Berita Terkini

RUU Omnibus Law Sektor Keuangan P2SK Berpotensi Lemahkan Perbankan Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menilai upaya RUU P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan) yang menghapus kewajiban spin off pada 2023 merupakan kebijakan yang kontraproduktif dan langkah mundur dalam pengembangan perbankan syariah nasional.

 

Di dalam RUU tersebut spin off tidak memiliki batas waktu dan karenanya menjadi BUS (Bank Umum Syariah) tidak lagi menjadi keharusan sepanjang aset UUS tidak mencapai 50 persen dari induk BUK-nya.

 

“kebijakan kewajiban spin off pada 2023 sejak diundangkan pada Juli 2008, terbukti berhasil mengakselerasi pertumbuhan industri perbankan syariah nasional,” kata Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS dalam diskusi publik IDEASTalk di Jakarta, Kamis (04/08/2022).

 

Yusuf menambahkan pada 15 tahun awal eksistensi-nya, yaitu sejak diperkenalkan pada 1992 hingga Juni 2008, pangsa pasar perbankan syariah hanya mencapai 2,36 persen saja.

 

“Sejak UU No. 21/2008 hadir pada Juli 2008 dan membawa sejumlah ketentuan yang mendorong pelaku untuk serius membesarkan industri, pangsa pasar perbankan syariah mampu meningkat signifikan. Terbukti dalam 15 tahun terakhir, antara Juni 2008 hingga Maret 2022, pangsa pasar perbankan syariah melonjak dari 2,36 persen menjadi 6,71 persen,” ungkap Yusuf.

 

Lebih jauh, pasca UU No. 21/2008, Indonesia telah berada di arah yang tepat, yaitu jumlah UUS menurun dan jumlah BUS meningkat. Bila pada Juni 2008, jumlah BUS dan UUS berturut-turut adalah 3 dan 28, maka kini, pada Maret 2022, jumlah BUS melonjak menjadi 12 dan jumlah UUS menurun menjadi 21.

 

“Hal ini jelas menunjukkan bahwa kewajiban spin off oleh UU No. 21/2008 adalah kredibel dan berhasil mendorong pelaku perbankan syariah untuk serius mengembangkan industri dalam jangka panjang dengan membentuk BUS,” tutur Yusuf.

 

Pasca UU No. 21/2008 setidaknya telah berdiri 11 BUS, yaitu Bank Bukopin Syariah (Desember 2008), BRI Syariah (Januari 2009), Bank Panin Dubai Syariah (Desember 2009), Bank Victoria Syariah dan BCA Syariah (April 2010), BJB Syariah (Mei 2010), BNI Syariah (Juni 2010), Maybank Syariah (Oktober 2010), BTPN Syariah (Juli 2014), Bank Aceh Syariah (September 2016) dan Bank NTB Syariah (September 2018).

 

Dalam waktu dekat, setidaknya akan terdapat tambahan 3 BUS baru yaitu rencana spin off UUS Bank Sinarmas dan rencana konversi Bank Riau Kepri dan Bank Nagari.

 

“Dari berbagai perubahan fositif yang terjadi, kami berkesimpulan RUU P2SK, yang merupakan amandemen UU No. 21/2008 dan wacana penghapusan kewajiban spin off pada 2023, secara jelas bertabrakan dengan common practice dan melemahkan upaya membesarkan industri perbankan syariah nasional,” ujar Yusuf.

 

Dalam kesempatan yang sama anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati menjelaskan ttg pasal 68 Undang-Undang No 21 Tahun 2008 terkait dengan kewajiban bagi Bank Umum Konvensional yang memiliki Unit Usaha Syariah melakukan spin-off dengan aset 50% atau paling lambat 15 tahun dari berlakunya Undang-undang  tersebut.

 

“Pada draft RUU P2SK, pasal 68 terkait dengan spin off perbankan syariah ini sempat dihapus. Namun saat pembahasan, ada usulan agar pasal ini tidak dihapus.  Namun apabila klausul batas waktu spin off selama 15 tahun dimunculkan, maka batas waktu dilakukan spin off adalah 2022 ditambah lima belas tahun sehingga batas waktunya adalah 2037,” ungkap Anis.

 

Anis menambahkan, payung hukum terkait ekonomi syariah termasuk di dalamnya  perbankan syariah diperlukan.

 

“Karena itu, untuk memperjuangkan konsep ideal dari perbankan syariah, RUU Ekonomi Syariah yang saat ini posisinya di long list Prolegnas, perlu didorong utk menjadi prolegnas prioritas di tahun 2023,” tutup Anis.[]

Korban Tewas Dalam Pemboman Israel di Gaza Meningkat Menjadi 41, Termasuk 15 Anak-anak

GAZA(Jurnalislam.com) – Otoritas kesehatan Gaza umumkan 41 warga Palestina di Jalur Gaza telah tewas sejak Israel memulai pemboman di daerah itu pada hari Jum’at.

Sejak operasi militer Israel dengan tujuan menargetkan posisi kelompok Jihad Islam yang dimulai pada hari Jum’at, “total 41 warga Palestina telah menjadi martir, termasuk 15 anak-anak dan empat wanita, serta 311 telah terluka di Jalur Gaza”, kata kementerian enklave Palestina pada Ahad (07/08/2022).

Israel menyatakan pada hari Ahad bahwa mereka telah menyetujui gencatan senjata yang diusulkan Mesir dengan militan Palestina di Gaza setelah tiga hari konflik yang intens, kata seorang sumber Mesir.

Negosiasi meningkatkan harapan bahwa Mesir dapat membantu menengahi kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran terburuk di Gaza sejak perang 11 hari tahun lalu yang menghancurkan wilayah miskin pesisir, merupakan rumah bagi sekitar 2,3 juta warga Palestina.

Sebuah sumber keamanan Mesir mengatakan bahwa Israel “telah menerima” gencatan senjata, seraya menambahkan bahwa Kairo sedang menunggu tanggapan Palestina.

Nour Abu Sultan, warga yang tinggal di sebelah barat Gaza, mengatakan dia “menunggu deklarasi gencatan senjata dengan gelisah”.

“Kami belum tidur selama berhari-hari karena panas penembakan dan roket, suara pesawat terbang di atas kami menakutkan,” kata pria berusia 29 tahun itu.

Sejak Jumat, Israel telah melakukan pemboman udara dan artileri berat terhadap posisi kelompok Jihad Islam di Gaza, sementara gerilyawan menembakkan ratusan roket sebagai bentuk pembalasan.

Seorang juru bicara Jihad Islam mengatakan kepada AFP “belum ada kesepakatan”.

Musab al-Buraim mencantumkan tuntutan kelompok itu, termasuk pembebasan pemimpin senior Bassem al-Saadi, yang tertangkap di West Bank yang diumumkan oleh Israel pada Selasa. (Bahri)

Sumber: The New Arab

Negara-negara Arab Mengutuk Serangan Israel di Kompleks Masjid Al-Aqsa dan Gaza

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)–Qatar, Arab Saudi, Kuwait dan Uni Afrika mengutuk serangan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem Timur, yang terjadi bersamaan dengan pemboman brutal di Jalur Gaza Palestina.

Ratusan warga Israel, termasuk setidaknya satu anggota parlemen, menyerbu situs suci muslim di bawah perlindungan polisi pada Ahad pagi (07/08/2022).

Para ekstremis berdoa di halaman masjid dan mengibarkan bendera Israel, sebuah tindakan yang melanggar kesepakatan Palestina-Israel tentang kesucian masjid Al-Aqsa dan dipandang sebagai tindakan provokatif oleh warga Palestina.

Sejumlah negara Arab mengutuk serangan provokatif di Al-aqsa dan serangan brutal di Gaza.

“Negara Qatar menyatakan kecaman keras dan kecamannya atas penyerbuan puluhan pemukim di halaman Masjid Al-Aqsa yang diberkati di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel,” kata kementerian luar negeri Qatar dalam sebuah pernyataannya.

“Kementerian menyerukan masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab hukum dan moralnya terhadap Yerusalem dan kesuciannya untuk menghalangi upaya pendudukan yang ingin mengubah konflik menjadi perang agama.” sambungnya.

Arab Saudi juga mengutuk penyerbuan masjid dan menyerukan masyarakat internasional untuk memastikan perlindungan warga Palestina.

Kementrian luar negeri Arab Saudi “mengungkapkan kecaman Kerajaan Arab Saudi atas penyerbuan halaman Masjid Al-Aqsa oleh pemukim Israel adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan situasi historis dan hukum di Yerusalem dan tempat-tempat sucinya,” katanya.

Arab Saudi menekankan “bahwa pelanggaran dan serangan yang sedang berlangsung di tempat-tempat suci memperburuk ketegangan dan mendorong situasi ke dalam siklus kekerasan yang berkelanjutan”.

Kuwait juga mengutuk serangan itu dan juga meminta masyarakat internasional untuk melindungi warga sipil Palestina.

Turki “mengutuk keras pemukim fanatik Israel” karena menyerbu kompleks masjid dan membunuh warga sipil dalam serangan udara di Gaza.

Uni Afrika juga mengecam “serangan serangan udara” Israel di Jalur Gaza.

Puluhan warga Palestina tewas dalam tiga hari serangan Israel di Jalur Gaza, termasuk 15 anak-anak.

Sementara disaat yang sama para pemukim Israel secara teratur menyerbu kompleks Al Aqsa, hal ini justru mengobarkan ketegangan dan membahayakan nyawa jamaah Muslim Palestina. (Bahri)

Sumber: The New Arab

Taliban: Serangan Pesawat Tak Berawak AS Melanggar Perjanjian Doha

KABUL(Jurnalislam.com) – Taliban mengutuk serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) yang menyasar tepat di pusat ibu kota Kabul. Yangmana diklaim oleh AS sebagai tempat persembunyian pemimpin Al Qaeda Ayman Al-Zawahiri.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa (02/08/2022), Taliban menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran yang sangat jelas” terhadap prinsip-prinsip internasional dan Perjanjian Doha, pakta 2020 yang ditandatangani oleh Taliban dan AS yang memfasilitasi penarikan pasukan internasional dari Afghanistan.

“Serangan itu dilakukan di sebuah rumah tinggal di daerah Sherpur di Kabul, sebuah kantong diplomatik di mana banyak pemimpin Taliban tinggal sekarang”, kata kepala juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam pernyataan itu.

“Tindakan seperti itu merupakan pengulangan dari pengalaman gagal selama 20 tahun terakhir dan bertentangan dengan kepentingan AS, Afghanistan, dan kawasan,” imbuh Mujahid.

Serangan pesawat tak berawak itu adalah serangan AS pertama yang diketahui di Afghanistan sejak pasukan dan diplomat AS meninggalkan negara itu setelah Taliban mengambil alih pemerintah pada Agustus 2021.

Langkah itu dinilai dapat meningkatkan kredibilitas jaminan Washington bahwa AS masih dapat mengatasi ancaman dari Afghanistan meski tanpa kehadiran militer di negara tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, menuduh Taliban menampung dan melindungi pemimpin al-Qaeda di Kabul dan sangat nyata melanggar Perjanjian Doha,

“Dalam menghadapi keengganan atau ketidakmampuan Taliban untuk mematuhi komitmen mereka, kami akan terus mendukung rakyat Afghanistan dengan bantuan kemanusiaan yang kuat dan untuk mengadvokasi perlindungan hak asasi mereka, terutama perempuan dan anak perempuan,” kata Blinken dalam sebuah pernyataan. (Bahri)

Sumber: Al Jazeera

Serangan Israel di Gaza, 10 Warga Tewas Termasuk Balita

GAZA(Jurnalislam.com) – Israel menggempur Jalur Gaza dengan serangan udara pada hari Sabtu (06/08/2022) dan kelompok militan Palestina membalas dengan rentetan tembakan roket, dalam eskalasi kekerasan terburuk di wilayah itu sejak perang tahun lalu.

Otoritas kesehatan di Gaza mengumumkan 10 orang telah tewas oleh pemboman Israel, termasuk seorang gadis berusia lima tahun, serta 75 warga lainnya terluka.

Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengatakan Israel terpaksa meluncurkan “operasi pencegahan melawan teror terhadap ancaman langsung” yang ditimbulkan oleh kelompok Jihad Islam, setelah beberapa hari terjadi ketegangan di sepanjang perbatasan Gaza.

Baik Israel dan kelompok Jihad Islam telah mengkonfirmasi pembunuhan seorang komandan tinggi dari kelompok militan, Taysir al-Jabari, dalam serangan hari Jumat.

Kelompok Jihad Islam mengatakan pemboman awal Israel sama dengan “deklarasi perang”, sebelum mereka membalas melepaskan lebih dari 100 roket ke arah Israel.

Tembakan roket dan serangan Israel masih terus berlanjut, hal beresiko menyebabkan terulangnya konflik 11 hari pada Mei 2021 yang menghancurkan Gaza, serta menewaskan lebih dari 250 warga Palestina.

“Israel tidak tertarik pada konflik yang lebih luas di Gaza, tetapi juga tidak akan menghindar darinya,” kata Lapid dalam pidato yang disiarkan secara nasional.

Sirene serangan udara terdengar semalam di beberapa tempat di Israel selatan dan tengah, tetapi tidak ada laporan mengenai korban yang ditimbulkan.

Pejabat di daerah perbatasan mendesak warganya untuk tetap dekat dengan tempat penampungan, yang juga dibuka di ibu kota Tel Aviv.

Tentara Israel awalnya mengkonfirmasi setidaknya 70 peluncuran roket dari Gaza, mengatakan 11 telah jatuh di dalam kota tersebut, serta puluhan roket berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome, dan roket yang lainnya mendarat di daerah terbuka.

Mesir, perantara bersejarah antara Israel dan kelompok-kelompok bersenjata di Gaza, berusaha menengahi dan mungkin menjadi tuan rumah bagi delegasi Jihad Islam pada Sabtu malam, kata pejabat Mesir kepada AFP di Gaza. (Bahri)

Sumber: The New Arab

Taliban Selidiki Klaim AS Bunuh Pemimpin al-Qaeda di Kabul

AFGANISTAN  (Jurnalislam.com)– Taliban sedang menyelidiki klaim oleh Amerika Serikat (AS) bahwa mereka telah membunuh pemimpin al-Qaeda Ayman Al-Zawahiri dalam serangan pesawat tak berawak di Kabul, hal ini disampaikan oleh seorang pejabat Taliban.

AS mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil membunuh al-Zawahiri dengan rudal yang ditembakkan dari pesawat tak berawak saat dia berdiri di balkon rumah persembunyiannya di kota Kabul pada hari Ahad.

“Pemerintah dan kepemimpinan tidak mengetahui apa yang diklaim, atau jejak apa pun di sana,” terang Suhail Shaheen, perwakilan Taliban untuk PBB, yang berkantor di Doha, kepada wartawan dalam sebuah pesan, sebagaimana dilansir Al Jazeera (04/08/2022).

“Investigasi sedang berlangsung sekarang untuk mengetahui kebenaran klaim tersebut,” katanya, seraya menambahkan “bahwa hasil investigasi akan diumumkan kepada publik”.

Para pemimpin Taliban sebagian besar belum menanggapi tentang serangan pesawat tak berawak AS tersebut dan belum mengkonfirmasi keberadaan atau kematian al-Zawahiri di Kabul.

Para pemimpin tinggi Taliban telah mengadakan rapat panjang tentang bagaimana menanggapi serangan pesawat tak berawak AS, tiga sumber dalam kelompok itu mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Ayman Al-Zawahiri, seorang dokter Mesir, menjadi buronan karena serangan 11 September 2001 di AS.

Berita kematiannya di Kabul menimbulkan pertanyaan tentang apakah dia menerima perlindungan dari Taliban, sementara Taliban telah meyakinkan AS sebagai bagian dari perjanjian 2020 tentang penarikan pasukan pimpinan AS bahwa mereka tidak akan menampung kelompok bersenjata darimanapun.

Shaheen menegaskan Imarah Islam Afghanistan tetap berkomitmen pada perjanjian yang ditandatangani di ibukota Qatar, Doha.

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menuduh Taliban telah “sangat melanggar” perjanjian dengan menampung dan melindungi al-Zawahiri. (Bahri)

Sumber: Al Jazeera

RS Indonesia di Gaza Tangani Puluhan Korban Agresi Israel

PALESTINA(Jurnalislam.com)–Agresi Israel ke Jalur Gaza yang dimulai sejak Jum’at (5/8) telah mengakibatkan puluhan korban jiwa dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Kementerian Kesehatan Palestina merilis jumlah korban akibat agresi Israel hingga Minggu (7/8) pkl 23.25 waktu setempat mencapai 44 orang meninggal dunia dan 360 orang luka-luka. Wanita, lansia bahkan anak-anak tidak luput menjadi sasaran kebrutalan Israel. Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, sebagai rumah sakit terbesar di Gaza bagian Utara turut menangani hingga puluhan korban serangan Israel.

Salah satu relawan MER-C di Jalur Gaza, Reza Aldilla Kurniawan, melaporkan bahwa sejak Israel memulai serangan pada hari Jum’at (5/8) RS Indonesia menangani sedikitnya 8 korban meninggal (syahid) dan 54 korban luka-luka.

Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi ruangan tersibuk di RS Indonesia pasca serangan terjadi. Ruang IGD yang diberi nama salah satu pahlawan asal Aceh, yaitu Teungku Chik Ditiro terus menerima korban-korban serangan Israel dengan berbagai derajat luka untuk segera mendapat pertolongan medis.

Selain IGD, ruang jenazah RS Indonesia juga menjadi tempat yang ramai didatangi warga Gaza. Mereka adalah para keluarga korban yang syahid atau warga Gaza yang ingin melihat anggota keluarga atau sahabat mereka yang menjadi korban. Ketika ada warga yang syahid, warga Gaza lainnya ramai mengiringi jasad para syuhada untuk dibawa ke tempat peristirahatan terakhir.

Reza juga menyampaikan bahwa selama serangan berlangsung, getaran terasa cukup kuat dan suara ledakan terdengar jelas dari Wisma dr. Joserizal Jurnalis, tempat tinggal para relawan Indonesia selama bertugas di Jalur Gaza, yang berada di dalam kompleks RS Indonesia.

Keberadaan RS Indonesia di Gaza menjadi sangat krusial terlebih pada saat terjadinya serangan seperti sekarang ini. RS Indonesia menjadi rumah sakit utama bagi para korban serangan di Gaza bagian Utara untuk mendapatkan pengobatan dan pertolongan medis.

Sejak dibuka pada akhir tahun 2015, hingga saat ini MER-C masih terus melakukan pengembangan di RS Indonesia, baik dari sisi bangunan yang sudah menjadi 4 lantai maupun peralatan medis yang terus dilengkapi secara bertahap sesuai kebutuhan warga Gaza. Semua ini dimungkinkan karena doa dan donasi dari rakyat Indonesia, juga kerja keras para relawan (unpaid volunteers), dukungan pemerintah RI melalui Kemenlu dan KBRI serta semua pihak yang terlibat selama proses pembangunan RS Indonesia.

Semoga RS Indonesia dapat terus bermanfaat dan menjadi wujud dukungan jangka panjang bangsa Indonesia untuk Palestina hingga Palestina meraih kemerdekaannya.

MER-C Mengutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza

Tentara Israel kembali melancarkan serangan ke sejumlah situs di Jalur Gaza, Palestina, Jum’at/5 Agustus 2022. Kementerian Kesehatan Palestina merilis bahwa serangan Israel telah menyebabkan sedikitnya 10 warga sipil gugur sebagai syuhada, termasuk diantaranya seorang anak berusia 5 tahun dan seorang wanita berusia 23 tahun. Serangan ini juga telah melukai puluhan warga sipil lainnya.

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengutuk serangan terbaru Israel ke Jalur Gaza. Hal ini karena bisa berdampak luas dan menyebabkan banyak korban sipil yang akan berjatuhan.

Adapun serangan balasan yang dilakukan faksi perlawanan Palestina adalah sebagai bentuk pertahanan diri dari kebrutalan serangan Israel ke Jalur Gaza.

MER-C juga meminta Dewan Keamanan PBB segera mengadakan sidang agar eskalasi tidak meluas. Kepada Pemerintah Indonesia, bersama-sama dengan dunia Internasional kami harapkan dapat segera mengambil langkah-langkah untuk melakukan tekanan dan desakan kepada Israel untuk menghentikan serangan.

Jika eskalasi meningkat dan jumlah korban terus bertambah, MER-C sebagai organisasi medis yang berpengalaman bekerja di Palestina akan mempertimbangkan pengiriman tim relawan medisnya ke Jalur Gaza.

Sementara itu RS Indonesia sebagai rumah sakit terbesar di Gaza bagian Utara juga bersiap memberikan pertolongan medis bagi warga yang menjadi korban.

Kasus ACT, Muhammadiyah Minta Masyarakat Junjung Tinggi Asas Praduga Tak Bersalah

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Muti meminta semua pihak tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan membiarkan proses hukum dalam kasus dugaan penyelewengan dana sumbangan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tetap berjalan.

 

“Biarlah pengadilan yang membuktikan. Semua pihak harus tetap memegang teguh azas praduga tak bersalah. Pengadilan harus memutus perkara dengan independen, objektif, dan adil,” kata Abdul Muti kepada wartawan, Ahad (31/7/2022).

 

Abdul mengatakan bahwa  langkah penyidikan yang dilakukan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dalam mengusut dugaan penyelewengan donasi ACT dapat dibenarkan.

 

“Aspek yang sekarang ditangani polisi terkait dengan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan peruntukan dan pelaporan yang tidak sesuai dengan realisasi. Pada aspek ini saya kira tindakan polisi bisa dibenarkan,” ujar Abdul.

sumber: kompas.com

 

Seluruh Masyarakat Indonesia Diharap Rayakan Hari Santri

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag mulai mempersiapkan gelaran Hari Santri 2022. Sejumlah perwakilan ormas Islam dilibatkan dalam persiapan agenda tahunan ini.

Di tahun 2022 ini, Kemenag ingin hari santri diperingati oleh seluruh masyarakat. “Kita berharap peringatan hari santri kali ini disambut oleh seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya kalangan tertentu,” ujar Direktur PD Pontren, Waryono Abdul Ghofur, saat memberikan arahan dalam kegiatan persiapan hari santri 2022 di Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Menurut Waryono, antusiasme masyarakat di dalam menyambut Hari Santri sebenarnya sudah sangat besar. “Bahkan, Hari Santri ini sudah dirayakan dengan meriah sampai di desa-desa,” tuturnya.

Meski demikian, upaya agar Hari Santri dirayakan seluruh masyarakat Indonesia harus terus dilakukan. Menurutnya, salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan adalah dengan mengangkat tema yang bisa diterima seluruh masyarakat.

“Bukan hanya tema yang bisa diterima oleh Kementerian Agama saja,” ujar pria yang baru saja mendapat gelar guru besar dari UIN Sunan Kalijaga ini.

Hal senada disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo. Berkaitan dengan peringatan hari santri, ia mengatakan bahwa keterlibatan Muslim perkotaan menjadi tantangan tersendiri.

“Oleh karena itu, tema hari santri ini harus yang greget di publik,” tuturnya.

Apalagi, lanjutnya, hari peringatan hari santri tahun ini merupakan suatu kombinasi angka yang cantik, yakni 22-10-2022. Ini, menurutnya, harus menjadi semangat bersama agar peringatan hari santri tahun ini lebih baik dari sebelumnya.

Ia juga mengatakan bahwa alternatif tema hari santri ini bisa diambil dari program-program prioritas Kemenag, antara lain moderasi beragama dan tahun toleransi.

“Kita tahu Kemenag mencanangkan tahun ini sebagai tahun toleransi. Ini juga bisa menjadi satu tema yang bisa diangkat dalam peringatan hari santri kali ini,” ujarnya.

Isu lainnya, sebagaimana dikemukakan Hasanuddin Ali, Tenaga Ahli Menag, juga dapat diangkat sebagai tema peringatan hari santri, seperti gelaran G 20 dan pemulihan ekonomi.

“Namun apa pun tema yang diputuskan, yang lebih penting adalah bagaimana peringatan hari santri ini tidak hanya untuk santri, tapi untuk masyarakat luas,” pungkasnya.