Berita Terkini

4000 Umat Jember Zikir dan Doa Dukung Ulama

JEMBER (Jurnalislam.com) – Semangat Aksi Bela Ulama juga menggelora di kota Jember, Jawa Timur. Sebanyak 4000 kaum muslimin di Jember berkumpul untuk melakukan dzikir dan doa bersama di Gedung Soetardjo, Universitas Jember, Ahad (12/2/2017).

Agenda besar umat Islam yang diprakarsai oleh Lajnah Pembinaaan Akhlak Islamiah (LPAI) Jember mendaulat Habib Taufik Assegaf dari Pasuruan sebagai pemateri utama.

“Berkumpulnya kita disini adalah karena panggilan iman, bukan semata-mata kesamaan kelompok, partai atau apapun. Inilah nikmat yang digambarkan oleh Rasulullah seperti satu tubuh dan satu bangunan yang kokoh dan menguatkan,” katanya sesaat memberikan materi.

Habib Assegaf mengatakan, merupakan hal yang wajar jika bantuan dan dukungan datang untuk ulama yang sedang dizalimi. Apalagi, kata dia, panutan umat itu sampai dinista dan dilecehkan.

“Jadi wajar bila ada seorang ulama, seorang habib, seorang tokoh pejuang yang dinista dan dilecehkan, maka serentak mengalir dukungan dan pembelaan dari seluruh kelompok umat Islam. Dan wajar pula umat ini tergugah untuk jihad fiy sabilillah,” jelas dia bersemangat.

Sementara itu, koordinator acara, KH Hamid Hasbulloh menyebut, kumpulnya umat Islam dalam suatu acara besar bukan untuk perbuatan makar seperti yang ditudingkan.

“Perlu bapak ibu ketahui tujuan acara ini bukan untuk makar. Bukan! Gak ada namanya umat Islam makar. Justru kitalah yang memerdekakan, menjaga dan merawat keutuhan NKRI,” paparnya tegas.

Korea Utara Tantang Donald Trump dengan Uji Rudal Balistik

KORSEL (Jurnalislam.com) – Korea Utara memprovokasi dengan menembakkan rudal balistik untuk menguji respon Presiden AS Donald Trump, kata kementerian pertahanan Korea Selatan.

Penasihat Keamanan Nasional AS Michael Flynn minta berbicara dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un setelah Pyongyang melakukan uji tembak rudal pada hari Sabtu, kepresidenan Korea Selatan, Blue House, mengatakan dalam sebuah pernyataan, Ahad (12/02/2017), lansir Aljazeera.

Trump pada hari Sabtu meyakinkan bahwa Jepang memiliki dukungan penuh Amerika Serikat setelah peluncuran rudal.

“Saya hanya ingin semua orang memahami dan sepenuhnya tahu bahwa Amerika Serikat berdiri di belakang Jepang, sekutu besar kami, 100 persen,” kata Trump pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Dalam pembicaraan telepon antara Flynn dan timpalannya dari Korea Selatan Kim Kwan-jin, AS dan Korea Selatan sepakat untuk mengeksplorasi semua kemungkinan pilihan untuk mengendalikan provokasi Korea Utara, kata Blue House.

Rudal tersebut terbang sekitar 500 km sebelum jatuh ke laut, juru bicara kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan, menambahkan jenis tepat rudal belum diidentifikasi.

“Kami yakin bahwa peluncuran rudal … ditujukan untuk menarik perhatian global ke Utara dengan membual mengenai kemampuan nuklir dan rudalnya,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

“Kami juga percaya bahwa itu adalah provokasi bersenjata untuk menguji respon pemerintah baru AS di bawah Presiden Trump,” tambahnya.

Seoul awalnya mengatakan rudal itu kemungkinan adalah Rodong yang memiliki jarak tempuh menengah, namun kemudian mengatakan rudal itu kemungkinan adalah Musudan, yang dirancang untuk terbang sejauh 3,000-4,000km.

“Peluncuran ini juga tampaknya menjadi bagian dari upaya Korut untuk terus meningkatkan kemampuan rudalnya,” kata seorang pejabat militer yang dikutip kantor berita Yonhap mengatakan.

Intelijen Irak: Pemimpin IS Terluka Parah

IRAK (Jurnalislam.com) – Pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi terluka parah dalam serangan udara yang menargetkan benteng IS dekat perbatasan Suriah, kata seorang pakar keamanan Irak, Al Arabiya News Channel melaporkan Ahad (12/02/2017).

Dalam posting Facebook, ahli keamanan Fadel Abu Raqif mengatakan informasi intelijen menegaskan bahwa Al-Baghdadi terluka setelah tiga serangan udara menargetkan pasukan IS di wilayah Okashat, Zalla Al Sabaee dan Al Obeidi.

Al-Baghdadi dibawa ke perbatasan sisi Suriah untuk pengobatan, Abu Raqif menambahkan.

Media Irak secara bersamaan melaporkan bahwa sejumlah pemimpin IS tewas atau terluka bersama Al-Baghdadi dalam serangan udara.

Lagi, Zionis Lakukan Usaha Baru untuk Larang Adzan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kementerian zionis telah melakukan upaya baru untuk melarang seruan Adzan yang dikumandangkan melalui pengeras suara, media Israel melaporkan hari Ahad (12/02/2017), lansir World Bulletin.

Komite Menteri untuk Legislasi telah menyetujui draft RUU untuk menyelenggarakan pemungutan suara awal di parlemen, menurut harian Yedioth Ahronoth.

Oposisi dari anggota parlemen Yahudi Ultra-Ortodoks sebelumnya telah bertemu penegak hukum mengungkapkan keprihatinan mereka tentang bagaimana adzan juga dapat mempengaruhi praktek agama Yahudi, kemudian draft revisi membuat larangan berlaku mulai pukul 11:00 hingga 19:00.

Palestina telah menolak hukum yang mereka sebut menghalangi hak kebebasan beragama bagi kaum Muslim.

Taliban: Puluhan Tentara Tewas dan Terluka dalam Serangan Bom Mobil di Helmand

HELMAND (Jurnalislam.com) – Pada sekitar pukul 2:30 ,10 Februari – sore lalu serangan bom mobil menghantam sebuah pertemuan perwira rezim Kabul yang dikawal oleh beberapa tank untuk mengambil gaji mereka di ibukota provinsi Lashkargah, Al Emarah News melaporkan, Sabtu (11/02/2017).

Serangan tersebut dilakukan oleh pencari syahid heroik Mujahid – Sharifullah Helmandi – dengan bantuan kendaraan.

Laporan awal menunjukkan sebanyak 21 tentara peringkat tinggi dan petugas antek rezim boneka AS tewas dan 18 lainnya luka-luka dengan 2 tank dan 2 pickup ranger hancur.

Warga sipil tidak diizinkan masuk ke pertemuan tersebut sehingga tuduhan bahwa warga sipil menderita kerugian benar-benar tak berdasar, koresponden Al Emarah mengatakan.

Serangan terjadi setelah militer AS pekan ini meningkatkan serangan udara di Sangin saat pertempuran sengit dengan Taliban menimbulkan kekhawatiran di pihak musuh bahwa kabupaten utama tersebut bisa jatuh ke tangan Taliban.

NATO mengatakan sedang mencari laporan media lokal yang mengatakan ada korban sipil sebanyak hampir selusin akibat serangan, lansir Aljazeera, Ahad (12/02/2017).

Selama bertahun-tahun Helmand adalah pusat intervensi militer Barat di Afghanistan hanya untuk lebih tergelincir dalam rawa ketidakstabilan.

Taliban secara efektif mengontrol atau memperebutkan 10 dari 14 kabupaten di Helmand, provinsi paling mematikan bagi pasukan Inggris dan AS selama dekade terakhir.

Lashkar Gah – salah satu daerah kantong yang dikuasai pemerintah terakhir – juga akan jatuh ke pangkuan Taliban.

Pentagon bulan lalu mengatakan pihaknya akan mengerahkan sekitar 300 Marinir AS musim semi ini menuju Helmand.

NATO secara resmi mengakhiri misi tempurnya di bulan Desember 2014, namun Marinir akan kembali untuk melatih dan memberi konsultasi kepada tentara Afghanistan dan polisi dalam memerangi Taliban, kata Pusat Komando.

Keputusan itu disambut oleh pemerintah boneka Afghanistan sebelum terjadi medan pertempuran musim semi sengit lainnya.

Dua Tentara India Tewas dalam Baku Tembak dengan Mujahidin Kashmir

KASHMIR (jurnalislam.com) – Dua tentara India tewas dalam baku tembak dengan pejuang pro-kemerdekaan Kashmir pada hari Ahad pagi (12/02/2017) di area Frisal di distrik Kulgam, sekitar 60 kilometer (37 mil) dari selatan ibukota Srinagar, di wilayah sengketa Jammu dan Kashmir.

Menurut seorang pejabat senior polisi India di Kashmir, tiga pejuang Kashmir melarikan diri dari bentrokan sementara tiga tentara India luka-luka.

“Kami memiliki informasi sebelumnya tentang keberadaan militan di tempat yang tepat dan tim gabungan [terdiri] dari polisi dan tentara mengepung area itu di pagi hari dan mulai terjadi tembak-menembak. Pasukan kami masih mencari militan yang melarikan diri,” kata juru bicara polisi Manoj Pandita kepada Anadolu Agency, Ahad.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan di beberapa bagian namun diklaim oleh kedua Negara secara penuh.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan Kashmir di wilayah yang dikuasai India (Indian Held Kashmir-IHK) telah berjuang melawan kekuasaan India untuk kemerdekaan atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Sejauh ini lebih dari 70.000 warga Kashmir telah tewas dalam kekerasan, sebagian besar dari mereka oleh kebrutalan pasukan India. India mempertahankan lebih dari setengah juta prajurit di Jammu dan Kashmir yang disengketakan.

 

Setelah al Bab, Pasukan Turki akan Bergerak ke Raqqah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan tujuan akhir serbuan Turki ke Suriah utara adalah untuk membersihkan “zona aman” seluas 5.000 km persegi dan bersumpah untuk menekan Raqqa, ibukota IS di negara itu, lansir Aljazeera, Ahad (12/02/2017).

Tentara Turki dan kelompok oposisi sekutu mereka di Suriah telah memasuki benteng pusat IS Al Bab, Erdogan mengatakan pada hari Ahad, menambahkan bahwa pengmbilalihan tersebut hanya “soal waktu”.

“Setelah Al Bab berakhir, periode berikutnya adalah Manbij dan Raqqa,” kata Erdogan kepada wartawan sebelum keberangkatannya pada kunjungan resmi ke Bahrain, Arab Saudi dan Qatar.

“Kami berbagi pikiran dengan pemerintah baru AS dan CIA dan kami akan mengikuti perkembangan sejalan dengan sikap kami,” tambahnya.

“Tujuan utamanya adalah untuk membangun zona aman dengan membersihkan area 4.000 hingga 5.000 km persegi dari IS.”

IS, yang merupakan singkatan dari Islamic State, menguasai Raqqa di Suriah utara pada bulan Maret 2013.

Erdogan mengatakan pasukan IS mulai meninggalkan Al Bab, tapi Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) mengatakan pasukan Turki belum memasuki pusat kota.

Monitor perang yang berbasis di Inggris, yang bergantung pada jaringan aktivis di dalam wilayah Suriah tersebut mengatakan pasukan Turki telah maju ke Al Bab dari barat dalam beberapa hari terakhir, dan sekarang menguasai sekitar 10 persen dari kota dan semua pinggiran barat.

Militer Turki melancarkan operasi di dalam wilayah Suriah pada 24 Agustus, dengan nama Perisai Efrat (the Euphrates Shield), untuk membersihkan perbatasan dari IS dan menghentikan kemajuan milisi Kurdi YPG -PYD, yang dianggap oleh Turki sebagai teroris.

Erdogan mengatakan pasukan Turki tidak berniat tinggal di Suriah setelah daerah itu dibersihkan dari pasukan IS dan YPG Kurdi.

Kekuatan oposisi yang didukung Turki maju dari utara untuk merebut Al Bab, benteng terakhir IS di provinsi utara Aleppo, sebelum pasukan rezim Syiah Suriah mencapai kota dari selatan.

Pasukan yang didukung Turki masih jauh dari Raqqa, yang sebagian besar dikelilingi oleh pasukan Kurdi Suriah yang didukung AS.

Pekan lalu, Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin Kurdi meluncurkan fase baru dalam serangan Raqqa untuk merebut kota-kota dan desa-desa sebelah timur kota. Koalisi pimpinan AS telah menargetkan beberapa jembatan melintasi Sungai Efrat dalam mendukung operasi.

“Potensi konflik lanjutan jelas terlihat, kecuali ada solusi yang disepakati antara Turki, AS, Rusia dan Kurdi,” reporter Al Jazeera Andrew Simmons, melaporkan dari Gaziantep, di sisi Turki perbatasan Suriah-Turki.

Simmons mengatakan zona penyangga perbatasan, daerah aman dan zona larangan terbang semuanya telah diusulkan oleh Turki di masa lalu tapi ditolak oleh pemerintahan ex-Presiden AS Barack Obama.

“Sekarang, apakah situasi telah berubah? Apakah Presiden AS Donald Trump setuju untuk sesuatu? Tidak jelas pada tahap ini, namun Erdogan bersikeras bahwa ia menyarankan agar pembangunan kota di daerah yang aman dan kembalinya pengungsi dari Turki harus diselesaikan,” kata Simmons.

Bentrokan di Al Bab telah terbukti menjadi pertarungan terberat bagi tentara Turki sejauh ini, dengan meningkatnya jumlah tentara yang tewas.

Seorang tentara Turki tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pejuang pada hari Ahad, kantor berita swasta Dogan melaporkan, mengutip sumber-sumber militer.

Korban terakhir menaikkan jumlah pasukan Turki yang tewas dalam serangan Suriah menjadi 67.

Tiga tentara yang terluka dievakuasi dari Al Bab dan dibawa ke rumah sakit di Kilis dan provinsi Gaziantep Turki dekat perbatasan Suriah, Dogan melaporkan.

Aung San Suu Kyi Memohon Oposisi Tandatangani Gencatan Senjata

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi pada hari Ahad (12/02/2017) memohon kelompok oposisi bersenjata menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan pemerintah saat negara berjuang untuk mengakhiri perang, Anadolu Agency melaporkan.

Counsellor Negara Aung San Suu Kyi meminta organisasi etnis bersenjata untuk bergabung dengan proses perdamaian dengan menandatangani Perjanjian Gencatan Senjata Nasional (the Nationwide Ceasefire Agreement-NCA), yaitu kesepakatan damai bersejarah antara pemerintah sebelumnya dan delapan dari 15 kelompok oposisi yang diundang pada tahun 2015.

“Saya sekali lagi akan mendesak kelompok oposisi etnis menandatangani NCA dan bergabung dengan pembicaraan damai,” katanya dalam pertemuan dengan perwakilan etnis di sebuah kota kecil Panglong di negara bagian Shan yang bergolak untuk menandai the 70th Myanmar Union Day.

Pada 12 Februari, 1947, pahlawan kemerdekaan Myanmar Jenderal Aung San (mendiang ayah Aung San Suu Kyi) dan perwakilan dari berbagai kelompok etnis menandatangani perjanjian bersejarah di Panglong, sekitar 800 km dari timur laut kota terbesar di negara itu, Yangon, untuk mengklaim kemerdekaan dari penjajah Inggris.

Sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948, Myanmar (kemudian menjadi Burma) telah mengalami konflik bersenjata yang melibatkan kelompok oposisi etnis lebih dari setengah abad.

Menggantikan junta militer pada tahun 2011, pemerintahan mantan Presiden Thein Sein memulai pembicaraan damai dengan kelompok oposisi, dan melahirkan NCA. Namun, beberapa kelompok kelompok oposisi utama menahan diri.

Myanmar masih menyaksikan beberapa pertempuran sengit antara kelompok kelompok oposisi tertentu dan militer meskipun pemerintah sipil yang dipimpin Kyi Suu mengambil alih kekuasaan pada Maret 2016.

Pada hari Ahad, seorang pejabat dari kelompok penandatangan NCA mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon bahwa diharapkan akan ada lebih banyak lagi kelompok oposisi yang menandatangani perjanjian damai bulan ini.

“Kami berharap sekitar dua kelompok menandatangani NCA dan bergabung dengan konferensi perdamaian bulan ini,” kata Khun Okka, pemimpin Organisasi Pembebasan Nasional Pa-O (the Pa-O National Liberation Organization-PNLO).

Dia menolak menyebutkan nama kelompok.

Myanmar akan mengadakan pertemuan kedua the Union Peace Conference pada 28 Februari.

Habib Rizieq di Istiqlal: Jangan Terprovokasi oleh Gerakan Adu Domba Umat dengan Pemerintah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab mengatakan, saat ini umat Islam sedang diadu domba dengan pemerintah. Upaya mengadu domba ini digerakan oleh sebuah kekuatan besar yang tidak senang dengan menyatunya umat Islam dengan pemerintah.

“Betul ada gerakan-gerakan siluman yang ingin mengadu domba kita semua saudara, yang memberikan gambaran menyeramkan kepada pemrintah jadi yang ada di benak pemerintah itu kita itu lawan bukan kawan, kita ini harus di pukul bukan di rangkul dan kelompok ini sangat berbahaya saudara, ” katanya sesaat memberi materi di Masjid Istiqlal, Sabtu (11/2/2017).

“Mereka ingin menghancurkan negeri kita, maka itu kita tidak boleh terprofokasi,” tambahnya.

Pada acara Dzikir dan Tausyiah Nasional atau Aksi 112 ini Habib Rizieq menjelaskan, peristiwa bom molotov di 3 markaz FPI merupakan bentuk upaya untuk memprovokasi supaya laskar dan umat marah dan terpancing. Meski begitu, ia mengimbau umat untuk tidak terprovokasi masuk kedalam rencana mereka.

“Kita tidak boleh terpancing, kalau terpancing musuh-musuh kita yang tidak terlihat akan senang, karena sudah berhasil mengadu domba kita,” pungkas ulama besar yang sedang dikriminalisasikan itu.

Sebagaimana diketahui, sehari sebelum Aksi 112 digelar, muncul pesan berantai berisikan agenda penangkapan HRS oleh Polda Jawa Barat. Namun, kabar itu tidak terbukti dengan hadirnya Pembina GNPF MUI itu di Masjid Istiqlal.

Reporter: Arie

Ikrar Umat Islam Bima, Jawaban dari Hati yang Tersakiti

BIMA(Jurnalislam.com) – Sebagai salah satu bentuk dukungan kepada para ulama yang saat ini sedang dikriminalisasi, umat Islam Bima menggelar acara longmarch atau jalan sehat bertajuk “Bela Ulama”. Aksi itu merupakan tanggapan dari umat Islam Bima yang merasa tersakiti dengan kasus-kasus yang terus menimpa para ulama, panutan umat Islam.

Dalam kegiatan itu, Sabtu (11/2/2017) di Bima, umat Islam Bima mengikrarkan tuntutan ataupun imbauan kepada pemerintah sebagai pemegang kekuasaan untuk selalu bertindak adil terhadap kasus-kasus yang menimpa negeri ini.

Adapun ikrar dari umat Islam Bima adalah:

  • Kami umat Islam Bima siap membela agama
  • Kami umat Islam Bima siap membela Al-Quran
  • Kami umat Islam Bima siap membela ulama
  • Kami umat Islam Bima siap membela NKRI
  • Kami umat Islam Bima mendukung sepenuhnya pernyataan sikap ormas Islam bersama GNPF MUI di kantor MUI pusat.

Ikrar atau peneguhan janji yang dibacakan oleh ketua MUI Kota Bima, Drs. H Saleh Ismail itu diiringi oleh pekikan takbir dari peserta longmarch.