Responsive image

Bawaslu Sebut Banyak Masalah Teknis Terjadi di TPS

Bawaslu Sebut Banyak Masalah Teknis Terjadi di TPS

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu menerima banyak laporan di Pemilu 2019 bahwa banyak warga yang bingung soal kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK) hingga terbatasnya ketersediaan surat suara.

Hal itu ditengarai abainya penyelenggara pemilu, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum terkait hal teknis tersebut.

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin, mengatakan kondisi itu menyebabkan tertundanya pemilihan di sejumlah TPS dan menimbulkan potensi pemilihan susulan dan pemilihan ulang. Kata dia, hal teknis ini tidak bisa diabaikan karena pemilu memang adalah urusan teknis.

“Situasi yang terjadi hari ini benar-benar menunjukkan bahwa ada hal teknis yang abai yang kemudian tidak diberikan perhatian oleh teman-teman penyelenggara. Dalam hal ini misalnya soal logistik yang bertanggung jawab utama itu teman-teman KPU,” kata Afifuddin dalam konferensi pers di kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu 17 April 2019.

Hal itu lanjut dia, membuat situasi di beberapa TPS akhirnya baru bisa dibuka pada siang hari dan pihaknya pun merekomendasikan adanya sejumlah pemilu susulan.

“Secara teknis ada TPS dibuka di atas jam 7, aturannya kan dibuka jam 7, karena logistik kurang ditunda. Banyak kejadian seperti ini,” kata dia.

Ia mengatakan pihaknya memiliki data melalui Sistem Pengawas Pemilu (Siwaslu). Berdasarkan data yang dimiliki Bawaslu banyak warga yang belum menerima surat pemberitahuan atau undangan yang disebut C6.

“Sehingga, saya harus mendampingi orang yang dia belum punya undangan tapi dia masuk DPT (Daftar Pemilih Tetap). Di lokasi TPS yang kami datangi tadi disuruh nunggu sampai jam 12, padahal harusnya dia bisa langsung dengan menunjukkan identitas karena sudah masuk DPT,” kata dia.

Secara umum, lanjut dia, situasi teknis pelaksanaan pemilu di TPS murni bermasalah soal ketersediaan surat suara sehingga membuat pembukaan TPS ditunda.

“Dan muaranya sebenarnya adalah validitas daftar pemilih, semakin banyak orang belum masuk DPT dan ada potensi kurang surat suara di TPS tersebut,” tutur dia.

sumber: viva.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X