Belum Berikan Pelayanan Terbaik, IMM Jember Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

JEMBER (Jurnalislam.com) – Puluhan anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jember berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember, Rabu (23/32016) siang. Mereka mengkritisi kebijakan pemerintah untuk menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Ketua IMM Jember, Andreas Susanto menyatakan, BPJS Kesehatan belum memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, banyak masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, namun belum memperoleh hak-haknya dengan baik.

“Pasien yang sudah dalam kondisi kritis dan membutuhkan penangan medis cepat, justru tak tertangani, akibat carut-marutnya prosedur BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Atas dasar itu, Andreas menyimpulkan, tidak masuk akal jika pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan. “Untuk itu, IMM mendesak DPRD Kabupaten Jember agar memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat di bidang kesehatan,” tegasnya.

Seperti diketahui, mulai tanggal 1 April mendatang BPJS Kesehatan akan menaikkan tarif iuran Jaminan Kesehatan Masyarakat. Untuk tarif iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan dari Rp. 19.225 menjadi Rp. 23.000 perbulan. Sedangkan untuk tarif iuran peserta BPJS Kesehatan Mandiri, kategori Kelas I sebesar Rp. 80.000, dari sebelumnya hanya Rp. 59.500 perbulan, kategori Kelas 2 sebesar Rp. 51.000, dari sebelumnya Rp. 42.500 perbulan. Sedangkan untuk Kelas 3, iuran yang harus dibayarkan sebesar Rp. 30.000, dari sebelumnya yang hanya sebesar Rp. 25.500.

Kontributor: Budi | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.