Iftitah Ramadhan, PP Persis : Tingkatkan Keilmuan Hindari Perdebatan

SERANG (Jurnalislam.com) – Menyambut bulan suci Ramadhan 1437 H, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Islam (Persis) Kota Serang mengadakan tabligh akbar bertajuk “Iftitah Ramadhan 1437 H” di Masjid Al – Manar kebaharan, Serang, Sabtu, (7/5/2016). Menghadirkan Ketua Umum PP Persis KH. Aceng Zakaria sebagai pembicara.

Dalam pemaparannya, Kiayi Aceng mengatakan, perintah shaum sudah semakin dekat, muslimin di Indoensia diminta untuk memperkuat keimanannya, karena tujuan shaum menjadikan orang bertaqwa.

“Maksud target shaum menjadikan orang bertaqwa, saya melihat kualitas iman bangsa Indonesia masih di angka 10 persen. Kualitas iman yang diperintahkan musti mencapai 100 persen,” kata ulama asal Garut, Jawa Barat itu.

Menurutnya, dalam menghadapi bulan suci Ramadhan umat Islam harus mempersiapkan ilmu shaum, sebab ilmu adalah kunci untuk mencapai derajat taqwa.

“Tidak mungkin taqwa tanpa ilmu, ibadah shaum itu baik kalau kita mengerti, dan jelek jika kita tidak mengetahui (bodoh),” tegasnya.

Ia menegaskan, dasar ilmu dalam menjalankan Islam secara total adalah sebuah keharusan. Namun, ia melihat umat Islam banyak yang kurang mengerti tentang keistimewaan Islam itu seniri. Ia mencontohkan hukum hudud dalam islam.

“Selama 10 tahun di Madinah pada zaman Nabi Muhammad SAW hanya ada 10 hukuman potong tangan, ini menunjukan adanya rasa takut di hati masyarakat. Bandingkan dengan zaman sekarang berapa banyak yang mencuri pada satu malam? Mungkin seribu, mungkin serratus ribu atau mungkin satu juta,” jelasnya.

Menyikapai adanya perbedaan dalam menentukan awal Ramadhan, Ketua Umum PP Persis periode 2015-2020 itu menyarankan untuk menghindari perdebatan.

“Perbedaan pendapat janganlah menjadi suatu permasalahan yang besar, galilah ilmu tentangnya sebanyak dan semampu kita, tetap mensyukuri nikmat yang diberikan,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar Aditya  | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Aksi Solidaritas untuk Aleppo Juga Dilakukan Umat Islam di Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Tragedi aleppo yang menewaskan ratusan warga sipil suriah membuat marah umat Islam di seluruh penjuru dunia. Beragam kecaman dan pembelaan dilakukan oleh umat Islam saat saudara muslimnya di Suriah dibantai oleh kolaborasi rezim Syiah Bashar Assad dan rezim komunis Putin.

Pada hari Jumat (6/5/2016), Forum Umat Islam Semarang (FUIS) mengadakan aksi penggalangan dana saudara muslim di Suriah. Aksi yang berlangsung usai shalat Jumat ini digelar di Kawasan Simpang Lima Semarang.

FUIS yang terdiri dari beberapa ormas Islam di Semarang ini menginformasikan kepada masyarakat tentang pembantaian umat Islam di Suriah. Kemudian FUIS mengajak masyarakat untuk peduli dengan wujud memberikan bantuan.

“Aksi pada siang hari ini, selain untuk menggalang dana kemanusiaan, juga untuk menyadarkan masyarakat semarang akan tragedi di Aleppo, Suriah. Karena banyak masyarakat Semarang yang belum tahu kalau di Aleppo telah terjadi pembantaian umat Islam oleh rezim Syiah Bashar Assad,” kata koordiantor aksi, Lutfi.

Salah satu orator aksi, Abu Sumayah menegaskan, aksinya diharapkan menjadi hujjah di hadapan Allah SWT bahwa pihaknya telah berbuat sesuatu untuk saudara Muslim di Aleppo.

“Saudara kita di aleppo butuh kepedulian dari kita khususnya umat Islam yang ada di negeri ini. Turunnya kita ke jalan hari ini mulai penggalangan dana dan teriakan takbir kita dibawah terik panas matahari semoga bisa menjadi hujjah kita kepada Allah Ta’ala. Bahwa kita telah berbuat sesuatu untuk saudara saudara kita di Aleppo Suriah. Kita bukan hanya sekedar diam dan menjadi penonton saja,” tegasnya.

Aksi tersebut mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat kota semarang. Mereka mengecam tindakan brutal rezim Syiah Bashar Assad. “Pembantaian umat Islam di Aleppo sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan. Sangat dzhalim dan harus dihentikan,” ucap Widodo, warga Semarang.

Kekecewaan juga di ungkapkan warga Semarang lainnya, Manto. Dia sangat kecewa terhadap media-media nasional. “Saya sangat prihatin dan kecewa atas tragedi Aleppo. Karena serangan Bashar Assad kepada umat Islam itu sepi pemberitaannya oleh media-media nasional. Tidak seperti pemberitaan kejadian di Paris.” ungkapnya.

Kontributor: Abu Omar | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

 

Operasi Omari: Helikopter Musuh Ditembak Jatuh, 3 Pasukan Komando AS Tewas

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Para pejabat Imarah Islam provinsi Kandahar selatan mengatakan bahwa pada sekitar 14:00 waktu setempat pada hari Jumat, sebuah helikopter musuh yang sedang melaksanakan serangan udara di distrik Shahwalikot ditembak oleh Mujahidin Imarah Islam di daerah Kata Sang, Al Emarah News melaporkan, Jumat (06/05/2016).

Helikopter itu meluncur jatuh keras dalam kobaran api, membunuh semua awak kapal.

Helikopter musuh lainnya kemudian mengevakuasi korban dari tempat kejadian sedangkan puing-puing helikopter yang jatuh masih berserakan di daerah.

Sementara 3 pasukan komando Amerika tewas dan dua tentara komando boneka terluka selama pertempuran sengit yang dimulai oleh serangan musuh di distrik Darah Chahar provinsi Kunduz semalam.

Sebelumnya pada hari Kamis, Mujahidin menembak dan membunuh dua komando boneka setelah menyerang instalasi musuh di distrik Khanabad.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Mujahidin Suriah Kuasai Desa Strategis di Pinggiran Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Mujahidin Suriah menguasai desa Khan Touman, sebuah desa strategis di luar Aleppo yang bisa membuka jalur suplai utama ke daerah-daerah yang telah  dikuasai di kota Aleppo, Aljazeera melaporkan, Jumat (06/05/2016).

Para jihadis yang dipimpin Jabhah Nusrah mengambil alih Khan Touman di selatan Aleppo pada hari Jumat, sesaat sebelum gencatan senjata 48 jam di kota itu berakhir.

Pengambilalihan desa tersebut membuka sebuah rute pasokan alternatif ke daerah yang dikuasai pejuang di kota, menghubungkannya ke daerah-daerah Idlib yang juga dikendalikan mujahidin.

Pasukan pemerintah Suriah telah berusaha untuk mengepung pejuang di kota dengan memotong rute pasokan mereka di utara.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa faksi-faksi perlawan yang terlibat dalam serangan tersebut termasuk Ahrar al-Sham, Ajnad al-Sham, dan faksi-faksi jihad lain di bawah komando Army of Conquest.

Kelompok aktivis yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan lebih dari puluhan pasukan rezim tewas dalam pertempuran di Khan Touman dan desa-desa sekitarnya, juga seorang pembom istisyhad Jabhah Nusrah.

Kemenangan mujahidin di Aleppo terjadi saat pasukan pemerintah rezim Suriah melancarkan serangan ke sebuah penjara yang ditempatkan di bawah pengepungan di kota Hama.

Pasukan Nushairiyah Suriah mengepung kompleks penjara setelah penangkapan beberapa penjaga oleh para tahanan.

Seorang koresponden Al Jazeera mengatakan ratusan pasukan menggunakan peluru tajam dan gas air mata dalam serangan, yang menewaskan dua narapidana akibat luka parah dan puluhan lainnya luka-luka.

Penjara tersebut berisi sekitar 650 tahanan, kebanyakan adalah lawan politik rezim Assad, dengan lebih dari 85 sebagai tahanan hukuman mati.

Seorang tahanan di dalam gedung yang berbicara kepada Al Jazeera menyerukan lembaga bantuan internasional untuk segera memberikan bantuan.

"Kami menyerukan kepada Palang Merah untuk membantu. Tim Bulan Sabit Merah yang dikirim ke penjara adalah perwira intelijen rezim Syiah, mereka bukan Sabit Merah, mereka perwira intelijen rezim," kata narapidana, memperingatkan bahwa pembantaian akan segera terjadi.

Video yang diposting di media sosial menunjukkan tahanan menderita kesulitan bernapas setelah menghirup gas air mata.

Reporter Al Jazeera Zeina Khodr, melaporkan dari kota Gaziantep, Turki, bahwa pasukan rezimtidak berhasil mendapatkan kembali kontrol bangunan dan kebuntuan masih berlangsung.

"Serangan ini dimulai beberapa hari yang lalu … mereka (tahanan) mendengar beberapa dari mereka akan dipindahkan ke penjara lain di utara Damaskus, yang dikenal karena sering terjadi pembunuhan di luar hukum," kata Khodr.

"Kami juga mendapatkan laporan bahwa pasukan rezim pemerintah menangkap anggota keluarga dari para tahanan yang berada di luar gedung dan khawatir tentang orang-orang yang mereka cintai.

"Mereka ingin menggunakannya untuk menekan para tahanan supaya menyerah."

Pemerintah Suriah menahan puluhan ribu tahanan politik menurut Human Rights Watch. Ribuan orang telah tewas dalam pembunuhan "skala industri", menurut laporan tim jaksa internasional.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Para Ahli: Zona Aman Dibutuhkan untuk Selesaikan Krisis Kemanusian di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Para ahli menyarankan wilayah aman di Suriah utara diperlukan untuk mengurangi krisis kemanusiaan pengungsi Suriah.

Seperti yang dilansir Anadolu Agency, Jumat (06/05/2016), Amr al-Azm, seorang profesor sejarah Timur Tengah dan antropologi di Shawnee State University di AS, percaya bahwa membangun zona aman adalah hal pertama yang harus dilakukan dalam krisis Suriah.

"Jika masyarakat internasional, terutama AS, telah menyetujui membangun zona aman bagi pengungsi Suriah, kehilangan nyawa bisa dicegah, mengingat Turki dan Eropa tidak akan berkelanjutan mengatasi krisis pengungsi," kata al-Azm kepada Anadolu Agency sambil mengutip fakta bahwa Turki menjadi tuan rumah bagi lebih dari 2,7 juta pengungsi Suriah. "Tentu saja, Suriah tidak harus pergi ke negara-negara lain."

Ia menegaskan bahwa serangan udara Rezim Assad dan Rusia  adalah sumber terbesar aliran pengungsi. "Eropa harus siap untuk gelombang pengungsi lain musim panas ini yang dapat dihindari jika zona aman didirikan empat tahun lalu," katanya.

Al-Azm juga menyalahkan pemerintahan Obama (AS) karena mengabaikan krisis, menyatakan bahwa Obama hanya ingin melakukan tindakan minimum di Timur Tengah tanpa intervensi, menempatkan prioritas pada IS di Irak. Dia juga bertanya-tanya mengapa Eropa tidak melakukan apa-apa untuk meringankan krisis pengungsi yang  paling menderita.

Profesor Muhittin Ataman, Wakil Koordinator Umum di SETA – pusat penelitian think tank berbasis Ankara, mengatakan bahwa "jika zona aman didirikan maka akan berefek besar pada keamanan dan krisis kemanusiaan. Tidak akan ada serangan dari Turki seperti pada provinsi Kilis.

"Terutama setelah pemboman di Aleppo dan Turkmendagi yang menewaskan ratusan dan ribuan korban. Semua ini tidak akan terjadi," kata Ataman.

Pada bulan Maret, Dewan Keamanan Nasional Turki menegaskan perlunya membangun zona larangan terbang di Suriah utara untuk kepentingan membangun perdamaian di negara yang dilanda perang tersebut.

Pada 24Maret, beberapa hari setelah serentetan serangan bom di Ankara, Istanbul dan Brussels, dewan berkumpul di bawah pimpinan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di ibukota Turki dan merilis pernyataan yang berfokus pada masalah Suriah.

Penawaran Turki untuk menciptakan zona larangan terbang di Suriah adalah "solusi yang benar dan signifikan", menurut pernyataan itu.

Dewan meminta PBB dan masyarakat internasional untuk mengambil tanggung jawab lebih dalam menjamin stabilitas di kawasan itu.

Pernyataan itu juga mengatakan, usulan Turki – yang didukung oleh Uni Eropa – mengenai penyelesaian masalah pengungsi harus dilaksanakan "sesegera mungkin."

Turki menjadi tuan rumah jumlah pengungsi terbesar Suriah di dunia dan telah menghabiskan lebih dari 7 miliar euro ($ 7.700.000.000) untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Suriah tetap terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas aksi unjuk rasa dengan kebrutalan militer yang  tak terduga.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

 

 

Koalisi Jaysh al Fath Luncurkan Serangan Baru di Provinsi Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jaysh al Fath "Army of Conquest", sebuah aliansi jihad yang dipimpin Jabhah Nusrah, telah meluncurkan serangan baru ke selatan kota Suriah Aleppo. Pertempuran awal berpusat pada kota Khan Tuman, di mana seorang mujahid meledakkan kendaraan besar berisi alat peledak improvisasi (VBIED) di daerah yang dikuasai pasukan rezim Nushairiyah Bashar al Assad, lansir The Long War Journal, Jumat (06/05/2016)

Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, merilis sebuah video dari "serangan syahid," yang diidentifikasi dilakukan Abu Jafar al Dairi, yang menyampaikan pernyataan terakhirnya sebelum serangan.

Cabang al Qaeda tersebut juga telah menggunakan drone kecil untuk merekam pertempuran dari atas. Salah satu klip pendek menunjukkan pasukan Syiah terpojok di dekat Khan Tuman. Cuplikan lain berfokus pada VBIED al Dairi dan kekuatan yang mengalir ke kota di belakangnya.

Jihadis al Qaeda di Libya dan Suriah sekarang secara teratur menggunakan drone untuk merekam gambar. Rekaman udara merupakan cara yang sangat efektif untuk menyoroti pertempuran.

Jabhah Nusrah adalah faksi jihad pendiri Jaysh al Fath, koalisi yang menyerbu provinsi Idlib di barat laut Suriah tahun lalu. Beberapa faksi-faksi jihad lain adalah bagian dari Jaysh al Fath di provinsi Aleppo dan beberapa dari mereka juga telah menghasilkan video Khan Tuman dan daerah sekitarnya. Foto dan screenshot dari media sosial mereka dapat dilihat di akhir artikel ini.

Salah satu mitra koalisi Jabhah Nusrah adalah Ajnad al Sham, yang merilis tweet serangkaian foto menggambarkan anggotanya saat mempersiapkan dan menembakkan mortir. Ajnad al Sham melengkapi gambar-gambar ini dengan peta daerah, mengatakan bahwa Khan Tuman telah benar-benar "dibebaskan."

Rezim Assad menanggapi serangan Jaysh al Fath dengan rentetan serangan udara berat dari jet tempur dan helikopter. Infographic yang diproduksi oleh Ajnad al Sham konon memberikan penghitungan pengeboman di daerah.

Faksi jihad lain yang tergabung Jaysh al Fath, seperti Ahrar al Sham, Liwa al Haqq, dan Jaysh al Sunna, telah memposting pesan di feed Twitter resmi mereka mengenai operasi militer baru. Yang lain, seperti Faylaq al Sham (Sham Legion), merupakan bagian dari Jaysh al Fath juga.

Jund al Aqsa, afiliasi dari Jabhah Nusrah, telah melakukan operasi sendiri terhadap Assad dan sekutunya Syiah-nya.

Namun, Jund al Aqsa berkoordinasi dengan Jabhah Nusrah dan lain-lain di medan perang. Faksi  ini menghasilkan rekaman drone sendiri dari serangan di Khan Tuman dan mengatakan telah menangkap pasukan Syiah di kota. Salah satu komandan militer, bersama dengan pasukan lainnya juga tewas selama konflik.

Video Al Nusrah memuji peran yang dimainkan oleh Jund al Aqsa dan Partai Islam Turkistan (the Turkistan Islamic Party-TIP), yang merupakan bagian dari Jaysh al Fath. TIP telah lama menjadi bagian dari jaringan internasional Al Qaeda. Salah satu pendirinya bahkan terpilih untuk duduk di dewan syura elit al Qaeda.

TIP tidak hanya bertempur di dalam wilayah Suriah sebagai salah satu mitra terdekat Jabhah Nusrah, tetapi juga di Afghanistan, di mana mereka telah diintegrasikan ke dalam perjuangan yang dipimpin Taliban.

Menurut Al Masdar News, yang memiliki sumber dalam pemerintahan Assad, Angkatan Darat Suriah (the Syrian Arab Army-SAA) telah dilaporkan berperang bersama Syiah Hizbullah dan Harakat Al Nujaba, seorang milisi Syiah Irak didukung Iran yang telah memainkan peran semakin signifikan di dalam wilayah Suriah.

Pada awal April, Jabhah Nusrah telah menguasai bukit al-'Iss dan desa kecil yang terletak di basis mereka. Meskipun bukan daerah padat, al-'Iss dianggap sebagai persimpangan jalan strategis yang penting di dalam provinsi Aleppo. Langkah ini dirancang untuk menghalangi Assad dan mitranya, yang sedang bergerak.

Jaysh al Fath juga menyerbu beberapa kota dan desa sebagai bagian dari serangan balasan di bagian selatan provinsi Aleppo.

 

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Ratusan Massa ALMUMTAZ Gelar Aksi Solidaritas untuk Aleppo

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam dari sejumlah ormas Islam dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ), menggelar aksi solidaritas untuk Aleppo di Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (6/5/2016).

“Kami atas nama ALMUMTAZ mengutuk keras atas apa yang terjadi di Aleppo, Suriah dengan dalih apapun yang mereka sampaikan kepada media. Padahal yang mereka bantai adalah umat Islam dan kebanyakan korban dari kalangan anak-anak,” tegas Ketua Umum ALMUMTAZ, Hilmy Afwan dalam orasinya.

Ketua FPI Tasikmalaya, Ustadz Anshari menyoroti bungkamnya media-media nasional atas pembantaian yang telah menewaskan ratusan warga sipil Aleppo itu.

“Umat Islam yang berada di kampung-kampung mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di Suriah karena media-media sekuler mereka tutup mata dan tidak mau memberitakan atas apa yang terjadi terhadap umat Islam di Suriah,” tegasnya.

“Tapi kalau ada non muslim yang mati, mereka (media-media sekuler) akan memberitakannya habis-habisan,” tambahnya.

Selain orasi dari masing-masing ormas, ALMUMTAZ juga menggelar penggalangan dana untuk Suriah. Bekerja sama dengan tim Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN), donasi akan disalurkan langsung kepada rakyat Suriah.

Sejumlah ormas Islam dan mahasiswa yang hadir dalam aksi tersebut antara lain Jamaah Ansharusy Syariah, Majelis Mujahidin, Front Pembela Islam (FPI), Ponpes Tahfidz Qu’an Daarul Ilmi, Brigade Syuhada, Brigade Tholiban, HIMA Persis, Forum Mahasiswa Islam (Formassalam), KAMMI, FSLDK Priatim, LDK KISI dan Ikatan Pelajar Muslim Tasikmalaya (IPMT).

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Ansharusyariah Jatim Desak Pemerintah Putuskan Hubungan Dengan Negara Penjajah Umat Islam

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur mengutuk serangan pengecut tersebut rezim Syiah Nushairiyah pimpinan Bashar Asaad terhadap warga sipil Aleppo, Suriah. Bertajuk Ansarusy Syariah Jawa Timur Peduli Aleppo, aksi diisi dengan penggalangan dana dan orasi-orasi kemanusiaan di sejumlah Lampu merah dan tempat-tempat keramaian. Aksi tersebut serentak digelar di tujuh Kota di Jawa Timur dan Bali, diantaranya Surabaya, Mojokerto, Malang, Blitar,  Banyuwangi, Denpasar dan Singaraja

Ansharusy Syariah Jawa Timur, Ustadz Hamzah Baya mengatakan, aksi itu digelar untuk mengajak umat agar peduli dengan saudaranya sesama muslim di Aleppo, Suriah yang saat ini menjadi korban pembunuhan massal oleh rezim syiah Nusairiyah yang dibantu sekutunya Iran dan Rusia.

“Serta memberikan informasi kepada umat Islam di Indonesia agar tahu dan peduli dengan saudaranya sesama muslim meskipun jauh di belahan bumi lain,” katanya kepada Jurnalislam di Surabaya, Jumat (6/5/2016).

Ustadz Hamzah melanjutkan, donasi akan disalurkan langsung kepada korban perang Suriah melalui Yayasan Me-Dan (Medis dan Aksi Kemanusiaan) yang saat ini sudah mengirimkan relawan dan tenaga medis di Suriah.

“Pesan saya kepada pemerintah, agar pemerintah Jokowi memutuskan hubungan dengan negara-negara yang telah memerangi umat Islam di Suriah, tidak mempersulit bantuan dan pengiriman relawan untuk pergi ke Suriah demi membantu saudara muslim kita di sana,” tegasnya.

Selain itu, ustadz Hamzah juga berpesan kepada kaum muslimin di Indonesia agar umat memberikan dukungan umat Islam di Suriah sesuai kemampuan minimal dengan doa.

“Penderitaan saudara kita di Suriah adalah penderitaan kita juga. Anak-anak mereka adalah juga anak-anak kita, ibu-ibu di sana adalah juga ibu-ibu kita, dan apa yang terjadi di sana juga kita harus merasakan betapa menderitanya mereka, bantulah walaupun hanya dengan do’a,” jelasnya.

Ia menegaskan, akan terus melakukan aksi seperti itu sampai kaum muslimin di Suriah merasa aman dan mendapatkan kembali hak mereka sebagai seorang muslim.

Reporter: Tyo  | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

GP Ansor Babel Makamkan Pendeta, MWCNU Rogojampi: Itu Toleransi Kebablasan!

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Beberapa waktu lalu Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepulauan Bangka Belitung turut menghadiri upacara pemakaman uskup MGR Hilarius Moa Nurak, SVD di Pangkalpinang, Senin (2/5/2016).

Menanggapi hal itu, Ketua MWCNU Rogojami, Drs. H Nanang mengatakan, apa yang dilakukan oleh GP Ansor Babel adalah toleransi kebablasan.

“Kalau menurut saya haram hukumnya, itu namanya toleransi yang kebablasan. Kalau tasamuh, contoh berdagang, sosial bermasyarakat, saling hormat menghormati tidak apa-apa,” katanya kepada Jurnalislam, Kamis (5/5/2016).

Menurutnya, mengikuti pemakaman non muslim adalah haram. Sebab, hal tersebut sudah memasuki ranah ibadah agama lain.

“Tapi kalau pemakaman mayat yang di foto beredar kan sudah masuk wilayah ibadah pemakaman, ya HARAM hukumnya. Ini pendapat saya pribadi dan menurut NU, Ajaran Islam Ahlusunnah wal jamaah yang saya fahami, semoga jadi pembelajaran umat Islam,” pungkasnya.

Ketua PW Ansor Babel, Masmuni Mahatma mengatakan, alasan pihaknya berpartisipasi dalam pemakaman itu adalah untuk menjaga, menjalin dan toleran dalam menjalankan ibadah dari berbagai penganuta agama diakui di Republik Indonesia.”

Dan kami rasa inilah salah satu cara bagaimana kita menjaga keutuhan NKRI dengan keberagaman agamanya dan saling menghargai satu sama lainnya,” katanya.

Reporter:  Sunaryo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Jenderal AS: Al Qaeda Tingkatkan Kemampuan Militer Taliban Afghanistan

WASHINGTON (Jurnalislam.com)Al-Qaeda meningkatkan hubungan dengan Imarah Islam (Taliban) di Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir seorang jenderal AS mengatakan pada hari Kamis (05/05/2016), lansir Anadolu Agency.

Hubungan kuat tersebut bisa meningkatkan perjuangan Taliban mengalahkan pemerintah Afghanistan

"Kita berpikir bahwa ketika al-Qaeda mulai bekerja sama lebih jauh dengan Taliban, mereka dapat meningkatkan akselerasi untuk Taliban. Mereka dapat memberikan kemampuan dan keterampilan militer serta hal sejenis lainnya," kata Brigadir Jenderal Charles Cleveland, juru bicara misi Resolute Support pimpinan-NATO.

Komentar Cleveland muncul dalam konferensi video dari Kabul dengan wartawan Pentagon di Washington DC.

Memperhatikan kesetiaan Amir al-Qaeda, Syeikh Ayman al-Zawahiri untuk pemimpin baru Taliban, Syeikh Mullah Akhtar Mansoor, musim gugur yang lalu, juru bicara misi Resolute Support mengatakan interaksi antara dua kelompok jihad tersebut telah meningkat.

"Meskipun mereka telah berkurang secara signifikan, mereka memiliki kemampuan sangat cepat untuk regenerasi, dan mereka masih memiliki kemampuan untuk menimbulkan ancaman," katanya.

Menurut Jenderal Cleveland, IS (Islamic State) diyakini masih memiliki 1.000 lebih pasukan sementara Taliban memiliki 30.000 lebih pasukan di negara yang dilanda perang tersebut.

Koalisi AS-NATO memiliki sekitar 13.000 tentara internasional, termasuk 9.800 orang Amerika, di Afghanistan.

Menurut Pentagon, AS memiliki dua misi utama, termasuk pelatihan dan membantu pasukan Afghanistan saat mereka mengatasi Taliban dan, misi kontraterorisme unilateral.

Cleveland mengatakan sekitar 3.000 tentara AS terlibat dalam operasi militer melawan Taliban, al-Qaeda dan IS.

Sejak awal tahun ini, AS telah melakukan lebih dari 100 serangan udara, 19 di antaranya pada bulan April.

Meskipun invasi AS telah berlangsung satu dekade setelah serangan 9/11, para pejabat pertahanan AS baru-baru ini mengakui dalam Kongres bahwa situasi keamanan di Afghanistan tetap mengerikan bagi AS-NATO.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam