Berita Terkini

Tak Jalankan Penetapan Pengadilan, LUIS Menilai Kejari Surakarta Melanggar Hukum

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta menambah 30 hari masa tahanan terhadap aktivis-aktivis Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang menjadi tersangka kasus Social Kitchen. Humas LUIS, Endro Sudarsono yang juga menjadi salah satu tersangka menyayangkan keputusan tersebut.

“Berkas dan barang bukti sudah lengkap (P21- Tahap 2), alasan jaksa memperpanjang penahanan adalah untuk kepentingan pemeriksaan yang belum selesai itu tidak tepat,” tuturnya kepada Jurniscom saat ditemui di Dittahti Polda Jateng, Rabu (8/3/2017).

“Apakah ada unsur kesengajaan ataukah ada unsur lain?” sambungnya.

Sesuai surat penetapan Hakim PN Surakarta tanggal 01 Maret 2017 Nomor : 06/Pen.Pid/2017/PN.Skt, penambahan masa tahanan selama 30 hari itu yang seharusnya ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) Solo. Akan tetapi hal tersebut tidak diindahkan oleh Kejari Surakarta dan sampai hari ke 4 masa penambahan penahanan terhitung sejak tanggal 5 Maret – 3 April 2017 masih ditempatkan di Dittahti Polda Jateng, Semarang.

“Kami meminta jaksa harus melaksanakan penetapan hakim. Ini adalah pelanggaran hukum yang seharusnya mereka junjung tinggi,” tegasnya.

Untuk itu, Endro mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi atas tindakan Kejari Surakarta tersebut. “Kami memohon kepada pemerintahan yang terkait untuk menginvestigasi atas tidak dilaksanakannya penetapan hakim tersebut,” imbuhnya.

Endro juga meminta agar semua berkas segera dilimpahkan ke PN Surakarta untuk segera disidangkan.

“Kami berharap semua berkas segera di limpahkan ke PN Surakarta agar segera disidangkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah aktivis LUIS termasuk Ketua menjadi tersangka kasus perusakan kafe Social Kitchen. Mereka dituding membiarkan puluhan massa berjubah dan menggunakan penutup wajah merusak fasilitas Social Kitchen dan melakukan pemukulan. Namun, manajemen Social Kitchen mengakui para tokoh LUIS tersebut justru berusaha mencegah massa yang tidak dikenal itu bertindak anarkis.

Reporter: Agus Riyanto

 

Hadirilah Reuni Akbar Alumni 212 di Solo

2 Desember 2016 menjadi sebuah sejarah bagi umat Indonesia, di hari itu, sejumlah 7.3 juta orang tercatat berkumpul di Monas, Jakarta untuk melakukan aksi damai, aksi Bela Islam III, menuntut supremasi keadilan hukum Indonesia. Untuk menjaga semangat membara itu, Dewan Syari’ah Kota Surakarta mengadakan reuni Akbar alumni 212.

Hadirilah reuni alumni 212
“Menjaga Spirit 212, Satukan langkah membela Islam & Ulama”

Hari/Tgl:
Ahad, 12 Maret 2017

Jam :
09.00 – 12.00 WIB

Pembicara:

KH. NONOP HANAFI
( Pimpinan rombongan santri longmarch menuju jakarta utk bergabung dalam aksi 212)

Dr. Mu’inudinillah Basri, MA.
( Ketua DSKS )

Ust. Tengku Azhar
( Sekjen DSKS )

Ust. Abdulrochim Ba’asyir
( Ketua Divisi Advokasi & kelaskaran DSKS )

Ust. Mas’ud Izzul Mujahid
( pengurus DSKS & Pimred majalah An-Najah )
Tempat:
Masjid Ibadurrahman
Goro Assalaam Hypermarket
Jl. Ahmad Yani Pabelan Kts Solo.
Narahubung Dewan Syari’ah Kota Surakarta ( DSKS )

Telp : 081567851642,
WA : 0852 9043 9696

Rusia Gagal Kendalikan Serangan Rezim Assad di Homs, 50 Warga Sipil Tewas

HOMS (Jurnalislam.com) – Lebih dari 50 warga sipil telah tewas bulan lalu akibat serangan rezim Syiah Nushairiyah di Al-Waer, sebuah distrik pusat provinsi Homs Suriah, di tengah keengganan untuk menegakkan gencatan senjata.yang ditampakkan oleh Rusia sebagai penjamin bersama dengan Turki, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (08/03/2017).

Selama tiga tahun terakhir, sekitar 60.000 warga Al-Waer tetap berada dalam pengepungan rezim Syiah Assad.

Dalam beberapa bulan terakhir, rezim telah meningkatkan serangan terhadap kota serta memblokir pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

Menurut dewan lokal Al-Waer, 51 warga sipil telah tewas dan 320 lainnya luka-luka dalam bulan lalu saja akibat serangan udara rezim.

Selama periode yang sama, rumah sakit lokal yang dijalankan oleh personel pertahanan sipil telah ditargetkan sedikitnya empat kali.

Warga al-Waer juga menghadapi kesulitan besar mengakses air dan listrik, dengan banyak keluarga sekarang tinggal di tempat penampungan sementara yang dibangun di bawah tanah.

Pada tanggal 21 Februari, upaya konvoi bantuan PBB untuk memasuki kawasan yang dikepung itu terhalang oleh pasukan rezim.

Dua hari kemudian, kantor intelijen rezim Assad di kota Homs diserang. Baca juga: Puluhan Pasukan Assad dan Komandannya Tewas, Syeikh al Jaulani: Inilah Bukti Kelemahan Mereka

Meskipun serangan itu dilaporkan dilakukan oleh Komite gadungan untuk Pembebasan Damaskus, rezim Assad menggunakannya sebagai alasan untuk mengebom sasaran sipil di Al-Waer.

“Rezim telah meningkatkan agresinya terhadap Al-Waer, menyalahkan warga atas serangan terhadap gedung-gedung intelijen Suriah,” kata Osama Abu Zaid, seorang juru bicara pusat pers Al-Waer.

Memperhatikan bahwa sekelompok pemimpin kabupaten baru-baru ini berbicara dengan para pejabat Rusia, Abu Zaid mengatakan Rusia telah berjanji untuk mengajukan proposal gencatan senjata sebagai pertimbangan bagi para pemimpin kabupaten.

Menurut ketentuan perjanjian sebelumnya antara rezim, dewan lokal dan kelompok-kelompok oposisi bersenjata, 2.000 warga kabupaten diperbolehkan berangkat ke kota Idlib selama proses tersebut masih tetap berlangsung.

Sebuah gencatan senjata yang rapuh ditengahi oleh Turki dan Rusia mulai berlaku di Suriah akhir tahun lalu.

Kelompok IS Serang Rumah Sakit di Kabul Bunuh Staf dan Pasien, 30 Tewas

KABUL (Jurnalislam.com) – Tiga puluh orang tewas dalam serangan di sebuah rumah sakit di Kabul, Rabu, kata para pejabat, Rabu (08/03/2017).

Serangan, yang diklaim oleh kelompok Islamic State (IS), melibatkan empat orang bersenjata yang menyamar sebagai dokter menyerbu rumah sakit militer utama di ibukota Afghanistan tersebut, kata polisi.

Rumah Sakit Militer Dawood Khan – umumnya dikenal sebagai Rumah Sakit 400-B – berada di wilayah diplomatik Kabul dan dekat dengan kedutaan AS serta markas NATO. Rumah sakit ini melayani ratusan warga sipil tiap harinya.

Menurut polisi, seorang penyerang bunuh diri meledakkan bom di pintu masuk rumah sakit diikuti beberapa orang lain bersenjatakan senapan serbu dan granat menyerang gedung dan membuka jalan ke lantai kedua dan ketiga.

“Pada saat ini, saya hanya bisa mengkonfirmasi bahwa itu adalah serangan kompleks yang melibatkan sejumlah militan,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Sediq Seddiqui kepada Anadolu Agency, Rabu.

“Pasukan Khusus Kepolisian Afghanistan telah turun tangan dan mereka akan segera dikalahkan.”

Juru bicara Kementerian Pertahanan Dawlat Waziri mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan khusus polisi dikerahkan dengan helikopter untuk membersihkan milisi IS dari rumah sakit.

Kementerian itu menegaskan bahwa 30 orang – sebagian besar adalah staf rumah sakit dan pasien – dan empat penyerang tewas. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah melaporkan lima orang tewas dan 50 luka-luka.

Resolute Support Mission yang dipimpin NATO telah menawarkan untuk membantu Polisi membersihkan rumah sakit.

IS mengaku bertanggung jawab dalam sebuah pernyataan di situs Amaq. Kelompok ini mengklaim telah menewaskan lebih dari 100 orang.

Islam di Jepang Sebelum Tahun 1900

Jurnalislam.com – Saat keduanya berada di bawah tekanan dari negara-negara Barat, mereka memutuskan untuk membangun hubungan persahabatan dan mulai bertukar kunjungan. Yang paling penting dari kunjungan ini adalah misi yang dikirim oleh Abdul Hamid II (memerintah tahun 1876-1909) ke Jepang dengan kapal laut Ertugrul yang membawa lebih dari enam ratus perwira dan tentara dipimpin oleh laksamana Utsman Pasha pada tahun 1890.

Dalam perjalanan pulang, setelah misi di Jepang berhasil dan bertemu Kaisar Jepang, badai menerpa kapal saat masih di perairan Jepang, menyebabkan tewasnya lebih dari 550 orang termasuk adik Sultan.

Bencana itu menyedihkan kedua negara dan korban yang selamat dibawa dengan dua kapal Jepang ke Istanbul. Para korban dimakamkan di lokasi kecelakaan dan sebuah museum didirikan tidak jauh dari lokasi kecelakaan. Turki dan Jepang masih memperingati peristiwa tersebut sampai hari ini di lokasi kecelakaan setiap lima tahun meskipun pemerintahan berganti-ganti.

Seiring kapal yang pulang dengan selamat, seorang wartawan muda Jepang bernama Torajiro Noda yang mengumpulkan sumbangan di Jepang bagi keluarga korban, berangkat ke Istanbul, menyerahkan sumbangan tersebut kepada pemerintah Turki dan bahkan bertemu Sultan Abdul Hamid II, yang memintanya untuk tinggal di Istanbul dan mengajarkan bahasa Jepang kepada petugas Utsmaniyah. Selama tinggal di Istanbul, dia bertemu Abdullah Guillaume, seorang Muslim Inggris dari Liverpool, yang memperkenalkan Noda kepada Islam. Setelah diskusi panjang dan yakin bahwa Islam adalah kebenaran, Noda memeluk Islam dan memilih untuk diberi nama Abdul Haleem, sebagai mana ditunjukkan dokumen Turki.

Abdul Haleem Noda bahkan bisa dianggap sebagai Muslim Jepang pertama. Segera setelah itu, warga Jepang lain bernama Yamada pergi ke Istanbul pada tahun 1893 untuk memberikan donasi yang telah dikumpulkannya di Jepang untuk keluarga syuhada di Turki. Setelah memeluk Islam dan menjadi orang Jepang kedua yang memeluk Islam, ia mengganti namanya menjadi Khaleel, atau mungkin Abdul Khaleel. Dia tinggal di Istanbul beberapa tahun melakukan bisnis dan terus melakukan hubungan persahabatan dengan Turki setelah pulang ke Jepang sampai kematiannya.

 

Orang Jepang ketiga yang memeluk Islam adalah seorang pedagang Kristen bernama Ahmad Ariga. Ia mengunjungi Bombay, India pada tahun 1900. Pemandangan yang indah dari Masjid di sana menarik perhatiannya, ia pergi dan menyatakan masuk Islam. Selama periode ini, sejumlah pedagang Muslim India tinggal di Tokyo, Yokohama, dan Kobe, dan mereka dianggap komunitas Muslim pertama di Jepang.

 

 

Sumber: World Bulletin (Legal Notice: Copyright, trade marks and other intellectual property rights in this website can not be reproduced without the prior permission)

 

Laporan: Tes Rudal Balistik Korut untuk Serang Pasukan AS di Jepang

SEOUL (Jurnalislam.com) – Tes rudal balistik Korea Utara yang kontroversial diarahkan untuk mengembangkan kemampuan untuk menyerang pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di Jepang, menurut kantor berita resmi negara komunis itu melaporkan, lansir Anadolu Agency, Selasa (07/03/2017).

KCNA melaporkan Selasa pagi bahwa latihan itu dilakukan oleh unit artileri yang “bertugas untuk menyerang basis pasukan agresi imperialis AS di Jepang”.

Laporan itu muncul setelah Korea Utara menembakkan empat proyektil terlarang dengan jarak tempuh 1.000 kilometer (621 mil) di seluruh Semenanjung Korea Senin pagi, seperti yang dipantau oleh militer Korea Selatan.

Tiga dari rudal tersebut mendarat di perairan milik zona ekonomi eksklusif Jepang, PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Selasa yang mengecam peluncuran rudal itu.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dikutip KCNA saat memerintahkan unit artileri untuk melakukan peluncuran rudal sendiri sebagai “pasukan nuklir yang kredibel”.

Pyongyang dilarang melakukan uji teknologi rudal nuklir dan balistik oleh beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB.

Peluncuran pekan ini menandai provokasi rudal kedua oleh Korea Utara sejak Presiden AS Donald Trump dilantik pada 20 Januari. Meskipun menerima tekanan internasional, Korea Utara tetap berkeras melakukan uji rudal balistik jarak menengah pada 12 Februari.

Kantor Presiden Korsel Hwang Kyo-ahn mengatakan ia telah mengadakan pembicaraan telepon Selasa pagi dengan Trump untuk membahas tanggapan dua Negara sekutu tersebut.

Pyongyang mengecam latihan militer bersama Korea Selatan dan AS yang sedang berlangsung.

Negara komunis itu menghadapi sanksi berat dari Dewan Keamanan PBB atas serangkaian peluncuran rudal tahun lalu, selain dua tes nuklir lainnya.

Syiah Houthi Culik 100 Warga Distrik Utmah dan Jarah Hartanya

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran dan pasukan mantan presiden Yaman telah meluncurkan sejumlah penculikan dan serangan serta penjarahan rumah warga sipil di Kabupaten Utmah beberapa hari setelah mendapatkan kontrol yang lebih luas di provinsi Dhamar, Al Arabiya News Channel melaporkan, Selasa (07/03/2017).

Sumber mengatakan milisi Houthi telah menculik sedikitnya 100 warga sipil dari daerah itu dan menuduh mereka bekerja dengan Angkatan Resistansi Populer (the Popular Resistance Forces). Keberadaan warga sipil yang diculik tersebut masih belum diketahui.

Pemberontak Syiah juga sudah mulai merampok dan memasuki rumah penduduk untuk mencari senjata yang mereka klaim disimpan oleh seorang pemimpin perlawanan yang tinggal di daerah itu.

Banyak mobil, sepeda motor dan toko komersial milik warga yang dijarah oleh pemberontak untuk mereka gunakan sendiri, kata sumber-sumber.

WikiLeaks Bongkar Dokumen Rahasia CIA Terbesar di Dunia Digital

WASHINGTON (Jurnalislam.com)WikiLeaks pada hari Selasa (07/03/2017) membongkar koleksi dokumen rahasia CIA “terbesar yang pernah ada”.

Situs whistleblowing itu mengatakan dokumen tersebut difokuskan pada program hacking CIA termasuk rincian perangkat lunak “cyberweapons” yang dapat menargetkan telepon seluler, komputer dan TV yang tersambung ke Internet.

Hampir 9000 dokumen tersebut tidak bisa diverifikasi secara independen oleh Anadolu Agency dan CIA menolak berkomentar.

WikiLeaks mengatakan CIA baru saja kehilangan kendali perangkat cyberwarfare, termasuk “malware, virus, trojan, weaponized eksploitasi ‘nol hari’, sistem remote control malware dan dokumentasi terkait”.

Perangkat-perangkat itu memberikan akses menuju arsip oleh salah satu di antara sejumlah mantan hacker pemerintah AS dan kontraktor yang mengedarkan rincian program cyber CIA “secara tidak sah”, menurut pernyataan WikiLeaks.

Kegiatan cyber CIA diduga menargetkan berbagai perangkat elektronik seperti iPhone Apple, perangkat yang menjalankan Google Android OS, Microsoft Windows dan televisi pintar Samsung.

WikiLeaks mengatakan televisi pintar Samsung bisa berubah menjadi “mikrofon rahasia” dan merekam percakapan pribadi.

“CIA pada dasarnya telah menciptakan ‘NSA mereka sendiri’ bahkan tanpa akuntabilitas dan tanpa menjawab pertanyaan secara terbuka apakah pembelanjaan dengan anggaran besar-besaran seperti itu untuk menduplikasi kapasitas lembaga rival mereka bisa dibenarkan,” kata pernyataan itu, merujuk Badan Keamanan Nasional (National Security Agency-NSA), yang memiliki tanggung jawab utama untuk spionase elektronik.

Rilis ini diharapkan akan diikuti oleh rahasia CIA lainnya.

“Kami tidak mengomentari keaslian atau isi dari dokumen intelijen tersebut,” kata juru bicara CIA Jonathan Liu.

Pada tahun 2010, WikiLeaks menerbitkan 250.000 kabel diplomatik yang diambil oleh mantan analis intelijen tentara Bradley Manning.

Israel Kembali Berulah, Gelar Serangan ke Gaza Utara

GAZA (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel pada hari Selasa (07/03/2017) menggelar serangan terbatas ke Jalur Gaza utara, Palestina.

Militer zionis tersebut mengklaim pasukannya telah menjinakkan dua perangkat bahan peledak di dekat pagar pembatas antara Israel dan wilayah Palestina.

“Peralatan itu dipasang untuk menyerang pasukan (tentara) IDF yang beroperasi di perbatasan. Sisa-sisa perangkat dikumpulkan untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Menurut saksi mata, sejumlah kendaraan tempur lapis baja Israel dan buldoser melintasi pagar perbatasan ke kota utara Beit Hanoun.

Buldoser meratakan sebidang besar lahan pertanian sebelum kembali, kata mereka kepada Anadolu Agency.

Seorang warga Palestina terluka ketika pasukan Israel menembaki penduduk di utara Jalur Gaza, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf al-Qudra.

Pasukan zionis yang ditempatkan di dekat perbatasan sering menggelar serangan terbatas ke Jalur Gaza, sebuah wilayah yang telah di blokade penjajah Israel selama satu dekade.

Lebih dari 2.000 Pasukan Iran Tewas di Irak dan Suriah

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Lebih dari 2.000 pasukan Iran telah tewas di Irak dan Suriah, kata seorang pejabat Iran Selasa (07/03/2017).

“Sedikitnya 2.100 pasukan telah tewas di Irak dan di wilayah lain,” kata kantor berita resmi Iran IRNA mengutip Mohammad Ali Shahidi Mahallati, seorang pejabat di Yayasan Iran untuk Urusan Martir dan Veteran (Iran’s Foundation for Martyrs’ and Veterans’ Affairs), lansir Anadolu Agency.

Namun Mahallati tidak menyebutkan kapan tepatnya pasukan tersebut tewas.

Iran adalah pendukung setia rezim Syiah Nushairiyah Assad di Suriah, yang telah tercabik-cabik akibat konflik sejak 2011 ketika pasukan rezim membantai aksi unjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, pemerintah Iran telah mengirimkan sejumlah “penasihat militer” untuk Suriah – bersama dengan pasukan relawan Syiah dari Afghanistan, Irak dan Pakistan – untuk mendukung rezim Syiah Assad yang diperangi rakyatnya.

Teheran juga mendukung pertempuran pemerintah Irak yang sedang berlangsung di sejumlah luas wilayah di utara dan barat Irak sejak pertengahan 2014.

Pada tahun 2016, Majelis Permusyawaratan (Parlemen) Iran meloloskan RUU memberikan kewarganegaraan Iran kepada keluarga pasukan asing yang terbunuh.

November lalu, pihak berwenang Iran mengatakan, lebih dari 1.000 pasukan telah tewas di Suriah yang dilanda perang.

Pada bulan Januari, Human Rights Watch yang berbasis di New York melaporkan Korps Pengawal Revolusi Iran merekrut ribuan pengungsi Afghanistan di Iran untuk melayani militer sejak 2013.