Boko Haram : “Kami bukan Khawarij!”

Jurnalislam.com – Jama’ah Ahlu Sunnah Lid-Da’wah Wal Jihad atau yang dikenal dengan Boko Haram membantah tuduhan bahwa kelompoknya adalah khawarij. Bantahan tersebut ditegaskan oleh salah seorang mujahid Jama’ah Ahlu Sunnah Lid-Da’wah Wal Jihad, Abu Sumayah yang diwawancarai jurnalis Media Al Sawarim dalam rilisannya pada 26 Mei 2014, seperti diberitakan Jurnalislam sebelumnya. (lihat Inilah Boko Haram Sebenarnya)

Abu Sumayah membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan berlepas diri dari manhaj khawarij. Menurutnya, Jama’ah Ahlu Sunnah Lid-Da’wah Wal Jihad tidak mengkafirkan pelaku dosa besar yang tidak menghalalkan perbuatannya. Abu Sumayah menyatakan bahwa Jama’ahnya berpegang teguh pada apa yang disyaratkan oleh para ulama dalam mengkafirkan individu.

“Kami bukan Khawarij. Kami berlepas diri atas nama Allah dari manhaj Khawarij. Kami tidak mengkafirkan seorang Muslim karena dosa besar selama ia tidak menghalalkannya, atau mengingkari sesuatu yang sudah jelas dalam agama, sebelum menegakkan hujah atasnya dan terpenuhi syarat-syarat kekafiran. Atau, ia melakukan suatu perbuatan dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan keislaman, yang telah dijelaskan oleh ulama bahwa perbuatan itu membatalkan agama. Kami juga berpegang atas apa yang disyaratkan ulama dalam mengkafirkan individu, dari menegakkan hujjah dan melihat penghalang-penghalang kekafiran”, tegasnya dalam rilisan wawancara dengan jurnalis Al Sawarim Media.

Pemerintah Nigeria memanggil mereka Jama’ah Ahlu Sunnah Lid-Da’wah Wal Jihad dengan Boko Haram karena jamaah tersebut melarang anak-anak Muslim bersekolah di sekolah-sekolah Kristen dengan alasan sekolah-sekolah tersebut menanamkan nilai-nilai Kristen terhadap pelajar-pelajar Muslim.

Ketika ditanya alasan kenapa mereka menculik perempuan-perempuan Kristen, Abu Sumayah menjelaskan bahwa wanita-wanita umat Islam banyak ditangkap, dilecehkan dan direnggut kehormatannya oleh pemerintah Nigeria, tapi dunia hanya diam saja. (amaif)

Militer Yaman Klaim Telah Menyita Dokumen AQAP

YAMAN (jurnalislam.com) – Sumber berita Yaman melaporkan bahwa sebuah  dokumen telah disita oleh militer Yaman dalam serangan di selatan yang sedang berlangsung terhadap Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP).                         

Salah satu dokumen yang disita adalah dokumen dari al Marqishi kepada tokoh AQAP yang dikenal sebagai Abu Habbah, yang dalam pesan tersebut dianggap sebagai "Amir militer Mahfad dan sekitarnya" juga disebut sebagai "Mahfad Emirat” oleh AQAP. Al Marqishi meminta kepada Abu Habbah untuk "mendengarkan dan mematuhi" segala sesuatu yang menyenangkan/diridhoi Allah.

Dalam surat lain, Abu Habbah meminta Marqishi untuk mempersiapkan pengiriman rudal dan bahan peledak yang akan digunakan dalam serangan yang menargetkan militer Yaman dengan tujuan memotong pasokan mereka. "Ada kekurangan bahan peledak di jalan menuju al Ma'ajalah," Abu Habbah memberitahu Marqishi, "dan juga pada rute penyelundupan ke ahwar."

Laporan hari ini mengenai Jalal al Marqishi sangat relevan seiring munculnya informasi mengenai keterlibatannya dalam serangan mujahidin AQAP 23 Mei 2014 lalu terhadap kota di provinsi Hadramout Seyoun timur. Menurut sumber di Yaman, al Marqishi memimpin serangan terhadap Seyoun, di mana dilaporkan AQAP menggunakan hingga 30 truk pickup untuk menyerbu kota.

Komandan divisi militer setempat Yaman mengkonfirmasikan bahwa pada 24 Mei tentara telah kembali menguasai kota, dan sumber-sumber militer mengatakan bahwa angkatan udara Yaman ditempatkan untuk mengejar mujahidin AQAP di luar kota. Komite Keamanan Hadramout mengatakan bahwa 12 tentara tewas dan 11 lainnya terluka dalam pertempuran untuk Seyoun tersebut.

Website milik Departemen Pertahanan mengklaim bahwa 15 mujahidin AQAP gugur selama pertempuran, termasuk pejuang Arab Yarmouk, Dhibah bin Hussein al Sharwi , dan Abu ' Amir al Najdi. Website yang sama juga mengidentifikasi dua mujahidin AQAP terluka akibat operasi tersebut, yaitu seorang warga Saudi bernama Anis al Sharwi dan seorang warga Yaman bernama Abu Khalid al Hadrami.

Dalam berita terkait, gubernur provinsi Abyan, Jamal al ' Aqel, mengatakan kepada sumber berita Yaman kemarin bahwa situasi di provinsi "stabil”. Distrik Mahfad di provinsi Abyan timur laut terletak di daerah pegunungan di sepanjang perbatasan dengan provinsi Shabwa. Distrik ini telah menjadi benteng bagi AQAP sejak 2012. Serangan militer Yaman melawan AQAP dimulai dengan serangkaian serangan pesawat tak berawak AS pada akhir April, termasuk salah satunya yang menargetkan kamp pelatihan AQAP di Mahfad.

Al Mashhad al Yamani, sumber berita Yaman, menyatakan bahwa menurut mereka, militer Yaman telah menewaskan 106 militan AQAP, termasuk juga 11 warga Saudi, sejak awal serangan selatan pada akhir April. Sementara itu, sumber yang dekat dengan AQAP mengatakan bahwa organisasi pejuang tersebut mengklaim bahwa hanya 15 orang dari operasi mereka yang telah tewas.

Dalam berita yang terkait, sebuah pernyataan yang dirilis oleh Ansar al Syariah, sebuah re-branding AQAP, hari ini telah memposting untuk akun Facebook seorang wartawan Yaman terkenal yang memiliki hubungan dengan kelompok tersebut. Pernyataan yang berjudul "Statement Pernyataan Kebohongan Pemerintah Sana'a Mengenai Pertempuran Abyan, Shabwa, dan Baydha," berisi bantahan terhadap pemerintah yang menggambarkan "kemenangan besar" dalam serangan selatan yang sedang berlangsung melawan AQAP. Isi pernyataan tersebut adalah bahwa "Apa yang telah disebutkan pemerintah tentang kemenangan besar atas mujahidin tidak lain hanyalah kebohongan media dan kekeliruan yang nyata." Pernyataan tersebut juga mengklaim bahwa Ansar al Syariah telah berakar kuat di seluruh Yaman. Dalam pernyataan juga disebutkan sebuah teori bahwa pemerintah sedang membersihkan jalan bagi Syiah Houthi untuk menembus wilayah selatan dengan cara "menyerang suku Sunni." (ded412)

Sumber : Al Mashhad Al Yemeni, The Long War Journal

Dalam surat ini, Jalal Al Marqishi memanggil Abu Habbah dengan "Amir Militer Mafhad dan sekitarnya"

Dalam surat ini, Abu Habbah meminta bantuan persenjataan dan bahan-bahan peledak kepada Jalal Al Marqishi

 

 

Qatar Peringatkan Turis, “Legging Itu Bukan Celana”

QATAR (Jurnalislam.com) – Emirat Arab Qatar mengeluarkan dekrit bagi wisatawan bahwa legging bukanlah celana. Negara Teluk telah meluncurkan gerakan aksi kesopanan untuk memastikan agar turis memahami seperti apa pakaian yang sesuai dan pakaian yang tidak sesuai. Dan mengenakan legging di tempat umum termasuk tidak sopan.

Kampanye “Refleksikan Kehormatan Anda," yang dikelola oleh Islamic Culture Centre Qatar melalui twitter, Instagram dan selebaran itu didistribusikan di tempat-tempat umum agar para turis memahami aturan kesopanan di negara tersebut sebagai salah satu persiapan menyambut Piala Dunia 2022.

"Jika Anda berada di Qatar, Anda adalah bagian dari kami. Bantu kami untuk melestarikan budaya dan nilai-nilai Qatar. Harap berpakaian sopan di tempat umum," isi selebaran tersebut.

Kata "kesopanan" menjadi pusat perhatian di selebaran dan catatan kaki yang berbunyi: "Legging itu bukan celana."

Menurut Qatar, legging bukanlah pakaian yang tepat karena terlalu ketat dan hampir tembus pandang.

"Diharapkan agar Anda memakai pakaian yang layak dan wanita harus menghindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat; terlalu pendek atau tembus pandang seperti rok mini atau gaun tanpa lengan," kata Pusat Kebudayaan Qatar. (ded412/amaif)

sumber : The Herald Sun

Serangan Mematikan Boko Haram di Basis Militer Nigeria

NIGERIA (jurnalislam.com) – Saksi mata mengatakan setidaknya 24 orang tewas setelah serangan terhadap sebuah pangkalan militer di Nigeria oleh para mujahidin Boko Haram.

Boko Haram menyerang markas Militer  di kota timur laut Nigeria, Buni Yadi di Negara bagian Yobe, para saksi mengatakan kepada kantor berita AFP, Selasa.

Beberapa saksi mata mengatakan bahwa Boko Haram menyerbu kota terpencil tersebut pada pukul 8:00 pm ( 1900 GMT ) pada hari Senin, menembaki tentara yang berjaga di sebuah pos pemeriksaan dan menghancurkan kantor polisi lokal.

Seorang saksi dan warga Buni Yadi, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Mustafa karena takut adanya pembalasan, mengatakan bahwa mujahidin tiba dari sebuah kendaraan lapis baja dan enam truk Hilux sebelum turun dan menembaki senjatanya ke udara.

Mereka kemudian membakar rumah pemimpin pemerintah daerah dan beberapa bangunan pemerintah, kata seorang saksi, Kura Babagana.

"Ketika Mereka mulai menyerang, orang-orang melarikan diri," katanya. “Ada korban di pihak aparat keamanan tapi saya tidak tahu berapa banyak."

Puluhan kendaraan dibakar selama serangan itu, dia menambahkan.
 

Reporter Al Jazeera Ahmed Idris, melaporkan dari Abuja, mengatakan serangan kabarnya berlangsung selama tiga jam.

"Ini bukan pertama kalinya serangan itu dilakukan  dan menjadi bertambah banyak dan lebih berani," kata seorang wartawan.

Boko Haram, yang melakukan perjuangan untuk sebuah Daulah Islam di Nigeria utara telah membuat pemerintah Nigeria yang pada hakikatnya sekutu negara – negara barat telah menjadi ancaman terbesar bagi keamanan di atas negara penghasil minyak di Afrika tersebut . (ded412)

 

Komandan Hizbullah Syi’ah Terbunuh Dalam Pertempuran Melawan Mujahidin di Suriah

SURIAH (jurnalislam.com) – Sumber-sumber keamanan dan kelompok monitoring pada hari Selasa (27-05-2014) mengatakan bahwa seorang komandan senior Hizbullah berkewarganegaraan Lebanon – Kanada tewas terbunuh di Suriah saat sedang  berperang bersama pasukan pemerintah rezim Suriah melawan mujahidin.

Fawzi Ayoub, tewas pada hari Senin oleh pasukan Muslim Sunni (mujahidin) yang telah melancarkan perang terhadap Presiden Syiah Bashar Assad selama lebih dari tiga tahun.

Hizbullah (pasukan Syi'ah) telah bergabung dengan pemerintah rezim Suriah dalam konflik Sunni dan Syi'ah yang semakin menarik masuk para mujahid dari seluruh wilayah dan mendestabilisasi wilayah tetangga Suriah.

Fawzi Ayoub adalah seorang anggota terkemuka Syi'ah Hizbullah dan berasal dari desa selatan Ain Qaana.

Dia juga memegang kewarganegaraan Kanada dan telah tinggal di Amerika Serikat. Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah anti –  Syi'ah Assad menegaskan bahwa Ayoub telah tewas di Suriah.

Sumber tersebut mengatakan Ayoub tewas di Nawa, sebuah kota di provinsi selatan Deraa Suriah . (ded412)

 

19 Orang Syi’ah Irak Tewas Dalam Sebuah Ledakan Istisyhadiyah

IRAQ (jurnalislam.com) – Seorang Istisyhadiyah melakukan pemboman  di dalam sebuah tempat peribadatan Syi'ah di Baghdad tengah , Selasa (27-05-14) , menewaskan sedikitnya 19 orang , kata sumber-sumber keamanan dan medis .

Seorang fotografer Reuters di lokasi ledakan di distrik Shorja mengatakan dinding bangunan  tersebut menghitam dengan asap dan korban banyak yang berjatuhan .

Polisi Abbas Inad mengatakan kepada Reuters : " Bom itu begitu besar dan diisi dengan bola logam kecil untuk membunuh orang sebanyak mungkin. "

Sampai berita ini di turunkan belum jelas siapa yang berada di balik pemboman itu .

Sumber-sumber keamanan dan medis sebelumnya mengatakan bom itu meledak di sebuah stasiun bus terbuka .

Korban yang terluka dilarikan ke rumah sakit terdekat , tetapi upaya penyelamatan terhambat oleh tembok akibat ledakan di sekitar pasar menghalangi jalan masuk tim medis  .

Sumber-sumber rumah sakit mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan bertambah karena tingkat keparahan korban yang terluka.

Di tempat lain di ibukota , bom pinggir jalan di distrik Kota Sadr dan Dura menyebabkan dua orang tewas .

Pemboman di utara kota utama Mosul juga menewaskan dua orang . (ded412)

Inilah Boko Haram Sebenarnya

JURNALISLAM.COM – Yayasan Media Al Sawarim merilis wawancara dengan seorang mujahid dari Jama’ah Ahlu Sunnah Lid-Da’wah Wal Jihad, sebuah jamaah Islam di Nigeria yang saat ini dikenal dunia dengan nama Boko Haram. Siapakah mereka? Seperti apa manhaj Aqidah mereka? Kenapa mereka menculik pelajar perempuan? Mengapa dunia, khususnya negara-negara barat begitu mengecamnya saat ini?

Berikut isi wawancara sesi pertama yang dirilis pertama kali di forum Jihad syamikh1.info,seperti diberitakan Jihadology.net, Senin (26/05/2014) dan diterjemahkan oleh kiblat.net. Sebuah wawancara yang akan menjawab semuanya pertanyaan diatas.

***

Bismillah dan segala puji bagi Allah, shalawat serta salam atas nabi dan utusan yang mulai, Amma Ba’du:

Di tengah penyimpangan media terhadap mujahidin di negara yang disebut Nigeria, dan di saat kampanye brutal yang digulirkan para murtadin untuk menyerang mereka (mujahidin) dan demi menolong Salibis Barat. Juga, di tengah kelemahan media yang melanda medan Jihad di negara yang disebut Nigeria, dan kita harus mengetahui dan menyelamatkan mujahidin dan umatnya dari jurang kehancuran, maka kami memutuskan mewawancarai saudara Abu Sumayyah dari Jama’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad.

Berikut wawancara sesi pertama:

P: Sebelumnya, mungkin bisa memperkenalkan diri anda?

J: Saya saudara kalian, Abu Sumayyah an-Nigeri dari Jama’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad

P: Kenapa mereka memanggil kalian dengan nama ‘Boko Haram’?

J: Pemerintah Nigeria dan orang-orang yang menyelisihi manhaj kami lah yang memberikan nama itu. Nama kelompok kami sebenarnya adalah Jam’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad.

P: Kenapa mereka menamakan kalian demikian?

J: Mereka menjuluki kami dengan nama ini (Boko Haram) karena kami melarang anak-anak muslim bersekolah di sekolah-sekolah Nasrani yang ada di negara kami. Karena, di dalamnya diajarkan pembatal-pembatal keislaman dan perkara-perkara lainnya yang menyelisihi pemahaman Islam kami serta menghancurkan dasar-dasar agama.

P: Berikan contoh dari apa yang anda katakan tadi…

J: Anak-anak kaum muslimin mempelajari teori Darwin bahwa manusia itu berasal dari Kera, dan tidak ada kehidupan akhirat dan Hisab. Jika meninggal, nyawa (ruh) manusia akan berpindah ke tubuh yang lain. Mereka diajari kesucian Salib dan slogan-slogan agama Kristen. Dan juga, antara wanita dan laki-laki bercampur dan perbuatan senonoh menyebar di antara mereka. Kami melarang belajar di tempat-tempat seperti itu.

P: Apakah wanita-wanita yang anda culik dari sekolah-sekolah itu?

J: Iya, mereka adalah para pengikut Nasrani.

P: Apa tujuan menculik wanita-wanita dari sekolah tersebut?

J: Kami memiliki istri-istri dan anak-anak perempuan di tangan pemerintah. Kehormatan dan tubuh mereka dilecehkan. Tidak ada seorang pun yang memperhatikan mereka dan kami ingin menyelamatkan mereka.

P: Kembali ke permasalahan awal, siapa pendiri kelompok ini?

J: Syaikh Muhammad Yusuf rahimahullah

P: Jelaskan sedikit biografi beliau kepada kami!

J: Beliau adalah Syaikh Muhammad bin Yusuf dari suku Borno dan menikah dengan empat istri serta memiliki 21 anak laki-laki dan perempuan. Beliau terbunuh pada umur 40 tahun. Beliau berkembang di sekolah Islami dan berguru kepada para ulama Nigeria di Meidaguri, seperti Syaikh Aba Aji Waquni Qabjan dan Syaikh Jakfar rahimahullah, yang telah mengajarkan ilmu tafsir kepadanya dan ulama-ulama ternama lainnya. Beliau tidak berhenti belajar pada satu Syaikh, sampai mendapatkan rekomendasi untuk mengajarkan apa yang dipelajarinya dari Syaikh tersebut.

P: Menurut kabar yang beredar, Syaikh Muhammad bin Yusuf adalah seorang pengikut Syiah yang bertaubat dan kembali ke madzhab Ahlu Sunnah?

J: Ini adalah kabar bohong dan berita mengada-ada yang dihembuskan oleh musuh-musuh kelompok Islam. Padahal, mereka paham betul bahwa beliau tumbuh dan berkembang di Nigeria, dan tidak pernah keluar dari negara itu kecuali hanya satu kali untuk menunaikan ibadah haji dan Umrah, itu pun beliau segera kembali ke Nigeria. Di suku Borno dan para ulamanya tidak ditemukan ajaran Syiah sedikitpun. Mereka mengetahui hal ini dan mengetahui akidah Syaikh Muhammad Yusuf.

P: Bagaimana manhaj dan akidah beliau?

J: Beliau di atas akidah dan manhaj Ahlu Sunnah wal Jama’ah dengan pemahaman Salafus Shalih, baik dalam perkataan, perbuatan serta keyakinan. Oleh karenanya, kelompoknya dinamakan dengan Jama’ah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal jihad. Beliau juga telah mengarang kitab yang diberi judul ‘Inilah Akidah Kami’ yang berisi keyakinan dan manhaj yang beliau anut. Jika Allah menghendaki, kita akan menelaah bersama kitab beliau, Insyallah.

P: Sebagian orang menuduh kalian adalah Khawarij?

J: Kami bukan Khawarij. Kami berlepas diri atas nama Allah dari manhaj Khawarij. Kami tidak mengkafirkan seorang Muslim karena dosa besar selama ia tidak menghalalkannya, atau mengingkari sesuatu yang sudah jelas dalam agama, sebelum menegakkan hujah atasnya dan terpenuhi syarat-syarat kekafiran. Atau, ia melakukan suatu perbuatan dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan keislaman, yang telah dijelaskan oleh ulama bahwa perbuatan itu membatalkan agama. Kami juga berpegang atas apa yang disyaratkan ulama dalam mengkafirkan individu, dari menegakkan hujjah dan melihat penghalang-penghalang kekafiran.

P: Bagaimana kalian menyikapi Demokrasi dan dewan perundang-undangan yang menciptakan undang-undang yang menyelisihi Islam?

J: Ini termasuk dari salah satu pembatal keislaman, dan kami berpendapat ini kufur terhadap Allah azza wa jalla. Karena, hakikat demokrasi adalah hukum rakyat untuk rakyat, padahal Allah berfirma; ‘sesunguhnya hukum hanyalah milik Allah’

P: Bagaimana pendapat kalian tentang Amerika Serikat, piagam-piagamnya dan perkantoran-perkantorannya, seperti bank internasional dan pengadilan internasional?

J: Kami berlepas diri atas nama Allah dari semua itu dan kami memandangnya sebagai pembatal keislaman.

P: Apa yang diperjuangkan Syaikh Muhammad Yusuf dari dakwahnya?

J: Beliau berusaha membangun agama, akidah, ilmu dan militer umat Islam sehingga mereka siap melaksanakan kewajiban dakwah dan jihad di jalan Allah demi menegakkan kalimat Allah dan menegakkan Syariat ar-Rahman di bumi ini.

P: Mengapa beliau dibunuh pemerintah?

J: Karena mereka paham ‘bahaya’ dakwah beliau. Selain mengajarkan agama, beliau juga mengumpulkan senjata dan mendorong putra-putra umat Islam untuk berjihad dan memerangi bid’ah, kemungkaran, sihir dan tukang sulap. Atas dasar itu, pemerintah memusuhinya dan ingin sekali menghabisi beliau. Syaikh Muhammad Yusuf juga beberapa kali mendekam di penjara. Beliau pernah menawarkan Syariat Islam dan negara Islam kepada pemerintah, namun tawaran itu ditolak kemudian mereka sangat ingin membunuh beliau.

P: Apakah perjuangan (Jihad) kalian saat ini untuk membalaskan dendam Syaikh kalian atau untuk menegakkan Syariat Islam?

J: Awalnya, kami menyiapkan serangkaian persiapan untuk berjihad dan kami membangunnya dalam kurun waktu 13 tahun untuk membentuk kaum muslimin supaya siap berjihad. Akan tetapi, takdir Allah memaksa kami mendeklarasikan jihad lebih cepat setelah berjalannya waktu tujuh tahun, tepatnya ketika Syaikh dan banyak ulama serta para penuntut ilmu kami dibunuh. Sejak itu, program dakwah kami terhenti dan tiada jalan lain bagi kami kecuali mendeklarasikan Jihad, maka kami berkumpul di bawah komando Syaikh Abu Bakar Shekew hafidahullah.

P: Apakah kalian siap ikut serta dalam negosiasi dengan pemerintah untuk berhenti dari Jihad?

J: Tidak, kecuali mereka menyerah dan menegakkan Syariat Islam, atau kami mati demi membela itu.

 

Demikian wawancara pertama kami. Nantikan wawancara selanjutnya pada sesi kedua, Insyallah….

Wassalamu alaikum warahmatullah wa barakatuh…

 

Download PDF nya disini :

al-Ṣawrim Media Foundation — “Interview with One Mujāhid From Jamā’at Ahl al-Sunnah Li-l-Da’wah wa-l-Jihād (Boko Ḥarām) in Nigeria, Part 1″

Ummahat Mar’ah Hasanah Tawangmangu Adakan Kajian Kesehatan Anak

TAWANGMANGU (Jurnalislam.com) – Ratusan ummahat dan akhwat dari berbagai daerah di Karanganyar menghadiri “Kajian Kesehatan Anak” yang diadakan oleh kelompok kajian Ummahat Mar’ah Hasanah Tawangmangu, Kamis (15/5/2014). Bertempat di Masjid Khamiyatul Mustajabah, Blumbang, Tawangmangu, kajian yang diselenggarakan khusus untuk akhwat ini menghadirkan seorang dokter spesialis anak yang cukup senior di Karanganyar yaitu dr. H. Bambang Sugeng, Sp.A.

Dalam kesempatan tersebut dr. Bambang, begitu sapaan akrabnya menjelaskan tentang pentingnya seorang ibu untuk mengetahui cara merawat anak yang sakit di rumah sebelum dirawat di Puskesmas atau Rumah Sakit.

“Sebenarnya Allah Subhanahu wa ta’ala telah memberikan kepada kita kekebalan pada tubuh (imunitas) kita secara otomatis, tinggal bagaimana kita memanfa’at apa yang ada pada diri kita secara maksimal”, kata dokter sepuh yang juga direktur sebuah Rumah Sakit swasta di daerah Jaten, Karanganyar tersebut.

Selain itu beliau juga mengungkapkan bahwa sebenarnya Al Qur’an juga menjelaskan ilmu-ilmu kedokteran yang diakui oleh dunia kedokteran saat ini.

”Sebenarnya antara ilmu kedokteran dan apa yang ada di dalam Al Qur’an itu sama. Sebagai contoh di dalam ilmu Al Qur’an menyusui itu 2 tahun pun juga di dalam ilmu kedokteran menyusui itu 2 tahun”, jelasnya

Karena antusiasme peserta kajian yang luar biasa, sesi pertanyaan berlangsung lebih lama dari penyajian materi. Sang dokter pun menjawab semua pertanyaan dengan detail dan memuaskan. Sayangnya karena kesibukkan beliau sebagai dokter, panitia tidak menyediakan waktu lebih lama lagi untuk pertanyaan dari para peserta. Kajian pun diakhiri sesaat sebelum dzuhur. (amaif)

Al Qur’an Berbicara Tentang Kesaksian

AL QUR'AN BICARA TENTANG KESAKSIAN (SYAHADAH)

Oleh: Ustadz Fuad Al Hazimi, Majelis Syariah JAT

Bismillahirrahmaanirrahim

Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

"Allah bersaksi bahwasanya tidak ada Ilaah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan kesaksian seperti itu). Tak ada Ilaah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS Ali Imron 18)

Ikhwah Fied Dien Rahimakumullah

Semua orang bisa memberikan kesaksian dan pernyataan, tetapi Al Qur'an mendudukkan kesaksian Ahlul Ilmi, kesaksian para ulama sebagai sebuah kesaksian yang sangat tinggi kedudukannya setelah kesaksian para malaikat.

Oleh karena itu biarlah kita serahkan semua persoalan yang sangat menyita energi, menguras tenaga dan pikiran kita ini kepada mereka yang diberi keutamaan ilmu dan ketajaman bashiroh yang dengan keduanya mereka bisa menentukan sikap.

Imam As Sakhowi rahimahullah berkata :

إنما الناس بشيوخهم، فإذا ذهب الشيوخ فمع من العيش؟!

"Sesungguhnya manusia tergantung para masyayikh (ulama) nya. Jika para ulamanya tidak lagi bersama mereka, lalu dengan siapa mereka ini akan hidup ? (Fathul Mughits 2/320)

Perkataan Imam As Syakhowy di atas juga dinukil oleh Syaikh Abu Abdil Qohhar Al Hasni, salah satu ulama Islamic State of Iraq and Syam (ISIS).

Semoga kita bisa menyikapi kekurangan dan kelebihan masing-masing pihak dengan sikap inshof (objektif) karena dalam setiap diri manusia selalu ada sisi benar dan salah, baik dan buruk.

Allah Azza Wa Jalla memerintahkan kita agar bersikap adil dalam menilai segala sesuatu dan janganlah kebencian kita terhadap sesuatu menjadikan kita berlaku culas dan curang dalam memberikan kesaksian atau menilai sesuatu tersebut. Allah Azza Wa Jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآَنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al Maidah 8)

Lebih-lebih apa yang kita hadapi ini berkaitan dengan jihad yang memang sangat banyak hal yang tidak bisa dipahami kecuali oleh mereka yang merasakan kecamuk pertempuran dan pertarungan itu. Oleh karena itu, marilah kita menahan diri, lisan, ucapan dan tulisan kita seraya tidak henti-hentinya mendo'akan kepada para mujahidin di bumi Syam agar segera dipersatukan shaff (barisan) mereka dalam satu barisan sebagaimana firman Allah,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS Ash Shoff 4)

Apa lagi yang lebih dirindukan dan dicari oleh para mujahidin kecuali kecintaan dan keridhoan dari Rabb mereka?

Wallohu A'lam

Jaish al Muhajirin wal Ansar Melakukan Serangan Balik Pada Penjara Utama Aleppo

ALEPPO (jurnalislam.com) – Jaish al Muhajirin wal Ansar / Tentara Muhajirin dan Pendukung (AES) melaporkan serangan balik yang sukses di Penjara Utama Aleppo, yang diserang kafir Syiah beberapa hari yang lalu, melewati Sheikh Najjar, lapor Akhbar Sham.

Pada hari Minggu, setelah sholat subuh, unit serangan AES, dengan dukungan dari pendukung lokal dan juga unit Ahrar ash-Sham/Free Men of Levant (FML), melanjutkan serangan balik di desa Jubeileh, yang berdekatan dengan  penjara Utama Aleppo.

Setelah merusak pertahanan pengikut setia Syiah Assad, Mujahidin berhasil memasuki desa dan selama beberapa jam melakukan serangan bertubi – tubi yang membuat mereka tersingkir. Orang-orang kafir Syiah melarikan diri dari wilayah penduduk dan bersembunyi di berbagai bangunan yang terletak beberapa ratus meter dari Jubeileh.

Banyak korban tewas dan menderita luka di pihak kafir Syiah juga tawanan .

Saat pertempuran, kelompok pengikut Assad sempat keliru meluncurkan serangan tembakan besar-besaran menggunakan Gvozdikas pada tentara mereka sendiri. Saat publikasi peristiwa ini dikeluarkan, pertempuran masih berlanjut.

Manajemen umum dari operasi militer terhadap orang-orang kafir Syiah di Penjara Utama tersebut, Sheikh Najjar, dan yang lainnya, berada dalam kelompok AES.

Sebagai bagian dari AES, kelompok Irak, Ansar al-Islam/Supporters Islam (SI) juga sedang berjuang, dan juga mengambil bagian yang paling aktif dalam operasi penyerangan.
 
Para kafir Syiah menerobos ke Penjara Utama pada tanggal 22 Mei. Setelah pendukung Assad menerobos dan Jabhat an-Nusra/ Victory Front (VF) dan Jabhat al-Islamiyya/Islamic Front (IF) mundur, sekelompok pejuang AES didatangkan untuk membantu dari Layramoun (alias Balleramoun), dan berupaya membentengi desa Tel Haylan dan menghentikan pergerakan kelompok kafir.

Kelompok ini menyediakan batu loncatan untuk konsentrasi bagi pasukan Mujahidin dan serangan berikutnya.

Selama periode 24 jam terakhir, di bawah kepemimpinan AES, sekelompok Mujahidin dikumpulkan, lalu memulai operasi serangan balik pada tanggal 25 Mei.

Pertempuran sengit juga berlangsung di wilayah Sheikh Najjar. Mujahidin bentrok dengan pasukan Syiah Assad, menggunakan senapan mesin berat dan mortir. (ded412/kavkaz center)