Berita Terkini

Operasi Kunduz: Mujahidin Taliban Kendalikan Titik-titik Strategis

KUNDUZ (Jurnalislam.com)Al-Emarah News, Selasa (04/10/2016) mengatakan kota Kunduz sekali lagi telah jatuh ke tangan Taliban di tengah pertempuran sengit yang berlangsung sejak kemarin,

Usaha pasukan pemerintah Kabul untuk maju menuju daerah penting dan merebut kembali titik-titik strategis yang dikuasai Taliban digagalkan dan pasukan Afghanistan terpaksa mundur meskipun mereka mendapat dukungan pasukan darat dan serangan udara penjajah AS.

Laporan menunjukkan Taliban menguasai tiga zona keamanan kota Kunduz, yaitu Bandar-e-Imam Sahib, Bandar-e-Khanabad dan wilayah di sekitar Bala Hisar Fort serta daerah di sekitar badan intelijen, Shirkat dan kantor gubernur.

Daerah yang dikuasai musuh yang tersisa berada di bawah pengepungan ketat Taliban yang memblokir pintu keluar dan rute melarikan diri musuh.

Laporan lebih lanjut mengatakan bahwa mujahidin mengambil alih basis utama yang dikenal sebagai Bacha Qalandar di daerah Gortifa di batas kota Kunduz serta sebuah pos tempur, membuat musuh terlibat dalam pertempuran mematikan 100 meter dari rumah gubernur, menimbulkan kematian sejumlah besar personil musuh dengan puluhan pasukan musuh lainnya juga terluka, koresponden Al Emarah menjelaskan.

Pasukan Afghanistan dan polisi yang gelisah mencari dukungan udara Amerika ‘untuk membom kota Kunduz, laporan itu lebih lanjut menambahkan.

Pasukan Afghnaistan di Kunduz, yang bisa berkomunikasi dengan Kabul, memastikan dukungan baru dari darat dan udara oleh penjajah AS tiap jam.

Mujahidin Imarah Islam dilaporkan terus membuat kemajuan atas pasukan Kabul di Kunduz dari berbagai arah dan kembali mengendalikan kota.

Kedutaan Rusia di Damaskus Dihantam Mortir

SURIAH (Jurnalislam.com) – Bom mortir menghantam kedutaan Rusia di ibukota Suriah Damaskus pada hari Selasa (04/10/2016), Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan, lansir World Bulletin, Selasa.

Sebuah mortir menghantam daerah perumahan di kompleks tersebut sementara dua lainnya mendarat di dekat gedung kedutaan. Belum ada laporan yang terluka dalam serangan, yang diluncurkan dari daerah yang dikontrol oleh faksi-faksi jihad termasuk Jabhat Fath al Syam, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah, cabang al Qaeda di Suriah.

Kedutaan telah diserang sebelumnya. Kremlin adalah pendukung utama rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad dalam perang lima tahun di Suriah.

Pemimpin Senior Pemberontak Houthi Tewas di dekat Najran

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sumber-sumber keamanan telah mengkonfirmasi bahwa seorang pemimpin senior pemberontak Houthi tewas di garis depan dekat Najran di Yaman.

Abdullah Qayed al-Fadeea tewas Selasa (04/10/2016) pagi setelah pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi menargetkan dia dan konvoinya, lansir Al Arabiya News Channel, Selasa.

al-Fadeea dianggap salah satu jajaran tinggi milisi Houthi dan pemimpin pertempuran untuk sejumlah kelompok militer, serta wakil pengawas umum pada garis depan pertempuran di Najran.

Enam warga sipil tewas dan delapan lainnya terluka pada hari Senin ketika dua roket yang ditembakkan oleh pasukan Syiah Houthi menghantam pasar yang populer di Taez, kata sumber-sumber militer dan medis.

Tiga anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas dalam ledakan di luar sebuah kantor pos di distrik Bir Bacha di kota barat daya, kata mereka.

Taez, kota ketiga negara itu, hampir sepenuhnya dikelilingi oleh pemberontak Syiah yang didukung Republik Syiah Iran dan sekutu mereka, pendukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

Komisaris Tingggi HAM PBB Peringatkan Rusia atas Kejahatan Perang di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad memperingatkan Rusia pada hari Selasa (04/10/2016) atas penggunaan senjata pembakar di lingkungan sipil yang terkepung di Aleppo timur, dan mengatakan kejahatan yang dilakukan oleh satu pihak tidak berarti pihak yang lain dibolehkan melakukan tindakan ilegal lainnya, lansir Aljazeera Selasa.

Ratusan warga sipil telah tewas atau terluka dalam serangan udara sejak runtuhnya gencatan senjata dan pengumuman serangan rezim Suriah yang didukung Rusia bulan lalu untuk merebut kembali Aleppo.

Serangan berulang-ulang pada infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit, telah menarik kecaman internasional – dan merupakan kejahatan perang.

Zeid mengatakan bahwa situasi di Aleppo menuntut inisiatif baru yang berani “termasuk usulan untuk membatasi penggunaan hak veto oleh anggota tetap Dewan Keamanan,” yang akan memungkinkan badan PBB untuk merujuk situasi di Suriah ke Mahkamah Pidana Internasional (the International Criminal Court-ICC).

“Rujukan seperti itu akan sangat berarti mengingat impunitas yang merajalela dan sangat mengejutkan yang terlihat dalam konflik dan besarnya kejahatan yang telah dilakukan, beberapa di antaranya kemungkinan memang merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” katanya di sebuah pernyataan.

Rezim Assad dan sekutunya telah melakukan sebuah “pola serangan” terhadap sasaran yang memiliki perlindungan khusus di bawah hukum kemanusiaan internasional, termasuk unit medis, pekerja bantuan dan stasiun pemompa air, katanya.

Menurut Fadela Chaib, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (the World Health Organization-WHO), sedikitnya 342 orang, termasuk 106 anak-anak, telah tewas di Aleppo timur antara 23 September hingga 2 Oktober. Sebanyak 1.129 orang, termasuk 261 anak-anak, terluka.

Angka-angka tersebut didasarkan pada laporan dari pusat kesehatan yang masih berfungsi dan jumlah korban sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi, kata Chaib.

“Sampai kemarin, kami hanya memiliki enam rumah sakit yang berfungsi, namun hanya satu rumah sakit yang menawarkan layanan trauma,” kata Chaib lagi.

Sementara itu, televisi rezim Suriah melaporkan pada Selasa bahwa penembakan oleh pejuang-pejuang oposisi menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 20 lainnya di wilayah yang dikuasai pemerintah rezim Assad di Aleppo.

pbb-hamSejak pertempuran pertama pecah di sana pada tahun 2012, Aleppo telah dibagi antara pejuang oposisi di timur dan tentara rezim Assad di barat.

Rusia adalah pemain kunci dalam perang Suriah berdasarkan dukungan militer mereka untuk Bashar al-Assad dan perannya sebagai salah satu dari lima kekuatan hak veto di Dewan Keamanan.

Penggunaan senjata sembarangan seperti senjata pembakar di daerah padat penduduk mendapat perhatian yang sangat besar, Zeid mengatakan, menggambarkan situasi tersebut mirip dengan pertempuran Warsawa, Stalingrad dan Dresden selama Perang Dunia Kedua.

“Saya mengingatkan kepada semua pihak tentang Negara Protokol III dari Konvensi Senjata Konvensional Tertentu (the Convention on Certain Conventional Weapons), termasuk Federasi Rusia, bahwa mereka dilarang menggunakan senjata pembakar dalam serangan udara di daerah padat penduduk, dan bahwa penggunaan senjata tersebut oleh pasukan darat sangat dibatasi,” kata Zeid.

Diprotes Warga, Renovasi Gereja GKJW Wonokusumo Dihentikan

MOJOKERTO (Jurnalislam.com) – Sejumlah tokoh masyarakat, alim Ulama beserta warga Desa Wonokusumo, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur melakukan aksi penolakan atas renovasi Kompleks Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan Wonokusumo Gang VI, RT 01 RW 01, Kelurahan Wonokusumo, Selasa (4/10/2016).

Selain melanggar perjanjian yang pernah dibuat pada 23 Juli 2009 antara GKJW dengan warga sekitar, renovasi itu juga dinilai menyalahi perizinan terkait renovasi rumah ibadah. Dalam perjanjian tersebut, warga menolak bila adanya renovasi yang dilakukan pihak GKJW berupa perubahan bangunan baik memperkecil atau memperbesar bangunan.

Namun, pihak GKJW mengklaim pihaknya telah mendapat izin dari warga Wonokusomo untuk merenovasi gereja yang lokasinya berdekatan dengan mushola itu.

“Hasil komunikasi dengan warga sekitar tidak ada masalah dengan renovasi kompleks gereja yang dilakukan oleh pihak Gereja,” kata Pdt. Kukuh.

Pernyataan itu dibantah oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, KH Baderun, yang menyatakan tidak pernah ada pemberitahuan dari pihak GKJW terkait renovasi. KH Baderun juga mengatakan bahwa tidak ada satu pun warga Wonokusumo yang menjadi jamaat di GKWJ.

“Semua orang luar lingkungan tersebut, kami selaku warga wonokusumo tidak pernah ada pemberitahuan atau perizinan akan proses renovasi yang dilakukan oleh pihak GKJW,” ungkap KH. Baderun.

Pihak Kelurahan Wonokusumo akhirnya menggelar mediasi di Pendopo Kelurahan Wonokusumo untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pertemuan yang dihadiri pihak Polsek dan Koramil itu menghasilkan beberapa poin keputusan yang diantaranya, renovasi dibatalkan karena tidak memenuhi ketentuan Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 44 Tahun 2011 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) khususnya Pasal 19 ayat 1 huruf a.

“Pihak GKJW untuk tidak melanjutkan proses dari renovasi karena adanya keberatan oleh warga Wonokusumo, hingga keluar surat izin dari pemerintah,” tegas Kepala Kelurahan Wonokusumo, Sunaryo.

Selanjutnya, penyelesaian polemik renovasi gereja GKJW sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

‘Sampai Warga Garut Tak Membutuhkan Kami Lagi’

Hari pertama 21 September 2016 relawan FPI terjun ke lokasi banjir bandang Garut dengan berbekal semangat melayani dan membantu umat, terutama korban dampak bencana, kebingungan mengiringi mereka dalam mencari tempat untuk dijadikan posko relawan.

Lobi-lobi pun dilakukan, tepatnya di Kp. Rengganis RW 02 Kel. Paminggir kec. Garut Kota, relawan dipersilahkan membuka posko di sebuah lahan terbuka ukuran 4 x 5 m.

Bantuan berupa pakaian bekas layak pakai dan sembako mulai berdatangan, relawan pun bingung untuk menampung dan mengamankannya ditambah cuaca hujan yang terus turun. Hingga mereka lobi kembali tokoh setempat agar diperkenankan memakai Pos Yandu disamping posko terbuka itu.

Alhamdulillah, sesepuh setempat disana mengizinkan gedung Posyandu yang berukuran 3 x 5 m untuk dipakai gudang penyimpanan sejumlah barang bantuan dan masjid untuk relawan shalat dan istirahat.

Hari demi hari bantuan terus berdatangan, termasuk relawan dari luar garut secara bergantian datang untuk membantu mengevakuasi korban, memberikan pelayanan pengobatan dan membersihkan daerah-daerah beserta bangunan yang penuh dengan lumpur. Membereskan puing reruntuhan rumah warga, serta pendistribusian bantuan setepat mungkin.

Subhanallah, Posko FPI menjadi salah satu posko yang dipercaya oleh para dermawan. Terbukti, baik pribadi ataupun kelompok, hingga perusahaan menitipkan sumbangannya ke posko FPI untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya. Sampai bangunan yang dipakai posko penuh sesak dengan barang titipan, walaupun tiap hari tak kurang dari seribu paket disalurkan ke tiap lokasi banjir. Masyaallah.

Tiba dihari ke-7, Rabu 28 September 2016, dengan alasan bangunan Posyandu yang dipakai posko relawan FPI akan dipakai kegiatan, begitu pula masjid yang biasa dipakai relawan untuk shalat dan beristirahat akan dipakai pengajian. Dengan berat hati sesepuh setempat memberi himbauan kepada relawan agar segera mencari tempat lain untuk dijadikan posko sampai batas hari Jum’at. Tempat dan masjid tersebut harus dikosongkan.

Hari Jum’at tiba, para relawan harus angkat kaki dari tempat itu, mereka pamit dan memberikan sejumlah uang kepada sesepuh kampung sebagai penggati listrik dan PDAM yang dipakai relawan selama seminggu, dengan senang hati sesepuh pun menerimanya.

posko-fpi-garut
Posko FPI Garut

Sabar, itulah bekal mereka para relawan menghadapi keadaan pahit ini. Dengan patungan uang dari sejumlah relawan yang masih bertahan, layaknya pengungsi mereka mencari rumah atau apa saja yang dapat dijadikan posko tempat penyimpanan berbagai macam bantuan dan tempat berlindung para relawan dari guyuran hujan dan dinginnya cuaca.

Singkat cerita mereka mendapati sebuah rumah yang kecil dengan harga sewa 2,5 juta/bulan dan transaksi pun dilakukan. Tapi, disaat mereka tengah bertransaksi sewa rumah, tiba-tiba datanglah seseorang menghampiri relawan dan bertanya: “Sedang apa tuan tuan berkumpul disini?”

Wakil relawan pun menjawab: “Kami sedang mencari kontrakan untuk posko relawan”

Ia pun kembali bertanya: “Bukankah Posko FPI disana” sambil menunjukan ke kampung sebelah dimana posko FPI bernah berdiri,

Wakil relawan menjawab: “Benar pak Haji, tadinya kami disana, tapi kami harus pindah karena bangunan Posyandu dan masjid yang kami pakai posko akan dipakai kegiatan oleh sesepuh disana,”

Terlihat ungkapan sedih pada wajah Pak Haji dan tanpa pikir panjang “Sudah jangan sewa rumah disini, saya punya ruko cukup besar, gudang dan mesjid di dalamnya, mari tak usah sewa”

Wakil relawan: “Kami malu Pak Haji, kami bukan hanya sehari dua hari membuka posko, tapi sampai warga tidak membutuhkan kami lagi,” ungkap relawan

Pak Haji dengan yakin menegaskan: “Tak usah khawatir mau sebulan, dua bulan, tiga bulan pun selagi dibutuhkan, silahkan pakai,” imbuh Pak Haji

Subhanallah Walhamdulillah walaa Ilaha illallah Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…. begitulah ungkapan hati para relawan yang hanya bisa di ungkapkan dengan deraian airmata, berbaurlah perasaan tidak karuan antara senang dan sedih saat itu. Sujud syukur pun dilakukan atas rahmat dan pertolongn Allah SWT melalui hambanya yang baik itu.

Saat ini para Relawan FPI menempati ruko yang bukan hanya cukup untuk menyimpan barang, didalamnya terdapat sebuah mesjid besar untuk relawan shalat berjama’ah, serta tempat untuk beristirahat yang baik, untuk memulihkan tenaga mereka dalam berjuang di esok hari.

Al-Hafizh an-Nawawi rahimahumallah berkata, “Sesungguhnya kesabaran adalah amalan yang terpuji dan pelakunya akan selalu terbimbing di atas kebenaran.” (Syarh Shahih Muslim 3/101)

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahumallah berkata, “Sesungguhnya Allah SWT menjadikan sabar sebagai kuda tunggangan yang tak kenal lelah, pedang yang tak pernah tumpul, prajurit yang pantang menyerah, benteng kokoh yang tak bisa dihancurkan dan ditembus. Sabar merupakan saudara kandung kemenangan. Di mana ada kesabaran, di situ ada kemenangan.” (Uddatush Shabirin, hlm. 4)

Sabar merupakan sebuah kata yang ringan diucapkan, namun sangat bermakna dalam kehidupan. Dengannya, perjalanan hidup seseorang akan selalu terbimbing di atas kebenaran. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kesabaran itu adalah cahaya.” (HR. Muslim no. 223, dari sahabat Abu Malik al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu)

Kiriman Kang Opan, Koordinator Posko FPI Banjir Bandang Garut

Menengok Sejarah Islam Gujarat

INDIA (Jurnalislam.com) – Tepat 600 tahun yang lalu, empat orang bernama Ahmad berdiri di sisi sungai Sabarmati dengan tali di tangan untuk meletakkan dasar kota Ahmedabad. Kehadiran empat Ahmad bukannya kebetulan; mereka dipilih atas visi Sultan Gujarat Ahmad Shah I yang baru dinobatkan. Menurut visinya, kota pertama yang direncanakan di abad pertengahan India itu harus didirikan oleh empat orang bernama Ahmad yang tidak pernah meninggalkan salat wajib mereka. Setelah pencarian di Gujarat, empat Ahmad tersebut – Sultan Ahmad Shah I, Shaikh Ahmad Khattu dari Sarkhez, Qazi Ahmad Jod dari Patan, dan sarjana Malik Ahmad datang bersama-sama pada 7 Zil Qa’da 813 (2-3 Maret 1411) untuk membangun sebuah kota yang telah bertahan melalui pasang surut sejarah 600 tahun lamanya.

Tapi sejarah Islam Gujarat tidak dimulai dengan pembentukan Ahmedabad. Bahkan, umat Islam sudah ada di Gujarat selama 600 tahun sebelum tentara Allauddin Khilji muncul di wilayah ini di tahun 1297. Sama seperti umat Islam yang tiba di Malabar di Kerala, segera setelah Islam mulai menyebar di Semenanjung Arab, Muslim mulai membuat kehadiran mereka terasa di wilayah pesisir Gujarat. Muslim pertama yang datang ke Gujarat tampaknya di tahun 15 Hijriah atau 635 Masehi ketika gubernur Bahrain mengirimkan ekspedisi ke Thana dan Bhaurch. Kontak dengan Muslim terus berlanjut selama beberapa abad dalam bentuk serangan, perdagangan, dan migrasi.

 

menengok-sejarah-islam-gujarat-2

Setelah Sindh, kekuasaan Islam pertama yang didirikan di sub-benua India adalah di Gujarat. Kerajaan independen terbentuk di Sanjan, sebuah kota kecil di pantai. Tiga penguasanya, Fadl Ibn Mahan, Muhammad bin Fadl, dan Mahan bin Fadl bin Mahan memerintah berturut-turut dari 813 CE hingga 841 CE. Sanjan, yang disebut Sandan oleh orang Arab dalam catatan perjalanan penulis Arab dianggap sebagai pelabuhan penting dan kota industri.

Masjid Jami’ yang didirikan oleh dinasti Mahan terus berfungsi bahkan setelah dinasti berakhir. Penguasa Hindu lokal memperbolehkan penduduk Muslim hidup, berdagang, dan beribadah. Tapi Sanjan bukan satu-satunya kediaman Muslim. Historigrapher Abul Hasan Ali Masudi mencapai Cambay di 915 CE dan ia melihat sejumlah besar Muslim Arab menetap di Cambay, Chembur, Thana, Sopara, Sanjan, dan Bharuch. Dia menulis bahwa Muslim memiliki kehidupan yang terhormat di bawah raja-raja Hindu dan mereka telah membangun sejumlah Masjid untuk mendirikan shalat berjamaah.

Sejumlah Masjid ini bertahan, membuat Gujarat menjadi situs dari beberapa Masjid tertua India. Sanjan masih memiliki Masjid Jama yang berfungsi namun usianya tidak dapat dipastikan. Masjid tertua di Gujarat adalah Jama Masjid di Bharuch yang selesai pada tahun 1065. Struktur Islam yang kemungkinan tertua juga terletak di Bharuch, yaitu Madrasa Maulana Ishaq yang dibangun di 1038 CE. Kedua bangunan dibangun sebelum Muslim memerintah Bharuch.

Selain menarik pedagang dan migrasi, kekayaan Gujarat juga menjadi target yang menarik bagi Mahmood Ghaznavi yang menyerang kuil di Somnath di tahun 1024. Sekitar 150 tahun kemudian Shahabuddin Ghori juga menyerang Gujarat tetapi gagal dua kali dan baru pada tahun 1197 ketika jenderalnya Qutubuddin Aibak memiliki beberapa keberhasilan di Gujarat.

Kisah Gujarat modern tidak dimulai sampai terjadi pembentukan kedaulatan Kesultanan Gujarat oleh Muzaffar Shah I dengan menyatakan kemerdekaannya di 1407. Empat tahun kemudian cucunya Ahmad Shah I, pendiri Ahmedabad, menjadi Sultan dan mulai memberikan bentuk untuk daerah yang kita kenal sebagai Gujarat saat ini.

province_of_guzerat_gujarat_india_1896

Perangi Mujahidin Suriah, AS akan Gelar kembali Operasi Militer Bersama Rusia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat pada hari Senin (03/10/2016) tangguhkan negosiasi dengan Rusia pada upaya untuk menghidupkan kembali gencatan senjata di Suriah yang gagal dan mendirikan sebuah sel militer bersama untuk menargetkan jihadis.

“Ini bukan keputusan yang bisa dianggap enteng,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby, menuduh Rusia dan sekutu Suriahnya meningkatkan serangan terhadap daerah sipil, lansir World Bulletin, Senin (03/10/2016).

Kirby mengatakan militer Rusia dan AS akan terus menggunakan saluran komunikasi yang dibentuk untuk memastikan pasukan mereka tidak saling menghambat jalan satu sama lain selama “operasi kontraterorisme di Suriah.”

Tapi Amerika Serikat memanggil petugas yang telah dikirim ke Jenewa untuk merencanakan serangan terkoordinasi dengan petugas Rusia dalam sebuah “Pusat Implementasi Gabungan (Joint Implementation Center).”

Dan diplomat AS akan menangguhkan diskusi dengan Rusia untuk menghidupkan kembali kesepakatan September 9 yang dicapai antara Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Di bawah protokol itu, gencatan senjata mulai berlaku pada tanggal 12 September tetapi runtuh dalam waktu seminggu di tengah saling tuduh dan gelombang pertempuran dalam perang saudara lima tahun di Suriah.

Washington menuduh Moskow gagal mengendalikan pasukan pemerintah rezim Bashar Assad dan bersekongkol melakukan serangan pada sasaran sipil.

Sebaliknya Moskow mengatakan Amerika Serikat gagal memisahkan kelompok oposisi moderat anti-Assad dari faksi-faksi jihad Al Qaeda.

“Sayangnya, Rusia gagal memenuhi komitmennya sendiri, termasuk kewajibannya di bawah hukum kemanusiaan internasional,” kata Kirby, dalam pernyataan itu.

Menurut juru bicara AS, Rusia “tidak mau atau tidak mampu memastikan kepatuhan rezim Suriah untuk pengaturan yang telah disetujui Moskow.

“Sebaliknya, Rusia dan rezim Suriah malah memilih untuk menggelar operasi militer, tidak konsisten dengan gencatan senjata, seperti yang ditunjukkan oleh serangan intensif mereka terhadap daerah sipil.”

Kirby menuduh Moskow dan Damaskus “menargetkan infrastruktur penting seperti rumah sakit, dan mencegah bantuan kemanusiaan mencapai warga sipil yang membutuhkan.”

Dan ia mengulangi tuduhan Washington bahwa Rusia dan rezim bertanggung jawab atas serangan 19 September yang mematikan pada konvoi bantuan PBB di Suriah utara, di luar Aleppo.

Pasukan Pakistan dan India kembali Bentrok di Wilayah Kashmir

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Tentara Pakistan dan India saling melepaskan tembakan di seberang perbatasan de facto Kashmir, militer Pakistan mengatakan, menyusul serangan semalam di sebuah kamp militer India di mana seorang tentara India tewas, Aljazeera melaporkan, Senin (03/10/2016).

Tidak ada korban yang dilaporkan dalam pertempuran terbaru pada hari Senin, yang terjadi lima hari setelah India mengatakan pasukannya telah menyeberangi perbatasan untuk melaksanakan “serangan bedah” di Garis Kontrol (the Line of Control-LoC) yang memisahkan wilayah sengketa – sebuah klaim yang dibantah Pakistan.

“Pasukan India sekali lagi menembak tanpa beralasan lewat tengah malam di Garis Kontrol di sektor Iftikharabad dan tentara Pakistan melepaskan tembakan balasan,” kata militer Pakistan dalam sebuah pernyataan, menambahkan aksi tembak menembak tersebut berakhir di pagi hari.

Pasukan Pakistan juga membalas tembakan tak beralasan India di sektor Nezapir dan Kailer.

Aksi tembak menembak terbaru tersebut terjadi setelah penyerang menembaki sebuah kamp militer di kota Baramulla di Kashmir India pada hari Ahad. Pejabat polisi senior lokal Imtiyaz Hussain Mir mengatakan kepada media bahwa sekitar dua dan empat penyerang terlibat dalam serangan tersebut.

Kepala polisi Kashmir India Danish Raja mengatakan hingga lima orang terluka di dua tempat lain di sepanjang LoC.

“Ada pelanggaran gencatan senjata di Sawjian dan Syahpur di sektor Poonch. Lima orang terluka … Penembakan telah berhenti.”

Lonjakan ketegangan antara dua rival bersenjata nuklir tersebut terjadi setelah protes mematikan yang berlangsung berminggu-minggu di Kashmir.

Lebih dari 80 warga sipil Muslim Kashmir telah tewas, sebagian besar dalam bentrokan dengan pasukan India saat melancarkan protes terhadap penjajahan India, dan merupakan kekerasan terburuk di kawasan itu sejak 2010.

Pada tanggal 18 September, sedikitnya 17 tentara India tewas dalam serangan di pangkalan militer Uri, yang India laporkan dilakukan oleh pejuang Islam yang didukung Pakistan.

Skandal Seks Pasukan Assad pada Relawan Wanita

SURIAH (Jurnalislam.com) – Perempuan Relawan Angkatan Darat di jajaran pasukan rezim Assad melaporkan sebuah skandal seks, dalam rekaman yang diposting oleh sekelompok relawan yang disebut “secret Panthers” dari Brigade 130 yang digunakan oleh Rusia dalam operasi mereka, ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (03/10/2016).

Para relawan menekankan pada pengakuan mereka bahwa petugas Brigade 130 ini memilih beberapa relawan untuk dieksploitasi secara “seksual”, dan yang lainnya juga diperlakukan buruk, tidak diberikan makanan, minuman atau tempat tinggal, dan tidak ada pelatihan yang diberikan untuk relawan; ketika petugas Brigade ini berpura-pura sebagai ahli Rusia yang berkunjung ke kamp mereka, dan mengklaim bahwa mereka melatih relawan untuk bertempur.

“Kami menemukan bahwa pasukan Pertahanan Nasional lebih mendingan daripada pasukan Kementerian Pertahanan Suriah, mereka merekrut perempuan untuk fantasi seksual pribadi, dan mengabaikan yang lain.” salah satu relawan yang muncul dalam video tersebut mengatakan.

Dokumen yang bocor mengungkapkan pemerasan sebelumnya oleh personil Departemen Pertahanan terhadap perempuan yang kehilangan suami mereka selama bertugas bersama milisi pertahanan nasional dalam operasi rezim Suriah Assad.