Berita Terkini

Jamaah Ansharusy Syariah Tetapkan 1 Ramadhan 1438 Jatuh Hari Esok

PENGUMUMAN AWAL RAMADHAN 1438 H

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

Berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh team rukyat hilal jamaah ansharusy syariah di 6 wilayah dan tim rukyat hilal dari elemen ormas islam lainnya yang hasilnya hilal telah terlihat di pos pengamatan Hilal bukit Condrodipo Gresik, hilal terlihat pada pukul 17.21 – 17.30, dengan saksi yg melihat Hilal di Gresik yakni Ust. Inwanuddin, KH. Azhar, Rijaluddin, Sholahuddin, H. Abdullah Thoyyib. Dengan terlihatnya hilal tersebut, maka:

Jamaah Ansharusy Syariah memutuskan :

1 Ramadhan 1438 H jatuh pada hari: Sabtu, 27 Mei 2017

Jamaah Ansharusy Syariah mengucapkan : “SELAMAT MENYAMBUT BULAN RAMADHAN 1438 H”

Mudah-mudahan amal sholih kita selama Ramadhan ini di terima Allah SWT Aamiin yaa Robbal ‘alamin

 

Amir Jamaah Ansharusy Syariah

Ustadz Muhammad Achwan

Penghinanya Datang ke Az Zikra, Ini Jawaban Mengagumkan Ustadz Arifin Ilham

BOGOR (Jurnalislam.com) – Setelah sempat beredar video parodi menghina KH Muhammad Arifin Ilham, akhirnya para pembuat video penghinaan ustadz Arifin Ilham datang untuk meminta maaf langsung ke Majelis Az Zikra Bogor, Jumat (26/5/2017) setelah sebelumnya Majelis Az Zikra memberikan ultimatum.

Berikut tanggapan ustadz Muhammad Arifin Ilham terhadap permohonan maaf yang dilansir dari Facebooknya KH Muhammad Arifin Ilham. Beberapa netizen memuji sikap Ustadz Arifin yang dinilai mengagumkan. Berikut selengkapnya pernyatan ustadz Arifin Ilham.

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah “maaf” adalah “the magic power” kata sakti yg punya daya rubah besar dari keadaan buruk menjadi baik dan mulia.

Allah “al Afuwwu” Maha Pemaaf, Allah menyukai hambaNya yg pemaaf.

Sungguh dg minta maaf dan memaafkan “nisfus sual” separuh persoalan selesai.

Sikap sifat hamba yg bertaqwa “an ta’fuwa aqrobu littaqwa” memaafkan itu dekat dg ketaqwaan.

Akhlak teragung Rasulullah adalah luar biasa pemaafnya.

Tanda seorang hamba yg dirahmati Allah, hadirnya sifat mudah memaafkan dan segera minta maaf kalau salah.

Doa seorang mu’min agar diberi sifat maaf.

Sifat mulia maaf lawan katanya adalah sifat hina dendam.

“Al muntaqin lan yadkhulal jannah wa lau kaana shohiihan”, pendendam tidak akan masuk Syurga walaupun benar.

“Al Aafiina anin naasi” calon penghuni Syurga seluas langit dan bumi adalah seorang hamba yg pemaaf.

“Adzdzunuubul matruukah” walau sudah bertaubat kepada Allah belum selesai sampai ia minta maaf kepada siapa yg ia sakiti.

Maaf dan memaafkan adalah diantara kunci utama keutuhan rumah tangga dan persahabatan.

Sungguh tiada seorang hamba sealim kaya apapun masuk Syurga tanpa maaf dan ampunan Allah.

Dg maaf suasana kaku menjadi cair,
benci menjadi cinta,
musuh menjadi sahabat.

inilah yg membuat hamba beriman itu senang bahagia dg maaf.

Alhamdulillah sahabat kita yg sempat khilaf, tidak sengaja berbuat salah, Raka, Rizki, Ridwan, Citra dan nanda sekeluarga datang ke majlis Az Zikra menjumpai abang u minta maaf.

Sungguh abang kagum dan senang melihat mereka sebagai pemuda pemudi yg memiliki sifat mulia, yg menyegerakan bertaubat untuk tidak melecehkan kalam Allah lagi.

Sungguh abang sangat bahagia punya saudara saudari baru menjelang Ramadhon ini, lebih bahagia lagi bila guru kita, ustadz Khottot, babe Sadli, dan para mahasiswa ditahan dibebaskan, lebih bahagia lagi fitnah ayahanda habib Rizieq Syihab dihentikan, dan lebih bahagia lagi bila bang Ahok meraih hidayah Allah.

Damai agamaku
Damai Ramadhonku
Damai negeriku

I love you all ‘couse Allah
Muhammad Arifin Ilham.

Sidang Itsbat, Menag : Mulai Puasa Besok, Sabtu 27 Mei 2017

JAKARTA (Jurnalislam.com) —Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadlan 1438 Hijriah jatuh pada Sabtu, 27 Mei 2017. Penetapan ini berdasarkan hasil sidang isbat penetapan awal Ramadlan yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kementerian Agama Jalan M.H Thamrin No. 6 Jakarta, Jumat (26/5/2017) dilansir laman Kemenag.

Dalam laporannya, Direktur Urusan Agama Islam M Tambrin menyampaikan bahwa, data hisab yang dihimpun oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, Taqwim Standar Indoensia, Keputusan Musyawarah Jawatan Kuasa Penyelarasan Rukyat dan Taqwim Islam Keempat Negera Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) di Jakarta, Kalender Ummul Quro, Surat Edaran dan Maklumat Pimpinan Ormas Islam menyatakan bahwa ijtima menjelang Ramadlan 1438H terjadi pada hari Jumat tanggal 26 Mei 2017 sekitar pukul 02.44 Wib. Pada hari ini, Jumat tanggal 26 Mei 2017 M bertepatan tanggal 29 Syaban 1438 H di seluruh Indonesia, posisi hilal di atas ufuk atau 07 – 08 derajat.

Laporan petugas pemantau hilal di empat titik yang telah disumpah oleh Hakim Pengadilan Agama setempat , yaitu; di Nusa Tenggara Timur (Muhammad Irfan (47) Asisten Peneliti Boscha ITB Bandung, Yusuf (35), Asisten Peneliti Boscha ITB Bandung). Sulawesi Utara (Drs. H. Mukhtar Monde (56) Pembimbing Syariah pada Kanwil Kemenag Sulut, M. Zulkifli (25) Pegawai BMKG Sulut, Listiya Rifai (27) Pegawai BMKG Sulut). Jawa Timur (H. Inwanuddin (41) Guru di Gresik, H. Asyhar (50) Mahasiswa S2 Ilmu Falak UIN Walisongo, H. Abdullah Toyyib, Pontren Langitan Tuban, Solahuddin, Lembaga Falakiyah NU Gresik), dan Kepulauan Seribu (M Hamidi, Guru dan Prayudi, guru), mereka menyatakan melihat hilal.

“Dengan demikian, secara mufakat disepakati puasa 1 Ramadlan 1438 Hijriah mulai besok sabtu, bertepatan 27 Mei 2017,” kata Menteri Lukman, saat memberikan keterangan pers hasil sidang Isbat penentuan awal Ramadlan 1438H/2017M.

Selain itu, berdasarkan penetapan ini, maka umat Islam di Indonesia mulai melakukan salat tarawih pada malam ini, Jumat (26/5/2017).

Sidang isbat dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis, pimpinan organisasi masyarakat Islam, dan para Duta Besar negara-negara Islam, serta Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar.

sumber: kemenag.go.id

Jalani Ramadhan, Ini 10 Pesan dan Seruan MUI

SOLO (Jurnalislam.com)- Sambut Bulan Suci Ramadhan 1438 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Surakarta memberikan 10 panduan dan seruan kepada warga Soloraya dan dibacakan anggota MUI ustadz Nur Hadi Waseso saat memberikan sambutan pada aksi Tarhib Ramadhan 1438 H di Masjid Agung Surakarta, Kamis(25/5/2017). Berikut 10 seruan MUI :

  1. Menyambut dan menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H, dimulai dari menata niat, mental dan perilaku keseharian.
  2. Memperbanyak amal ibadah baik ritual maupun sosial, sesuai syariat islam dengan berpegang teguh pada ajaran Islam ahlu sunnah wal jamaah.
  3. Meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan pada Allah, dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan ibadah wajib dan sunnah.
  4. Agar semua pihak menghormati dan mematuhi ketentuan pemerintah dengan penuh kesadaran dan mengusahakan agar berbagai bentuk kegiatan yang mengandung unsur-unsur kemaksiatan dapat dicegah, termasuk juga perlu dilakukan penertibkan tempat-tempat maksiat/munkarat.
  5. Tidak makan, minum dan merokok di sembarang tempat, pada waktu siang hari.
  6. Mengeluarkan Zakat fitrah, infak dan sedekah serta zakat mal, yang dikordinir oleh lembaga amil zakat yang ada, untuk disalurkan kepada yang berhak (mustahiq).

7. Kepada para aghniya dalam melaksanakan pembagian Zakat , untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti, jatuhnya korban akibat berjejal-jejal menunggu antrian. Agar sedapat mungkin menyalurkan melalui Lembaga Amil Zakat yang resmi.

  1. Meningkatkan tri kerukunan umat beragama, antar umat beragama dan umat beragama dengan pemerintah.
  2. Pengunaan pengeras suara diluar/diatas untuk kegiatan Tadarus Al-Qur’an dibatasi sampai pukul 22.00 wib. Selanjutnya mengunakan pengeras suara didalam /dibawah.
  3. Mengumandangkan takbir,tahmid dan tasbih secara santun dan khusu’ di Masjid/Mushola atau tempat lain pada 1 Syawal, sejak terbenamnya matahari sampai dengan menjelang Idul Fitri.

“Kami ucapkan selamat menunaikan ibadah di bulan suci Ramadhan, semoga Allah selalu memberikan taufik dan hidayahNya serta, menerima ibadah puasa kita,”pungkasnya

MDS Siapkan 2000 Paket Nasi untuk Peserta Tarhib Ramadhan Solo Raya

SOLO (Jurnalislam.com)- Melangkah Dengan Sedekah (MDS) siapkan 2000 paket nasi untuk peserta aksi Tarhib Ramadhan 1438 H di Masjid Agung Surakarta, Kamis (25/5/2017).

“Kita mengiringi aksi umat islam soloraya ini,dengan menyiapkan setidaknya sekitar 2000 nasi bungkus,” kata ketua MDS Joko kepada Jurnalislam.com.

Baca Juga : Tarhib Ramadhan Solo Raya Dihadiri Elemen Umat Islam dari DSKS hingga MUI

Ia menambahkan bahwa fokus MDS memberikan i sarapan para peserta jalan sehat, warga sekitar, terutama sasaran tukang becak, tukang parkir dan juga pada tukang kebersihan ataupun dhuafa yang berada sekitar lingkungan Masjid.

Joko mengatakan bahwa MDS selama ini juga ikut dalam aksi-aksi umat islam di Solo raya ini, ingin kembali ikut berpartisipasi dalam aksi menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini.

“ Intinya kita pagi ini ingin bersedekah untuk semua segenap umat muslim yang ada disekitar acara yang diadakan pada pagi ini,”imbuhnya.

Joko berharap, agar kaum muslimin khususnya Solo raya, untuk menjaga kedamaian di bulan Ramadhan kali ini, serta dapat istiqamah dalam memperjuangan islam ke depan.

“Semoga teman-teman kaum muslimin semua damai-damai saja dan istiqomah untuk perjuangan akhlak nur karimah,”pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Ratusan umat islam dari berbagai ormas islam Soloraya, mengikuti aksi Tarhib Ramadhan 1438 H, Kamis,(25/5/2017) berawal di Masjid Agung Surakarta kemudian longmarch mengintari pusat kota Surakarta.

Sambut Ramadhan, Siswa- Siswi STTD Al Hikam Solo Bacakan Hafalan Quran

SOLO (Jurnalislam.com)- Sekolah Tahfidz Tingkat Dasar (STTD) Al Hikam bersama Takmir Masjid Salamah Tipes, Serengan, Solo menggelar Kajian Akbar menyambut bulan Ramadhan, Kamis (25/5/2017). Sebelumnya, 16 siswa-siswi STTD Al Hikam unjuk kebolehan membaca hafalan juz 27 dengan Surat Ar Rahman dan At Tur.

Kepala Sekolah STTD Al Hikam Ustadz Saerozy menjelaskan bahwa mendekati Ramadhan, umat Islam dianjurkan membaca Al Quran karena satu huruf yang dibaca bernilai satu kebaikan.

“Malam ini malam Jumat, insyaAllah besok malam Sabtu sudah tarawih. Memasuki Ramadhan sangat penting membaca Al Quran, karena bapak ibu, satu huruf dalam Al Quran bernilai 10 kebaikan,” katanya.

Sementara itu pemateri kajian Ustadz Suro Wijoyo mengawali tausiyahnya dengan memotivasi diri di awal Ramadhan sampai akhir, sangat dianjurkan.

“Memberikan motivasi dibulan Ramadhan sangat penting. Ibu-ibu itu mengaktualisasi Ramadhan seperti membuat menu sahur, menu berbuka sangat baik. Bapak-bapak juga demikian, mengaktualisasi diri untuk bertaubat kepada Allah,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pentingnya mendidik generasi untuk menjadikan penerus penghafal Quran, anak yang bisa mendoakan orang tua, lebih jauh penting daripada harta benda ketika manusia menghadap Allah.

“Maka pentingnya mendidik generasi Qurani, karena apa? Ketika harta kita nanti tidak laku, uang kita tidak laku, yang bermanfaat apa pak, bu, doa anak sholeh, anak yang paham Quran,” tuturnya.

Ustadz Rowi sapaannya, menekankan selalu niat yang benar di bulan Ramadhan hanya mencari ridha Allah. Bahkan sebagaimana sahabat Ibnu Mas’ud yang selalu merasa belum bisa berniat hanya untuk Allah.

“Meluluskan dan menghadirkan niat, kalau tidak bisa maka bisa jadi niat kita salah dan puasa kita di bulan Ramadhan hanya akan sia-sia tanpa mendapat pahala,” pungkasnya.

Tasyakuran 10 Tahun, PPTQ Ibnu Abbas Klaten Gelar Tablig Akbar Pemimpin Muslim

KLATEN (Jurnalislam.com) – Dalam rangka tasyakuran 10 tahun, Pondok Pesantren Tahfizul Quran (PPTQ) Ibnu Abbas Klaten menggelar tabligh akbar menghadirkan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ustadz Bachtiar Nasir, Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr. Muinudinillah Basri, bertempat di Masjid Al Aqsa Klaten, Sabtu baru-baru ini.

Ketua DSKS Ustadz Dr. Muindinillah Basri menegaskan kembali tentang kewajiban umat memilih pemimpin muslim.

“Indonesia harus dipimpin muslim yang bisa pimpin shalat di Istiqlal. Selain itu, tak hanya di pusat, di daerah juga harus di pimpin muslim yang bisa pimpin shalat di masjid besar di daerahnya masing- masing,” katanya disambut takbir serempak oleh ratusan hadirin.

Sedangkan Ketua GNPF MUI menerangkan peran ulama dan juga umara. Seperti diketahu, PPTQ Ibnu Abbas yang beralama di Jl. Klaten – Solo KM. 4, Belangwetan, Klaten Utara, Troso, Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57475, Indonesia adalah pondok tahfizul Quran yang telah memberikan banyak kontribusi di dunia pendidikan dan dakwah Islam.

Reporter: Ridho

Sambut Ramadhan, Warga Bima Antusias Ikuti Pawai Obor

Bima (Jurnalislam.com) – Sambut Ramadhan, ratusan warga Bima yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Bima menggelar acara pawai obor, Kamis (25/5/2017). Helatan ini diramaikan oleh para ibu dan anak-anak, dimulai dari Masjid Raya Al Muwahhidin, melewati Jalan Sultan Kaharuddin serta Jalan Soekarno Hatta dan pusat perbelanjaan kota Bima.

Ketua FUI Bima Ustadz Asikin menyatakan tujuan diadakannya pawai obor ini adalah untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, karena, katanya, bulan Ramadhan ini hanya sekali dalam setahun dan harus disambut dengan suka cita.
“Selain itu tujuannya juga untuk lebih mempererat tali persaudaraan serta ukhuwah diantara umat Islam Bima agar mereka bisa tetap bersatu dan terus menjaga kekompakan dalam memperjuangkan Islam ini,” katanya.
Tambahnya, karena Tarhib Ramadhan serta pawai obor ini juga serentak dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia, maka umat Islam Bima juga tidak tinggal diam untuk terus membangkitkan semangat umat Islam pada hari ini.
“Kami berharap acara seperti ini nantinya bisa tetap terlaksana, karena yang kita lihat adalah persatuan serta semangat dari pada kaum muslimin yang ada di Bima,” pungkasnya.

Subuh Berjamaah Membludak, DPR Apresiasi Pengelolaan Masjid Riyadul Jannah Boyolali

Boyolali(Jurnalislam.com)-Delapan ratusan jamaah hadir dalam perhelatan shalat subuh berjamaah dan silaturahim bertema ‘Merajut Ukhuwah untuk Sinergi Dakwah’ bersama Ketua Komisi 1 DPR RI Dr. H Abdul Kharis Almasyhari di Masjid Riyadul Jannah (MRJ) Ngreni Simo Boyolali, Ahad (21/5/2017).

Dalam materinya, Dr. H.Abdul Kharis menyatakan keheranya dan setengah tidak percaya bahwa di masjid Riyadul Jannah yang terletak di tengah kampung hadir hamper seribuan jama’ah subuh.

“Masjid Riyadhul Jannah ini sungguh saya tidak menyangka pada hari ini saya saksikan sebuah masjid di tengah kampung dengan jamaah yang sangat banyak. Kalau pengajian Isra Mi’raj dan pengajian akbar lainya mungkin biasa, tapi ini luar biasa,” katanya.

Sebuah masjid, katanya, jika dikelola dengan baik, maka akan bisa membuat hal- hal yang tidak biasa yang biasanya shaf shalat subuh 2 sampai 3 shaf, dengan keseriusan mengelola masjid, dapat menghadirkan hingga jamaah penuh sesak.

“Hampir seluruh masjid di Indonesia shalat yang paling sedikit itu adalah shalat subuh, dan disini terbalik. Ini menunjukkan bahwa jika masjid di kelola dengan baik akan membalik hal hal yang tidak mungkin, dan menurut informasi MRJ ini turunanya masjid Jogokaryan yang sangat terkenal itu,” katanya.

Seperti diketahui MRJ adalah salah satu contoh masjid dengan pengelolaaan manajemen masjid yang menjadi rujukan. Tak sedikit takmir- takmir masjid di daerah Jawa Tengah yang tertarik datang ke MRJ untuk studi banding pengelolaan masjid.

reporter: ridho

 

 

Hari ini, Mahasiswa di 50 Daerah Demo Tuntut Kapolres Jakpus Dicopot

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hari ini (26/5/2017) ribuan mahasiswa di 50 daerah di seluruh Indonesia menggelar unjuk rasa menuntut pencopotan Kapolres Jakarta Pusat. Aksi sebagai protes terhadap tindak kekerasan aparat saat membubarkan Aksi KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) di depan Istana Merdeka, Rabu (23/5/2017) kemarin.

“Unjuk rasa ini protes karena aparat kepolisian menganiaya peserta aksi KAMMI lalu, termasuk salah satunya peserta aksi perempuan. Padahal, sejatinya, kepolisian bertugas mengayomi rakyat, termasuk peserta aksi,” kata Ketua Umum PP KAMMI, Kartika Nur Rakhman dalam siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, pagi ini.

Nur Rakhman mendesak kepolisian untuk menghentikan standar ganda dalam bertugas. Sebab, masyarakat sudah sangat resah dengan standar ganda kepolisian dan mahasiswa menyampaikan keresahan itu melalui aksi hari ini.

“Reformasi di tubuh Kepolisian nampaknya telah gagal. Kepolisian kini menjelma menjadi tirani baru dalam penegakkan hukum Indonesia. KAMMI dan mahasiswa Indonesia akan melawan tirani hukum yang dilakukan oleh aparat negara, baik eksekutif maupun yudikatif,” jelas Nur Rakhman.

Nur Rakhman melanjutkan, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla harus serius membenahi etika dan kinerja Kepolisian Republik Indonesia. Dimulai dari memberikan sanksi tegas yakni pencopotan Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya.

“Bila Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya tidak segera dicopot, maka akan menjadi pembenaran bahwa Presiden Jokowi membenarkan dan terlibat dalam tindakan represif dan kekerasan aparat kepolisian yang pandang bulu”, tandas Riko.

Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Riko Tanjung mengatakan bahwa demo 50 daerah ini tidak terjadi bila aparat kepolisian tidak diskriminatif dan represif dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa.

“Mahasiswa adalah penjaga stabilitas bangsa dan pengawal demokrasi. Ini tugas kebangsaan mahasiswa. Tindak kekerasan aparat kepolisian kepada mahasiswa bisa dinilai sebagai anti demokrasi dan mengancam stabilitas bangsa. Ini harus dihentikan,” tegas Riko.

“Bila ada aspirasi dan demonstrasi massif dari mahasiswa, ini menunjukkan ada yang salah dalam Negeri ini. KAMMI lahir dari keprihatinan bangsa atas krisis 1998. Tugas KAMMI adalah merawat dan menjaga Indonesia agar tidak ada lagi krisis serupa 1998 yang menyengsarakan rakyat, merusak tatanan demokrasi dan meruntuhkan keutuhan persatuan NKRI. kAMMI bergerak tak kenal lelah supaya cita-cita kemerdekaan yang dirumuskan pendiri bangsa bisa diwujudkan tanpa ada yang mendestruksi,’ pungkas Riko.

Siaran Pers