Berita Terkini

ECR Solo Santuni Siswa STTD Al Hikam

ECR Solo Santuni Siswa STTD Al Hikam, Tipes, Serengan, Solo, Senin (25/7/2016).
ECR Solo Santuni Siswa STTD Al Hikam, Tipes, Serengan, Solo, Senin (25/7/2016).

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Emergency and Crisis Responce (ECR) Solo memberikan santunan uang sekolah bagi siswa-siswi murid Al Hikam, Tipes, Serengan, Solo, Senin (25/7/2016).

Ketua ECR Solo, Ridwan mengatakan, aksi penyaluran donasi bagi pelajar merupakan salah satu program ECR. Ridwan menjelaskan, ECR tidak hanya merespon musibah bencana saja, akan tetapi dalam aksi sosial kemanusiaan.

“Alhamdulillah kami hari ini menerima bantuan dari mukhsinin untuk diserahkan pada dhuafa. Kebetulan di STTD Al Hikam ada anak keluarga mujahid yang membutuhkan biaya sekolah. Semoga bisa digunakan dengan baik, kami juga menerima dan menyalurkan santunan dari donatur berupa apapun untuk kami serahkan yang berhak,” terang Ridwan.

Kedatangan ECR disambut Kepala Sekolah STTD Al Hikam, Ustadz Saerozy S.Pd.I. Ia berharap ada donatur lain yang mau berpatisipasi memikirkan Sekolah tahfidz tersebut.

“Jazakumullah atas bantuan dari ECR, selaku kepala sekolah kami berharap istiqomah mau membantu, dan semoga bermanfaat bagi KBM di sekolah kami dan kedepan ada lebih banyak yang mengikutinya” kata Ustadz Saerozy yang telah hafidz Al Qur’an itu.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Wakil Bupati Bima: Bima Bukan Sarang Teroris

Wakil Bupati Bima Drs. Dahlan HM Nor
Wakil Bupati Bima Drs. Dahlan HM Nor

BIMA (Jurnalislam.com) – Wakil Bupati Bima Drs. Dahlan HM Nor keberatan Bima disebut sebagai sarang teroris.

“Bima selama ini aman-aman saja. Tidak ada aksi teror yang terkait dengan radikalisme,’’ katanya sebagaimana dilansir lombokpost, Senin (25/7/2016)

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menetapkan wilayah NTB masuk zona merah paham radikalisme. Kabupaten Bima salah satu daerah yang jadi atensi khusus. Bahkan jadi sampel peneletian Rancangan Undang-Undang (RUU) Terorisme.

‘’Selama ini tidak ada aksi radikalisme atau terorisme di Bima,’’ tegasnya.

Ia menyayangkan karena stigma itu berimplikasi terhadap kemajuan Kabupaten Bima. Membuat sejumlah investor enggan untuk investasi di Bima.

‘’Ini jelas sangat merugikan kita,’’ tandasnya.

Dahlan meminta, pihak-pihak terkait tidak mendramatisir masalah teroris. Setiap ada kejadian, Bima selalu disebut dan dikaitkan.

‘’Kalau kejadiannya di Jawa atau Poso. Bima jangan disebut-sebutlah. Kita di sini aman, tidak ada teroris,’’ terangnya.

Menurutnya, sejauh ini Bima aman dari aksi terorisme. Buktinya setiap ada kegiatan ataupun perhelatan besar mereka tetap berjalan mulus tanpa ada konflik. “Karena Bima memang bukan saranya teroris,”tegasnya lagi.

Ia berharap masyarakat tidak panik dengan stigma yang dimunculkan itu. Sebaliknya, masyarakat harus menunjukkan Bima daerah yang damai dan aman.‘’Kita harus buktikan kepada dunia jika Bima bukan sarang teroris,’’ pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

Jenderal Turki yang Sempat Disandera Kelompok Kudeta Kini Angkat Bicara

thumbs_b_c_a5047fffe52a04dee3df0cfd0801b0caANKARA (Jurnalislam.com) – Jenderal Turki mengatakan Senin (25/07/2016) bahwa pada malam kudeta 15 Juli, ia dipaksa untuk berbicara di telepon dengan Fetullah Gulen di AS oleh kelompok kudeta, lansir Anadolu Agency Senin.

Kepala Staf Jenderal Hulusi Akar, bersaksi sebagai penggugat untuk jaksa, mengatakan kepada Ankara, Senin, bahwa saat ia disandera oleh tentara pro-kudeta, Jenderal Hakan Evrim, komandan basis jet utama, memintanya untuk berbicara dengan Gulen.

“Hakan Evrim mengatakan mereka bisa menempatkan saya di telepon untuk berbicara dengan Fetullah Gulen, yang digambarkan sebagai pemimpin mereka,” kata Akar. “Tapi saya menolak tawaran itu.”

“Saya percaya mereka adalah komplotan kudeta anggota organisasi ini (Organisasi Teroris Fetullah, atau Feto). Saya pikir mereka menyangka bahwa organisasi mereka akan menghantam setelah pertemuan Dewan Agung Militer kami pada bulan Agustus. Yang sengaja kami siapkan,” kata Akar. “Organisasi teror ini mungkin meramalkan hasil dari pertemuan yang akan datang dan berusaha melakukan kudeta dengan membom gedung kantor parlemen dan keamanan, membunuh warga sipil, menyerang saudara dan unit mereka sendiri dengan keganasan dan aib yang belum pernah terlihat sebelumnya.”

Akar mengecam upaya kudeta terhadap pemerintah terpilih sebagai noda gelap sejarah Turki, terutama pada saat pasukan keamanan Turki mendapatkan hasil yang sukses melawan organisasi teroris (PKK).

“Di malam kudeta, saya melihat bahwa moral (keberanian) para pengkhianat menciut. Pertama rekaman video pengkhianat yang menyerah di Jembatan Bosphorus, dan kemudian presiden kita yang berseru kepada penduduk di Bandara Ataturk menghancurkan harapan plot kudeta para pengkhianat,” dia menambahkan.

Dalam kesaksiannya sebanyak enam halaman, Akar menyatakan bahwa mendekati pukul 21:00 (1800GMT) di malam kudeta yang gagal, Mayjen. Mehmet Disli memasuki ruangan dan mengatakan sesuatu seperti, “Sir, operasi telah dimulai. Kami akan mengambil semua orang. Brigade dan pasukan sedang dalam perjalanan.”

“Pada awalnya saya tidak bisa mengerti apa yang dia katakan,” ujar Akar. “Dia mungkin mengatakan sesuatu tentang pesawat. Tapi aku mengerti bahwa ada operasi yang bisa saya gambarkan sebagai pemberontakan. Aku berteriak padanya: “Apa sih yang kamu bicarakan? Apakah Anda gila, jangan pernah berpikir tentang hal itu!”

Jenderal Turki tersebut juga menyatakan bahwa ia telah memperingatkan Disli dan komplotan kudetanya tentang jalan yang mereka ambil, dan mendesak dia untuk mengakhiri upaya tanpa menyebabkan kematian sama sekali dan tidak melibatkan orang lain.

“Saya tidak bisa meyakinkan mereka,” tandasnya. “Saat ia keluar ruangan, aku melihat Letnan Serdar, Sersan Abdullah, dan Letkol Levent [Turkkan],” yang kemudian menjadi ajudan Akar.

Akar mengatakan tiga tentara bergegas ke kamarnya, menjatuhkannya, dan kemudian mencekik dan memborgolnya.

Setelah mengancam untuk membunuhnya, Akar melanjutkan, para prajurit membawanya ke pangkalan jet Akinci, di barat laut Ankara, memaksa dia untuk membaca dan menandatangani manifesto kudeta.

Akar mengatakan bahwa ia bahkan tidak pernah menyentuh manifesto yang tentara kudeta ingin agar dia tandatangani untuk menggulingkan pemerintah Turki yang terpilih secara sah.

“Ketika mereka membaca manifesto mereka kepada saya, saya mendengarkan dengan sinis dan tidak tertarik sama sekali,” kata Akar.

“Para pengkhianat itu bahkan menyebut junta mereka sebagai upaya Perdamaian di Rumah Dewan, tanpa mengatakan apapun tentang siapa yang termasuk dewan, “jelasnya.

Perwira senior lain yang menolak untuk berpartisipasi kemudian disandera, termasuk Akar, yang kemudian diselamatkan dari penahanan tentara pro-kudeta.

Pemerintah Turki telah berulang kali mengatakan upaya kudeta pada 15 Juli yang menewaskan sedikitnya 246 orang dan melukai lebih dari 2.100 orang lainnya tersebut diselenggarakan oleh pengikut Gulen.

Gulen juga sejak lama menyebarkan kampanye untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, serta membentuk negara paralel.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

PM Zionis Akui Gerakan Boikot Hantam Berbagai Bidang

netanyahuuPALESTINA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu mengatakan hari Senin bahwa pemerintahnya telah mengalami gerakan global untuk memboikot barang-barang Israel, surat kabar Israel Haaretz melaporkan, lansir World Bulletin, Senin (25/07/2016).

Netanyahu mengatakan kepada sebuah komite Knesset bahwa, “Gerakan Boikot dan Sanksi Divestasi (the Boycott, Divestment Sanctions-BDS) menghantam dari berbagai bidang.”

Terinspirasi oleh boikot internasional terhadap rezim Apartheid Afrika Selatan, gerakan BDS diluncurkan pada tahun 2005 oleh kelompok-kelompok Palestina untuk mempromosikan pemboikotan perusahaan zionis Yahudi yang mendapat keuntungan dari pelanggaran hak-hak Palestina serta organisasi budaya dan akademis.

Kelompok ini secara khusus sering menargetkan perusahaan zionis yang memiliki pabrik-pabrik di wilayah Tepi Barat yang dijajah Israel, termasuk perusahaan minuman ringan SodaStream dan perusahaan kosmetik Ahava, yang keduanya telah berjanji untuk mundur ke perbatasan Israel pra-1967.

Gerakan tersebut memperoleh daya tarik internasional, namun Israel berusaha untuk melawan pengaruhnya dengan meminta pemerintah sekutu untuk membatasi boikot Israel dan tahun ini seperti di Inggris pemerintahnya mengatakan akan menghukum badan publik yang mengadopsi kebijakan boikot.

Israel juga memiliki pertikaian diplomatik sementara dengan Uni Eropa tahun lalu ketika Uni Eropa menyetujui langkah-langkah untuk memberi label semua barang dari pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, yang menurut Israel sama dengan membantu gerakan boikot.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Lagi, Serangan Udara Syiah Assad Bunuh 20 Lebih Warga Sipil di Aleppo

FILE - In this Tuesday, May 3, 2016 file photo, released by the Syrian official news agency SANA, Syrian citizens and firefighters gather at the scene where one of rockets hit the Dubeet hospital in the central neighborhood of Muhafaza in Aleppo, Syria. As one of the few pediatricians remaining in the Syrian city Aleppo, Dr. Mohammed Wassim Maaz was the last ray of hope for tens of thousands of children and their parents trapped in the horror and misery of the five-year civil war. (SANA via AP, File)

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Lebih dari 20 warga sipil dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan udara yang diluncurkan oleh rezim Nushairyah Assad di al-Atareb, sebuah kota di provinsi Aleppo di barat laut negara itu.

Dengan korban sipil terus meningkat di daerah, sebuah kantor berita rezim berdalih dengan mengatakan tentara Suriah melakukan operasi terhadap pejuang oposisi di seluruh negeri pada hari Senin.

“Ada sekitar 27 serangan udara,” kata seorang warga setempat kepada Al Jazeera pada Senin (25/07/2016), merujuk pada malam saat serangan udara dilaporkan dilakukan oleh rezim Suriah dan pasukan Rusia.

Reporter Al Jazeera Bernard Smith, melaporkan dari Gaziantep di negara tetangga Turki, mengatakan bahwa al-Atareb “telah berkali-kali ditargetkan selama perang lima tahun di negeri ini… tapi serangan udara kemarin adalah yang terbesar, menurut orang-orang di sana.

“Empat dari enam fasilitas medis yang dihantam selama akhir pekan sekarang ditutup.”

Marwan Kabalan, rekan peneliti Pusat Riset & Studi Kebijakan Arab di Doha Institut, mengatakan pasukan rezim berusaha untuk mengalahkan faksi jihad di Aleppo.

Mengacu pada negosiasi Rusia-AS atas kerjasama di Suriah, Kabalan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa rezim Suriah “berusaha untuk mengelilingi dan mengepung Aleppo sebelum kesepakatan apapun tercapai antara Rusia dan Amerika.”

Pertempuran yang berlanjut di Aleppo dan provinsi lain, Stephen O’Brien, kepala kemanusiaan PBB, mengatakan pada hari Senin untuk segera mengupayakan akses kemanusiaan tanpa syarat dan tanpa hambatan bagi sekitar 5,5 juta warga Suriah di daerah terkepung atau sulit dijangkau.

“Juga bagi semua pihak yang berperang dan para pendukung mereka agar meminimalkan korban sipil dan menghindari kejahatan dan kekejaman perang lebih lanjut,” katanya kepada PBB.

“Mereka harus melakukannya. Penduduk sipil dan infrastruktur sipil bukan pion yang harus dikorbankan harus yang pertama dilindungi oleh hukum internasional.”

Perang Suriah dimulai dengan protes warga sipil Suriah atas rezim Bashar al-Assad pada Maret 2011, lalu dengan cepat berubah menjadi perang global yang terus berlanjut ketika pasukan Assad membantai warganya dengan kekerasan militer yang tidak terduga

HAM lokal memperkirakan bahwa lebih dari 4000.000 orang tewas dalam lima tahun perang di Suriah.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

80 Pasukan Tewas dalam 5 Hari Pertempuran di Yaman

houthiYAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 80 pasukan pro-pemerintah dan milisi Syiah Houthi telah tewas dalam pertempuran sejak pekan lalu di barat laut Yaman dekat perbatasan dengan Arab Saudi, sumber militer mengatakan pada Al Arabiya News Channel, Senin (25/07/2016).

Pertempuran dimulai pada Kamis ketika pasukan pemerintah melancarkan serangan untuk merebut kembali kota Haradh dan Midi di provinsi Hajja di perbatasan.

” Sedikitnya 48 pemberontak (Syiah Houthi) dan pasukan yang setia kepada (mantan presiden) Ali Abdullah Saleh tewas dalam pertempuran,” kata salah satu sumber.

Tiga puluh empat tentara loyalis juga tewas, kata sumber pro-pemerintah.

Sebagian besar tentara tewas dalam ledakan ranjau darat yang ditanam oleh milisi Syiah, kata dia, menambahkan bahwa puluhan luka-luka di kedua sisi.

Pasukan loyalis telah berhasil merebut kembali pos perbatasan di pintu masuk Haradh dan bergerak menuju pusat kota, kata sumber militer lain.

Serangan itu bertujuan untuk maju ke Sana’a yang dikuasai milisi Syiah dari barat setelah pasukan loyalis sejauh ini gagal memasuki ibukota dari timur.

Serangan terjadi saat pihak Yaman yang berperang mengadakan pembicaraan damai yang ditengahi PBB di Kuwait yang sejauh ini gagal mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 6.400 orang sejak Maret tahun lalu.

Loyalis Yaman yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi telah memerangi pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran sejak Maret 2015.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

2016, Tahun Terburuk Perang Afghanistan bagi Korban Sipil

Narang_night_raidAFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Korban sipil di Afghanistan mencapai rekor tinggi pada 2016 dengan lebih dari 5.000 tewas atau terluka dalam paruh pertama 2016, menurut laporan PBB yang dipublikasikan Senin (25/07/2016), lansir World Bulletin.

Menurut Misi Bantuan PBB di Afghanistan, 1601 tewas dan 3.565 terluka sejaka Januari hingga Juni – peningkatan 4 persen dari tahun sebelumnya – sementara hampir 64.000 telah tewas atau terluka sejak penghitungan dimulai pada tahun 2009.

Jumlah korban anak mencapai angka 1509, hampir sepertiga dari ini jumlah pertengahan tahun 2016, yang juga lebih tinggi dari tahun sebelumnya sejak 2009.

Laporan ini dirilis hanya beberapa hari setelah lebih dari 80 warga sipil tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka oleh pelaku bom di sebuah aksi unjuk rasa Syiah Hazara di Kabul. Serangan tersebut dijelaskan oleh Komisi HAM Independen Afghanistan sebagai kejahatan perang.

0fb879c7600d4f989df77e0c870a13fa_6

Deddy | World Bulletin | Aljazeera | Jurnalislam

Lima Pasukan Saudi Tewas dalam Pertempuran di Perbatasan Yaman

s3ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Lima pasukan penjaga perbatasan Saudi tewas, Senin, dalam bentrokan dengan kelompok bersenjata yang ingin masuk dari Yaman, televisi pemerintah Al-Ekhbariya melaporkan, mengutip kementerian dalam negeri Saudi, Senin (25/07/2016).

Sebuah pernyataan kementerian menambahkan penjaga perbatasan mendeteksi upaya kelompok-kelompok bersenjata yang berusaha menyeberangi perbatasan di beberapa bidang di wilayah selatan Najran pada Senin pagi. Bentrokan pun terjadi sepanjang delapan jam.

Pernyataan itu tidak mengidentifikasi kelompok-kelompok bersenjata, tapi pasukan Saudi dan pemberontak Syiah Houthi Yaman ini sering saling melepas serangan melintasi perbatasan selama perang Yaman yang telah berlangsung lebih dari 15 bulan.

Pembicaraan perdamaian di Kuwait antara pemerintah Yaman dan milisi Syiah Houthi untuk mengakhiri konflik telah berlangsung selama lebih dua bulan dengan beberapa hasil yang nyata. Gencatan senjata yang dimulai pada tanggal 10 April berhasil mengurangi pertempuran, tapi pertempuran masih terus berlangsung hampir setiap hari.

Arab Saudi dan sekutu Teluk Arab ikut campur dalam perang Yaman Maret 2015 atas nama pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang didukung secara internasional. konflik telah menewaskan sedikitnya 6.400 orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan.

Dalam insiden terpisah, koalisi militer pimpinan Saudi mengatakan sebuah helikopter Apache jatuh di kota Marib Yaman, sebelah timur ibukota Sanaa karena cuaca buruk, kantor berita negara SPA melaporkan.

Pilot dan co-pilot dari angkatan darat Kerajaan Saudi tewas, SPA menambahkan pernyataan itu.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

 

Kemenag Dompu: Tauhid adalah Pondasi Pertama untuk Membentuk Generasi yang Kuat dan Berkarakter

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dompu, Drs H. Samsul H. Ilyas
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dompu, Drs H. Samsul H. Ilyas

DOMPU (Jurnalislam.com) – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dompu, Drs H. Samsul H. Ilyas menyatakan bahwa tantangan bagi orang tua saat ini adalah mendidik generasi kita menjadi generasi yang islami. Pernyataan itu disampaikan dalam acara tabligh akbar “Mendidik Generasi Islam Sebuah Tantangan di Akhir Zaman” di Masjid Umar bin Khottob Desa O’o Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu, NTB, Ahad (24/7/2016).

“Hari ini tantangan luar biasa yang kita hadapi, generasi kita dihadapkan dengan minuman keras dan narkoba serta dengan perkembangan tekhnologi yang semakin luas dan tanpa kontrol,” katanya.

“Maka salah satu fungsi kami (kemenag) yaitu melakukan pembinaan-pembinaan intensif kepada generasi muda supaya mereka bisa memahami nilai-nilai Islam sedini mungkin serta bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat,” sambungnya.

Samsul menambahkan, untuk mendidik generasi yang Islami umat Islam harus menjadikan rumah sebagai madrasah pertama sebelum masuk madrasah formal. Selain itu, untuk mewujudkan generasi Islam yang kuat dan berkarakter adalah dengan menanamkan pemahaman tauhid yang benar kepada generasi muda Islam.

“Untuk menjadikan generasi kita kuat dan berkarakter sangat diperlukan penanaman tauhid yang benar dan baik,” tegasnya.

Dengan melihat kondisi hari ini yang sudah semakin memprihatinkan maka perlu pendidikan ataupun madrasah yang baik untuk anak-anak kita.

“Kita wajib menanamkan nilai agama kepada generasi, agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

Islamic Center As-Salam Dompu Adakan Tabligh Akbar

Islamic Center As-Salam Dompu Adakan Tabligh Akbar Mendidik Generasi Islam, , Ahad (24/7/2016)
Islamic Center As-Salam Dompu Adakan Tabligh Akbar Mendidik Generasi Islam, , Ahad (24/7/2016)

DOMPU (Jurnalislam.com) – Yayasan Islamic Center As-Salam Kabupaten Dompu menggelar acara di Masjid Umar bin Khattab Desa O’o Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Ahad (24/7/2016).

Ketua Yayasan Islamic Centre As-salam Ustadz Muhammad Taqiyudin S.Pd.I mengatakan acara bertema “Mendidik Generasi Islam, Sebuah Tantangan di Akhir Zaman” digelar dengan harapan untuk membangkitkan semangat generasi muda Islam dalam membawa kejayaan Islam.

“Sesuai dengan tema yang kami usung yaitu mendidik generasi Islam sebuah tantangan di akhir zaman, kami berharap semua generasi muda Islam bisa mendapatkan semangat ataupun spirit baru agar kedepannya mereka bisa menjadi generasi yang membawa kejayaan Islam,” kata Ustadz Taqiyudin.

Ustadz Taqiyudin melanjutkan, peranan pemuda di dalam menyongsong kembali kejayaan Islam sangat vital. “Oleh karena itu, setelah mendapatkan pencerahan ini kami berharap para generasi muda Islam tetap termotivasi untuk terus memperjuangkan Islam ini di tengah banyaknya langkah-langkah propaganda yang digencarkan oleh orang-orang di luar Islam,” harapnya.

Tabligh Akbar ini juga sekaligus memperkenalkan program baru Yayasan Islamic Center As-Salam, yaitu tahfidz quran untuk tingkat Tsanawiyah (menengah pertama).

“Yayasan Islamic Centre As-salam sudah lama membukan pendidikan untuk tingkat TK dan Ibtidaiyah, dan mulai tahun ini kita juga sudah mulai membuka program baru yaitu program tahfidzul Qur’an untuk tingkat tsanawiyah,” terang ustadz Taqiyudin.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh