Berita Terkini

LAZ Nurul Hayat Gelar Khitan Massal untuk 97 Anak

SEMARANG (Jurnalislam.com)—LAZ Nurul Hayat Semarang kembali mengadakan Khitan Massal, Sabtu (6/7/2019).

Pendaftaran peserta sudah dibuka sejak akhir ramadhan dan dalam waktu sepekan bada Idul Fitri, kuota terpenuhi.

Bertempat di Klinik IB, bekerja sama dengan Khitan Center Semarang, acara ono dihadiri 101 anak yang terdaftar dan dihadiri 97 anak.

Kepala Cabang Nurul Hayat Semarang Arfanu Romlan berharap acara ini sangat  bermanfaat untuk kaum dhuafa Semarang.

Acara ini dipandu oleh Kak Slam dan diisi dengan berkisah dan kuis interaktif, sehingga bisa mencairkan suasana.

Peserta juga diberikan sarung dan uang saku. tak lupa hadiah doorprize games berupa gelas mug dan alat tulis.

“Kami orangtua dari Abdurrahman Yusuf Faza mengucapkan jazakumulloh khoirol jaza’ kepada Nurul Hayat,” kata Eko, seorang orang tua peserta.

 

BMKG Pantau Perkembangan Pasca Gempa 7 Magnitudo di Ternate

TERNATE (Jurnalislm.com)—Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa telah terjadi gempa magnitude 7 , Ahad malam (7/7/2019).

Gempabumi berpusat di laut 133 Km Barat Daya Ternate Maluku Utara.

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami karena berdasarkan pemodelan matematis terdapat ancaman tsunami dengan status ancaman Waspada  untuk daerah Minahasa bagian selatan dan Minahasa Utara bagian selatan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono  mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan gempa yan terjadi.

“Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam, telah terjadi 8 kali gempabumi susulan yang tercatat, dengan M=3.5 s/d 4.9,” katanya dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad malam.

BMKG juga terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan tinggi muka air laut yang terdapa tdi 6 stasiun pasang surut ( Bitung, Tobelo, Ternate, Taliabu, Jailolo, dan Xanana).

“Hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media,” katanya.

Aksi Teatrikal Kaum Hawa Tolak RUU P-KS di Car Free Day Bandung

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Mulut dilakban menyilang, perempuan bandung berdiri mematung tolak RUU P-KS.

Sikap protes dengan bungkam tersebut dilaksanakan disepanjang car free day (CFD) Dago Bandun, Ahad 7 Juli 2019.

Aksi teatrikal tolak RUU P-KS ini diselenggarakan oleh aliansi gerakan perempuan (GPP) bandung, sebagai respon terhaadap digulirkannya RUU P-KS yang sekarang sedang dibahas di DPR.

Dalam aksinya, para peserta membawa poster yang menyuarakan keresahan mereka:

“Moralitas dibungkam, RUU P-KS bukan solusi untuk perempuan baik-baik, keluarga dijaga dengan moral”. Dalam setiap poster itu tertera tagar #TolakRUUPKS.

Marcia ketua aliansi GPP mengungkapkan bahwa mereka bersikap menolak RUU P-KS untuk menyelamatkan ketahanan keluarga Indonesia.katanya.

Dia juga menegaskan bahwa moral bangsa akan menjadi pertaruhan dengan terbitnya UU ini.

“Kami juga dengan tegas tidak akan mengizinkan paham paham yang akan merusak moral bangsa tersebut ke Indonesia lewat RUU P-KS,”tambahnya.

Diva, salah seorang peserta aksi mengatakan  bahwa selain nilai yang dibawa di dalam RUU P-KS bermasalah, RUU ini juga didukung habis habisan oleh kelompok LGBT.

“Kita tahu LGBT itu sendiri ditolak oleh nilai nilai yang berlaku di Negara Indonesia, harusnya setelah kita tahu ideologi yang terkandung dalam RUU PKS bermasalah kita juga merasa tambah aneh dengan gencarnya dukungan kelompok LGBT tersebut,”tegasnya.

Aksi teatrikal tolak RUU P-KS ini mendapat respon yang baik dari masyarakat.

 

Para Tokoh Sampaikan Belasungkwa atas Wafatnya Humas BNPB Sutopo

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dini hari tadi meninggal dunia di usia 49 tahun. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mengungkapkan duka cita atas kepergian pria itu.

“KPK sampaikan belasungkawa atas berpulangnya ke rahmatullah Pak Sutopo. Dalam doa kami, semoga almarhum kembali pulang dan diterima dalam rida Allah SWT,” kata Juru bicara KPK Febri Diansyah melalui siaran pers yang diterima redaksi Minggu (07/07/2019).

Secara pribadi, Febri mengagumi sosok Sutopo sebagai seorang kepala humas dan juru bicara BNPB. Menurut dia, pengabdian Sutopo akan selalu menjadi inspirasi dan semangat bagi banyak orang.

“Saya pun belajar banyak dari almarhum tentang pelaksanaan tugas dan pengabdiannya dalam penyampaian informasi yang dilakukan di BNPB,” tuturnya.

Tokoh lain, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, turut berbelasungkawa atas kepergian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Dia juga mendoakan semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Innalilahi wa Inna ilaihi Roji’un. Luar biasa pengabdian Pak Sutopo pada negara, banyak kebaikan-kebaikan sang Pejuang Bencana untuk rakyat Indonesia. Semoga husnul khotimah di tempat yg mulia disisiNya. Aamiin.” Kata Mardani kepada Jurnalislam.com, Minggu (07/07/2019).

BNPB merasa amat kehilangan atas meninggalnya Sutopo saat menjalani pengobatan kanker paru di Guangzhou, Cina, dini hari tadi.

Sebagai kepala Humas BNPB, Sutopo tak kenal lelah memberikan informasi kebencanaan kepada publik.

Kabar meninggalnya Sutopo diterima oleh BNPB dari pihak keluarga secara langsung, yaitu istri maupun melalui akun Twitter putranya. Berdasarkan keterangan resmi tersebut, Sutopo meninggal dunia saat menjalani pengobatan penyakit kanker yang diidapnya di St Stamford Modern Cancer Hospital, Guangzhou, Cina, sejak 15 Juni 2019.

PBNU: Sutopo Sosok Inspiratif dan Selalu Menebar Kebaikan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kabar meninggalnya Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyisakan duka di hati banyak pihak. Tidak terkecuali Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

 

Ketua Harian PBNU, Robikin Emhas mengatakan, almarhum Sutopo adalah orang yang baik. “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya bersaksi Pak Sutopo Purwo Nugroho (1969-2019) adalah orang baik,” katanya melalui siaran pers yang diterima redaksi Ahad (07/07/2019).

 

Dia menuturkan, almarhum semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang inspiratif dan selalu menebar kebaikan kapan pun.

“Ujar beliau pada suatu kesempatan, ‘hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa kita dapat membantu orang lain’,” tuturnya.

 

Robikin berdoa agar semua salah dan khilaf Sutopo diampuni oleh Allah . Amal ibadahnya diterima dan segenap keluarga yang ditinggalkan tabah. “Serta kita dapat meneladani dedikasi dan kejuangannya. ‘Lahu al-Fatihah”,” ujarnya.

 

Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo meninggal dunia saat sedang menjalani pengobatan kanker di Guangzhou, Cina, dini hari waktu setempat. Kabar duka tersebut tersiar dari akun Twitter resmi milik Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB sekitar pukul 03.00 WIB.

 

“Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN , Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau.”

Bahas Potensi Zakat, Madani Islamic Forum Hadirkan Dosen University Malaysia Terengganu

MAKASSAR (Jurnalislam.com)–Madani Institute (Center For Islamic Studies) mengadakan Madani Islamic Forum (MIF) dengan pembahasan Potensi Zakat dan Wakaf Sebagai Penopang Ekonomi Umat, bertempat di Aula Lantai 3 Rabbani Boleuvard Makassar. Sabtu (6/7/19).

Hadir sebagai pembicara Dr. Bayu Taufiq Posuumah seorang peneliti di Institute of Islamic Economic and Thought Centre Malaysia.

Ia mengatakan bahwa potensi zakat memiliki manfaat yang besar apalagi untuk hal-hal produktif.

“Di Indonesia orang-orang masih banyak yang tidak mengeluarkan zakat, padahal potensi zakat sangat besar apalagi jika digunakan untuk hal-hal produktif,” ungkapnya

Bahkan potensi zakat dapat digunakan untuk memberikan beasiswa kepada siswa atau sarjana yang berprestasi.

“Sebagai contoh untuk memberikan beasiswa kepada sarjana-sarjana berprestasi. sehingga paradigma lama bahwa zakat itu diberikan lalu habis sebagai bahan habis pakai saja menjadi kurang produktif, walaupun tetap boleh,” imbuhnya

Hal yang lebih besar adalah pemanfaatan dana waqaf. Dosen University Malaysia Terengganu mendorong agar waqaf berbasis Mesjid dapat digunakan untuk hal-hal produktif.

“Waqaf berbasis mesjid dasarnya adalah dengan mengambil sekian persen dari saldo mesjid yang rata-rata hanya menumpuk sebagai kas mesjid, lalu digunakan untuk membuat hal-hal produktif lainnya sehingga kas mesjid tidak hanya habis dalam untuk pembangunan infrastruktur mesjid yang hari ini orang berlomba-lomba untuk membuat mesjidnya megah akan tetapi sepi dari aktivitas,” tutupnya

Reporter: Muhammad Akbar

Warga Bima Gelar Aksi Desak Polisi Tindak Pembawa Anjing ke Masjid

BIMA(Jurnalislam.com )– Umat islam Bima melakukan Aksi Damai di depan Kapolres Bima Kota.

Merekam pelecehan terhadap masjid Sentul Citi Bogor Jawa Barat Oleh seorang wanita Katolik yang membawa Ajing di dalam masjid, Jumat (05/07/2019)

Penanggung jawab aksi, Ustadz Asikin mengatakan bahwa warga Bima mengutuk keras tindakan wanita mengaku Katolik, tidak menutup aurat, bersepatu membawa Anjing ke dalam Masjid.

“Kami ingin para imam dan takmir masjid, agar selalu waspada Dan melakukan penjagaan dari orang gila, penista dan pengacau di Dalam lingkungan masjid,”katanya.

Ia juga mengingatkan para dokter yang memeriksa pelaku, agar takut kepada azab Allah.

“Kami juga meminta aparat penegak hukum, menegakkan hukum kepada pelaku penodaan masjid dengan seadil – adilnya,”katanya.

Terakhir perwakilan Polres, M. Yamin menyampaikan kepada para aksi damai, bahwa tuntutan akan disampaikan ke pusat.

MUI Tolak Tegas Gagasan Penghapusan Pendidikan Agama di Sekolah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan mengatakan, ide menghapus pendidikan agama di sekolah bertentangan dengan konstitusi. Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara Pancasila memberikan penegasan secara konstitusional bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan asas bernegara dengan posisi agama pada posisi yang sangat kuat.

“Bangsa ini membutuhkan penguatan moral spiritual dimana terjadi pemrosotan moral etika, dan agama punya peran yg sangat sentral dalam konteks ini,” katanya kepada Jurnalislam.com di Hotel Westin, Kuningan, Jaksel, Jumat (5/7/2019).

Amirsyah juga membantah tudingan anggapan tentang orang belajar agama akan menjadi radikal, koruptor, tidak bermoral. Menurutnya, yang keliru adalah cara belajarnya dan pemahaman agamanya yang belum benar.

“Makanya kalau belajar agama pada ahlinya; ulama, tokoh agama, dan harus belajar pada tempatnya. Supaya tidak kontraproduktif, jangan kemudian malah menghapus pendidikan agama,” pungkasnya.

Seperti diketahui, seorang praktisi pendidikan Setyono Djuandi Darmono mengatakan, pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah

ICMI: Pilpres 2019 Sebagai Pelajaran Menuju Bangsa yang Lebih Kuat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie menyatakan masyarakat harus kembali bersatu usai Pilpres 2019. Menurutnya, persoalan dalam pilpres harus menjadi pelajaran berharga untuk menjadikan bangsa yang kuat.

“Masalah 01 dan 02 sudah selesai. Kini saatnya 00 dan 03. Melupakan yang terjadi saat pilpres dan kembali bersatu,” katanya saat sambutan dalam halal bihalal ICMI di Hotel Westin, Kuningan, Jaksel, Jumat (5/7/2019).

“ICMI juga menyerukan untuk semangat kerukunan dan rasa persaudaraan sesama anak bangsa, sehingga para pemimpin yang sudah dipercayakan rakyat untuk memimpin bangsa ini 5 tahun kedepan, betul-betul amanah dalam mengemban tugasnya,” tuturnya.

Pasalnya Pemilu 2019 terutama kontestasi Pilpres yang cukup memakan waktu berbulan-bulan tersebut, juga banyak menimbulkan berbagai fitnah, ujaran kebencian, saling beradu emosi, hingga penyebaran berita bohong alias hoaks.

“Negara kita yang tercinta ini, negara dengan salah satu sistem demokrasi terbaik dunia, telah menyelenggarakan pemilu serentak 2019 dengan baik meski ada berbagai macam dinamika yang terjadi, tapi kita patut bersyukur karena kita telah melewati itu semua,” katanya.

Posting Berita Terkait Anjing Masuk Masjid, BA Ditangkap Polisi

PONTIANAK (Jurnalislam.com) — Ditreskrimsus Polda Kalbar menangkap seorang pria diduga pelaku penyebar hoaks berinisial S alias BA (40). Pelaku menyebarkan hoaks tentang ‘Anjing masuk masjid’.

“Pelaku penyebar hoaks tersebut diamankan oleh Subdit Siber Crime Polda Kalbar, hari ini di kawasan Jalan Raya Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya,” kata Direktur Reskrimsus Polda Kalbar, Kombes (Pol) Mahyudi Nazriansyah, di Pontianak, Kamis (4/7).

Ia menjelaskan, pelaku diamankan saat Tim Siber Polda Kalbar melakukan patroli di dunia maya dan menemukan akun media sosial pelaku pada Rabu (3/7).

Pelaku mengunggah berita yang diduga terkait Polri dengan judul “Ada wanita membawa anjing masuk masjid, Polri: itu hal biasa jangan dibesar-besarkan, anjing juga ciptaan Allah” dengan ditambah caption yang dibuat pelaku sendiri.

“Dari hasil temuan terkait unggahan hoaks tersebut, tim siber melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pemilik akun Facebook atas nama S. Dan didapati alamat di Jalan Raya Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaku diamankan tanpa perlawanan, tim siber juga mengamankan handphone pelaku yang digunakan untuk mengunggah berita bohong tersebut.

“Dari hasil interogasi terhadap pelaku, bahwa motif pelaku iseng meneruskan berita bohong dan menambahkan caption tersebut,” ujarnya.

Karena perbuatan isengnya tersebut, pelaku terancam dikenakan pasal 45A ayat (1), jo pasal 28 ayat (1) UU No.19/2016 tentang perubahan UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ditreskrimsus Polda Kalbar, menambahkan, pihaknya juga akan melakukan langkah untuk berkoordinasi dengan saksi ahli Bahasa Indonesia dalam menangani kasus dugaan ITE tersebut.

sumber: republika.co.id