Jum'at, 15 Rabi'ul Awwal 1448 / 28 Agustus 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Serangan Bom Hantam Hotel Presiden Somalia, Puluhan Tewas

29 Okt 2017 09:05:38
Serangan Bom Hantam Hotel Presiden Somalia, Puluhan Tewas

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 10 orang tewas dalam sebuah pemboman mobil ganda di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu (28/10/2017) yang masih terguncang akibat serangan besar-besaran yang menyebabkan ratusan orang meninggal awal bulan ini.

Seorang pembom mobil pertama-tama memasuki sebuah hotel di mana Presiden Mohamed Abdullahi Farmajo dijadwalkan mengadakan pertemuan pada hari Sabtu, disusul oleh sebuah pemboman mobil di dekat bekas gedung parlemen.

Mohamed Ahmed, seorang sopir tuk-tuk yang sedang mengendarai mobilnya di hotel Nasa-Hablod pada saat serangan tersebut, mengatakan bahwa dia “melihat sebuah mobil meledak di pintu gerbang hotel. Saya tidak tahu kemana dua penumpang saya pergi.”

Dia menambahkan, “Saya tidak tahu apakah mereka mati atau hidup, tapi saya melihat empat mayat.”

Al Shabaab Serang Pangkalan Militer Somalia, 26 Pasukan Tewas

Al-Shabab telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, menurut Mohammed Adow dari Al Jazeera.

Koresponden kami, yang melaporkan dari Nairobi, Kenya, mengatakan sedikitnya tiga orang bersenjata al-Shabab masuk ke hotel Nasa-Hablod setelah pemboman mobil, namun mereka telah dilumpuhkan oleh pasukan keamanan Somalia.

“Kami bisa memastikan bahwa presiden tidak berada di hotel pada saat serangan,” katanya.

Farmajo dijadwalkan bertemu dengan presiden lima republik federal Somalia di hotel nanti malam, katanya.

“Petugas penyelamat mengatakan jumlah korban tewas bisa jauh lebih tinggi. Mereka telah menemukan begitu banyak mayat dari hotel,” katanya, mengutip saksi yang melaporkan bahwa para pejuang al-Shabab melemparkan granat ke dalam hotel.

Beberapa bangunan di dekat hotel juga roboh, menjebak orang-orang di bawah reruntuhan.

Menurut perhitungan Al Jazeera, sejak awal tahun ini, lebih dari 20 ledakan telah menargetkan Mogadishu, menewaskan sedikitnya 500 orang dan melukai lebih dari 630 orang.

Korban Tewas Serangan Bom di Somalia Meningkat, Menjadi 276 Orang

Sebuah ledakan di pinggir jalan menabrak sebuah minibus yang membawa penumpang, 36 km di selatan Mogadishu, pada 22 Oktober, menewaskan sedikitnya 11 orang.

Serangan dahsyat pada 14 Oktober menyebabkan sedikitnya 358 orang tewas dan lebih dari 400 lainnya cedera.

Pemerintah Somalia menuduh ledakan 14 Oktober dilakukan al-Shabab, namun tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Kategori : Internasional

Tags : al shabab somalia

Prihatin Atas Krisis Nasional, Forum Gerakan Mahasiswa Islam Dideklarasikan

28 Okt 2017 23:29:01
Prihatin Atas Krisis Nasional, Forum Gerakan Mahasiswa Islam Dideklarasikan

MALANG (Jurnalislam.com) – Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, sejumlah mahasiswa Islam dari berbagai Universitas di Indonesia mendeklarasikan Forum Gerakan Mahasiswa Islam (FORMASALAM) di Aula Kampus Magistra Utama Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/10/2017).

Dalam siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, gerakan ini lahir atas dasar krisis nasional yang membuat Indonesia bergeser dari khittah para pendirinya.

Berikut Siaran pers Deklarasi Forum Gerakan Mahasiswa Islam (Formasalam) selengkapnya;

Hari ini Negeri titipan sang Rahman ini sedang mengalalami krisis Nasional, sehingga negeri ini sudah jauh bergeser dari Khittah para pendiri negeri ini, Agama kita menerangkan tatkala suatu urusan diberikan kepada yang bukan ahlinya maka tunggu kehancurannya.

Berangkat dari persoalan diatas yang melanda negeri ini kami sebagai Mahasiswa Muslim memilki kewajiban tanggung jawab sosial serta moral untuk kembali menegaskan serta menajamkan peran kami sebagai mahasiswa muslim untuk terlibat memeberikan solusi kongkrIt bagi penyelesaian persoalan tersebut.

Maka dari itu, dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahim dilandasi pada kepedulian yang mendalam terhadap krisis nasional dan berbagai permasalahan yang mendera Negeri ini, serta terhadap penderitaan umat yang masih terus berlangsung, dan didorong dengan niat Ikhlas untuk merawat negeri ini, melakukan ikhtiar gerakan untuk proses perbaikan dan perubahan Negeri ini, maka kami segenap mahasiswa Muslim yang berkumpul ditempat ini mendeklarasikan lahirnya Forum Gerakan Mahasiswa Islam yang kami singkat dengan Formasalam, selanjutnya Formsalam menegaskan diri sebagai :

  1. Gerakan organisasi yang bersifat Independen yang tidak terafiliasi dengan gerakan serta kepentingan pragmatis apapun,
  2. Mengkader para mahasiswa/I menjadi Agent of Change yang Religius dan berintegritas.
  3. Lahirnya Formasalam adalah bagian dari Ikhtiar gerakan Kami untuk menjawab krisis kepemimpinan Nasional.
  4. Berkontribusi dalam memperbaiki dekadensi moral yang mendera generasi bangsa.
  5. Melahirkan Kader Mahasiswa yang Memiliki Intelektual serta idealisme tinggi sehingga mampu menjadi batu bata peradaban untuk menyongsong fajar kejayaan islam yang segera dalam genggaman.
  6. Menjadi bagian tak terpisahkan dari Rakyat dan akan tetap berikhtiar untuk memberikan yang terbaik bagi agama, bangsa serta rakyat negeri ini.
Kategori : Nasional

Tags : formasalam forum gerakan mahasiswa islam

Muhamad Wafiq: Kami Akan Tetap Menyuarakan Suara Rakyat

28 Okt 2017 23:10:54
Muhamad Wafiq: Kami Akan Tetap Menyuarakan Suara Rakyat

MALANG (Jurnalislam.com) – Aksi evaluasi 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK di depan Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat (20/10) berbuntut penangkapan beberapa mahasiswa. Diantara mereka ada yang masih ditahan, dan ada yang sudah dibebaskan. Salah satunya Muhammad Wafiq, mahasiswa angkatan 2014 dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

Kepada Jurnalislam.com, Waqif mencoba menceritakan kembali kronologis penangkapan dirinya.

“Ada instruksi untuk bertahan sampai kita dapat bertemu presiden Jokowi, ketika jam 11, kondisinya sudah mencekam, dan di berbagai sisi kita dikepung oleh aparat kepolisian saat itu,” ungkapnya di depan Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Sabtu (28/10/2017).

“Kemudian waktu itu instruksinya kurang jelas, apakah kita tetap bertahan waktu itu, atau pergi. Instruksi awalnya kita tetap duduk disitu, tetapi dari polisi memaksa kita untuk membubarkan barisan, karena barisan mahasiswa menutup akses jalan di depan Istana,” sambungnya.

Awal mula penangkapan, lanjut Wafiq, ketika aparat kepolisian mulai menekan massa yang membuat barisan massa menjadi terpecah. Disitulah aparat menangkapi mahasiswa yang terpisah dari barisannya.

“Sejumlah mahasiswa pergi keluar barisan. Mahasiswa yang pergi dikejar dan ditangkap, termasuk saya. Ada polisi yang mengatakan, kalau tidak mau ditangkap, dilepas saja jas almamaternya,” paparnya.

Kendati jas almamaternya sudah dilepas, namun Wafiq tetap ditangkap dan ditetapkan sebagai salah satu tersangka karena dituding sebagai provokator.

“Jas almamater sudah saya lepas dan saya taruh di tas, kemudian saya jelan bersama teman dari Brawijaya, pas jalan itulah kami bertemu salah seorang polisi dan mengatakan kepada temannya, bahwa saya ini salah satu korlap aksi tadi. Akhirnya polisi tadi bersama temannya menangkap saya, teman saya berusaha membebaskan dari penangkapan itu, tetapi dia akhirnya ikut ditangkap,” paparnya lagi.

Saat ini, Muhamad Wafiq dan temannya dari Universitas Brawijaya sudah dibebaskan. Tetapi status tersangka masih melekat pada keduanya. Wafiq bersama temannya dikenakan wajib lapor setiap minggunya.

Meski demikian, kejadian itu tidak membuat Wafiq patah arang untuk membela kebenaran. Ia bertekad untuk terus menyuarakan kebenaran.

“Selama saya masih menjadi mahasiswa, kami akan tetap menyuarakan suara mahasiswa dan rakyat,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : evaluasi tiga tahun jokowi muhammad wafiq penangkapan mahasiswa

Senjata Makan Tuan, Ketika Perppu Ormas Diundangkan

28 Okt 2017 21:12:30
Senjata Makan Tuan, Ketika Perppu Ormas Diundangkan
Oleh: AB Latif | Direktur Indopolitik Watch
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang atau Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasai Kemasyarakatan telah disahkan menjadi Undang – Undang melalui rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat. Pengesahan itu disepakati lewat mekanisme voting setelah upaya musyawarah mufakat tak tercapai. Tercatat tujuh fraksi menyetujui pengesahan Perppu tersebut, diantara fraksi itu adalah PDIP, Golkar, Demokrat, PKB, PPP, NasDem, dan Hanura. Sementara tiga fraksi lainnya, yakni Gerindra, PAN dan PKS tetap konsisten menolak Perppu tersebut.
Kita tahu bahwa sejak awal terbitnya Perppu ini telah menimbulkan pelemik yang luar biasa. Dan kita bisa lihat sendiri sebelum diundangkannya saja telah memakan banyak korban, baik pembubaran ormas, kriminalisasi ulama’ dan banyak persekusi. Yang dengan berbagai polemik ini menimbulkan gelombang penolakan yang luar biasa dari berbagai ormas dan elemen masyarakat baik ditingkat daerah maupun berskala nasional. Artinya Perppu ini telah ditolak rakyat sejak awal. Kalau rakyat sudah menolak dan ternyata oleh wakil rakyat mengesahkannya, ini menunjukkan bahwa sebenarnya DPR bukanlah wakil rakyat, tetapi wakil dari kepentingan para capital dan pemodal baik asing maupun aseng. Inilah fakta yang sebenarnya terjadi. Slogan demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat sebenarnya adalah omong kosong yang tidak ada faktanya. Yang ada sekarang adalah dari rakyat untuk kepentingan partai, golongan, kelompok dan para pemodal.
Sudah menjadi rahasia umum ditengah masyarakat, bahwa inti dari terbitnya Perppu ini adalah sebagai alat atau sarana untuk menghantam musuh-musuh politik yang dinilai berseberangan atau tidak sejalan dengan kepentingan politik rezim. Harapan yang ingin dicapai dari Perppu ini adalah untuk menghadang lawan politik dan bahkan menyingkirkan partai, kelompok, atau ormas yang akan menjadi rival/penghalang tujuan politik rezim serta untuk melindungi kepentingan saat Pemilu 2019. Tapi kalau kita analisa dengan jernih justru Perppu inilah yang akan menghancurkan kepentingannya dimasa yang akan datang.
Sungguh mereka nanti akan melihat dan faham bahwa Perppu ini, yang kini menjadi senjata dan sarana untuk menikam lawan politik akan berbalik arah menjadi senjata yang akan menghancurkannya. Dengan di Undangkanya Perppu ini, suatu hari nanti akan menjadi bencana bagi partai pendukungnya, lebih-lebih rezim Jokowi-Jusuf. Bunuh diri politik istilah yang tepat bagi partai pendukung Perppu ini. Bom waktu ini pasti akan terjadi. Faktanya bisa dianalisa dari sekarang.
Seruan para ulama’ dan tokoh masyarakat kini semakin kuat. Juga fatwa haram memilih partai pendukung Perppu kini semakin besar. Bahkan kekecewaan umat yang saat ini tidak tertampung, suatu saatnya nanti akan menjadi bom waktu tersendiri. Seruan ulama’ inilah yang akan menjadi gelombang yang amat besar untuk menggulung siapa saja yang menghadangnya. Belum lagi kekecewaan rakyat akibat kebijakan dzolim seperti mahalnya Listrik, BBM, dan sulitnya mencari pekerjaan bagi pribumi. Belum lagi kekecewaan dari kalangan mahasiswa yang sebagian dari teman mereka kini menjadi tersangka, padahal mereka bukanlah pelaku kriminal. Begitu juga kekecewaan dari kalangan buruh yang kecewa dengan kebijakan UMR dan hilangnya pesangon serta banyaknya serbuan tenaga kerja asal China. Dan bahkan kini kekuatan dan dominasi China di negeri ini semakin kuat yang mengakibatkan terpinggirkannya kaum pribumi. Sungguh berbagai kekecewaan ini akan terakumulasi dan bisa menjadi gelombang revolusi. Artinya revolusi pasti akan terjadi dan tak akan terbendung lagi.
Bahaya Perppu ini tidak hanya mengancam ormas yang diklaim radikal, anti Pancasila dan lain-lain. Tapi justru Perppu ini sendiri yang akan mengancam eksistensi Rezim dan partai pendukungnya. Mereka akan menjadi musuh rakyat selama-lamanya. Boleh jadi sekarang mereka bersuka cita dan berpesta serta bangga dengan kemenangan yang diraihnya, tapi kedepan akan menjadi penyesalan yang tiada obatnya.
Masih ingatkah kita pada sebuah peribahasa yang sudah sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia ini. Yaitu peribahasa “senjata makan tuan”. Arti dari peribahasa ini adalah “ niat hati ingin mencelakakan orang lain dengan sesuatu sarana atau alat tapi ternyata sarana atau alat itu berbalik mengenai dirinya sendiri”. Inilah mungkin akan terjadi. Hari ini mereka menjadikan Perppu ini sebagai senjata untuk menghabisi musuh-musuh politiknya, menjadikan kendaraan yang akan mengantarkannya pada kepentingannya, menjadikan tameng untuk berlindung dibelakangnya. Tapi jauh kedepan justru Perppu inilah yang akan menghancurkannya.
Harapan rezim untuk bertahan 2 periode kini semakin menipis. Tingkat kepercayaan rakyat kini telah terkikis habis, yang berakibat hilangnya harapan untuk bertahan di 2019. Memang sungguh delematis bagi beberapa partai dan anggota dewan. Ketika diundangkan mereka akan dikecam rakyat, jika tidak diundangkan mereka akan digigit naga. Karena kita tahu semua bahwa dibalik Perppu ini ada Sembilan naga yang bermain cantik. Mereka memanfaatkan cukong-cukong mereka untuk melindungi kepentingannya. Akankah analisa ini mengandung kebenaran ? marilah kita lihat peristiwa-perisiwa yang akan terjadi berikutnya.
Kategori : Opini

Tags : perppu ormas tolak perppu ormas

Sumpah Pemuda, Mahasiswa Solo: ‘Tolak Rezim Represif Penangkap Aktivis Kritis’

28 Okt 2017 17:37:58
Sumpah Pemuda, Mahasiswa Solo: ‘Tolak Rezim Represif Penangkap Aktivis Kritis’

SOLO (Jurnalislam.com) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam, Aliansi Mahasiswa Solo (AMS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polresta Surakarta, jalan Adi Sucipto No.2 Manahan, Solo, Sabtu (28/10/2017). Aksi dihari sumpah pemuda ini menolak tindak represif aparatur pemerintah terhadap kebebasan berpendapat.

“Pembungkaman yang terjadi hari ini, telah mencedirai demokrasi dan melanggar UUD 1945 pasal 28 E ayat 3. Bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat,” kata Kordinator aksi, Hasan Hanafi kepada Jurniscom disela-sela aksi.

Hanafi mengatakan, penangkapan sejumlah mahasiswa pada aksi evaluasi 3 tahun kepemimpinan Jokowi-JK, pada 20 Oktober lalu oleh Polda Metro Jaya menambah rentetan panjang tindakan represif aparatur pemerintah.

“Maka muncul pertanyaan besar, sebegitu haramkah kritik untuk pembangunan negeri ini,” lugas Hanafi lirih.

Oleh sebab itu, AMS sebagai wadah agen perubahan mahasiswa Solo mendesak dibebaskannya sejumlah pelaku kebebasan berpendapat itu. Jika tidak, kata dia, AMS akan melakukan aksi serupa di jantung Ibukota.

“Menolak hadirnya rezim represif serta perlakuan diskriminasi hukum oleh aparat, segera bebaskan dan cabut status tersangka para aktivis mahasiswa,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : aksi mahasiswa penangkapan mahasiswa Sumpah pemuda

Spanduk Tolak Reklamasi di Copot, Warga Tanah Abang Berang

28 Okt 2017 12:10:57
Spanduk Tolak Reklamasi di Copot, Warga Tanah Abang Berang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – pencopotan spanduk penolakan proyek reklamasi di Masjid Attaqwa Tanah Abang menuai banyak kecaman dari para ormas dan tokoh masyarakat Tanah Abang. Spanduk bertuliskan, “Kami Warga Tenabang Mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Menolak Reklamasi” itu dicopot oleh petugas Satpol PP Kecamatan Tanah Abang pada hari Jumat (27/10/17) sekitar pukul 2 siang.

Petugas Satpol PP tersebut mengaku diperintah Camat Tanah Abang. Sejumlah ormas di Tanah Abang antara lain HAMAS, Brigade Jawara 411, KUAT, KIBLAT, SIKUMBANG, FPI, dll yang dikomandoi oleh Bang Haji Dani Anwar pun langsung menggeruduk kantor Camat Tanah Abang.

“Kami atas nama warga Tanah Abang mengecam aksi pencopotan spanduk ini, karena Tolak Reklamasi ini adalah salah satu program gubernur DKI terpilih, masa bawahan berani mencopot spanduk Tolak Reklamasi?” ujar Bang Haji Dani.

Namun ketika disambangi, Camat Tanah Abang berkilah dirinya yang memerintahkan Pol PP mencopot spanduk tersebut.

“Tidak mungkin Satpol PP berani mencopot kecuali ada perintah dari atasan!” kata perwakilan warga lainnya, Anton Umar.

Spanduk akhirnya dipasang kembali setelah pihak kecamatan meminta maaf.

 

Kategori : Nasional

Tags : spanduk tolak reklamasi tanah abang tolak reklamasi

PM Irak Serukan Hentikan Pertempuran dengan Kurdi

28 Okt 2017 09:34:27
PM Irak Serukan Hentikan Pertempuran dengan Kurdi

IRAK ((Jurnalislam.com) – Perdana menteri Irak telah memerintahkan penghentian sementara operasi militer di utara Irak yang bertujuan merebut kembali wilayah yang dipegang oleh pasukan keamanan Kurdi.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (27/10/2017), Haider al-Abadi memerintahkan pasukan pemerintah untuk menunda operasi mereka selama 24 jam untuk memungkinkan penggelaran pasukan lain berkoordinasi dengan pasukan Kurdi di daerah yang disengketakan dan di sepanjang perbatasan negara tersebut.

Penangguhan gerakan pasukan akan memungkinkan tim teknis dari kedua belah pihak bekerja sama untuk penempatan tersebut, kata al-Abadi, Aljazeera.

“Penangguhan ini ditujukan untuk mencegah bentrokan dan pertumpahan darah di antara orang-orang di negara yang sama.”

Keputusan Al-Abadi terjadi sehari setelah pasukan pemerintah dan pasukan Kurdi bentrok di dekat kota utara Mosul.

Pekan lalu, pasukan Irak merebut kembali kota Kirkuk yang kaya minyak, yang telah dikuasai oleh pasukan Kurdi sejak tentara Irak melarikan diri saat pasukan IS masuk pada tahun 2014.

Kekerasan meningkat setelah referendum separatis pada 25 September, di mana 92 ​​persen warga Kurdi mendukung kemerdekaan dari Irak, memicu ketegangan di antara kedua belah pihak.

Sebelumnya pada hari Jumat, koalisi pimpinan AS yang memerangi kelompok Islamic State (IS), mengatakan bahwa pasukan Irak dan Kurdi harus fokus pada dialog dan mengurangi ketegangan internal untuk berperang melawan musuh yang lebih besar.

Pasukan Irak dan Milisi Syiah Kembali Kuasai Bagian Utara dan Timur Kota Kirkuk

“Kami mendorong dialog. Kami mencoba untuk menurunkan ketegangan dan memfokuskan kembali usaha kami untuk mengalahkan IS,” kata juru bicara koalisi Kolonel Ryan Dillon kepada Rudaw, sebuah kantor berita di wilayah Kurdi Irak, dalam sebuah wawancara video yang diposting pada hari Jumat.

“Apa yang kita dorong adalah dialog dan mencoba menempatkan orang yang tepat ke meja kerja.”

Dillon mengatakan dalam wawancara bahwa ada “gencatan senjata” antara pasukan Irak dan Kurdi, namun kemudian mencabut ucapan tersebut, mencatat di Twitter bahwa walaupun kedua belah pihak telah berbicara, itu adalah “‘gencatan senjata’ tidak resmi”.

Tujuan utamanya adalah untuk mencegah bangkitnya kembali kelompok Islamic State (IS), Dillon menambahkan: “Mereka berkembang dalam ketidakstabilan dan perselisihan antar kelompok, dan kita tidak dapat membiarkannya muncul kembali.

Kategori : Internasional

Tags : irak kurdi Perang Irak Referendum

Jenderal Keamanan Hamas Selamat dari Serangan Bom di Gaza

28 Okt 2017 09:17:48
Jenderal Keamanan Hamas Selamat dari Serangan Bom di Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Direktur Jenderal Keamanan Internal Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Jalur Gaza Mayor Jenderal Tawfiq Abu Naeem selamat dari percobaan pembunuhan pada hari Jumat (27/10/2017) Al Arabiya melaporkan.

Sebuah alat peledak yang diletakkan di mobilnya diledakkan dalam upaya untuk menghabiskan nyawanya, menurut sumber keamanan.

Kepala keamanan gerakan Hamas itu terluka parah akibat ledakan tersebut namun berhasil dibawa ke rumah sakit dan tampaknya berada dalam kesehatan yang baik.

Tanggapi Ancaman AS dan Israel, Hamas: Kami Tidak akan Tinggalkan Perlawanan Bersenjata

Kategori : Internasional

Tags : Gaza hamas palestina serangan bom

Misi AS Belum Tuntas, Jubir Koalisi: Pasukan Irak dan Kurdi Harus Kurangi Konflik Internal

28 Okt 2017 09:07:49
Misi AS Belum Tuntas, Jubir Koalisi: Pasukan Irak dan Kurdi Harus Kurangi Konflik Internal

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak dan Kurdi harus fokus pada dialog dan mengurangi ketegangan internal untuk memerangi musuh yang lebih besar, menurut koalisi pimpinan AS yang memerangi IS.

“Kami mendorong dialog. Kami mencoba untuk menurunkan ketegangan dan memfokuskan kembali usaha kami untuk mengalahkan IS,” kata juru bicara koalisi Kolonel Ryan Dillon kepada Rudaw, sebuah kantor berita di wilayah Kurdi Irak, dalam sebuah wawancara video yang diposting pada hari Jumat (27/10/2017), lansir Aljaeera.

“Apa yang kita dorong adalah dialog dan mencoba menempatkan orang yang tepat ke meja kerja.”

Dillon mengatakan dalam wawancara bahwa ada “gencatan senjata” antara pasukan Irak dan Kurdi, namun kemudian mencabut ucapan tersebut, mencatat di Twitter bahwa walaupun kedua belah pihak telah berbicara, itu adalah “‘gencatan senjata’ tidak resmi”.

Pasukan Kurdi Lancarkan Serangan Balik ke Komando Operasi Bersama Irak di Kirkuk

Tujuan utamanya adalah untuk mencegah bangkitnya kembali kelompok Islamic State (IS), Dillon menambahkan: “Mereka berkembang dalam ketidakstabilan dan perselisihan antar kelompok, dan kita tidak dapat membiarkannya muncul kembali. Harus memotong kepala ular dan mencegahnya untuk kembali.”

Komentarnya muncul setelah ketegangan dan bentrokan yang meningkat antara pasukan Irak dan Kurdi di utara negara tersebut.

Pekan lalu, pasukan Irak merebut kembali kota Kirkuk yang kaya minyak, yang telah dikuasai oleh pasukan Kurdi sejak tentara Irak melarikan diri saat pasukan IS masuk pada tahun 2014.

Langkah tersebut dilakukan beberapa pekan setelah pemungutan suara separatis yang kontroversial, di mana 92 ​​persen warga Kurdi mendukung kemerdekaan dari Irak, menyebabkan pertempuran antara kedua belah pihak.

Kategori : Internasional

Tags : kurdi Perang Irak Referendum

Badan Pangan Dunia Lanjutkan Kirim Bantuan ke Rakhine setelah Dua Bulan Dilarang Myanmar

28 Okt 2017 08:57:04
Badan Pangan Dunia Lanjutkan Kirim Bantuan ke Rakhine setelah Dua Bulan Dilarang Myanmar

JENEWA (Jurnalislam.com) – Myanmar akan mengizinkan PBB untuk melanjutkan distribusi makanan di negara bagian Rakhine utara yang ditunda selama dua bulan setelah sebuah tindakan brutal militer, kata World Food Programme (WFP) pada hari Jumat (27/10/2017).

“WFP telah diberi lampu hijau untuk melanjutkan operasi bantuan pangan di bagian utara Negara Bagian Rakhine. Saat ini kami berkoordinasi dengan pemerintah [Myanmar] dengan rinciannya,” kata juru bicara WFP Bettina Luescher dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, Jumat, lansir Anadolu Agency.

Kantor komisaris senior Myanmar Min Aung Hlaing pada hari Kamis mengatakan pasukan militer yang melakukan “operasi pembersihan” akan ditarik dari kota Buthidaung dan Maungtaw.

Deplu AS Tolak Pembantaian Muslim Rohingya sebagai Pembersihan Etnis, Ini Alasannya

Kantor ini juga mengklaim “bentrokan” dengan “pemberontak” telah menurun setelah 5 September namun tidak menjelaskan lebih lanjut tentang rencana penarikan pasukan militer tersebut.

Namun, tiga pakar hak asasi manusia PBB pada hari Jumat mengatakan misi pencari fakta pertama mereka di Bangladesh membuat mereka “sangat terganggu oleh pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, pembakaran dan serangan udara yang dilaporkan dilakukan Militer terhadap kaum muslim Rohingya di Myanmar”.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB menunjuk misi tersebut pada Maret lalu untuk “menetapkan fakta dan keadaan atas dugaan pelanggaran berat hak asasi manusia yang dilakukan oleh pasukan militer dan petugas pertahanan, dan kekejaman, di Myanmar, khususnya di Negara Bagian Rakhine”.

Kepala misi tersebut, Marzuki Darusman, mengatakan: “Kami telah mendengar banyak laporan dari orang-orang dari berbagai desa di seluruh negara bagian Rakhine utara.

Digunakan untuk Meneror Muslim Rohingya, Israel Masih Kirim Senjata ke Angkatan Laut Myanmar

“Mereka menunjukkan pola tindakan metodis yang konsisten yang mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia berat yang sistematis, dan mempengaruhi ratusan ribu orang.”

Sejak 25 Agustus, lebih dari 603.000 Rohingya telah menyeberang dari Rakhine Myanmar ke Bangladesh, menurut PBB.

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari sebuah tindakan keras militer di mana pasukan budha Myanmar dan gerombolan Buddha membunuhi pria, wanita dan anak-anak, memperkoasa, menyikasa, memutilasi, menjarah rumah dan membakar desa warga Muslim Rohingya.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar pbb

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

18 Agu 2026 16:31:58
Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

16 Agu 2026 23:26:08
Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan

Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan

11 Agu 2026 15:17:18
Dari Barat ke Nusantara: Haruskah Kita Mengadopsi Produk Peradaban Cacat Moral

Dari Barat ke Nusantara: Haruskah Kita Mengadopsi Produk Peradaban Cacat Moral

24 Jul 2026 17:13:53

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED