Responsive image
Responsive image
Responsive image

BEM SI Kecam Upaya Kriminalisasi Aktivis Anti Korupsi

BEM SI Kecam Upaya Kriminalisasi Aktivis Anti Korupsi

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas bersama sejumlah lembaga lainnya mengeluarkan siaran pers bersama terkait dugaan adanya upaya kriminalisasi kepada aktivis anti korupsi atas aksi tembak laser ke arah gedung KPK.

Siaran pers tersebut diunggah melalui akun media sosial BEM UI, Instagram bemui_official yang diunggah Rabu malam, (21/07/2021).

Menurut mereka padahal aksi tembak laser yang dilakukan merupakan bentuk keprihatinan terhadap lembaga Pemberantasan Korupsi dari serangkaian upaya-upaya pelemahan terhadap lembaga tersebut.

Berikut isi siaran pers bersama dari aliansi BEM Seluruh Indonesia,

1. Aksi-aksi yang dilakukan terhadap KPK merupakan upaya dari mempersoalkan permasalahan Pelemahan KPK dan banyaknya kejanggalan dalam proses TWK. Seharusnya alih-alih dilihat sebagai upaya “menyerang simbol negara”, sebaliknya aksi-aksi sejenis terhadap KPK sejatinya merupakan upaya penguatan KPK.

2. Upaya Kriminalisasi terhadap kebebasan berpendapat, lebih jauh lagi hal tersebut justru merupakan upaya pembungkaman publik dan SLAPP (Strategic Lawsuit Against Public Participation)

3. Upaya merespon kritik secara negatif dan berlebihan. Pelaporan seperti ini baru pertama kali terjadi di KPK pada masa Firli Bahuri, selama ini, dibandingkan pada aksi yang dilakukan terhadap KPK, lembaga negara lain bahkan secara institusi terkait, jarang sekali tercatat melaporkan tindakan kritik yang diarahkan terhadap institusinya, bahkan seperti gedung DPR yang berulang kali di demonstrasi. Lebih jauh lagi pada Pasal 7 ayat (2) huruf d PerDewas Nomor 02 Tahun 2020, menyebutkan : dalam mengimplementasikan Nilai Dasar Profesionalisme, setiap Insan Komisi dilarang: merespons kritik dan saran secara negatif dan berlebihan.

4. Fokus pada pemberantasan korupsi. Alih-alih sibuk menjawab kritik dengan kriminalisasi harusnya KPK fokus pada upaya-upaya strategis pemberantasan korupsi. Langkah-langkah kontraproduktif seperti kriminalisasi justru makin menguatkan indikasi bahwa pimpinan KPK saat ini terlibat dalam pelemahan KPK.

Sebagaimana diketahui, pada tanggal 19 Juli 2021, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Biro Umum memberikan keterangan ke beberapa media, bahwasanya KPK telah melaporkan sejumlah aktivis antikorupsi yang menembakkan laser ke gedung KPK karena dianggap telah mengganggu ketertiban dan kenyamanan KPK.

Kontributor: Bahri

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X