
    Persoalan umum:
    a. Ketidakadilan.
    b. Penzaliman.
    c. Politik.
    d. Ekonomi.
    e. Rekayasa (pesanan asing).
  2. Jika terpaksa penindakan maka asas praduga tak bersalah dikedepankan, hindari:
    a. Penyiksaan.
    b. Pembunuhan.
    c. Intimidasi.
    d. Upaya mematikan.
  3. Batasi persoalan hanya pada terduga yang terlibat dan barang bukti yang terkait saja, jangan sampai membias pada orang lain atau barang bukti lain yang kontra produktif dengan penindakan terhadap terduga. Seringkali Al-Qur’an digunakan sebagai Barang Bukti tanpa ada relevansinya.
  4. Jangan kriminalisasi dan stigma agama sebagai peran pendukung atau ciri ciri “teroris” yang berdampak penilaian negatif terhadap Densus, misal ciri terduga “teroris”:
    a. Berjenggot.
    b. Celana cingkrang.
    c. Rajin ke masjid.
    d. Barang bukti Al-Qur’an.
    e. Barang bukti bendera tauhid.
    f. Pesantren sarang “teroris”.
  5. Berikan prosedur penangkapan, penggeledahan dan penyitaan yang benar, cepat dan tepat. Hindari:
    a. Anak di bawah umur.
    b. Perlakuan kasar terhadap istri atau keluarga lain.
  6. Waktu 7×24 jam sering disertai penganiayaan bahkan hingga terjadinya kematian.
  7. Kasus yang melibatkan WNI yang pulang dari luar negeri hanya bisa dimintai. keterangan bagi yang diduga melanggar tindak pidana dan dikuatkan dengan 2 alat bukti yang cukup.
  8. Korban salah tangkap harus diikuti:
    a. Permintaan maaf.
    b. Rehabilitasi.
    c. Kompensasi
  9. Setiap jenazah terduga “teroris” harus menyegerakan pemakaman dengan menyerahterimakannya kepada keluarga dalam keadaan siap sudah dimandikan dan dikafani. Jenazah tidak boleh ditelantarkan.
  10. Densus harus membebaskan tersangka memilih penasihat hukum, bukan pengacara paket dari polisi.
  11. Oknum Densus yang melakukan penganiayaan ataupun turut serta terlibat dalam hilangnya nyawa seseorang harus diberi sanksi atau diproses hukum, kecuali jika terperiksa/terduga mengancam atau melawan aparat.
  12. Densus 88 sering melakukan target operasi “terorisme” kepada aktivis Muslim, sedangkan OPM tidak diperlakukan sebagaimana kasus “terorisme”, padahal banyak yang membunuh TNI dan Polri.

Demikian 12 Catatan ISAC terkait Revisi UU Terorisme yang ditujukan kepada Pansus DPR RI yang ditandatangani HM Kurniawan BW, S.Ag, SH, MH (Ketua) dan Endro Sudarsono, S.Pd (Sekretaris).

Penyerahan 12 Catatan ISAC ini dilakukan di Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, saat empat anggota Pansus Revisi UU Terorisme DPR RI seperti tersebut di atas berkunjung ke pesantren tersebut.

Kunjungan untuk tujuan studi lapangan ini dihadiri Wakapolres Sukoharjo, Kapolsek Grogol, Jajaran Kodim Sukoharjo, Danramil Grogol, Sekretaris Pansus, Camat Grogol dan beberapa pejabat Pemkot Surakarta.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Anak-anak Suriah: Temukan Aku dalam Pokemon Go

SURIAH (Jurnalislam.com) – Anak-anak Suriah yang dilanda perang menggunakan game Pokemon Go yang populer baru-baru ini untuk menarik perhatian masyarakat internasional terhadap kondisi mereka, lansir Al Arabiya News Channel, Jumat (22/07/2016).

Gambar yang diposting di media sosial oleh para pejuang Suriah menunjukkan anak-anak Suriah memegang karakter Pokemon yang terkenal tersebut dan meminta pengguna permainan untuk “menemukan mereka” telah membanjiri Twitter dan Facebook

.stream_img1

Ini bukan pertama kalinya Pokemon Go digunakan untuk meningkatkan kesadaran tentang situasi anak-anak di Suriah yang memprihatinkan.

Taim Shami, juru bicara organisasi advokasi pengungsi Faces of Chance, adalah orang pertama yang datang dengan konsep digital untuk menjelaskan kesulitan yang dihadapi anak-anak Suriah

Shami menggunakan game Nintendo untuk meningkatkan kesadaran tentang keputusasaan para pengungsi di negara yang rusak tersebut, US Uncut, sebuah kelompok aksi melaporkan.

Shami telah menciptakan serangkaian ilustrasi model Pokemon Go, yang disebut SyriaGo, menggambarkan benda-benda yang dibutuhkan anak Suriah setiap harinya – makanan, sabun, buku, dan tempat tinggal.

Lebih dari 470.000 warga Suriah telah tewas sejak konflik dimulai pada tahun 2011 dengan lebih dari 11 juta warga sipil mengungsi dari rumah mereka setelah protes unjuk rasa anti rezim Syiah Nushairiyah Assad berubah dratis menjadi perang global yang melibatkan banyak kepentingan Internasional.

 

 

8 Orang Tewas dalam Serangan di Pusat Perbelanjaan Munich, Jerman

npctb3nde6vsqy1x0afmkvfv6dahvwx-largeJERMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya delapan orang tewas dalam serangan penembakan di sebuah pusat perbelanjaan di Munich, kata polisi Jerman, menambahkan bahwa tiga pelaku melarikan diri, Aljazeera melaporkan, Jumat (22/07/2016).

Sebuah operasi polisi besar sedang berlangsung pada hari Jumat di sekitar pusat perbelanjaan Olympia di kota selatan, kata polisi, mendesak warga Munich untuk menjauhi jalan-jalan.

Juru bicara polisi Munich Marcus Da Gloria Martin mengatakan tidak mungkin mengatakan berapa banyak orang yang terluka dalam serangan itu.

Polisi mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka sedang menyelidiki apakah salah satu orang yang tewas dalam pelaku serangan itu.

Dalam sebuah pernyataan di Facebook sebelumnya pada hari Jumat, polisi Munich mengatakan laporan datang beberapa menit sebelum pukul 18:00 waktu setempat tentang penembakan di dekat Hanauer Street, yang kemudian berlanjut ke Ries Street dan pusat perbelanjaan Olympia.

Pernyataan polisi menambahkan bahwa para saksi telah melaporkan tiga penembak yang berbeda dengan senjata semi-otomatis.

e5ed60eaaf6b4a4785101b7629f1f750_18

Pihak berwenang meminta agar tidak ada foto atau video operasi polisi yang diposting online, sementara otoritas transportasi Munich mengatakan mereka telah menghentikan beberapa bus, kereta api dan trem.

Tidak ada tersangka yang telah ditangkap, kata polisi, sementara tidak ada informasi tentang kemungkinan motif serangan.

Sebuah area luas di sekitar pusat perbelanjaan ditutup saat pasukan khusus bergegas ke tempat kejadian.

“Polisi berdatangan dengan mobil setiap 15 atau 30 detik,” Ryan Sink, yang sedang lewat di pusat perbelanjaan mengatakan.

“Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang sedang terjadi,” kata Sink kepada Al Jazeera.

“Kami semua panik dan menonton polisi mengatur perimeter … Polisi memberitahu orang-orang yang lewat untuk keluar dari jalan dan menjauhi bangunan.”

Menanggapi serangan itu, Facebook mengaktifkan fitur keamanannya, sehingga warga Munich dan pengunjung dapat memberi tahu teman-teman bahwa mereka tidak terluka.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Pemimpin Syiah Houthi Tewas dalam Pertempuran di Tengah Pembicaraan Yaman

houthi-syiah-yaman_20150326_144944YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang pemimpin pemberontak Syiah Houthi tewas dalam petempuran pada hari Jumat (22/07/2016), sumber Al Arabiya News Channel melaporkan.

Kematian pemimpin Mohammad Daoudi terjadi setelah Perdana Menteri Yaman mengatakan pada hari Jumat di Kuwait – tempat pembicaraan damai sedang diadakan – bahwa situasi politik dan militer di negara itu akan berubah dalam beberapa hari mendatang.

Ahmed Obeid bin Daghr menyatakan bahwa perubahan akan terjadi bersama dengan 15-hari pemberitahuan yang dibuat oleh Kuwait, di mana pembicaraan damai yang disponsori PBB diadakan.

Perdana menteri tidak mengungkapkan rincian perubahan lebih lanjut, namun menekankan bahwa semua pihak yang terlibat bertujuan mempertahankan Yaman dan melindungi negara.

Kuwait telah mengeluarkan ultimatum kepada pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan dalam waktu 15 hari atau meninggalkan negara Teluk.

Tiga bulan perundingan yang ditengahi PBB di Kuwait telah gagal membuat kemajuan antara pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan pemerintah yang didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi, kedua pihak memegang teguh posisi mereka.

“Kami telah memberikan 15 hari bagi kedua pihak di Yaman yang mengambil bagian dalam pembicaraan untuk menyelesaikan semua masalah,” wakil menteri luar negeri Kuwait Khaled al-Jarallah mengatakan kepada Al Arabiya News Channel Rabu malam.

“Jika masalah tidak diselesaikan dalam 15 hari, kami telah cukup menjadi tuan rumah mereka dan akibatnya saudara-saudara kita tersebut harus memaafkan jika kami tidak dapat melanjutkan menjadi tuan rumah pembicaraan,” Jarallah mengatakan di Brussels.

Pembicaraan dilanjutkan di Kuwait, Sabtu.

Utusan khusus PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan pada Sabtu bahwa perundingan akan berlangsung selama dua minggu dan memperingatkan bahwa itu mungkin menjadi kesempatan terakhir Yaman untuk perdamaian.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Pasukan Irak Bergerak Menuju Mosul yang Dikuasai IS

A member of the Iraqi security forces climbs atop a vehicle as they gather on the outskirts of Fallujah as they prepare an operation aimed at retaking the city from the Islamic State (IS) group, on May 22, 2016. Iraqi forces have in recent days been massing around Fallujah, a city which lies only 50 kilometres west of Baghdad and which has been out of government control since January 2014. / AFP / AHMAD AL-RUBAYE (Photo credit should read AHMAD AL-RUBAYE/AFP/Getty Images)

IRAK (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengatakan hari Kamis bahwa pasukan Irak sekarang dalam perjalanan mereka ke Mosul sebelum operasi yang direncanakan untuk merebut kembali kota dari kelompok Islamic State (IS), lansir World Bulletin Jumat (22/07/2016).

Al-Abadi membuat pernyataan di ibukota Baghdad saat menghadiri wisuda bagi taruna polisi.

Berbicara di sela-sela acara, perdana menteri mengatakan pemerintahnya berencana untuk terus maju melakukan perang melawan IS, yang beberapa kali telah mereka menangkan, dan membebaskan kota-kota satu persatu.

“Pasukan kami sekarang maju ke Mosul dengan maksud untuk merebut kembali kota dari kelompok IS ini,” tegasnya.

Al-Abadi telah berulang kali berjanji untuk merebut kembali Mosul – kota terbesar kedua Irak – dari IS, yang menguasai kota tersebut sejak pertengahan 2014.

Pasukan Irak pertama kali berencana mengamankan daerah yang mengelilingi kota, yang terletak sekitar 400 kilometer sebelah utara Baghdad, sebelum meningkatkan serangan luas yang bertujuan untuk merebut kembali Mosul.

Akhir bulan lalu, pasukan gabungan Irak mengumumkan pembebasan total kota Fallujah dari IS menyusul operasi militer selama sebulan.

Terletak di sepanjang Firat (Efrat) River sekitar 50 kilometer sebelah barat Baghdad, Fallujah adalah salah satu kota terbesar di provinsi Anbar barat ini.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Thuwwar al-Sham Meledakan Terowongan di Wilayah Rezim Suriah, 38 Pasukan Assad Tewas

1469180598_aleppo-syriaALEPPO (Jurnalislam.com) – Hampir 40 tentara rezim Syiah Nushairiyah Assad dan milisi pro-rezim tewas ketika mujahidin Suriah meledakkan sebuah terowongan di bawah posisi pasukan rezim di kota Aleppo, lembaga monitor mengatakan pada hari Jumat (22/07/2016).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan 38 pasukan rezim Assad tewas dalam ledakan hari Kamis, yang merubuhkan sebuah bangunan yang digunakan oleh rezim di Kota Tua Aleppo.

Lembaga monitor sebelumnya melaporkan korban berjumlah 14.

Sebuah video yang diposting online oleh faksi jihad Thuwwar al-Sham menunjukkan ledakan itu, yang menunjukkan anggota pasukan berjalan melalui sebuah terowongan panjang dan mempersiapkan barel penuh bahan peledak.

“Kita sekarang berada dalam terowongan yang akan diledakkan segera, in sya Allah, terowongan di bawah bangunan cabang lalu lintas, yang merupakan markas penting bagi rezim Assad dan tentara bayaran,” ujar seorang pasukan oposisi di video.

Rekaman itu kemudian menunjukkan sebuah ledakan besar meratakan bangunan bertingkat, difilmkan dari berbagai sudut.

Kepulan debu dan asap besar membumbung ke atas dari lokasi ledakan.

Aleppo sebelumnya adalah lokomotif ekonomi Suriah, tetapi telah dirusak oleh perang yang dimulai pada Maret 2011.

Kota ini telah terbagi antara kontrol pemerintah di barat dan kontrol oposisi di timur sejak lama setelah pertempuran dimulai di sana pada pertengahan 2012.

Deddy | SOHR | Jurnalislam