Jubir JAT: “JAT Masih Tetap Dengan Bayan Pertama Ustadz Abu!”

BEKASI (Jurnalislam.com) –  Beberapa ikhwan dari JAT, Ahad (18/05/2014) menerima SMS yang mengatasnamakan JAT Jawa Timur berisi pernyataan JAT yang mengatakan bahwa ISIS adalah kelompok khawarij yang harus diperangi. Padahal pada saat yang sama Amir JAT Wilayah Jawa Timur, Ustadz Hamzah sedang mengikuti musyawarah nasional JAT di Islamic Center Bekasi. 

Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) sebagai jamaah dakwah wal jihad menjadi salah satu yang paling ditunggu keputusannya terhadap perselisihan dua kelompok mujahidin di Suriah. Banyak tekanan yang diterima JAT hingga saat ini yang secara tidak langsung menginginkan JAT untuk memilih satu kelompok. Padahal hingga saat ini JAT masih tetap dengan Bayan ustadz Abu Bakar Ba'asyir, yaitu menyeru kepada kedua kelompok untuk ishlah.

Menanggapi kabar tersebut Jubir JAT, Ahmad Fatih menyangkal dengan tegas isi SMS tersebut.

“Sikap JAT masih sama seperti bayan pertama Ust. Abu Bakar Ba’asyir tentang konflik mujahidin Syam,  yaitu bersikap netral dan sikap netral ini bukan sebuah sikap kemunafikan sebagaimana Ustad Abu sampaikan ketika ana berkunjung ke pasir putih dan sikap yang kedua adalah menyerukan kepada kedua kelompok untuk ishlah dan berjihad dalam satu komando,” tegasnya saat ditemui Jurnalislam di gedung Arafah Islamic Center, Bekasi usai mengikuti Munas JAT, Ahad (18/04/2014)

Beliau juga menghimbau kepada umat Islam, khususnya seluruh anggota JAT agar berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan kabar yang tidak jelas sumbernya. SMS itu adalah bentuk manajemen konflik yang diciptakan intelijen dan musuh Islam yang sengaja diciptakan agar terjadi perpecahan diantara struktur dan anggota di JAT yang selama ini istiqomah menjalankan agenda Tathbiqus Syariah (Penerapan Syariat) dengan dakwah dan Jihad.

Selain itu beliau juga berpendapat bahwa konflik semacam itu diciptakan dengan tujuan untuk membenturkan JAT dengan tandhim Jihad lain yang mendukung ISIS (Islamic State of Iraq and Syam). 

“Metode inilah yang dinilai paling murah dan efektif yang sekarang dijalankan oleh musuh-musuh Islam untuk melemahkan pergerakan Islam diseluruh dunia yang mengusung tathbiqus syariah dan daulah islamiyyah termasuk di Indonesia,” tegas Ahmad Fatih.

“Sekali lagi ana sampaikan kepada anggota JAT dan umat Islam lainnya agar tidak percaya terhadap isu-isu murahan dan bohong seperti itu, dan silahkan kalau ada kabar-kabar seperti itu sampaikan kepada kami di markaziyyah biar kami tanggapi kebohongan tersebut,” pungkasnya. (amaif/ansharuttauhid.com)

Bom Mobil Meledak Di Wilayah Kristen Kota Kano, Nigeria

NIGERIA (jurnalislam.com) – Sebuah bom mobil meledak pada Minggu malam (18/5/14) di lingkungan Kristen di kota terpadat kedua Nigeria, Kano, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lima orang lainnya. Tidak jelas apakah pembom ada di antara mereka yang tewas .

Inspektur Polisi Aderenle Shinaba mengatakan mobil meledak sebelum mencapai sasarannya, yaitu sekumpulan restoran dan bar di Gold Coast Street.

 

Jumlah korban bisa saja jauh lebih banyak, kantor berita Associated Press melaporkan.

 

Seorang saksi mata, Abdul Dafar, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ia melihat setidaknya empat mayat setelah ledakan. "Saya mendengar ledakan keras dan ada banyak asap. Tentara datang untuk memasang formasi pagar betis dan ambulans bergegas membawa orang ke rumah sakit."

Sabon Gari adalah tempat yang populer untuk makan, bermain game, tari tarian dan tempat minum alkohol hingga larut malam. Terletak di daerah Kristen di kota Kano yang berpenduduk mayoritas Muslim.

 

Beberapa serangan pernah terjadi di Sabon Gari, yaitu pada Juli lalu yang menewaskan sedikitnya 24 orang dan pada Maret 2013 ketika seorang pembom istisyahidah mengendarai sebuah mobil penuh dengan bahan peledak ke stasiun bus di lingkungan tersebut, menewaskan sedikitnya 25 orang.

Kelompok bersenjata, Boko Haram, yang telah berjuang untuk penerapan hukum Islam di seluruh Nigeria, dituduh melakukan dua serangan tersebut.

 

Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan lain bulan lalu di ibukota Abuja yang menewaskan lebih dari 120 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya. (ded412/AP)

Kepala Divisi Angkatan Udara Rezim Suriah Tewas Dalam Pertempuran

SURIAH (jurnalislam.com) – Pada hari Sabtu (17/4/14) pasukan mujahidin menyerang markas pertahanan udara Suriah di dekat kota Mleiha pinggiran Damaskus, dan menewaskan kepala pasukan pertahanan udara Suriah, Jenderal Hussein Ishaq.

 

Jenderal Ishaq adalah salah satu dari beberapa pejabat berpangkat tinggi yang tewas dalam perang yang telah berlangsung selama tiga tahun di Suriah, kantor berita AFP melaporkan .

Seluruh persenjataan dan pasukan militer telah dikerahkan dalam perang melawan para aktivis dan mujahidin yang berusaha menggulingkan rezim Syiah Bashar al – Assad.

Abdel Rahman menyebut kematian Ishaq sebagai "pukulan psikologis yang berat" bagi rezim Syiah Assad .

Selama lebih dari satu bulan, tentara rezim yang didukung oleh kelompok Syiah Lebanon, Hizbullah syiah, telah berjuang untuk merebut kembali Mleiha, benteng strategis bagi para mujahidin .

Mleiha telah dikepung selama lebih dari satu tahun, dan telah dibom dari jarak dekat dan konstan selama lebih dari sebulan oleh para mujahid .

Kelompok monitoring anti – pemerintah yang berbasis di Inggris tersebut mengatakan bahwa meskipun pada awalnya rezim memperoleh kemajuan di Mleiha, tetapi para mujahidin telah berhasil merebut kembali beberapa bangunan di sekitar balai kota pusat.

Sementara militer rezim Syiah Assad tetap mengendalikan Damaskus, sedangkan para mujahidin masih memegang sejumlah kota dan desa-desa di pinggiran, meskipun blokade, serangan udara dan penembakan sering dilancarkan . (ded412)

Ledakan Mematikan di Perbatasan Suriah – Turki

SURIAH (jurnalislam.com) – Setidaknya 43 orang tewas dan lebih dari 80 lainnya luka-luka ketika sebuah bom mobil meledak di sebuah pos perbatasan Suriah utara dengan Turki.

 

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan ledakan pada hari Kamis (15/5/14) terjadi di sebuah garasi di dekat penyeberangan perbatasan Bab al – Salameh di provinsi Suriah utara Aleppo.

Garasi tersebut digunakan oleh penumpang yang ingin menuju atau meninggalkan titik persimpangan, kata Rami Abdurrahman, Kepala Observatorium.

Aktivis di area ledakan menunjukkan gambar mobil terbakar, mayat yang hangus dan potongan tubuh.

"Setidaknya 12 ambulans mengangkut korban yang terluka ke Turki. Jumlah korban tewas sangat tinggi," kata seorang aktivis kepada kantor berita Reuters.

Komite Koordinasi Lokal, kelompok aktivis lainnya, mengatakan kepada Associated Press bahwa sebuah bom mobil di penyeberangan perbatasan menewaskan dan melukai "banyak" orang.

Ledakan serupa pernah terjadi di masa lalu di daerah perbatasan dekat Turki.

Kantor berita swasta Turki Dogan melaporkan ledakan itu melukai "puluhan orang" di daerah Karaj Sajou. (ded412/reuters)

 

 

Memperingati Hari ‘ Nakba ‘ Dua Warga Palestina Ditembak Mati Tentara Israel

PALESTINA (jurnalislam.com) – Ramallah, Tepi Barat – Sumber-sumber medis Palestina menyebutkan dua warga Palestina – Mohammad Abu Thaher dan Nadim Nuwara – ditembak mati oleh pasukan Israel saat perayaan "Hari Nakba" dekat pangkalan militer Israel di Ofer, di luar Ramallah.

Pada tengah hari di hari Kamis (15/5/14), suasana mencekam terasa di Kota Ramallah Tepi Barat saat sirine berkumandang selama 66 detik.

 

Ratusan warga, tua dan muda, bersama barisan marching band yang memainkan alat music bagpipe dan beberapa kelompok pramuka lokal melakukan pawai mulai dari Mausoleum mendiang Presiden Yasser Arafat, lalu berkumpul di pusat kota untuk memperingati 'Nakba' atau 'bencana' yang menimpa warga Palestina dalam perang tahun 1948.

 

Mereka berbaris sambil membawa peta Palestina yang bersejarah dan kunci logam besar – simbol dari rumah yang hilang pada dekade yang lalu dan simbol hak kepemilikan untuk dikembalikan kepada mereka. Para aktor berdiri di atas sebuah truk stasioner memerankan kembali adegan yang menggambarkan peristiwa Nakba.

Mohammad Eliyan, ketua Komite untuk memperingati Nakba, mengatakan hak Palestina kembali ke rumah leluhur mereka adalah kunci solusi yang adil untuk mengakhiri konflik. "Tanggal 15 Mei ini, seperti kita amati dari acara sedih ini, kita katakan bahwa kita lebih kuat dan lebih bertekad untuk berdiri melawan kebijakan pemerintah Israel yang terus mengusir warga Palestina," katanya.

Pawai serupa terjadi di kota-kota Tepi Barat seperti Bethlehem, Nablus, dan Tubas untuk memperingati hari tersebut. Setidaknya lima warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan tentara Israel di lingkungan Ramallah dan selatan kota Hebron, saat pengunjuk rasa berhadapan dengan api, gas air mata dan peluru baja berlapis karet. Dua di antaranya telah dinyatakan mati.

Rabu malam sebelumnya, menjelang peringatan, warga Palestina memakai kemeja hitam membawa 66 obor melalui jalan-jalan Ramallah.

 

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi lokal, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh pemerintah Israel mempersulit solusi dua – negara, sehingga hanya tersisa satu dari dua kemungkinan : “negara bi – nasional atau rezim apartheid rasis “.

"Setelah 66 tahun, kami buktikan bahwa kami akan membawa Palestina kembali diakui sebagai negara berdaulat yang independen dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya," kata Abbas.
 

Pada tahun 1948, lebih dari 800.000 warga Palestina (atau 67 persen dari populasi saat itu) melarikan diri atau diusir secara paksa dari rumah mereka dan dicegah agar tidak bisa kembali.

Angka yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik yang berbasis di Ramallah pekan ini menyebutkan jumlah pengungsi Palestina yang terdaftar berjumlah 5,3 juta. Para pengungsi tinggal di 58 perkemahan PBB di Suriah, Lebanon, Yordania, Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pemimpin Fatah, Marwan Barghouti, yang dipenjara di Israel atas tuduhan pembunuhan, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa, "Hak bagi para pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka dari tempat mereka telah dipindah secara paksa adalah hak suci bagi pengungsi Palestina yang tidak bisa dikompromikan, hak yang dijamin oleh hukum internasional dan diabadikan dalam resolusi 194 Majelis Umum PBB," katanya.

Di Gaza, puluhan warga Palestina berdemonstrasi di pagar yang memisahkan tanah Palestina dan Israel di utara Jalur Gaza sambil mengibarkan bendera Palestina dan spanduk yang menekankan komitmen mereka terhadap tanah dan hak mereka untuk kembali.

Di kota Beit Hanoun di Gaza utara, faksi Palestina menandai hari Nakba dengan memberikan pidato yang menekankan hak untuk kembali. "Hak pengembalian warga akan tetap menjadi subjek bulat oleh semua orang Palestina di mana-mana," kata Zakaria al – Agha, seorang anggota komite eksekutif PLO.

Ia menegaskan bahwa Palestina menolak setiap solusi alternatif lain selain kembali . (ded412/aljazeera)

 

Densus 88 Tangkap 8 Orang Terduga Teroris Dalam Empat Hari Berturut-turut

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Melalui laporan tertulis Kadiv Humas Polri Irjen Ronny Frangky Sompie kepada beberapa media massa, dilaporkan telah ditangkap 8 orang terduga terorisme buronan kasus kerusuhan Poso dan bom Tentena tahun 2005 oleh Densus 88 di beberapa daerah di pulau Jawa. Mereka adalah Rifki alias Bondan alias Royan ditangkap hari Senin (12/05/2014) di rumah makan Taman Selera Pantura, Indramayu, Jawa Barat pukul 13.30 WIB, esoknya Selasa (13/05/2014) pukul 13.30 WIB Ramuji alias Kapten alias Ahmad ditangkap di rumahnya di Jalan Blimbing Raya, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur, kemudian Salim alias Ustad Yahya ditangkap hari Rabu (14/05/2014) di Klaten, Jawa Tengah pukul 21.00 WIB.

Dari hasil pengembangan Rifki dan Salim, Densus 88 hari ini, Kamis (15/05/2014) menangkap 5 orang lainnya, yaitu Arif alias Tomy, Selamet, Rofiq, Arifin dan Yusuf di bengkel las yang mereka kontrak di daerah Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Di bengkel tersebut ditemukan : 15 senpi panjang gas cal 7mm,  2 senpi pendek gas cal 7mm, 1 crosbow, 1 panah, 5 samurai panjang, 6 pedang sedang, 25 pisau lempar, dokumen pembuatan bom.

Rifki dan Salim adalah DPO kasus kerusuhan Poso dan bom Tentena tahun 2005. Selain itu, menurut laporan tersebut keduanya adalah alumni camp pelatihan militer Moro, Filipina.

"Yang bersangkutan adalah DPO kerusuhan Poso saat terjadi bom Tentena pada 2005 silam. Selain itu, mereka merupakan alumni Kamp pelatihan Moro," kata Ronny, Kamis (15/5/2014)

Sedangkan keterlibatan Ramuji, terduga teroris yang ditangkap di Paciran, Lamongan adalah sebagai penyuplai logistik serta keikutsertaannya dalam pelatihan perakitan bom di pegunungan Poso.

"Keterlibatan yang bersangkutan adalah terlibat pelatihan militer di Poso dan penyuplai logistik," katanya.

Namun belakangan diketahui, Ramuji alias Kapten adalah seorang yang sehari-harinya menjadi kuli pikul ikan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) di Brondong, Paciran, Lamongan. (Baca Ramuji, Terduga Teroris Ditangkap Dengan Narasi Terroristainment). (amaif/detik/tribunnews)

Ramuji Terduga Teroris Ditangkap Dengan Narasi Terroristainment

Ramuji Terduga Teroris Ditangkap Dengan Narasi Terroristainment

Oleh: Harits Abu Ulya

Pemerhati Kontra Terorisme & Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst)

 

JURNALISLAM.COM – Pada hari Selasa, (13/05/2014) sekitar pukul 13.00 WIB Densus88 kembali menangkap seseorang yang bernama Ramuji (28) alias Kapten di Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran Lamongan Jawa Timur. Pasal terorismelah yang dipakai menjerat Ramuji, dengan asumsi Ramuji terkait jaringan Santoso cs (Mujahidin Indonesia Timur). Sangkaan lebih lanjut, Ramuji terlibat pelatihan merakit bom di pegunungan Poso Sulteng. Ramuji aktif mengirim logistik ke kelompok Santoso. Dan di perkirakan akan melakukan bom bunuh diri pada Pilpres Juli 2014.

Dibulan sebelumnya, beruntun pada tanggal 16 dan 17 April 2014 dua orang diduga pelaku teror juga ditangkap yaitu Paimin alias Ade dan Ardi.Keduanya juga di sangka jaringan Santoso cs. Paimin di tangkap di daerah kelurahan Lawanga, Poso Kota Utara. Dan Ardi ditangkap saat pulang dari pasar Sentral Poso menuju rumahnya di Kayamanya. Keduanya di tuduh terlibat peledakan bom di Pantango Lemba pada bulan Februari 2014 yang menyebabkan lobang besar di tengah jalan. Selain menjadi kurir Santoso, keduanya juga di tuduh mengikuti pelatihan militer pada tahun 2011,.

Saya mengeja dari dua peristiwa terpisah tapi saling dikaitkan dengan muara yang sama yaitu Santoso dan Poso, serta cerita tentang ancaman “teroris” terhadap Pilpres 2014. Dari penelusuran, saya dapatkan beberapa realitas (fakta lapangan) antara lain;

Pertama; Seorang Ramuji saban hari kerap dijumpai di TPI (tempat pelelangan ikan) di Brondong Paciran Lamongan. Dia hanya seorang kuli bongkar ikan, dulunya pernah jadi “kapten”, sebuah istilah yang disematkan untuk orang pencari ikan dan dia sebagai pemegang kemudi perahu ikannya. Dan para nelayan yang berprofesi sebagai “kapten” tidak hanya seorang Ramuji. Jadi bukan “kapten” seorang perwira rendah dengan senjata api di pinggang, tapi seorang pemegang kemudi perahu ikan. Barangkali media menyebut nama Ramuji alias Kapten hasil copy paste dari satu sumber yaitu pihak kepolisian. Dan Ramuji kelihatanya belum beruntung saat menjalani profesi sebagai kapten, akhirnya memilih menjadi kuli jasa bongkar ikan dan kerja serabutan lainnya.

 Ia lahir di Blimbing Kecamatan Paciran, dari kecil hingga dewasa tumbuh di Blimbing. Untuk menopang kehidupan ekonominya Ramuji di bantu istrinya dengan menjahit pakaian di rumah.Ia dikaruniai seorang putri yang masih kecil, usianya sekitar 3 tahun dan Ramuji kurang lebih sudah 4 tahun menjalani pekerjaan kuli jasa bongkar ikan dan serabutan untuk menghidupi istri dan seorang anaknya.Ia tinggal di rumah yang sangat sederhana di Desa Blimbing dekat TPI (tempat pelelangan ikan) Kecamatan Paciran. Ia di tangkap Densus88 di desa tetangga, Kandang Semangkon Kecamatan Paciran. Penuturan kawan-kawan Ramuji yang biasa bergaul dan ketemu hampir saban hari di TPI (Tempat Pelelangan Ikan), yang diketahui ia tidak pernah kemana-kemana apalagi pergi jauh luar pulau. Dan kawan-kawannya sangat heran dengan tuduhan Ramuji pernah ikut pelatihan di Poso untuk merakit bom dan kemudian juga menjadi kurir kelompok Santoso. Bahkan yang lebih mengagetkan adalah tuduhan Ramuji akan melakukan bom bunuh diri di Pilpres Juli 2014 mendatang.

Benarkah sangkaan dan perkiraan Densus88 bahwa Ramuji akan melakukan bom bunuh diri di Pilpres Juli 2014?  Yang pasti bahwa Ramuji ditangkap hanya berdasarkan dugaan dan perkiraan intelijen. Dan analisa saya, alasan atau argumen dasar penangkapan Ramuji ini adalah narasi yang dibuat-buat. Sarat aroma rekayasa, untuk kepentingan proyek kontra terorisme yang banyak kehilangan momentum.

Untuk menegaskan aroma rekayasa, saya bisa beber realitas berikutnya terkait kasus bom dibulan Februari 2014 lalu di Poso, dimana dua orang ditangkap menjadi tertuduh (Paimin alias Ade dan Ardi). Dan ledakan bom tersebut  juga dituduhkan sebagai produk pelatihan yang dikendalikan Santoso cs, seperti halnya rencana bom bunuh diri Ramuji adalah hasil pelatihan Santoso di pegunungan Poso.

Kedua; pada tanggal 25 Februari 2014 pihak aparat mengungkapkan temuan bom dari Desa Pantangolemba, Poso Pesisir Selatan. Kemudian disusul kejadian yang mengagetkan masyarakat, di malam harinya sekitar pukul 23.55 WITA tepatnya di jalan depan kuburan masuk menuju Desa Pantangolemba RT-01 Dusun I, Desa Pantangolemba Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso terjadi Bom meledak.

Saat kejadian situasi desa sangat sunyi, warga sangat terkejut karena suara ledakan bom tersebut sangat keras. Bahkan sangking kerasnya, bunyi ledakan terasa dan terdengar sampai ke tetanga desa seperti Desa Patiunga, Desa Bethania, Desa Tabalu, Desa Kasiguncu, Desa Masamba, Desa Saatu, dan Desa Penedapa Kecamatan Poso Pesisir. Dari kejadian ledakan bom tersebut tidak ada korban sipil maupun aparat. Hanya jalan yang menuju desa Pantangolemba  berlubang lumayan besar, dan jalan sempit tersebut sempat tidak bisa dilalui roda dua (2) dan roda empat (4). Dan jejak ledakan meninggalkan lobang berdiameter kurang lebih 2 meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Dan peristiwa ledakan bom ini membuat masyarakat Pantanggolemba resah, karena sebelum ledakan sudah ditemukan rangkaian bom di depan bangunan Baruga Adat Desa Pantangolemba yang kemudian diekpos oleh pihak kepolisian setempat.

Analisa saya; bahwa sangat mungkin kasus ledakan ini adalah rekayasa belaka. Ada pihak-pihak yang bernafsu, Poso terus dijaga sebagai “panggung” dan lahan proyek atas nama “kontra terorisme”. Dari penelusuran didapatkan fakta yang mengejutkan sebelum kejadian perkara;

Menurut keterangan Bapak Datodaga (51), seorang petani merangkap Bendahara Desa Patanggolemba yang beragama Nasrani (Kristen) dari Suku Pamona, dengan alamat Desa Pantanggolemba Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso. Sebelum ditemukan benda yang mencurigakan (yang kemudian diumumkan sebagai bom) dan peristiwa ledakan bom dimalam harinya, Datodaga sempat bersua (berpapasan) dan berkomunikasi dengan seorang tidak dikenal (OTK) yang mencurigakan. OTK tersebut sempat bertanya-tanya kepada Datodaga dimana jalan ke Padanglembara. Dan Pak Datodaga sempat bertanya ke OTK, tentang asal dari OTK tersebut. Kemudian orang tidak dikenal tersebut mengaku dari BFF Poso. Selanjutnya Pak Datodaga menunjukkan arah jalan ke Padamlembara yang dimaksud oleh OTK. Saat itu OTK tersebut dengan penampilan; memakai jaket warna abu-abu, baju kemeja, celana jeans, sepatu kulit warna hitam dengan penampilan rapi dengan menggunakan Moge (motor gede) tapi Pak Datodaga tidak mengetahui jenisnya.

Sekitar pukul 15.40 WITA OTK ini terlihat meluncur dari arah TKP dimana bom meledak menuju ke arah Poso. Dan ada  warga yang menyaksikan OTK tersebut singgah di rumah salah satu anggota Brimob di Desa Pantangolemba. Sebelumnya OTK yang mencurigakan sudah melintasi rumah anggota Brimob tersebut, tapi karena merasa ada yang melihat (mencurigai) kemudian berputar balik dan masuk kerumah anggota Brimob itu.

Tidak berselang lama sekitar pukul 16.00 WITA, atas dasar sebuah informasi kemudian salah seorang anggota Babinsa setempat mendatangi rumah anggota Brimob tersebut dan menanyakan perihal OTK, tapi mendapat jawaban bahwa orang tersebut sudah kembali pulang dan disampaikan juga bahwa bahwa orang tersebut (OTK) adalah temannya dari Brimob Moengko.

Dari daya ledak yang cukup besar, bom tersebut menurut analisa saya bukanlah karya Santoso cs. Yang lebih menggelikan lagi, buat apa meledakkan bom di jalan sepi dengan hanya berefek melubangi jalan. Apa hanya ingin memberikan pesan bahwa mereka masih eksis dan punya cadangan bom yang cukup buat meneror? Ditemukannya bom dan peristiwa ledakan bom di Patangolemba dengan melacak kejadian-kejadian (indikasi) sebelumnya tercium kuat ini hanya drama alias rekayasa. Bahkan tidak menutup kemungkinan pihak aparat sendiri yang bermain dengan segala target dan kepentingan dibelakangnya.

Pelan tapi pasti, menurut saya rekayasa-rekayasa akan terungkap. Bahkan narasi-narasi dusta tentang ancaman “terorisme” terhadap pemilu dan lainya akan terbongkar kedustaannya. Meski narasi dagelan ini tetap saja memakan korban tidak hanya seorang Ramuji, Paimin, Ardi yang ditangkap atau bahkan nyawa yang akan melayang. Semoga masyarakat makin melek, dan siapapun yang membaca paparan saya ini mau mengoreksi diri. Sudah bukan waktunya dengan arogansi kekuasaan memegang stempel “teroris” dipakai untuk bisnis “nyawa”.[]

Gelombang Serangan Bom Mobil Guncang Wilayah Syiah di Baghdad

BAGHDAD (jurnalislam.com) – Upaya pemerintah boneka Iraq untuk mencapai stabilitas di seluruh Irak mendapat tantangan serius saat serangkaian bom mobil meledak di Baghdad. Serangan tersebut  menewaskan sedikitnya 28 orang, kata para pejabat.

Serangan terjadi pada hari Selasa (13/5/14) saat sekte Syiah merayakan ulang tahun Imam Ali . Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan.

Para pejabat polisi mengatakan sebuah bom mobil meledak di dekat Kota Sadr Baghdad, menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya pada pagi hari.

Bom mobil lainnya di Kota Sadr meledak di dekat sekelompok rumah, menewaskan dua orang dan melukai tujuh orang lainnya.

Tayangan televisi dari kantor berita AP menunjukkan asap tebal mengepul dari beberapa mobil yang terbakar.

Beberapa saat kemudian, sebuah bom mobil meledak di sebuah jalan komersial di distrik timur Baghdad Jamila, menewaskan tiga orang dan melukai 10 lainnya.

Polisi mengatakan bom mobil yang keempat meledak di dekat kantor polisi lalu lintas di tempat lain di timur ibukota, menewaskan tiga orang, termasuk seorang polisi lalu lintas. Tujuh orang terluka dalam serangan itu.

Di pusat kota Baghdad, ledakan mobil menewaskan dua orang dan melukai delapan orang, kata polisi. Bom mobil lain meledak di sebuah jalan komersial di distrik Syiah di timur kota Ur, menewaskan lima orang dan melukai 11.

Di tempat lain di Baghdad, sebuah bom mobil meledak di dekat sebuah pasar di pinggiran daerah sekte Syiah di timur Maamil, menewaskan tiga orang dan melukai 14.

Pada sore hari, sebuah bom mobil meledak di dekat sebuah pasar di distrik Dora, Baghdad selatan, menewaskan lima orang dan melukai 12 lainnya.

Menurut PBB, korban tewas di Irak tahun lalu sebanyak 8.868 orang merupakan yang tertinggi dinegara itu sejak puncak konflik tahun 2007 dan 2008.

Rangkaian ledakan pada hari Selasa (13-04-2014) tersebut adalah ledakan yang paling mematikan sejak pemilihan bulan lalu, saat orang sedang menghitung suara.

Hasil awal dari pemilihan parlemen 30 April diharapkan selesai dalam beberapa hari mendatang. Perdana Menteri Nouri al – Maliki, seorang sekte Syiah, mencari masa jabatan ketiga meskipun kritikus menyalahkan bahwa memburuknya konflik terjadi karena tidak ada sedikit pun kebijakan pemerintahannya terhadap kelompok Sunni di negara itu. (ded412/AP)

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Ramuji di Lamongan .

LAMONGAN (Jurnalislam.com) – Lagi, Densus88 menangkap seorang bernama Ramuji (28) karena diduga terkait jaringan terorisme kelompok Poso pimpinan Santoso. Ramuji ditangkap dirumahnya pukul 12.30 WIB, Selasa (13/05/2014) di desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Kabar kepulangan Ramuji diketahui oleh Densus 88, yang akhirnya ia berhasil ditangkap setelah sekian lama menjadi incaran Densus88.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Ali Imron atau yang sekarang leih dikenal dengan nama Ali Fauzi, adik kandung dari salah satu Bomber Bali I Asyahid (Insya Allah) Amrozi seperti ditulis tribunnews.com. Mantan instruktur Jamaah Islamiyah yang kini menjadi teman dekat dari musuh kakanya itu juga mengatakan bahwa kelompok Ramuji akan melakukan aksi bom syahid pada Piplres Juli mendatang. Namun ia tidak menjelaskan kronologis penangkapan Ramuji.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Polri terkait penangkapan tersebut. Ramuji pun belum diketahui dibawa kemana. (amaif/tribunnews)

Beredar Video Fakta di Balik Kudeta Masjid Muhammad Ramadhan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sebuah video berjudul “Fakta di Balik Kudeta Masjid Muhammad Ramadhan” beredar di Youtube. Video yang di upload tanggan 11 Mei 2014 itu berisikan dugaan konspirasi dibalik pengambilalihan sepihak Masjid Muhammad Ramadhan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan pemkot Bekasi.

Pada awal video yang di upload oleh akun bernama Gerakan Pemakmuran Kembali MMR tersebut nampak seorang tokoh masyarakat Pekayon, Bekasi Selatan bernama Abdul Hadi yang menyatakan bahwa Masjid Muhammad Ramadhan itu lebih makmur dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar jika diurus oleh mereka.

Selanjutnya video tersebut menceritakan kronologis pengambialihan sepihak Masjid Muhammad Ramadhan oleh sekelompok orang mengatasnamakan pemkot Bekasi yang dikomandani oleh Asda II, Camat Bekasi Selatan dan diikuti oleh pengurus Yayasan Islam Al Anshor beserta tokoh-tokoh lokal yang mengikutsertakan 300 orang berseragam FBR dan FPI. Aksi itu juga diamankan oleh pasukan Satpol PP dan Polisi.

Video berdurasi 15,19 menit itu menjelaskan dengan rinci fakta dan bukti yang ada pada Masjid Muhammad Ramadhan. Pertama, Masjid Muhammad Ramadhan sejak diresmikan dan beroperasi pada tahun 2004 sudah memakai nama Masjid Jamie Muhammad Ramadhan, seperti terlihat jelas di papan nama depan masjid. Karena video tersebut memperlihatkan statement kelompok pengambilalih yang mengatakan bahwa status Masjid Muhammad Ramadhan ini menjadi Masjid Jamie Muhammad Ramadhan.

“Status masjid Muhammad Ramadhan ini menjadi Masjid Jamie Muhammad Ramadhan, ada Jamie-nya disitu,” katanya.

Kedua, tanpa penetapan dari pemkot Bekasi yang ingin menamakan sebagai Masjid Raya, maka dengan izin Allah SWT saat ini jamaah jumatnya sudah mencapai lebih dari 1000 orang. Begitu juga dengan jamaah shalat lima waktu yang jumlahnya bisa memenuhi tiga sampai empat shaff di lantai atas.

Ketiga, masjid ini berdiri atas dana swadaya masyarakat sekitar dan dana dari seorang muwakif. Menghabiskan biaya sekita 2,4 Milyar Rupiah. Keempat, kajian-kajian rutin yang diselenggarakan mulai dari kajian bapak-bapak, kajian majelis taklim ibu-ibu beserta binaannya, sampai kajian untuk tukang ojek terselenggara dengan baik. Termasuk pengajian TPA untuk anak-anak baik pagi maupun petang setiap harinya. Belum lagi kegiatan bakti sosial (baksos) yang dilaksanakan setiap 3 sampai 4 bulan sekali bagi masyarakat sekitar pada khususnya dan masyarakat Bekasi pada umumnya.

Kelima, masjid Muhammad Ramadhan bukan masjid eksklusif. Masjid ini terbuka untuk masyarakat umum yang dinisbatkan sebagai benteng aqidah umat Islam dalam mencegah kegiatan-kegiatan pemurtadan dan kristenisasi.

Atas dasar apa kemudian pemkot Bekasi bersama dengan Yayasan Islam Al Anshor mengambil alih secara paksa pengelolaan masjid yang sudah cukup makmur tersebut.

Peristiwa pengambilalihan paksa Masjid Muhammad Ramadhan terjadi pada Ahad, 20 April 2014. Bukti-bukti yang dijelaskan dalam video tersebut sudah sangat jelas bagi kita semua bahwa pengambilalihan paksa Masjid Muhammad Ramadhan oleh pemkot Bekasi adalah bentuk arogansi dan kebencian mereka terhadap kejayaan Islam. Lalu dimana letak kebebasan menjalankan agama yang diatur oleh negara ini? Apakah kebebasan itu hanya milik orang-orang luar Islam dan tidak untuk pribumi umat Islam? (amaif)

Klik untuk melihat video