Berita Terkini

Kronologis Pembebasan Pengungsi Aleppo yang Disandera Milisi Syiah

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Teroris Syiah pro-rezim Assad pada Jumat malam akhirnya membebaskan ratusan sandera sipil setelah sempat menahan mereka selama evakuasi dari Aleppo berlangsung.

Empat belas sandera dilaporkan dibunuh oleh para penyandera.

Sementara itu konvoi warga sipil dilaporkan berbalik kembali ke wilayah Aleppo timur yang dikepung.

Jumat sebelumnya, evakuasi warga sipil dari Aleppo sempat dihentikan setelah kelompok milisi asing pro-rezim menghadang konvoi sipil setelah mereka meninggalkan distrik timur Aleppo yang dikepung menuju kota terdekat Idlib.

Menurut koresponden Anadolu Agency di Aleppo, Jumat (16/12/2016) teroris syiah pro-rezim ini menembaki konvoi bus menuju Idlib, yang membawa sekitar 800 warga sipil dari kota Aleppo.

Para milisi memaksa kendaraan untuk berhenti di Ramouseh di pinggiran barat daya Aleppo yang dikuasai rezim Syiah Assad dan mengambil semua penumpang sebagai sandera, koresponden melaporkan.

Beberapa jam kemudian, milisi Syiah pro-rezim membebaskan sandera setelah dilaporkan menewaskan 14 dari mereka.

Menurut ketentuan perjanjian sebelumnya antara rezim Assad dan kelompok oposisi Suriah, warga sipil yang terperangkap di Aleppo Timur akan diizinkan untuk pergi ke kota Idlib yang sebelumnya dikuasai oposisi.

Berada di dekat perbatasan dengan Turki, Idlib terletak sekitar 65 kilometer (sekitar 40 mil) dari Aleppo.

Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya 7.500 warga sipil telah meninggalkan Aleppo timur menuju Idlib, menurut sumber-sumber oposisi.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes unjukrasa dengan keganasan militer tak terduga.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah LSM yang berbasis di Beirut, menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah lebih dari 470.000 orang.

 

60 Lebih Korban Aleppo Tiba di Rumah Sakit Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Lebih dari 60 orang yang terluka dari kota Aleppo yang kritis akibat serangan brutal rezim Assad dan Rusia kini sedang dirawat di rumah sakit Turki, kepala Bulan Sabit Merah Turki (the Turkish Red Crescent) mengkonfirmasi pada hari Jumat (16/12/2016), lansir Anadolu Agency.

Di Twitter, Kerem Kinik mengatakan, “Lebih dari 60 orang terluka telah dibawa ke rumah sakit Turki dari Aleppo yang terkepung sejauh ini,” tapi tidak memberikan jumlah pasti.

Menteri Kesehatan Turki Recep Akdag juga mengatakan kepada televisi Turki Kanal 24 tentang langkah-langkah yang diambil di perbatasan Suriah Border Gate Cilvegozu, bahwa, “Kami menyiapkan tiga rumah sakit lapangan. Kami memiliki 13 ambulans dengan staf dan tiga tim penyelamat medis di sana.

“Sekitar 50 personil akan menyambut yang terluka dan mengambil tindakan segera. Semuanya sudah siap menerima para korban untuk dirawat ke provinsi Hatay, Adana, dan Mersin yang terletak paling dekat.”

Akdag menambahkan bahwa lebih dari 800 tempat tidur di seluruh negeri telah dicadangkan berjaga-jaga jika korban yang terluka tiba-tiba masuk dari Suriah.

Dia mengatakan telah menulis surat mendesak Organisasi Kesehatan Dunia PBB (the World Health Organization-WHO) untuk terlibat langsung. “Ada krisis kesehatan utama. Ini bukan hanya korban yang terluka. Anak-anak tidak diberi makan. Tidak ada yang mendapatkan vaksinasi. Kami melihat epidemi.”

Secara terpisah, Hasan Aydinlik, kepala Layanan Darurat Turki, mengatakan kepada wartawan di distrik Reyhanli Hatay, “Dari 55 koran terluka yang dibawa ke Turki, satu meninggal karena cedera, dan satu bayi berusia dua tahun dan empat orang lainnya masih dalam kondisi kritis.”

 

Begini Kesiapan Turki Menyambut Pengungsi Aleppo di Idlib dan Sekitarnya

Hatay (Jurnalislam.com) – Turki menyiapkan 10.000 tenda bagi pengungsi Aleppo di kamp-kamp di kota Idlib Suriah, presiden Bulan Sabit Merah Turki (the Turkish Red Crescent) mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Jumat (16/12/2016).

Kerem Kinik mengatakan badan amal Turki telah mulai membangun kota tenda menggunakan alat berat konstruksi sekitar 6 sampai 7 kilometer (sekitar 4 mil) dari perbatasan Turki dekat provinsi Hatay selatan.

Kinik mengatakan kota tenda akan dibangun secepatnya.

Bulan Sabit Merah Turki juga bersiap untuk meningkatkan kapasitas kamp-kamp pengungsi saat laporan awal menginformasikan bahwa jumlah orang yang dievakuasi dari Aleppo bisa mencapai hingga 50.000, tambahnya.

Dia mengatakan kamp dekat perbatasan Turki akan menjadi tuan rumah tempat istirahat, sekolah, pusat kesehatan, toilet mobile dan fasilitas mandi.

“Tahap pertama kamp akan selesai dalam waktu tiga sampai empat hari,” tambah Kinik.

Kekerasan meningkat di kota pada hari Senin ketika pasukan rezim Syiah Assad bersama milisi Syiah dukungan Iran maju ke wilayah Aleppo timur yang dikuasai oposisi setelah pengepungan selama lima bulan dan pemboman udara terus-menerus secara brutal ke pemukiman dan fasilitas-fasilitas umum.

Rezim yang juga didukung penuh oleh militer Rusia telah berusaha merebut atas wilayah Aleppo yang empat tahun lalu dikendalikan oleh faksi-faksi jihad dan kelompok-kelompok oposisi bersenjata.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011 ketika rezim menindak protes unjuk rasa dengan keganasan militer rezim yang tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah tewas oleh konflik dan jutaan lebih lainnya mengungsi.

Roadshow Relawan Kemanusiaan ‘Dari Saudaramu untuk Rohingya & Aleppo’

Undangan Ikhwatu Iman

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara .” (Al-Hujurat: 10)

[TABLIGH AKBAR]

@Masjid Istiqamah No 1 Bandung

• Ahad, 18 Desember 2016

• Pukul 09.00 – Selesai

• Tema : “Dari Saudaramu, untuk Rohingya dan Aleppo”

• Bersama :
– Ust. Rizal Dzulqornaen (Da’i Muda Bandung)
– Mas Sutaryo (Relawan Kemanusiaan dari ACT)

Ayo bantu Saudaramu & Siapkan infaq terbaik Anda!

Tabligh akbar ini gratis dan terbuka untuk umum. Mari raih pahala dengan menghadiri dan menyebarkan informasi ini.

Jazakumullah khairan katsiran..

Organized by :
@KODAS
@PEMUDAISTIQAMAH
@ACT

CP. 0857 2053 1120
___________

Imbauan Laskar 212 Tentang Toleransi Hingga Bangkitnya Komunisme

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Sejumlah ormas Islam di Banyuwangi pada Jumat (16/12/2016) mendeklarasikan Laskar 212. Laskar ini dibentuk sebagai upaya untuk menjaga semangat Aksi Bela Islam 3 (aksi 212).

Berikut ini adalah isi lengkap Imbauan Laskar 212 Tentang Toleransi, Bangkitnya Komunisme, Berkembangnya Syi’ah, Perayaan Menyambut Tahun Baru 2017, dan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah.

Bismillahirrahmanirrahim.
Sehubungan dengan situasi nasional umumnya dan regional Kabupaten Banyuwangi khususnya, terkait dengan masalah toleransi, indikasi bangkitnya paham komunis, perkembangan syi’ah, dan perayaan menyambut datangnya tahun baru 2017, maka kami Laskar 212 Banyuwangi, setelah melakukan pengkajian, menyampaikan sikap sebagai berikut:
1. Al-Quran surah al-Kafirun secara eksplisit mengajarkan tentang makna bertoleransi untuk saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing warga dalam beragama dan menjalankan ajarannya dengan baik.
2. Al-Quran surah Al-Ikhlas secara eksplisit menjelaskan pentingnya mengakui keberadaan Allah Swt adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Al-Quran surah An-Nisa’ ayat 115 dan Al-Hasyr ayat 7 menjelaskan bahwa ajaran ahlussunnah (sunni) adalah ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan seluruh sahabatnya. Jumlah terbesar umat Islam di seluruh dunia ada di Indonesia, adalah umat Islam yang menganut ajaran Ahlus-Sunnah wal Jamaah (Sunni).
4. Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 42 Allah SWT memberikan larangan mencampuradukkan antara yang haq dengan yang batil.
5. “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Dengan berpedoman ayat-ayat Al-Quran dan Sabda Nabi Muhammad Saw. di atas dan mencermati fenomena sosial saat ini maka Laskar 212 Banyuwangi menhimbau kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk melakukan kebijakan, sebagai berikut:

A. Menjaga Toleransi:
1. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan masyarakat wajib menjaga harmoni dan toleransi kehidupan umat beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi wajib mencegah setiap adanya penodaan dan penistaan agama dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut.
3. Meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengeluarkan himbauan yang berisi tentang:
1. Larangan kegiatan keagamaan yang bersifat ritual dengan mengundang orang lain yang memiliki keyakinan agama berbeda, misalnya Perayaan Natal Bersama mengundang umat Islam.
2. Larangan pemakaian atribut dan simbul-simbul agama bagi pemeluk agama lain, misalnya atribut dan aksesoris natal bagi karyawan muslim yang bergerak dalam bidang usaha hotel, perbankan, mal, perkantoran, rumah makan, dan lainnya.

B. Mengantisipasi Bahaya Laten Komunisme
1. Indonesia adalah negara yang didirikan atas landasan moral luhur, yaitu berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (UUD 45 pasal 29) dan adanya larangan menyebarkan paham komunis (PKI) di Indonesia berdasakan Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966, maka kami Laskar 212 Banyuwangi mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk terus mewaspadai bahaya bangkitnya paham anti ketuhanan tersebut. Hal tersebut perlu segera dilakukan mengingat tanda-tanda bangkitnya ideologi komunisme di Indonesia nyata adanya.
2. Meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengeluarkan himbauan kewaspadaan terhadap bangkitnya paham komunisme kepada semua elemen dan lapisan masyarakat, termasuk kepada lembaga pendidikan formal dan non formal. Hal tersebut perlu segera dilakukan untuk melawan lupa, bahwa bukti sejarah telah mengungkap kekejaman komunis (PKI). Bukan saja pembantaian massal terhadap kaum muslim (orang beragama) tetapi juga telah membunuh para jenderal TNI.
3. Meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara intensif dan massif menyelenggarakan seminar, workshop, kelompok kerja masyarakat, penyuluhan, dan lain-lain yang bertema tentang bahaya laten komunisme dengan mengaitkan fenomena sosial politik saat ini.

C. Mengantisipasi Berkembangnya Paham Syi’ah
1. Mengingat bahwa dalam banyak hal paham Syi’ah menyelisihi dan bertentangan dengan paham Ahlussunnah, bahkan juga bertentangan dengan Islam. Ahlussunnah telah sepakat bahwa manusia yang terbaik dari umat ini setelah Rasulullah adalah Khulafaurrasyidin. Sedangkan menurut Syi’ah mereka (khulafaurrasyidin) adalah kafir dan dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia. Maka bagi kami, Syi’ah bukanlah Islam.
2. Sepanjang sejarah pergolakan Sunni-Syi’ah menunjukkan bahwa kaum Syi’ah sangat bengis dan kejam terhadap kaum Sunni. Tidak sedikit para ulama dan umat Islam yang telah dibunuh pengikut Syi’ah. Apa yang saat ini terjadi di Suriah adalah gambaran nyata, puluhan ribu umat Islam telah dibantai oleh Presiden Bashar al-Assad yang menganut Syi’ah.
3. Tidak dipungkiri bahwa keberadaan pengikut Syi’ah di Indonesia semakin berkembang dan nyata adanya, dengan berbagai cara – termasuk melalui sandaran politik – kelompok Syi’ah pelan tapi pasti terus memperluas pengaruhnya di Indonesia.
4. Meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut berperan dalam mengantisipasi berkembangnya paham Syi’ah di wilayah Kabupaten Banyuwangi, mengingat sama bahayanya dengan paham komunisme.

D. Perayaan Menyambut Tahun Baru
1. Bulan Desember 2016 sebentar lagi berakhir dan akan berganti dengan tahun baru 2017. Bagi banyak kalangan tahun baru adalah momen yang dinanti-nanti. Di malam pergantian tahun baru, perayaan biasanya akan dibuat semeriah mungkin. Di malam pergantian tahun itu tempat-tempat hiburan dan lokasi wisata menjadi sasaran utama dikunjungi untuk meluapkan kegembiraan dan “kegilaan” sekaligus, kamar-kamar hotel penuh telah dipesan pasangan yang bukan berstatus suami istri. Tampak juga pesta kembang api, tradisi tiup terompet, konser musik yang menghadirkan tampilan seronok, konvoi/balap motor, pesta miras, seks bebas, kongkow larut malam hingga pagi hari dan sebagainya seakan menjadi lumrah dilakukan.
2. Bagi umat Islam merayakan tahun baru masehi itu bukan budaya Islam, itu budaya dan ritual non-muslim. Sedangkan penduduk Banyuwangi mayoritas beragama Islam dan berbasis pesantren. Islam telah memiliki tahun baru sendiri yaitu 1 Muharram tahun hijriyah dan dua hari raya: idul fitri dan idul adha yang setiap tahun dirayakan dengan suka cita, berdimensi keshalehan sosial dan mempererat silaturahim.
3. Perayaan malam pergantian tahun baru masehi identik dengan kemaksiatan dan tidak sesuai dengan norma-norma agama. Perayaan tahun baru masehi berpotensi merusak tatanan sosial, merusak moral dan akhlak anak-anak muda, menimbulkan jatuhnya korban akibat pesta miras/narkoba dan kebut-kebutan/balapan motor, pemborosan dan kegiatan sia-sia.
4. Mengingat sedemikian parah potensi negatif perayaan tahun baru masehi bagi masa depan kehidupan anak bangsa, kami mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membuat regulasi pelarangan perayaan tahun baru masehi khususnya yang berpotensi secara negatif dan merusak kehidupan sosial masyarakat. Regulasi dimaksud mengikat kepada semua warga yang pelaksanaannya didukung penuh oleh aparatur pemerintah hingga ke tingkat RT/RW, dan tentu diback up oleh Kepolisian dan TNI.

E. Gerakan Shalat Subuh Berjamaah
1. Ada banyak cara untuk mengangkat Banyuwangi ke level nasional, bahkan mancanegara. Secara apresiatif Bupati Banyuwangi saat ini Bapak H. Abdullah Azwar Anas, M.Si telah sukses mengorbitkan Kabupaten Banyuwangi sehingga dikenal luas oleh masyarakah secara nasional, bahkan mendunia. Kesusksesan tersebut berawal dari ide-ide cerdas Bupati dalam “mengeksploitir”, “mengemas”, dan “menyajikan” berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi, mulai dari kekayaan alam, keindahan destinasi wisata, uniknya kultur budaya dan aneka ragam tradisi lokal hingga sumber daya manusia.
2. Bupati Banyuwangi sedemikian sukses mempublikasikan potensi Banyuwangi melalui media massa baik cetak maupun elektronik serta media sosial sehingga menjadi viral dan sangat dikenal di Indonesia. Masyarakat kemudian mengenal Banyuwangi melalui berbagai event dan festival. Puluhan festival digelar tiap tahunnya, mulai festival gandrung sewu hingga festival anak yatim. Maka tak heran jika ada yang menjuluki Banyuwangi sebagai kota festival.
3. Kami mencermati, bahwa dari puluhan festival yang setiap tahun digelar lebih banyak menampilkan hal-hal yang artifisal dan bersifat glamour. Kesan yang kemudian direspon sebagian kalangan menyebutkan, bahwa penyelenggaraan puluhan festival tersebut tidak lain adalah untuk pencitraan, selain pencitraan Banyuwangi juga pencitraan secara personal. Belum lagi terhitung besaran anggaran yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan puluhan festival tiap tahunnya tersebut.
4. Mengingat Kabupaten Banyuwangi mayoritas penduduknya adalah muslim dan berbasis pesantren atau mirip kota santri, menurut hemat kami, alangkah tidak eloknya kalau kemudian event atau festival yang digelar lebih banyak berisi tontonan dan hiburan yang justeru menjauhkan orientasi masyarakat akan pentingnya berfiikir secara ukhrawi (akhirat). Oleh karena itu, kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan yang bukan bernuansa ritual dan seremonial belaka.
5. Lebih dari itu, kami minta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memelopori “Gerakan Shalat Subuh Berjamaah” yang melibatkan seluruh elemen umat Islam melalui ketakmiran di masjid-masjid. Sebagai pelopor Pemerintah kabupaten Banyuwangi bisa menghadirkan para pejabat di jajaran Forpimda hingga struktur terbawah. Kegiatan shalat subuh berjamaah tersebut juga bisa diagendakan untuk menampung aspirasi umat Islam dan tentu untuk kepentingan dakwah. Kami menginginkan nantinya, ada kesan mendalam di kalangan umat Islam: “Shalat Subuh bersama Bupati”, “Shalat Subuh bersama Kapolres”, “Shalat Subuh bersama Dandim”, Shalat Subuh bersama Ketua DPRD, Camat, Kapolsek, Lurah, dan seterusnya. Dari situlah tergambar adanya harmonisasi antara umara, ulama, dan umat Islam. Subhanallah… betapa indahnya Islam.
6. Selain menjaga harmonisasi, kita bisa bayangkan seberapa besar pahala yang bisa kita dapatkan bila kita memanfaatkan kesempatan shalat subuh berjamaah dengan sebaik-baiknya. Dari Anas bin Malik Ra, Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, baginnya seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi).
Dari Jabir bin Abdulah Al-Bajali Ra berkata, “Kami pernah duduk bersama Rasulullah Saw, kemudian beliau melihat ke bulan di malam purnama itu. Rasulullah bersabda, ‘Ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan melihat kepada Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat kepada bulan ini. Kalian tidak terhalangi melihatnya. Bila kalian mampu untuk tidak meninggalkan shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah!.” (HR Bukhari-Muslim)

Demikian himbauan kami, semoga terjalin komunikasi dan kerjasama yang baik antara kami Laskar 212 Banyuwangi dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Demikian pula himbauan kami, semoga segera ditindaklanjuti. Jika dibutuhkan, kami siap memberikan sumbangsih pemikiran untuk bersama-sama berkontribusi demi memajukan Kabupaten Banyuwangi. Semoga Allah Swt memudahkan i’tikad baik kita dengan keridhaan-Nya. Amin.

Reporter: Adit

Jaga Spirit212, Sejumlah Ormas Islam di Banyuwangi Deklarasikan Laskar 212

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Sebagai upaya menjaga semangat Aksi Bela Islam III 2 Desember lalu atau yang dikenal dengan aksi 212, sejumlah ormas Islam di Banyuwangi sepakat membentuk laskar 212.

“Semangat jihad, semangat kebersamaan dan persatuan umat Islam di Jakarta pada aksi 212 kita bawa ke Banyuwangi untuk membela Islam dan NKRI,” kata Ketua Laskar 212, Drs. Agus Iskandar kepada Jurniscom, Jumat (16/12/2016).

Agus menilai, semangat 212 harus terus dipelihara untuk menjaga negeri ini dari rongrongan paham-paham yang membahayakan seperti Syiah dan komunisme serta untuk memberantas maraknya kemaksiatan di Banyuwangi.

“Laskar 212 ini tidak hanya untuk mengawal kasus Ahok saja, akan tetapi kita juga berupaya membendung bahaya laten PKI yang saat ini masif serta perlu dibentuknya laskar di Banyuwgi untuk memberantas kemaksiatan yang kian marak,” terangnya.

Dalam deklarasi tersebut, sedikitnya ratusan laskar dari berbagai ormas Islam melakukan longmarch dari Masjid Al Hilal menuju Kantor Pemkab Banyuwangi. “Kita akan bawakan oleh-oleh dari Jakarta (aksi 212-red) untuk Pak Bupati,” ujar Agus.

Reporter: Bram, Adit

Pakar Hukum Yakin Majelis Hakim Akan Tolak Eksepsi Ahok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pakar hukum pidana, DR. H. Abdul Chair Ramadhan, MH meyakini majelis hakim akan menolak eksepsi terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pasalnya, ia menilai eksepsi Ahok mengandung ketidakjelasan dan telah masuk ke dalam pokok perkara.

“Perlu dicatat, eksepsi tidak boleh masuk ke dalam pokok perkara. Sehingga nuansa daripada eksepsi itu sangat kental dengan pembelaan atau pledoi yang sebenarnya tidak bisa disampaikan dengan eksepsi,” katanya kepada Islamic News Agency (INA) melalui sambungan telepon, Rabu (14/12/2016).

Menurutnya, eksepsi Ahok yang menyinggung pokok perkara adalah ketika penasehat hukum Ahok mengatakan bahwa pasal 156a bersifat komodatif sehingga harus disandingkan dengan huruf b.

“Padahal tidak. Menyinggung juga latar belakang dan tujuan diundangkannya UU No 1 PNPS 1965 itu sudah menyangkut pokok perkara,” tandasnya. Kemudian dalam eksepsi dikatakan juga adanya ketidakjelasan subjek.

“Padahal subjek ini sudah sangat jelas, kalau di 156a itu yang menjadi arahnya kepada kepentingan agama, 156 itu ditujukan kepada golongan penduduk yang berdasarkan agama. Intinya eksepsi itu sangat jauh daripada yang diharapkan,” terangnya.

Atas alasan tersebut, DR Chair meyakini majelis hakim akan menolak eksepsi Ahok dan melanjutkan pemeriksaan selanjutnya.

“Saya yakin eksepsi tidak diterima. Kalau eksepsi tidak diterima itu langsung masuk ke dalam pemeriksaan berikutnya,” pungkasnya.

Reporter: Fajar Shadiq/INA

Sebelum Gencatan Senjata Jabhat Fath Al Syam Sempat Kuasai Komplek 1070

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Ini adalah apa yang terjadi kemarin malam, Jabhat Fath Al Syam (JFS) melakukan operasi syahid dari luar Aleppo menargetkan wilayah 1070 dan bukit-bukit sekitarnya, warNPolitics Channel melaporkan, Kamis (15/12/2016).

JFS juga melakukan serangan syahid di sekolah Hikma dan sekitarnya dan menguasai sebagian besar wilayah komplek 1070 dan menewaskan puluhan milisi Syiah.

JFS menghentikan serangan ketika mereka menerima laporan yang menegaskan bahwa rezim Assad telah memberikan jalan penduduk Aleppo timur untuk mengungsi setelah rezim Assad beberapa kali menggagalkan rencana evakuasi sebelumnya.

Semua pihak dituntut untuk menghentikan serangan secara mendadak. Turki dan Rusia buat perjanjian untuk melaksanakan kesepakatan tanpa syarat tambahan dari Iran.

Aleppo Mencekam, Iim Ba’asyir: Bantulah! Mereka adalah Suadara Kita

SOLO (Jurnalislam.com) – Pemerhati dunia Islam, Abdul Rochim Ba’asyir mengimbau umat Islam Indonesia untuk membantu muslim Aleppo yang sedang terkepung dari serangan koalisi pimpinan Syiah Nushairiyah, Bashar Asad.

“Bagaimanapun (muslim) Aleppo adalah bagian dari umat Islam dan harus dibela,” katanya kepada jurniscom, Kamis (15/12/2016).

Abdul Rochim Ba’asyir atau yang karib dipanggil Iim itu menegaskan, musuh kaum muslimin disana sangat kuat. Ditambah, acuhnya mereka terhadap hukum dan ketentuan Internasional.

“Sekarang yang mereka hadapi bukan sembarangan, Syiah Nushairiyah, Rusia, Iran dan lainnya. Mereka mengacaukan aturan-aturan internasional,” terangnya.

“Mereka menolak dan memilih menghancurkan umat Islam,” cetusnya lagi.

Oleh sebab itu, pengasuh Ponpes Al Mukmin Ngruki itu menyeru kepada umat untuk membantu dengan apa saja yang ia mampu berikan.

“Pertama tenaga. Mereka masih kekurangan tenaga. Kedua harta, memberikan bantuan dengan harta, ini adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan tercantum dalam al Quran,” paparnya.

Selanjutnya, kata dia, berikan doa terbaik untuk mereka. Doa merupakan senjata umat Islam yang tidak bisa dianggap remeh.

“Jika doa saja tidak mau, dimana rasa persaudaraan dan kepedulian kita kepada mereka? Ini dapat menunjukan betapa lemahnya kepedulian terhadap saudaranya,” pungkasnya.

Diketahui, rezim Suriah pimpinan Bashar Ashad telah melanggar perjanjian gencatan senjata pada Rabu (14/12/2016). Rezim syiah nushairiyah bersama sekutunya memporak pondakan muslimin di Aleppo hingga kini.

Seruan Qunut Nazilah untuk Umat Islam Aleppo yang Terkepung

SOLO (Jurnalislam.com) – Kini, jutaan pasang mata manusia sedang tertuju kepada Aleppo, Suriah. Sebab, di daerah itu terjadi aksi brutal dari rezim Suriah pimpinan Bashar Asad terhadap umat Islam.

Menanggapi itu, Abdul Rochim Ba’asyir menyeru kepada Imam Masjid khususnya dan umat Islam umumnya untuk melakukan qunut nazilah.

“Saya menyeru kepada semua Imam masjid untuk melakukan qunut nazilah. Mendoakan mereka yang sedang terkepung,” ujarnya kepada jurniscom, Kamis (15/12/2016).

Ia mengatakan, saat ini doa kepada umat Islam yang sedang diserang dan disiksa dibumi Suriah itu sangat penting dilakukan.

“Doa memang adalah sesuatu yang selalu ada disamping kita. Itu bentuk upaya membantu saudara kita di Aleppo sana,” lugas putra Abu Bakar Ba’asyir itu.

“Terakhir, sisanya kita serahkan kepada Allah Swt. Masa dari jutaan manusia yang berdoa tidak ada satupun yang dijawab?” Pungkasnya meyakinkan.

Sebelumnya, Grand Mufti Saudi telah menyerukan hal yang sama untuk melakukan qunut nazilah kepada kaum muslimin di Aleppo yang sedang terkepung. Seruan ini aktif dilakukan mulai Selasa Subuh (14/12/2016).