Berita Terkini

Syeikh Ahmad Bathahaf: Fir’aun Manfaatkan Media untuk Mengokohkan Kekuasaan

PADANG (Jurnalislam.com) – Direktur Program Pengadaan Kader Ilmiah Jeddah, Saudi Arabia Syeikh Ahmad Bathahaf mengatakan, media memiliki peran penting dalam kebangkitan dan kejatuhan sebuah bangsa atau umat. Hal itu, katanya, sebagaimana digambarkan dalam kisah penguasa dzalim Fir’aun.

Syeikh Ahmad menjelaskan, kekuasaan Firaun yang begitu kuat sejatinya tidak bisa bertahan kecuali dengan kekuatan media yang dia bangun untuk mempertahankan kekuasaannya.

“Hanya saja, corong media pada saat itu berupa simpul-simpul tokoh masyarakat dan tukang sihir,” katanya dalam Simposium Jurnalis Muslim yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat, Selasa (18/07/2017).

Baca juga: Anies Baswedan Bangga Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Ulama dan Dai Internasional

Ia mengungkapkan, pada saat itu tokoh dan tukang sihir merupakan sarana untuk mengumpulkan khalayak dan menyampaikan kabar yang ingin disebarluaskan.

Fir’aun, terang Syeikh Ahmad, mempergunakan hartanya untuk mengerahkan tokoh dan tukang sihir tersebut.

“Karena saat itu tukang sihir memiliki kesamaan dengan media yang bisa mengubah keadaan atau pemikiran,” ujarnya.

Syeikh menjelaskan, para tukang sihir tersebut menyampaikan kepada publik bahwa agama Fir’aun lah yang menunjukkan kepada kebenaran. Dan agama Musa dianggap sebagai agama yang akan menggantikan agama nenek moyang mereka.

Akan tetapi, sebagian besar para tukang sihir itu menyaksikan kebenaran yang dibawa oleh Musa. Hingga kemudian mereka masuk Islam dan mengikuti kebenaran yang dibawa oleh Nabi Musa As.

“Dari kisah tersebut pengaruh media massa sangatlah besar. Persamaannya, saat ini bisa disaksikan bagaimana imperium media Barat bisa mengubah pandangan masyarakat dengan media yang mereka miliki. Bahkan mampu mengubah pejuang kebenaran menjadi orang yang salah,” paparnya.

Baca juga: Blokir Media Sosial, Pengamat: Rezim Jokowi Blunder

Karena itu, lanjutnya, eksistensi dakwah Nabi Musa juga karena dukungan media massa. Namun bukan hanya Musa yang menggunakan fasilitas media massa, tapi semua nabi menggunakan media massa dalam menyebarkan kebenaran atau dakwah.

“Perjalanan para nabi dan usaha mereka menyebarkan dakwah dengan media massa adalah fakta yang tidak bisa dihindari. Akan tetapi media massa itu berubah-ubah dari masa ke masa,” tandasnya.

Simposium Jurnalis Muslim ini diselenggarakan oleh Yayasan al-Manarah al-Islamiyah bekerjasama dengan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dan Pemerintah Kota Padang sebagai tuan rumah.

Reporter: Yahya G Nashrulloh/INA

Disambangi Puluhan Ormas, DPRD Solo: Perppu Ormas Buat Polemik di Masyarakat

SOLO (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Jamaah Anshorusy Syariah (JAS), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta, dan 20 elemen muslim Soloraya menyambangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solo, Senin (17/7/2017).

Kedatangan rombongan itu untuk meminta para wakil rakyat bersikap dan ikut menolak terkait Perppu No 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (ormas) yang dinilai sangat merugikan umat Islam di Indonesia.

Rombongan diterima Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim dan beberapa anggota dewan. Ia menilai, terbitnya Perppu kontroversial tersebut mengakibatkan pihaknya terkena imbas atas kebijakan pusat tersebut. Namun dia berjanji, akan menyampaikan aspirasi dari masyarakat ini ke tingkat pusat.

“Ini permasalahan nasional, kebijakan ada dipusat kami kena imbasnya. Peraturan ini menimbulkan polemik di masyarakat maka kami akan menindak lanjuti aspirasi tersebut,” ujarnya dihadapan 23 perwakilan ormas Islam Soloraya.

Sementara itu, Asih Sunyoto, dari Fraksi PKS merasakan kegundahan dengan terbitnya Perppu ormas tersebut. Secara pribadi fraksi PKS menolak Perppu nomor 2 tahun 2017 itu.

“Saya juga gundah terbitnya Perppu ini, kami memandang bahwa kondisi belum memenuhi kondisi darurat. Kami memahami dan kami menolak dan akan membawa ke fraksi pusat,” pungkasnya.

Ribuan Jamaah Hadiri Kajian Ustadz Felix Siauw di Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Ribuan orang memadati Masjid Baitul Amin, Cemani, Sukoharjo pada Senin (17/7/2017) menghadiri Tabligh Akbar dai muda keturunan Tionghoa, Ustadz Felix Siauw. Acara bertema “Generasi Muda Kunci Masa Depan Bangsa” itu dijaga ketat oleh Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

Dalam paparannya, Ustadz Felix menjelaskan salah satu perbedaan antara generasi muda zaman dahulu dengan zaman sekarang. Salah satu contohnya adalah pemuda penakluk Konstantinopel, Muhammad Al Fatih.

“Pada umur 11 tahun Muhammad Al Fatih sudah bisa nulis syair jihad, (anak muda) sekarang dengan umur yang sama nulis surat cinta,” katanya.

Selain itu, kata dia, Muhammad Al Fatih juga menguasai 8 bahasa dan sejak akhil baligh sampai wafatnya tidak pernah meninggalkan qiyamul lail. Muhammad Al Fatih menaklukan Konstantinopel dalam usia 21 tahun.

Kunci suskes Muhammad Al Fatih yang lain menurut Ustadz Felix adalah keyakinan yang kuat akan nubuwah kemenangan Islam.

Selain itu, ia juga mengatakan perbedaan antara orang muslim dan non-muslim dalam menerima Islam.

“Bedanya orang beriman dan non-muslim itu di keyakinan. Kalau orang Islam itu, beriman dulu baru bukti. Sebaliknya, orang non-muslim itu bukti dulu baru mau beriman,” pungkasnya.

Sebelumnya, kajian Ustadz Felix Siauw mendapat penolakan dari oknum ormas di beberapa daerah. Akan tetapi di Solo, ia disambut hangat 5000 jamaah.

Reporter: Ridho Asfari

Ditolak Oknum Ormas di Sragen, Felix Siauw Santuni Anak Yatim di Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Sebelum berceramah di Masjid Baitul Amin Sukoharjo, Senin (17/7/2017) kemarin, Ustadz Felix Siauw memberikan bantuan 57 paket bahan pokok ke Pondok Yatim dan Dhuafa Soejono Taroena Baki, Sukoharjo.

Koordinator Komunitas Nahi Munkar Solo (KONAS), Dadyo Hasto Kuncoro, mengatakan ini sisi lain yang perlu publik ketahui, bahwa dakwah tidak mengenal batasan.

“Dakwah dia (Ustadz Felix) kerap ditolak, di Sragen oknum yang menolak mengatasnamakan Santri Nadlatul Ulama (NU). Kemarin yang ditunjukkan luar biasa, sebelum mengisi kajian, bersama KONAS ia menyantuni anak yatim dan dhuafa di Pondok Soejono Taroena Baki yang kental dengan nuansa NU,” katanya, Selasa (18/7/2017) .

Dikatakan, kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa adalah hal yang tidak boleh dilupakan bagi aktivis nahi munkar. Kata dia, kegiatan nahi munkar ini tidak biasa dipisahkan dengan mendidik dan memahamkn masyarakat melalui perbuatan amar maruf.

“Alhamdulillah, selain menyatuni anak yatim Felix Siauw juga memotivasi adik-adik pondok untuk menjadi generasi yang luar biasa sehingga bermanfaat untuk agama dan ummat,” paparnya.

Ia berharap, semoga yang sedikit ini, bisa memicu munculnya kepedulian yang lebih besar ummat Islam terhadap kondisi saudaranya dan kekeluargaan antar ummat Islam. Menurutnya, kelancaran dan kesuksesan acara kajian Felix Siauw yang dihadiri ribuan orang kemarin membuktikan bahwa dakwahnya tak mengandung kebencian.

Tinjauan Politik Kewajiban Menolak Perppu 2/2017

Oleh: AB Latif (Indopolitik Watch)

PEMERINTAH resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tertanggal 10 Juli 2017 untuk mengatur organisasi kemasyarakatan (ormas) diindonesia. Penerbitan Perppu ini juga menggantikan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013.

Gonjang-ganjing menasional sejak pemerintah berencana membubarkan HTI. Kala itu, disebutkan bahwa perppu merupakan salah satu opsi yang bisa dipilih untuk membubarkan ormas yang radikal dan anti pancasila. Opsi lainnya adalah melalui pengadilan. Ini artinya keluarnya Perppu nomor 2 tahun 2017 merupakan pilihan pemerintah sebagai langka awal untuk membubarkan ormas Islam pada umumnya.

Jika melalui Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 proses pembubarannya cukup sulit dan bertele-tele serta memakan waktu yang lama. Diharapkan dengan Perppu ini secepatnya pemerintah bisa membubarkan ormas. Hal ini diperkuat dengan dihilangkannya proses pengadilan dalam mekanisme pembubaran ormas dalam Perppu ini. Sesungguhnya Perppu ini adalah buah dari kepanikan Presiden Jokowi akan Pemilu 2019. Dimana pencitraannya sudah luntur diterpa angin. Padahal masih harapan untuk bisa bertahan lagi sampai 2 periode.

Ada beberapa agenda dibalik keluarnya Perppu nomor 2 tahun 2017 ini:

Pertama, pembubaran ormas islam yang begitu membahayakan kepentingan asing dan aseng.

Kedua, usaha kuat dari para golongan kiri atau komunisme untuk menghapus UU No 17 tahun 2013 yang terdapat pasal melarang ajaran komunisme di Indonesia. Artinya jika nanti Perppu digugat dengan alasan akan membunuh demokrasi, maka golongan kiri/komunis pun bisa menggugat Undang-Undang nomor 17 tahun 2013 dengan alasan yang sama. Jika ternyata Perppu baru ini menang dan disahkan pemerintah, maka kemenangan bagi komunisme.

Ketiga, dalam Perppu yang baru sudah tidak dicantumkan lagi larangan ajaran Komunisme dan ini adalah peluang ajaran komunisme untuk bangkit dan berkembang dengan bebas. Inilah skenario orang-orang komunis untuk bisa legal di Indonesia. Banyak di kalangan umat ini yang belum tahu bahwa dibalik Perppu ini ada komunisme yang bermain cantik. Kini komunisme hidup dan tumbuh subur di balik rezim yang berkuasa saat ini.

Keempat, Perppu ini ternyata juga mampu mengalihkan opini ketidakadilan dan ketidakmampuan rezim penguasa saat ini. Kedzaliman penguasa atas rakyatnya saat menaikan tarif dasar listrik yang begitu menyengat aman-aman saja dan hampir tidak ada protes sama sekali. Akibat kebijakan dzolim ini rakyat semakin terbebani. Selain itu kelangkaan premium saat ini, perpanjangan kontrak Freeport, utang luar negeri yang begitu menghakhawatirkan juga menjadi bukti betapa lemahnya rezim untuk mengurusi negeri yang kaya ini.

Sungguh Perppu ini sangatlah berbahaya bagi keberlangsungan hidup warga. Artinya dengan Perppu inilah pintu kesewenang-wenangan akan terbuka, karena pemerintah akan bertindak secara sepihak dalam menilai, menuduh, dan menindak ormas tanpa ada ruang bagi ormas untuk membela diri. Hal ini diperkuat dengan adanya pasal karet yakni larangan melakukan tindakan permusuhan terhadap SARA dan penyebaran paham lain yang dianggap bakal mengganggu Pancasila dan UUD 1945. Ini akan berpotensi dimaknai secara sepihak untuk menindak pihak lain yang dianggap bertentangan dengan kebijakkan pemerintah.

Selain itu juga akan mampu menumbuhkan kembali ajaran Komunisme di negeri muslim ini. Dimana sudah ada jutaan kader komunis di Indonesia yang siap bertarung untuk menguasai negeri ini. Relakah negeri yang kita cintai ini dikuasai asing yang komunis ? disinilah pentingmya memahami fakta dan bersatu bersama semua elemen masyarakat untuk menolak Perppu nomor 2 tahun 2017. Tolak Perppu sebagai bentuk kecintaan kita bagi negeri ini. Sadari juga penolakan dengan perjuangan dan kesadaran politik. (*)

Panglima TNI: Peran Ulama Sangat Penting di Era Global

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, peran serta ulama Indonesia dalam menghadapi persaingan global sangat menentukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang.

“Sejarah telah membuktikan bahwa peran kiai ulama dan santri selalu hadir dalam setiap perjuangan untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan NKRI di samping komponen bangsa lainnya,” ungkapnya pada acara Halal Bihalal di Pondok Pesantren An Nur 2 Al Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (16/7/2017) lalu sebagaimana dilansir Republika.

Panglima TNI menegaskan sebelum Sumpah Pemuda diikrarkan, mereka telah mengumandangkan perlunya persatuan dan kesatuan bangsa untuk mengusir para penjajah dari Tanah Air Indonesia.

“Indonesia merdeka dari penjajah zaman dahulu tidak lepas dari peran penting kiai, ulama dan santri,” ujarnya di hadapan kiai dan sekitar 7.000 santri serta 2.000 alumni Ponpes An Nur 2 Al Murtadlo.

Terkait kompetisi global, Gatot menilai persaingan antar negara muncul sebagai akibat semakin menipisnya energi fosil. Sedangkan pertumbuhan penduduk yang terjadi sangat pesat. Dan bumi sebagai tempat tinggal tidak bertambah luas bahkan semakin sempit karena pemanasan global.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, diprediksi sekitar tahun 2043 semua penduduk di dunia bakal mencari pangan di negara-negara ekuator seperti di kawasan Amerika Latin, Asia Tengah dan Asia Tenggara. Salah satunya Indonesia yang dinilai subur dan memiliki sumber daya alam yang melimpah di antaranya air, pangan dan energi yang terbarukan.

“Inilah yang harus diantisipasi bangsa Indonesia karena kekayaan alamnya akan menjadi rebutan negara-negara asing. Jadi bangsa Indonesia harus siap menghadapi kenyataan ini karena salah satu negara di ekuator yang memiliki energi luar biasa besar,” ungkap Panglima TNI.

Usai acara Halal Bihalal, Panglima TNI melaksanakan peletakkan batu pertama renovasi Masjid An Nur. Ia juga meresmikan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning (STIKK).

Sadis, Pengungsi Suriah Ditahan lalu Disiksa Tentara Lebanon

BEIRUT (Jurnalislam.com) – Tentara Lebanon dilaporkan melakukan sejumlah penyiksaan terhadap tahanan pengungsi Suriah, empat di antaranya tewas dalam tahanan setelah mereka ditangkap dalam serangan massal di kamp-kamp dekat Arsal di perbatasan Suriah-Lebanon.

Keempat orang tersebut tewas setelah tampaknya menghabiskan beberapa hari dalam tahanan tentara Lebanon setelah penyerbuan tersebut, mendorong militer untuk membuka penyelidikan. Namun laporan forensik awal, yang dilihat oleh Middle East Eye, Senin (17/7/2017) mengatakan bahwa tidak ada bukti kekerasan terhadap tahanan tersebut dan keempat pria itu diduga meninggal karena sebab-sebab alamiah.

Tapi foto yang juga dilihat oleh Middle East Eye menunjukkan luka besar dan memar pada mayat tiga dari empat pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Mustafa Abdel-Kareem Absi, Anas Hussein al-Hsaikeh, Khalid Hussein Moulays, dan Othman Merhi Moulays.

Para korban dibiarkan terikat dengan borgol plastik selama beberapa hari, “sampai pada titik di mana hal itu menyebabkan kerusakan fisik yang ekstrem – pada kedua tangan dan kaki mereka”, kata seorang sumber resmi yang telah melihat mayat tersebut sebelum penguburan mereka pada 11 Juli.

Sumber tersebut mengatakan kepada MEE bahwa luka dalam mayat adalah indikator penyiksaan yang jelas.

“Ada juga luka di sekujur tubuh mereka – di bahu, lengan, lutut – terutama di lutut. Orang-orang yang ditahan dan dilepaskan mengatakan kepada saya bahwa mereka juga disiksa.”

Sumber yang tidak dapat disebutkan namanya karena alasan keamanan, mempertanyakan versi resmi tentara, yang menyebutkan korban meninggal karena serangan jantung dan stroke akibat cuaca.

“Bagaimana bisa [laporan kematian tentara] berulang kali mengatakan bahwa sama sekali tidak ada kekerasan? Bagaimana mungkin seorang dokter mengatakan bahwa tidak ada bukti kekerasan sama sekali?” Kata sumber tersebut. “Jelas ada luka di kepala yang menyebabkan perdarahan.”

Sumber kedua dengan pengalaman ekstensif untuk memeriksa gambar korban penyiksaan mengatakan bahwa gambar tersebut menunjukkan “cukup bukti tentang tanda-tanda penyiksaan yang jelas”.

“Ini tidak diragukan lagi, ada tanda ketegangan dan trauma pada pergelangan tangan, yang bisa mengindikasikan bahwa korban digantung di pergelangan tangannya, dengan gravitasi,” kata sumber tersebut.

“Tidak mungkin ini hanya tanda borgol tangan biasa, tingkat trauma dan tekanan dengan jelas menunjukkan bahwa korban digantung di tangan mereka.”

“Kita juga bisa melihat trauma bulat yang intens di perut dan punggung bagian bawah, yang bukan tanda-tanda jatuh. Jika seseorang jatuh, trauma ada di kaki dan tangan, bukan di perut bagian tengah.”

Orang-orang yang dekat dengan korban tewas tersebut juga mengatakan bahwa mereka bingung dengan versi kejadian tentara.

“Tidak ada kondisi kesehatan yang buruk sebelumnya,” kerabat salah satu korban memberi tahu MEE, yang berbagi foto penguburan tersebut.

“Dia 100 persen sehat.”

Ketika ditanya apakah mereka mengira almarhum telah disiksa, kerabat tersebut berkata: “Tuhan tahu yang terbaik … tapi gambarnya berbicara sendiri.”

Seorang sumber medis dari sebuah rumah sakit di Arsal mengatakan salah satu korban tewas juga seorang petugas medis, yang tidak tinggal di kamp tersebut.

“Dia adalah ahli anestesiologi,” kata sumber tersebut kepada MEE. “Ketika [tentara] menyatakan bahwa kondisi kesehatan dia sudah buruk sebelumnya, kami terkejut karena tidak demikian, dia meninggal padahal dia sehat.”

Pengacara yang mewakili keluarga tiga orang tersebut memperoleh izin untuk melakukan penilaian independen atas mayat tersebut. Namun, intelijen militer melakukan intervensi dan menyita sampel forensik sebelum mereka menilai.

“Kami tidak yakin bahwa laporan awal [dari petugas yang ditunjuk militer] itu akurat,” kata Wissam Tarif, seorang pengacara yang mewakili tiga keluarga tersebut.

Pejabat Intelijen: Hacker UEA Dalang Isu Qatar

DOHA (Jurnalislam.com) – Uni Emirat Arab (UEA) berada di belakang serangkaian hacks yang memicu perselisihan regional dan mengisolasi Qatar dari tetangganya, menurut sebuah laporan media hari Ahad, lansir Anadolu Agency Senin (17/7/2017).

Abu Dhabi mengatur serangan cyber, memburu situs berita dan media sosial Qatar “untuk mengirim kutipan palsu emir Qatar, Sheikh Tamim Bin Hamad al-Thani”, Washington Post melaporkan berdasarkan informasi yang diucapkan oleh anonim Pejabat intelijen AS.

Serangan cyber ini akhirnya menghasilkan perpecahan dalam hubungan antara Doha dan lima tetangganya di Teluk Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Sejak 5 Juni, Qatar berada di bawah blokade darat, laut dan udara yang diberlakukan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain dan Yaman, yang menuduh Doha mendukung terorisme.

Serangan tersebut terjadi hampir dua pekan sebelumnya, yaitu pada 24 Mei, sehari setelah pejabat senior Emirati diduga mendiskusikan rencana tersebut.

Laporan yang diretas tersebut mengatakan bahwa amir Qatar menyebut Iran sebagai “kekuatan Islam”, dan melontarkan pujian terhadap organisasi Hamas di Palestina, di antara klaim kontroversial lainnya.

Komentar tersebut mendorong pemblokiran yang dipimpin Saudi untuk melarang semua media Qatar sebelum akhirnya memutuskan hubungan dengan Doha.

Abu Dhabi membantah tuduhan tersebut. Utusannya di Washington dalam sebuah pernyataan menyebut kisah Washington Post tersebut “salah”.

“UEA tidak memiliki peran apa pun dalam dugaan hacking yang dijelaskan dalam artikel tersebut,” menurut pernyataan itu.

Sepanjang krisis Presiden Donald Trump dan Gedung Putih berselisih dengan Departemen Luar Negeri yang dipimpin oleh Rex Tillerson yang menekankan perlunya kompromi dan mengatakan bahwa krisis tersebut dapat mengganggu upaya anti-IS.

Trump berpihak pada Riyadh dan sekutunya, menyebut Qatar sebagai pendukung terorisme “tingkat tinggi”.

Ustadz Zaitun Rasmin Optimis Persatuan Umat Akan Terwujud

PADANG (Jurnalislam.com) – Ketua Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN, Ustadz Zaitun Rasmin menyatakan, persatuan merupakan suatu yang sangat penting dalam ajaran Islam dan juga menjadi salah satu kebutuhan manusia dalam hidup.

Karena itu, Multaqo Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika yang berlangsung di Kota Padang saat ini kembali mengangkat tema tentang persatuan umat.

“Persatuan ini dibutuhkan di Indonesia, Asean, termasuk dunia Arab,” ungkapnya kepada Islamic News Agency (INA) di Hotel Grand Inna, Padang, Senin (17/07/2017).

Baca juga: Anies Baswedan Bangga Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Ulama dan Dai Internasional

Ia mengungkapkan, walaupun terdapat perbedaan dan ancaman perpecahan, seperti yang terjadi di negara-negara Arab sekarang. Selama semua pihak mau untuk duduk bersama dan berkomunikasi, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini yakin persatuan umat bisa diwujudkan.

“Sebab, sebetulnya memang kunci persatuan ini adalah duduk bareng dan komunikasi. Selama ini kita lakukan dengan niat yang baik, insya Allah dapat terwujud persatuan itu,” jelasnya.

Terhadap perbedaan, Ustadz Zaitun mengajak, agar semua pihak saling memahami dan toleran.

Namun, sambungnya, jika ada yang perlu saling mengingatkan, menasihati, bahkan mengkritik. Hal ini juga perlu dibuka peluangnya, tentu tetap dengan cara-cara yang santun.

“Sehingga kemudian ini menjadi sinergi dan tidak kontra,” ungkapnya.

Baca juga: Ulama dan Dai Dunia Kumpul di Padang Bahas Persatuan Umat

Ustadz Zaitun mengaku, sangat optimis umat Islam dapat bersatu melalui acara seperti Pertemuan Ulama dan Dai Internasional saat ini. Dikarenakan peserta yang datang dari berbagai tempat dan latar belakang.

“Peserta pertemuan adalah para ulama dan da’i. Kalau mereka bersatu, insya Allah umat bersatu. Jadi kami sangat optimis,” tegasnya menutup.

Sebagaimana diketahui, Yayasan al-Manarah al-Islamiyah dan Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN bekerjasama dengan Pemerintah Kota Padang menyelenggarakan Pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika. Acara itu berlangsung hingga Kamis (20/07/2017) mendatang.

Reporter: Yahya G Nashrulloh/INA

AS Mulai Lancarkan Serangan Udara dan Artileri Sengit pada Benteng IS di Raqqa

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pemboman berat dan pertarungan sengit terus mengguncang kota Raqqa di Suriah, saat kelompok Islamic State (IS) mempertahankan benteng mereka dari pasukan yang didukung AS, Aljazeera melaporkan, Senin (17/7/2017).

Tembakan, serangan artileri serta serangan udara koalisi pimpinan agresor AS memenuhi udara di lingkungan Raqqa di daerah barat pada hari Senin, yang digambarkan kantor berita AFP sebagai hari terberat pemboman sampai saat ini.

Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS (the Syrian Democratic Forces-SDF) mengatakan bahwa 11 pasukan IS telah terbunuh dalam bentrokan tersebut sejak hari Ahad, sementara kantor berita Aamaq media resmi IS mengatakan bahwa 14 pejuang SDF tewas dalam pertempuran di Raqqa pada hari Ahad saja.

Saat pertempuran berlanjut, asap hitam tebal menghiasi cakrawala kota bersama rumah beton yang dibom dan menara mesjid yang rusak.

“Pasukan Amerika sedang melakukan pemboman dengan mortir,” kata seorang pasukan SDF kepada AFP setelah serangkaian ledakan di dekat garis depan di Raqqa barat.

Kelompok pimpinan Kurdi telah menekan sebuah operasi untuk merebut benteng IS sejak tahun lalu dengan dukungan serangan udara koalisi dan dukungan persenjataan artileri Marinir AS.

AFP melaporkan bahwa pasukan koalisi AS yang berada pada posisi bersama dengan pasukan SDF, di pinggiran kota Jazra di pinggiran barat kota, telah menembakkan artileri ke arah pos IS yang lebih dalam di dalam Raqqa.

“Operasi terus berlanjut, namun ada banyak bentrokan sengit,” kata seorang jurubicara SDF bernama Ahmed, berbicara di kota Ain Issa, 50km utara Raqqa.

“Kami mengambil langkah-langkah mantap dan hati-hati. Yang penting bagi kami bukanlah kecepatan, tapi membebaskan warga sipil dan menyingkirkan Daesh (IS).”

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Britain-based Syrian Observatory Observatory for Human Rights -SOHR) yang berbasis di Inggris juga melaporkan kondisi di lingkungan barat daya Kota Tua, menambahkan bahwa sekitar 35 persen Raqqa sekarang berada di bawah kendali SDF.

Gerakan di dalam Raqqa telah terhambat oleh banyaknya ranjau, yang memperlambat pejuang SDF dan juga memiliki konsekuensi buruk bagi warga sipil yang mencoba melarikan diri.

Intensifikasi pertempuran terjadi sepekan setelah pasukan Irak mengumumkan kemenangan melawan IS di kota Mosul, Irak, benteng terbesar mereka.

Hilangnya Raqqa akan menimbulkan pukulan besar bagi IS, namun kelompok tersebut masih memiliki wilayah luas di provinsi timur Suriah, Deir Az Zour, yang berbatasan dengan Irak.

Kantor berita Hawar yang dikuasai Kurdi mengatakan sekitar 180 warga sipil dapat melarikan diri dari wilayah yang dikuasai IS, sementara Observatorium mengatakan jumlahnya ratusan.

Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan bahwa warga sipil melarikan diri dari distrik-distrik yang dikuasai IS.

“Kapan pun ada jeda dalam pertempuran, mereka pergi ke daerah yang dikuasai SDF,” katanya.

SDF di akun media sosialnya mengatakan pada hari Senin bahwa pasukannya “berhasil membebaskan sekitar 500 warga sipil yang terjebak di dalam wilayah Al-Daraiya dan Al-Tayar, serta 150 lainnya dari Kota Tua” di dalam Raqqa.

PBB memperkirakan bahwa hingga 50.000 warga sipil masih tetap terjebak di dalam kota, turun dari sekitar 100.000 orang pada akhir Juni.

SDF memulai sebuah operasi untuk merebut Raqqa pada bulan November 2016 dan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengambil wilayah di sekitar kota sebelum akhirnya memasukinya.

Lebih dari 330.000 orang terbunuh di Suriah sejak konflik dimulai dengan demonstrasi anti-pemerintah pada Maret 2011.