Berita Terkini

Ketua Majelis Hakim Cecar Social Kitchen Soal Tarian Telanjang dan Miras

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Hakim Unggul SH.MH menegaskan, Islam mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar. Pernyataan itu disampaikan terkait langkah Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang mensomasi Social Kitchen yang menggelar pornoaksi dan menjual miras.

Karena itu, Unggul meminta agar kafe dan resto di Solo itu menaati norma-norma agama yang berlaku di masyarakat.

“Kalau di situ ada tarian telanjang, apakah itu penghargaan terhadap wanita?” tanya Unggul kepada Marketing Social Kitchen, Ita dalam Sidang lanjutan Insiden Social Kitchen di Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/5/2017).

Ita yang duduk di depan majelis hakim hanya terdiam. Tak lama berselang, Unggul kembali bertanya kepada perwakilan Social Kitchen itu.

“Sekarang pertanyaannya apa penghargaan kita kepada perempuan? Kalau memiliki anak perempuan, apakah ibu setuju anak perempuan ibu melalukan seperti itu?”

“Tidak, pak,” jawab Ita, pelan yang hadir dengan mengenakan rok dan baju lengan panjang bermotif biru.

Unggul juga menyinggung terkait penjualan minuman keras oleh Social Kitchen. Sebelumnya, Ita mengakui jika Social Kitchen menjual miras karena telah mengantongi izin.

“Ibu kan beragama Islam. Apakah Islam membolehkan menjual miras?”

“Tidak pak,” jawab Ita.

Usai memberikan kesaksian, INA mencoba meminta keterangan Ita l soal tarian telanjang dan penjualan miras. Namun Ita mengelak untuk memberikan keterangan lebih jauh.

“Tanya pemiliknya aja deh. Jangan tanya saya,” ujar Ita yang segera pergi meninggalkan pengadilan.

Reporter: Pizaro/INA

Pimred: Ranu Beritakan Kasus Social Kitchen Sejak 2015

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Pimpinan Umum Panjimas.com, Widiarto menegaskan wartawannya, Ranu Muda, telah melakukan peliputan mendalam soal Social Kitchen sejak tahun 2015.

Dalam insiden di Social Kitchen, Widiarto menegaskan Ranu berkapasitas sebagai jurnalis dan bukan anggota Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS).

Ia pun menyerahkan bukti tertulis Ranu sebagai wartawan Panjimas.com beserta sejumlah copy pemberitaan Social Kitchen ke Ketua Majelis Hakim Unggul SH.MH.

“Ranu sudah membuat reportase atau pemberitaan Social Kitchen sejak Oktober 2015. Berita pertama Ranu soal pesta miras yang dipromosikan melalui sebuah reklame,” ujar Widiarto yang hadir sebagai saksi meringankan di Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/5/2017).

Kiprah Ranu dalam menginvestigasi kasus Social Kitchen pun berlanjut pada tahun 2016.

“Pada Juli 2016, Ranu memberitakan kedatangan LUIS ke Social Kitchen yang menggelar tarian telanjang,” ujar pria yang akrab disapa Widi ini.

Selain itu, masih di tahun 2016, Ranu kembali melakukan peliputan saat LUIS memberikan surat somasi ke resto yang terletak di Solo itu.

Saat ditanya Jaksa apakah Panjimas.com menginstruksikan Ranu untuk melakukan peliputan tersebut, Widiarto menegaskan hal itu dilakukan inisiatif Ranu sendiri.

“Di Panjimas.com, Ranu diperkenankan melakukan liputan langsung karena dia redaktur,” jelas dia. Widiarto juga menjelaskan bahwa wartawannya juga anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU).

“Sebagai redaktur, Ranu juga berfungsi sebagai korlip (koordinator liputan),” tambahnya.

Reporter: Pizaro/INA

Ketika Zafa Memendam Rindu Kepada Ranu

HINGGA saat ini anak pertama Ranu Muda Nugraha masih beranggapan bahwa ayahnya sedang bekerja di luar kota. Padahal, telah empat bulan wartawan Panjimas.com ini dikurung di Lapas Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah. Ia dituduh terlibat aksi perusakan saat melakukan peliputan di Sosial Kitchen, sebuah resto dan bar di Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Desember 2016 silam.

“Anak saya pernah bertanya, mengapa abi (ayah) gak pernah pulang?” cerita Nuraini, isteri Ranu, ketika dijumpai Islamic News Agency (INA) Senin, 1/5, di rumahnya di Ngasinan, Rt 3 Rw 4, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Nuraini sulit menjawabnya. Sebab, ia mengaku belum siap berterus terang kepada Zafarani, gadis kecil berusia 7 tahun yang biasa disapa Zafa ini. “Ia belum paham. Jadi saya merasa belum saatnya saya bercerita kepada dia,” kata Nuraini lagi.

Akhirnya Nuraini hanya berkata bahwa ayahnya saat ini sedang bekerja di luar kota, jauh dari Solo. Sebab itulah ayah tidak bisa pulang.

Sang bocah suatu hari merajuk. “Umi, boleh saya melihat tempat kerja abi?”

“Tidak boleh nak. Jauh! Nanti abimu terganggu,” jawab sang ibu yang telah mendampingi Ranu selama 8 tahun ini.

Gadis kecil itu tak mau menyerah. “Tolong telepon abi. Tanya apa boleh saya lihat tempat kerja abi,” kata bocah yang masih duduk di kelas 1 SD ini lagi sebagaimana ditirukan oleh Nuraini.

Akhirnya Nuraini meminta pendapat kakak iparnya. Sang kakak mengusulkan agar Zafa diberi kesempatan melihat ayahnya di Lapas Kedungpane, Semarang.

Lalu, pada Sabtu (22/4), hari yang dinanti Zafa tiba. Untuk pertama kalinya sejak Ranu ditahan, gadis kecil itu bisa bertemu ayah yang dirindukannya.

Ranu, saat bertemu INA menjelang sidang pada Selasa (2/5) di Pengadilan Negeri Semarang menceritakan bagaimana ketika buah hatinya bertemu dirinya pada hari itu.

“Apa ini tempat kerja abi yang baru?” tanya Zafa sebagaimana ditirukan Ranu.

“Ya nak. Ini tempat kerja abi yang baru. Teman kerja abi banyak di sini,” jawab Ranu.

“Boleh aku melihat ruang kerja abi?” kata Zafa lagi.

Ranu terdiam. Bagaimana pun Zafa belum siap mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya. Ranu tak bisa berbuat lain kecuali menolak dengan halus permintaan buah hatinya itu.

“Kelak saya akan ceritakan kepada anak saya apa yang menimpa saya agar dia tahu profesi yang ayahnya jalani ini penuh dengan cobaan,” kata Ranu menutup obrolannya dengan INA.

(Mahladi/Islamic News Agency)

Sidang Kasus Ranu Hadirkan Saksi Ahli Jurnalistik

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sidang lanjutan wartawan Panjimas.com, Ranu Muda di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (2/5/2017), menghadirkan Mahladi Murni selaku saksi ahli jurnalistik. Mahladi adalah mantan Wartawan Republika yang kini menjadi Pimred Kelompok Media Hidayatullah.

Menurut Mahladi, mencari data dan fakta adalah tugas profesional seorang jurnalis. Dalam menjalankan profesinya, seorang jurnalis dibolehkan mengikuti rapat sebuah organisasi demi mendapatkan sebuah fakta yang valid.

Hal ini dipaparkan saksi ahli terkait keterlibatan Ranu yang diundang dalam rapat Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS).

“Jadi bisa saja seorang jurnalis ikut rapat dalam organisasi,” papar pria yang mengampu 4 mata kuliah jurnalistik di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mohammad Natsir, Jakarta ini, sebagaimana dilaporkan Islamic News Agency.

Hal ini, lanjut Mahladi, lumrah dilakukan para wartawan sebagaimana seorang wartawan terbiasa mengikuti rapat-rapat di DPR.

“Cuma dia tidak boleh memberikan usulan-usulan. Dia hanya boleh merekam,” ujar Mahladi yang sudah 20 tahun menjadi wartawan ini.

Dalam sidang ini, Jaksa lalu bertanya apakah boleh seorang redaktur pelaksana melakukan inisiatif liputan tanpa instruksi pimred. Mahladi mengatakan, hal itu boleh saja dilakukan.

“Dalam struktur redaksi, posisi tertinggii ada di pemimpin redaksi. Di bawah pimred ada Redaktur Pelaksana. Jadi dengan struktur ini, sangat mungkin seorang redaktur pelaksana mengambil keputusan sendiri,” jelas Mahladi menerangkan.

Lebih lanjut Mahladi juga mengatakan, seorang reporter di lapangan bisa melakukan liputan baik karena inisiatif sendiri maupun atas dasar perencanaan redaksi.

“Setelah itu, dia menulis dan hasilnya dilaporkan kepada redaktur,” papar redaktur ahli Majalah Gontor tahun 2003-2007 ini.

Sementara itu, saksi ahli lain yang dihadirkan adalah dosen psikologi Universitas Diponegoro, Dr. Hastaning Sakti.

Wanita yang merampungkan program doktor di UGM ini diminta menganalisa video tindakan Ranu yang memotret insiden di Social Kitchen. Jaksa mempersoalkan apakah itu dilakukan karena sebuah instruksi. Dengan lugas, Hastaning menjawab bahwa hal itu bukan instruksi, melainkan insting.

“Itu adalah insting seorang fotografer,” tukas Hastaning menjelaskan.

Reporter: Pizaro/INA

Sedikitnya 8 Tentara Mali Tewas saat Konvoi Militer Mereka Diserang

MALI (Jurnalislam.com) – Sedikitnya delapan tentara Mali tewas dalam sebuah serangan terhadap sebuah konvoi militer di wilayah barat tengah negara tersebut, menurut seorang juru bicara militer, lansir Aljazzera, Selasa (2/5/2017).

Penyerang bersenjata menyerang kendaraan tentara pada hari Selasa setelah menabrak sebuah tambang di dekat kota Nampala di provinsi Segou yang bergolak.

“Korban sementara adalah delapan orang tewas dan beberapa orang terluka,” kata juru bicara militer Kolonel Diaran Kone kepada kantor berita Reuters, mengatakan sebuah kelompok yang tidak disebutkan namanya sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung, namun kelompok pejuang- beberapa terkait dengan Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) – telah meningkatkan serangkaian serangan dalam beberapa bulan terakhir dalam sebuah operasi melawan pemerintah Mali dan sekutu internasionalnya.

Juli lalu, 17 tentara tewas dalam sebuah serangan di sebuah pangkalan militer di Nampala, yang berada di dekat perbatasan Mauritania. Serangan tersebut diklaim oleh kelompok Ansar Dine.

Serangan serupa di kota garnisun pada Januari 2015 merenggut nyawa 11 tentara Malawi.

Mali Utara jatuh ke kelompok yang terkait dengan AQIM pada bulan Maret 2012. Kemudian mundur dari kota-kota utama karena sebuah intervensi militer pimpinan-Perancis pada tahun berikutnya, namun kini telah menyebar ke selatan.

Pasukan pertahanan Mali didukung pasukan Prancis dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Akhir pekan lalu, pemerintah memperpanjang keadaan darurat enam bulan.

Tiga kelompok Mali terkait al-Qaeda sebelumnya baru-baru ini bergabung untuk menciptakan “Kelompok untuk Mendukung Islam dan Muslim” (the Group to Support Islam and Muslims-GSIM), yang dipimpin oleh Iyad Ag Ghaly dari Ansar Dine, dan telah membunuh tentara lebih jauh ke timur dekat perbatasan Burkina Faso.

Trump dan Putin dalam Sambungan Telepon: Bagaimana Caranya Kalahkan Kelompok Jihad

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump berbicara dengan rekan Rusia Vladimir Putin melalui telepon pada hari Selasa (2/5/2017), kata Gedung Putih.

Trump telah berbicara melalui telepon dua kali dengan Putin sejak menjabat pada bulan Januari.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membenarkan rencana pembicaraan tersebut pada hari Selasa, dalam sebuah komentar kepada kantor berita Ria Novosti, lansir World Bulletin.

Kedua orang tersebut membahas bagaimana caranya mengalahkan kelompok jihad di Suriah, menurut para pejabat.

Terakhir kali, pada tanggal 3 April, Trump menjanjikan dukungan ke Rusia atas serangan bom mematikan di metro Saint Petersburg yang menewaskan 15 orang.

Hubungan AS dengan Rusia berada di bawah pengawasan setelah badan intelijen AS mengatakan bahwa hacker yang diarahkan oleh Kremlin mengakses jaringan Komite Nasional Demokrat menjelang pemilihan yang memenangkan Trump di Gedung Putih.

FBI sedang menyelidiki hubungan antara rekan kampanye Trump dan pemerintah Rusia. Pentagon sedang menyelidiki penasihat keamanan nasional Trump, Michael Flynn, mengenai pembayaran yang diterima dari perusahaan-perusahaan terkait pemerintah Rusia.

Izzuddin al Qassam Peringatakan Israel untuk Tanggapi Tuntutan Mogok Makan

GAZA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Sayap bersenjata Kelompok Hamas Brigade Izzuddin al Qassam memberi waktu 24 jam untuk menanggapi tuntutan mogok makan di dalam penjara zionis.

“Kami memperingatkan musuh Israel untuk tidak mengabaikan tuntutan yang benar dan sah dari tahanan kami,” Abu Ubaida, juru bicara Brigade al-Qassam, mengatakan dalam sebuah rekaman pidato yang disiarkan oleh televisi Al-Aqsha yang dikelola oleh Hamas pada Selasa malam (2/5/2017), lansir Anadolu Agency.

“Jika musuh tidak menanggapi tuntutan narapidana, kami akan memperbarui daftar kesepakatan pertukaran narapidana, dengan menambahkan 30 tahanan pada daftar untuk setiap hari penundaan,” tambahnya.

Abu Ubaida tidak mengungkapkan rincian kesepakatan pertukaran tahanan yang dia sebutkan dalam pidatonya.

Pada bulan April tahun lalu, Brigade al-Qassam merilis foto empat tentara zionis yang diyakini telah ditangkap oleh kelompok perlawanan tersebut.

Namun Hamas menahan diri untuk tidak mengungkapkan apakah tentara yang diperlihatkan di foto tersebut telah meninggal atau masih hidup.

Hamas secara konsisten menolak memberikan informasi apapun tentang orang Israel yang tertawan tanpa terlebih dahulu menuntut harga untuk itu (imbal balik).

Pada tahun 2011, Hamas dan Israel melakukan pertukaran tahanan dimana Hamas membebaskan tentara Israel Gilad Shalit sebagai imbalan atas pembebasan 1.027 tahanan Palestina.

Abu Ubaida juga meminta warga Tepi Barat “turun ke jalan pada hari Rabu untuk menunjukkan solidaritas dengan aksi mogok makan di penjara Israel”.

Pada tanggal 17 April, lebih dari 1.000 tahanan Palestina yang ditawan oleh Israel memulai mogok makan terbuka untuk menuntut lebih banyak kunjungan ke penjara, perawatan medis yang lebih baik dan perawatan yang lebih baik untuk narapidana perempuan.

Aksi mogok makan tersebut dipelopori oleh tahanan Palestina Marwan Barghouti yang telah ditahan selama lebih dari satu dekade.

Menurut angka Palestina, Israel saat ini memiliki lebih dari 6.000 warga Palestina – termasuk 57 perempuan dan 300 anak – di 24 pusat penahanan di seluruh negeri Palestina yang terjajah.

Rudal Balistik AS di Korea Selatan Mulai Beroperasi

KOREA SELATAN (Jurnalislam.com) – Sistem anti-rudal Amerika yang bertujuan untuk menahan senjata nuklir Korea Utara sekarang telah beroperasi di Selatan, kata militer AS, pada hari Selasa (2/5/2017), lansir World Bulletin.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Pasukan AS, Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa system pertahanan Amerika itu “memiliki kemampuan untuk mencegat rudal Korea Utara”.

Korut telah melakukan 50 uji coba rudal balistik yang diketahui dan tiga percobaan nuklir sejak pemimpin Kim Jong-un berkuasa tahun 2011.

Bagian utama Terminal High Altitude Area Defense’s (THAAD) tiba pekan lalu di wilayah terpencil Seongju Selatan, memicu kemarahan para pemrotes karena risiko kesehatan, lingkungan dan keamanan.

Kritikus percaya Seoul bergegas melakukan instalasi sehingga tidak mudah berubah kebijakan setelah pemilihan presiden Korea Selatan hari Selasa depan, yang diharapkan dapat dimenangkan oleh kandidat pendukung THAAD Moon Jae-in.

Telah terjadi kontroversi mengenai permintaan terakhir Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Korea Selatan untuk membayar biaya sebesar $ 1 miliar atas THAAD, terlepas dari kesepakatan sebelumnya bahwa Seoul akan menyediakan lahan dan Washington akan membayar sendiri rudal tersebut itu.

Sementara Korea Selatan menegaskan kesepakatan awal tetap berlaku, ekonomi lokal telah membayar harga yang relatif berat untuk THAAD karena dugaan sanksi China yang mencerminkan ketidaksetujuan Beijing atas sistem tersebut.

Korea Utara tegas mengecam pada hari Selasa, saat situs yang dikuasai Pyongyang menuduh Seoul “membawa sumber bencana yang dibenci rakyat Korea Selatan”.

Kondisi Terkepung IS Lancarkan Serangan Balasan, 10 Tentara Irak Tewas

IRAK (Jurnalislm.com) – Pasukan Islamic Sate (IS) dalam kondisi terjepit telah membunuh sedikitnya 10 tentara Irak di provinsi Anbar, menurut para pejabat.

“10 tentara kami tewas dan enam lainnya cedera dalam serangan oleh IS dini hari tadi,” kata seorang letnan kolonel tentara kepada kantor berita AFP, Selasa (2/5/2017).

Berbicara kepada AFP, seorang petugas polisi dan seorang pejabat setempat mengkonfirmasi serangan dan korban tewas tersebut.

Dalam insiden terpisah pada hari Selasa, orang-orang bersenjata secara fatal menembak seorang eksekutif senior Perusahaan Gas Negara (NGC) milik negara saat dia sedang menuju kantornya di kota minyak Kirkuk, minyak utara, kata sumber polisi dan perusahaan.

Mohammed Younis, wakil manajer Kurdi Irak NGC, dan supirnya tewas seketika saat penyerang dalam sebuah mobil yang melaju cepat menembaki kendaraan mereka, kata sumber-sumber polisi.

Kirkuk memiliki populasi campuran Kurdi, Turkemens dan Arab.

Kirkuk berada di bawah kontrol Kurdi sejak Juni 2014, ketika IS menguasai barat laut negara tersebut dan pasukan keamanan Irak ambruk.

Kota terbesar di Irak utara, Mosul dikendalikan oleh IS pada pertengahan 2014.

Pada tanggal 23 April, IS menyerang sebuah pangkalan polisi di sebuah kota yang digunakan sebagai tempat koordinasi untuk serangan Mosul, menewaskan sedikitnya tiga polisi.

Didukung oleh koalisi pimpinan AS, pasukan Irak melancarkan operasi, yang terbesar selama bertahun-tahun, pada pertengahan Oktober tahun lalu untuk merebut kembali kota tersebut.

Mereka merebut kembali sisi kota yang terletak di sebelah timur Sungai Tigris pada bulan Januari dan melancarkan desakan terhadap pasukan IS yang tersisa di Mosul barat, yang lebih padat penduduknya dan telah menyaksikan pertempuran sengit.

UNESCO akan Voting Resolusi Yerusalem

PALESTINA (Jurnalislam.com) – UNESCO diperkirakan akan melaksanakan voting demi memutuskan status bagi tempat-tempat suci umat islam di bagian timur Yerusalem yang diduduki, yang memicu kecaman dari pemerintah Zionis.

Dengan sebuah pemungutan suara yang dijadwalkan pada hari Selasa (2/5/2017), Israel telah meminta negara-negara anggota lainnya untuk memberikan suara menentang voting tersebut.

Resolusi itu menyalahkan Israel karena “penggalian, terowongan, pekerjaan dan proyek yang terus berlanjut di Yerusalem Timur”, yang telah diduduki Israel bersama dengan sebagian Tepi Barat sejak perang Timur Tengah 1967.

“Kami berharap bahwa masyarakat internasional akan mengikuti dan mengambil tindakan sesuai dengan kewajiban hukum internasional mereka,” Ammar Hijazi, dari kementerian luar negeri Otoritas Palestina, mengatakan kepada Al Jazeera.

Penjajahan Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza yang terkepung, dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Lebih dari setengah juta orang Israel tinggal di pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, menurut kelompok hak asasi manusia Israel B’Tselem.

Dengan persetujuan Benjamin Netanyahu, perdana menteri zionis, permukiman illegal tersebut diperluas sekitar 23 persen antara 2009 dan 2014.