Berita Terkini

Street Qur’ani Dakwah : Dari Belajar Ngaji, Tes Kesehatan, hingga Cukur Gratis

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)–Belajar agama itu mudah karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja!

itulah yang ingin diterapkan oleh Street Qur’ani Dakwah (SQD) Ponpes Salman Al Farisi, Karanganyar saat menggelar aksi dakwah the Car Free Day (CFD) Karanganyar setiap ahad pagi di depan Kodim Karanganyar.

Founder SQD ustaz Kelik Subagio mengatakan, dalam aksi dakwah SQD, warga yang berada di CFD Karanganyar bisa belajar baca Al Qur’an dengan para Da’i dari Ponpes Salman Al Farisi Karanganyar.

Selain itu, warga juga bisa memeriksakan kesehatannya secara gratis, pijat gratis hingga cukur gratis hanya dengan membaca surat pendek dalam Al Qur’an.

“Tujuannya dari kegiatan ini adalah supaya Al Qur’an bisa masuk keseluruh lapisan masyarakat dan di hari ini kita menyediakan potong rambut gratis yang cukup dengan membaca surat pendek saja,” katanya kepada Jurniscom, Ahad, (17/2/2019).

Kusmanto (48) warga asal Tasikmadu Karanganyar mengaku senang dengan cara dakwah dari SQD tersebut, sebab, ia bisa mendapatkan banyak manfaat dari salah satu program Ponpes Salman Al Farisy tersebut.

“Alhamdulillah saya dapat dua manfaat langsung dari acara ini, yaitu cukur gratis sekaligus bisa belajar membaca Al Qur’an,” katanya.

Selain pemeriksaan kesehatan, pijat dan cukur rambut, warga juga bisa membaca sejumlah buku Islami yang disediakan di stand SQD rencananya SQD akan terus melakukan inovasi dakwah di setiap aksi aksinya di CFD.

Pakar Minta Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Segera Dihentikan

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Ketua Institut Transportasi (Instran) Darmaningtyas menyatakan ketegasanya menolak pembangunan kereta api (KA) cepat Jakarta-Bandung.

Untuk itu, Darmaningtyas meminta pemerintah lebih baik menghentikan proyek KA cepat Jakarta-Bandung.

Darmaningtyas menilai KA cepat Jakarta-Bandung pada dasarnya tidak fisibel.

“Kalau misalnya kereta cepat itu Jakarta-Semarang atau Jakarta-Surabaya mungkin itu akan menarik demand,” kata Darmaningtyas, Ahad (17/2).

Sebab, kata dia, jika KA cepat Jakarta-Bandung beroperasi dengan tarif Rp 200 ribu, tidak banyak masyarakat menggunakannya.

Dia memprediksi masyarakat masih akan lebih memilih kereta api biasa menuju Bandung jika frekuensi perjalananya ditambah.

Meskipun saat ini prmbangunan KA cepat Jakarta-Bandung menyentuh delapan persen, Darmaningtyas tetap menilai hal tersebut tidak akan berpengaruh.

“Sudah tinggalkan saja. Sudah tiga tahun baru delapan persen itu gimana? Sama saja belum bergerak,” tutur Darmaningtyas.

Dia menegaskan, perkembangan pembangunan tersebut sama sekali belum signifikan.

Darmaningtyan bahkan menilai yang memeiliki harapan proyek tersebut selesai hanya Meikarta yang sebelumnya pernah mempromosikan mooda trasnportasi tersebut.

Meskipun pemerintah menargetkan pada 2021 KA cepat Jakarta-Bandung selesai, Darmaningtyas yakin hal tersebut tidak akan tercapai.

Sebab, hingga saat ini konstruksi fisiknya sama sekali belum dimulai.

Bahkan, pembebasan lahan juga masih akan menjadi permasalahan karena pemilik tanah sudah mengetahui akan dikomersialkan.

Dengan begitu, harga tanah sudah melalui calo sehingga biaya biaya pembebasan lahan akan meningkat.

Terlebih, mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Andrianof Chaniago sebelumnya sudah tegas menolak pembangunan KA cepat Jakarta-Bandung.

“Waktu itu, Andrianof juga tegas KA cepat bukan prioritas pemerintahan Joko Widodo dan Jonan jelas sekali menolak,” ungkap Darmaningtyas.

sumber : republika.co.id

 

Indonesia Ingin Kalahkan UEA Jadi Destinasi Wisata Halal Nomor Wahid

JAKARTA (Jurnalislam.com)–halal Indonesia terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Indonesia saat ini sudah menempati peringkat kedua destinasi wisata halal dunia berdasarkan penilaian dari Muslim Travel Index (GMTI).

Indonesia bersama Uni Emirat Arab berada di bawah Malaysia yang masih menjadi jawara wisata halal dunia.

Namun tahun ini,  Menpar Arief Yahya setelah meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 di Jakarta, Ahad (17/2) mengatakan bahwa Indonesia ditargetkan menempati peringkat pertama dan menjadi destinasi paling ramah terhadap wisatawan muslim

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mewujudkan itu, antara lain berbekal keindahan alam, kekayaan budaya, dan fakta bahwa Indonesia berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Pertumbuhan wisata halal Tanah Air memang cukup mengesankan. Pada 2017 Indonesia sukses menjaring 1,95 juta wisatawan mancanegara (wisman) halal tourism .

Pada 2018, Kemenpar menaikkan target menjadi 3,5 juta. Tahun ini Kemenpar menaikkan lagi target kunjungan menjadi 5 juta wisman atau naik 42% dari tahun lalu. Angka 5 juta ini 25% dari total target wisman tahun ini yang dicanangkan sebesar 20 juta.

Berdasarkan studi GMTI 2018, negara dengan destinasi wisata halal terbaik atau terfavorit dan masuk Top 9 secara berurutan adalah Malaysia, Indonesia, Uni Emirat Arab; Turki, Arab Saudi, Singapura, Qatar, Bahrain, Oman, dan Maroko.

Pemerintah telah menyiapkan tahapan-tahapan langkah untuk menuju sebagai destinasi halal terbaik dunia. Salah satunya meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 pada pekan lalu.

Melalui IMTI 2019 Kemenpar menetapkan 10 destinasi wisata halal unggulan Indonesia, yakni Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur (Malang Raya), Lombok, dan Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya).

Sumber : sindonews.com

Menpar Targetkan 5 Juta Turis Nikmati Wisata Halal

JAKARTA (Jurnalslam.com)–Indonesia ditargetkan menempati peringkat pertama destinasi wisata halal dunia sekaligus menjadi destinasi paling ramah terhadap wisatawan muslim versi Global Muslim Travel Index (GMTI).

Menpar Arief Yahya setelah meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 di Jakarta, Ahad (17/2) mengatakan, pihaknya menargetkan Indonesia berada pada peringkat pertama sebagai destinasi pariwisata halal dunia versi GMTI pada tahun ini.

“Ini didukung oleh pertumbuhan wisata halal kita tahun ini mencapai angka tertinggi sekitar 42 persen,” katanya.

Oleh karena itu, target kunjungan wisatawan halal tourism dunia ke Indonesia tahun ini didongkrak menjadi sebanyak 5 juta atau tumbuh 42 persen dari tahun lalu sebanyak 3,5 juta.

“Target 5 juta wisman halal tourism itu mencapai 25 persen dari target kunjungan 20 juta wisman pada tahun ini,” kata Arief Yahya.

Untuk mencapai itu, Kemenpar menggunakan IMTI sebagai standar kerja pengembangan wisata halal Indonesia menuju ranking pertama GMTI 2019 yang akan diumumkan pada April 2019.

“Kita memiliki IMTI 2019 yang mengadopsi dari standar GMTI untuk memenangkan destinasi halal terbaik pada GMTI 2019,” pungkas Menpar Arief Yahya.

sumber : bisnisjakarta.co.id

Pengamat : Fintech Syariah Lebih Lindungi Nasabah

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Industri keuangan syariah di Indonesia saat ini masih belum bisa melampaui industri keuangan konvensional baik perbankan maupun multifinance.

 

Namun, seiring berkembangnya teknologi, bisakah keuangan syariah berjaya melalui platform financial technology (fintech)?

 

Pengamat Ekonomi Syariah Adityawarman A Karim mengatakan, fintech syariah berpotensi berkembang pesat ke depannya.

 

Pasalnya, untuk membuat perusahaan fintech lebih mudah ketimbang platform jasa keuangan lainnya.

“Fintech syariah akan berkembang pesat karena entry barrier-nya (hambatan untuk masuk) relatif rendah dibandingkan dengan bank atau multifinance,” katanya, Ahad (17/2/2019).

Dia melanjutkan, selama ini industri keuangan syariah sulit berkembang dikarenakan keterbatasan modal. Sementara, jasa keuangan konvensional mampu menyediakan modal yang besar.

“Bank syariah susah ngejar bank konvensional karena modalnya terbatas. Nah fintech modalnya kan kecil,” kata dia.

Selain itu, menurut dia, dengan fintech syariah justru masyarakat lebih terlindungi dari jeratan bunga yang tinggi.

Akibat terlilit bunga yang tinggi, peminjam menjadi kesulitan melunasi utangnya karena nominal bunga lebih besar dari utang.

Seperti diketahui, platform fintech biasanya memberikan bunga tinggi hingga 100 persen dari pinjaman. Sementara, aturan syariah melarang adanya riba seperti bunga dalam prosesnya.

“Makanya pakai fintech syariah biar nasabah terlindungi. Koordinasi sama OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga kan biar nasabah tidak kena yang abal-abal,” ucapnya.

Untuk memastikan suatu fintech syariah atau tidak, perusahaan fintech harus diuji Dewan Syariah Nasional (DSN) dan OJK. Hal ini agar memastikan agar pada praktiknya tidak memberatkan masyarakat.

“Kan mereka harus presentasi dulu di DSN untuk aspek syariah. Selain juga di OJK. Jadi dua lapis,” tuturnya.

Sumber : inews.id

 

Maraknya Pelacuran Online. Apa Solusinya?

Oleh: Mawar Sari, pegiat Ibu Peduli Generasi

(Jurnalislam.com)–Berita mengenai kasus prostitusi  belakangan ini, semakin mencuat di lini massa. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Bekasi. Wanita berinisial NB ditangkap di Apartemen Kemang View Tower, Pekayon, Bekasi Selatan, usai tim siber Polres Metro Bekasi Kota melakukan patroli siber.

NB ditangkap karena menjajakan dirinya kepada pria hidung belang melalui media sosial, seperti Twitter, WeChat dan MiChat.

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana pada Sabtu (2/2/2019) mengatakan, tersangka NB memasarkan dirinya dengan membuat akun di ketiga media sosial itu.

Ditinjau dari segi bahasa, prostitusi memiliki pengertian yaitu, pertukaran antara perilaku tak senonoh (zina)  dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan. Prostitusi bagian dari penyakit sosial yang harus diberantas karena merendahkan derajat wanita dan merusak moralitas bangsa Indonesia yang masih memegang teguh adat ketimuran, menganggap hal ini adalah hal yang tabu dan aib.

Sayangnya, budaya liberal yang masuk ke negeri ini, menjadikan generasi krisis moral dan akhlak.

Banyak dari pelaku penjaja seks, melakukan praktik prostitusi karena tuntutan gaya hidup.

Kehidupan yang liberal dan serba bebas menjadikan pelakunya memiliki gaya hidup hedonis.

Mereka menganggap tolak ukur sebuah kebahagiaan itu adalah dengan mencari sebanyak-banyaknya materi. Hingga rambu-rambu aturan halal dan haram pun mereka nafikan.

Era digital masa kini pun semakin mempermudah aksesabilitas praktik prostitusi. Di mana media massa dan media sosial saat ini dipenuhi dengan ladang bisnis pornografi. Sehingga praktik prostitusi dapat dilakukan secara online.

Ketiadaan mekanisme sanksi yang tegas, juga menjadikan kasus seperti ini menggantung tanpa solusi.

Yang ada justru malah semakin marak dan menular. Negara seolah melakukan pembiaran pada kasus-kasus prostitusi seperti ini.

Para pelaku hanya dikenakan sanksi wajib lapor, sedangkan para penikmat syahwat dibiarkan tanpa proses hukum.

Keadaan seperti ini jika terus berlangsung, akan mendatangkan kerusakan peradaban yang sistemik. Manusia mengalami degradasi moral, dan tak ada bedanya dengan hewan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Prostitusi dalam perspektif Islam digolongkan kedalam perbuatan zina.

Adapun sanksi bagi pelaku zina di dalam hukum Islam adalah sanksi uqubat berupa rajam.

Rajam adalah hukum cambuk yang dikhususkan bagi semua pelaku zina baik itu pria maupun wanita tanpa tebang pilih. Dengan itu para pelaku zina dapat menyesali perbuatannya, juga dapat menjadi penebus dosa di akhirat kelak. Serta memberikan edukasi preventif di tengah masyarakat, karena beratnya sanksi tersebut.

Syariat Islam dapat menjadi solusi dalam mengatasi prostitusi dengan penyelesaian yang komprehensif.

Hanya dengan diterapkannya hukum syara secara menyeluruh dapat menghapus dan mencegah segala bentuk perbuatan zina. Masihkah kita ragu untuk menerapkannya?

Ustaz Slamet Ma’arif Tersangka, Massa Alumni 212 Disebut Siap Datangi Solo

SOLO (Jurnalislam.com)- Jutaan anggota Persaudaraan Alumni (212) 212 dari seluruh wilayah di Indonesia disebut siap datang ke kota Solo.

Hal itu ditegaskan pengurus PA 212 Daeng Waqidin menyikapi dugaan kriminalisasi yang menimpa  Ketua PA 212 ustaz Slamet Ma’arif.

“Seluruh alumni PA 212 mulai dari Sumatera, pula Jawa, pulau Kalimantan, pulau Sulawesi, Bali, pulau Nusa tenggara sampai Papua siap ke Solo saudara-saudara,” katanya dari atas mobil komando saat melakukan aksi Solidaritas ustaz Slamet Ma’arif di depan Mapolresta Surakarta, sabtu, (16/2/2019).

“Wilayah solo ini secara dataran masih lebih luas daripada Monas, masih bisa nampung 20 juta orang untuk menampung di solo ini,” imbuhnya.

Jutaan umat Islam tersebut, katanya, akan terus mengawal kasus ustaz Slamet karena meyakini ketua PA 212 tersebut tidak bersalah.

“Kalau 20 juta orang datang maka hiduplah perekonomian di kota Solo ini, semua hotel hotel disini penuh, masjid penuh, kita berjamaah dan bertabligh akbar bersama mudah-mudahan ustadz Slamet Ma’arif dibebaskan secara tuntutan saudara saudara,” ujar ustaz Daeng.

Pria asal Makasar tersebut juga berharap agar Allah memberikan pemimpin yang mencintai rakyat, ulama dan berpihak kepada kepentingan umat Islam.

“Kita doakan mudahan Indonesia diberi pemimpin yang mencintai rakyatnya yang menjadi adil dan makmur saudara saudara,” paparnya.

“Kita doakan mudah-mudahan Indonesia diberi pemimpin yang mencintai ulama ulamanya saudara saudara, yang peduli terhadap nasib umat Islam saudara,” pungkasnya

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Sabet Ragam Cabang Kejuaran Piala MUI

SOLO (Jurnalislam.com)- SD Muhammadiyah 1 Ketelan dominasi juara pada lomba gebyar syiar yang diadakan SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Sabtu (16/2/2019).

Lomba ini untuk ajang prestasi memperebutkan piala Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan piala PDM Kota Surakarta, di samping hadiah uang pembinaan dan sertifikat bergengsi.

Sekolah yang berjulukan SD Muhammadiyah 1, Yang saat ini menyandang Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR), Sekolah Pendidikan Karakter berbasis TIK dan Budaya, berhasil menggondol Juara satu diraih oleh tim paduan suara dan kaligrafi. Untuk cabang lomba Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM), meraih juara 3.

Keberhasilan tersebut tentu diraih dengan strategi dan cara yang tidak mudah. Selama saya mengawal membina lomba paduan suara, ternyata latihan di dalam ruangan dengan ruangan yang terbuka berbeda menghasilkan suara, baik power atau volume yang maksimal. Latihannya sudah ada sebanyak 14 kali.

 

”Proses latihan sengaja dilakukan indoor dan outdoor untuk meningkatkan mental mereka ketika tampil di depan khalayak ramai, al Hamdulillah, merasa sangat senang dan bersyukur sekali anak-anak bisa mendapatkan hal yang terbaik juara 1,” ujar Yuliarto Wiku Prabowo, SE, pelatih paduan suara dan pendamping lomba.

 

Dengan anak-anak mengikuti paduan suara, misalnya bisa mengembangkan bakat dan potensi yang ada. Menyanyikan dengan penuh penghayatan disertai gerakan yang rampak, ekspresi yang lincah. Materi yang dinyanyikan lagu wajib Nasional, Tanah Airku dan lagu pilihannya Lir ilir.

 

Selamat! Berikut adalah daftar nama tim paduan suara, yaitu Sejatining Hayu Rahmadani kelas 5C, Anezka Syahla Salsabila kelas 4C, Marzeline Cyrena Norine kelas 5C, Hemas Anindya Kirana kelas 4B, Carissa Arumi Nareswari kelas 4B, Kiarra Ajirani Puteri kelas 5C, M Rasya Nazriel Irkham kelas 4B, M Raffa Fairuzul kelas 4D, dan Yassin Varrel Putra kelas 5C.

 

Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd., berpesan kepada para jawara untuk tidak cepat puas dengan hasil ini. ”Selamat dan sukses, terima kasih bapak ibu yang telah mendampingi anak-anak dengan baik, semoga disusul prestasi-prestasi yang lainnya, terima kasih,” tambahnya.

Pendapat Ulama Dinilai Jadi Pertimbangan Milenial Muslim Pilih Pemimpin

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Politisi milenial muslim, Agastya Harjunadhi menyatakan sikap kritis idealis yang dimiliki kebanyakan kaum milenial membuat pembelahan pilihan dalam Pilpres April 2019.

“Dalam konteks kedua calon presiden/wapres saat ini, tentu akan bermacam-macam. Tergantung basis pengetahuan dan kultural masing-masing individu generasi milenial,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com Sabtu (16/2/2019).

Pemuda yang pernah menjadi Youth Leader of Indonesian Ambassadors for Malaysia, Kemenpora RI tahun 2014 menilai para milenial cenderung mengikuti elit ulama yang menurut mereka bijak, cerdas, amanah dan terbukti loyal terhadap ummat.

“Sikap rasionalitas milenial muslim membuat mereka akan semakin kuat dan rasional dalam memilih pemimpin/wakil rakyat yang integritas moral dan intelektualnya jelas bervisikan keummatan,” ujarnya.

Agas menjelaskan, umumnya segmentasi pemilih di Indonesia terbagi menjadi empat, yakni rasional, konservatif, swing (belum menentukan pilihan), dan apatis. Empat segmentasi ini pun pasti ada di kalangan milenial.

“Bukan anak muda namanya jika cepat puas. Anak muda seharusnya terus mencari informasi lebih akurat agar dirinya tetap memiliki kontribusi positif atas apa yang ia yakini,” pungkasnya.

Pasalnya, orang memilih pemimpin pasti berdasarkan pengetahuan yang dimiliki, karena pengetahuan akan mendasari keyakinan.

“Dalam hal ini, jika kita tidak cukup sabar menggali informasi, sebagai muslim kita perlu bertanya kepada orang yang lebih tahu (ulama) agar terhindar dari kebingungan yang menyebabkan golput sehingga merugikan perjuangan ummat di bidang politik. Karena, satu suara kita sangat penting untuk meloloskan politisi yang amanah dan peduli kepada ummat,” tuturnya.

Aksi Protes Kasus Ketua PA 212 Berlanjut di Mapolda Jateng

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Aksi protes terhadap kasus yang menjerat Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif terus berlanjut. Unjuk rasa ini digelar oleh Forum Umat Islam Semarang (FUIS) di depan Mapolda Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (16/2/2019).

Puluhan massa tersebut mendesak pihak kepolisian untuk bertindak adil terhadap salah satu tokoh umat Islam itu.

“Kami berharap kepada aparat kepolisian dan jajarnnya agar jangan tebang pilih dalam menangani kasus,” kata Humas FUIS, Danang kepada Jurniscom di sela-sela aksi.

Sementara itu, perwakilan massa diterima oleh pihak kepolisian, Kompol Herman S Candra. Dalam audiensi itu, ia mengaku kasus Slamet Ma’arif akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, ia juga menanggapi isu yang mengatakan kasus Slamet Ma’arif akan dilimpahkan ke Mapolda Jawa tengah. Menurutnya, jika memang benar, akan diperiksa di ditreskrimsus.

“Jika jadi diperiksa di Polda, maka pemeriksaan akan dilakukan di ditreskrimsus,” jelasnya.

Perwakilan massa melakukan audiensi dengan pihak Mapolda Jateng

Audiensi diakhiri dengan pemberian surat pernyataan sikap dari FUIS. Diantaranya, aparat harus netral, tidak menjadi alat penguasa untuk menjerat oposisi atau lawan politik, dan mendesak aparat penegak hukum profesional dalam menangani kasus ini.

“Dan tidak tebang pilih mengusut perkara serupa,” ungkap salah seorang perwakilan massa.

Slamet Ma’arif dijerat Pasal 492 dan 521 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang melakukan pelanggaran kampanye diluar jadwal.

Dugaan pelanggaran dilakukan saat menghadiri undangan tablig akbar PA 212 di Solo, pekan lalu. Kini statusnya sudah menjadi tersangka.