Berita Terkini

Disbudpar Jateng Pastikan Tidak Ada Perayaan Asyura Syiah di PRPP Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah menegaskan, pihaknya tidak akan mengizinkan PRPP Semarang untuk acara Perayaan Hari Asyura Syi’ah. Pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Disbudpar Jateng, Raharja di hadapan pimpinan ormas-ormas Islam se-Jateng DIY.

“Menurut keputusan walikota tertanggal 1 oktober 2016 Gedung PKJT ( Pusat Kesenian Jawa Tengah) yang ada di PRPP hanya khusus untuk acara kesenian. Gedung tersebut bukan tempat ibadah, diluar itu (kesenian-red) kami stop,” tegasnya di kantor Disbudpar Jateng Jalan Pemuda 136, Semarang, Kamis (6/10/2016).

Namun, jika pada kenyataannya acara Asyura tetap digelar di tempat itu, ormas Islam mengancam akan melaporkan Disbudpar.

“Pertama kalo ijin itu diberikan maka jenengan akan benturan dengan umat Islam Jawa tengah dan DIY. Yang kedua, jenengan akan berbenturan dengan undang-undang yang jenengan buat sendiri bahwa gedung PRPP untuk kesenian,” tegas salah satu perwakilan ormas Islam, Ustadz Mustaqim, Lc.

Sebelumnya, pimpinan ormas Islam dan ulama se-Jateng dan DIY itu mendatangi Mapolda Jawa Tengah dengan permintaan serupa. Dengan dalih belum masih dalam pertimbangan, pihak Polda Jateng melalui Kabid 3 Intelkam, AKBP Budi Agus mengatakan belum mengeluarkan izin atas pemberitahuan acara peringatan Asyura Syiah dari Yayasan Nurut Tsaqolain selaku panitia.

Ormas Islam Desak Polda Jateng Larang Perayaan Asyura Syiah di PRPP Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah pimpinan Ormas Islam se-Jawa Tengah dan DIY mendatangi Polda Jawa Tengah, Kamis (6/10/2016) siang. Kedatangan mereka untuk mendesak Kepolisian agar tidak mengeluarkan izin perayaan Asyura Syiah yang akan digelar di Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan (PRPP) Semarang pada 11 Oktober mendatang.

“Dari elemen seluruh ormas yang hadir dalam mediasi ini menginginkan agar acara Asyuro terselubung yang diselenggarakan di PRPP (Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan) dihentikan dan dibatalkan,” tegas Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Jawa Tengah, Ustadz Aris Munandar kepada Kapolda Jateng yang diwakili oleh Kasubdit 3 Intelkam Polda Jateng, AKBP Budi Agus di lobi Mapolda Jateng.

Ustadz Aris khawatir akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan jika permintaan umat Islam itu tidak dipenuhi.

“Jika keinginan tidak diakomodir dengan baik maka elemen-elemen ini tidak mau tahu apa yang terjadi pada saudara kita yang tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, bisa jadi tengan bahasa tubuh atau alat tambahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Jamaa’ah Ansharusy Syari’ah Jawa Tengah, Ustadz Fuad Al Hazimi menginformasikan akan bahaya ajaran Syiah. Ia mengungkapkan bahwa Syiah di Indonesia sudah membentuk sayap militer.

“Bisa diketahui dari informasi mantan wakil BIN As’ad Said Ali yang ditulis di website NU.or.id bahwa Syiah saat ini membentuk laskar atau sayap militer syiah,” ungkapnya.

Sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam se-Jateng dan DIY di Polda Jateng
Sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam se-Jateng dan DIY di Polda Jateng

Menanggapi desakan umat Islam itu, AKBP Budi mengatakan, Yayasan Nuruts Tsaqolain selaku panitia acara perayaan Asyura Syiah di PRRI telah mengirimkan pemberitahuan kepada Polda Jateng, namun hingga saat ini Polda Jateng belum mengeluarkan izin. Budi menyampaikan, acara perayaan Asyura Syiah itu sedang dibahas oleh Komisi Intelejen Daerah Jawa Tengah.

“Saat ini bapak direktur intelkam sedang melaksanakan pembahasan dengan Muspida Jawa Tengah, selanjutnya dengan MUI, kemudian dengan Kementrian Agama Kanwil Provinsi Jateng, kemudian dengan Kemenag Kota Semarang, selanjutnya dengan instansi-instansi terkait dengan kegiatan menyambut acara Asyuro,” terang AKBP Budi Agus.

Mediasi tersebut akhirnya menghasilkan keputusan yang disampaikan Ustadz Aris Munandar yang mewakili umat Islam.

“Sampai saat ini belum ada izin, maka jika ada pelaksanaan 10 Asyuro berati Ilegal. Bilamana izin dikeluarkan oleh Kapolda berati ada pengkhianatan dalam pertemuan ini,” tegas ustadz Aris.

Sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam Jawa Tengah yang hadir dalam kesempatan itu diantaranya, Ustadz Aris Munandar (DDII Jateng), Ustadz Fuad AlHazimi (Jamaah Ansharusy Syariah Jateng), Ustadz Said Sungkar (FPI Pekalongan), Ustadz Mustaqim (Ulama Pati), Ustadz Denok (Ulama Blora), Ustadz Umar Said (Ulama Jogja), Muhammad Fuad Andreago (GPK Jogja), dll.

Hina Al Qur’an, PUSHAMI: Ahok Tabuh Genderang Perang dengan Umat Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pernyataan Ahok yang menghina Al-Qur’an dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta dinilai telah menyakiti umat Islam. Hal itu disampaikan Ketua Umum Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Mohammad Hariadi Nasution S.H., M.H., C.L.A.

Menurutnya, pernyataan Ahok itu tidak hanya merupakan tindak pidana penistaan agama sebagaimana pasal 156 A KUHP Jo Pasal 4 UU No 1 PNPS 1965, namun sudah melanggar HAM dan UUD 1945 yang dapat berimbas pada terganggunya ketertiban umum dan stabilitas NKRI.

“Dalam UUD 1945 pasal 28 J (2) dan Undang Undang HAM pasal 70 Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh Undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, keamanan, dan ketertiban umum dalam masyarakat yang demokratis,” papar pria yang karib disapa Ombat itu, dilansir Panjimas.com, Kamis (6/10/2016).

Ombat mengungkapkan, sebagai pejabat negara apabila ingin mengeluarkan pernyataan yang berkaitan dengan kepercayaan orang lain, harus mempertimbangkan nilai-nilai agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

“Dengan menyatakan bahwasanya surat Al-Maidah ayat 51 itu bohong, telah menyakiti umat Islam dan menista Al-Quran yang suci,” tegasnya.

“Sikap tersebut menunjukkan bahwa Ahok adalah orang yang intoleran dan fasis, yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Terlebih lagi penghinaan ini dilakukan Ahok yang bukan seorang Muslim. Itu sama saja menabuh genderang perang dengan Umat Islam,” sambungnya.

Ahok, kata Ombat, tidak hanya menghina Umat Islam Indonesia namun menghina Umat Islam seluruh dunia. Sehingga permohonan maaf pun tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini.

“Untuk itu, kami mendesak pihak kepolisian sebagai penegak hukum segera mengambil tindakan hukum atas tindakan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok agar stabilitas NKRI dan ketertiban umum dapat terjaga,” tandasnya.

Menindaklanjuti pernyataan tersebut, PUSHAMI akan segera melakukan upaya hukum dengan melaporkan Ahok ke Mabes POLRI, Komnas HAM dan Bawaslu.

Sebagaimana diketahui, pernyataan Ahok yang menyebut Qur’an Surat Al Maidah ayat 51 adalah bohong itu saat menghadiri acara pertemuan Gubernur DKI Jakarta dengan Warga Pulau Seribu dalam sebuah video yang dipublikasikan pada tanggal 28 september 2016 oleh akun chanel Youtube Pemprov DKI Jakarta.

Jelang Operasi Militer ke Mosul, Irak dan Turki Panggil Duta Besar Masing-masing

ANKARA (Jurnalislam.com) – Irak dan Turki pada hari Rabu (05/10/2016) memanggil duta besar mereka masing-masing dalam perang kata-kata antara kedua Negara tetangga menjelang operasi yang direncanakan untuk merebut kembali kota Mosul Irak dari Islamic State (IS), World Bulletin melaporkan.

Sengketa berpusat mengenai pasukan Turki yang dikerahkan di dekat Mosul, yang kehadirannya sangat ditentang Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi dan ia takutkan dapat menyebabkan “perang regional.”

Ankara memanggil duta besar Irak sementara Baghdad mengatakan telah memutuskan untuk memanggil utusan Turki setelah kedua Negara saling bertukar kalimat kritikan, kata kedua kementerian luar negeri.

Parlemen Turki pada akhir pekan memperpanjang mandat pemerintah selama satu tahun yang memungkinkan pasukannya untuk diturunkan di wilayah Irak dan Suriah.

Parlemen Irak mengutuk keputusan tersebut, menyerukan penarikan mundur pasukan Turki yang sudah ada.

“Kami tidak ingin memasukkan konflik regional,” kata Abadi dalam konferensi pers di Baghdad, mengatakan ia takut “petualangan Turki akan berubah menjadi perang regional.”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memperingatkan konsekuensi sektarian yang mungkin timbul dari operasi Mosul, mendorong kementerian luar negeri Irak untuk memanggil duta besar Turki atas “laporan Turki yang provokatif”.

Mosul, kota kedua Irak, dikuasai oleh kelompok IS pada tahun 2014.

Tapi Baghdad, dengan bantuan dari koalisi pimpinan AS, sekarang merencanakan operasi besar untuk merebut kembali kota, yang memiliki populasi dua juta sebelum invasi IS.

Ankara jelas tidak mau ketinggalan.

Ankara memiliki sejumlah tentara di kamp Bashiqa di Irak utara melatih pejuang Irak yang berharap ambil bagian dalam pertempuran untuk merebut kembali Mosul.

Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengatakan pasukan mereka tidak berencana untuk menjadi “pasukan pendudukan.”

“Di mana pemerintah Irak saat Daesh (IS) merebut Mosul dalam sehari … Kami mengalami kesulitan untuk memahami keputusan (dari parlemen Irak) ini,” katanya.

Abadi telah berulang kali menyatakan penentangannya terhadap kehadiran tentara Turki di wilayah Irak dan menuntut bahwa mereka harus ditarik.

Tapi pasukan Turki telah berada di daerah otonom Kurdistan Irak, yang pemerintahnya memiliki hubungan dekat dengan Ankara.

Anthony Skinner, kepala risiko politik di lembaga konsultan Verisk Maplecroft, mengatakan bahwa konflik militer dengan Turki adalah “hal terakhir yang mampu (Irak) hadapi.”

“Namun tidak menutup kemungkinan bahwa langkah-langkah diplomatik akan diambil oleh Baghdad terhadap Ankara,” katanya kepada AFP.

Erdogan mengusulkan pada akhir pekan bahwa pembebasan Mosul harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki ikatan etnis dan agama dengan Mosul, yang keberatan dengan penggunaan milisi Syiah atau pasukan Kurdi anti Ankara.

Turki adalah negara Muslim Sunni dengan hubungan yang semakin dekat dengan pemimpin Muslim Sunni Arab Saudi.

Seperti yang ia lakukan berkaitan dengan Suriah, Erdogan mengisyaratkan dia sangat terganggu oleh penggunaan pasukan yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah melakukan pemberontakan 32 tahun di Turki dan memiliki markas paramiliter di Irak utara.

“Permainan yang dimainkan oleh milisi Syiah dan anggota organisasi teroris terkait dengan PKK – bertentangan dengan struktur sektarian dan etnis di kawasan itu, kepekaan budaya – pasti terganggu,” katanya.

Skinner mengatakan pemerintah AS “sangat tidak mampu menyeimbangkan” antara menjaga Ankara sebagai sekutu di Irak dan Suriah dan memberikan “dukungan” untuk milisi Kurdi yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki.

Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik juga telah memperingatkan bahwa serangan terhadap Mosul bisa menyebabkan eksodus hingga satu juta warga Irak dan harus berada di dalam Irak.

“Sekutu kami perlu hati-hati mempertimbangkan bagaimana jika ada sampai satu juta pengungsi akibat operasi Mosul. Gelombang migrasi ini harus diselesaikan di dalam wilayah Irak,” katanya, Selasa, seperti dikutip kantor berita Dogan.

Dia mengatakan jika gelombang itu tidak dibatasi di Irak, akan menjadi “beban besar” bagi Turki yang juga akan mempengaruhi Eropa.

Ankara mengatakan bahwa mereka sudah menjadi tuan rumah bagi lebih dari tiga juta pengungsi, yang kebanyakan berasal dari Suriah yang melarikan diri dari peperangan selama konflik yang sudah berjalan lima tahun, dan sekitar 300.000 di antaranya adalah warga sipil dari Irak.

Analisis Satelit PBB: Konvoi Bantuan Kemanusiaan di Aleppo Dihantam Serangan Udara

JENEWA (Jurnalislam.com) – Analisis citra satelit serangan mematikan terhadap sebuah konvoi bantuan di Suriah bulan lalu menunjukkan bahwa itu adalah serangan udara, seorang ahli PBB mengatakan pada hari Rabu (05/10/2016), lansir Alajazeera.

Sedikitnya 20 orang tewas dalam serangan terhadap konvoi PBB dan Bulan Sabit Merah Suriah di Urm al-Kubra dekat kota utara Aleppo, yang menghancurkan 18 dari 31 truk, gudang dan klinik.

Amerika Serikat menyalahkan dua jet tempur Rusia yang dikatakan berada di atas daerah tersebut pada saat kejadian. Moskow membantah tuduhan itu dan mengatakan konvoi diserang tembakan.

“Melalui analisis kami menentukan bahwa itu adalah serangan udara, dan saya pikir beberapa sumber lain mengatakan hal yang sama,” Lars Bromley, penasehat penelitian di UNOSAT, mengatakan pada konferensi pers.

“Serangan udara biasanya terlihat dari ukuran dan jenis kawah yang dihasilkan,” katanya. Sebuah kawah raksasa di tanah “hampir pasti disebabkan [oleh] serangan udara yang menjatuhkan bom” berbeda dengan artileri atau mortir, katanya.

PBB sejauh ini hanya menyebut tertundanya konvoi mereka di Suriah disebabkan oleh “serangan,” sementara Federasi Internasional Palang Merah (the International Federation of Red Cross) dan Bulan Sabit Merah (the Red Crescent Societies) menyebut “serangan udara” dalam sebuah pernyataan.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada hari Jumat mengumumkan bahwa ia akan membentuk suatu dewan penyelidikan internal PBB untuk menyelidiki serangan itu dan mendesak semua pihak untuk bekerja sama penuh.

UNOSAT, yang meninjau gambar satelit, belum diminta untuk berbagi analisis dengan penyelidikan PBB, tapi siap untuk melakukannya, kata manajer UNOSAT Einar Bjorgo. “Gambar kami dari waktu ke waktu digunakan untuk membantu anggota Dewan Keamanan,” katanya dalam briefing.

Klaim PBB tentang serangan konvoi bantuan di Aleppo muncul saat pertempuran di provinsi kunci berlangsung intensif.

Sementara dalam perkembangan terbaru Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights) mengatakan, tiga anak termasuk di antara sedikitnya 19 warga sipil yang tewas dalam serangan udara di sebuah desa di provinsi Aleppo utara, Rabu.

Serangan menghantam desa Thalthana, di provinsi Aleppo utara, kata lembaga monitor yang berbasis di Inggris tersebut.

Pesawat-pesawat Tempur Zionis kembali Serang Basis Hamas di Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur Israel serang beberapa posisi di Jalur Gaza yang diblokade, Rabu (05/10/2016), menurut saksi mata, Anadolu Agency melaporkan.

Jet militer zionis menargetkan pos komando Al-Qudisiya, yang dikuasai Brigade izzuddin al-Qassam, di kota Khan Younis di selatan Jalur Gaza, saksi mata mengatakan kepada Anadolu Agency.

Izzuddin al-Qassam adalah sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas, yang telah memerintah Jalur Gaza sejak tahun 2007.

Saksi mata, yang berbicara secara anonim karena takut akan keselamatan mereka, juga mengatakan bahwa pesawat tempur Israel telah menyerang tanah kosong di sebelah timur pertanian di Kota Gaza.

Serangan udara terjadi tak lama setelah pasukan Israel dilaporkan menembaki sejumlah pos komando Al-Qassam di kota Beit Lahia di Jalur Gaza utara.

Serangan zionis yahudi itu dituduhkan sebagai pembalasan atas sebuah roket yang diduga ditembakkan ke Israel selatan dari dalam Jalur Gaza.

Rabu pagi, militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza yang terkepung meledak di kota Sderot di selatan Israel.

Pada bulan Juli dan Agustus 2014, Israel melancarkan serangan militer berpekan-pekan ke arah Jalur Gaza dengan alasan membalas serangan roket dari wilayah Palestina.

Lebih dari 2.160 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, tewas oleh serangan brutal jet tempur zionis – dan 11.000 lainnya terluka – selama serangan tersebut.

Menurut loporan Israel, 73 warga Israel – kebanyakan tentara – tewas dalam konflik 51 hari tersebut.

Mujahidin Taliban di Kunduz: ‘In Syaa Allah Besok Kita Rebut Gedung Putih’

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Saat pertempuran dalam kota Kunduz di Afghanistan utara berlanjut memasuki hari ketiga, seorang mujahidin Taliban yang ditempatkan di sana mengancam akan “mengambil alih Gedung Putih.”

Pertempuran yang sedang berlangsung secara langsung bertentangan dengan klaim militer AS yang mengatakan bahwa Kunduz telah “dibersihkan” dari Taliban tiga hari lalu, The Long War Journal melaporkan, Rabu (05/10/2016).

Seorang mujahidin Taliban yang tidak disebutkan namanya yang berada di Kunduz mengancam Amerika Serikat ketika sedang direkam di sebuah pos pemeriksaan di dalam kota. Video, yang diterbitkan oleh wartawan Afghanistan Ahmed Yar itu diterbitkan di Twitter.

“Saya katakan kepada Obama, hari ini kita mengambil alih Kunduz, besok … In syaa Allah kami akan merebut Gedung Putih,” kata mujahidin Taliban.

cua-qjsxyaa5ybw-jpg-smallMujahidin tersebut mengeluarkan ancaman kepada Amerika Serikat saat berjaga di pos pemeriksaan dan yang lainnya memeriksa mobil-mobil yang melewati jalan yang sibuk.

Setelah pada 3 Oktober awalnya menyangkal bahwa ada pertempuran di kota, Resolute Support, yang memimpin NATO di Afghanistan, mengakui bahwa pasukan Afghanistan “mengontrol Kunduz”. Namun, laporan dari Afghanistan menunjukkan bahwa pertempuran dalam kota masih terus berlangsung, dan Taliban masih tetap berada di Kunduz.

Kemarin, laporan dari Kunduz mengatakan bahwa pertempuran di Kunduz hanya terjadi di luar kompleks gubernur di pusat kota. Tidak jelas apakah situasi telah berubah menjadi lebih baik. Menurut TOLONews, “Warga dan personel keamanan juga mengatakan Taliban menguasai sebagian besar kota dan hanya bangunan kantor gubernur, markas NDS dan beberapa gedung pemerintah lainnya yang masih dalam kendali pasukan Afghanistan.”

Militer AS telah meluncurkan dua serangan udara di Kunduz, dan komandan pasukan Afghanistan mengatakan bahwa Taliban telah meluncurkan serangan dari selatan dan timur kota saat pasukan Afghanistan mulai meluncurkan “operasi pembersihan,” lapor The Associated Press.

Taliban menguasai Kunduz selama dua minggu musim gugur yang lalu, dan juga mengancam kota awal tahun ini dan kini menguasainya kembali setelah satu tahun pengepungan.

Ibukota provinsi Helmand dan Uruzgan juga di bawah ancaman langsung, dan laporan dari Baghlan menunjukkan bahwa Taliban bertempur di pinggiran Pul-i-Khumri memperoleh banyak kemajuan.

 

Terkait Asyura Syi’ah, FUIS Akan Desak Polda Jateng Tak Keluarkan Izin

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Semarang (FUIS) bersama umat Islam se-Jawa Tengah akan mendesak Polda Jawa Tengah untuk tidak memberikan izin terhadap perayaan Asyuro kelompok Syiah. Hal tersebut ditegaskan Humas FUIS, Danang kepada Jurniscom siang ini, Rabu (5/10/2016).

“Kami bersama ormas Islam dan mahasiswa akan mendatangi Kapolda Jateng Kamis pagi untuk audiensi. Mendesak aparat untuk tidak mengizinkan perayaan sesat asyuro Syiah,” kata Danang melalui pesan singkat.

FUIS menegaskan, jika Polda Jateng bersikeras memberikan izin, FUIS mengancam akan menurunkan ribuan massa untuk membubarkan acara.

Dalam acara itu, FUIS juga akan mengundang tokoh dan ulama Jawa Tengah seperti Ustadz Fuad al Hazimi (Magelang), Ustadz Iim Ba’asyir (Solo), Ustadz widodo (Semarang), Ustadz Jafar Umat Tholib (Yogyakarta) dan lainnya.

Umat Islam Desak Patung Yesus Ilegal di Gereja St. Yakobus Yogyakarta Dibongkar

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Front Jihad Islam (FJI) bersama Ormas Islam Yogyakarta kembali mendatangi Kantor Kelurahan Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta, Selasa (4/10/2016). Mereka memita klarifikasi terkait perizinan pembangunan Patung Kerahiman di Gereja St. Yakobus Elfensius, Pajangan0

Dalam pertemuan kedua itu, Ketua Dewan Paroki Gereja Santo Yakobus Bantul, Boni Safius Slamet dihadirkan untuk mendapatkan informasi perizinan tersebut.

Mewakili FJI, Advokat LBH FJI Syaiful Bahri meminta pihak Gereja untuk menunjukkan dasar hukum pendirian Patung Kerahiman di Gereja St. Yakobus Elfenius. Selain itu, Syiful juga menjelaskan tetang adanya sikap intoleran dan penistaan agama dalam peresmian patung tersebut.

“Saat peresmian patung itu mengundang ibu-ibu pengajian, berpose selfie di depan patung Yesus. Ini bentuk pencampuradukkan agama, ini jelas menginjak identitas agama. Yang kedua sesuai aturan Bupati nomor 43 tahun 2015, semua pembangunan harus dengan izin mencakup pembangunan tugu dan monumen. Nah pembangunan monumen itu sudah ijin nggak?” terang Syaiful.

Menanggapi hal itu, Boni kemudian menunjukkan surat IMB No. 622/983/1995. Sayangnya, Boni tidak memahami bahwa izin pembangunan patung harus mengantongi izin tersendiri. Boni mengira izin Gereja yang dikeluarkan Bupati itu termasuk izin membangun patung.

“Kami berfikir izin itu untuk pendirian Gereja beserta kelengkapan ibadah, dan adanya patung wajah yesus atau Kerahiman itu merupakan kelengkapan ibadah” cetusnya.

Perwakilan Dinas Perizinan, Tri Manora dari Dinas Perizinan mengatakan Gereja St Yakobus Elfensius, tak memiliki izin pendirian Patung Kerahiman. Dirinya membenarkan pijakan Perda maupun Perbup yang dipersoalkan FJI.

“Berkaitan Patung, di Perda no 5 tahun 2011, di Perbup 37 tahun 2011 dan 43 tahun 2015 itu adalah masuk IMB non Gedung. Maka itu ada izin yang harus dipenuhi, monggo silahkan pihak Gereja mengurus” katanya.

Hasil musyawarah tersebut diperoleh kesepakatan bahwa pihak Gereja tak memiliki izin pendirian Patung Kerahiman dan pihak Gereja bersedia tidak melibatkan umat Islam dalam urusan ibadah. Namun ormas Islam Yogyakarta tetap mendesak pembongkaran Patung Kerahiman dengan memberi waktu 4 hari bagi FKUB mencari bukti penyimpangan perijinan pihak Gereja.

Hadir dalam pertemuan itu M Irwan Susanto (Lurah Sendangsari), Dra. Srikayatun (Camat Pajangan), AKP Suyanto,SH (Kapolsek Pajangan)m Inf. Suyadi (Danramil Pajangan), Tri Manora dari Dinas Perijinan dan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

PWJ Kecam Keras Tindakan Anggota TNI kepada Jurnalis Madiun

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Poros Wartawan Jakarta (PWJ), mengecam tindakan kekerasan anggota TNI kepada Sony, Jurnalis Madiun.

Bentuk protes PWJ dengan menyerukan kepada jurnalis Indonesia untuk tidak meliput atau memberitakan kegiatan peringatan HUT TNI.

“Aksi solidaritas ini sebagai bentuk protes kepada institusi militer Indonesia terkait aksi kekerasan yang dilakukan terhadap insan jurnalis selama rentang 2016,” kata Ketua PWJ, Tribowo Santoso dalam rilisnya, Rabu (5/10/2016).

Tribowo menilai, Panglima TNI terbukti gagal menepati janjinya mengakhiri kekerasan prajurit TNI terhadap pekerja media. Sebab, dalam pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu menegaskan, kasus kekerasan terhadap jurnalis di Medan adalah terakhir kalinya.

“Soni, kontributor Net TV di Madiun dihajar anggota Yonif 501 saat mengambil gambar pemukulan anggota TNI terhadap anggota perguruan silat yang konvoi di Madiun, Ahad, 2 Oktober 2016. Soni dikeroyok,” ujarnya.

Untuk itu, PWJ mendesak Presiden Joko Widodo selaku Pemimpin Tertinggi institusi TNI agar memerintahkan Panglima TNI menuntaskan kasus ini.

“Dengan berulangnya kasus kekerasan terhadap jurnalis oleh institusi TNI, kami minta juga memerintahkan Panglima TNI agar memastikan tidak ada lagi kekerasan terhadap jurnalis Indonesia. Dan siap mundur jika masih terulang peristiwa serupa,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, belum selesai kasus kekerasan yang dilakukan TNI AU di Medan, muncul lagi kasus kekerasan terhadap wartawan di Madiun Jawa timur. Hal ini menimbulkan reaksi dari seluruh wartawan di Jawa Timur yang mendesak pengusutan kasus itu.

Soni dihajar anggota Yonif 501 saat mengambil gambar pemukulan anggota TNI terhadap anggota perguruan silat yang konvoi di Madiun, Ahad, 2 Oktober 2016. Soni dikeroyok setelah kamera dan kartu memorinya diminta paksa dan dirusak TNI.