Berita Terkini

Hoax Emergency, PP Muhammadiyah Would Initiate Fiqh Information

JAKARTA (Jurnalislam.com) – The rise of false news or hoax in Indonesia is now taken seriously by PP Muhammadiyah. Muhammadiyah compelled to make fiqh information to intercept the phenomenon.

“The trend of the future is digitalize world, with the increasing of the noise and pollution. Therefore PP Muhammadiyah will release the fiqh of information,” said General Secretary of PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti in Muhammadiyah monthly recitals at Muhammadiyah Da’wah Center Building, Menteng, Jakarta, Friday (02/03/2017).

Mu’ti said that hoax (false news) is not only growing in modern times, but has been around since the time of Prophet Muhammad SAW as specified in the Quran surah An-Nur.

“Hoax is enormous, and is not something that just happen recently, but it has been around since a long time ago,” he explained.

In line with the Chairman of Muhammadiyah, KH Dadang Kahmad said that Surah Nur and Al Hujurat of Quran could form the basis of jurisprudence (fiqh) of information.

“I strongly support that Muslim have to speak cautiously about everything. It is an indicator of good character and morals as well as an indicator of our faith,” he said.

He asserted, distributing or creating false news is a big sin and will get the torment from Allah SWT.

“A big lie or hoax will get the torment. Remember this is a big problem,” he said after explaining the meaning of the Quran surah An Nur verses 11-20.

Reporter: M Fajar

Reject the Discourse of Cleric Certification, Muhammadiyah: Ulama Appointed by the People, Not Institutions

JAKARTA (Jurnalislam.com) – The Chairman of Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad states his refusal of cleric (da’i) certification agenda by the Ministry of Religious Affairs. According to him, the cleric was asked by the people, not institutions.

“Well, I guess it is not right. The cleric was actually appointed by the community instead of institutions,” he told Jurniscom in Muhammadiyah Da’wah Center Building, Menteng, Jakarta, Friday (01/03/2017).

Dadang rated, the discourse of such certification would be a guardrail for cleric to preach. “Maybe it is in the context of constraints, which are considered dangerous and radical that will not be certified. I do not think that it will be good, I do not agree,” he explained.

Furthermore, he said, the certification will make the cleric tends to certify themselves and their fellowship only.

“I would not prefer it, it is the Dutch. If one wants to certify, the consequence is he should pay the cleric highly, would he give a good payment for the clerics?” he concluded.

As it is known, the Minister for Religious Affairs Lukman Hakim Saifuddin is going to imposing Friday sermon preachers certification program. Lukman admitted, the discourse was initiated based on a people complaint who feel the content of Friday sermons containing object of ridicule to one group.

Reporter: M. Fajar

Pulpit Shari’ah: Ahok Attitude Toward Kiai Ma’ruf Does Not Reflect His Love for the Homeland

SURABAYA (Jurnalislam.com) – In response to BTP alias Ahok, the defendant charged with blasphemy disgraceful behavior, against the Chairman of the MUI, KH Ma’ruf Amin, Chairman of the Islamic Mimbar, Ustaz Hamzah Baya said the action is very inappropriate done by people who claim to love his Homeland.

“This country apply ethical manners, etiquette and morality in respect to older people, to a figure and a scholar who participated in keeping this country to become baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur with religious values,” he told Jurniscom on Saturday ( 04.02.2017).

According to him, Ahok actions reflect people who are very eager to do everything to achieve his ambitions.

“Reflection of a man will appear on his words and behavior, the public will judge who he really is from what he did,” he said.

He quoted a hadith, “including those of my people who do not glorify people who are older than us, love who are younger than us, and did not know the rights of a scholar”. [Ahmad: V / 323 and al-Hakim. Said ash-Shaykh al-Albaniy: Hasan]

Therefore, he criticized the attitude and will defend the clerk (ulama). “We did the defense to our scholars who have guide many people in implementing Islamic values,” he said.

Reporter: Yan Adytia

Visiting KH Ma’ruf Amin, GNPF MUI: Ahok Arrogance Action Shows His Degrading upon Ulama

JAKARTA (Jurnalislam.com) – The Fatwa Protector National Movement (GNPF-MUI) together with a number of figures and Muslims elements had visited the MUI Office, Jakarta, on Friday (01/03/2017). Their arrival was to support the chairman of MUI, KH Ma’ruf Amin who has been reviled by the defendant alleged blasphemy, Ahok.

On that occasion, GNPF released a statement in response to disrespectful treatment from BTP.

“GNPF MUI view that all forms of insistent question, arrogant pressure and the tendency to undermine the credibility of KH Ma’ruf Amin is an act of contempt against the cleric (ulama),” said GNPF to the reporters right after a press conference.

GNPF condemned that KH Ma’ruf Amin as a role model scholars of Indonesian Muslims do not deserve to be treated like that. According to him, Ahok and his legal advisers harsh treatments are over the limit.

“It is their gesture and act of carelessness that is out of line,” he explained.

Therefore, GNPF urged the law enforcement agencies to immediately hold Ahok and convicted to the maximum.

“We are demanding that the defendant has to be detained during the legal process and be punished to the maximum for his actions,” he concluded.

Reporter: Ridwan

Gandeng Jurnalislam, SMK Al Furqon Gelar Pelatihan Jurnalistik Pelajar Jember

JEMBER (Jurnalislam.com) – OSIS SMK Al Furqan, Jember menggelar pelatihan jurnalistik dasar untuk pelajar SMP dan SMA se-Jember di SMK Al Furqan, Jember, Sabtu (4/2/2017). Menghadirkan dua jurnalis jurnalislam.com sebagai pemateri.

Materi yang diberikan oleh Yan Aditya Putra dan Bramantyo yang disajikan adalah teknik menulis berita dan mengembangkan jurnalistik di sekolah.
Para peserta yang sebagian besar pengurus OSIS ini nampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mereka terlihat asyik mendengarkan materi.

“Ternyata menulis berita itu gak sesulit yang saya kira,” ujar Ulfah, peserta dari salah satu SMK swasta di Jember.

Selain pemaparan materi, para peserta juga diberikan praktik simulasi “Kreasi Jurnalistik”. Secara berkelompok mereka diajari memilih dan menyampaikan alasan pemilihan berita yang dikreasikan melalui mading.

Peserta juga diajari langsung membuat berita dari tayangan video tentang perkembangan terkini bangsa Indonesia.

“Alhamdulillah dengan adanya pelatihan ini saya tahu tentang unsur kelengkapan berita. Semoga ke depannya tulisan saya lebih bagus dari sebelumnya,” ungkap Kirani yang aktif di kegiatan jurnalistik di sekolahnya.

Sementara itu, Suyanto Purnomo, S.Pd, Kepala sekolah SMK Al Furqan berharap, pelatihan jurnalistik ini akan berlanjut dengan materi menarik lainnya.

“Ada baiknya (nanti) juga peserta dibekali tentang teknik wawancara dan pengambilan gambar,” paparnya semangat.

 

Suasana pelatihan jurnalistik dasar di Jember, Sabtu (4/2/2017).

Pembunuh Pengacara Muslim Myanmar Tertangkap

MYNMAR (Jurnalislam.com) – Seorang tersangka kedua telah ditangkap atas pembunuhan seorang pengacara Muslim terkemuka di Myanmar, media negara melaporkan Sabtu (04/02/2017), saat pertanyaan merebak atas pembunuhan yang mengejutkan negara berpenduduk mayoritas Buddha tersebut, lansir World Bulletin, Sabtu.

Sopir taksi yang mencoba melakukan perlawan juga tewas, dan penembak – yang diidentifikasi sebagai Kyi Lin 53 tahun – ditangkap di tempat kejadian.

Polisi belum menjelaskan motif pembunuhan Ko Ni, yang menentang meningkatnya sentimen anti-Islam dan juga mengkritik lamanya cengkeraman militer pada penguasa.

Tapi NLD, yang kemenangan pemilunya berakhir akibat lamanya pemerintahan militer, menyebut insiden tersebut pembunuhan politik dan “aksi teroris” terhadap kebijakan mereka.

Setelah serangkaian kebocoran dan komentar polisi yang bertentangan tentang penyelidikan, media pemerintah menegaskan pada hari Sabtu bahwa tersangka kedua telah ditangkap 12 jam setelah pembunuhan itu.

Aung Win Zaw, 46, ditahan di Kayin pada 30 Januari, Global New Light of Myanmar melaporkan, menggambarkan dia sebagai “terduga konspirator kejahatan” tersebut.

Pembunuhan politik jarang terjadi di Yangon dan pembunuhan Ko Ni telah meningkatkan ketakutan di minoritas komunitas Muslim Myanmar dan pemerintahan pimpinan NLD yang masih baru.

Anggota partai veteran yang dibunuh tersebut adalah seorang kritikus vokal menentang piagam yang disusun oleh mantan junta yang menjunjung kontrol militer atas badan-badan pemerintah utama dan seperempat kursi parlemen.

Khalid Mehsud Group Kembali Bergabung ke Taliban

PAKISTAN (Jurnaislam.com) – Sebuah faksi jihad Taliban Pakistan yang pada tahun 2014 memisahkan diri dari Gerakan Taliban di Pakistan (TTP) telah bergabung kembali dengan grup, dan pemimpinnya telah diangkat sebagai wakil Amir TTP. Penyatuan ini adalah yang terbaru dalam serangkaian langkah yang telah membawa kelompok Taliban kembali ke TTP untuk membantu membangun kapasitas dan kekuatan, The Long War Journal melaporkan, Sabtu (04/02/2017).

TTP mengumumkan pada 2 Februari bahwa “divisi Mehsud,” yang juga dikenal sebagai Gerakan Taliban di Waziristan Selatan dan Sajna atau Khalid Mehsud Group, telah bergabung kembali dengan TTP, menurut SITE Intelligence Group, yang memperoleh versi bahasa Inggris dari pernyataan itu.

Tehreek Taliban Pakistan [TTP] menerima sumpah setia dari Mehsud Mujahidin di bawah pimpinan yang terhormat Komandan Khalid Mehsud Hafizahullah,” kata TTP. “TTP juga menyatakan bahwa yang terhormat Komandan Khalid Mehsud akan menjadi wakil dari divisi Mehsud serta deputi kepala Amir TTP pusat Fazlullah Khorasani Hafizahullah.”

Khalid Mehsud juga dikenal sebagai Khan Said dan Sajna Mehsud. Dia mengambil kendali faksi Taliban setelah kematian Hakemullah Mehsud, amir TTP sebelumnya. Dia menyatakan pembentukan Gerakan Taliban di Waziristan Selatan pada tahun 2014 dan memisahkan diri dari TTP setelah berbeda pendapat dengan Mullah Fazlullah.

Pendukung Mehsud telah melaksanakan beberapa serangan profil tinggi di wilayah tersebut, termasuk serangan Mei 2011 di Naval Station Mehran di Karachi yang berhasil menghancurkan dua pesawat pengintai maritim P-3C Orion yang disediakan AS, dan pembobolan penjara di Bannu tahun 2012, yang membebaskan Adnan Rasheed, seorang komandan yang memiliki sejarah panjang dengan kelompok oposisi Pakistan serta al Qaeda. Para pejabat intelijen AS yang melacak TTP dan al Qaeda di wilayah Afghanistan-Pakistan telah mengatakan kepada The Long War Journal bahwa Mehsud tetap menjadi sekutu dekat al Qaeda sampai hari ini.

Ribuan Warga London Unjuk Rasa di Kedubes AS

LONDON (Jurnalislam.com) – Ribuan pengunjuk rasa berkumpul hari Sabtu di depan Kedutaan Besar AS di London untuk memprotes larangan perjalanan yang diberlakukan pada warga dan pengungsi tujuh negara mayoritas Muslim, lansir Anadolu Agency, Sabtu (04/02/2017).

Sekitar 10.000 orang berbaris dari kedutaan ke 10 Downing Street lokasi kantor-kantor pemerintah U.K. untuk juga memprotes Perdana Menteri Theresa May yang sejauh ini tidak mengutuk pembatasan terbaru oleh pemerintahan AS tersebut.

“Tidak ada kebencian, tidak ada ketakutan, pengungsi diterima di sini (No hate no fear, refugees are welcome here),” teriak para demonstran.

Sebuah plakat bertuliskan “Terorisme tidak memiliki agama, itu adalah produk dari kebencian dan kebodohan (Terrorism has no religion, it is the product of hatred and ignorance).”

“Tidak untuk rasisme, tidak untuk Islamofobia (No to racism, no to Islamophobia),” adalah plakat lain yang dibawa oleh pengunjuk rasa.

Rapat umum itu diselenggarakan oleh berbagai LSM dan kelompok, termasuk Muslim Association of Britain, Keterlibatan dan Pengembangan Muslim (Muslim Engagement and Development-MEND), Muslim Council of Britain, Friends of Al-Aqsa dan Stop the War Coalition, di mana kelompok-kelompok Muslim memperpanjang undangan kepada orang-orang untuk mengunjungi sekitar 150 masjid pada acara “Visit My Masjid Day” ke-3 pada hari Ahad.

“Larangan Trump terhadap umat Islam harus ditentang oleh semua orang yang menentang rasisme dan mendukung hak asasi manusia. Kolusi Theresa May dengan Trump juga harus berakhir,” kata penyelenggara.

Kelompok ini menyerukan pemerintah U.K. membatalkan undangan kunjungan kenegaraan untuk Presiden AS Donald Trump yang diperpanjang baru-baru ini hingga Mei, dan meneriakkan “Tidak untuk Trump! (No to Trump!)” di depan kantor pemerintah.

Sebuah petisi online yang meminta pemerintah untuk membatalkan kunjungan itu ditandatangani oleh lebih dari 1,8 juta orang. Sebuah pernyataan pemerintah mengatakan akan memperdebatkannya di House of Commons pada 20 Februari.

May mengatakan pada hari Senin lalu di sebuah konferensi pers di Dublin bahwa kunjungan tersebut tidak akan dibatalkan setelah dia secara pribadi memperpanjang undangan itu selama kunjungan terakhirnya ke Gedung Putih pekan lalu.

Trump mengatakan ia mengidentifikasi larangan wisata bagi negara-negara mayoritas Muslim berdasarkan laporan pemerintah mengenai negara teror rawan yang disiapkan selama pemerintahan Barack Obama.

Itu adalah pertemuan besar ketiga di London yang memprotes kebijakan Donald Trump sejak ia menjabat sebagai presiden AS ke-45 pada 20 Januari.

Presiden Donald Trump pada hari Sabtu berjanji untuk membatalkan perintah penahanan federal dalam larangan perjalanannya yang kontroversial.

“Pendapat yang disebut menghakimi ini, yang pada dasarnya meruntuhkan penegakan hukum dari negara kita, adalah konyol dan akan dibatalkan!” Trump menulis di Twitter.

“Ketika sebuah negara tidak lagi mampu untuk mengatakan siapa yang bisa, dan yang tidak bisa, masuk & keluar, terutama untuk alasan keamanan & pertahanan – maka itu adalah masalah besar,” dia berkata.

PBB Cabut Sanksi Pemimpin Hezb Hezb-i-Islami, Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – PBB mencabut sanksi terhadap Gulbuddin Hekmatyar, pemimpin kelompok Hezb-i-Islami di Afghanistan dan salah satu tokoh paling terkenal dalam perang Afghanistan pada 1990-an, Aljazeera melaporkan, Sabtu (04/02/2017).

Keputusan Dewan Keamanan PBB Jumat tersebut menyusul kesepakatan damai yang ditandatangani oleh pemerintah Afghanistan dan sebagian besar kelompok Hekmatyar pada bulan September.

Kesepakatan itu memberikan amnesti bagi Hekmatyar atas pelanggaran masa lalu dan memberikan hak-hak politik penuh kepadanya. Kesepakatan ini juga memungkinkan untuk membebaskan tahanan Hezb-i-Islami tertentu.

Dalam sebuah pernyataan, Dewan Keamanan mengatakan telah membekukan aset Hekmatyar, serta larangan melakukan perjalanan dan embargo senjata terhadap dirinya.

Hekmatyar adalah salah satu pemimpin yang paling berpengaruh dalam memerangi pasukan Soviet pada 1980-an. Dia menerima posisi perdana menteri sebentar dalam pemerintahan setelah runtuhnya pemerintahan yang didukung Soviet pada tahun 1992.

Setelah dicap sebagai “tukang daging dari Kabul”, Hekmatyar dituduh membunuh ribuan orang ketika para pejuangnya menembak daerah sipil di ibukota, Kabul, selama perang saudara 1992-1996di negara itu.

Keberadaan Hekmatyar tidak diketahui tetapi Ghairat Baheer, ketua perunding Hezb-i-Islami, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa, dengan dihapusnya sanksi saat ini, ia akhirnya akan kembali ke ibukota Afghanistan.

“Hekmatyar bersembunyi di Afghanistan tetapi setelah keputusan PBB tersebut ia akan segera muncul di salah satu provinsi dan kemudian akan datang ke Kabul,” kata Baheer.

Keputusan PBB bisa membuka jalan bagi kelompok-kelompok bersenjata lainnya, seperti Taliban, untuk melakukan perundingan perdamaian, menurut Baheer.

Dia juga mendesak pemerintah Afghanistan untuk melaksanakan perjanjian perdamaian yang “lengkap dan jujur” September ini dan menentang campur tangan kekuatan asing dalam urusan Afghanistan.

“Perdamaian lebih sulit untuk dicapai daripada perang, dan kami telah melakukan itu, kami telah mengambil langkah-langkah untuk mencapai perdamaian di Afghanistan,” katanya.

Pasukan NATO secara resmi mengakhiri misi tempur mereka pada bulan Desember 2014. Namun, pada bulan Juli tahun lalu tentara AS mengirimkan kekuatan yang lebih besar untuk meluncurkan serangan terhadap mujahidin Taliban saat mantan Presiden Barack Obama menjanjikan operasi yang lebih agresif.

AS masih menempatkan sekitar 8.400 tentara di negara itu.

Darurat Hoax, PP Muhammadiyah Akan Inisiasi Fiqih Informasi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Maraknya berbagai berita bohong atau hoax di Indonesia saat ini ditanggapi serius PP Muhammadiyah. Muhammadiyah terdorong membuat fiqh informasi untuk membendung fenomena tersebut.

“Trend ke depan dunia ini semakin digitalize, berbagai kegaduhan yang akan menjadi polusi. Maka itu PP Muhammadiyah akan memikirkan fiqih informasi,” kata Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dalam pengajian bulanan PP Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Mu’ti mengatakan, berita bohong (hoax) tidak hanya berkembang pada zaman modern, akan tetapi sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW dulu seperti yang tercantum pada Al Qur’an surat An-Nur.

“Begitulah dahsyatnya berita hoax itu, jadi berita hoax ini bukan yang baru, tapi sudah lama yang terus berjalan,” terangnya.

Senada dengan itu Ketua PP Muhammadiyah, KH Dadang Kahmad menyebut Al Qur’an surat An Nur dan Al Hujurat dapat menjadi landasan fiqih informasi.

“Saya sangat mendukung, di dalam agama Islam dalam berbicara sesuatu harus berhati-hati. Itu adalah indikator akhlak dan akhlak menjadi indikator keimanan kita,” tuturnya.

Ia menegaskan, menyebarkan atau membuat berita bohong akan mendapatkan dosa dan adzab yang besar dari Allah SWT.

“Adzab yang besar berita bohong atau hoax itu. Ingat masalah ini disisi Allah masalah yang besar,” katanya usai menjelaskan makna Al Qur’an surat An Nur ayat 11-20.

Reporter: M Fajar