Berita Terkini

Tim Penasehat Hukum Ahok Tolak Saksi Ahli Tafsir Dr. Hamdan Rasyid

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tim Penasehat Hukum bersama terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menolak dihadirkannya saksi ahli, Dr. Hamdan Rasyid. Tim PH bersama Ahok lebih memilih tidak bertanya dan menutup sidang.

“Kami menolak saudara Hamdan Rasyid sebagai saksi ahli, karena kami mempertanyakan independensinya,” kata PH Ahok dalam sidang kesembilan di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (6/2/2017).

Menanggapi itu, Dr. Hamdan Rasyid menegaskan, kesaksiannya independen dan adil serta hanya fokus untuk memberikan keterangan tafsir Al Quran dan hadits.

“Saya pasti independen. Saya sebagai muslim takut kepada Allah. Tidak mungkin saya berbuat dzalim kepada siapapun,” tegasnya seusai sidang.

Ia membantah tudingan tim penasehat hukum Ahok yang tidak netral dengan menyebut kesamaan jawaban beberapa BAP. Justru dengan kesamaan jawaban antara KH Ma’ruf Amin dengan dirinya membuktikan bahwa kesamaan sumber jawaban, yaitu kitab suci Al Qur’an.

“Ya gak masalah sumbernya sama, malah lucu kalau berbeda. Karena Qur’annya sama hatinya sama. Sumbernya sama kenapa harus beda?” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, sejak pertama kali Dr. Hamdan Rasyid duduk dalam ruang sidang, PH menyatakan keberatannya. Meski begitu, Majelis Hakim dengan tegas untuk melanjutkan sidang dan akan berlaku adil sesuai keterangan saksi.

Walau begitu, ketika sidang dilanjutkan dan tiba saatnya PH untuk bertanya. PH memilih menyatakan sikap penolakan dan persidangan akhirnya ditutup.

Reporter: M Fajar

Tidak Ada Penyusupan Framing, Ahli Digital Forensik Sebut Bukti Video Ahok Asli

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Saksi ahli anggota Subdirektorat Komputer Forensik Bareskrim Mabes Polri, AKBP Muhammad Nuh Al Azhar menegaskan, bukti video terdakwa Ahok asli, artinya tidak ada penambahan framing. Muhammad Nuh dihadirkan dalam persidangan dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari jaksa penuntut umum (JPU).

“Kelompok (barang bukti -red) 1, 2 tidak ada kejanggalan memang tidak ada penyusupan frame, momen yang ada benar adanya,” kata dia di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Nuh menjelaskan, kelompok barang bukti itu dibagi menjadi dua. Pertama, ada empat barang bukti video rekaman Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu, tiga diantaranya sama tanpa potongan, dan 1 cuplikan potongan berdurasi 29 detik.

“Ada 4 barang bukti yang diserahkan penyidik, DVDR berdurasi 1Jam 48 Menit Video dari Kominfo, Flash disk dari Habib Novel 29 detik, DVDr Sony dari Muh Burhanuddin, dan Dvdr GP Pro Habib Muhsin. Semuanya tidak ada kejanggalan,” ungkapnya.

Setelah memeriksa video itu dengan berbagai teknik seperti metode case atau sidik jari, meta data, frame, dan histogram, Nuh menyimpulkan terdapat perkataan dugaan penistaan agama selama 29 detik.

“Dalam video berdurasi 1 jam 48 menit itu, tepatnya pada menit 24 ada ujaran itu (dugaan penistaan agama -red). Secara umum 4 rekaman bersesuaian. Artinya tidak kita temukan kejanggalan. Jadi disana benar adanya,” paparnya.

Kedua, lanjutnya, ada 3 barang bukti yang diberikan: E-book Ahok, video konferensi pers Nasdem dan video di Balai Kota.

“Pada transkiping acara Nasdem, ada perkataan surat Al Maidah di situ, dan di balai kota ada perkataan dibohongi Al Qur’an,” paparnya.

Sebelumnya, saksi ahli forensik ini dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang kesembilan dugaan penistaan agama Ahok. Dalam keterangannya, ia menerangkan video yang diterima tidak ada editan dan benar.

Reporter: M Fajar

Rudal Hantam Wilayah Israel, Zionis Targetkan Posisi Hamas dengan Serangan Udara

JERUSALEM (Jurnalislam.com) – Pasukan zionis menyerang beberapa posisi Hamas di Jalur Gaza yang diblokade pada hari Senin (06/02/2017) setelah sebuah rudal ditembakkan ke Israel dari Jalur Gaza sebelumnya pada hari yang sama, menurut militer zionis, lansir Anadolu Agency Senin.

Sirene serangan udara dibunyikan di wilayah Ashkelon Israel di utara Gaza setelah dilaporkan tembakan rudal Senin pagi ini, kata militer dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa proyektil tersebut menghantam di daerah terbuka tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.

Untuk membalas tembakan rudal, jet Israel menyerang tiga sasaran di Gaza utara, kata militer, setelah sebuah tank zionis menembaki tempat lain beberapa jam sebelumnya.

Dalam sebuah pernyataan, Brigade Izzudin al Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengatakan seorang pria penduduk setempat telah terluka di dekat lokasi salah satu serangan udara zionis.

Jet tempur penjajah Israel meneruskan serangan mereka di Jalur Gaza pada Senin malam dengan serangan udara di beberapa wilayah pertanian di bagian utara daerah kantong pantai.

Tidak ada korban dilaporkan akibat serangan malam tersebut, menurut sumber-sumber medis.

Meskipun roket secara sporadis ditembakkan dari Gaza oleh kelompok-kelompok perlawanan Palestina yang lebih kecil, Israel menganggap Hamas – yang telah berkuasa di Jalur Gaza sejak tahun 2007 – bertanggung jawab atas tindakan tersebut, dan sering balas menyerang posisi yang terkait dengan Hamas.

Jet Tempur Rezim Assad Jatuh di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sumber media yang setia kepada rezim Suriah mengumumkan terbunuhnya salah satu pilot pada hari Ahad (05/02/2017), akibat pesawat tempurnya jautuh di dekat lingkungan Maysaloun, Aleppo, Eldorar Alshamia melaporkan Senin (06/02/2017).

Sumber melaporkan bahwa pilot Basil Salih, seorang kolonel pasukan Nushairiyah Assad, tewas akibat kecelakaan dan jatuhnya pesawat tempur L-39 di lingkungan Maysaloun, karena kerusakan dalam sistem operasi. Kolonel Basil dilarikan ke rumah sakit militer di Nairab Airport, tetapi dia meninggal sebelum sampai di rumah sakit.

Kolonel Basil berasal dari desa Kemen di daerah Almizarah di Latakia, ia dari bandara militer Kwers di timur Aleppo.

Kolonel Basil Salih
Kolonel Basil Salih

 

Diplomat Afghanistan Tewas Ditembak Satpam di Gedung Konsulat Jenderal di Pakistan

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Seorang diplomat Afghanistan ditembak mati di dalam gedung konsulat jenderal Afghanistan di kota pelabuhan selatan Karachi, Pakistan, Senin (06/02/2017). Penembakan diduga dilakukan oleh penjaga keamanan swasta (satpam), menurut polisi dan media lokal, lansir World Bulletin Senin.

Kepala polisi Mushtaq Mahar mengatakan kepada wartawan bahwa Abdu Zaki, yang bekerja sebagai sekretaris ketiga di konsulat Afghanistan di kota tersebut, dilaporkan saling mengeluarkan kata-kata panas dengan tersangka yang diidentifikasi sebagai warga Negara Afghanistan bernama Hayatullah, yang kemudian marah dan diduga membunuh diplomat tersebut.

Tersangka ditahan segera setelah itu, kata Mahar.

“Itu bukan tindakan terorisme,” kata kepala polisi, menurut penyiar lokal 92 News.

“Kami telah menangkap terdakwa, dan juga mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV untuk menyelidiki insiden tersebut lebih lanjut,” tambahnya.

Ini bukan pertama kalinya para diplomat Afghanistan diserang di Pakistan.

Pada bulan Januari 2016, penyerang menyerbu kediaman resmi konsulat Afghanistan Humayun Yousafzai di barat laut kota Peshawar dengan sejenis senapan mesin. Insiden itu terjadi beberapa hari setelah konsulat Pakistan di kota Jalalabad Afghanistan menjadi sasaran serangan senjata dan bom.

Pada bulan Februari 2016, seorang mantan Gubernur Afghanistan Wahidi diculik dari ibukota Pakistan Islamabad. Ia dibebaskan dua pekan kemudian di utara kota Mardan secara misterius.

Pada bulan Juli tahun 2013, diplomat Afghanistan Muhammad Hashim Ibrat diculik di barat daya provinsi Balochistan. Menurut laporan harian Dawn, beberapa pemimpin Taliban dibebaskan dari kota Kandahar, Afghanistan dalam pertukaran untuk pembebasan Ibrat beberapa pekan kemudian pada bulan Agustus tahun 2013.

Pada bulan September 2008, Konsulat Jenderal Abdul Khaliq Farahi diculik dan sopirnya ditembak mati di Peshawar. Dia dibebaskan dua tahun kemudian di Afghanistan timur pada bulan November 2010.

Biksu Budha Myanmar Tertangkap Sembunyikan 4 Juta Lebih Pil Narkotika di Biara

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Seorang biksu Budha di Myanmar tertangkap menyembunyikan lebih dari empat juta pil narkotika, methamphetamine, di dalam biara, kata polisi pada hari Senin (06/02/2017), menyusul rekor pil ekstasi tahun lalu, lansir World Bulletin.

Biksu bernama Arsara tersebut berada dalam tahanan setelah polisi menemukan ratusan ribu tablet di mobilnya saat ia mengemudi dari desa Shwe Baho di kota Maungdaw di negara bagian Rakhine yang berbatasan dengan Bangladesh.

“Polisi menemukan 400.000 pil ekstasi” di dalam kendaraannya pada Ahad malam, kepala polisi setempat Kyaw Mya Win mengatakan kepada AFP.

“Polisi kemudian pergi ke biaranya dan menemukan 4,2 juta pil lainnya.”

Myanmar adalah salah satu negara penghasil narkotika utama dunia, dan menghasilkan sejumlah besar metamfetamin serta opium dan ganja.

Pil meth sangat populer di seluruh Asia mulai dari para clubbers yang kaya hingga karyawan yang kelelahan setelah bekerja sepanjang waktu.

Polisi tahun lalu mencatat rekor menyita 98 juta tablet ekstasi, hampir dua kali lipat dari 50 juta pil yang disita pada tahun 2015.

Pengadilan narkotika juga melonjak sekitar 50 persen dari 2015 menjadi 13.500 kasus, yang kata polisi mencerminkan pertumbuhan dalam perdagangan obat lokal.

Perdagangan manusia terutama meningkat di negara bagian Rakhine, yang menjadi rumah bagi lebih dari satu juta orang miskin dari minoritas Muslim Rohingya.

Pada bulan September media pemerintah melaporkan bahwa dua orang telah ditangkap setelah 6,2 juta tablet methamphetamine ditemukan di dalam mobil mereka di Maungdaw.

Kediaman Mantan RI 1 di Kuningan ‘Digruduk’ Ratusan Massa Tak Dikenal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sore tadi, kediaman mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, digeruduk ratusan massa. Hal itu dibenarkan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan. Sebab itu, ia akan menyelidiki lebih lanjut siapa dalang dari aksi unjuk rasa itu.

“Sekarang kami selidiki siapa itu dan siapa di balik massa itu,” ujar Iwan sebagaimana dikutip republika, Senin (6/2/2017).

Iwan mengaku, pihaknya tidak menerima pemberitahuan unjuk rasa di kediaman Jendral TNI (purn) tersebut.

“Saya tidak tahu mereka, pokoknya tidak boleh demo di kediaman,” tegasnya.

Ia mengatakan, saat ini kondisi kediaman SBY sudah normal dan massa telah dibubarkan paksa oleh aparat. “Sekarang kondisi normal, udah dibubarkan paksa,” terangnya.

Iwan menjelaskan, setidaknya ada sekitar 300 massa yang menggeruduk di rumah orang tua Agud Yudhoyono tersebut. Meski begitu, kepolisian belum mengetahui secara pasti apa tuntutan para demonstran tersebut.

Sebelummya, SBY menulis aksi unjuk rasa itu melalui akun resmi Twitternya, @SBYudhoyono pada pukul 15.05 WIB. “Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan “digruduk” ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*.

Sumber: Republika.co.id

Cuitan SBY di akun Twitter resminya

Ini Sikap Umat Islam NTB Terkait Kasus Ahok dan Megawati

MATARAM (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama organisasi-organisasi Islam di NTB seperti Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lainnya mengeluarkan pernyataan sikap terkait sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap melecehkan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin. Ketua MUI NTB Syaiful Muslim mengatakan, ada lima poin dalam pernyataan sikap yang nantinya akan dikirim kepada MUI Pusat.

“Pertama, Basuki Thajaja Purnama (Ahok) segera ditangkap dan ditahan serta diberhentikan dari jabatannya sebagai gubernur,” ujarnya di Kantor MUI NTB, Senin (6/2/2017).

Kedua, pemerintah harus bersikap netral (tidak berpihak) terhadap kasus Basuki Thajaja Purnama. Ketiga, hentikan kriminalisasi terhadap ulama. Keempat, Megawati harus meminta maaf kepada umat Islam terkait pernyataannya dalam pidato HUT PDIP tanggal 10 Januari 2017, yang menganggap ajaran hari akhir sebagai ramalan.

“Terakhir, tidak meragukan umat Islam akan kesetiaannya terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Dia menyampaikan, keputusan bersama ini diambil agar seluruh elemen umat Islam di NTB bisa lebih terkoordinasi. “Bersikap secara bersama demi terkoordinasi dan agar umat Islam tidak bertindak sendiri-sendiri berdasarkan ilmu,” katanya menambahkan.

Sumber: Republika

Bantah Wacana Sertifikasi, Kemenag Pertimbangkan Standarisasi Khatib Jumat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Informasi dan Humas (Pinmas) Kementerian Agama Mastuki memastikan bahwa info sertifikasi khatib yang viral melalui media sosial adalah berita bohong alias hoax. Penegasan ini disampaikan oleh Mastuki menyusul beredarnya informasi seputar hal teknis penyelenggaraan sertifikasi khatib.

“Saya pastikan info sertifikasi khatib yang viral di media sosial adalah info bohong atau hoax,” tegasnya di Jakarta dilansir dari situs resmi Kemenag, Senin (6/2/2017).

Menurut Mastuki, Kementerian Agama tidak akan melakukan sertifikasi khatib. Kementerian Agama juga tidak akan mengintervensi materi khutbah. Merespon saran dan masukan dari masyarakat, Kementerian Agama sedang mempertimbangkan untuk melakukan standarisasi khatib Jumat.

Maksud dari standardisasi, kata Mastuki, adalah memberikan kriteria kualifikasi atau kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh seorang khatib Jumat agar khutbah disampaikan oleh ahlinya, serta sesuai syarat dan rukunnya. Dalam praktiknya, standarisasi juga tidak akan dirumuskan Kementerian Agama karena hal itu menjadi domain ulama.

“Hanya ulamalah yang memiliki otoritas, kewenangan, memberikan standar, batasan kompetensi seperti apa yang harus dipenuhi oleh seorang khatib dalam menyampaikan khutbah Jumat,” ucapnya.

“Penentuan standarisasi seorang khatib, sepenuhnya kompetensi ulama, bukan domain Kemenag. Kemenag hanya sebagai fasilitator,” imbuhnya.

Terkait itu, lanjut Mastuki, saat ini Kementerian Agama masih menjaring aspirasi dan masukan dari masyarakat. Akhir Januari lalu, Kemenag telah mengundang para tokoh dari MUI, NU, Muhammadiyah, ormas Islam dan beberapa fakultas dakwah untuk duduk bersama menyerap aspirasi.

Sebagaimana diberitakan Kompas pada Senin (30/1/2017) lalu, Menag Lukman Hakim Saifuddin mewacanakan sertifikasi khatib Jumat. Wacana itu, tulis Kompas, digagas berdasarkan keluhan masyarakat yang merasa isi khotbah Jumat berisikan ejekan kepada satu kelompok.

Mastuki juga membantah pesan berantai bertajuk ‘Info Sertifikasi Khatib’. Pesan tersebut memuat informasi terkait persyaratan, kegiatan sertifikasi, kewajiban Khatib bersertifikat, serta hak khatib bersertifikasi dari Kemenag.

Berikut info hoax yang beredar viral:

Info Sertifikasi Khatib.

Persyaratan:
1. Min. Lulusan SMA Sederajat
2. Usia min. 30 thn.
3. Fasih membaca alqur’an
4. Fasih berbahasa Indonesia
5. Berkelakuan baik (Tidak pernah minum miras, narkoba dan selingkuh/ke diskotik dan sejenisnya)
6. Aktif dalam kegiatan sosial masyarakat
7. Tercatat sebagai pengurus atau anggota DKM.
8. Memiliki pengalaman ceramah di majelis ta’lim min. 2 tahun dan status masih aktif.
9. Rukun dengan warga sekitar.
10. Ber-KTP WNI Islam.
11. Sudah dikhitan.
12. Bersedia ditempatkan di mejid manapun di wilayah NKRI.

Kegiatan Sertifikasi:
1. Seleksi persyaratan.
2. Yang lolos persyaran akan didiklat selama 3 bulan di bawah Kemenag.
3. Materi diklat tentang cara merancang program, pelaksanaan, materi dan pelaporan khatib.
4. Bagi yg lulus akan diberi Sertifikat Khatib dari Kemenag.
5. Akan tercatat sebagai khatib di kemenag.

Kewajiban Khatib bersertifikat:
1. Menjadi khatib pada kegiatan shalat Jum’at min. 3 kali dalam sebulan.
2. Menjadi khatib pada hari raya iedul fitri/idul adha min. 1 kali dalam setahun.
3. Membuat laporan bulanan ke kemenag.

Hak khatib bersertifikasi dari Kemenag:
1. Mendapat gaji bulanan min. Rp. 2.500.000,-
2. Mendapat tunjangan profesi 1x gaji.
3. Mendapat tunjangan kemahalan 25% dari gaji.
4. Mendapat tunjangan keluarga 10% dari gaji.
5. Mendapat tunjangan kinerja Rp. 650.000,-
6. Mendapat tunjangan menahan diri utk tidak minum miras, narkoba, selingkuh dan sejenisnya Rp. 300.000,-
7. Tunjangan lain yg toyiban.

Sumber: Kemenag.go.id

#112, Umat Islam Bima Akan Adakan Jalan Sehat Bela Ulama

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Bima menggelar pertemuan dengan seluruh ormas Islam di Bima di Masjid Raya Al Muwahidin Kota Bima, Ahad (5/2/2017) pagi ini. Pertemuan dimaksudkan untuk menyikapi kasus pelecehan dan penghinaan ulama oleh Basuki Tjahaja purnama alias Ahok terhadap ketua MUI pusat, KH Makruf Amin dalam sidang lanjutan kasus penistaan agama pada Selasa (31/1/2017) pekan lalu.
Pada pertemuan tersebut membahas dukungan umat Islam Bima kepada para ulama yang akan dikemas dalam bentuk jalan sehat untuk mendukung para ulama.
Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin mengatakan, jalan sehat bela ulama rencananya akan digelar pada Sabtu, 11 Februari 2017 yang dimulai dari lapangan Merdeka dan finiss di kantor Pemerintah Kota Bima.
“Jalan sehat ini adalah bentuk dukungan daripada umat Islam Bima kepada para ulama atas beberapa kasus akhir-akhir ini yang menimpa para ulama,” kata Ustadz Asikin kepada Jurniscom, Ahad (6/2/2017).
Ia berharap umat islam se-Kota dan Kabupaten Bima dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami juga akan mengundang pemerintah daerah dan seluruh jajarannya. Yang jelas kami memberi jaminan bahwa yang kami lakukan ini adalah aksi damai, bahkan aksi super damai. Ini juga sudah terbukti dari tiga aksi yang kami lakukan tempo hari,” ujarnya.
Rerporter: Sirath