Empat Tentara Turki Tewas dalam Pertempuran di Mardin

Mardin (Jurnalislam.com) – Empat tentara Turki dan tujuh milisi komunis PKK tewas dalam bentrokan terpisah di tiga provinsi tenggara sejak Sabtu, sumber militer dan keamanan Turki mengatakan pada hari Ahad (01/05/2016), lansir Anadolu Agency.

Dalam insiden pertama, tiga tentara tewas dan 14 lainnya luka-luka dalam serangan bersenjata oleh "separatis anggota organisasi PKK" di distrik Nusaybin provinsi Mardin hari Ahad, Staf Umum Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Tentara mengatakan bahwa mereka yang terluka dilarikan ke rumah sakit. Dalam pernyataannya, militer juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga anggota mereka yang tewas dan berharap cepat sembuh bagi korban yang terluka.

Nusaybin, yang terletak di perbatasan Suriah, telah menjadi fokus operasi kontra-terorisme sejak 14 Maret.

Pada hari Sabtu, militer Turki mengatakan seorang tentara mereka tewas di Nusaybin, menambahkan bahwa beberapa teroris di wilayah tenggara juga tewas pada hari Jumat.

Secara terpisah, seorang tentara Turki juga tewas di provinsi Sirnak tenggara hari Ahad, kata seorang sumber keamanan Turki yang tidak disebutkan namanya.

Sumber tersebut berbicara dengan syarat anonim dengan Anadolu Agency karena pembatasan berbicara dengan media.

Dalam pernyataan terpisah hari Ahad, Staf Umum Turki mengatakan pasukan Turki menewaskan sedikitnya enam milisi PKK di Sirnak pada hari Sabtu, sehingga jumlah teroris yang tewas di sana sejak operasi dimulai berjumlah 281.

Pasukan PKK lainnya juga menyerah di provinsi ini, pernyataan tersebut menambahkan. Beberapa senjata disita selama operasi.

Dalam insiden lain, seorang pemimpin daerah PKK, Mahmut Mobil, tewas dalam operasi kontra-terorisme di distrik Ipekyolu, provinsi timur Van hari Ahad, kata seorang sumber keamanan.

Polisi anti-terorisme PKK dan intelijen cabang Van juga mulai melakukan operasi pada hari Ahad di wilayah Hacibekir, menurut sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara dengan media.

Lima teroris PKK lainnya juga ditahan di distrik yang sama, sumber tersebut menambahkan.

Turki Tenggara telah menjadi tempat operasi militer yang signifikan sejak akhir tahun 2015, saat polisi dan tentara berusaha untuk membersihkan teroris PKK dari daerah perkotaan.

PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, PKK melanjutkan operasi bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki pada bulan Juli. Sejak itu lebih dari 400 anggota pasukan keamanan telah tewas dan lebih dari 3.700 milisi PKK juga tewas.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Bentrokan Sengit FSA dengan PYD di Barat Laut Suriah

Aleppo (Jurnalislam.com) – Faksi Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army FSA) oposisi Suriah dukungan Barat terus bentrok dengan milisi komunis PYD – sayap kelompok komunis PKK Suriah – mendesak PYD ke barat laut kota Suriah, Aleppo, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (01/05/2016).

Pertempuran sengit terjadi dalam beberapa hari terakhir di distrik Ashrafiya antara pasukan rezim Assad dan PYD yang didukung Rusia di satu sisi dan faksi FSA di sisi lain.

Abu Karmo al-Idlibi, seorang komandan dari kelompok oposisi bersenjata Jeysh al-Tahrir (yang berjuang di bawah payung FSA), mengatakan para pejuang oposisi sedang berusaha "menyelamatkan" Aleppo dari PYD.

"Ketika PYD berada di bawah tekanan, mereka meminta dukungan rezim Assad," kata al-Idlibi kepada Anadolu Agency.

"Koordinasi antara keduanya sangat dekat; pesawat tempur rezim tahu persis di mana mereka harus menyerang ketika memberikan dukungan udara bagi PYD," katanya.

Rezim ini juga mendukung PYD dengan tembakan artileri dari wilayah yang dikuasai rezim di Aleppo utara, tambahnya.

Salih Salloum, komandan lapangan Jeysh al-Tahrir lainnya, mengutuk PYD yang baru-baru ini memamerkan mayat pejuang FSA yang dibunuh di sepanjang kota Afrin yang dikuasai PYD, sedangkan FSA mengubur mayat militan PYD yang mereka bunuh menurut tradisi Islam, Salih Salloum mengatakan.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Dikepung Banser, Muktamar Tokoh Umat HTI Jember Dihentikan

JEMBER (Jurnalislam.com) – Ratusan massa Banser NU mengepung gedung New Sari Utama, Jl Hayam Wuruk untuk membubarkan acara Muktamar Tokoh Umat (MTU) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ahad (1/5/2016). Komandan Banser Jember, Lutfi Alif menilai keberadaan HTI mengancam NKRI.

"Kami terjunkan sebanyak 400 pasukan Banser dan Ansor untuk mengawal kedaulatan negara. HTI dinilai mengancam keutuhan NKRI," katanya kepada wartawan.

Ratusan massa Banser mendesak untuk masuk ke dalam lokasi muktamar, namun dihalang-halangi oleh aparat kepolisian yang menjaga kegiatan tersebut, sehingga terjadi aksi saling dorong dan adu mulut.

Sementara Kapolres Jember AKBP Sabilul yang turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi, mendesak massa Banser untuk mundur.

"Saya turun ke lokasi karena khawatir terjadi bentrok fisik antara Banser dan massa HTI. Pasukan kepolisian dan TNI sudah dikerahkan untuk mengawal kegiatan tersebut, namun karena ada massa dari Banser yang mendesak membubarkan acara itu, sehingga dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.

Ketegangan mulai menurun saat Ketua GP Ansor Ayub Junaidi bersama Komandan Banser Lutfi Alif turun dan melerai kericuhan itu.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Ketua DPD HTI Jember, Abdurrahman Saleh akhirnya menghentikan acara. "Kita hentikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, namun kami tidak bisa memberikan keputusan untuk menandatangani pernyataan ini karena otoritas ada di Dewan Pimpinan Pusat HTI," ujarnya.

Kegiatan Muktamar Tokoh Umat 1437 Hijriyah dengan tema "Syariah dan Khilafah, Mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin, bukan Ancaman", dan dihentikan setelah sesi ketiga yang diakhiri dengan doa penutup.

Menurutnya, acara yang dilakukan HTI tersebut merupakan kegiatan Isra Miraj yang bertepatan dengan bulan Rajab dan kegiatan itu tidak melanggar hukum, tidak ada kekerasan dan tidak anarkis.

"Di bulan Rajab ini sebagai bulan jatuhnya Khilafah sehingga momentum ini untuk membangkitkan umat untuk berdakwah bersama-sama kepada semua pihak. Terkait dengan masalah NKRI bagi kami juga harga mati yang artinya tidak ingin sejengkal tanah NKRI berkurang," tuturnya.

Kontributor: Budi | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

‘Pemimpin Kafir Tapi Jujur Lebih Baik dari Muslim Tapi Dzalim’ adalah Slogan Syiah

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Pernyataan kontroversial ketua PBNU Said Aqil Siraj, ‘pemimpin kafir tapi jujur lebih baik daripada pemimpin muslim yang dzalim’ kembali dibantah. Ulama pakar akhir zaman, ustadz Zulkifli Muhammad Ali, Lc, MA dengan tegas menyatakan pernyataan Said Aqil itu adalah slogan kelompok Syiah.

Ustadz Zulkifli menjelaskan, slogan tersebut telah digemborkan oleh kelompok Syiah pada zaman Genghis Khan. Atas slogan itu juga pasukan Tartar membantai puluhan ribu umat Islam di Baghdad waktu itu.

“Itu doktrin yang diumumkan oleh kaum Syiah dulu waktu zaman Genghis Khan. Lebih baik penguasa kafir yang jujur daripada muslim tapi dzalim, ini bahasanya kelompok Syiah yang telah membantai puluhan ribu nyawa kaum muslimin akibat dari pengkhianatan dan kata-kata seperti itu,” kata ustadz Zulkifli kepada Jurnalislam usai acara ‘Tasikmalaya Mengaji’ di Aula MTAQ Al Jamaah, Cicurug, Tasikmalaya, Sabtu (30/4/2016) malam.

Pengasuh chanel Sahabat Yamima itu juga menegaskan, pernyataan Said Aqil itu telah menyelisihi ijma’ (kesepakatan) para ulama. Para ulama ahlusunnah wal jamaah, lanjutnya, telah sepakat mengharamkan kaum muslimin mengangkat pemimpin kafir.

“Di dalam kitab Mausu’atul Ijma (Ensiklopedi Ijma’) sudah jelas-jelas diharamkan secara mutlak umat Islam diharamkan mengangkat non muslim sebagai pemimpin, bahkan ini akan berimbas pada batalnya dua kalimat syahadat dan gugurnya iman,” tegasnya.

Lebih lanjut, ustadz kelahiran Pariaman itu menilai, zaman sekarang, banyak ‘ulama’ yang sebenarnya belum layak disebut ulama tapi masih sebatas da’i.

“Kalau ulama itu kan warosatul anbiya (pewaris para nabi-red), mereka tidak hanya diwarisi ilmu akan tetapi akhlaknya juga. Jadi ilmu yang macam mana yang mereka warisi, kalau ilmunya nabi mereka pasti jujur menyampaikan kebenaran. Tapi selama ini, kata-kata yang mereka katakan hanya menyenangkan hati yang punya fulus, yang punya power, sementara mereka tidak berusaha menyenangkan Allah SWT,” paparnya.

Oleh sebab itu, dia menyarankan agar umat Islam bisa memilih ulama yang sesuai dengan standar seorang ulama yang telah dijelaskan dalam Islam.

“Jadi, ulama yang kita ikuti adalah ulama yang mempunyai akhlakul karimah, kalau sekedar ngomong doang, gak usah diikuti sajalah,” pungkasnya.

Reporter: Habeqi | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Pengintai AS di Laut Baltik

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sebuah jet tempur Rusia pada Jumat mencegat pesawat pengintai AS di Laut Baltik, seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada Anadolu Agency. Jumat (29/04/2016).

"Pada tanggal 29 April 2016, sebuah pesawat Angkatan Udara AS RC-135 yang sedang terbang dalam rute rutin mereka di wilayah udara internasional di Laut Baltik dicegat oleh SU-27 Rusia dengan cara yang kasar dan tidak profesional," tulis Laura Seal dalam sebuah email.

Jet Rusia tersebut dilaporkan muncul pada jarak 25 kaki dari pesawat Amerika.

Pencegatan itu terjadi hanya beberapa pekan setelah jet Rusia membayangi kapal induk USS Donald Cook di Laut Baltik.

"Ada insiden berulang tahun lalu di mana pesawat militer Rusia muncul dalam jarak cukup dekat dengan lalu lintas udara dan laut lainnya sehingga meningkatkan kekhawatiran keamanan yang serius, dan kami sangat prihatin dengan perilaku seperti itu," kata Seal.

Dia mencatat bahwa pesawat AS beroperasi di wilayah udara internasional dan tidak pernah sekalipun menyeberang ke wilayah Rusia.

Pentagon memiliki kekhawatiran bahwa pencegatan seperti itu memiliki potensi untuk menimbulkan "bahaya serius dan bisa mencederai semua awak pesawat yang terlibat," menurut Seal.

"Lebih penting lagi, tindakan berbahaya dan tidak profesional dari satu orang pilot pun bisa berpotensi meningkatkan ketegangan antar negara yang tidak perlu," tambahnya.

AS RC-135

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Operasi Omari: Puluhan Tentara Gabungan termasuk 4 Pasukan Komando AS Tewas di Distrik Chachar

KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Sebanyak 24 tentara musuh gabungan termasuk 4 pasukan komando AS tewas selama 24 jam terakhir dalam pertempuran sengit di distrik Chahar Darah provinsi Kunduz utara Afghanistan, Al-Emarah News mengatakan, Jumat (29/04/2016).

Serangan mujahidin Taliban berakhir dengan kemenangan dan musuh dipaksa untuk mundur dengan kekalahan fatal.

Lima tank lapis baja musuh hancur dalam serangan penembakan dan pemboman langsung.

Sejumlah warga sipil, sebagian besar anak-anak dan wanita menjadi korban dalam serangan udara agresor AS setelah pertempuran.

Sebelumnya pada Kamis dini hari dua kelompok Arbakis saling bentrok di distrik Kashinda provinsi Balkh utara dan pertempuran berlangsung berhari-hari di mana sedikitnya 15 Arbakis termasuk 3 komandan dari kedua belah pihak tewas dan 5 Arbakis termasuk seorang komandan Arbaki terluka.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Pentagon: Serangan Udara AS pada Rumah Sakit MSF di Kunduz Bukan Kejahatan Perang

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Militer AS telah berdalih bahwa serangan udara brutal ke arah rumah sakit Doctors Without Borders (MSF) di Afghanistan tahun lalu adalah kesalahan dan karena itu bukan merupakan kejahatan perang, lansir Aljazeera, Jumat (29/04/2016).

Kesalahan teknis dan pasukan khusus AS menyebabkan serangan mematikan itu, Jenderal Joseph Votel mengatakan pada hari Jumat saat ia mempresentasikan hasil penyelidikan internal atas insiden 3 Oktober di kota Afghanistan utara Kunduz. (baca juga: 16 Pasukan Khusus AS Pelaku Pemboman Rumah Sakit di Kunduz Hanya Dihukum Administrasi)

Sedikitnya 42 orang, termasuk 24 pasien, 14 staf dan empat perawat, tewas dan 37 lainnya luka-luka dalam serangan udara, yang menghancurkan gedung rumah sakit MSF dan mendapatkan kecaman luas Internasional dan kelompok hak asasi manusia.

"Personil (pasukan khusus AS) yang terlibat tidak tahu bahwa mereka menyerang fasilitas medis," laporan investigasi menyimpulkan.

"Target yang dimaksudkan adalah situs yang dikendalikan pejuang Taliban kira-kira 400 meter dari MSF Trauma Center."

Rumah sakit itu diduga bangunan lain yang dikendalikan oleh Taliban, Votel mengatakan kepada wartawan di Pentagon.

Rumah sakit tersebut tidak ada dalam daftar bangunan yang ditargetkan, tapi awak pesawat tidak memiliki akses melihat daftar karena ada masalah dengan sistem radio, ia menambahkan.

Air Fighter AC-130

"Penyelidikan menetapkan bahwa semua anggota dari angkatan darat dan kru pesawat tempur AC-130 tidak menyadari bahwa pesawat itu menembaki sebuah fasilitas medis," kata Votel.

"Penyelidikan akhirnya menyimpulkan bahwa insiden tragis ini disebabkan oleh kombinasi kesalahan manusia, ditambah dengan kegagalan proses dan peralatan."

"Tuduhan kejahatan perang biasanya ditujukan untuk tindakan yang disengaja – sengaja menargetkan warga sipil atau sengaja menargetkan objek atau lokasi yang dilindungi."

MSF mengatakan sedang meninjau laporan untuk menentukan apakah masih ada pertanyaan  setelah serangan itu, tapi badan amal medis internasional tersebut mengatakan kecewa dengan investigasi yang dilakukan hanya oleh militer AS bukannya sebuah badan independen.

"Pengarahan hari ini berisi pengakuan serangan militer yang tidak terkendali di daerah perkotaan yang padat penduduk, di mana pasukan AS gagal mengikuti hukum dasar perang," kata Presiden MSF Meinie Nicolai dalam sebuah pernyataan.

"Tidak bisa dimengerti alasan seperti itu bahwa, dalam situasi yang digambarkan oleh militer AS, serangan itu tidak dapat dibatalkan?."

AS tidak bisa "melarikan diri dari tanggung jawab mereka di medan perang hanya dengan alasan tidak berniat (tidak sengaja) untuk menyerang bangunan yang dilindungi."

Enam belas personil pasukan khusus AS, termasuk seorang Jenderal, hanya mendapat sanksi indisipiner, tetapi tidak akan menghadapi tuduhan kriminal, kata Votel.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalisam

Serdadu Israel Bunuh Wanita Hamil Palestina dengan 15 kali Tembakan

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Maram Abu Ismail dan adiknya, Ibrahim, yang berusia 16 tahun tewas "tanpa sebab" di sebuah pos pemeriksaan zionis di Tepi Barat, menurut keluarga dan saksi, World Bulletin melaporkan, Jumat (29/04/2016).

Keluarga Maram Abu Ismail mengatakan hari Kamis, bahwa pasukan Israel menembak mati seorang wanita Palestina berusia 25 tahun yang sedang hamil lima bulan dan adiknya yang berusia 16 tahun, Ibrahim Taha, pada hari Rabu.  

Berbicara kepada media Palestina, keluarga mengatakan Maram sedang hamil lima bulan saat otoritas Palestina menegaskan keduanya sedang dalam perjalanan memenuhi jadwal pemeriksaan medis di Yerusalem setelah mendapat izin Israel untuk melakukannya.

Namun, polisi Israel menuduh wanita itu memegang pisau dan dengan cepat berjalan ke arah polisi dan personel keamanan Israel di jalur khusus kendaraan di pos pemeriksaan Qalandia di luar Yerusalem.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Kementerian Informasi Palestina mengatakan keduanya tidak sengaja memasuki jalur khusus kendaraan dan pembunuhan mereka adalah "kejahatan siang hari yang brutal" oleh pasukan Israel.

Saksi juga membantah klaim Israel yang mengatakan bahwa dua warga Palestina itu mulai bergerak menjauh dari jalur ketika pasukan memerintahkan mereka. Seorang saksi mengatakan kepada media lokal bahwa Maram ditembak 15 kali oleh seorang tentara zionis.

Alaa Soboh, sopir bus Palestina yang menyaksikan kejadian itu, mengatakan kepada Reuters bahwa keduanya tampak tidak terbiasa dengan prosedur penyeberangan.

"Begitu keduanya menyeberang, (pasukan Israel) mulai berteriak 'Kembali, kembali,' dan kemudian mereka mulai menembak. Yang pertama mereka tembak adalah gadis itu … adiknya mencoba untuk berbalik mundur namun mereka malah menembakkan tujuh peluru ke arahnya," kata Soboh.

Seorang penduduk lokal Palestina dan saksi kejadian, Ahmad Taha, mengatakan kepada kantor berita Ma'an bahwa serdadu Israel mendekati keduanya setelah mereka telah ditembak kemudian melepaskan tembakan ke mereka lagi "untuk memastikan bahwa mereka sudah mati," seraya menambahkan bahwa "petugas tersebut bisa memindahkan keduanya tanpa melepaskan tembakan (membunuhnya)."

Taha juga mengatakan bahwa pasukan zionis menikam pisau di tempat kejadian.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Dinilai Langgar Kode Etik, Pemuda Muhammadiyah Minta Ruhut Diberhentikan dari DPR

JAKARTA (Jurnalislam.com) –  Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak melaporkan politikus partai Demokrat, Ruhut Poltak Sitompul ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Ruhut dianggap melanggar kode etik sebagai anggota dewan karena mengeluarkan kata-kata yang tidak layak dalam rapat kerja antara Komisi Hukum DPR dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti pada Rabu, 20 April 2016.

“Walaupun saudara Ruhut sebagai Anggota DPR RI itu mempunyai Hak Imunitas yang di atur dalam peraturan perundang-undangan, tetapi tentu hal tersebut mempunyai batasan-batasan tertentu, yaitu: kode etik. Yang diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD dan di atur lebih lanjut dalam Peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kode Etik,” kata Dahnil seperti dikutip dalam laporannya, Jumat (29/4/2016).

Dalam rapat saat itu, Ruhut menganggap apa yang dilakukan Detasemen Khusus Antiteror 88 (Densus 88) dalam kasus tewasnya terduga teroris Siyono tidak melanggar hak asasi manusia (HAM). "Saya kecam yang katakan Densus melanggar HAM. HAM apa? Hak asasi monyet?" ujar Ruhut saat itu. Pria yang akrab disapa Poltak ini menambahkan, perlakuan Densus 88 sudah manusiawi.

Ruhut menambahkan, kematian Siyono karena ulahnya sendiri yang mencoba melawan petugas. "Rasain, hadapilah Densus yang mantap itu," kata Ruhut. Ia meminta Kapolri dan Densus 88 terus bekerja tanpa pedulikan kritik yang menganggap adanya pelanggaran hak asasi manusia.

Dahnil menilai, selain tuna etika, perkataan Ruhut itu telah melanggar banyak pasal dan ayat dalam UUD 45. Salah satunya Pasal 18 ayat (2) huruf (b) Peraturan DPR No. 1 Tahun 2015 Tentang Kode Etik yang berbunyi: "Untuk menjaga kelancaran Rapat dan untuk menjaga martabat dan kehormatan DPR, Anggota dilarang: b. berkata kotor;

“Maka sudah selayaknya, saudara Ruhut itu untuk ditindak secara tegas oleh MKD sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu: Pasal 87 ayat (2) huruf (b) UU No. 17 Tahun 2014, diberhentikan karena melanggar kode etik dewan,” tegas Dahnil.

Reporter: Aby Athifa | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Donald Trump: Jika Jadi Presiden, Saya Hentikan Penyebaran Islam …

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Tokoh anti Islam Amerika, Donald Trump, mengatakan pada hari Rabu (27/04/2016) bahwa menghentikan penyebaran Islam murni akan menjadi prioritas pemerintahnya jika ia terpilih sebagai presiden, lansir Al Arabiya News Channel, Kamis (28/04/2016).

"Melarang penyebaran Islam radikal memang seharusnya menjadi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan dunia," kata calon presiden dari Partai Republik dalam pidato kebijakan luar negeri di Washington.

Pidato Trump, yang disampaikan dengan teleprompter di sebuah ballroom Washington Hotel yang tenang dan serius, merupakan strategi untuk menunjukkan bahwa ia seolah-olah bisa bersikap tenang seperti presiden yang biasanya retorika penuh kebencian secara rutin ia gunakan dalam kampanye.

"Ini adalah waktu untuk mengguncang karat kebijakan luar negeri Amerika," katanya dalam pidato yang dengan ganas menyebut kebijakan luar negeri Presiden Demokrat Barack Obama sebagai bencana.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam