Berita Terkini

Seorang Gangster Sekaligus Mata-mata Iran Dibawa ke Tahanan Militer Pakistan

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Seorang gangster terkenal yang ditangkap di Pakistan tahun lalu dibawa ke tahanan militer pada hari Rabu (13/4/2017) dini hari, karena membocorkan informasi sensitif ke Iran, tentara Pakistan mengumumkan, lansir Al Arabiya News Channel.

Menurut sebuah laporan berita, Uzair Baloch ditangkap sesuai dengan Undang-Undang Angkatan Darat Pakistan. Uzair ditangkap di luar Karachi pada bulan Januari tahun lalu dalam sebuah penggerebekan menurut pasukan paramiliter. Pengadilan kemudian menyerahkannya ke polisi saat bertugas.

JIT yang dibentuk untuk menyelidiki kasus ini pada Mei 2016 mengatakan bahwa Uzair diduga bekerja untuk sebuah badan intelijen Iran, dan telah merekomendasikan agar pemimpin the Peoples Amn Committee tersebut diadili oleh sebuah pengadilan militer karena “spionase”.

Menurut laporan JIT, Uzair terlibat dalam “kegiatan spionase dengan memberikan informasi rahasia mengenai instalasi tentara dan pejabat kepada agen asing (petugas intelijen Iran) yang merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Rahasia Resmi 1923”.

Ahmadinejad Mendadak Calonkan Kembali jadi Presiden Iran

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Mantan presiden garis keras Republik Syiah Iran, Mahmud Ahmadinejad, mengambil langkah mendadak pada hari Rabu (13/4/2017) dengan mendaftar untuk pemilihan presiden bulan depan.

Ahmadinejad sebelumnya mengatakan ia tidak akan mencalonkan diri setelah disarankan oleh pemimpin tertinggi Sekte Syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei, dan mengatakan bahwa ia malah akan mendukung mantan wakilnya, Hamid Baghaie, yang juga mendaftar pada hari Rabu, lansir World Bulletin.

“Saran Khamenei bukanlah larangan,” katanya di kementerian dalam negeri dimana pendaftaran sedang berlangsung.

“Saya ulangi bahwa saya berkomitmen dengan janji saya (untuk tidak mencalonkan diri) dan kehadiran dan pendaftaran saya ini hanya untuk mendukung Mr Baghaie.”

Pasukan Yaman Pukul Mundur Syiah Houthi di Distrik Kadha, Taiz

TAIZ (Jurnalislam.com) – Pasukan pemerintah Yaman memperoleh kemenangan terhadap pemberontak Syiah Houthi di provinsi Taiz di barat daya Yaman.

Berbicara kepada Anadolu Agency pada hari Rabu (13/4/2017), Kolonel Angkatan Darat Abdo Hamoud al-Saghir mengatakan pasukan pemerintah dan pejuang menguat di distrik Kadha, di Taiz, yang strategis setelah bertempur dengan pemberontak Syiah Houthi.

Tidak ada komentar dari kelompok Houthi atas klaim tersebut.

Dengan mengontrol distrik Kadha, pasukan pemerintah akan dapat mengamankan jalan utama antara kota-kota Taiz dan Al-Turba, yang mengarah ke selatan kota Aden.

Yaman jatuh ke perang pada tahun 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dan pasukan sekutu mantan Presiden Ali Abdullah Saleh menyerbu ibu kota Sanaa dan beberapa bagian lain negara.

Konflik meningkat setahun kemudian ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara utama untuk membalikkan kemenangan Houthi dan menopang pemerintah Yaman yang pro-Arab.

Menurut PBB, 11,3 persen dari penduduk Yaman telah mengungsi secara paksa akibat konflik.

Rusia Tolak Rancangan Resolusi PBB atas Serangan Senjata Kimia

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Rusia pada hari Rabu (13/4/2017) menentang rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan mengutuk serangan senjata kimia di kota Khan Shaykhun provinsi Idlib Suriah awal bulan ini.

Rancangan itu merupakan versi teks yang ditulis AS, Inggris. dan Perancis pekan lalu yang sedikit direvisi, lansir World Bulletin.

Rancangan tersebut menyatakan dukungan bagi misi pencari fakta yang disponsori PBB, dan mendesak semua pihak untuk bekerja sama dan memberikan akses penuh menuju wilayah yang terkena serangan.

China, Kazakhstan dan Ethiopia abstain dari pemungutan suara pada hari Rabu itu, sementara Bolivia, sekutu Rusia, menentang.

Kepada Aktivis Media Ranu Muda Berpesan Untuk Terus Lakukan Kaderisasi

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Wartawan Panjimas.com yang menjadi pesakitan dalam kasus perusakan Social Kitchen, Ranu Muda Adi Nugroho, berpesan agar aktivis media terus melakukan pengkaderan. Pesan itu disampaikan kepada Jurniscom sehari sebelum persidangan keempatnya, Rabu (12/4/2017).

Menurutnya, peran media Islam sangat penting dalam menyampaikan kabar kondisi umat Islam di belahan dunia lain yang sedang didzalimi.

“Kita harus menyebarkan berita secara imbang, kita masih minim berita Islam padahal kita tahu kabar Rohingnya, Suriah dan lainnya,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada para aktivis media untuk terus mencetak kader-kader baru jurnalis-jurnalis Islam dengan menggelar daurah-daurah jurnalistik.

“Begitu pentingnya media islam saat ini, kami berharap kepada teman-teman untuk lebih giat dalam menulis berita dan mengadakan daurah jurnalistik,” ujarnya.

Dalam kasus perusakan Kafe Social Kitchen, Ranu Muda dituding sebagai propagandis dalam aksi penggerebekan kafe tersebut. Padahal saat itu ia sedang melakukan tugas peliputan. Ranu ditangkap pada Kamis (22/12/2016) dini hari di rumahnya, Ngasinan RT 03/04, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Reporter: Arie Ristyan

Ikrar Pilih Pemimpin Muslim, Jawara Betawi Dipanggil Polisi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Jawara Betawi, H. Abu Bakar Sadeli dipanggil kepolisian resor (Polres) Jakarta Selatan. Pemanggilan itu terkait laporan polisi atas Ikrar sejumlah pendekar betawi untuk memilih gubernur muslim.

Didampingi tim advokasi GNPF MUI, ia memasuki kantor Polres Jaksel pada pukul 14.00 WIB. Sedianya ia akan diperiksa sebagai saksi atas dugaan tindak pidana pasal 16 jo. pasal 4 huruf b angka 2 UU No. 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

“Kami sudah menanyakan ke penyidik mengenai identitas pelapor, katanya laporan itu dari polsek setempat,” kata salah satu kuasa hukum, Nasrulloh Nasution dilokasi, Rabu (12/4/2017).

Nasrulloh menilai, pasal yang dituduhkan kepada H. Abu Bakar sangat dipaksakan. Pemanggilan kliennya terkait undang-undang penghapusan diskriminasi ras dan etnis tidak tepat.

“Ikrarnya berisi tentang janji para pendekar betawi untuk memilih gubernur muslim, tidak ada pernah menyebut apalagi mendiskriminasi suatu ras atau etnis tertentu. Jadi tuduhan bang haji diskriminatif kepada ras dan etnis tertentu,” paparnya.

“Itu rekayasa,” timpalnya.

Dikatakannya, pimpinan jawara Betawi yang kerap mengawal aksi umat Islam saat ini masih diperiksa di unit V Sat Reskrim Polres Jakarta Selatan. “Sampai jam 20.00 ini Bang haji masih diperiksa penyidik, kita masih dampingi beliau,” tutupnya.

Sebelumnya, acara ikrar sejumlah pendekar betawi untuk memilih gubernur muslim digelar pada Ahad (9/4/2017) di Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Reporter: HA

Ketua LUIS: Jangan Patah Semangat, Ini Resiko Perjuangan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Para tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) pada Rabu (12/4/2017) dibesuk perwakilan sejumlah elemen umat Islam di Surakarta dari Jamaah Ansharusy Syariah, anggota LUIS dan Al Islah . Kedatangan mereka untuk memberi dukungan moral kepada para aktifis nahi munkar yang saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane Semarang.

Pada kesempatan itu, perwakilan JAS, Mursidi, berharap para anggota tokoh LUIS dan Ranu Muda yang menjadi pesakitan dalam kasus sosial kitchen itu segera dibebaskan. Menurutnya, LUIS adalah ormas yang dalam aksinya selalu mengedepankan prosedur hukum yang berlaku.

“Kami berharap mereka segera divonis bebas, karena mereka tidak melakukan perusakan dan penganiayaan. Selama ini LUIS selalu melalui prosedur dalam beramar ma’ruf nahi mungkar dan di Sosial Kitchen itu mereka hanya memberikan surat peringatan,” terangnya kepada Jurniscom di Semarang, Rabu (12/4/2017).

Disela-sela kunjungan, Ketua LUIS, Edi Lukito berpesan kepada umat Islam khususnya di Surakarta, bahwa apa yang saat ini dialami oleh para tokoh LUIS adalah resiko bagi orang yang berjuang menegakan kebenaran.

“Jangan patah semangat, amar ma’ruf nahi munkar harus tetap diadakan, resiko itu pasti ada dan justru dengan resiko itu kita lebih bersemangat,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 12 orang aktivis amar ma’ruf nahi munkar beserta satu orang wartawan media Islam menjadi terdakwa dalam kasus perusakan Kafe Social Kitchen Solo. Mereka dituding terlibat dalam perusakan kafe yang pernah digruduk LUIS karena menyajikan tarian striptis dan kerap melanggar jam malam itu.

Reporter: Arie Ristyan

Menggugat Dagelan Persidangan Sang Pejawat

JURNALISLAM – 16 November 2016 Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi ditetapkan menjadi tersangka kasus penistaan agama. Pasca penetapan itu, babak baru persidangan dimulai, dinamika persidangan yang begitu menguras energi umat sampai detik ini belum mampu menghasilkan putusan yang mampu menghadirkan rasa keadilan.

Genap 4 bulan proses persidangan berlangsung, sang pejawat masih melenggang bebas, menikmati fasilitas negara bahkan tanpa rasa malu menjadi kontestan dalam pesta pora demokrasi ibu kota. Tentu, selama persidangan publik dibuat gaduh dengan perilaku sang pejawat. Gesekan-gesekan sengit terjadi di dalam dan luar persidangan. Bagai film India, sesekali drama persidangan dibumbui adegan melankolis, dramatis serta sadis dari terdakwa dengan tujuan menaikan rating agar drama persidangan semakin bertambah episode serta jam tayangnya.

Persidangan ke 18, tepatnya 11 april 2017 dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU pun harus ditunda dengan alasan yang tidak logis. Persoalan teknis menjadi alasan JPU untuk menunda tuntutan. Dalam era modern dengan pesatnya teknologi, alasan teknis seperti itu terbantahkan apalagi lembaga peradilan negara ditunjang dengan anggaran besar. Begitu ironis ketika anggaran besar bersumber dari rakyat tidak mampu meyelesaikan persoalan teknis sebuah persidangan.

Kasus penistaan agama di negeri ini bukan hanya terjadi kali ini saja, jauh sebelum kasus ini viral, kasus-kasus serupa banyak terjadi dengan pola kasus yang sama, motifnya pun sama hanya cara penanganannya yang berbeda. Kasus terdahulu diselesaikan secara cepat sementara kasus sang pejawat dibuat lama sesuai dengan pesanan sang majikan.

Dalam hukum berlaku istilah yurisprudensi. Yurisprudensi ini bisa dijadikan pijakan dan ukuran hakim untuk mengetuk satu perkara yang kronologinya sama tetapi hal ini luput dari pandangan hakim dunia. Konstelasi proses hukum terdakwa semakin mengerucut akan adanya aroma dramatisasi persidangan. Para sengkuni membisiki para penegak hukum agar persidangan ini dimainkan sesuai dengan skenario yang dibuat oleh mereka dengan tujuan untuk memuluskan rancang membangun agenda besar mereka. Terlebih ada agenda politik besar mereka yang harus diamankan, yaitu kontestasi Pilgub ibu kota yang akan berlangsung pekan depan.

Kalimat Fiat Justitia Ruat Caelum: “Keadilan harus ditegakkan meskipun langit akan runtuh”, sudah tidak relevan dengan penegakan hukum yang terjadi di negara kita. Hukum hanya menjadi bancakan para elit untuk menindas kaum alit, penegakan hukum begitu tebang pilih. Ketika yang mencuat kasus yang melibatkan tokoh Islam atau ada irisan dengan Islam maka secepat kilat perkara ini diproses, tetapi tatkala menimpa pemilik modal serta kroni para penguasa maka proses hukum dibuat puluhan episode yang tak jelas akhir ceritanya. Kondisi ini terjadi karena sistem hukum yang begitu koruptif di negara kita sehingga perkara hukum bisa diselesaikam secara transaksional atau diintervensi melalui tangan baja sang penguasa.

Fakta-fakta persidangan sudah disuguhkan, saks-saksi pun sudah dihadirkan, publik sudah bisa menyimpulkan putusan perkara yang mendera sang terdakwa. Namun ketika putusan persidangan meringankan bahkan memenangkan terdakwa, proses sidang panjang dipastikan hanya adegan dagelan saja untuk membuat penonton marah dan tertawa.

Terlepas dari realitas yang terjadi ada pesan penting yang dipotret oleh hadist nabi SAW ; “Suatu hukum yang ditegakkan di bumi lebih baik baginya daripada diberi hujan selama empat puluh hari”. Ketika hukum ditegakan maka akan memberikan kemaslahatan bagi manusia, keberkahan bagi negara namun sebaliknya tatkala hukum didramatisasi maka yang terjadi adalah perpecahan manusia yang berujung pada kehancuran sebuah negara.

Wallahu a’lam.

Sedang Latih Pasukan Assad, 2 Tentara Rusia Tewas Dihantam Mortir Mujahidin

SURIAH (Jurnalislam.com) – Dua tentara Rusia tewas dan satu orang lainnya terluka di Suriah akibat tembakan mortir, kantor berita Rusia TASS melaporkan pada hari Selasa (11/4/2017).

Mengutip Kementerian Pertahanan Rusia, TASS melaporkan tentara yang terbunuh tersebut sedang memberikan pelatihan tempur untuk pasukan Suriah.

Kantor berita TASS tidak memberikan rincian di mana atau kapan tepatnya insiden itu terjadi, tapi dikatakan serangan itu dilakukan oleh faksi jihad Suriah.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad membantai protes aksi unjuk rasa dengan keganasan militer rezim tak terduga.

Sejak 2011, lebih dari 450.000 orang tewas dan jutaan lainnya menjadi pengungsi akibat perang Suriah.

Menlu Rusia, Iran dan Suriah Adakan Pertemuan di Moskow

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Para menteri luar negeri Rusia, Iran dan Suriah akan bertemu di Moskow akhir pekan ini, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Selasa (11/4/2017), World Bulletin melaporkan.

Ini akan menjadi pertemuan pertama antara Sergey Lavrov, perwakilan Rusia, Javad Zarif dari Iran dan Walid Muallem, yang mewakili rezim Suriah, sejak serangan rudal AS di sebuah pangkalan udara rezim dalam menanggapi serangan kimia rezim Assad pekan lalu.

Sekretaris Negara AS Rex Tillerson akan mengunjungi Moskow pada hari ini, Rabu (12/4/2017), tetapi tidak memiliki jadwal pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin.