Berita Terkini

Gelar Teatrikal Perjuangan, Yayasan Al Furqan Jember : “Kemerdekaan Karena Jasa Umat Islam”

JEMBER (Jurnalislam.com) – Sebagai bentuk syukur atas nikmat 72 tahun kemerdekaan, yayasan Al Furqan Jember gelar teatrikal bertajuk “Perjuangan Yang Harus Dilanjutkan”, Kamis (17/08/2017) di kompleks SMA-SMK Al Furqan Kampus Kebonsari Jember.

Teatrikal yang melibatkan para guru dan murid itu mengangkat kisah 4 tokoh yang mewaki sosok ulama dan pejuang yakni Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Bung Tomo dan Jenderal Sudirman. Inspektur upacara dalam acara tersebut, Hadi Basuni, S.Pd menegaskan bahwa Kemerdekaan Bangsa adalah jasa Umat Islam. Lanjutnya, motivasi terbesar perjuangan mereka adalah sebagai sebaik-baik ibadah untuk mencari ridho Allah.

“Kemerdekaan yang diraih bangsa ini bukan hadiah dari penjajah, tapi buah doa dan ibadah para pejuang muslim negeri ini” tegasnya sembari menunggang kuda mengelingi para peserta” ujar Basuni yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMA Al Furqan.

Tambahnya, kewajiban generasi pelanjut adalah mengisi dan melanjutkan perjuangan mereka dengan berbagai pembuktian diri yang bernilai prestasi dan ibadah yang diridhai Allah. Sejumlah tokoh masyarakat dan wali murid yang hadir merasa terkesan dengan teatrikal yang ditampilkan oleh kolaborasi guru dan murid dari Yayasan Al Furqan.

“Sukses untuk Al Furqan. Masya Allah saya serasa berada di zaman ke empat tokoh itu. Mengharukan melihat perjuangan mereka. Semoga bangsa ini tidak melupakan jasa ulama dan pejuang” ujar Sugiono warga sekitar Al Furqan yang hadir dalam acara tersebut.

reporter : Budi

Case of Alfian Tanjung, Al Khaththath Reminds President Jokowi Dont Criminalize

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Secretary General of Islamic Forum (FUI) who also had time in prison for alleged treason which until now has not been proven, Ustadz Muhammad Al Khaththath came to Surabaya to give moral support to anti-communist activist Ustadz Alfian Tanjung who Entangled case.

He reminded President Joko Widodo not to play with fire by criminalizing Islamic clerics, activists and organizations.

“I am confronting in this case Mr. Jokowi as the President of the Republic of Indonesia is not playing in terms of criminalization of scholars who will have a bad impact and cause tension between the ummah of Islam with the government,” Ustadz Al Khaththath told Journalislam.com, Wednesday (16/08/2017) .

Al Khaththath strongly believes that the cleric Alfian Tanjung is not as alleged in the trial indictment. According to him, no criminal acts committed ustadz Alfian Tanjung.

“My arrival is to give moral support to Ustadz Alfian Tanjung, I believe he did not commit a crime,” said ustadz Al Khaththath

Not to forget, Al Khaththath asked the Muslims to pray for the condition of the nation getting better and the problems that befell the Muslim scholars and activists immediately resolved.

The case of Ustadz Alfian originated from the report of a Surabaya resident named Sudjatmiko dated 11 April 2017 in East Java Police who accused the content of lectures at Masjid Mujahidin Surabaya contained elements of hate speech against the PKI and Ahok. Ust. Alfian was accused of Article 16 Jo. Article 4 letter b number 2 of Law no. 40 of 2008 on the Elimination of Racial and Ethnic Discrimination and or Article 156 of the Criminal Code.

Translator: Taznim

Attend the Inaugural Session, Ustadz Alfian Tanjung Handcuffed and Wearing Prisoners Vest

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Anti-communism activist Ustadz Alfian Tanjung underwent the first indictment hearing with the case number 2320 / pid.sus / 2017 / PN.SBY. At the Cakra Room of the Surabaya District Court, Wednesday (8/16/2017).

Monitoring Jurnalislam.com at the location of the Cakra Chamber of the District Court of Surabaya, cleric Alfian Tanjung came handcuffed wearing a prisoner uniform, to which the mass growled.

Hundreds of masses of Muslim elements have come since morning and filled the courtroom to give support to the cleric Alfian Tanjung.

They assume that what is accused to the cleric Alfian Tanjung is not correct and is a criminalization. Ustadz Alfian entered the courtroom at 10:35 am was greeted by Takbir excerpts from hundreds of masses of Muslims present.

The case of Ustadz Alfian originated from the report of a Surabaya resident named Sudjatmiko dated 11 April 2017 in East Java Police who accused the content of lectures at Masjid Mujahidin Surabaya contained elements of hate speech against the PKI and Ahok. Ust. Alfian was accused of Article 16 Jo. Article 4 letter b number 2 of Law no. 40 of 2008 on the Elimination of Racial and Ethnic Discrimination and or Article 156 of the Criminal Code.

Translator: Taznim

Live Trial Indictment Prime: Ustadz Alfian Tanjung Says

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Anti-communism activist Ustadz Alfian Tanjung undergoes the first trial case number 2320 / pid.sus / 2017 / PN.SBY. At the Cakra Room of the Surabaya District Court, Wednesday (8/16/2017).

The first hearing was chaired by Judge Dedi Fardiman and was attended by hundreds of Islamic elements and 26 of the 112 lawyers. Facing the inaugural session, ustadz Alfian Tanjung admitted ready to undergo the legal process.

“Today is a historic thing in my life. This is a process that must be passed and I will live well and coordinate with my team, “said cleric Alfian Tanjung in front of the Panel of Judges.

As is known, the case that happened to ustadz Alfian begins from a report of a Surabaya citizen named Sudjatmiko dated April 11, 2017 in East Java Police who accused the content of lectures at the mosque Mujahidin Surabaya contains elements of hatred against Ahok and PKI. Finally, cleric Alfian Tanjung thrown into prison and just undergo the first trial on Wednesday (16/8).

Ustadz Alfian was charged with Article 16 Jo. Article 4 letter b number 2 of Law no. 40 of 2008 on the Elimination of Racial and Ethnic Discrimination and or Article 156 of the Criminal Code. The hearing will be postponed until next Wednesday at 10 am with the agenda of submitting the objection note from the defendant and the legal counsel.

Translator: Taznim

Demi Keadilan, LUIS Desak Polisi Segera Rampungkan Kasus Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mendatangi Mapolres Klaten untuk mencari tahu perkembangan proses penyidikan kasus Siyono, Jumat (18/8/2017) pagi ini.

Rombongan yang terdiri dari Edi Lukito, Ibnu Nugroho dan Endro Sudarsono diterima Kanit 1 Reskrim Iptu Andi dan beberapa staf di ruang Reskrim Polres Klaten.

Endro menjelaskan, berdasarkan laporan Polisi No. LP/B/154/V/2016/JATENG/RES.KLT tanggal 15 Mei 2016, sudah 20 bulan lebih proses hukum kematian Siyono berjalan di Polres Klaten. Namun, belum ada perkembangan yang berarti. Untuk itu, LUIS mendesak Polres Klaten untuk segera menyelesaikan kasus ini secara hukum, dengan beberapa pertimbangan.

“Kematian Siyono tidak wajar, karena ada luka memar di bagian kaki dan patah tulang di bagian dada yang sudah dibuktikan oleh autopsi yang dilakukan oleh Komnas HAM dan Muhammadiyah,” terang Humas LUIS Endro Sudarsono pada Jurnalislam.com, Jum’at (18/8/2017).

Kendati dua anggota Densus 88 telah divonis bersalah dan mendapat sanksi internal berupa mutasi dan dibebastugaskan dari kesatuan Densus 88, namun menurut Endro hal itu belum cukup. Mengingat, kata dia, masih ada beberapa saksi yang belum diperiksa termasuk keluarga Siyono dan pelapor.

“Sudah ada putusan sidang kode etik Polri bahwa ada pelanggaran SOP saat penanganan Siyono dan yang bersangkutan sudah diberi sanksi, Beberapa saksi juga sudah diperiksa termasuk keluarga Siyono dan para terlapor,” paparnya.

“Harus ada kepastian hukum untuk kasus pidana apapun dan siapapun pelakunya, termasuk kasus kematian Siyono,” tandasnya.

Oleh sebab itu, demi terciptanya rasa keadailan di masyarakat LUIS berharap kepolisian segera menuntaskan kasus Siyono.

“Jika terdapat kesulitan dan kendala dalam mengungkap kasus kematian Siyono, kita meminta Kapolda Jateng bisa mengambil alih penanganan kasus ini guna penyidikan lebih lanjut,” kata Endro.

Serangan Mortir Pasukan PYD di Aleppo Bunuh dan Lukai Warga Sipil

MAREA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya satu warga sipil terbunuh dan lima lainnya luka-luka pada Rabu malam (16/8/2017) dalam serangan mortir oleh kelompok ekstremis PYD di provinsi Aleppo, Suriah utara, menurut sumber medis setempat.

Serangan tersebut menargetkan posisi oposisi di pinggiran kota Marea, Abdurrahman Hafiz, seorang dokter di rumah sakit utama Marea, kepada Anadolu Agency.

Menurut Hafiz, satu warga sipil terbunuh dalam serangan tersebut dan lima lainnya luka-luka.

PYD adalah afiliasi PKK dari Suriah, yang telah dicap sebagai kelompok teroris oleh Turki, dan Eropa.

Namun, meski diketahui hubungannya dengan terorisme, Washington memandang PYD sebagai sekutu yang layak untuk melawan kelompok teroris Daesh di Suriah.

Pada tahun 2015, PKK melanjutkan operasi kekerasannya melawan Turki dan sejak saat itu bertanggung jawab atas kematian sekitar 1.200 orang di seluruh negeri.

12.000 Pasukan di Pantai Barat Yaman Rebut Kembali Taiz dan Hudaydah dari Syiah Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan Perlawanan Populer di Yaman telah merebut kembali daerah-daerah kunci di sekitar basis Khalid Ibn al-Walid yang strategis di dekat pantai barat negara tersebut, Al Arabiya News Channel melaporkan, Kamis (17/8/2017).

Komandan lapangan Abdul Rahman al-Mahrami, komandan front pantai barat, mengatakan bahwa kekuatan perlawanan sekarang akan bergerak dalam dua arah pada tahap pertempuran berikutnya.

Satu kelompok diarahkan ke kota Taiz untuk mendukung Angkatan Darat Nasional Yaman, sementara yang kedua diarahkan ke Hudaydah, yang berada di bawah kendali milisi dan pemberontak Syiah Houthi yang setia kepada Ali Abdullah Saleh.

Komandan al-Mahrami mengatakan bahwa kekuatan pasukan perlawanan dan tentara nasional adalah 12.000 pejuang.

Dia menambahkan bahwa pertempuran yang sedang berlangsung dengan pemberontak Syiah Houthi terkonsentrasi di utara distrik Yakhtal, yang berjarak sekitar 25 km dari provinsi Mokha dan juga ke arah timur menuju distrik Moze dan Jisr al-Hamli.

Komandan tersebut mengatakan bahwa milisi Houthi dan Saleh bersikukuh untuk mengendalikan daerah pesisir. Daerah pantai barat dianggap sebagai salah satu arteri utama untuk memberikan bantuan militer.

HUT RI, Kodim 1608 Bima Gelar Doa Bersama 171717

BIMA (Jurnalislam.com) – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72, Komando Distrik Militer (KODIM) 1608 Bima menggelar Do’a Bersama dan Muroja’ah untuk kedamaian NKRI bertajuk Indonesia Lebih Kasih Sayang. Acara yang berlangsung pada kamis (17/8/2017) berlangsung di pondok pesantren Al-Husainy Kelurahan Monggonao, Kota Bima.

Komandan Kodim 1608 Bima, Letnan Kolonel Yudil Hendro mengatakan, kegiatan tersebut untuk menjalin silaturahim antar elemen bangsa dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” kata Yudil dalam sambutannya.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini kita semua bias berkumpul, bersilaturahim, kita berdoa bersama terhadap keinginan, tujuan, serta visi yang sama karena itu adalah harapan kita bersama, karena TNI itu tujuannya hanya satu yaitu bagaimana menjaga keutuhan NKRI.

Dengan silaturahim, kata dia, diharapkan segala permasalahan yang menimpa bangsa ini dapat diselesaikan dengan baik.

“Karena kalau kita sering bersilaturahim maka setiap ada masalah akan ada solusi dan jalan keluarnya,” paparnya.

Kegiatan peringatan HUT RI dengan menggelar doa bersama itu merupakan yang pertama kalinya. Panglima TNI, Jenderal Gatot Numantyo menginstruksikan bawahannya untuk menggelar doa bersama anak bangsa pada 171717 (tanggal 17 Agustus pukul 17 tahun 2017).

13 Orang Tewas dan 100 Terluka dalam Serangan Kelompok IS di Barcelona

BARCELONA (Jurnalislam.com) – Kelompok Islamic State (IS) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan di salah satu daerah wisata tersibuk di Barcelona, lansir Aljazeera, Kamis (17/8/2017).

Sedikitnya 13 orang tewas dan 100 lainnya cedera setelah sebuah van putih menabrak kerumunan pada sekitar pukul 5 sore waktu setempat (15:00 GMT) di area Las Ramblas yang ramai, seluas 1,2 kilometer yang penuh dengan toko-toko dan restoran dan biasanya penuh sesak dengan turis.

“Pelaku serangan Barcelona adalah tentara Islamic State,” media Amaq IS mengatakan pada akun messenger Telegram-nya, tanpa menyebutkan nama yang diklaim berada di balik serangan tersebut.

Amaq mengatakan bahwa IS meluncurkan serangan tersebut sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan negara-negara yang mengambil bagian dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat yang memerangi kelompok tersebut di Irak dan Suriah.

IS telah mengklaim beberapa serangan serupa di Eropa dalam satu tahun terakhir.

Serangan sore di kota Catalan timur laut itu merupakan yang paling mematikan di negara itu sejak tahun 2004, ketika seorang pembom yang terinspirasi al-Qaeda membunuh 192 orang dalam serangan terkoordinasi terhadap kereta komuter Madrid.

Polisi Spanyol menggambarkan kejadian tersebut sebagai “serangan teroris” dan menangkap dua orang. Mereka menolak laporan terdahulu tentang tersangka yang bersembunyi di sebuah bar di dekatnya.

Joaquim Forn, menteri dalam negeri Catalonia, mengkonfirmasi korban tewas di Twitter.

Ada kekhawatiran jumlah korban tewas bisa meningkat mengingat tingkat keparahan beberapa korban luka.

Sedikitnya satu warga negara Belgia – seorang wanita – termasuk di antara mereka yang terbunuh, kata menteri luar negeri Didier Reynders di Twitter.

Surat kabar El Pais mengatakan bahwa pengemudi kendaraan tersebut melarikan diri dengan berjalan kaki setelah serangan tersebut terjadi.

Masih belum jelas berapa banyak penyerang yang terlibat dalam insiden tersebut.

Warga telah diperingatkan untuk tidak bepergian ke Placa Catalunya.

Nafees Hamid, seorang saksi mata, mengatakan kepada Al Jazeera: “Ada helikopter di mana-mana dan polisi bersenjata bergegas ke daerah tersebut. Polisi telah menutup Las Ramblas.”

Dia menjelaskan melalui telepon bahwa kebanyakan orang mengindahkan peringatan polisi dan masuk ke dalam saat situasinya aktif.

Saksi lainnya berbicara tentang sebuah adegan pembantaian, dengan mayat-mayat bertebaran di sepanjang jalan raya sementara beberapa orang lari menyelamatkan diri.

“Ketika itu terjadi saya berlari keluar dan melihat kerusakan,” kata pekerja toko lokal Xavi Perez kepada AFP. “Ada mayat di lantai dengan orang-orang berkerumun di sekeliling mereka. Orang-orang menangis, ada banyak orang asing.”

Saksi Aamer Anwar mengatakan kepada televisi Inggris Sky News bahwa dia sedang berjalan di Las Ramblas, yang dia sebut “penuh sesak” dengan turis.

“Tiba-tiba saja, saya hanya mendengar suara menabrak dan seluruh orang di jalan mulai berlari, menjerit, saya melihat seorang wanita di sebelah saya menjerit kepada anak-anaknya.”

Video yang diposkan ke media sosial menunjukkan layanan darurat di lokasi kejadian.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan bahwa dia telah berhubungan dengan pihak berwenang, dan sedang dalam perjalanan ke kota tersebut.

Layanan darurat meminta Metro dan stasiun kereta api untuk ditutup, menurut laporan.

Serangan tersebut diduga dilakukan pada puncak musim turis di Barcelona, ​​yang merupakan salah satu tujuan perjalanan top Eropa dengan sedikitnya 11 juta pengunjung setahun.

Sementara itu, sebuah van kedua yang terkait dengan serangan tersebut ditemukan di kota kecil Vic di Catalonia, kata pihak berwenang setempat di Twitter.

Polisi kepolisian juga mengatakan seorang supir sebelumnya menabrak dua perwira di Barcelona, ​​namun belum jelas apakah kejadian ini terkait dengan serangan dini di Las Ramblas.

James Glancy, seorang konsultan pertahanan dan keamanan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ini merupakan tanda serangan terinspirasi dari IS.

“Apa yang mereka coba lakukan adalah mengkoordinasikan dan memperpanjang serangan untuk memaksimalkan perhatian media kepada mereka demi menarik basis rekrutmen dan memperbaiki pendanaan mereka,” katanya.

Glancy mengatakan bahwa, jika dikonfirmasi, ini merupakan serangan IS pertama di tanah Spanyol, namun pihak berwenang Spanyol terbiasa menangani serangan dari separatis Basque ETA dan pemboman al-Qaeda di Madrid tahun 2004.

“Tapi sangat sulit untuk menentukan kapan dan di mana serangan akan terjadi dan juga ada koordinasi yang pasti di seluruh Eropa dari sel IS yang berbeda,” katanya. “Yang jelas ini adalah serangan yang direncanakan dan memiliki efek yang mereka inginkan untuk mendapatkan perhatian media di sana dan membuat histeria dan ketakutan di Spanyol.”

Diego Muro, seorang Dosen Hubungan Internasional di Universitas St Andrews, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa meskipun IS telah mengklaim serangan ini, mereka mungkin tidak secara langsung mengatur atau mendalangi.

“Ada kemungkinan juga bahwa serangan tersebut terinspirasi oleh IS. Kedua kemungkinan harus ada di atas meja,” kata Muro.

Muro mengatakan bahwa, walaupun pasukan keamanan Spanyol pada umumnya sangat dihormati, sumber daya mereka terbatas sementara jumlah anggota kelompok “radikal” berkembang, dan pasukan keamanan tidak dapat menyediakan keamanan yang lengkap.

“Serangan seperti ini bergantung pada sedikit teknologi dan sedikit logistik.”

Politisi Anti-Muslim Australia Lakukan aksi Kenakan Burqa untuk Larangan Jilbab

SIDNEY (Jurnalislam.com) – Seorang senator Australia memprovokasi reaksi keras dari politisi dengan mengenakan jilbab di parlemen pada hari Kamis (17/8/2017) sebagai bagian dari kampanyenya untuk larangan nasional terhadap jilbab Islam.

Pauline Hanson, pemimpin partai One Nation yang anti-imigrasi, mengenakan pakaian hitam tertutup dari kepala hingga mata kaki selama lebih dari 10 menit lalu melepaskannya kemudian menjelaskan bahwa dia menginginkan pakaian seperti itu dilarang di tingkat nasional dengan alasan keamanan.

“Ada sebagian besar orang Australia yang ingin melihat pelarangan burqa,” kata Hanson, seorang penggemar vokal Presiden Donald Trump, saat para senator keberatan.

Jaksa Agung George Brandis mendapat tepuk tangan saat mengatakan bahwa pemerintahnya tidak akan melarang jilbab tersebut, dan mengecam Hanson atas “aksinya” yang menyinggung minoritas Muslim Australia.

“Menertawakan masyarakat itu, menyudutkannya, mengolok-olok pakaian religiusnya adalah hal yang mengerikan untuk dilakukan dan saya meminta Anda untuk merenungkan apa yang telah Anda lakukan,” kata Brandis.

Pemimpin Senat Oposisi Penny Wong mengatakan kepada Hanson: “Mengenakan pakaian religius sebagai tindakan iman yang tulus adalah satu hal; memakainya sebagai aksi di Senat adalah hal yang lain.”

Sam Dastyari, seorang senator oposisi dan seorang Muslim, mengatakan: “Kami telah melihat aksi di atas semua aksi di ruangan ini oleh Senator Hanson.

“Hampir 500.000 warga Muslim Australia tidak layak menjadi sasaran, tidak pantas dipinggirkan, tidak pantas diejek, tidak pantas jika kepercayaan mereka dijadikan beberapa poin politik oleh pemimpin partai politik yang putus asa.”

Presiden Senat Stephen Parry mengatakan bahwa identitas Hanson telah dikonfirmasi sebelum dia memasuki ruangan tersebut. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak akan mendikte standar pakaian dalam ruangan tersebut.

Greg Barton, seorang profesor politik Islam global di Deakin University, mengatakan bahwa seruan Hanson untuk melarang jilbab hanya mendapat sedikit dukungan dari masyarakat.

“Pauline Henson memiliki catatan panjang yang kejam tentang orang-orang Asia, imigran dan penduduk asli Australia dan ini hanya serangan kecil. Untungnya dia tidak berbicara untuk sebagian besar orang Australia,” Barton mengatakan kepada Al Jazeera.

“Tapi dia punya teman tiga senator di majelis tinggi dan itu merupakan hal yang penting dan tidak bisa diabaikan,” tambahnya.

Gedung Parlemen secara singkat mengucilkan wanita yang mengenakan penutup wajah pada tahun 2014.

Departemen yang menjalankan Parliament House mengatakan bahwa “orang-orang dengan penutup wajah” tidak akan diizinkan lagi di galeri umum terbuka gedung tersebut.

Sebagai gantinya, mereka diarahkan ke galeri yang biasanya disediakan untuk anak-anak sekolah yang bising, di mana mereka bisa duduk di belakang kaca kedap suara.

Kebijakan tersebut dicap sebagai “larangan burqa” dan dikecam secara luas sebagai pemisah bagi wanita Muslim, dan juga berpotensi pelanggaran hukum anti-diskriminasi.

Pejabat mengalah, dan mengizinkan orang-orang mengenakan penutup wajah di semua area umum Gedung Parlemen setelah penutup wajahnya dilepas sementara di pintu depan bangunan sehingga staf bisa memeriksa identitas pengunjung.

Alasan di balik pemisahan tersebut tidak pernah dijelaskan, namun tampaknya dipicu oleh desas-desus di radio Sydney bahwa para pria dengan mengenakan burqa merencanakan demonstrasi anti-Muslim di Gedung Parlemen.