Berita Terkini

FUIS Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Untuk Korban Banjir Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menggelar bakti sosial pembagian 200 nasi bungkus kepada korban banjir di Sawah Besar, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Semarang, Selasa (14/2/2017). FUIS bekerjasama dengan Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) Jawa Tengah.

“Ini sengaja kita lakukan sebagai aksi peduli sesama untuk sedikit meringankan beban mereka,” kata Juru bicara FUIS, Susmanto kepada Jurniscom usai di sela-sela kegiatan.

Pembagian bantuan dipusatkan di Masjid Attaqwa, Sawahbesar yang terletak di daerah padat penduduk. Relawan FUIS harus menelusuri lorong-lorong sempit untuk mencapai rumah warga.

“Terima kasih atas bantuanya, kami atas nama warga mengucapkan terima kasih,” tutur Supriyanto, takmi masjid Attaqwa.

Dalam pantauan Jurniscom, hingga saat ini banjir belum surut. Hal tersebut disebabkan curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir ditambah banjir kiriman dari Semarang. Ahmad Jumadi, seorang warga Sawah besar mengatakan, warga menggunakan mesin pompa untuk membuat air yang memasuki rumah-rumah mereka.

“Semalam air sungai (Sungai banjir kanal timur ) meluap sehingga banjir besar dan pagi ini sudah mulai surut dengan bantuan alat penyedot”, ucapnya.

Reporter: Agus Riyanto

 

HRW: Rezim Syiah Assad Terbukti Gunakan Bom Gas Beracun di Aleppo

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Rezim Nushairiyah Bashar al-Assad Suriah melancarkan “serangan kimia terkoordinasi” di wilayah Aleppo yang dipegang oposisi selama bulan terakhir pertempuran memperebutkan kota tersebut, Human Rights Watch (HRW) memaparkan hari Senin (13/02/2017).

“Melalui telepon dan wawancara dengan saksi dan analisis rekaman video, foto, dan posting di media sosial, Human Rights Watch mencatat helikopter pemerintah menjatuhkan klorin di daerah perumahan sedikitnya delapan kali antara 17 November dan 13 Desember 2016,” kelompok hak asasi itu mengatakan dalam sebuah laporan, lansir Anadolu Agency Senin.

Serangan, yang beberapa di antaranya terdapat beberapa amunisi, menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil, termasuk empat anak, dan melukai hampir 200 lainnya, tambahnya.

“Pola serangan klorin menunjukkan bahwa mereka dikoordinasikan dengan strategi militer secara keseluruhan untuk merebut kembali Aleppo, dan bukan hasil karya oknum yang sedikit,” Ole Solvang, wakil direktur darurat Human Rights Watch, mengatakan dalam laporan itu. “Dewan Keamanan PBB seharusnya tidak membiarkan pihak berwenang Suriah atau orang lain yang telah menggunakan senjata kimia lolos tanpa konsekuensi.”

Penyelidikan yang ditugaskan PBB tahun lalu menemukan bahwa ada penggunaan senjata kimia oleh rezim pada 2014 dan 2015. Namun, tidak ada langkah-langkah penindaklanjutan yang diambil.

Gas klorin adalah salah satu dari beberapa elemen dan senyawa yang digunakan dalam serangan kimia yang menghancurkan, dan dilarang oleh perjanjian internasional. Paparan gas tingkat tinggi dapat menyebabkan lemas karena cedera kimia dalam saluran udara paru mengakibatkan penumpukan cairan yang parah di paru-paru, khususnya bagi anak-anak dan manula yang rentan.

Laporan HRW mengutip salah satu warga setempat yang tidak disebutkan namanya. “Baunya tidak tertahankan. Dan saat Anda terkena gas klorin, tenggorokan Anda terbakar, seperti tersulut batang api. Anda tidak akan bisa menelan atau bernapas. Leher Anda mulai mendidih. Anda merasa mual. ​​Mata Anda terasa terbakar dan Anda tidak dapat mengontrol air mata. Akhirnya, Anda tidak dapat bernapas. Ini tidak seperti hidung dan mulut ditutup, bukan, tubuh Anda seperti tidak mau menerima udara lagi.”

Perang untuk Aleppo berakhir pada akhir Desember tahun lalu ketika Turki mendesak untuk menengahi kesepakatan gencatan senjata termasuk mengevakuasi ribuan warga sipil dan pejuang oposisi dari kota.

Perang Suriah enam tahun telah menyebabkan ratusan ribu kematian dan jutaan orang mengungsi, meninggalkan negara itu dalam reruntuhan.

Nasib Pemimpin IS Belum Diketahui

IRAK (Jurnalislam.com) – Angkatan udara Irak menargetkan pertemuan komandan kelompok Islamic State (IS) yang kemungkinan dihadiri pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi, menurut sebuah pernyataan, Senin (13/02/2017), Middle East Eye melaporkan.

Laporan yang dikirim oleh Komando Operasi Gabungan (the Joint Operations Command) dalam memerangi militan di Irak tersebut tidak menjelaskan apakah orang paling dicari di dunia tersebut terkena dampak serangan.

Pernyataan itu mengatakan bahwa sebuah sel intelijen memantau konvoi yang mengangkut pemimpin IS dari daerah Raqqa, kubu Suriah utama IS, melintasi perbatasan ke daerah al-Qaim di Irak barat.

Pernyataan itu mengatakan jet F-16 angkatan udara Irak menyerang pertemuan pemimpin puncak IS pada 11 Februari tapi tidak memberikan informasi tambahan mengenai nasibnya.

“Serangan langsung pada lokasi pertemuan menewaskan 13 komandan IS,” kata pernyataan itu.

Erdogan: Pembangunan Pemukiman Yahudi adalah Provokasi

BAHRAIN (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mencekal pembangunan ratusan rumah pemukiman baru yahudi di Palestina, Tepi Barat, wilayah jajahan Israel dan menyebutnya sebagai “provokasi”.

“Keputusan Israel untuk membangun unit pemukiman baru di Yerusalem timur dan Tepi Barat mutlak merupakan provokasi,” kata Erdogan dalam pidatonya di Bahrain pada hari Senin (13/02/2017), lansir World Bulletin..

Dia mengatakan pembangunan permukiman merupakan pelanggaran hukum internasional. “Mengakhiri aktivitas pemukiman ilegal merupakan prasyarat bagi perdamaian dan stabilitas abadi di Timur Tengah,” katanya.

Pada bulan Desember, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang mengutuk kegiatan permukiman yahudi di Tepi Barat yang dijajah zionis.

Pekan lalu, Knesset (parlemen Israel) mengesahkan undang-undang yang mengesahkan pos-pos khusus Yahudi dibangun di atas tanah Palestina di Tepi Barat, yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.

Menurut angka resmi, otoritas Israel telah menyetujui pembangunan lebih dari 7.250 unit pemukiman di Yerusalem Timur dan Tepi Barat sejak awal 2017.

Kira-kira 500.000 warga Israel sekarang tinggal di lebih dari 100 pemukiman khusus Yahudi yang dibangun sejak Israel menjajah Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada tahun 1967.

Palestina menginginkan wilayah ini – bersama dengan Jalur Gaza – untuk pembentukan negara Palestina di masa depan.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem timur sebagai “wilayah yang dijajah” dan menganggap semua aktivitas pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah tersebut ilegal.

Presiden Turki juga mencekal RUU Israel yang melarang panggilan sholat bagi Muslim (Adzan) yang disiarkan melalui pengeras suara.

“Tidak hanya umat Islam tapi semua orang harus peka terhadap semua praktik yang mengganggu ketenangan masyarakat internasional dan hati nurani yang terluka di Yerusalem, yang merupakan kiblat pertama kami,” katanya.

Kiblat adalah arah sholat umat Islam.

“Langkah-langkah tersebut tidak akan ada gunanya selain mempertinggi ketegangan,” Erdogan memperingatkan.

Pada hari Ahad, Komite Menteri Israel untuk Legislasi menyetujui RUU versi revisi, yang akan melakukan pemungutan suara awal di parlemen.

Seruan RUU baru tersebut akan melarang panggilan adzan dikumandangkan melalui pengeras suara sejak pukul 11:00 hingga 19:00.

Draf awal RUU itu bertemu dengan oposisi dari anggota parlemen Yahudi Ultra-Ortodoks atas keprihatinan tentang bagaimana hal itu juga dapat mempengaruhi praktek agama Yahudi.

Palestina menolak hukum yang menghalangi hak kebebasan beragama bagi kaum Muslim

15 Orang Tewas dan 90 Terluka dalam Serangan Bom di Pakistan

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 15 orang tewas, termasuk delapan polisi, dan lebih dari 90 terluka dalam dua ledakan terpisah di barat-laut dan barat-daya Pakistan pada hari Senin (113/02/2017), para pejabat dan media lokal melaporkan, lansir World Bulletin.

Dalam insiden pertama, sekitar 13 orang, termasuk enam polisi, tewas dan lebih dari 80 luka-luka ketika seorang pembom martir meledakkan rompinya yang penuh bahan peledak di area yang sibuk di kota timur laut Lahore pada Senin malam, kata para pejabat.

Ledakan itu terjadi selama protes dari perusahaan farmasi di luar Majelis Negara Bagian Punjab, yang ibukotanya adalah Lahore.

Mushtaq Sukhera, seorang polisi Punjab mengatakan kepada wartawan bahwa kepala lalu lintas Lahore, Ahmed Mubeen, dan pengawas senior polisi, Zahid Gondal, termasuk di antara korban tewas.

Dia mengatakan 13 korban telah dikonfirmasi oleh polisi dan pejabat kesehatan.

Korban yang terluka termasuk tiga wartawan, saat pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat sebuah van satelit stasiun TV lokal, kata polisi.

Saluran TV lokal menayangkan rekaman menunjukkan seorang pria mendekati mobil van satelit yang diparkir di dekat para pengunjuk rasa ketika ledakan terjadi.

Dalam sebuah pernyataan kepada media, Asad Mansur, diduga adalah seorang juru bicara Jamat-ul-Ahrar, kelompok sempalan Taliban Pakistan mengklaim bahwa serangan martir itu dilakukan oleh kelompok mereka.

Dia memperingatkan pemerintah “bersiap-siap untuk serangan lain” di masa yang akan datang.

Tayangan televisi menunjukkan polisi dan pengunjuk rasa menggendog korban yang terluka di bahu mereka dan berlari menuju ambulans dan kendaraan pribadi, kemacetan lalu lintas membuat ambulans sulit untuk membawa korban yang terluka ke rumah sakit.

Asap raksasa tebal dan api mengepul ke atas karena beberapa kendaraan yang diparkir di seberang jalan terbakar setelah ledakan itu.

Topi berlumuran darah, sepatu, potongan pakaian, dan daging manusia bertaburan di lokasi ledakan yang dikelilingi pohon saat unit tentara dipanggil untuk membantu operasi penyelamatan.

Ledakan itu dengan gamblang mengingatkan tentang ledakan martir pada bulan Maret 2016 di sebuah taman umum yang menewaskan lebih dari 70 orang di Lahore, kota terbesar kedua di negara itu dan merupakan pusat budaya.

Pemerintah kota menyatakan keadaan darurat di rumah sakit kota dan memohon sumbangan darah. Dokter takut akan meningkatnya angka kematian karena beberapa yang terluka dikatakan berada dalam kondisi kritis.

Islamic Council: Islamophobia di Jerman Meningkat, Sudah 91 Masjid di Serang

BERLIN (Jurnalislam.com)Islamic Council, salah satu organisasi payung Muslim terbesar di Jerman menyatakan keprihatinannya pada hari Senin (13/02/2017) atas sejumlah serangan yang menargetkan Masjid, Anadolu Agency melaporkan.

Burhan Kesici, kepala Islamic Council (Dewan Islam), mengatakan bahwa 91 serangan terhadap Masjid di tahun 2016 merupakan indikasi tumbuhnya sentimen anti-Muslim di Jerman, dan mendesak pemerintah dan pemimpin politik untuk berbicara dan mengambil tindakan.

“Jika mereka mengatakan bahwa orang Islam bukanlah ancaman tetapi merupakan bagian dari masyarakat, dan jika mereka memberitahu orang-orang bahwa Masjid adalah tempat ibadah, akan ada lebih sedikit permusuhan terhadap Islam,” katanya kepada Anadolu Agency.

Jerman telah menyaksikan pertumbuhan Islamophobia dan sentimen anti-pengungsi tahun lalu, dipicu oleh propaganda dari kelompok kanan-jauh dan pihak populis, yang telah mengeksploitasi kekhawatiran terhadap krisis pengungsi.

91 Masjid diserang pada tahun 2016, menurut statistik polisi baru-baru ini yang dipublikasikan pada Senin, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kekerasan anti-Muslim. Pada 2015, 75 serangan dilaporkan, dan pada tahun 2014 ada hampir 60 serangan yang menargetkan Masjid.

Meskipun terdapat pertumbuhan jumlah serangan yang menargetkan Masjid, polisi sering gagal mengidentifikasi penyerang.

Di antara 91 serangan terhadap Masjid pada tahun 2016, polisi hanya bisa mengidentifikasi tersangka dalam 12 kasus. Saat ini hanya satu tersangka yang berada di dalam tahanan.

Kesici mengkritik pemerintah karena tidak serius mengejar para tersangka setelah serangan yang menargetkan Masjid, dan mengatakan ketidakseriusan ini mendorong mereka melakukan kekerasan lainnya.

Dengan populasi 81.800.000, Jerman memiliki penduduk Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Perancis. Di antara empat juta Muslim di negara itu, tiga juta berasal dari Turki.

2.300 Ton Bantuan Kemanusiaan Malaysia untuk Muslim Rohingya Tiba di Bangladesh

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Sebuah kapal kargo Malaysia yang membawa bantuan bagi pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh tiba pada hari Senin (13/02/2017), Juru Bicara Pelabuhan Chittagong Jafar Alam mengatakan kepada Anadolu Agency.

The Nautical Aliya memiliki 16 kontainer TEU (twenty-foot equivalent unit).

“Menteri Luar Negeri Bangladesh untuk Maritim Laksamana Khurshed Alam dan duta besar Malaysia akan menyerahkan bantuan tersebut dalam suatu upacara,” kata Alam.

Bantuan itu akan dibawa ke Teknaf, Cox Bazar, lokasi kamp-kamp Rohingya, untuk distribusi.

Malaysia mengirim kapal yang membawa 2.300 ton barang kemanusiaan untuk membantu masyarakat minoritas Muslim Rohingya yang dianiaya aparat pemerintah Myanmar

Karena tindakan keras di negara bagian Rakhine Myanmar baru-baru ini, hampir 70.000 orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh dan berlindung di berbagai kamp di Teknaf.

Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh untuk Beberapa Dekade terakhir karena penganiayaan di negara mereka. Menurut lembar fakta UNHCR tahun 2015, sedikitnya 32.000 warga Rohingya yang terdaftar dan 200.000 hingga 500.000 yang tidak terdaftar / tidak memiliki dokumen hidup di Bangladesh, kebanyakan di Cox Bazar.

Yanghee Lee, seorang pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia, dijadwalkan akan mengunjungi kamp Rohingya Bangladesh di Cox Bazar pada 18 Februari untuk mengamati kondisi mereka selama kunjungan tiga hari.

Menurut harian Bangladesh, Lee dijadwalkan untuk mengunjungi Thengar Char, sebuah pulau di mana pemerintah Bangladesh berencana merelokasi pengungsi Rohingya.

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Gelar Aksi “Gerakan Menutup Aurat” di Bandung

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Bandung Raya (FSLDK Baraya) dan Solidaritas Peduli Jilbab (SPJ) menggelar aksi sosial keagamaan bertajuk “Gerakan Menutup Aurat” (GEMAR). Acara yang digerlar di Car Free Day (CFD) Dago, Bandung, Ahad (12/2/2017) itu diikuti oleh ratusan mahasiswa dan pelajar dari berbagai kampus dan sekolah.

Meski dalam kondisi hujan, para peserta aksi tetap semangat menjalani berbagai rangkaian kegiatan sosial keagaaman ini. Aksi diawali dengan NGAOS “Ngaji On the Street” yang dilakukan oleh massa aksi di sepanjang jalan CFD Dago. Ngaos ini bertujuan untuk mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an. Selain itu, untuk membiasakan masyarakat untuk tilawah dimanapun dan kapanpun.

Acara dilanjutkan dengan Longmarch sepanjang jalan CFD Dago sambil menyerukan yel-yel dan jargon mengajak masyarakat untuk senantiasa menutup auratnya. Semakin menarik karena longmarch ini diselingi oleh orasi dari perwakilan Lembaga Dakwah Kampus yang ikut memeriahkan acara tersebut. Selain orasi, ada juga persembahan puisi dari perwakilan LDK yang hadir.

Sesaat orasi dan longmarch berlangsung, massa aksi juga membagikan stiker dan pin untuk warga Bandung yang hadir di CFD pagi itu. Selain itu, massa aksi juga membagikan jilbab untuk warga Bandung terutama yang belum menutup auratnya sambil diajarkan cara memakai jilbab yang baik dan benar. Aksi membagikan jilbab gratis ini cukup menarik perhatian masyarakat terutama kaum perempuan.

Acara diakhiri di Masjid Salman ITB dengan do’a Khatmil Qur’an (Do’a Khatam Al-Qur’an) oleh seluruh massa aksi yang hadir.

“Kami berharap acara ini dapat menggugah masyarakat Bandung untuk menutup auratnya, atau berubah dari yang awalnya belum syar’i menjadi syar’i. Membiasakan masyarakat agar tidak segan bertilawah dimanapun dan kapanpun,” papar Elis Nuraeni, Koordinator Akhwat FSLDK Baraya yang juga memimpin aksi Longmarch.

 

massa aksi Gemar melakukan longmarch

Kontributor: Aisyah Naqiyyah & Irma Rahayu Latarissa

 

Habib Rizieq at Istiqlal: Do Not Provoked by the Attempt to Divide the People and the Government

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Imam of the Islamic Defenders Front (Front Pembela Islam-FPI), Habib Rizieq Shihab said that today Muslims are pitted against the government. These efforts is driven by a large force that is not happy with the merging of Muslims and the government.

“Yes, there are hidden movements that want to pit us all, which gives false overview so that in the minds of the government Muslims are the opponents, not friends; that Muslims should not be embraced. This group is very dangerous,” he just gave this comment at the Masjid Istiqlal, Saturday (11/02/2017).

“They want to destroy our country. We should not be provoked,” he added.

At ‘the National Dhikr and Tausyiah or 112 Action’ (Dzikir dan Tausyiah Nasional atau Aksi 112) Rizieq explains that the Molotov attack at 3 FPI headquarters are the efforts to provoke FPI and the people. Rizieq urged the people not to be provoked into their plans.

“We should not be provoked. If we get provoked our enemies will be happy for succeeded in breaking us apart,” added the great scholar who are being criminalized.

One day before the action, the message informed that HRS is being arrested by the Police in West Java was spread out. However, the news was not proven by the presence of the MUI GNPF Trustees at the Masjid Istiqlal.

Reporter: Arie

MUI Banten: Valentine’s Day Langgar Norma Sosial dan Budaya Indonesia

BANTEN (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten menegaskan, Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day merupakan kegiatan yang bertentangan dengan norma sosial dan budaya Indonesia.

Untuk itu MUI Banten membuat pernyataan sikap dan imbauan kepada umat Islam untuk tidak merayakan budaya kaum Barat itu. Berikut pernyataan MUI Banten yang diterima jurniscom, Senin (13/2/2017).

  1. Pelajar dan remaja tidak melakukan atau mengikuti perayaan Hari Kasih Sayang/ Valentine Day di tempat manapun
  2. Orang tua/wali murid dapat mengawasi putera-puterinya dan mengarahkan pada hal yang positif
  3. Guru/tenaga pendidik untuk dapat mengawasi para anak didiknya di lingkungan pendidikan masing-masing.
  4. Tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga keagamaan dimohon bantuannya untuk memberikan pengawasan terhadap kegiatan Hari Kasih Sayang/Valentine Day, demi terwujudnya kondisi masyarakat Banten yang aman, nyaman dan kondusif.