Berita Terkini

Puluhan Pasukan ANA dan NDS Tewas dalam Serangan Martir di Lashkargah

HELMAND (Jurnalislam.com) – Sebuah pangkalan militer gabungan pasukan ANA (Afghanistan National Army) dan NDS (National Directorate of Security) di daerah Yakhchal Nahr Siraj mendapat serangan istisyhad Mujahidin semalam, Al Emarah News melaporkan, Kamis (6/4/2017).

Seorang Mujahid heroik dari squad kesyahidan Imarah Islam Afghanistan – Rehmatullah Meqdad – berasal dari provinsi Herat telah melakukan serangan dengan bantuan mobil APC sarat bahan peledak.

Menurut rincian, sedikitnya 26 termasuk komandan utama musuh tewas, 8 lainnya luka-luka, 1 APC dan 3 kendaraan hancur dan pangkalan benar-benar rusak parah.

Sementara laporan dari provinsi Saripul, Taliban melakukan serangan terkoordinasi di pos pemeriksaan militer Afghanistan di daerah Bail Swogh kota Saripul.

Serangan senjata berat dan ringan mengakibatkan 3 pos dikuasai setelah pasukan ANA terpaksa melarikan diri.

Menurut koresponden, pertempuran dikatakan sedang berlangsung terhadap konvoi militer sejak dini hari tadi di sekitar distrik Sayyad, menjatuhkan sejumlah korban di pihak musuh. Rincian akan diperbarui kemudian.

PBB Desak AS, Rusia, Turki dan Iran Gencatan Senjata di Suriah

JENEWA (Jurnalislam.com) – PBB pada hari Kamis (6/4/2017) mendesak AS, Rusia, Turki dan Iran untuk membantu membangun 72 jam gencatan senjata di Suriah untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

“Kami meminta Rusia, Turki, Iran dan AS bahwa kita perlu lampu hijau untuk rencana penuh PBB bulan April dan Mei untuk mencapai lebih dari satu juta orang warga sipil di wilayah Suriah yang paling sulit dijangkau dan terkepung rezim,” penasihat kemanusiaan PBB Jan Egeland mengatakan setelah pertemuann Gugus Tugas Akses Kemanusiaan (Humanitarian Access Task Force) dari the International Syria Support Group, lansir Anadolu Agency.

Mencatat bahwa hanya sepertiga dari permintaan ini yang telah disetujui oleh rezim Suriah, Egeland mengatakan ini melanggar apa yang telah disetujui the International Syria Support Group.

“Kita perlu gencatan senjata 72 jam di daerah di mana pertempuran sekarang mengamuk,” kata Egeland.

Egeland juga mengomentari serangan senjata kimia baru-baru ini di Idlib, menyebutnya sebagai tindakan yang “sangat biadab”.

“Perang yang membunuh lebih banyak anak daripada pria dewasa bersenjata adalah perang yang sangat biadab. Perang di mana anak-anak tercekik sampai mati dengan bahan kimia beracun adalah perang yang sangat sangat biadab.”

Para korban serangan kimia pada hari Selasa di provinsi barat laut Suriah menunjukkan gejala kerusakan saluran pernafasan fatal, akibat gas saraf, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (the World Health Organization-WHO).

Pada hari Selasa, menteri kesehatan oposisi Suriah, Firas Jundi, mengatakan lebih dari 100 warga sipil telah tewas dan 500 lainnya, kebanyakan anak-anak, terluka dalam serangan gas klorin yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur rezim Syiah Assad di kota Khan Shaykun, provinsi Idlib.

Serangan hari Selasa tersebut terjadi sehari setelah pesawat rezim dilaporkan melakukan serangan gas klorin yang sama di kota Al-Habit di Idlib, melukai puluhan.

Tahun lalu, sebuah panel investigasi yang ditunjuk PBB menemukan bahwa senjata kimia terutama digunakan oleh pasukan rezim Nushairiyah Assad pada tahun 2014 dan 2015. Namun, tidak ada langkah-langkah tindak lanjut yang diambil.

Pemuda Palestina Tabrak Mati Serdadu Zionis, Hamas: Intifada Tidak akan Berakhir

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang pria Palestina ditembak dan ditahan pada hari Kamis (6/4/2017) setelah aksi beraninya melakukan serangan dengan menabrakkan mobil dekat pemukiman yahudi di Tepi Barat yang diduduki, menewaskan seorang tentara zionis dan melukai satu orang lainnya.

Pemuda, yang diidentifikasi sebagai Ahmad Moussa Hamed, 23 tahun, menabrak dua tentara Israel yang berdiri di belakang penghalang beton dekat halte bus di luar pemukiman Ofra dekat Ramallah, lansir Aljazeera.

Elichai Taherlev, 20, dari Brigade Golani tewas dalam insiden itu, dan seorang prajurit lain berusia 19 tahun menderita luka.

Tak lama setelah serangan itu, pasukan penjajah Israel menyerbu rumah Hamad di desa Silwad dekat Ramallah.

Pemerintah Israel juga membekukan izin bekerja di Israel milik anggota keluarga Hamad, media Israel melaporkan.

Hamas merilis pernyataan memuji serangan tersebut.

Juru bicara Hamas Abed al-Latif al-Qanou mengatakan itu adalah balasan terhadap “kejahatan Israel terus menerus yang dilakukan terhadap rakyat Palestina”.

Berbicara kepada Ma’an News Agency yang berbasis di Betlehem, Hazem Qassem, juru bicara Hamas lain, menyebutnya bahwa itu adalah “bukti bahwa Intifada Yerusalem akan terus berlanjut, dan hanya akan berakhir dengan kemerdekaan dan kemandirian”.

“Intifada Yerusalem” yang disebut Qassem merujuk pada gelombang perjuangan rakyat muslim Palestina yang tersebar di seluruh wilayah-wilayah penjajahan, dan Israel sejak Oktober 2015, telah membunuh nyawa 259 warga Palestina, menurut hitungan kantor berita AFP.

Qassem menambahkan “serangan membuktikan bahwa tentara zionis dan pemukim yahudi Israel tidak aman selama hak [warga Palestina] dijajah, tanah kami direbut, rakyat dan situs suci umat Islam diserang dan dilanggar”.

Menlu Perancis: Assad akan Dihukum atas Kejahatan Perangnya

PARIS (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan hari Kamis (6/4/2017) bahwa “hari akan datang ketika keadilan internasional akan memberikan putusan hukuman terhadap Bashar al-Assad yang membantai rakyatnya,” lansir World Bulletin.

Sedikitnya 86 orang tewas pada hari Selasa (4/4/2017) di wilayah oposisi Khan Sheikhun di Suriah utara dalam dugaan serangan senjata kimia yang mengakibatkan orang tercekik, tidak bisa bernafas, paru-paru rusak dan mulut berbusa.

Perancis sekali lagi mendesak resolusi di PBB untuk mengutuk serangan yang menurut Barat dilakukan oleh rezim Assad, tapi Ayrault tidak terdengar optimis setelah diskusi pertama pada hari Rabu di badan internasional tersebut.

“Ini sulit karena sampai sekarang setiap kali kita telah menyajikan resolusi, terjadi veto oleh Rusia dan kadang-kadang oleh China … tapi kita harus bekerja sama karena kita harus menghentikan pembantaian ini,” tambahnya.

Moskow, yang meluncurkan intervensi militer sejak tahun 2015 dalam mendukung pasukan rezim Nushairiyah Assad, membela mati-matian rezim Suriah terhadap tuntutan tanggung jawab atas serangan itu.

Allah SWT Akan Menghancurkan dan Mencabut Berkah dari Negeri yang Dipenuhi Kedzaliman

SOLO (Jurnalislam.com) – Sudah menjadi sunnatullah (ketentuan Allah SWT) bahwa kedzaliman hanya akan melahirkan kehancuran. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Jama’ah Ansharusy Syari’ah, Abdul Rochim Ba’asyir menanggapi berbagai kedzaliman penguasa terhadap umat Islam.

“Semakin besar kedzalimannya semakin dekat pula kehancurannya. Sebab itu sudah menjadi sunatullah bahwa kedzaliman hanya akan membawa kehancuran,” kata pria yang karib disapa Ustadz Iim ini kepada Jurniscom, Kamis (6/4/2017) seraya mengutip sebuah ayat dalam Al Qur’an surat Al Isra ayat ke 16.

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta’ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Selain itu, Ustadz Iim menjelaskan bahwa Allah SWT akan mencabut berkah dari sebuah negeri yang sudah terlalu banyak melakukan kedzaliman.

“Maka terjadilah kepada negeri tersebut sunatullah, bahwa negeri yang sudah terlalu banyak kedzaliman di dalamnya, terlalu banyak maksiat di dalamnya, terlalu banyak kerusakan di dalamnya, Allah SWT akan menghancurkan negeri tersebut dan mencabut berkah dari negeri tersebut,” tegasnya.

Ustadz Iim menyinggung kedzaliman yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap umat Islam yang menuntut keadilan. Ia mengatakan, umat Islam Indonesia harus waspada fenomena kedzaliman yang ditunjukkan oleh penguasa saat ini.

“Umat Islam juga tidak boleh banyak berharap pada pemerintah model seperti ini. Kita tidak akan mendapatkan pembelaan apapun dari mereka. Mereka justru akan semakin mendzalimi umat Islam. Umat Islam hanya akan digunakan pada saat mereka butuh saja. Maka jangan sampai tertipu,” imbuhnya.

Kembali kepada Syariat Allah dan para ulama

Oleh sebab itu, Ustadz Iim mengajak umat Islam untuk bermuhasabah diri dan meningkatkan keimanannya dengan mendekati para ulama.

‘Umat Islam harus kembali kepada syariat-Nya, kembali kepada Al Qur’an, kepada sunnah Rasulullah. Umat Islam harus muhasabah dan dekatilah para ulama, belalah mereka, maka dengan itu kekuatan umat Islam pasti akan kembali,” tegasnya.

Ia mengutip perkataan Umar Bin Khattab, radhiyallahu anhu, kepada pasukannya yang sedang berhadapang dengan pasuka Romawi yang dikenal kuat.

“Umar berkata, kemenangan kalian ada pada iman kalian dan ada pada kedekatan kalian kepada Allah. Jika kalian jauh dari Allah dan syariatNya maka kalian akan kalah oleh kekuatan mereka, kekuatan jumlah mereka, kekuatan ekonomi mereka,” pungkasnya.

Reporter: Ibnu Fariid

Kecam Serangan Kimia, DPR Desak Pemerintah Galang Dukungan Hentikan Konflik Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota DPR-RI Komisi 1, Dr. Sukamta mengecam keras serangan senjata kimia rezim Syiah Bashar Assad di daerah Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah.

“Ini jelas serangan biadab yang secara sengaja menyasar rakyat sipil terlebih dilakukan dengan senjata kimia,” kata Sukamta dalam pernyataan tertulis kepada Jurniscom, Kamis (6/4/2017).

Menurutnya, kehadiran Rusia dan beberapa negara lainnya dalam perang Suriah membuat keadaan semakin buram. Oleh sebab itu, Sukamta memandang PBB perlu menggelar sidang DK PBB untuk mengambil langkah-langkah darurat melakukan investigasi terhadap penggunaan senjata kimia tersebut.

“Perlu diungkap secara jelas siapa pelaku kekejian dengan senjata kimia ini dan dihadapkan ke mahkamah internasional,” ujarnya.

Selain itu, sidang Majelis Umum PBB juga penting dilakukan untuk membuat resolusi penghentian konflik di Suriah. Sebab, dengan korban jiwa lebih dari 200 ribu jiwa dan lebih dari 4,5 juta menjadi pengungsi, Suriah merupakan tragedi kemanusiaan terburuk dalam era modern.

“Jika konflik tidak dihentikan, maka pelanggaran demi pelanggaran akan terus dilakukan dengan korban sipil terus berjatuhan,” jelas Sukamta.

Sukamta juga berharap pemerintah Indonesia dapat berperan lebih aktif menggalang dukungan berbagai negara untuk untuk penghentian konflik di Suriah dan secara khusus ikut mendesak PBB untuk selenggarakan Sidang Umum dengan agenda penghentian konflik di Suriah.

Reporter: Ibnu Fariid

DDII Jateng Bantu Gerakan Dakwah Keluarga Almarhum Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Jawa Tengah dan Lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Al Qur’an (LKG TPQ) Soloraya mendatangi keluarga almarhum Siyono di desa Brengkungan, Pogung, Cawas, Klaten, Rabu (5/4/2017). Kedatangan mereka untuk mendukung gerakan dakwah yang dirintis Siyono bersama sang istri, Suratmi.

Dalam kesempatan itu, perwakilan DDII Jateng, Abdul Wahab menyampaikan bahwa DDII ingin membersihkan stigma negatif masyarakat terhadap desa Brengkungan dan keluarga Siyono.

“Kita ingin memberi dukungan pada keluarga almarhum Siyono dan kampung Brengkungan agar stigma negatif hilang dan kami juga ingin berbagi sosial dengan warga,” jelasnya.

Hal itu pun disambut baik oleh Suratmi dan keluarga. Pasca kejadian yang merenggut nyawa suaminya, Suratmi merasa sebagian masyarakat sekitar mulai menjaga jarak dengan keluarganya. Kendati demikian, tak sedikit para pemuda di kampungnya menjadi lebih memakmurkan masjid.

“Kami ucapkan jazakumullohu khoiron karena mau berdakwah di wilayah kami, setelah kejadian itu kita juga merasa semakin dijauhi, namun alhamdulillah pasca kejadian justru para pemuda semakin sregep (giat) ke masjid, Masjid Muniroh ini kadang dipakai buat mabit,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Wagiyono yang juga ketua RT itu mengapresiasi upaya DDII. Dia mengatakan, dukungan DDII yang mewakili umat Islam Solo itu bisa menjadi obat bagi warga yang saat ini membutuhkan dukungan moril dan pendidikan agama lebih dalam.

“Sebenarnya warga sini butuh sekali santapan rohani dan tausyiah agama, karena kejadian kemarin ada sebagian warga yang masih ragu dan takut untuk ke masjid. Kita senang dan sangat menerima agenda ini, istilahnya dapat obat karena warga sini saya lihat sedang sakit,” terangnya.

Rencananya, DDII dan LKG TPQ akan mengadakan serangkaian kegiatan pada tanggal 24 April mendatang. Acara diawali dari gerakan subuh berjamaah, pembagian sembako, paket alat tulis, dan pengobatan gratis serta pengajian umum. DDII juga akan menghibur anak-anak desa Brengkungan dengan mendatangkan pendongeng.

Siyono adalah seorang guru agama yang menjadi korban tindakan represif Densus 88. Ia ditangkap pada 8 Maret tahun lalu atas tuduhan terlibat jaringan teroris dan dipulangkan dalam keadaan meninggal dunia keesokan harinya.

Hasil autopsi tim dokter Muhammadiyah menjelaskan penyebab kematian Siyono. Penyiksaan yang dialami Siyono membuat tulang di dadanya patah dan menusuk ke jantung. Kepolisian telah menetapkan salah seorang anggotanya. Tersangka hanya didemosi dari Densus 88 untuk ditugaskan di satuan lain minimal 4 tahun.

Reporter: Arie Ristyan

Dinilai Menyimpang, Ruhut Sitompul Resmi Dipecat dari Bangku DPR

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rapat paripurna DPR menetapkan pergantian antar waktu (PAW) terhadap dua anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Mereka adalah Ruhut Sitompul dan Ambar Tjahyono.

Ruhut Sitompul digantikan oleh Abdul Wahab Dalimunte. Sementara, Ambar Tjahyono digantikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan di Gedung Nusantara, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (5/4/2017). Ruhut dicopot Partai Demokrat dari anggota DPR karena sikap politiknya tidak sejalan alias menyimpang dengan kebijakan partai, sebagaimana dilaporkan Sindonews.

Sementara Ambar Tjahyono dicopot Partai Demokrat dari posisinya sebagai anggota DPR karena ada persoalan dengan internal partai. Namun, Ambar Tjahyono melalui kuasa hukumnya melakukan gugatan atas PAW tersebut.

Sebagaimana diketahui, sebagai anggota DPR, Si Poltak Raja Minyak dari Medan tersebut beberapa kali berurusan dengan Mahkamah Kehormatan Dewan akibat komentar yang tidak pantas.

Pelaporan atas Ruhut yang terakhir ke MKD bermula ketika ia menyebut kepanjangan HAM sebagai hak asasi monyet. Ruhut menyatakan itu pada sebuah rapat di DPR.

Tidak sampai disitu, dukungan dia kepada terdakwa kasus penistaan agama, Ahok pada Pilkada DKI Jakarta juga dinilai bentuk “penyimpangan” dia kepada partai Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Sumber: Sindonews

Pejuang Hama Rebut 4 Tank dan Tangkap Perwira Senior Rezim Assad

HAMA (Jurnalislam.com) – Rezim Nushairiyah Suriah (Assad) pada hari Rabu (5/4/2017) kehilangan sejumlah kendaraan lapis baja dan seorang perwira senior selama pertempuran dengan kelompok oposisi di dekat Maardes dan Halfaya di pedesaan utara Hama.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan bahwa Jaysh al-Ezzah merebut 4 tank rezim, menghancurkan kendaraan PMB lain dan menangkap seorang letnan kolonel dekat wilayah Halfaya selama pertempuran dengan upaya rezim Suriah untuk merebut kembali kota Maardes yang telah dikuasai pejuang pada hari Selasa untuk kedua kalinya.

Rezim Syiah Suriah mampu merebut kembali beberapa situs yang hilang di pedesaan Hama selama pertempuran baru-baru ini, terutama kota-kota Khattab, Kawkab dan kota Souran.

Hadapi Arab, Iran Kirim Rudal Anti Tank dan Drone Kamikaze ke Milisi Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sebuah laporan oleh Penelitian Persenjataan Konflik (the Conflict Armament Research-CAR) yang didanai Uni Eropa telah mendokumentasikan sebuah rute penyelundupan senjata dari Iran ke Tanduk Afrika dan Yaman yang digunakan untuk mengirim senjata ringan dan rudal anti-tank kepada pemberontak Syiah Houthi, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (5/4/2017).

Laporan baru-baru ini juga menemukan bahwa milisi Syiah Houthi menggunakan drone “kamikaze” dari Iran untuk menyerang sistem radar anti-rudal yang dioperasikan oleh koalisi Arab.

Menurut laporan itu, “Temuan ini memperkuat bukti yang dikumpulkan oleh CAR bahwa senjata yang disita dari Houthi dan pasukan [mantan Presiden] Saleh dikirim dari stok nasional Iran.”

CAR juga melaporkan bahwa drone diselundupkan tanpa kerucut hidung mereka atau tanpa mesin, menunjukkan bahwa komponen yang berbeda dikirim secara terpisah.

CAR mengatakan memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Qasef-1 UAV drone dibuat di Iran.

Drone digunakan oleh pemberontak Houthi dan pasukan yang sejalan dengan mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, untuk menargetkan sistem pertahanan rudal koalisi Arab dalam serangan ‘kamikaze’, kata kelompok pemantau.

Serangan tersebut menunjukkan kemampuan Houthi dalam menggunakan teknologi untuk melawan aset militer koalisi Arab yang canggih.

Bukti jenis peralatan yang diduga digunakan oleh milisi Houthi muncul dalam serangan baru-baru ini.

Pada tanggal 30 Januari, sebuah kapal Saudi diserang di dekat pelabuhan Hudaydah yang dikuasai Syiah Houthi, dalam sebuah operasi yang menurut media resmi Saudi dilakukan oleh Houthi.

Angkatan Laut AS mengatakan sebuah perahu tanpa awak yang dikendalikan remote control sarat dengan bahan peledak menabrak kapal Saudi. Itu merupakan serangan terhadap perahu oleh serangan “drone” yang pertama dan milisi Houthi kemungkinan telah menggunakan teknologi yang disediakan Iran.