Berita Terkini

Gelar Aksi di Depan DPRD Jatim, Aliansi Masyarakat Surabaya Desak Pemerintah Batalkan Proyek Eco City Rempang

SURABAYA (jurnalislam.com)- Aliansi Masyarakat Surabaya Peduli Rempang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Jatim, Jl. Indrapura No.1, Krembangan Selatan, Surabaya pada Selasa siang (26/09/2023). Aksi ini dihadiri oleh warga yang peduli terhadap tragedi konflik lahan Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.

Dalam aksi tersebut, KH. Heru Elyasa membacakan pernyataan sikap Aliansi Masyarakat Surabaya Peduli Rempang tentang Tragedi Konflik Lahan di Pulau Rempang. Mereka mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait Proyek Rempang Eco City yang disahkan dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2023 pada tanggal 28 Agustus 2023.

“Meminta Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk mengevaluasi dan menghapus proyek Rempang Eco City sebagai Proyek Strategis Nasional karena telah menimbulkan keresahan dan kerugian bagi masyarakat setempat,” katanya.

“Mengkaji dan mengevaluasi secara kritis keberadaan investasi PT Mega Elok Graha yang merupakan grup Artha Graha milik Tommy Winata dan Xinyi Group dari China yang bermaksud membangun Rempang Eco-City yang menimbulkan penolakan masyarakat luas,” imbuhnya.

Selain itu, Aliansi Masyarakat Surabaya mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau untuk segera membebaskan sejumlah warga yang sedang ditahan.

“Serta menarik seluruh aparat bersenjata dari lokasi konflik agar tidak menimbulkan ekses ketegangan dan ancaman terhadap warga setempat,” ungkapnya.

“Mendesak pemerintah segera menjamin dan memulihkan hak-hak masyarakat Pulau Rempang untuk hidup dan tinggal di tanah yang selama ini mereka tempati serta mengedepankan dialog dengan cara-cara damai, mengutamakan keadilan, dan menimbang kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Kontributor: Suroji

Dapat Salam Dari Presiden Erdogan, Muhammadiyah Singgung Unifikasi Kalender Global

JAKARTA (jurnalislam.com) – Melalui Duta Besar Turkiye untuk Republik Indonesia, Talip Küçükcan, Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan menyampaikan salam bagi Persyarikatan Muhammadiyah.

“Ada amanat dari Bapak Presiden (Erdogan) semoga di masa depan ada kerja sama dan program berkelanjutan antara Turkiye dengan Muhammadiyah,” ungkap Talip dalam silaturahim di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/9).

Menyambut Talip, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir turut menyampaikan salam balik kepada Presiden Erdogan.

Muhammadiyah, kata Haedar siap bekerja sama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan berbagai usaha memajukan umat dan peradaban Islam modern di tingkat global.

Apalagi, Turkiye menurutnya adalah role model ideal pertemuan antara Islam dan modernitas yang bahkan bisa bersaing dengan negara-negara maju di Eropa.

“Kami Muhammadiyah sudah banyak komunikasi dan kolaborasi dengan Turkiye sejak lama dan ini menegaskan bahwa hubungan Turkiye dengan Muhammadiyah harus kita tingkatkan,” ujarnya.

Pada pertemuan ini, turut hadir Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq A Mughni, dan Anwar Abbas.

Selain membahas peluang peningkatan kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan, Haedar juga menyampaikan bahwa umat Islam masih memiliki hutang peradaban, yaitu soal kalender Islam global.

“Kita punya hutang peradaban karena sampai saat ini belum punya kalender global. Karena itu peran Turkiye sangat penting untuk menuju ke situ,” kata Haedar menyinggung Hasil Kongres Internasional Kesatuan Kalender 2016 di Istanbul.

Besarnya potensi kekuatan kaum muslimin di Indonesia dan Turkiye, juga diharapkan Haedar menjadi modal untuk menyatukan kembali persatuan di antara dunia Islam.

“Turkiye dan Indonesia perlu mengambil peran menyatukan dunia Islam yang sempat terpecah oleh peristiwa Arab Spring,” pesannya. Terakhir, Haedar menyampaikan apresiasi atas peran Turkiye dalam melawan fenomena Islamopobhia di dunia global secara elegan.

Ditemani Third Secretariat, Muhammad Kilinc, Dubes Talip Küçükcan menyampaikan undangan bagi Muhammadiyah untuk hadir pada konferensi pendidikan internasional di Turkiye, bulan depan. Pemerintah Turkiye, kata dia juga merekognisi peran meluas Muhammadiyah di bidang sosial, keumatan, dan kemanusiaan semesta.

Gelar Cooking Festival, Ponpes Al Mukmin Ngruki Ajarkan Santri Putra Jago Memasak

NGRUKI (jurnalislam.com)- Tidak hanya pandai ilmu agama saja, santri putra Al Mukmin Ngruki ternyata juga dituntut jago memasak. Buktinya Imaarotusy Syuunith Tholabah (IST) melalui bagian K3 menggelar lomba memasak antar kamar atau Cooking Festival pada Jum’at, (22/9/2023).

Pesertanya adalah para santriwan dari semua kamar. Riski Maulana Ahsan selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa panitia memberikan kesempatan peserta waktu 90 menit untuk memasak.

“Setiap kamar diambil dua orang santri. Kemudian diberi waktu 90 menit untuk menyelesaikan masakannya,” katanya.

Lomba memasak bagi santriwan ini menjadi program tahunan, mengingat kali ini adalah kali keenam diselenggarakan. Tahun ini selaku juri adalah ustaz Sopyan selaku Kabag Logistik dan Mas Zaini Azhari Zulfan alumni sekolah tataboga.

Antusiasme dari para peserta dalam mengikuti lomba ini begitu terlihat dari penampilan mereka. Terlihat ada yang  menggunakan kostum ala-ala chef internasional.

Sambutan baik pun disampaikan oleh beberapa pihak salah satunya Ustaz Sopyan W. yang menjadi juri dalam lomba tersebut.

“Acaranya bagus sekali. Semoga kedepan ada kelas ekstra tata boga bagi santriwan,” ungkapnya.

Sementara dalam sambutanya, Kepala Kepengasuhan Dr.Zahrodin menyampaikan, bahwa Islam sangat memperhatikan makanan, terutama tentang kehalalan dan ketoyyibannya.

Beragam menu olahan daging baik ayam atau sapi diolah dan disajikan oleh para peserta, mulai dari nila krispi, opor ayam spesial,gurame garlic, nila asam manis, chicken hot pak Eko,sate sapi joss, dan lain-lainnya. Ada tiga aspek penilaian dalam lomba ini yakni Cita rasa, tampilan atau plating, dan kebersihan.

Bersama Masjid Baiturrahman, Healthy Care Dirikan Klinik Kesehatan Gratis

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Healthy Care bekerjasama dengan takmir Masjid Baiturrahman Cemani, Grogol mendirikan Unit Kesehatan Masjid (UKM). Peresmian pembukaan UKM tersebut dilakukan pada hari Senin (4/9/2023).

Untuk sementara waktu UKM dibuka pada hari Senin sore, seluruh masyarakat dipersilahkan untuk berkonsultasi atau melakukan pemeriksaan secara gratis di UKM yang terletak di sisi selatan Masjid Baiturrahman.

“Program ini diperuntukan bagi seluruh lapisan masyarakat tidak hanya umat Islam saja, bahkan yang non Muslim silahkan untuk hadir,”ujar ,Ketua Healthy Care, dr. Arif Zuhal Amin Hananto, Sp. An, Senin (4/9/2023).

Tidak hanya pemeriksaan gratis kedepannya UKM ini juga akan memberikan layanan khitan gratis dan bekam atau thibun nabawi.

Healthy Care merupakan gerakan sosial yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Sehat Ukhuwah awal mula berdiri saat pandemi covid beberapa tahun yang lalu.

Prihatin dengan wabah covid yang banyak menelan korban jiwa maka beberapa aktivis dan juga dokter sepakat untuk mendirikan sebuah gerakan sosial yang mampu membantu masyarakat yang terdampak covid.

Selain itu Healthy Care juga telah berkiprah di beberapa daerah bencana seperti Lumajang atapun gempa Cirebon.

“Karena ingin agar terus berkontribusi bagi masyarakat maka kami menggandeng takmir Masjid Baiturrahman untuk mendirikan Unit Kegiatan Masjid,”tambahnya.

Guru Besar ITS Surabaya: Narasi Umat Islam Anti Pancasila Omongan Orang yang Gak Ngerti Sejarah

MALANG (jurnalislam.com)- Guru Besar ITS Surabaya Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D. mengatakan, bahw cara mensyukuri kemerdekaan Bangsa Indonesia adalah dengan membangun budaya bangsa melalui pendidikan.

Pernyataan tersebut, ia sampaikan dalam dialog kebangsaan yang digelar oleh Muslim Malang Bergerak (MIMBAR) bersama Jamaah Ansharu Syariah di Malang Strudel, Jl. Semeru No.47, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang, pada Rabu siang (16/08/2023)

“Pada waktu Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia itu kita baru berada didepan pintu gerbang kemerdekaan,” katanya.

“Jadi salah satu cara paling penting untuk mensyukuri kemerdekaan itu adalah menyediakan syarat-syarat budaya bagi sebuah bangsa yang merdeka, sebab kita lama dijajah, jadi mentalitas kita itu mentalitas bangsa yang terjajah,” sambungnya.

Menurutnya dibutuhkan kerja keras untuk membangun infrastruktur budaya bagi bangsa yang merdeka, pembangunan infrastruktur budaya itu yang paling penting adalah melalui pendidikan.

Lebih lanjut, dalam pemaparannya, Prof. Daniel menerangkan prespektif umat islam dalam memperjuangkan kemerdekaan mulai dari penjajah VOC yang bangkrut saat perang melawan pangeran Diponegoro, berdirinya Sarekat Islam hingga peran umat islam dalam BPUPKI yang melahirkan piagam Jakarta.

“Kalau sekarang ada narasi-narasi seolah umat islam itu intoleran, anti NKRI, anti kebhinekaan, bahkan anti Pancasila ini betul-betul omongan orang yang ngelindur tidak tahu diri dan gak ngerti sejarah,” tegasnya.

Kita sebagai umat islam memiliki kewajiban sejarah, untuk membangun menterjemahkan kemerdekaan itu sebagai syukur nikmat dalam karya-karya nyata sebagai warga negara yang bertanggung jawab pesan Prof. Daniel menutup materinya.

Soal Pencabutan Ijin Kongres di AHD Boyolali, Ini Tanggapan Majelis Mujahidin

BOYOLALI (jurnalislam.com) – Panitia Kongres Majelis Mujahidin V1, memberikan tanggapan paska dicabutnya rekomendasi Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali oleh Kemenag RI yang rencananya akan digelar pada Sabtu-Ahad, (18-19/8/2023).

Dalam keterangan yang ditandangani oleh ketua panitia Joko Nugrahanto dan sekertaris Bony Azwar tersebut, Joko menegaskan bahwa sebelumnya pihaknya telah memenuhi syarat perijinan untuk mengadakan Kongres di AHD.

“Segala syarat dan perijinan telah dipenuhi. Pada 9 Juni 2023, panitia Kongres mengajukan permohonan izin penyelenggaraan Kongres kepada Polda Jateng, Polres Boyolali, Kemenag RI; Alhamdulillah direspons positif. Semua pihak instansi terkait penyelenggaraan Kongres Mujahidin VI memberikan rekomendasi/izin dan tidak keberatan diselenggarakannya Kongres Mujahidin ke-VI ini,” katanya.

Namun pada Senin (14/8/2023), Kemenag RI Dirjen Bimas Islam mengirim surat via WA ke panitia Kongres. Surat yang ditandatangani Dirjen penerangan agama Islam Ahmad Zayadi itu, berisi pencabutan rekomendasi Kongres Mujahidin VI di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jateng tersebut, setelah adanya penolakan dari pihak mengatasnamakan diri IPNU, IPPNU, Banser dan GP Ansor Boyolali. Pencabutan rekomendasi kemudian diikuti pula oleh Polres Boyolali.

“Adanya penolakan dari GP Ansor Boyolali melalui pernyataan sikap Nomor 036/PC-X-13/SR-1/VIII/2023, dan Aliansi Nasionalis Boyolali, dengan alasan yang tidak logis dan emosional, menunjukkan bahwa mereka yang selama ini merasa paling NKRI dan Pancasilais sejati, sadar ataupun tidak, telah memosisikan diri sebagai pemecah belah persatuan umat. Padahal alasan yang dijadikan dasar adalah ilusi dan asumsi saja,” ungkapnya.

Joko menjelaskan bahwa Majelis Mujahidin siap untuk berdialog secara terbuka dengan pihak pihak yang menolak dengan kegiatan Kongres tersebut.

“Apabila stigma usang, anti Pancasila dan anti NKRI, dilabelkan kepada Majelis Mujahidin oleh pihak manapun yang berbeda pendapat dengan kami, maka Majelis Mujahidin siap melakukan tabayun, bahkan debat terbuka secara ilmiah dan konstitusional tentang Pancasila, sebagai pertanggungjawaban dan pembuktian siapa Pancasilais sejati dan siapa Pancasilais munafiq yang memperalat Pancasila untuk kepentingan golongannya dengan mencederai pihak lain sesama anak bangsa,” teranganya.

Joko juga menegaskan bahwa siap membawa permasalahan ini ke ranah hukum, apabila pihak pihak terkait tidak pemberian solusi atas pencabutan rekomendasi penyelenggaraan kongres.

“Jika pihak Kemenag RI dan Kapolres Boyolali tidak memenuhi hak-hak konstitusional Majelis Mujahidin untuk menyelenggarakan kongres, yang sudah direkomendasikan sebelumnya, sehingga merugikan Majelis Mujahidin secara moril dan materiil, dengan menghalangi penggunaan aset publik untuk kepentingan masyarakat, maka Majelis Mujahidin akan melakukan langkah-langkah hukum baik perdata maupun pidana,” pungkasnya.

KH Farid Ma’ruf Jadi Inspektur Upacara di Usia 83 Tahun, Mayjen TNI Setiadi: Harusnya Masuk Rekor MURI

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-78, Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo menggelar upacara pengibaran sang bendera merah putih pada Kamis, (17/8/2023).

Upacara tersebut juga diikuti Ustaz Abu Bakar Ba’asyir yang didampingi putranya Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Nisan Setiadi dan sejumlah perwakilan TNI dan Polri.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin KH Farid Ma’ruf menjadi inspektur upacara, meski sudah berusia 83 tahun, KH Fariq masih lantang untuk memberikan pesan kemerdekaan untuk para peserta upacara.

“Toleransi bukan sekedar kata, tetapi tindakan nyata yang menghantarkan kita kepada persatuan, ini adalah fondasi keberhasilan kita,” kata KH Farid.

“Di pendidikan kami mengisi kemerdekaan dengan mencerdaskan anak-anak sebagai pemimpin masa depan yang amanah yang menghargai orang lain,” imbuhnya.

KH Farid juga mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan demi kemajuan bangsa Indonesia.

“Tidak ada kemerdekaan tanpa persatuan. Indonesia yang sangat kaya dan beragam ini dikuatkan dengan persatuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Nisan Setiadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan upacara yang tanpa ada kesalahan dari para santri yang menjadi paskibraka dan semangat KH Farid Ma’ruf yang menjadi inspektur upacara.

“Saya kagum dengan semangat para santri dan terutama inspektur upacara, yang walaupun dengan umur yang sudah lanjut, masih kuat dan tidak ada satu pun kesalahan dalam memimpin pelaksanaan upacara ini,” katanya.

“Ini harusnya masuk rekor muri Inspektur upacara tertua sepanjang sejarah Indonesia,” pungkas Mayjen Setiadi.

KH Mochammad Achwan Ajak Umat Merawat Kemerdekaan RI

MALANG (ansharusyariah.com)- Amir Jamaah Ansharu Syariah, KH. Mochammad Achwan menjadi narasumber pada acara dialog kebangsaan yang diselenggarakan oleh Muslim Malang Bergerak (MIMBAR) di Malang Strudel, Jl. Semeru No.47, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang, pada Rabu siang (16/08/2023).

Dalam pemaparan materinya, KH. Mochammad Achwan mengatakan, kemerdekaan merupakan sebuah amanah yang harus dijaga. Ini yang harus dilakukan oleh generasi-generasi penerus.

“Indonesia itu zamrud khatulistiwa indah sekali, dan harus kita jaga yang merupakan amanah dari sesepuh kita. Sekarang tinggal kita mendapat warisan ini harus seperti apa kita berbuat?,” terang KH. Achwan dalam pemaparannya.

Ia juga menyayangkan kondisi umat islam saat ini menjadi bulan-bulanan, mudah diadu domba serta peran umat Islam semakin disudutkan.

“Bangsa kita ini termasuk bangsa inkonsisten, kita mengatakan merdeka ini karena rahmat Allah tapi syariat-Nya tidak berlaku. Dan umat islam hari ini tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ustadz Achwan menjelaskan, bahwa salah satu upaya untuk meraih keberkahan untuk bangsa adalah, harus ada perubahan dari maksiat menjadi taat kepada Allah, dari berpecah belah kepada persatuan.

“Dan kita terbuka seluruh komponen bangsa ini betul-betul merawat warisan leluhur kita dengan taqarrub ilallah memberlakukan syariat Allah dengan semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Persis Ajak Umat Islam Syukuri Nikmat Kemerdekaan

JAKARTA (jurnalislam.com)- Kemerdekaan merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah karuniakan kepada umat Islam dan masyarakat Indonesia sebagai bangsa. Karena itu menjadi kewajiban bersama untuk mensyukurinya secara sungguh-sungguh.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustaz Jeje Zaenudin menyampaikan, syukur yang sunnguh-sungguh meliputi tiga unsur secara simultan.

“Pertama, kita menyadari dan mengakui dengan sebenar-benarnya bahwa kemerdekaan ini kita raih pada hakikatnya karena pertolongan dan rahmat Allah,” kata ustaz Jeje dalam keterangannya, Kamis (17/8/2023).

“Kesadaran ini telah ditegaskan bahkan dituliskan secara eksplisit oleh para pendiri bangsa ini dalam Muqaddimah UUD 45,” sambungnya.

Kedua, syukur diungkapkan dengan senantiasa menyanjungkan puja-puji hanya kepada Allah, sebagai pemilik alam semesta dan pemilik kemerdekaan itu. Ketiga, dan ini syukur yang paling berat, yaitu mengisi dan mendayagunakan kemerdekaan ini sesuai dengan tujuan dan cita-cita kemerdekaan itu sendiri.

“Maka jika suatu bangsa tidak mengisi dan memanfaatkan nikmat kemerdekaannya secara benar, berarti ia mengingkari nikmat itu. Dan ketika nikmat diingkari, maka hukumannya adalah nikmat tersebut dicabut bahkan berubah jadi malapetaka,” ujar ustaz Jeje.

“Karena itu, mari kita syukuri nikmat kemerdekaan ini dengan benar,” imbuhnya.

Semarak Kemerdekaan SMP Muhammadiyah PK Solo Berlangsung Meriah

SOLO (jurnalislam.com)– Ragam perlombaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berlangsung meriah. Sebanyak 369 siswa kelas 7, 8, dan 9 mengikuti kegiatan yang digelar Rabu (16/8/2023) di sekolah.

Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan perlombaan 17 Agustus hari ini.
Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dapat digunakan sebagai upaya meningkatkan rasa nasionalisme dan semangat berkompetisi para siswa.

“Kepada para siswa, selamat berlomba dan berkompetisi. Junjunglah sportivitas dan kejujuran. Sebagai generasi muda kita juga harus memiliki rasa cinta terhadap tanah air Indonesia,” ungkapnya saat membuka kegiatan perlombaan.

Alifia Putri Noveria selaku ketua IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) SMP Muhammadiyah PK menjelaskan, tujuan diadakan kegiatan peringatan 17 Agustus di sekolah, adalah sebagai sarana menjalin kekompakan antar siswa dan meningkatkan rasa nasionalisme cinta tanah air.

“Kegiatan peringatan 17 Agustus dilaksanakan dalam dua agenda, hari ini, Rabu, kita mengadakan perlombaan. Kemudian, Jumat depan diadakan kegiatan konser Merah Putih di sekolah,” ungkapnya.

Alifia menambahkan ragam perlombaan meliputi tarik tambang, karung helm, bakiak, makan kerupuk, dan pecah balon. Konser merah putih akan menampilkan potensi bakat dari para siswa seperti menyanyi, membaca puisi, bermain musik, dan sebagainya.

Sementara itu, Aji Muhammad Raihan bersama timnya siswa kelas 9 A mengaku senang karena meraih juara satu lomba tarik tambang. Agar bisa juara, Aji benar-benar mempersiapkan strategi khusus bersama tim.

“Bisa meraih juara satu dengan mengatur strategi yang matang dan berbagi posisi dengan teman. Teman yang posisi paling belakang memakai sarung tangan bertugas menahan. Posisi barisan dibuat zig zag agar dapat mengontrol manuver lawan,” ungkapnya.

Faktor yang membuat timnya bisa memenangkan perlombaan tarik tambang, menurut Aji adalah kekompakan dan kerja sama, serta bisa menentukan peluang saat menarik tambang.

“Perlombaan sangat asyik, ramai dan meriah. Semoga event ini bisa meningkatkan kekompakan dan rasa nasionalisme para siswa,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rijal Wafi Kahananto siswa kelas 9 C. Meskipun timnya meraih juara ketiga, tetapi ia merasakan keseruan saat perlombaan tarik tambang.