Ansharusyariah Jatim Desak Pemerintah Putuskan Hubungan Dengan Negara Penjajah Umat Islam

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur mengutuk serangan pengecut tersebut rezim Syiah Nushairiyah pimpinan Bashar Asaad terhadap warga sipil Aleppo, Suriah. Bertajuk Ansarusy Syariah Jawa Timur Peduli Aleppo, aksi diisi dengan penggalangan dana dan orasi-orasi kemanusiaan di sejumlah Lampu merah dan tempat-tempat keramaian. Aksi tersebut serentak digelar di tujuh Kota di Jawa Timur dan Bali, diantaranya Surabaya, Mojokerto, Malang, Blitar,  Banyuwangi, Denpasar dan Singaraja

Ansharusy Syariah Jawa Timur, Ustadz Hamzah Baya mengatakan, aksi itu digelar untuk mengajak umat agar peduli dengan saudaranya sesama muslim di Aleppo, Suriah yang saat ini menjadi korban pembunuhan massal oleh rezim syiah Nusairiyah yang dibantu sekutunya Iran dan Rusia.

“Serta memberikan informasi kepada umat Islam di Indonesia agar tahu dan peduli dengan saudaranya sesama muslim meskipun jauh di belahan bumi lain,” katanya kepada Jurnalislam di Surabaya, Jumat (6/5/2016).

Ustadz Hamzah melanjutkan, donasi akan disalurkan langsung kepada korban perang Suriah melalui Yayasan Me-Dan (Medis dan Aksi Kemanusiaan) yang saat ini sudah mengirimkan relawan dan tenaga medis di Suriah.

“Pesan saya kepada pemerintah, agar pemerintah Jokowi memutuskan hubungan dengan negara-negara yang telah memerangi umat Islam di Suriah, tidak mempersulit bantuan dan pengiriman relawan untuk pergi ke Suriah demi membantu saudara muslim kita di sana,” tegasnya.

Selain itu, ustadz Hamzah juga berpesan kepada kaum muslimin di Indonesia agar umat memberikan dukungan umat Islam di Suriah sesuai kemampuan minimal dengan doa.

“Penderitaan saudara kita di Suriah adalah penderitaan kita juga. Anak-anak mereka adalah juga anak-anak kita, ibu-ibu di sana adalah juga ibu-ibu kita, dan apa yang terjadi di sana juga kita harus merasakan betapa menderitanya mereka, bantulah walaupun hanya dengan do’a,” jelasnya.

Ia menegaskan, akan terus melakukan aksi seperti itu sampai kaum muslimin di Suriah merasa aman dan mendapatkan kembali hak mereka sebagai seorang muslim.

Reporter: Tyo  | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.