Berita Terkini

Sektor Perbankan Syariah Dinilai Berpotensi Terus Tumbuh

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pengamat Ekonomi Syariah dari United Nations Development Programme (UNDP), Greget Kalla Buana menggarisbawahi pertumbuhan perbankan syariah secara umum mengalami peningkatan.

Sektor terdepan dalam keuangan syariah ini masih memiliki ruang yang sangat luas untuk lebih berkembang.

Indonesia adalah rumah bagi 13 persen umat Islam yang ada di dunia dengan potensi 200 juta penduduk Muslim.

Meski pangsa pasar perbankan syariah masih berada di kisaran enam persen dari total perbankan nasional, Indonesia berada di urutan kesembilan aset perbankan terbesar secara global menurut Islamic Financial Services Board (IFSB) tahun 2018.

Berdasarkan Statistik Perbankan Syariah (SPS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terakhir tersedia per November 2018, Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal sepanjang tahun 2018 mengalami tren kenaikan. Yakni, dari 18.05 persen di awal tahun menjadi 21,39 persen.

“Artinya perbankan syariah secara umum semakin kuat dalam melindungi nasabah dan menjaga stabilitas keuangan secara keseluruhan,” kata Greget. Dibandingkan tahun 2017 yang masih berada di kisaran 16 persen. Perlu diketahui bahwa batas aman CAR adalah delapan persen.

Return on Assets (ROA) atau rasio kemampuan perbankan dalam menghasilkan profit untuk melihat efektivitas perbankan dalam menghasilkan pendapatan pada tahun 2018 juga nyaris dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Yakni, dari 0,73 menjadi 1,26 persen.

Non Performing Financing (NPF) atau penilaian terhadap pembiayaan bermasalah perbankan syariah di awal tahun melampaui batas maksimum lima persen sedangkan per November 2018, NPF bank syariah berada di angka 3,93 persen.

“NPF ini terkait erat dengan kondisi sektor riil yang menghadapi berbagai tekanan atau ketidakpastian. Artinya, NPF yang relatif rendah ini patut diapresiasi,” katanya.

Sekadar informasi, per kuartal empat 2018 jumlah Bank Umum Syariah (BUS) sebanyak 14 bank dari yang sebelumnya 13 bank.

Perbankan syariah bisa dikatakan cukup berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan pada masyarakat.

Sumber : republika.co.id

 

Polisi Jaga Ketat Sidang Kasus Ahmad Dhani

SURABAYA(Jurnalislam.com) – Ratusan aparat kepolisian terlihat berjaga dengan penuh siaga di Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Arjuno Nomor 16-18, Sawahan, Surabaya, Kamis (7/2).

Masih di lokasi yang sama, beberapa unit kendaraan lapis baja milik aparat kepolisian juga terlihat disiagakan.

Selain itu, petugas yang berjaga di pintu gerbang menuju PN Surabaya juga memperketat pemeriksaan bagi siapa saja yang masuk ke sana.

Satu per satu tas milik pengunjung yang hendak masuk PN Surabaya diperiksa petugas dengan teliti.

Humas PN Surabaya, Sigit Sutriono mengatakan, pengamanan ketat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada sidang perdana Ahmad Dhani. Alasan itu pula yang membuat pihaknya bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk perketat pengamanan.

“Karena pagi ini ada agenda sidang yang menjadi perhatian publik, sidang Ahmad Dhani dan sidang Gojek, untuk itu kami bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk pengamanan,” kata Sigit.

Pemandangan tersebut terlihat sejak pagi hari. Beberapa saat setelah sidang perkara Ahmad Dhani selesai, tepatnya sekitar pukul 10.30 WIB, ratusan aparat kepolisian yang berjaga, dan unit kendaraan lapis baja yang sebelumnya disiagakan, sudah tidak nampak lagi.

sumber : republika.co.id

Sinergi Foundation Inisiasi Pipanisasi Bagi Masyarakat Kekurangan Air

SUMEDANG (Jurnalislam.com) – Pasca penggenangan 6.000 hektar tanah di sekitar Waduk Jatigede Sumedang 2015 lalu, ada banyak permasalahan yang menimpa Orang Terkena Dampak (OTD). Diakui warga, kekeringan melanda desa-desa sekitar waduk. Kondisi ini ditambah dengan meningkatnya jumlah warga yang berpindah dari lokasi penggenangan, hingga masyarakat kian kesulitan air.

“Alhamdulillah, menanggapi permasalahan ini, Sinergi Foundation menginisiasi adanya pembangunan sarana air bersih atau pipanisasi untuk Dusun Cibunut, Mekarasih, Jatigede, Sumedang. Ada tiga titik pipanisasi yang semuanya dialirkan untuk warga di dusun tersebut,” tutur Asep Irawan, CEO Sinergi Foundation.

Sebelumnya, warga hidup di tengah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan karena sawah-sawah sebagai mata pencaharian sudah ditenggelamkan.

Lebih dari itu, Asep menerangkan, masyarakat pun harus menanggung kelangkaan air. Mereka kerap menggunakan air keruh dan asin untuk keperluan sehari-hari, seperti mencuci, mandi, namun tidak bisa untuk air minum. “Warga yang semula harus menempuh berkilo-kilo meter untuk membeli air minum, kini termudahkan dengan pipanisasi ini,” katanya.

Pipanisasi ini disambut hangat warga Cibunut. “Alhamdulillah, kami sudah tak perlu lagi menggunakan air kotor untuk mandi dan mencuci. Kami juga bisa menggunakannya untuk minum. Adanya air bersih pun memudahkan kami berjualan bakso dan makanan lainnya,” ujar Tarsimah, salah satu warga Dusun Cibunut.

Melalui penyaluran ini, Asep berharap agar pipanisasi ini bermanfaat dan berkah untuk warga Dusun Cibunut dan sekitarnya. “Apabila masyarakat hendak berdonasi untuk membantu sesama yang membutuhkan seperti warga Cibunut, bisa langsung mengunjung website kami: www.sinergifoundation.org,” tandasnya. 

Pemerintah Klaim Telah Sempurnakan Peringatan Dini Tsunami

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengklaim pemerintah telah menyempurnakan SOP (standar operasional prosedur) terkait peringatan dini tsunami.

Dijelaskan Rahmat, sebelum terjadinya bencana tsunami di Selat Sunda lalu, SOP yang ada terkait peringatan dini tsunami diberikan berdasarkan data gempa tektonik yang terjadi. Namun, sambung dia, peristiwa di Selat Sunda menjadi pembelajaran tersendiri.

“Pada dasarnya 99 % tsunami terjadi karena gempa bumi tektonik. Namun diketahui bersama, kejadian tsunami di Selat Sunda terjadi kompleksitas tersendiri. Di mana bukan dari akibat gempa bumi tektonik. Dan itu ditandakan dengan sinyalnya sangat berbeda,” katanya dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Potensi dan Mitigasi Kebencanaan’, bertempat di Gedung Auditorium BMKG, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Rahmat menjelaskan, kini telah dipasang enam alat, yakni tiga di Banten dan tiga lainnya di Lampung, untuk mendeteksi dampak erupsi gunung berapi yang ada di laut.

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak sudah memasang seismograf untuk mengamati dampak erupsi gunung api. Sehingga ke depan jika ada sumber getaran jelas, kita dapat mengeluarkan warning tsunami. Di mana, yang menjadi basic datanya adalah magnitude dan epic,” katanya.

Peta Rawan Bencana Sebagai Acuan Daerah Kembangkan Wilayah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hendra Gunawan mengatakan, pihaknya telah membuat peta kawasan rawan bencana (KRB) geologi sebagai acuan pemerintah daerah dalam mengembangkan wilayahnya.

“Perlu kami tekankan bahwa peta KRB ini sudah diinformasikan ke daerah. Peta KRB ini menjadi acuan dalam pengembangan suatu wilayah,” katanya dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Potensi dan Mitigasi Kebencanaan” di Gedung Auditorium BMKG, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, secara umum pihak Badan Geologi ESDM dan instansi akan terus menggalakkan sosialisasi di daerah rawan seperti pantai barat Sumatera.

Hendra Gunawan menerangkan, pihak PVMBG Badan Geologi menerapkan strategi mitigasi secara umum, dengan mengidentifikasi potensi, menganalisis lalu dari situ dibuatkan peta kawasan rawan bencana.

“Kami membuat peta bencana, bisa dilihat dari website Badan Geologi, di sini bisa dilihat update data teknis dari longsor erupsi gunung berapi. Badan Geologi  juga bekerja sama dengan BMKG. Di samping web kami juga membuat juga network application dan bisa di-download di Google Play,” jelas Hendra.

Sejauh ini, Badan Geologi telah memetakan daerah rawan gempa bumi maupun gunung berapi di seluruh Indonesia. Secara statistik yang dihimpun oleh lembaga ini dari tahun 1990-an sampai 2004 ini banyak kegempaan melanda di wilayah timur, tapi setelah tahun 2004 jumlah kegempaan terbanyak bergeser ke barat.

Adapun, potensi rawan erupsi gunung berapi, pihak Badan Geologi terus menerus memonitor 70 dari 127 gunung api aktif yang terbentang dari barat hingga timur Indonesia.

Badan Geologi melakukan hal ini sebagai bagian dari mitigasi bencana geologi seperti gempa bumi, gunung berapi dan tanah longsor. Pemetaan kawasan rawan bencana untuk mengurangi jumlah korban dan kerusakan infrastruktur.

Sejumlah Tokoh Dampingi Slamet Ma’arif Diperiksa Polresta Surakarta

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif memenuhi panggilan Polresta Surakarta terkait adanya dugaan pelanggaran kampanye dalam tabligh akbar 212 di Bundaran Gladak, Solo, Ahad (13/1/2019).

Sekitar pukul 10.00 wib Slamet Ma’arif tiba di Polresta Surakarta didampingi sejumlah tokoh seperti Amien Rais, Babe  Haikal Hasan, Ustaz Bernad Abdul Jabar, Yusuf Martak, Mahendradata, ketua DKSK, dan Jawara betawi Damin Sada.

Aparat kepolisian memasang kawat berduri sekitar 150 meter dari Polresta Surakarta untuk mencegah masuknya ratusan umat Islam yang datang untuk menyampaikan dukungan.

Ketua Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Tengah, Ustaz Surawijaya dalam orasinya menegaskan bahwa umat Islam akan senantiasa mengawal ulama-ulama atas adanya ketidakadilan dari pemerintah.

“Ini adalah bukti kepedulian kita atas adanya kriminalisasi terhadap ustaz Slamet Ma’arif,” katanya dari atas mobil komando.

Situasi sempat memanas ketika rombongan Slamet Ma’arif akan memasuki Mapolres. Aparat kepolisian membatasi tokoh yang akan ikut mendampingi Slamet.

Massa yang terdiri dari berbagai elemen umat Islam Soloraya ini terus melakukan orasi di depan Mapolresta Surakarta menunggu pemeriksaan Slamet Ma’arif hingga selesai.

Van Klaveren, Mantan Aktivis Partai Anti-Islam Belanda Masuk Islam

BELANDA (Jurnalislam.com) – Joram van Klaveren, seorang anggota parlemen Belanda yang yang juga mantan anggota Partai Anti-Islam pimpinan Geert Wilders menyatakan diri telah masuk Islam.

Van Klaveren yang pernah mengatakan bahwa “Islam itu bohong” dan “Al-QUr’an itu racun” itu mengaku mendapat hidayah ketika ia sedang menulis buku anti-Islam.

“Selama menulis itu saya menemukan semakin banyak hal yang membuat pandangan (buruk-red) saya tentang Islam goyah,” katanya dalam acara TV Belanda, NieuwLitch, Rabu (6/2/2019).

Namun keputusan itu dicibir mantan pimpinan partainya, Geert Wilders. Dilansir RTL TV, Wilder membandingkan pertaubatan mantan tangan kanannya itu seperti seorang vegetarian yang akan bekerja di rumah jagal.

Joram Van Klaveren adalah mantan anggota parlemen Belanda dari Partai Kebebasan (PVV) dari tahun 2010 hingga 2014, tapi ia keluar setelah Wilder mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang Islam yang diidentikan dengan orang Maroko.

Wilder menanyakan kepada para pendukungnya apakah mereka mau sedikit atau banyak orang Marko di Belanda. Wilder lalu ditangkap pada 2016 dengan tuduhan diskriminasi.

Van Klaveren kemudian membentuk partai sayap kanannya sendiri yang diberi nama “Untuk Belanda (VNL), tetapi ia meninggalkan politik setelah gagal memenangkan kursi tunggal dalam Pemilu tahun 2017.

Film Edukasi Zakat ‘Iman di Pangkuan Sang Fakir’ Dirilis Pekan Ini

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) meluncurkan film Iman di Pangkuan Sang Fakir di Epicentrum XXI pada Rabu (6/2).

Melalui film tersebut, Baznas ingin menyampaikan inti ajaran zakat kepada masyarakat luas.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, mengatakan film tersebut mengangkat fenomena kemiskinan yang terjadi di tengah masyarakat. Penderitaan mereka tidak pernah putus tergambarkan dalam film tersebut.

Tokoh utama dalam film tersebut menunjukan kepedulian terhadap sesama yang sangat kuat, meski dirinya dalam keadaan miskin harta. Hal ini sejalan dengan inti ajaran zakat yaitu berbagi terhadap sesama.

“Melalui film ini mendorong masyarakat menanamkan semangat kepedulian kepada sesama, diharapkan dapat menumbuh kembangkan semangat masyarakat untuk peduli,” kata Arifin lansir Republika.co.id di Epicentrum XXI, Rabu (6/2).

Baznas berharap masyarakat Indonesia menjadi lebih dermawan serta bersama-sama membantu sesama dengan semangat mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Sebab semua orang bisa menolong orang lain seperti yang ditampilkan dalam film. Bayangkan masyarakat kalangan biasa tetap bisa menolong mereka yang membutuhkan pertolongan.

Arifin menjelaskan, melalui film tersebut Baznas sebenarnya hanya menampilkan apa yang terjadi di tengah masyarakat. Sambil mendorong semangat masyarakat untuk berbagi dan menjadi dermawan. Baznas tidak mengajari langsung tentang zakat pada film tersebut.

“Zakat adalah satu ajaran yang mendorong umat agar mau berbagi kepada sesama, itulah inti ajaran zakat, kalau film ini diresapi dan diambil hikmahnya, makin banyak orang yang bisa tertolong karena semangat berbagi,” ujarnya.

PP Persis Tolak Pengesahaan RUU P-KS

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Pimpinan Pusat Persatuan Islam secara tegas menolak rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang – Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PK-S).

Hal tersebut disampaikan oleh sekretaris umum PP Persis Haris Muslim Lc. MA. Ia mengatakan, RUU tersebut dinilai karena ini adalah sangat berpotensi merusak tatanan kehidupan berbangsa.

“RUU sangat berbahaya untuk keberlangsungan hidup bangsa. Materi di RUU tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan agama”, ungkap Haris, Rabu (06/02/2019).

Jika disahkan, RUU tersebut dinilai bisa memunculkan banyak polemik di kehidupan bermasyarakat.  Haris mencontohkan ketika nanti misalkan seseorang ibu memaksa anaknya untuk berhijab (pakaian muslimah), kemudian anaknya itu tidak mematuhi ibunya dan ini bisa diperkarakan.

Haris menilai  RUU PK-S tersebut tidak berpihak terhadap pembangunan SDM Bangsa Indonesia.

“RUU ini harus ditolak. Jika sampai disahkan tak hanya merugikan umat Islam melainkan seluruh warga Indonesia yang kita cintai ini dan permasalahan ini harus disadari oleh semua”, ujar Haris.

Sumber : persis.or.id

Pegiat Ormas Islam Diimbau Pahami Dunia Digital untuk Dakwah

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)–Para Mubaligh Muhammadiyah harus selalu mengikuti perkembangan zaman termasuk dalam pengunaan media sosial.

Hal ini disampaikan oleh Tafsir, Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Tengah dalam Pembukaan Workshop Revitalisasi Mubaligh Muhammadiyah, pada (2/2/2019) di Gedung Siti Walidah, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

“Para Mubaligh diharapkan juga akrab dengan media sosial, sehingga bisa memanfaatkan media sosial sebagai media dakwah,”ungkapnya.

Tafsir menambahkan, dinamika kehidupan masyarakat terus bergerak dengan cepat dan dinamis. Karena itulah para mubaligh Muhammadiyah harus bisa mengikuti dinamika sosial yang terjadi.

Menurutnya, dakwah harus sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Ketika dinamika sosial terjadi maka dinamika harus juga di pahami oleh para Mubaligh Muhammaidiyah.

“Melalui workshop inilah para Mubaligh Muhammadiyah harus memahami fenomena sosial yang terjadi saat ini,” paparnya.

Tafsir juga mengingatkan, kondisi mubaligh mengalami pasang surut dalam memahami fenomena sosial yang ada.

Karena itu, workshop seperti ini menjadi membangun silaturahmi dengan pimpinan maupun anggota sehingga akan saling memberi informasi tentang dimanika sosial yang terjadi.

Hal senda juga disampaikan oleh M Abdul Fatah, Wakil Rektor IV Bidang Al- Islam Kemuhammadiyahan dan Kerjasama UMS, menyarankan kepada para penceramah Muhammadiyah harus melakukan inovasi dakwah melalui media digital.

“Dakwah tidak melulu hanya disampaikan melalui lisan dan tulisan, melainkan juga melalui digital seperti halnya pemberdayaan website dan media sosial. Mubaligh Muhammadiyah harus mulai paham soal ini,”katanya.

Worshop  yang di selenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PWM Jawa Tengah berlasung selama dua hari ini dari tanggal 2 Februari sampai tanggal 3 Februari 2019 diikuti sebanyak 90 mubaligh Muhammadiyah yang berasal dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Sumber : muhammadiyah.or.id