Berita Terkini

Benarkah Pelaku Pemboman Gereja di Filipina Itu WNI?

Oleh: Harits Abu Ulya
Pengamat Terorisme dan Intelijen, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

JURNIS – Kita berharap publik Indonesia tidak perlu berlebihan merespon isu keterlibatan WNI dalam kasus bom di Gereja wilayah Jolo Provinsi Sulu Filipina. Kenapa demikian?

Pertama; statemen dari Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano yang notabene mantan petinggi militer dan Intelijen Militer Filipina itu masih sebatas asumsi dan prematur jika bicara soal siapa pelakunya. Sementara fakta dilapangan justru sebaliknya, belum menemukan titik terang dan masih proses investigasi lebih mendalam. Bahkan masih di hadapkan pada spekulasi dua kemungkinan apakah peristiwa itu bom bunuh diri atau dikendalikan via remot kontrol juga belum menemukan titik terang.

Kedua, pernyataan prematur ini juga pernah terjadi tahun lalu di akhir Juli 2018 terkait bom di sebuah pusat perbelanjaan di wilayah Basilan Mindanao, juga beredar informasi adanya keterlibatan WNI sebagai aktor. Pada akhirnya tidak terbukti.

Jadi pada kasus terbaru di Jolo-Sulu ini soal isu 2 WNI sebagai aktor pemboman juga sangat potensial hanya sebatas asumsi yang tidak ada benarnya.

Ketiga, serangan bom dengan menarget gereja di wilayah Sulu memang baru pertama kali. Sulu mayoritas muslim, dan biasanya serangan-serangan yang di lakukan itu targetnya adalah militer Filipina atau yang terkait. Namun kali ini adalah gereja, karenanya muncul banyak asumsi termasuk kemungkinan kelompok Abu Sayaf yang menjadi aktor.

Dan dianggap identik dengan kasus bom gereja di Surabaya Indonesia beberapa bulan silam yang dikaitkan dengan kelompok pengikut ISIS di Indonesia sebagai aktor. Sementara kelompok Abu Sayaf sempat juga proklamirkan baiatnya kepada IS (Islamic State)-ISIS Al Bagdady.

Kemudian masuknya beberapa WNI yang seideologi perjuangan dengan kel Abu Sayaf masuk ke Filipina terlibat menjadi combatan di Marawi, dan paska Marawi mereka masih ada yang menetap dan bergabung dengan Abu Sayaf grup. Termasuk adalah sisa-sisa orang lama (WNI) yang pernah ikut di camp Hudaibiyah dan bertempur bersama MILF dan dikemudian hari ada yang pindah haluan ikut kelompok Abu Sayaf.

Kemungkinan karena faktor diatas yang memunculkan kesimpulan prematur dari pihak otoritas Filipina soal kemungkinan keterlibatan 2 WNI.

Keempat, ada fakta dimana militer dan intelijen Filipina lemah. Bahkan di wilayah Sulu faktanya militer dan intelijen Filipinan tidak sepenuhnya menguasai atau mengendalikan dimana Sulu relatif homogen mayoritas bangsa Moro (muslim) menjadi penduduknya. Demikian juga Sulu menjadi basis dukungan yang cukup kuat untuk beragam kelompok pejuang bangsa Moro baik dari faksi MILF, MNLF bahkan juga sempalannya yaitu kelompok Abu sayaf juga mendapat tempat di hati masyarakat kawasan Mindanao Selatan.

Saya melihat pihak otoritas pihak Filipina menghadapi kesulitan yang cukup tinggi untuk identifikasi, mengurai menemukan master mind dari serangan kali ini. Karena kelompok Abu Sayaf terdiaspora dalam banyak faksi dengan jumlah kecil.

Oleh karena itu isu keterlibatan 2 WNI pada kasus bom Gereja di Jolo Prov Sulu masih sebatas asumsi dan sangat spekulatif. Sebaiknya publik Indonesia perlu nunggu keterangan resmi dari kemenlu RI setelah melakukan berbagai elaborasi dalam kasus ini.

Diskusi Generasi Milenial dan Pemuda Akhir Zaman Digelar di Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com)–Pesantren Nurussalam menggelar tabligh akbar tahunan untuk generasi milenial, bertajuk ‘tantangan yang dapat merusak generasi muda’, di Ciamis 03/02/2019.

“Kita sangat peduli dengan generasi muda di akhir zaman dimana generasi ini banyak menjadi bidikan musuh islam untuk dirusak dari segala aspek,  salah satunya media yang berkembang saat ini,” kata Ketua Pelaksana Tabligh Akbar, Ismail.

Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas degradasi moral yang kini menjangkit hampir disemua daerah.

Acara ini, menurutnya adalah  langkah untuk  mengembalikan generasi muda kepada Islam.

“Maka dari itu perlu kita mengingatkan kembali agar bisa kembali menjadi ummat yang dijanjikan oleh Allah,” katanya

Pembicara penulis buku akhir zaman ustaz Abu Fatiah Al Adnani dan tokoh generasi milenial Tasik ustaz Rahmat Wahyudin mengajak pemuda agar menjadi pemuda tangguh akhir zaman.

“Setiap hari kita ditantang dengan ide ide yang sifatnya memungkinkan kita untuk bisa bertahan, dan tantangan ini kita harus bisa men-cover  tantangan para pemuda di era revolusi  4.0, di mana musuh selalu menjadikan pemuda sebagai bidikan pertama mereka,” terangnya.

Tak hanya itu, beliau menyampaiakan kepada para generasi muda agar tidak terjebak dengan hedonisme dan melankolis dimana ruang pembahasan yang melemahkan semangat untuk berjuang.

“Kalau para pemudanya sudah berada dalam mimpi-mimpi cengeng, tidak lagi memikirkan keumatan apalagi memperjuangkannya, maka inilah sasaran empuk bagi musuh-musuh islam untuk menyerang dan ini adalah sebuah kehancuran,” pungkas ustaz Abu Fatiah

MUI : Sukuk Seri ST-003 Sesuai Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, Jumat (1/2/2019) resmi meluncurkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Sukuk Tabungan Seri ST-003.

Sukuk merupakan instrumen investasi berbasis hutang (obligasi) Syariah yang dimanfaatkan Pemerintah untuk membiayai proyek-proyek penting dan strategis.

Instrumen Sukuk yang ditawarkan kepada publik akan memperoleh dua manfaat, yaitu membantu keuangan negara dan mendapatkan imbal hasil minimal 8,15 persen.

Sukuk Tabungan seri ST-003 yang diluncurkan ini dapat dimiliki dengan nominal mulai satu juta rupiah.

Anggota DSN MUI, Gunawan Yasni, menegaskan Sukuk terjamin keamanannya. Sukuk mengharuskan adanya jaminan berbentuk aset fisik.

“Aset yang menjadi jaminan Sukuk harus sudah ada, tidak boleh dalam bentuk proyek yang belum jadi, juga tidak boleh menjadi underlying untuk beberapa Sukuk bersamaan,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam peluncuran Sukuk Tabungan seri ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta, yang dilansir Republika dari laman resmi MUI.

Nilai jaminan Sukuk, paparnya, juga harus lebih besar dari Sukuknya, sehingga keamanan investasi Sukuk terjamin.

“Nilai Sukuk yang dikeluarkan juga tidak boleh lebih dari nilai underlying asset-nya,” katanya.

Pemerintah, tuturnya, sudah menyiapkan jaminan yang nilainya jauh lebih besar dari target pencapaian Sukuk.

Hal ini otomatis membuat risiko default atau gagal bayar Sukuk hampir tidak ada. “Dengan underlying yang jelas maka skema Syariah untuk surat utang menjadi lebih aman,” katanya.

Ia menambahkan, dengan skema Syariah, penggunaan dana yang terkumpul dari Sukuk digunakan untuk pembiayaan-pembiayaan yang jelas.

Adanya keuntungan terjaminnya Sukuk membuat sasaran Sukuk tidak tertutup pada kalangan muslim, namun semua kalangan masyarakat.

Sukuk juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang selama ini terus menerus anti terhadap utang luar negeri.

Masyarakat yang membeli sukuk berkontribusi membantu keuangan negara sekaligus mendapatkan imbal hasil yang tidak sedikit.

sumber : republika.co.id

Bank Syariah Tingkatkan Pembiayaan Perdagangan

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Pembiayaan perdagangan atau trade finance menjadi salah satu cara bank syariah ekspansi pembiayaan.

Tahun 2019 diharapkan akan menjadi momen meningkatkan volume seiring dengan kondisi ekonomi yang lebih rendah tekanan global.

Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indri Tri Handayani menyampaikan penyaluran trade finance di BRIS trennya terus meningkat.

“InsyaAllah tahun 2019 dapat terus meningkat, walaupun suku bunga tinggi,” kata dia kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Indri tidak menyebutkan nominal capaian 2018 dan target pada 2019. Meski demikian, menurutnya, BRI Syariah akan menyiasati dengan terus mencari sumber-dana dana berbiaya rendah. Sehingga trade finance BRIS mampu bersaing.

Sementara, Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati menyampaikan volume penyaluran trade finance selama tahun 2018 sebesar Rp 3,329 triliun. Naik 17 persen dari tahun sebelumnya.

Sebagian besar disumbang oleh Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) atau sering disebut LC local. Dhias menyadari tren kenaikan suku bunga memiliki risiko pertumbuhan bisnis.

“Strategi kami mengatasi ini adalah dengan terus menyosialisasikan diversifikasi produk baru ini dan mengadakan program-program menarik dengan konsep total solusi berbasis syariah,” kata dia.
Ia optimistis trade finance bisa memberikan kontribusi signifikan tah

un depan. BNI Syariah menargetkan peningkatan pembiayaan trade finance sebesar 20 persen pada 2019.

Selain itu di Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), perkembangan trade finance Mandiri tetap meningkat meskipun tantangannya cukup berat. Sekretaris Perusahaan Ahmad Reza mengatakan tahun 2018 volume trade financing Mandiri Syariah sekitar Rp 5,2 triliun.

“Naik lebih dari 30 persen dari tahun sebelumnya,” kata dia. Mandiri Syariah sendiri menargetkan peningkatan volume pada tahun 2019 lebih dari 40 persen.

Untuk mensiasati suku bunga tinggi, sejumlah upaya akan dilakukan. Seperti memperbaiki bisnis proses, efisiensi di segala bidang, fokus di sektor industri menarik dan proyek Pemerintah, dan lain-lain.

sumber : republika.co.id

Muslim Amerika Bagikan Bantuan untuk Korban Suhu Ekstrem di Chicago

CHICAGO (Jurnalislam.com) – Kawasan Midwest Amerika Serikat dilanda cuaca ekstrem sejak beberapa hari terakhir. Suhu terdingin mencapai -49 derajat Celsius, menyamai Artik di Kutub Utara.

Salah satu kota terparah yang diselimuti suhu superdingin ini adalah Chicago, Illinois. Korban tewas terbanyak akibat hipotermia dan dampak dari suhu dingin lainnya berasal dari kota terbesar kedua di AS ini. Para korban umumnya kalangan lanjut usia dan tunawisma.

Kondisi ini menggugah muslim di Chicago yang tergabung dalam lembaga amil zakat untuk membantu para korban. Mereka terjun langsung ke lapangan membagikan makanan dan kebutuhan lain kepada para tunawisma.

Direktur Eksekutif Yayasan Zakat Amerika Halil Demir bersama 20 staf lain mendistribusikan bantuan kepada ratusan tunawisma di South Side, Chicago. Makanan yang diberikan antara lain, roti, minuman, dan sereal.

“Saya senang kalian berada di sini. Terima kasih atas kedatangan kalian,” kata Demir, kepada para tunawisna, dalam video yang menjadi viral.

Selain makanan, yayasan zakat juga membagikan selimut, mantel, sarung tangan, kaos kaki, topi, dan popok bagi orang dewasa.

Selain jemput bola ke lapangan, lanjut dia, yayasan juga mengirim makanan dan kebutuhan musim dingin ke 10 kantor polisi serta tempat-tempat penampungan tunawisma. Bantuan ini sangat dibutuhkan mengingat banyak toko kebutuhan yang tutup.

“Kami tidak berharap balasan duniawi. Adalah kewajiban muslim untuk membantu orang-orang kelaparan dan tunawisma, terlepas dari pandangan atau agama mereka,” kata Demir, dikutip dari Anadolu, Sabtu (2/2/2019).

“Di negara ini, di mana umat Islam merupakan minoritas dan anti-Islam meningkat, kegiatan seperti ini menjadi penting,” kata pria asal Turki yang sudah menetap di AS selama 20 tahun itu.

Demir menceritakan pengalaman mengharukan saat dia dan stafnya dalam perjalanan ke kantor yayasan zakat di Chicago. Di tengah jalan, mereka memutuskan berhenti di sebuah perpustakaan tanpa direncanakan.

Saat masuk, Demir melihat pustakawan perempuan sedang mengecek daftar nomor telepon di mejanya.

“Dia sangat gembira,” kata Demir, saat menjelaskan dia berasal dari organisasi bantuan.

Perempuan bernama Alvira itu ternyata sedang mencari nomor telepon institusi yang mau membantu belasan tunawisma yang tinggal di perpustakaan. Alvira mengatakan, perpustakaan tidak punya makanan untuk para tunawisma.

“Tuhan mengirim Anda. Saya tahu Tuhan mengirim Anda untuk kami,” kata Alvira, seperti dituturkan kembali oleh Demir, seraya menambahkan, perempuan itu sangat terharu.

Demir dan stafnya lalu membawa para tunawisma ke kantor yayasan dan memberikan tempat berteduh lengkap degan semua kebutuhan.

Muslim Lamu Kenya Berunjuk Rasa Tolak Pelarangan Jilbab di Sekolah

KENYA (Jurnalislam.com) – Memperingati Hari Hijab Dunia, Jumat (1/2/2019) ratusan umat Islam di Provionsi Pesisir Lamu, Kenya menggelar unjuk rasa menentang dibatalkannya keputusan pengadilan yang mengizinkan perempuan muslim mengenakan jilbab di sekolah.

Unjuk rasa yang diinisasi organisasi Muslims for Human Rights (Muhuri) itu bertajuk “Breaking stereotypes and shattering boundaries”.

Koordinator lapangan Muhuri Lamu, Umulkheir Ahmed mengatakan bahwa Konstitusi memberikan kebebasan beribadah.

“Hukum memungkinkan kita untuk memanifestasikan agama kita melalui ibadah dan ketaatan,” katanya dilansir media nasional Kenya, The Star.

Perempuan di Lamu menginginkan putusan itu, namun dibatalkan karena masalah teknis, dihalangi.

Ahmed mengatakan, hak-hak gadis Muslim akan dilanggar jika sekolah melarang jilbab.

Dia juga mengungkapkan ada peningkatan diskriminasi terhadap Muslim yang mengenakan jilbab.

Petugas pendidikan Lamu Barat Rukia Gilgil mengatakan kebijakan pendidikan harus menghormati keyakinan seseorang.

“Kekuasaan yang diberikan kepada dewan manajemen sekolah tidak boleh bertentangan dengan Konstitusi,” katanya.

Dalam kesempatan yang jarang terjadi di Lamu, para guru dan siswa madrasah berunjuk rasa memprotes larangan tersebut.

Lamu adalah ibukota Distrik Lamu, Provinsi Pesisir, Kenya. Kota yang berada di Pulau Lamu ini berpenduduk 20.000 jiwa dan mayoritas beragama Islam.

Sumber: The Star Kenya

Dua Masjid di Minnesota AS Menggelar Open House untuk Warga

MINNESOTA (Jurnalislam.com) – Akhir pekan ini, dua masjid yang baru saja diresmikan di East Grand Forks, Minnesota, Amerika Serika menggelar Open House bagi masyarakat sekitarnya. Masjid di East Grand Forks Islami Center dan Masjid Al-Huda Islamic Center menggelar Open House.

Warga berkesempatan untuk menanyakan segala hal tentang Islam seperti “Kenapa perempuan muslim mengenakan jilbab? Kenapa umat Islam tidak makan babi, dan apa itu jihad?”

“Tidak ada peranyaan benar atu salah, muslim atau non muslim semua akan disambut di sini,” kata Koordinator acara, Deka Ali.

Para peserta di acara tersebut juga akan dapat mencicipi teh dan makanan ringan Somalia.

Selain itu, Al-Huda akan membawa ulama dan pakar Islam untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan warga seputar Islam. Ada Abdirisak Duale, presiden dan ketua masjid, dan John Emery, Direktur Eksekutif Islamic Resource Group yang berbasis di Minneapolis.

Abdirisak Duale, president of the Al-Huda Islamic Center, Yassin Issaq and Hanad Abd.

“Mereka sangat senang datang ke open house untuk berbagi dengan komunitas,” kata Emery yang merupakan seorang mualaf itu.

“Acara ini bertujuan untuk membantu menjernihkan kesalahpahaman tentang Islam,” lanjut Emery.

“Jika [orang] datang dengan itikad baik, kami tahu kami dapat berdialog dan menemukan landasan bersama,” tambahnya.

Bagi warga yang tertarik mengunjungi masjid, satu kata nasihat: Bawa banyak pertanyaan, tapi bersiaplah untuk melepas sepatu Anda. Itu tanda hormat dalam budaya muslim. (Jangan ragu untuk bertanya tentang itu juga, jika Anda cenderung.)

“Apa pun pertanyaan yang ingin mereka tanyakan, mereka disambut baik,” kata Ali Hassan, presiden Pusat Islam Grand Grand Forks.

Al-Huda pertama kali membuka pintunya pada November 2018, sementara East Grand Forks Islamic Center mulai beroperasi di lokasi bekas Jalur Liberty sekitar lima bulan lalu.

Sumber: Grand Forks Herald

DMI Gelar Sarasehan Arsitektur Islam Bahas Pedoman Perancangan Masjid Indonesia

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengadakan Sarasehan Arsitektur Islam yang membahas Buku Pedoman dan Perancangan Arsitektur Masjid Indonesia di Aula Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perancangan Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Jumat (1/2/2019).

Ketua Tim Perancangan Buku Pedoman Arsitektur Masjid Indonesia, Suparwoko bersama Direktur Telkomsigma, Achmad Sugiarto, telah menyelesaikan 315 halaman yang terdiri dari 6 bab.

“Buku tersebut merupakan tindaklanjut sejak mendapat arahan langsung Ketua Umum Pengurus Pusat DMI Jusuf Kalla bahwa dalam rangka Memakmurkan Dimakmurkan oleh Masjid perlu dibuatkan Buku Pedoman Perancangan Arsitektur Masjid Indonesia,” ujar Suparwoko dalam keterangan tertulis yang diterima Jurniscom, Sabtu (2/2/2019).

Dalam kesemapatan itu, Achmad Charris Zubair Profesor Fakultas Filsafat UGM menyebutkan bahwa terdapat 3 syarat dalam membangun masjid, yaitu syarat etis, syarat estetis, dan syarat astetik. Sedangkan menurut Muhammad Shodiq dari dari Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Yogyakarta mengatakan, masjid harus mempunyai sisi keislaman, keindonesiaan, dan lokalitas.

Pada buku ini juga terdapat bab yang membahas tentang digitalisasi masjid. Hal ini sejalan dengan kemajuan zaman era digital sejalan dengan framework Departemen Kominfo & Arsitektur PP DMI melalui Aplikasi Dewan Masjid. Pada kesempatan ini juga telah di-kick off Klinik Arsitektur Masjid yang diharapkan Pebruari 2019 sudah dapat melayani kebutuhan masyarakat.

Ketua Kehormatan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Munichy B. Edress berpendapat bahwa terdapat 8 prinsip dalam membangun masjid di antaranya adalah harus mencakup prinsip dari Allah, fungsi estetika, teknologi, safety, comfort, efisien, konstektual dengan lingkungan, dan sustainable.

Adapun tujuan dari pembuatan buku ini adalah untuk mengembangkan Pedoman Perancangan Arsitektur Masjid bagi seluruh masyarakat Indonesia, agar ke depannya, Indonesia mempunyai Pedoman Perancangan Masjid sehingga akan memudahkan masyarakat yang akan memulai membangun masjid.

Pelaku Bom Gereja di Filipina Orang Indonesia, Menlu Tunggu Hasil Identifikasi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyampaikan , pihaknya masih menunggu hasil identifikasi pelaku peledakan bom bunuh Gereja di Filipina Selatan.

“Kita mendengar kabar pelakunya warga Indonesia, dari kemarin saya sudah berkomunikasi dengan otoritas Filipina namun sampai pagi ini belum terkonfirmasi hasil identifikasinya,” kata Menteri Retno di Padang pada Sabtu (2/2/2019).

Menurut Menteri Retno, saat ini proses investigasi dan identifikasi masih berlangsung dari pemerintah Filipina.

“Hari ini saya masih akan terus melanjutkan komunikasi dengan otoritas Filipina untuk memastikannya,” ujar Menteri Retno.

Retno menyatakan hingga saat ini informasi yang menyebut pelaku adalah WNI masih hipotesis.

“Jika betul WNI, akan kami pastikan,” kata Menteri Retno.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo mengatakan pelaku bom bunuh diri asal Indonesia berada di balik ledakan ganda terhadap gereja di Jolo, Sulu.

Militer Filipina juga membenarkan bahwa pelaku bom bunuh diri berada di balik serangan bom yang menewaskan 22 orang dan sedikitnya 100 orang terluka.

Ano mengatakan pelaku bom bunuh diri asal Indonesia itu adalah pasangan suami istri yang memiliki hubungan dengan Daesh. 

“Yang benar-benar bertanggung jawab adalah pembom bunuh diri Indonesia. Tetapi Abu Sayyaf yang membimbing mereka, mempelajari target, melakukan pengintaian, pengawasan, dan membawa pasangan itu ke gereja,” ujar Ano.

Setidaknya 22 orang tewas dan lebih dari 100 warga sipil dan aparat keamanan terluka akibat bom ganda yang meledak di Gereja Jolo, Sulu pada Minggu.

Bom pertama meledak di dalam gereja Katedral Marian of Our Lady of Mount Carmel saat misa sedang berlangsung pada sekitar jam 8.45 waktu setempat.

Bom kedua meledak di tempat parkir Katedral saat pasukan keamanan berusaha mengatasi ledakan bom pertama.

Sumber: Anadolu Agency

Peran Media Massa dan Akal Sehat

Oleh: Muhammad Fajar Aditya
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

JURNIS – Cemas, resah, dan gelisah. Mungkin itu yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat terhadap media massa saat ini. Tempat untuk rakyat menerima informasi sudah mulai terlihat porsi yang timpang antara kepentingan perusahaan pers dan fungsi sosial.

Rasanya seperti pasca reformasi, keran kebebasan pers yang dibuka lebar malah memberikan efek yang kebablasan. Era tahun 2000an misalnya, media massa seperti kehilangan arah dalam setiap produk jurnalistiknya.

Mungkin kita masing merasakannya bagaimana masa-masa itu terjadi. Terutama di dunia pertelevisian, tidak sedikit tayangan yang tidak mendidik dan berbau pornografi dipertontonkan kepada publik.

Beralih ke masa kini kita berpijak. Mungkin dimulai pasca aksi reuni Akbar 212 ke-2 di Monas, Jakarta. Banyak warga yang prihatin terhadap insan media, dan berakhir dengan pertanyaan mengapa, mengapa, dan mengapa?

Saat itu, hanya segelintir media saja yang memberitakan peristiwa yang dinilai pakar komunikasi, Effendi Ghazali sesuatu yang harus diberitakan tetapi enggan oleh banyak media.

Ditambah lagi pada tahun politik seperti saat ini. Tidak sedikit masyarakat yang menilai produk akhir dari pemberitaan media massa sudah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ada yang menyebut kepentingan politik, ada juga yang menyebut intervensi pemilik media. Semrawut!

Peran Media Massa

Baiklah, melihat realitas sosial yang dijabarkan penulis diatas, sepertinya menarik untuk membahas peran media massa.

Menurut Prof Burhan Bangin, dalam bukunya Sosiologi Komunikasi; Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat menjelaskan sedikit banyak tentang ini.

Media massa adalah institusi yang berperan sebagai agent of change, yaitu sebagai institusi pelopor perubahan. Ini adalah paradigma utama media massa. Dalam menjalankan paradigmanya media massa berperan;

1. Sebagai institusi pencerahan masyarakat, yaitu perannya sebagai media edukasi. Media massa menjadi media yang setiap saat mendidik masyarakat supaya cerdas, terbuka pikirannya, dan menjadi masyarakat yang maju.

Media sebagai edukasi

2. Selain itu, media massa juga menjadi media informasi, yaitu media yang setiap saat menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Dengan informasi yang terbuka, jujur, dan benar disampaikan media massa kepada masyarakat, maka masyarakat menjadi kaya dengan informasi dan terbuka, sebaliknya pula masyarakat akan menjadi informatif, dapat menyampaikan informasi dengan jujur kepada media massa.

3. Terakhir, media massa sebagai media hiburan. Sebagai agent of change, media massa juga menjadi institusi budaya, yaitu setiap saat menjadi corong kebudayaan, katalisator perkembangan budaya.

Juga mendorong agar perkembangan budaya itu bermanfaat bagi manusia bermoral dan masyarakat sakinah, dengan demikian media massa juga berperan untuk mencegah berkembangnya budaya-budaya yang justru merusak peradaban manusia dan masyarakatnya.

Persoalan Media Massa Kini

Secara lebih spesifik, peran media massa saat ini lebih menyentuh persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat secara aktual, seperti:

1. Harus lebih spesifik dan proporsional dalam melihat sebuah persoalan sehingga mampu menjadi media edukasi dan informasi sebagaimana diharapkan oleh masyarakat.

2. Dalam memotret realitas, media massa harus fokus pada realitas masyarakat, bukan pada potret kekuasaan yang ada di masyarakat itu, sehingga informasi tidak menjadi propaganda kekuasaan, potret figur kekuasaan.

3. Sebagai lembaga edukasi, media massa harus dapat memilah kepentingan pencerahan dengan kepentingan media massa sebagai lembaga produksi. Sehingga, kasus-kasus pengaburan berita dan iklan tidak harus terjadi dan merugikan masyarakat.

4. Media massa juga harus menjadi early warning system, hal ini terkait dengan peran media massa sebagai media informasi, dimana lingkungan saat ini menjadi sumber ancaman.

Media massa menjadi sebuah sistem dalam sistem besar peringatan terhadap ancam lingkungan, bukan hanya menginformasikan informasi setelah terjadi bahaya dari lingkungan itu.

5. Dalam hal menghadapi ancaman masyarakat yang lebih besar seperti terorisme, seharusnya media massa lebih banyak menyoroti aspek fundamental pada terorisme seperti mengapa terorisme itu terjadi bukan hanya pada aksi-aksi terorisme (Subiakto, 2006).

Itulah sedikit banyak peran media massa yang seharusnya diterapkan dan diterima oleh publik.

Peran akal sehat publik

Dalam realitas media massa saat ini, publik memang dituntut untuk kritis dengan tetap mengawasi keberlangsungan suatu media massa.

Terakhir, sebagai masyarakat yang mempunyai dan pasti tentang akal sehat, sudah saatnya menggunakan nalar cerdas dalam memilah dan memilih media massa mana yang harus diikuti. Media massa mana yang masih mengedepankan independensi dan profesionalisme patut dicari dan diperhitungkan.