Berita Terkini

Pasukan India Tembak Mati Remaja Kashmir, Protes Anti India Merebak di Seluruh Negeri

KASHMIR (Jurnalislam.com)Penutupan total diberlakukan di Kashmir pada hari Jumat (9/6/2017) untuk memprotes pembunuhan seorang pelajar berusia 19 tahun oleh pasukan India, lansir World Bulletin.

Kantor dan bisnis tutup saat protes anti-India digelar di seluruh wilayah Kashmir.

Adil Ahmad Magray tewas pada hari Rabu saat pasukan India menembaki demonstran pro-kemerdekaan di distrik Shopian.

Pembunuhan itu memicu protes mahasiswa dan bentrokan dengan pasukan India.

Dengan memperkirakan bahwa protes akan berlanjut, pihak berwenang menutup institusi pendidikan pada hari Kamis dan Jumat.

Kashmir yang mayoritas Muslim terbagi antara India dan Pakistan. Lebih dari 70.000 orang dilaporkan terbunuh sejak 1989 dalam sebuah konflik antara pejuang Muslim Kashmir dan pasukan penjajah India.

Saudi Larang Penayangan Saluran Aljazeera di Setiap Hotel dan Tempat Wisata

RIYADH (Jurnalislam.com)Arab Saudi melarang penayangan saluran berita Al Jazeera bagi hotel dan fasilitas turis lainnya dan mengancam akan menghukum pelanggar dengan penutupan fasilitas dan denda hingga $ 26.000.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat (9/6/2017), Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Budaya Nasional (the Saudi Commission for Tourism and National Heritage) memerintahkan agar “semua saluran dari Al Jazeera Media Network harus dihapus” dan diganti dengan saluran yang kompatibel dengan “televisi resmi Saudi”.

“Komisi dengan ini mengulangi bahwa semua saluran Al Jazeera Network harus dihapus dari semua kamar hotel dan fasilitas wisata serta unit hunian lengkap, semuanya dan seluruhnya, termasuk dari daftar saluran TV,” kata surat kabar tersebut.

“Setiap fasilitas yang melakukan pelanggaran terhadap Surat Edaran tersebut di atas akan dikenakan sanksi hukum dan dikenakan denda sebesar SR100.000 atau pembatalan lisensi, atau keduanya.”

Sejak perselisihan diplomatik meningkat antara negara-negara Teluk dan Qatar pada hari Senin, Arab Saudi, UEA dan Bahrain mengancam akan menjatuhkan hukuman penjara yang lama dan denda bagi warga negaranya yang bersimpati dengan Qatar di media sosial.

UEA mengatakan pelanggar akan menghadapi hukuman penjara tiga hingga 15 tahun, dan denda tidak kurang dari AED 500.000 ($ 136.000).

Slogan yang mendukung Qatar telah menjadi topik utama yang dibahas di Twitter dalam bahasa Arab, yang merupakan media ekspresi yang sangat populer di dunia Arab.

Seiring dengan pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar, sebuah blokade yang dipimpin Riyadh juga diberlakukan terhadap Doha. Saudi, yang berbagi satu-satunya perbatasan darat dengan Qatar, menutup persimpangan dan menghentikan pengiriman barang ke tetangganya tersebut.

Saudi, UEA dan Bahrain juga menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan dari dan ke Qatar, memaksa maskapai penerbangan untuk menghapus Doha dari daftar tujuan mereka.

Langkah tersebut berhasil mengalihkan ribuan penumpang dan mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi maskapai yang terjebak dalam keretakan.

Asosiasi Aangkutan Udara Internasional memohon agar hubungan udara dipulihkan, namun permintaan mereka sejauh ini hanya disambut dengan diam.

Perselisihan antara Qatar dan negara-negara Arab meningkat setelah sebuah berita baru-baru ini dari kantor berita Qatar yang dikelola negara.

DPP Al-Irsyad Khawatir Krisis Qatar Lahirkan Arab Spring Jilid 2

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad, dr. H. M. Basyir Ahmad mengungkapkan kekhawatirannya atas konflik yang terjadi di negara-negara teluk. Ia mengatakan, pemutusan hubungan diplomatik negara-negara teluk dengan Qatar akan menimbulkan Arab Spring jilid 2.

“Konflik yang terjadi di timur tengah untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, ini dikhawatirkan akan menimbulkan Arab Spring jilid 2,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Jurnalislam.com, Jumat (9/6/2017).

Ia menilai, jika itu terjadi maka dapat dipastikan akan meluluhlantahkan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara teluk serta menimbulkan instabilitas politik di kawasan Timur Tengah.

“Oleh sebab itu, segera saya mengusulkan agar Liga Arab segera mengadakan pertemuan darurat untuk menyelesaikan masalah tersebut,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pemutusan hubungan tersebut tidak hanya berdampak buruk pada sector ekonomi seperti indikasi naiknya harga minyak mentah. Akan tetapi pada sector lainnya seperti terganggunya perhubungan haji dan umroh.

“Ini kenaikan yang cukup signifikan, sekitar lima dolar kenaikannya serta factor-faktor lain yaitu dengan terganggunya perhubungan haji dan umroh sudah mulai terlihat, ini mulai terlihat jelas terjadinya kesulitan transportasi perhubungan yang tentu ini akan merugikan,” terangnya.

Menurutnya, konflik beberapa negara teluk tersebut tidak terlepas dari kepentingan ekonomi Amerika.

“Kita prihatin atas konflik yang terjadi itu, Kedua harus ada tindakan cepat, menegaskan liga arab agar segera menggarap krisis tersebut agar tidak terjadi krisis lebih lanjut Ini murni politik,” pungkasnya.

Siaran Pers

Sebut Penyebar Chat di Amerika, Pengacara Habib Rizieq: ‘Ini Akal-akalan Polisi Saja’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengacara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro mengatakan, pernyataan Polda Metro Jaya yang mengklaim sudah menemukan penyebar percakapan pornografi yang diduga melibatkan kliennya dan Firza Husein di Amerika Serikat hanya akal-akalan saja.

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah: Persoalan Bangsa Saat Ini adalah Ketidakadilan, Bukan yang Lain

“Saya duga ya itu dilemparkan ke anonymous yang ada di Amerika supaya kewajiban untuk (menangkap) yang meng-upload sebagai bagian dari pelaku tindak pidana susah untuk dikejar. Jadi ini akal-akalan polisi aja,” ujar Sugito dilansir RMOLJabar, Jumat (9/6/2017).

Sugito membeberkan jika telepon genggam milik Firza pernah disita polisi pada 2 Desember 2016 lalu. Saat itu, Firza ditangkap polisi atas perkara dugaan pemufakatan makar. Namun, tiba-tiba pada 29 Januari 2017, percakapan itu tersebar luas dan menjadi viral di media sosial.

Atas dasar fakta itulah pihaknya tidak yakin bahwa penyebarnya ada di Amerika Serikat.

“Saya tidak menuduh, tetapi harus didalami. HP di tangan penyidik kok bisa menyebar ke mana-mana,” kata Sugito.

Baca juga: Pengacara Al Khaththath Sebut Kliennya tak Pernah Jumpa Ahok di Mako Brimob


Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan menjelaskan jika pemilik situs baladacintarizieq yang menyebarkan percakapan via WhatsApp berkonten pornografi diperolehnya lewat alamat internet protokol yang digunakan pelaku di Amerika.

“(Server) itu dari luar, dari Amerika, anonymus. Kami sedang lakukan penyelidikan,” ujar Iriawan.

Sumber: RMOL Jabar

Unjuk Rasa Mahasiswa ‘Sambut’ Safari Ramadhan Presiden di Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Kunjungan Safari Ramadhan Presiden Jokowi ke Tasikmalaya disambut aksi unjuk rasa mahasiswa dari BEM FAI Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Jum’at (09/06/2017).

Aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai kekecewaan dari mahasiswa terkait sikap represif pemerintahan Jokowi terhadap mahasiswa.

“Kami akan menempuh jalur hukum, berapa kali memang kawan-kawan mahasiswa Islam lainnya ditangkap, kawan-kawan HMI ditangkap di Medan, IMM di Jakarta, dan KAMMI kemaren, kita coba dengan pendekatan hukum, dan kita gunakan dengan persuasif intelektual,” kata korlap aksi, Hima Faniar Rohman kepada Jurnalislam.com.

Dia juga mengecam upaya kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam. Menurutnya, tindakan tersebut sangat mengancam kebhinekaan.

“Kita meminta kepada pemerintah stop kriminalisasi ulama dan aktivis Islam, apalagi ini terjadi pula kepada Bapak Reformasi Amien Rais,” tegasnya.

Baca juga: Ansharusyariah Berharap NU Muhammadiyah Bersatu Lawan Kriminalisasi Ulama

Faniar menilai, agenda Safari Ramadhan Jokowi sebagai langkah politis untuk meredam gejolak dan meraih simpati umat Islam.

“Jokowi paham sekali, agar dapat mendapati simpati umat Islam di Jawa Barat adalah dengan mengunjungi pesantren-pesantren besar agar dapat meredam isu-isu nasional perihal kriminalisasi ulama,” tandasnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah. Yang pertama, menolak Permenristekdikti Nomor 29 Tahun 2016 Pasal 10 Tentang uang pangkal.

Baca juga: Di Bulan Penuh Hikmah, Ini Seruan GNPF MUI Untuk Pemerintah

Kedua, meminta penegakan supremasi hukum, dan kembalikan fungsi POLRI sebagai alat negara bukan alat penguasa. Ketiga, hentikan kriminalisasi ulama dan aktivis Islam

“Dan yang terakhir kita ingin mengembalilkan subsidi listrik 900 Volt Amper, pada dasarnya subsidi 900 Volt dipake oleh warga menegah kebawah bukan warga menegah keatas seperti yang disampaikan oleh pemerintah,” pungkasnya.

Dalam agenda safari Ramadhan di Tasikmalaya, Presiden Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren Cipasung dan melaksanakan shalat tarawih berjamaah disana.

Reporter: Lutfhi Habibulhaq

Gerebek Rumah Bersih, RBC #BerbagiBingkisanBergizi Bersama Dhuafa

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Selama Ramadhan 1438 H, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Sinergi Foundation melakukan Gerebek Rumah Bersih di sejumlah rumah dhuafa di Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (7/6/2017). Empat orang kaum papa yang juga merupakan member RBC di daerah tersebut mendapat kesempatan kunjungan dari tim Gerebek Rumah Bersih.

Dalam kegiatan ini, para dhuafa diberi paket #BerbagiBingkisanBergizi berupa makanan-makanan sehat, seperti susu, buah-buahan, telur, dan multivitamin anak; juga seperangkat alat-alat kebersihan yang menunjang keresikan rumah mereka.

Selain itu, tim RBC pun sekaligus melakukan penyuluhan kesehatan bertema Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS). Penyuluhan ini memuat 10 tips bagi mereka dalam membina rumah sehat, di antaranya: persalinan oleh tenaga medis, memberi ASI ekslusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah sekali seminggu, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik, dan tidak merokok.

“Barangkali tips-tips ini tak bisa sempurna mereka lakukan. Tapi melalui penyuluhan ini, kami berharap mereka bisa melaksanakan tips ini semampu mereka,” kata Tita Yulia, salah seorang tim RBC.

Nurhayati, salah seorang penerima manfaat asal Cijerah, bersyukur dengan program Gerebek Rumah Sehat. “Terima kasih RBC dan Sinergi Foundation atas bantuan makanan bergizi dan terutama ilmunya. Insya Allah ilmu tersebut akan bermanfaat untuk saya dan keluarga demi kehidupan yang lebih sehat,” tutur Nurhayati.

Nurhayati merupakan member RBC yang tinggal di sebuah gubuk ringkih di Cijerah bersama suami dan ketiga anaknya. Sempat, ia selama delapan tahun tinggal di kuburan tak jauh dari tempat tinggalnya kini, karena keterbatasan biaya. RBC sempat membantu persalinan dan dana permberdayaan untuk keluarga Nurhayati. []

Siaran Pers

Ahli: Perundang-undangan Indonesia Belum Mengenal Istilah Persekusi

JEMBER (Jurnalislam.com) – Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Emy Kholifah R. MSi, mengatakan bahwa istilah persekusi yang kini ramai mencuat di media kurang pas, sebab Undang-undang di Indonesia belum mengatur hal itu. Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Seminar Mencegah Persekusi yang diadakan oleh Polres Jember di Hall News Sari Utama, Jl. Hayam Wuruk Kaliwates, Kamis (8 /6/2017).

Baca juga : Kriminalisasi Kian Menjadi, UBN: Pemerintah Semakin Represif

“Istilah persekusi merupakan penderitaan yang diakibatkan oleh sebuah tindakan yang termasuk dalam jenis kejahatan luar biasa seperti Genosida atau kejahatan perang lainnya. Sehingga harus ada definisi yang lebih spesifik lagi untuk mendefiniskan perbuatan yang saat ini dilakukan oleh beberapa kelompok dan sedang ramai jadi perbincangan. Istilah persekusi kurang pas untuk disematkan apalagi Undang-undang di Indonesia belum mengatur hal itu,“ terangnya.

Senada dengan Emy, pembicara lainnya, Dr. Nurul Gufron, SH. MH menyampaikan bahwa persekusi ditinjau dari pandangan hukum merupakan sebuah jenis kejahatan kemanusiaan yang didefinisikan dalam statuta Roma Mahkamah hukum Internasional.

“Hukum perundang-undangan Indonesia sendiri belum mengatur masalah persekusi dan hanya mengadopsi undang-undang tentang HAM pasal 9 untuk memberikan sanski pada pelaku persekusi,” ungkap Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember itu.

Acara juga dihadiri oleh pejabat dari Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Jember dan Rektor beberapa Perguruan Tinggi di Jember, serta Ketua FKUB Jember, perwakilan ormas-ormas Islam di Jember, dan organisasi kepemudaan (OKPK) dan Organisasi Kemahasiswaan se-Jember.

Baca juga: GNPF MUI Serukan Umat Islam Lakukan Qunut Nazilah

Dari beberapa tokoh yang hadir, Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Jember Ustadz Muhammad Faidzin memberikan tanggapan terkait tudingan persekusi kepada salah satu ormas Islam di Jember yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

“Yang ditudingkan persekusi sebenarnya merupakan sebuah reaksi akibat adanya penghinaan terhadap tokoh, ulama ataupun kelompok tertentu melalui sosial media. Dalam aksi tersebut itu pun bukan diancam, tapi diklarifikasi atau tabayyun apakah benar yang bersangkutan mengatakan demikian di sosial media, jika benar kita suruh dia untuk meminta maaf,” jelasnya.

“Jadi tidak benar jika hal tersebut dikaitkan perbuatan mengancam atau mengintimidasi,” tandasnya.

Reporter: Budi Eko

Al Shabaab Serang Pangkalan Militer Puntland, Puluhan Tentara Tewas

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Al Qaeda di Afrika, al Shabaab, menyerbu sebuah pangkalan militer di wilayah otonomi Puntland di Somalia utara hari Kamis (8/6/2017) dan membunuh puluhan tentara selama pertempuran tersebut. Pejuang dari cabang Al Qaeda di Afrika Timur tersebut telah berhasil menguasai basis Somalia dan Afrika di masa lalu dan menjatuhkan banyak korban jiwa, Long War Journal melaporkan.

Pejabat keamanan mengatakan kepada Garowe Online bahwa lebih dari 30 tentara Puntland terbunuh dan beberapa lainnya yang tidak diketahui jumlahnya ditangkap dalam serangan Shabaab di sebuah basis di Af Urur yang terletak di pegunungan Galgala. Para mujahidin Shabaab “benar-benar mengambil alih kendali” basis dan menyita senjata, amunisi, dan peralatan militer lainnya.

Shabaab membenarkan serangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang diperoleh oleh SITE Intelligence. Menurut Shabaab, mereka membunuh 61 tentara, termasuk tiga perwira, dan menangkap “16 kendaraan militer dan sejumlah besar senjata dan amunisi sebagai rampasan.”

Pegunungan Galgala telah lama menjadi benteng al Shabaab, yang telah melakukan sejumlah serangan profil tinggi di sana. Baru-baru ini, pada tanggal 23 April, mujahidin Shabaab membunuh delapan tentara dan melukai beberapa lainnya dalam serangan IED yang kompleks. Shabaab diperkirakan memiliki sekitar 300 pejuang yang beroperasi di pegunungan Galgala.

Al Shabaab telah berhasil menguasai basis Somalia dan Afrika di masa lalu dan melumpuhkan sejumlah besar pasukan yang berbasis di sana. Pada bulan Januari 2016, mujahidin al Shabaab menyerang sebuah pangkalan di Al Ade di selatan dan membunuh sedikitnya 100 tentara Kenya. Pada bulan Juni 2015, Shabaab membunuh sekitar 60 tentara Ethiopia di selatan. Pada bulan yang sama, pejuang Shabaab membunuh lebih dari 50 tentara Burundi di Leego.

Shabaab telah bangkit kembali di Somalia. Kelompok jihad tersebut perlahan-lahan mengambil alih beberapa kota dan desa yang hilang, termasuk kota pesisir Marka.

Karena khawatir dengan kebangkitan Shabaab, pemerintah Trump memperluas wewenang militer AS untuk menargetkan faksi jihad tersebut dengan “tembakan presisi tambahan.” Di masa lalu, di bawah pemerintahan Obama, Komando Afrika AS (AFRICOM) telah menargetkan pemimpin dan tokoh senior Shabaab dalam serangan pesawat tak berawak dan serangan udara konvensional. Selain itu, pesawat AS akan menyerang pejuang Shabaab saat personil AS bersama pasukan Somalia dalam penyerangan, namun menyembunyikan operasi tersebut dengan kedok misi “operasi bertahan“.

Upaya AFRICOM untuk menyembunyikan operasi tempur langsung terhadap target Shabaab seperti kamp pelatihan dan pabrik IED sebagai saran dan untuk membantu misi yang berhasil memutihkan lebih dari 10 tahun perang dilakukan oleh pemerintah Somalia yang lemah, Uni Afrika, dan Amerika Serikat yang berperang melawan al Qaeda di Somalia.

Pada 2016, AFRICOM mengumumkan sembilan serangan “mempertahankan diri” dan “operasi bertahan” di Somalia. Departemen Pertahanan bahkan telah membenarkan serangan udara di kamp pelatihan Shabaab, seperti yang ada di Raso pada tanggal 5 Maret 2016, sebagai operasi pertahanan padahal operasi penyerangan.

Situs Web dan Aljazeera Media Network Digempur Hacker

QATAR (Jurnalislam.com)Situs web dan platform digital Al Jazeera Media Network diserang upaya hacking yang sistematis dan terus-menerus.

Upaya ini semakin intens dan muncul dalam berbagai bentuk. Namun, platform belum dikompromikan.

Bulan lalu, kantor berita resmi Qatar diretas dan pernyataan palsu yang dikaitkan dengan penguasa negara tersebut diposkan hingga memicu keretakan dengan negara-negara Teluk Arab lainnya.

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain memutuskan hubungan mereka dengan Doha pada hari Senin sebagian karena komentar tersebut diposting sebentar di Kantor Berita Qatar.

Laporan palsu tersebut mengatakan Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dalam sebuah pidato di sebuah upacara wisuda militer, mengkritik adanya ketegangan baru dengan Iran, menyatakan kebutuhan untuk mengkontekstualisasi Hizbullah dan Hamas sebagai gerakan perlawanan, dan menyarankan agar Presiden AS Donald Trump tidak berkuasa lama.

Tim Federal Bureau of Investigations (FBI) telah berada di Doha dalam sepekan terakhir setelah pemerintah Qatar meminta bantuan AS menyusul pelanggaran keamanan oleh para hacker.

Kementerian Dalam Negeri Qatar mengatakan akan merilis temuan penuh setelah penyelidikan selesai, namun tidak mengatakan kapan akan terjadi.


Kelompok Saudi Keluarkan Daftar Individu dan Organisasi Islam yang Didanai Qatar

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com)Pernyataan bersama oleh Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan UEA menempatkan 59 individu dan 12 organisasi Islam – yang berbasis Qatar atau didanai oleh Qatar – dalam sebuah “daftar teror, lansir Aljazeera, Kamis (8/6/2017).

Pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin Syeikh Yusuf al-Qaradawi termasuk dalam daftar individu.

“Pernyataan ini sehubungan dengan komitmen kami untuk memerangi terorisme, mengeringkan sumber pendanaan terorisme, memerangi ideologi ekstrem dan instrumen yang menyebarkan dan mempublikasikannya,” bunyi pernyataan tersebut.

“Ini adalah akibat berlanjutnya pelanggaran otoritas di Doha mengenai komitmen dan kesepakatan yang ditandatangani, termasuk komitmen untuk tidak mendukung atau melindungi elemen atau kelompok yang mengancam keamanan negara.”

Arab Saudi dan sekutunya termasuk UEA, Bahrain dan Mesir – yang bukan anggota GCC – pada hari Senin memangkas hubungan diplomatik dengan negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) Qatar atas klaim Qatar mendukung “ekstremisme”.

Qatar membantah keras tuduhan tersebut.